Anda di halaman 1dari 19

LABORATORIUM LINGKUNGAN (TKL 122 P (3 SKS))

Titik Istirokhatun ST, MSc

Wiharyanto Oktiawan, ST, MT (Pak Wawan)

Purwono, Ssi (Mas Pur)


Kimia Dasar, Kimia Lingkungan

Pengolahan Buangan Industri

Pendahuluan
Petunjuk Praktikum Laboratorium Teknik Lingkungan Alaert G. dan Santika SS, 1987, Metode Penelitian Air, Usaha Nasional Surabaya

Eaton, D., Andrew. Standard Method.


Kawamura, Susumu. 1991. Integrated Design of Water Treatment Facilities. Amerika : John Wiley and Sons, Inc. Sawyer, C.N. and McCarty, P.L. Chemistry for Environmental Engineering. Mc Graw Hill Book Company. Tchobanoglous, G. 1991. Water Treatment: Principles and Design. Singapore : McGraw Hill Book Co.

Tchobanoglous, G. Theisen, H., Vigil, S. 1993. Integrated Solid Waste Management. McGraw-Hill, Inc

Pendahuluan
Peralatan Volumetris
Peralatan Gelas Volumetris dengan ketelitian tinggi : Pipet : untuk mengukur dan memindahkan volum tertentu Buret : untuk titrasi , interval 0,1 ml 1 tetes kira-kira 0,03 ml. Mikro buret : untuk titrasi dengan ketelitian yang lebih tinggi, interval 0,01 ml Buret Pellet : untuk analisa yang memerlukan titrasi berulang kali misal analisa kesadahan, COD dsb) Labu takar : untuk mengukur volum cairan tertentu, untuk membuat larutan dan keperluan pengenceran larutan dengan kadar yang tepat.

Pendahuluan

Pendahuluan
Peralatan Gelas Volumetris dengan ketelitian sedang : Gelas Ukur, Dispenser Peralatan Gelas Volumetris dengan ketelitian rendah : Gelas erlenmeyer : untuk mendidihkan larutan, tempat titrasi Beker Glass : sebagai tempat larutan sampel, tempat mengadakan reaksi, pengukuran pH dll Labu Kjeldahl : sebagai tempat terjadinya proses pencernaan (peleburan, digestion) pada analisa Nitrogen Kjeldahl. Labu pemanas: untuk memanaskan larutan Kerucut Imhoff : untuk mengukur volume lumpur yang mengendap dalam waktu tertentu. Dll.

Pendahuluan
Peralatan Pendukung : Corong Filter : corong untuk tempat filter dan tempat menuang sampel Cawan Buechner : berupa beker dengan volum 500 ml untuk menyaring dan mengumpulkan endapan. Desikator : berupa panci dan penutup terbuat dari kaca tebal, rak terbuat dari porcelain dengan bahan pengering silica gel atau CaCl2, untuk mengeringkan zat-zat kimia, zat padat dan cawannya, karena kelembaban udara dalam desikator diserap oleh bahan pengering. Gelas arloji : untuk menimbang zat-zat kimia Cawan Porcelain : untuk menimbang zat-zat zat-zat kimia yang ringan, untuk mengeringkan larutan hingga mengkristal. Botol timbangan : untuk menimbang zat-zat kimia yang bersifat higroskopis Dll.

Peralatan Instrument
Timbangan /neraca Pengaduk : dapat berupa pengaduk biasa, pengaduk dengan sebuah motor dengan poros yang dilengkapi baling-baling, dapat juga berupa magnetik stirrer. Pemanas : dapat berupa pemanas listrik atau pemanas gas suhu yang dicapai tidak lebih dari 400C. Pemanas gas disebut juga Pembakar Bunsen biasanya memerlukan statif untuk menempatkan bejana yang akan dipanaskan. Oven : umumnya digunakan untuk mengeringkan peralatan, skala suhu 50 - 180C. Yang sering digunakan adalah 105C. Furnace : merupakan oven dengan suhu tinggi biasanya 800-1200C. Yang sering digunakan adalah 550-600C. Digunakan untuk pembakaran zat-zat organis. Furnace tampak besar dari luar tetapi sempit di dalam karena memerlukan lapisan batu isolasi yang tebal. Inkubator : sejenis oven yang dapat menyediakan suhu antara 30-70C secara tetap dan teratur, biasanya digunakan untuk menumbuhkan koloni bakteri dan jamur pada analisaanalisa mikrobiologi. Inkubator BOD : inkubator yang khusus digunakan untuk analisa BOD, suhu yang disediakan 20C dengan penyimpangan 1C.

Reagen
Reagen Dapat berupa zat padat ( bubuk, kristal) atau zat cair. Merek yang sering digunakan Merck (Germany), Baker Chemical (USA), Fluka (Swiss), dll

Tingkat mutu reagen


Teknis : zat kimia tersebut agak kasar dan masih mengandung sedikit zat-zat kimia yang lain yang dianggap mencemari zat asli (bahan mentah), digunakan untuk percobaan yang tidak memerlukan ketelitian tinggi. Purified : zat kimia yang lebih sempurna dari zat kimia teknis Extra pure, pro analisa (p.a) : zat kimia yang sangat sempurna, digunakan untuk analisa yang memerlukan ketelitian yang tinggi.

Larutan
Larutan dalam Laboratorium dapat dibedakan menjadi: Larutan standard primer : larutan yang sangat teliti dan biasanya harus dibeli dari suplier khusus, spt Merck, Fluka dsb, digunakan untuk membuat larutan standard atau untuk menstandartkan larutan-larutan di laboratorium. Larutan standart : merupakan pengenceran dari larutan standard primer. Larutan kerja : larutan yang dibuat di Lab, dan kalau mungkin distandartkan dengan larutan standart primer, terutama jika larutan tersebut dapat menua.

Gangguan-gangguan Sample
Gas seperti O2,CO2 dapat diserap air sampel, atau dapat menguap dari sampel Zat tersuspensi dan koloidal dapat membentuk flok-flok sendiridan mengendap sehingga terdapat sampel yang berbeda dari sebelumnya. Beberapa zat terlarut dapat dioksidasikan oleh oksigen terlarut hingga senyawanya berubah misal, Mn2+ + O2 MnO2 Beberapa zat terlarut dapat bereaksi misal Ca2+ dan CO32- dapat membentuk CaCO3 yang mengendap, hal tersebut biasanya terjadi karena pH yang tidak stabil,misal karena kadar CO2 yang tidak sama dengan kondisi awal. Lumut, ganggang, dan jamur dapat tumbuh pada sampel yang tidak disimpan pada tempat yang gelap dan dingin, atau bila pH rendah (spt BOD, COD) akan terus dicerna oleh bakteri yang aktif. Populasi bakteri dapat berubah dalam waktu beberapa jam saja dan mengganggu analisa mikrobiologi.

MATERI LABLINGK
1. Parameter Fisik Air

2. pH, Acidi dan Alkalimetri


3. Kesadahan dan Pelunakan Kesadahan 4. Fe, Mn dan Logam Berat lainnya
Titik Istirokhatun

5. Analisa Sampah
6. Analisa Phospat 7. UJIAN TENGAH SEMESTER 8. Metode Sampling 9. Analisa Zat Padat 10. BOD, COD, DO 11. Analisa Pasir 12. Analisa Chlor dan Break Point Chlorination 13. Jar Test
WiOktiawan Wiharyanto Wiharyanto Oktiawan

Parameter Fisik Air


Perbedaan warna dan kekeruhan Penyebab terbentuknya warna Penyebab terbentuknya kekeruhan Metode pengukuran kekeruhan Perbedaan True colour dan apparent colour Pengertian Daya hantar Listrik dan kegunaannya Prinsip pengukuran daya hantar listrik Dampak adanya warna, kekeruhan dan daya hantar listrik dalam air

Acidy dan Alkalinity


Dua metode pengukuran pH: potensiometri dan colorimetri Alkalinity adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam atau kemampuan air untuk mempertahankan pH akibat adanya penambahan asam. Acidity adalah kemampuan air untuk mempertahankan pH akibat adanya penambahan basa Ion-ion penyebab alkalinity Indikator yang digunakan dalam titrasi acidi dan alkalimetri beserta trayek pHnya Metode yang digunakan dalam acidi dan alkalimetri Acidimetri : penentuan kadar basa dalam suatu larutan dengan menggunakan larutan asam yang telah diketahui konsentrasinya sebagai titran. Titrasi adalah penentuan kadar suatu zat secara volumetri menggunakan larutan lain yang telah diketahui kadarnya. Alkalimetri : penentuan kadar asam dalam suatu larutan menggunakan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya sebagai titran. Indikator : merupakan suatu zat yang digunakan untuk menentukan kapan titik akhir titrasi tercapai dengan indikasi perubahan warna. Titik Akhir Titrasi (TAT) : kondisi di mana jumlah mol equivalen zat yang dititrasi sama dengan jumlah mol equivalen zat titran. Perhitungan acidi dan alkalimetri

Kesadahan dan Pelunakan Kesadahan


Kesadahan dan Pelunakan Kesadahan Ion-ion penyebab kesadahan Jenis-jenis kesadahan Akibat kesadahan dalam air Beberapa cara pelunakan kesadahan dan reaksi kimia yang terjadi

Analisa Fe, Mn dan Logam Lainnya


Keberadaan Fe dalam air dapat berupa : Terlarut sebagai Fe2+ (ferro) atau Fe3+ (ferri) Tersuspensi sebagai butir koloidal Tergabung dengan zat organis atau zat padat yang inorganis Air tanah biasanya lebih banyak mengandung kadar Fe dibanding air permukaan Akibat keberadaan Fe, Mn pada air dalam jumlah yang melebihi baku mutu

Analisa Phospat
Dampak kehadiran phospat dalam konsentrasi yang tinggi dalam badan air Oligotrofikasi dan Eutrofikasi 4 prinsip analisa phosphat(Penyaringan pendahuluan, Hidrolisa Pendahuluan: analisa polifosfat, peleburan (digesti) pendahuluan:analisa fosfat total dananalisa ortofosfat:dengan metoda asam asorbik). Pemilihan senyawa fosfat yang akan dianalisa tergantung dari keperluan pemeriksaan dan keadaan badan air. Untuk sampel air alam yang masih bersih untuk keperluan air minum hanya diperlukan pemeriksaan fosfat total terlarut dan ortofosfat terlarut, untuk badan air yang telah tercemari limbah industri, penduduk atau pertanian perlu analisa fosfat lebih lanjut.

Analisa Sampah
Komposisi sampah Kadar air sampah C-organik sampah Kadar volatil sampah Perhitungan analisa-analisa sampah

Analisa Zat Padat


Zat padat total (Total Solids ; Residu Total) Zat Padat Terlarut (Total Dissolved Solids : Residu terlarut) Zat padat tersuspensi (Total Suspended Solids ; Residu Suspensi) : zat padat tersuspensi terapung (bersifat organis: Volatile Suspended Solids (VSS)/Zat Padat Tersuspensi Volatile/Residu Volatil dan zat padat tersuspensi terendap(Settleable Solids/Lumpur Kasar bisa bersifat organis dan inorganis). Macam-macam filter yang digunakan dalam analisa zat padat : Filter pasir : sangat tergantung pada ukuran pasir yang digunakan untuk menghilangkan zat tersuspensi kasar dan flok-flok Filter kertas : berukuran sekitar 10m, dapat menahan zat tersuspensi baik kasar maupun halus, sebelum digunakan perlu dikeringkan dalam oven dengan suhu 105C karena bisa menyerap kelembaban hingga 5 % dari berat filter itu sendiri. Filter gelas fiber : terbuat dari kaca yang bersifat inorganis tidak ikut terbakar sampai suhu 550C Filter membran : berdasarkan tingkat jenisnya dapat memisahkan zat tersuspensi, koloid, bakteri, virus, ion-ion diatomik dan monoatomik