Anda di halaman 1dari 4

Karakteristik Entrepreneur

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang entrepreneur menurut Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarborough antara lain: 1. Hasrat akan tanggung jawab (Desire for responsibility) Para wirausahawan merasakan tanggung jawab pribadi yang amat dalam terhadap hasil atas usaha yang telah mereka mulai. Mereka lebih memilih dapat mengendalikan sumber-sumber daya mereka untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sendiri. 2. Lebih menyukai risiko menengah (Preference for moderate risk) Para wirausahawan bukanlah orang-orang yang mengambil risiko secara sembarangan, melainkan orang yang mengambil risiko yang diperhitungkan. 3. Meyakini kemampuannya untuk sukses (Confidence in their ability to success) Para wirausahawan pada umumnya sangat yakin terhadap kemampuan mereka untuk sukses. Mereka cenderung optimis terhadap peluang kesuksesan. Mereka cenderung optimis terhadap peluang kesuksesan. 4. Hasrat untuk mendapatkan umpan balik yang sifatnya segera (Desire for immediate feedback) Wirausahawan menikmati tantangan dalam menjalankan perusahaan dan mereka ingin mengetahui sebaik apa mereka bekerja dan terus menerus mencari umpan balik. 5. Tingkat energi yang tinggi (High level of energy) Wirausahawan lebih energik dibandingkan orang kebanyakan. Energi ini merupakan faktor penentu mengingat luar biasanya upaya yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan. Kerja keras dalam waktu lama merupakan keharusan bukan selingan, dan hal itu dapat melelahkan. 6. Orientasi masa depan (Future orientation) Wirausahawan memiliki indera yang kuat dalam mencari peluang. Mereka melihat ke depan dan tidak begitu mempersoalkan apa yang telah dikerjakan kemarin, melainkan lebih mempersoalkan apa yang akan dikerjakan besok. Tidak puas hanya dengan duduk dan bersenang-senang dalam keberhasilannya, wirausahawan sejati tetap berfokus pada masa depan. 7. Keterampilan organisasi (Skill at organizing) Wirausahawan mengetahui cara mengumpulkan orang-orang yang tepat untuk menyelesaikan tugas. Penggabungan orang dan pekerjaan secara efektif memungkinkan wirausahawan untuk mengubah visi menjadi kenyataan. 8. Menilai prestasi lebih tinggi daripada uang (Value of achievement over money) Prestasi sebagai motivasi utama para wirausahawan; uang hanyalah cara sederhana untuk menghitung skor pencapaian tujuan (simbol prestasi). 9. Komitmen yang tinggi Kewirausahaan adalah kerja keras, dan agar sukses dalam menjalankan perusahaan, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen penuh. Para pendiri bisnis seringkali membenamkan diri sepenuhnya dalam perusahaan mereka. 10. Toleransi terhadap ambiguitas Para wirausahawan cenderung memiliki toleransi tinggi terhadap situasi yang selalu berubah dan ambigu, lingkungan tempat kerja kebanyakan dari mereka. Kemampuan untuk menangani ketidakpastian ini sangat penting sebab para pendiri perusahaan ini akan terus-menerus dituntut mengambil keputusan dengan menggunakan informasi-informasi baru yang kadang-kadang bertentangan yang diperoleh dari berbagai sumber yang tidak lazim.

11. Fleksibilitas Salah satu ciri khas para wirausahawan sejati adalah kemampuan mereka beradaptasi dengan perubahan permintaan pelanggan dan bisnisnya. 12. Keuletan Hambatan, rintangan, dan kekalahan umumnya tidak menghalangi para wirausahawan bertekad baja menggapai visi mereka.

Wirausaha atau Entrepeneur kini mulai dijadikan alternatif untuk mengatasi keterbatasan dunia kerja dalam menampung tenaga kerja. Bahkan mereka yang bekerja di perusahaan atau di tempat lainnya pun juga sudah banyak yang melirik dunia wirausaha atau entrepreneur ini, untuk menambah penghasilannya atau untuk persiapan pada saat dia pensiun nanti. Namun untuk menjadi seseorang yang berjiwa entrepreneur dibutuhkan tekad yang kuat untuk merubah kebiasaan dari orang-orang kebanyakan yang biasa melakukan rutinitas pergi-pulang kantor. Berikut adalah beberapa karakteristik seseorang yang biasa bergelut di dunia entrepreneur : 1. Menyukai tanggung jawab. Wirausahawan merasa bertanggung jawab secara pribadi atas hasil perusahaan tempat mereka terlibat.Mereka lebih menyukai dapat mengendalikan sumbersumber daya mereka sendiri dan menggunakan sumber daya tersebut untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan sendiri. 2. Lebih Menyukai resiko menengah. Seorang wirausahawan bukanlah seorang pengambil resiko liar melainkan seseorang yang mengambil resiko yang diperhitungkan. Tidak seperti penjudi, wirausahawan tidak suka berjudi. Wirausahawan melihat sebuah bisnis dengan tingkat pemahaman resiko pribadinya. Cita-cita mungkin tampak tinggi bahkan mustahil tercapai menurut persepsi orang lain, tetapi wirausahawan melihat situasi itu dari sudut pandang yang berbeda dan percaya bahwa sasaran mereka masuk akal dan dapat dicapai. Mereka biasanya melihat peluang di daerah yang sesuai dengan pengetahuan, latar belakang dan pengalamannya yang akan meningkatkan kemungkinan keberhasilannya. 3. Keyakinan atas kemampuan mereka untuk berhasil (optimis).

Wirausahawan umumnya mempunyai banyak keyakinan atas kemampuan untuk berhasil. Mereka cenderung optimis terhadap peluang keberhasilan dan optimisme mereka biasanya berdasarkan kenyataan. Salah satu peneliti dari National Federation of Independent business (NFIB-USA) menyatakan bahwa sepertiga dari wirausahawan menilai peluang berhasil mereka 100%, tingkat optimisme yang tinggi kiranya dapat menjelaskan mengapa kebanyakan wirausahawan yang berhasil pernah gagal dalam bisnis, kadang lebih dari sekali sebelum akhirnya berhasil. 4. Hasrat untuk mendapatkan. Wirausahawan ingin mengetahui sebaik apa mereka bekerja dan terus menerus mencari pengukuhan. 5. Tingkat energi yang tinggi. Wirausahawan lebih energetik dibandingkan orang kebanyakan. Energi itu merupakan penentu mengingat luar biasanya bisnis yang diperlukan untuk mendirikan suatu perusahaan. Kerja keras dalam waktu yang lama merupakan sesuatu yang biasa. 6. Orintasi ke depan. Wirausahawan memiliki indra yang kuat dalam mencari peluang. Mereka melihat ke depan dan tidak begitu mempersoalkan apa yang telah dikerjakan kemarin melainkan lebih mempersoalkan apa yang akan dikerjakan besok. 7. Keterampilan mengorganisasi. Membangun sebuah perusahaan"dari nol" dapat dibayangkan seperti menghubungkan potongan-potongan sebuah gambar besar. Para wirausahawan mengetahui cara mengumpulkan orang-orang yang tepat untuk menyelesaikan tugas. Penggabungan orang dan pekerjaan secara efektif memungkinkan para usahawan untuk mengubah pandangan ke depan menjadi kenyataan. 8. Menilai prestasi lebih tinggi dari uang. Salah satu kesalahpengertian yang paling umum mengenai kewirausahawan adalah anggapan bahwa mereka sepenuhnya terdorong oleh keinginan menghasilkan uang. Sebaliknya, prestasi tampak sebagai motivasi utama wirausahawan, uang hanyalah

cara untuk "menghitung skor". Seorang peneliti bisnis mengatakan : "yang membuat wirausahawan maju lebih komplek dan lebih luhur dari sekedar uang (dikutip dari: Essentials of entrepreneurship and small business management).