Anda di halaman 1dari 7

ASPEK TEKNIS PROYEK

TUJUAN Pada akhir bab ini pembaca diharapkan dapat mengetahui dan memahami beberapa pertanyaan utama aspek teknis dari suatu proyek. Berdasarkan pemahaman tersebut, diharapkan dapat dikenali variabel-variabel yang berpengaruh dalam melakukan analisa kualitatif untuk memberikan jawaban.

PENGANTAR Bilamana berdasarkan evaluasi aspek pasar, suatu proyek memiliki kesempatan pemasaran yang memadai untuk suatu jangkauan waktu yang relatif panjang, maka tahapan berikutnya yang perlu dilakukan adalah anallisa aspek teknis dari proyek yang bersangkutan. Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. Berdasarkan analisa ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk biaya eksploitasinya. Pelaksanaan dari evaluasi aspek ini seringkali tidak dapat memberikan suatu keputusan yang baku, atau dengan kata lain masih tersedia berbagai alternatif jawaban. Karenanya sangat perlu diperhatikan suatu atau beberapa pengalaman pada proyek lain yang serupa di lokasi lain yang menggunakan teknik dan teknologi yang serupa. Keberhasilan penggunaan teknologi sejenis di tempat lain ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan akhir, setidaknya memperhatikan pengalaman di tempat lain ini tidak dapat begitu saja ditinggalkan. Beberapa pertanyaan utama yang perlu mendapatkan jawaban dari aspek teknis ini adalah : a. Lokasi proyek, yakni dimana suatu proyek akan didirikan baik untuk pertimbangan lokasi dan lahan pabrik maupun lokasi bukan pabrik. b. Seberapa besar skala operasi/luas produksi ditetapkan untuk mencapai suatu tingkatan skala ekonomis. c. Kriteria pemilihan mesin dan equipment utama serta alat pembantu mesin dan equipment. d. Bagaimana proses produksi dilakukan dan layout pabrik yang dipilih, termasuk juga layout bangunan dan fasilitas lain.

e. Apakah jenis teknologi yang diusulkan cukup tepat, termasuk di dalamnya pertimbangan variabel sosial. Hal yang perlu mendapatkan perhatian dari keseluruhan pertanyaan utama tersebut adalah tidak selalu evaluasi dilakukan secara urut melainkan dilakukan secara simultan. Demikian pula perlu diingat terdapat suatu pertanyaan utama yang perlu mendapat jawaban sebelum melakukan evaluasi dari pertanyaan tersebut di atas yakni karakteristik produk yang dihasilkan, yakni mencakup tentang standar kualitas, dimensi, warna, paten, trade mark, lisensi, syarat penyimpangan, packing, syarat pengiriman, dan juga kemungkinan untuk mempertimbangkan bahwa tidak keseluruhan komponen produk dibuat sendiri. Pada pembahasan ini hanya pokok bahsan tentang lokasi dan luas produksi yang mendapatkan penekanan, sedang yang lain dibahas secara sepintas kilas.

LOKASI PROYEK Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian yakni lokasi dan lahan pabrik serta lokasi untuk bukan pabrik. Pengertia kedua menunjuk pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi, yakni meliputi lokasi bangunan administrasi perkantoran dan pemasara. Dalam suatu proyek dimungkinkan kedua lokasi tersebut berbeda atau berjauhan tempat.pada pembahsana ini, lokasi pabrik mendapatkan penekanan, sedangkan lokasi untuk bukan pabrik tidak dibahas secara eksplisit karena setidaknya variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi pabrik secara implisit dapat juga dipergunakan sebagai pertimbangan untuk lokasi bangunan bukan pabrik. Demikian pula jika proyek yang didirikan berupa usaha perdagangan, maka variabelvariabel yang diperhatikan dalam pemilihan lokasi pabrik dapat juga digunakan dengan sedikit perubahan. Beberapa variabel yang perlu diperhatikan untuk pemilihan lokasi proyek dibedakan dalam dua golongan besar, yakni variabel utama dan variabel bukan utama. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan, artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output dan proyek yang bersangkutan. Variabel-variabel utama tersebut antara lain : a. Ketersediaan Bahan Mentah Bila suatu perusahaan membutuhkan bahan mentah yang besar dan karenanya bahan mentah merupakan komponen yang amat sangat penting dari keseluruhan proses operasi perusahaan, maka variabel ini merupakan variabel

dominan/signifikan dalam penentuan lokasi pabrik. Beberapa jenis industri semacam ini antara lain, industri baja, semen, alumunium, gula, dan rotan. Sehubungan dengan bahan mentah ini, beberapa hal yang perlu untuk didapat informasinya adalah : Jumlah kebutuhan bahan mentah satu periode (tahun) dan selama usia investasi. Kelayakan harga bahan mentah, baik sekarang maupun masa depan. Kapasitas, kualitas dan kontinuitas sumber bahan mentah. Biaya-biaya pendahuluan yang diperlukan sebelum bahan mentah siap diproses, misalnya biaya pengangkutan, dan lain-lain. b. Letak Pasar yang Dituju Seringkali terjadi perbedaan yang diametral antara bobot faktor ketersediaan bahan mentah dan letak pasar yang dituju, artinya suatu pabrik yang kadang-kadang memerlukan dekat dengan sumber bahan mentah tetapi karenanya harus berjauhan denganpasar yang dituju, tetapi tidak berarti bahwa persoalan demikian tidak dapat diselesaikan secara seksama. Pada industri barang konsumtif memiliki kecenderungan bobot variabel ini lebih diperhatikan. Demikian pula untuk perusahaan-perusahaan yang tidak berskala besar. Beberapa hal yang perlu didapat informasinya antara lain : daya beli konsumen, pesaing, dan beberapa data lain yang cukup dalam uraian tentang anallisa aspek pasar. c. Tenaga Listrik dan Air Untuk jenis industri hulu, misalnya industri baja, alumunium, demikian pula semen, keperluan akan pembangkit tenaga, khususnya tenaga listrik amat mutlak diperlukan. Juga misalnya untuk perusahaan kertas, jumlah air yang besar amat diperlukan. d. Supply Tenaga Kerja Tersedianya tenaga kerja, baik untuk tenaga kerja terdidik maupun terlatih akan berpengaruh terhadap biaya produksi yang ditanggung perusahaan. Dapat dijumpai misalnya pendirian perusahaan rokok, perusahaan pengolahan tembakau, di samping pertimbangan bahwa bahan mentah; pertimbangan jumlah, kualitas dan biaya tenaga kerja merupakan perhatian utama.

e. Fasilitas Transportasi Fasilitas transportasi ini berkaitan erat dengan pertimbangan bahan mentah dan pertimbangan pasar. Jika lokasi mendekati sumber bahan mentah, maka fasilitas transportasi terutama diperhitungkan dalam kaitannya dengan ongkos transportasi menuju pasar dengan tidak berarti tidak diperhitungkan biaya transportasi dari sumber bahan mentah ke lokasi pabrik, demikian pula sebaliknya. Disamping kelima variabel utama (primer) tersebut diatas, terdapat beberapa variabel bukan utama (sekunder) yang perlu mendapatkan perhatian dalam pemilihan lokasi proyek di antaranya adalah : a. Hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, maupun di tingkat lokal pada rencana lokasi. Hal ini dipertimbangkan karena mungkin terdapat peraturan yang melarang pendirian usaha baru pada lokasi tertentu atau justru mungkin akan mendapatkan fasilitas dan keringanan lain. Di Indonesia misalnya, tersedia kawasan industri Cilacap, walaupun karena faktor lain yang kurang menguntungkan, sedikit investor yang menanamkan modalnya pada lokasi tersebut. b. Iklim, keadaan tanah. c. Sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat). d. Rencana masa depan perusahaan, dalam kaitannya dengan perluasan. Setelah keseluruhan variabel utama dan variabel bukan utama diketahui, maka barulah dapat dilakukan pengambilan keputusan pada lokasi mana proyek hendak didirikan.

LUAS PRODUKSI Luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diprodusir untuk mencapai keuntungan yang optimal. Pengertian ini berbeda dengan pengertian luas perusahaan, yakni luas produksi hanyalah salah satu alat ukur dari luas perusahaan. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal, mengandung maksud untuk mengombinasikan faktor eksternal perusahaan dan faktor internal perusahaan. Faktor eksternal disini adalah market share yang mungkin diraih dan faktor internal adalah usahausaha pemasaran yang akan dilakukan serta variabel-variabel teknik yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Pada perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk dan berproduksi untuk pasar, penentuan luas produksi sangat penting. Sedangkan untuk perusahaan yang jenis

produknya telah terbakukan karena mesin dan peralatan yang dimiliki, serta berproduksi berdasarkan pesanan, penentuan luas produksi kurang begitu penting. Dengan pengertian ini, luas produksi dapat juga berarti penentuan kombinasi dari berbagai macam produk yang dihasilkan untuk mencapai keuntungan yang optimal, jika perusahaan menghasilkan lebih dari satu macam produk. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi ini adalah : a. Batasan permintaan, yang telah diketahui terlebih dahulu dalam perhitungan market share (pangsa pasar). b. Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dalam hal ini dibatasi oleh kapasitas teknis atau kapasitas ekonomi. c. Jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. d. Kemampuan finansial dan manajemen. e. Kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. Dalam kenyataannya, di samping digunakan beberapa alat analisa kuantitatif pembantu untuk pengambilan keputusan, nampaknya peranan batasan faktor market share dan kapasitas mesin yang banyak diperhatikan. Bahkan seringkali terjadi diperlukan masa produksi percobaan sebelum produksi komersial, berdasarkan kapasitas/luas produksi minimal yang ditentukan oleh manajemen.

LAYOUT Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitasfasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lahan lokasi proyek), layout pabrik, layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. Pada bagian ini layout pabrik yang mendapat porsi pembahasan yang lebih sedangkan layout yang lain hanya sepintas. Dikenal dua tipe utama dari layout pabrik, yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). Dalam layout fungsional mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam suatu ruang/tempat tertentu. Layout ini digunakan oleh perusahaan yang berproduksi secara pesanan atau lazim disebut dengan proses produksi intermitten. Pada layout garis, mesin dan peralatan disusun berdasarkan urutan dari operasi proses pembuatan produk. Dengan demikian dalam layout ini tidak terdapat arus balik jika suatu

aliran pembuatan barang telah sampai pada tahapan tertentu. Layout ini sering digunakan untuk perusahaan yang berproduksi untuk pasar (produksi massa). Dari dua kemungkinan model layout tersebut menunjukkan bahwa layout pabrik menyesuaikan pada sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek tersebut. Kriteria yang dapat digunakan untuk evaluasi layout pabrik antara lain : Adanya konsistensi dengan teknologi produksi. Adanya arus produk dalam proses yang lancar dari proses satu ke proses yang lain. Penggunaan ruangan yang optimal. Terdapat kemungkinan untuk dengan mudah melakukan penyesuaian maupun untuk ekspansi. Meminimasasi biaya produksi dan memberikan jaminan yang cukup untuk keselamatan tenaga kerja. Sedangkan pertimbangan umum lain yang dapat digunakan khususnya untuk layout site adalah : Diusahakan layout mempunyai arus yang searah atau setidaknya mengurangi arus penyimpangan. Departemen pembantu, workshop hendaknya disituasikan secara fungsional terhadap bangunan pabrik utama.

PEMILIHAN JENIS TEKNOLOGI DAN EQUIPMENT Biasanya suatu produk tertentu dapat diproses dengan lebih dari satu cara, misalnya semen dapat diproses secara basah dan proses kering, karenanya teknologi yang dipilih perlu ditentukan secara spesifik. Patokan umum yangd dapat digunakan dalam pemilohan jenis teknologi adalah seberapa jauh derajat mekanisme yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang diharapkan, disamping kriteria yang lain yakni : Kegiatan jenis teknologi yang dipilih dengan bahan mentah yang digunakan. Keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut di tempat lain yang memiliki ciri-ciri yang mendekati dengan lokasi proyek. Kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja)setempat dan kemungkinan pengembangannya; juga kemungkinan penggunaan tenaga kerja asing. Pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan.

Disamping kriteria tersebut, dewasa ini seringkali digunakan istilah teknologi tepat, yang dalam hal ini dapat digunakan kriteria tentang penggunaan potensi ekonomi lokal dan kesesuaian dengan kondisi sosial budaya setempat, yang secara detail berupa antara lain pengguanaan bahan mentah lokal, tenaga lokal, apakah produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, apakah teknologi tersebut mampu menjaga keseimbangan ekologi dan keharmonisan dengan kondisi sosial budaya setempat dan lain lain. Disamping pemilohan jenis teknologi yang nantinya berujud pada proses mekanisasi yang digunakan, juga perlu diperhatikan pemilihan equipment yang tepat. Pemilihan equipment ini dipengaruhi oleh proses produksi yang dipilih, derajat mekanisasi dan luas produksi yang ditetapkan. Dalam hal ini terdapat dua langkah yang perlu diperhatikan, yakni pemilihan tipe equipment dan pemilihan tipe equipment yang dipilih antara tawaran yang tersedia. Juga perlu diperhatikan tipe equipment untuk instalasi dan operasi, serta equipment pembantu, karena kadang-kadang pada pemilihan ini terjadi keteledoran. Dari keseluruhan aspek teknis yang telah dibahas, masih terdapat beberapa hal lain yang perlu mendapat perhatian diantaranya adalah skedul kerja. Juga perlu disadari bahwa dalam pengambilan keputusan pada aspek teknis ini perencaan proyek perlu melibatkan ahli dari spesifikasi proyek dan teknik yang bersangkutan, karenanya dalam tulisan ini pembahasan lebih banyak bersifat kualitatif semata.

RINGKASAN Analisa dan evaluasi aspek teknik dilakukan setelah evaluasi aspek pasar menunjukkan adanya kesempatan pemasaran yang memadai untuk jangka waktu yang relatif panjang. Beberapa pertanyaan utama yang diajukan dalam aspek ini adalah tentang penentuan lokasi dan lahan proyek, luas produksi, layout dan pemilihan jenis teknologi dan equipment yang diperlukan. Pada tahapan berikutnya diikuti dengan pembahasan secara kualitatif variabel-variabel yang perlu diperhatikan untuk masing-masing pertanyaan uatama yang diajukan. Pembahasan ini diakhiri dengan perlunya melibatkan perencanaan ahli dalam bidangnya untuk melakukan analisa aspek teknis.