Anda di halaman 1dari 35

BAB III TINJAUAN KHUSUS GRAHA MODE DI MAKASSAR

A. Tinjauan Graha Mode 1. Tujuan Graha Mode bertujuan untuk memperkenalkan, mengarahkan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai busana dan perkembangannya. 2. a. Fungsi dan Tugas Fungsi Adapun fungsi dari Graha Mode di Makassar yaitu merupakan media komunikasi antar konsumen dan segenap pendukung profesi mode yang terlibat dalam kegiatan mempromosikan produk busana serta mengolah data-data perkembangan busana khususnya dari luar negeri dimana keberadaannya saat ini masih dirasakan sebagai fasilitas yang hanya diminati oleh sebagian orang. b. 1). a). busana b). tentang mode busana c). di Sulawesi Selatan 2). Tugas Pemeliharaan Memperkenalkan mode busana Menyediakan permintaan datadata mode busana serta memberikan layanan informasi Tugas Adapun tugas Graha Mode adalah : Tugas melayani Menampung dan menjawab semua pertanyaan yang berkenaan mengenai mode

22

Meliputi dua segi, yaitu segi teknis dan administratif. Dari segi teknis, benda-benda koleksi harus dipelihara supaya tetap awet dan terhindar dari segala kerusakan. Segi administrative, benda-benda koleksi diberi deskripsi yang jelas untuk keperluan pameran dan penelitian. 3). luar Tugas Penelitian Mengumpulan data-data dari dalam negeri lebih-lebih dari negeri mengenai masalah mode busana serta perkembangannya kemudian menelitinya, apakah pantas diikuti oleh agama, negeri, suku dan sebagainya. Hasil penelitian merupakan bahan untuk di informasikan kepada pengunjung yang disampaikan melalui keterangan secara tertulis, elektronika, atau langsung dari pemandu Graha Mode. 4). a) Tugas Pendidikan Ada dua macam pendidikan yang dilaksanakan : Pendidikan formal, yang ditujukan bagi pengelola, menyangkut pembinaan pengelolaan Graha Mode lewat penataran, seminar dll. b) 5). Pendidikan Tugas Berpameran Tugas ini sangat penting agar benda koleksi dapat dikenal oleh pengunjung pada saat berpameran, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan : a) b) c) Penataan koleksi sehingga menimbulkan daya tarik dan berkesan Memberi manfaat lewat benda-benda koleksi Menaikkan nilai benda-benda koleksi dengan cara tertentu non formal ditujukan bagi pengunjung lewat pemutaran film, ceramah/seminar dll.

23

3.

Program Kerja Graha Mode Graha Mode merupakan salah satu sector yang diharapkan pemerintah sebagai penghasil devisa utama selain migas Aspek-aspek yang mendasari pengadaan Graha Mode adalah : a. budaya b. c. Aspek pengembangan busana Aspek sosial Aspek pendidikan dan pelestarian

Adapun program kerja Graha Mode adalah : a. Graha Mode sebagai wadah pelayanan masyarakat Graha Mode merupakan tempat pertemuan antara pengunjung dan pengelola. Dimana kedua unsur ini mempunyai kepentingan yang berbeda. Disatu pihak pengelola sebagai pemberi jasa senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan yang memadai, sehingga dapat terlihat kecendrungan untuk melayani pengunjung dengan sebaik mungkin. Adanya kepentingan yang berbeda antara pengunjung dan pengelola dengan sendirinya sifat b. kegiatannya akan berbeda pula, dimana kegiatan pelayanan lebih menonjol disbanding kegiatan lainnya. Graha Mode sebagai wadah pelestarian budaya Pelestarian nilai budaya busana merupakan aspek terpenting dalam kepariwisataan. Sehingga sasaran non fisik berupa pemberian informasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya busana. Sedangkan menyangkut masalah fisik adalah bagaimana meningkatkan dan membina kehidupan yang ada dalam suatu wadah. 4. Struktur Organisasi Seperti pada umumnya suatu wadah selalu dipimpin oleh seorang pimpinan yang terampil dan cakap dibidangnya. Untuk

24

Graha Mode ini dipinpin oleh serang yang ahli menguasai masalahmasalah dalam dunia mode busana. Biasanya jenjang karirnya diawali dari pendidikan yang serupa, baik di dalam maupun luar negeri. Adapun struktur organisasi pada Graha Mode sebagai berikut : Skema III. 1 Skema Struktur Organisasi Direktur

Administrasi/Staff

Sekertaris

Bag. Umum + Staff

Bag. Informasi + Staff

Bag. Promosi + Staff

Bag. Pendidikan + Staff

Perlengkapan Pengembangan

Konsultasi Perpustakaan Pameran

Promosi Busana untuk Dalam dan luar negeri

Kursus, Penelitian, Pengontrolan Mutu Bahan

Pimpinan membawahi lima kepala bagian yang terdiri dari : a. Kepala Bagian Pendidikan, bertugas mengurusi hal-hal yang menyangkut pendidikan formal maupun non farmal termasuk juga hubungan dengan pihak luar b. Kepala Bagian Promosi dan Informasi, bertugas serta bertanggung jawab untuk semua kegiatan pelayanan informasi bagi masyarakat, kegiatan fashion show dan sebagainya yang

25

berhubungan dengan hal-hal promosi busana, terlaksanya kegiatanpameran, perpustakaan dan konsultasi. c. Kepala Bagian Umum, mempunyai tugas melayani masyarakat atau hubungan masyarakat., perlengkapan, pengembangan dan semua kegiatan yang bersifat umum. d. Kepala Bagian Administrasi, mencakup keuangan dan kepegawaian. 5. a. Tinjauan Kegiatan Dalam Dunia Mode Motifasi Sebagai peminat profesi mode, maka terdapat beberapa motifasi dari para pelaku kegiatan tersebut antara lain adalah; 1) a) Sebagai sumber belajar, Bagi para penyaji memberi/membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya agar dapat dipelajari orang lain yang tertarik dengan disiplin ilmu tersebut, untuk dimanfaatkan dan dipergunakan b) Sebagai seorang ahli, menyajikan dan mengetengahkan sesuatu yang menjadi keahliannya, dalam bentuk barang dan jasa c) Sebagai pengusaha, menjual barang, ide, keahliannya sebagai usaha dan penghasilan, dengan menyelaraskan apa yang disenangi masyarakat pada saat itu. d) Sebagai seniman, berusaha melestarikan dan menggali budaya bangsa dengan menyesuaikan keadaan zaman yang dinamis, praktis dan seni artistic pada cipta karyanya. e) Sebagai manusia Indonesia yang pancasilais, ikut melaksanakan program pemerintah dengan berusaha meningkatkan daya pakai produk dalam negeri demi pembangunan bangsa.

26

2) pengunjung/konsumen a) yang

Bagi

para

Konsumen serius, adalah para pengunjung kedatangannya sudah memilki satu maksud keperluan seperti : berkonsultasi, belajar, membeli jasa, membeli barang, mencari informasi dan sebagainya.

b) yang

Konsumen rekreatif, adalah para pengunjung kedatangannya belum dapat ditebak karena maksudnya hanya ingin melihat-lihat pameran, peragaan, perkembangan mode dan lebih bersifat santai

b. 1)

Macam Kegiatan Untuk informasi, berupa : a) Konsultasi, diberikan kepada/dari para pengusaha, produsen, desainer dan masyarakat b) Informasi dalam bentuk literature, buku-buku serta majalah baik dari dalam maupun luar negeri 2) promosi meliputi ; a) Mengadakan pameran dan peragaan : (1) Pameran/peragaan tetap (2) (1) (2) (3) (4) Pameran/peragaan berkala Pengaturan pameran Register dan distribusi Memelihara alat peraga Pengelolaan program b) Kegiatan pengadaan alat/benda dan peraga meliputi : Untuk kegiatan kegiatan

c) Kegiatan sukarelawan d) Penjualan barang dan jasa

27

3) pendidikan, meliputi ; a) Kursus-kursus keterampilan b) Mengembangkan c) Studio photo 4) penelitian adalah : dan

Untuk

kegiatan

melaksanakan

program

operasional pendidikan Untuk kegiatan

Kegiatan penelitian dilakukan oleh pemuka agama, para desainer, kepala adat 5) administrative : Didalam penyelenggaraan kegiatan secara keseluruhan dibutuhkan adanya system manajemen dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelayanan, berupa pengelolaan system 6) rekreasi Kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan pendidikan yang bersifat non formal, kegiatan berlangsung secara komunikatif dimana pengunjung diberi kesempatan mencoba dan menggunakan busana tertentu yang sedang dipamerkan sehingga memberi kepuasan yang lebih kepada konsumen. Kegiatan ini diungkapkan dalam bentuk pameran tetap dan bentuk pameran temporer. 7) penunjang/service Sebagai penunjang pelaksanaan kegiatan, baik secara intern maupun secara ekstern yang bersifat service/teknis yang diberikan kepada pengelola dan pengunjung. Kegiatan administrasi dan prosedur yang Untuk menunjang kegiatan kelancaran dan koordinasi program kegiatan Graha Mode Untuk kegiatan

28

c. 1) berbentuk :

Bentuk Kegiatan Kegiatan informasi, a) Membuat/menampung data perkembangan mode busana b) Membuat program/menjawab pertanyaan masyarakat c) Menyediakan buku-buku serta majalah baik dalam maupun luar negeri 2) yaitu : a) Mengadakan pameran/peragaan b) Kegiatan pengaturan pameran berbentuk : (1) (2) (1) (2) Penataan alat peraga yang ada Merencanakan lay out ruang peragaan Membuat catatan alat peraga Mengatur pendistribusian alat peraga Kegiatan promosi,

c) Kegiatan register dan distribusi berbentuk ;

d) Kegiatan pengelolaan program, berbentuk : Membuat program yang dapat diterimah masyarakat e) Kegiatan sukarelawan, berbentuk : (1) (2) 3) Pendidikan, bebentuk : a) Kursus-kursus keterampilan berbentuk : (1) (2) (3) (4) (5) (6) Mendesain model Modelling Membuat pola Menggunting pola Menjahit Mencetak busana Pemandu Penjelas Kegiatan

f) Penjualan busana

29

b) Mengembangkan

dan

melaksanakan

program

operasional pendidikan berbentuk : Seminar/ceramah dan sebagainya. c) Studio photo berbentuk : (1) Fotografer (2) Mencetak photo 4) berbentuk : a) Meneliti setiap mode busana yang baru apakah pantas/layak dinegeri/agama kita untuk dipromosikan dan di informasikan b) Penelitian mutu bahan busana 5) berbentuk : Pengelolaan secara administrasi 6) Berbentuk : Pengunjung dibri kesempatan mencoba dan menggunakan busana tertentu yang sedang dipamerkan 7) Penunjang/service berbentuk : Melaksanakan kegiatan baik secara intern maupun secara ekstern, yang bersifat serice teknis d. Pewadahan Pola hubungan kegiatan dapat digambarkan pada skema berikut : Skema III.2 Pola Hubungan Kegiatan INFORMASI Pola Hubungan Kegiatan dan Tuntutan Kegiatan Kegiatan rekreasi Administrasi Kegiatan penelitian

30

PENUNJANG

PROMOSI

SERVICE

PENDIDIKAN / PENELITIAN Ket : Hub biasa Hub erat Hub erat sekali Tuntutan pewadahan ; mempunyai sifat mengundang, terbuka dan menyenangkan mengingat bahwa wadah merupakan usaha swasta komersial yang kelangsungannya sangat bergantung pada umum. e. 1) untuk mendapatkan mode informasi busana dan dan Pelaku Kegiatan Pengunjung Pengunjung Graha Mode adalah pengunjung yang datang melihat peragaan mengenai perkembangannya.

Pengunjung terdiri dari : a) Pengunjung Umum (1) Orang dewasa (2) Remaja (3) Anak-anak b) Pengunjung khusus (1) (2) (3) 2) Pengusaha garment Pengusaha konveksi Rombongan sekolah kejuruan Pengelola. a) Direktur, sebagai pemimpin tertinggi di Graha Mode

31

b) Asisten dierktur, yang terbagi atas : (1) Asisten Direktur bagian teknik (2) Asisten Direktur bagian informasi (3) Asisten direktur bagian promosi (4) Asisten Direktur bagian pendidikan (5) Asisten Direktur bagian administrasi dan keuangan c) Kepala-kepala bagian d) Sekertaris Direksi e) Teknisi, peneliti, sukarelawan, pustakawan, desainer, penjaga dan pengelola lainnya. f. Standar 1). Memiliki fleksibilitas yang optimal didalam pengaturan tata letak produk yang akan dipamerkan 2). Memiliki keleluasaan bagi pengunjung untuk menemukan dan membeli produk yang diinginkan pada tiap-tiap unit usaha 3). Mudah dicapai dari luar dan dari dalam. 4). Sistem keamanan yang baik, baik dari segi konstruksi, spesifikasi ruang untuk mencegah rusaknya benda benda baik itu akibat pengaruh alami seperti cuaca maupun kriminalitas g. Kebutuhan ruang Adapun ruang-ruang yang dibutuhkan untuk kegiatan pameran/promosi adalah : a). Ruang pamer tetap b). Ruang pamer temporer (berkala) h. Besaran ruang a). Ruang pamer tetap Besaran ruang untuk pameran/promosi berdasarkan hasil study banding pada JDC, maka dibagi atas 3 type luasan yaitu:

32

Type kecil Luas type kecil adalah = 12 m2 Type sedang Luas type sedang adalah dua kali type kecil = 24 m 2 Type besar Kebutuhan masing-masing type unit pameran berdasarkan studi perbandingan mall dan pusat perbelanjaan adalah : Type kecil = 50 % x 471 unit = 236 unit Luas = 236 unit x 12 m2 = 2.832 m2 Type sedang = 30 % x 471 unit = 141unit Luas = 141 unit x 24 m2 = 3.384 m2 Type besar = 20 % x 471 unit = 94 unit Luas = 94 unit x 36 m2 = 3.384 m2 Luas = 9.600 m2

b). Ruang pamer temporer (berkala) Area lantai untuk ruang pamer temporer adalah 20 % dari luas lantai unit pameran tetap. Area pada waktu-waktu biasa (tidakada pameran), biasa digunakan sebagai lobby. Luas = 20 % x 9.600 m2 = 1.920 m2 Jadi total luas ruang untuk kegiatan pameran adalah : a). Ruang pamer tetap b). Ruang pamer temporer (berkala) = 9.600 m2 = 1.920 m2 = 11.520 m2 Skema III.3 Hubungan Ruang Kegiatan Pameran

33

Ruang Pamer berkala Ruang Pamer Temporer Ruang Pengelola Pameran

Keterangan : = Hubungan erat = Hubungan Kurang Erat i. 1) 2) kebutuhan pelayanan 3) Kegiatan yang dilaksanakan pada hari libur/hari raya atau diluar kegiatan rutin sehari-hari sesuai dengan tugasnya sebagai tempat rekreasi. j. 1) Sifat Kegiatan Adapun sifat kegiatan, yakni : Sifat Informatif Sifat informative mengandung arti memberi suatu kepastian pada hal yang diragukan atau kurang diketahui, juga bersifat sebagai pembinaan. Dalam hal ini informasi ini dinikmati, dihayati dan perlu diketahui. Sesuai dengan sifat tersebut, maka ungkapan kegiatan yang berkaitan adalah kegiatan informasi 2) pengenalan produk, jasa konsultasi, pengembangan desain, ceramah dan seminar. Sifat Eksibisi Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan yang terjadi pada Graha Mode yaitu : Kegiatan sehari-hari secara rutin dimulai pada pukul 08.00 16.00 Kegiatan bersifat khusus dilaksnakan pada jam-jam tertentu sesuai dengan

34

Pada dasarnya Graha Mode untuk memamerkan tingkat kemajuan dunia mode setiap waktu. Disini ditekannkan pengenalan pada produk yang ditawarkan tersebut. Sesuai dengan sifat tersebut maka ungkapan kegiatan yang brerkaitan adalah kegiatan peragaan, kegiatan promosi dan pemasaran 3) Sifat Rekreatif Mencari kesenagan dan hiburan merupakan salah bentuk kegiatan dari pengunjung. Adapun kegiatan tersebut adalah salah satu dari kegiatan rekreasi. Rekreasi/hiburan merupakan proses kegiatan penyegaran kembali, lebih konkritnya adalah mencari kesenagan untuk melepaskan diri dari ketegangan. Proses ketegangan dapat dibagi 2 macam yaitu : a) Pelepasan ketegangan fisik, yaitu dengan memberikan keleluasaan gerak fisik b) Pelepasan ketegangan non fisik, yaitu dengan memberikan suasana yang berubah-ubah

k. berikut :

Sistem Penyajian Dalam penataan suatu pameran hendaknya diperhatikan hal-hal 1). Faktor Koleksi Koleksi yang dipamerkan hendaknya ditampilkan secara utuh dan jelas pada penglihatan pengunjung sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat tercapai. 2). Faktor Pengunjung Pameran yang disajikan harus dapat memuaskan pengunjung, susunan dan tata ruangnya harus dapat memberikan pengarahan serta keleluasaan bergerak.

35

3). Faktor

sarana,

penggantian

koleksi

pameran

atau

perubahan sedcara teratur dilakukan sebagai daya tarik terhadap pengunjung, sehingga sistem pengaturan harus fleksibel. 4). Diadakan peragaan khusus yang menjadi pusat perhatian sebagai topik utama dalam suatu pameran. 5). Peragaan menampilkan cara kerja dan nilai historis, perkembangan saat ini dan perkembangan selanjutnya di masa yang akan datang. Peragaan yang menonjolkan aplikasi akan lebih menarik karena sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. 6). Latar belakangdekorasi yang sederhana untuk memudahkan pengunjung berkonsentrasi. Adapun sfesifikasi dalam kelompok kegiatan promosi adalah sebagai berikut : 1). Ruang Pameran Tetap a) Dasar pendekatan (1). Terhadap pengunjung (a). (b). Memberi kebebasan cara pengamatan. Memenuhi persyaratan jarak pandang.

(c). Memberi ruang gerak yang lega dan bebas, sirkulasi yang kontinyu. (d). Unsur penunjang dekoratif yang sederhana, agar tidak mengganggu nilai dan maksud pengungkapan materi pamer. (2). Terhadap materi pamer (a). Menaikkan nilai pamer dengan pengaturan elemen ruang. (b). Memenuhi syarat keamanan dan perlindungan terhadap pengaruh alam.

36

b) Batasan (1). Materi pamer sepenuhnya menggambarkan tentang perkembangan duniakhususnya di Indonesia. (2). Materi pamer disajikan dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. (3). Sifat materi pamer yang mudah kotor, maka konsumen tidak diinginkan untuk meraba dan memegang materi pamer. c) Cara penyajian materi pamer Dasar pertimbangan : (1). Memudahkan pengaturan perletakan materi. (2). Memudahkan pengamatan. (3). Menjaga keamanan pengaturahn kembali materi pamer saat pergantian. d) Bentuk penyajian (1). Materi pamer dua dimensi terdiri dari poster, photo dan benda-benda yang ditempel/diletakkan pada satu bidang. Seperti pada gambar berikut ini :

37

Gambar III.1. Materi pamer 2 dimensi (2). Materi pamer tiga dimensi terdiri dari diaroma, mannequine. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar III.2. Materi pamer 3 dimensi (3). Alternatif perletakan materi (a) Mengelompokkan materi menurut dimensi. Seperti pada gambar berikut ini :

Gambar III.3. Materi pamer

38

(b)

Menggabungkan berikut ini :

materi

pamer

tanpa

membedakan dimensi. Seperti pada gambar

Gambar III.4. Penggabungan materi pamer (c) Mengelompokkan menurut jenis kegiatan yang akan dipamerkan dengan perantara beruang duduk atau pot-pot bunga/tanam+partisi dalam ruang sebagai antisipasi kejenuhan. Seperti pada gambar berikut ini :

Gambar III.5. Pengelompokan menurut jenis kegiatan e) Sistem sirkulasi Dari cara pengamtan terhadap materi pamer, sirkulasi yang dapat terbentuk : (1). Materi 2 dimensi Sirkulasi terjadi dengan dua arah yang berlawanan. Seperti pada gambar berikut ini :

39

Gambar III.6. Sirkulasi 2 arah (2). Materi 3 dimensi Dapat terjadi pola sirkulasi memutar atau setengah memutar. Seperti pada gambar berikut ini :

Gambar III.7. Sirkulasi memutar f) Persyaratan pengamatan ruang pamer Kemampuan gerak kepala menggeleng/memutar secara horisontal ke kiri dan ke kanan adalah : (1) Nikmat (comport) Maksimum = 45 m2 = 55 m2

Ideal sudut pandang pengamatan obyek oleh manusia adalah 54 m2 atau 27 m2 dari garis mata ke atas dan ke bawah (Neufert). Seperti pada gambar berikut ini :

40

Gambar III.8. Ideal sudut pandang (2) Luas area pengamatan untuk materi 2 dimensi. Se[erti pada ganbar berikut ini :

Gambar III.9. Luas area pengamatan 2 dimensi (3) Luas area pengamatan untuk materi 3 dimensi. Seperti pada gambar berikut ini :

41

Gambar III.10. Luas area pengamatan 3 dimensi

i. 1). Pengunjung

Pola Aktifitas

Datan g Konsultasi Pertunjukan Makan / minum

Graha Mode

Pulan g

Pendidikan / kursus

Peragaan Busana

42

2). Pengelola Datang Masuk Kantor Parkir Bekerja Makan / minum Istirahat Ke Toilet Pulan g Keluar Kantor Rapat

3). Karyawan Datang Lapor Mengatur alat Mengatur alat Pulang Lapor Bertugas Makan / minum Istirahat Ke Toilet

4). Pengunjung/Cafetaria Datang Lapor Bertugas Makan / minum Istirahat Pulang j. Mengatur alat Kelembagaan Graha Mode di Makassar Ke Toilet

43

Kelembagaan yang digunakan dapat ditangani oleh pihak swasta, pemerintah, dan kerjasama antara keduanya. Sistem kelembagaan ini diuraikan sebagai berikut : 1). Lembaga atau Badan Usaha Pemerintah Dalam hal ini sarana kegiatan informasi mode busana ini dikelolah pemerintah baik pemerintah kota maupun lembaga-lembaga usaha lainnya seperti dinas pariwisata dan Sekolah Menengah Kejuruan serta Perguruan Tinggi (UNM). Sistem kelembagaan ini dengan sendirinya ditangani oleh pemerintah atau pegawai khusus yang diangkat untuk itu. 2). Badan Usaha Swasta Pengelolaan ditangani oleh pihak-pihak dengan motivasi jasa komersil, dengan memanfaatkan potensi yang ada pengusaha dapat memetik keuntungan dari usaha tersebut sehingga investasi yang ditanam dapat berkelanjutan. 3). Badan Usaha Semi Pemerintah Merupakan kerjasama antara pihak swasta dan pemerintah, sehingga bersifat subsidi. Untuk menghindari sifat atau kesan formal yang menonjol yang tidak sesuai dengan waktu operasi, dengan jam kerja pemerintah maka pengelolah dipercayakan kepada pihak swasta. PENGELOMPOKAN KEGIATAN PADA GRAHA MODE
KARAKTERIS LINGKUP PELAYANAN INFORMASI Pengunjung Staf Pustakawan Pengunjung Membaca Menyimpan f) 08.00 22.00 Suasan formal, nyaman dan tenang Tunggu R. Perpustakaan PELAKU AKTIVITAS WAKTU TIK DAN KRITERIA 1. R. Konsultasi Konsultasi R. R. RUANG

44

Memberi informasi Menunggu Melihat-lihat Melayani Buang air/bersihbersih PROMOSI Pengunjung Peragawan/ peragawati Desainer Pengelola Sukarelawan Mengatur sistem audiovisualcahaya Mengawasi Buang air/ Menyimpan alat Istirahat Kegitan peragaan Perlu luar kolom, fleksibilitas tinggi 2. ruang bebas Mengadakan pameran 08.00 22.00 Suasan nyaman dan tenang 1. g) h) i)

Katalog Koleksi Komputer R. Staff R. Arsip

R. R. Baca R. R. Gudang

Lavatory

R. Pameran Khusus tertutup) R. serbaguna / hall (pameran terbuka) R. Peragaan / Stage Panggung Penonton mpanan peragaan Istirahat Operator Sound system 3. Show Room / R. dan R. R. Ganti R. Rias R.Penyi materi R. R. R. (pameran

bersih-bersih

45

perwakilan/butik 4. 5. 6. 7. R. Panitia R. Staff R.service/pantry Lavatory - Lav umum - Lav. /panitia - Lav.Peragawan/ peragawati PENDIDIKAN Pengunjung Desainer pengelola Belajar Seminar Praktek Kursus Menyimpan alat Buang air/ seminar 3. Gudang 4. Lavatory Wanita PENELITIAN Pengunjung Peneliti Bekerja Mengadakan 08.00 16.00 Suasana nyaman dan tenang 1. R. Kabag dan Staff 2. R. Pertemuan Lav. pria Lav. R. Staff bersih-bersih foto R. Ceramah/audio visual R. printing Studio 08.00 16.00 Suasana nyaman serta tenang jahit Studio 1. R. Teori R. Praktek desain Studio Studio formal dan 2. Pengelola

46

pertemuan Menyimpan Buang air/ bersih-bersih ADMINISTRAS I DAN KEUANGAN Rapat Pembukuan Bekerja Menyimpan Buang air/ bersih-bersih - Pengelola Memimpin Usaha 08.00 16.00 Kegiatan tenang

3. R. Arsip 4. Lavatory

1. R. Direktur 2. R. Rapat 3. R.Staff administrasi 4. R. Bag keuangan 5. R. Arsip 6. Gudang 7. Lavatory Wanita Lav. Pria Lav.

PELAYANAN UMUM

Karyawan Pengunjun

Bekerja Menunggu Shalat Makan minum Mengakses telepon dan internet /

Relatif 24 jam

Suasana rekreatif, santai Kegiatan tinggi pada siang dan malam hari

1. R. 2. R. Lobby 3. Mushallah 4. Kantin 5. Wartel 6. PPPK Percetakan penjilidan dan

47

Buang bersihbersih air /

7. Lavatory Wanita 1. Lav. Pria Lav.

PENUNJANG / SERVICE

Karyawan Pengunjun

Kegiatan operasional gudang Menggunakaa n fasilitas Menyimpan peralatan

Relatif 24 jam

Pemisahan zone sirkulasi service area parkir dari dan

1. R. Mekanikal 2. R. Genset 3. R. Keamanan 4. R. Pompa dan reservoir 5. Gudang

B. Tinjauan Terhadap kota Makassar Letak kota Makassar sangat strategis sebagai pusat bagi kawasan Indonesia Bagian Timur dan pusat pengembangan wilayah bagi Sulawesi Selatan pada khususnya, kota Makassar mempunyai golongan masyarakat yang sebagian besar tingkat ekonomi tinggi dan sebagai pusat kegiatan bisnis mempunyai berbagai potensi dan kemudahan sarana dan fasilitas pendukung usaha bisnis, sehingga Makassar akan diharapkan mempunyai pangsa pasar yang baik bagi kegiatan informasi, promosi dan pendidikan. Graha Mode juga sebagai wadah pelayanan yang mempunyai lingkup regional, maka menuntut adanya pendukung bagi kelangsungan dan kelancaran segala kegiatan. 2. Prospek Graha Mode di Makassar

48

Pertumbuhan perekonomian kota Makassar yang tinggi membentuk berbagai lapisan masyarakat, dengan tingkat social ekonomi yang berbeda, sehingga dampaknya terhadap cara mengkonsumsi barang/jasa akan berbeda pula. Semakin tinggi tingkat penghasilan maka konsumsi terhadap makanan akan semakin rendah, sehingga konsumsi terhadap barang lain semakin tinggi. Makassar sebagai pusat bisnis menuntut masyarakatnya untuk berpenampilan baik, selain itu pakaian juga sebagai symbol status maka komsumsi busana untuk kalangan menengah ke atas cukup tinggi. Untuk golongan menengah ke atas, mereka telah menyisihkan dana sebesar 20 % dari pendapatannya, untuk konsusmsi terhadap mode busana. Sebagian besar penduduk di kota-kota yang mempunyai penghasilan menengah ke atas adalah sebesar 60 %.

Tabel III.1 Prosentase Penghasilan Masyarakat Makassar No 1. 2. Golongan Sedang Rendah Prosentase 40 % 40 % 20 %

3. Tinggi Sumber : BPS kota Makassar 2001

Jumlah penduduk Makassar tahun 2001 ini sebanyak 1.112.688 jiwa, maka jumlah penduduk Makassar yang akan berminat terhadap mode sebesar 60% x 1.112.688 = 667.612,8 jiwa. Melihat pertambahan penduduk Makasar yang semakin tinggi dengan laju pertumbuhan rata-rata 3,46%

49

Pertambahan

= = = =

1.725.549 jiwa x ( 1.194.079,91 jiwa 1.725.549 jiwa + 2.919.628,91 jiwa

3,46% x

20 tahun )

Jadi jumlah

1.194.079,91 jiwa

Peminat mode terbesar adalah kalangan menengah keatas, sehingga proyeksi di tahun 2010 adalah 60% x 2.919.629 jiwa = 1.751.777 jiwa Minat terhadap produk mode yang cukup besar ini, menjadi usaha di bidang dunia mode menemui prospek yang cerah. 3. a. Besarnya masyarakat, Potensi Pengunjung Jumlah penduduk tingkat pertambahan penduduk dapat data mempengaruhi besarnya frekuensi interaksi dan aktifitas sosial penduduk kota Makassar berdasarkan statistik sampai tahun 2000 berjumlah 1.112.688 jiwa yang tersebar pada 14 kecamatan dengan luas wilayah 175.77 km 2. Secara rinci dapat terlihat pada tabel berikut :

Tabel III.2 Jumlah Penduduk dan Tingkat Kepadatan di Kota Makassar, Tahun 2000/2001 No Kecamatan Luas (Ha) 1. 2. Mariso Mamajang 1,82 2,25 Jumlah Penduduk 51.491 59.689 Kepadatan Penduduk (Jiwa/Ha) 28.292 26.528

50

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Tamalate Rappocini Makasar Ujung Pandang Wajo Bontoala Ujung Tanah Tallo Panakkukang Manggala Biringkanaya Tamalanrea Jumlah

20,21 9,23 2,52 2,63 1,99 2,10 5,94 5,83 17,05 24,14 48,22 31,84 175,77

130.777 128.637 80.593 27.254 34.833 57.406 44.373 116.633 124.861 77.443 96.057 82.641 1.112.688 jiwa

6.471 13.937 31.981 10.363 17.504 27.366 7.470 20.006 7.323 3.208 1.922 2.596 6.330 jiwa/km

Sumber : - Monografi Kelurahan Sekota makassar, 2000/2001 - BPS, Kota Makassar, 2001 Dari data penduduk yang diperoleh akan diambil dasar perhitungan untuk proyeksi 14 tahun mendatang dengan menggunakan perhitungan proyeksi penduduk yakni rumus pertumbuhan geometric (statika terapan) dengan pertimbangan pertambahan jumlah penderita tiap tahunnya tidak tepat. Pn = (1 + r) n . Po Pn = Besarnya jumlah penduduk tahun 2010 Po = Jumlah penduduk pada tahun yang diketahui R n = prosentase perkembangan rata-rata penduduk/tahun = jumlah tahun prediksi (tahun 2000-2010)

Pn = (1 + 1,65%)10 . 1.112.688 = 2.454.978,52 jiwa

51

Jadi jumlah penduduk pada tahun 2010 = 2.454.978 jiwa, diasumsikan 35% merupakan masyarakat berpenghasilan menengah keatas yakni 859.242,3 jiwa. b. Tingkat Pendapatan Berdasarklan data yang diperoleh, terlihat bahwa setiap tahun jumlah kelompok masyarakat golongan menengah ke atas terus meningkat. Untuk prediksi tahun 2015 diharap jumlah tersebut akan terus meningkat, mengingat pembangunan di Makassar semakin meningkat di segala bidang. Pada tabel ini adalah jumlah tingkat pendapatan di Sulawesi Selatan :

Tabel III. 3 Jumlah Tingkat Pendapatan Berdasarkan Nilai Rata-rata No 1. 2. 3. 4. Jenis Pekerjaan Tenaga professional Pengusaha Pegawai negeri Golongan IV Tenaga Kerja Asing Jumlah Jumlah (Jiwa) 33.992 23.794 1.315 1.871 60.972

Sumber : Depnaker Sul-Sel

52

Kantor Statistik Propinsi Sul-Sel Peningkatan yang terjadi adalah : 1. Tenaga professional 3.70 % 1. 2. 3. 4. Pengusaha 1,3% Pegawai negeri Golongan IV 1,05% Tenaga Kerja Asing 4,50% Kondisi Fasilitas Pertumbuhan perekonomian Indonesia banyak dipengaruhi oleh perkembangan perekonomian kota-kota besar Indonesia. Sedangkan kekuatan dasar ekonomi kota disandarkan pada sectorsektor perdagangan, jasa dan industri. Pertumbuhan penduduk di kota Makassar yang cukup besar yaitu rata-rata 3,46 % akan memberi pengaruh pada daya guna dan manfaat fasilitas kota, akibatnya akan menurunkan kualitas dan kuantitas pelayanan dari fasilitas kota terhadap warganya. Mengingat fasilitas perdagangan dibidang produk mode masih belum memadai yaitu dibawah 10 % maka pengadaaan sarana perdagangan di bidang mode dipandang perlu dilaksanakan. Tabel III.3 Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Tinjau Menurut Sub Sektor Industri di Kota Makassar Tahun 1999 2001 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sektor Industri Industri makanan Industri minuman Industri tekstil Industri pakaian jadi Industri kayu, bambu, rotan Industri perabot dan 1999 55 4 1 5 38 8 2000 50 5 1 3 33 7 2001 61 5 1 4 33 7

53

kelengkapan rumah tangga 7. 8. 9. Industri kertas Industri percetakan dan penerbitan Industri bahan kimia 2 1 2 1 2 1 10 Industri kimia lain Sumber : BPS kota Makassar,2001 Ditunjang disektor pula dengan barang 1 12 1 10 1 10

kebijaksanaan-kebijaksanaan dan jasa, yang merupakan kota

pemerintah daerah mengenai pengadaan sarana pelayanan perdagangan kota kebutuhan Makassar yang mendesak. Sebagai

Metropolitan, untuk saat ini Makassar sangat dituntut untuk menyediakan fasilitas umum yang lebih baik lagi. Adapun kondisi penampilan bangunan perdagangan di bidang mode, seperti butik, pertokoan, masih kurang menarik dipandang dari sudut komersialnya bangunan. Hal yang sangat disayangkan, karena pengusaha-pengusaha tersebut hanya memikirkan factor keuntungan dari lokasi tempat usaha, sedang masalah penampilan sangat diabaikan. Bangunan yang tertutup, kurang mengundang, adalah sangat mewarnai penampilan tempat berusaha para perancang. Tempat-tempat peragaan busana di Makassar kebanyakan di hotel-hotel. Mengingat tempat peragaan adalah merupakan bagian dari hotel, maka penampilan gedung peragaan dianggap hotel tersebut. Penampilan hotel yang rapat dan bersifat privat, maka mengesankan kurang adanya keterbukaan. Peragaan materi pada tempat usaha yang terkesan sangat simple, hanya disejajarkan pada semua gantungan, kurang menampilkan obyek yang baik. Pengaruh bentuk ruangan yang ada juga sangat membatasi cara penampilan obyek pada ruang promosi. 54

5. berorientasi

Promosi Melalui Perancang Mode Semakin banyak munculnya pusat perdagangan baru ekspor, dan kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat Makassar semakin meningkat komsumsi terhadap busana produk impor, menjadikan tantangan bagi perancang mode untuk berkarya optimal terutama dalam meraih pasar, karena sebenarnya desainer dapat menentukan selera pasar. Oleh karena itu perlu lebih diaktifkan usaha menjaring pasar melalui informasi dan promosi yang lebih optimal busana guna impor menghambat pada laju perkembangan pemakaian masarakat

Makassar. Karena persaingan yang semakin ketat pada produk busana, maka salah satu usaha promosi adalah dengan mengajak bekerja sama dengan perancang mode, mengingat perancang mode yang dapat mempengaruhi selerah pasar, dan menimbang bahwa potensi perancanng mode Indonesia yang mulai patut diperhitungkan dikancah Internasional. 6. Kontes Lingkungannya Melihat kondisi dan potensi yang telah tersebutkan diatas, maka pembangunan Graha Mode kiranya dapat menjadi perantara untuk mengatasi permasalahan diatas. a. b. Konteks terhadap Kota Makassar Merupakan wahana perantara untuk memasyarakatkan mode dan perancang Indonesia Menambah sarana pemasaran dan promosi bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya. Konteks terhadap Indonesia Merupakan wahana untuk memperkenalkan produk busana Indonesia keluar pasar internasional. Program Graha Mode Dengan

55

56