Anda di halaman 1dari 8

Terbukti Ekspresi Wajah Merupakan Bawaan Genetika dan Lambang Kepribadian

Posted on Agustus 11, 2011 | Tinggalkan Komentar EKSPRESI wajah tak dapat menyembunyikan perasaan dan emosi seseorang. Hal tersebut kelihatannya muncul secara alami tanpa harus dilatih. Berdasarkan penelitiaan teranyar yang dimuat Journal of Personality and Social Psychlogy menunjukkan bahwa ekspresi emosi seseorang ditentukan gen. Ekspresi wajah seseorang mungkin sudah terbentuk dengan sendirinya dan diturunkan sejak lahir. Faktor meniru atau berlatih tidak terlalu menentukan seperti apa ekspresi seseorang. Dalam penelitian itu, dibandingkan ekspresi wajah antara orang tuna netar dengan orang yang berpenglihatan normal. Ternyata gerakan otot mukanya relatif sama dan membentuk ekspresi yang serupa. Ini menunjukkan bahwa terdapat sifat genetik yang mengatur sumber ekspresi emosi, ujar David Matsumoto, profesor psikologi dari San Fransisco Satte University. Penelitian tersebut menyimpukan bahwa ekspresi wajah tidak ditentukan dari hasil pengamatan. Bahkan, Matsumoto menemukan baik orang yang berpenglihatan normal maupun penyandang tuna netra sama-sama mengatur ekspresi wajah dengan cara yang sama berdasarkan konteks sosial yang dihadapi. Misalnya ekspresi senyum sosial peraih medali perak saat penyerahan medali usai final pertandingan olimpiade. Senyum yang diperlihatkan peraih perak umumnya hanya mengaktifkan otot mulut. Berbeda dengan senyum bebas (biasa disebut senyum Duchenne) yang juga melibatkan otot sekitar mata dan otot pipi. Orang yang kalah menekan bibir bawah ke atas untuk mengendalikan emosinya di wajah, jelas Matsumoto. Tuna netra mustahil memperoleh cara berekspresi seperti itu dari pengamatan yang dilakukan orang lain. Artinya ada faktor genetik yang mengendalikannya. Namun, gen yang mana tentu butuh penelitian lebih lanjut melalui percobaan.

Terbukti Wanita Mendesah Saat Bercinta Karena Ingin Secepatnya Mengakhiri Hubungan Seks Tersebut
Posted on Agustus 14, 2011 | 1 Komentar University of Central Lancashire, Inggris, merilis penelitian menarik tentang suara para wanita saat bercinta. Mereka ingin membuktikan apakah ekspresi vokal wanita selama hubungan seksual dipicu oleh orgasme atau terjadi secara independen. Para peneliti melakukan riset terhadap 71 wanita dengan usia rata-rata. Hasilnya menunjukkan desahan, erangan, atau jeritan wanita saat bercinta tidak selalu membuktikan ia sedang orgasme. Terkadang wanita memanipulasi perilaku pasangannya untuk keuntungan wanita seperti ingin segera mengakhiri hubungan seks yang tidak menyenangkan, begitu kesimpulan penelitian yang tertulis dalam Daily Mail, 13 Agustus 2011. Doktor John Grohol, pendiri Psych Central, mengatakan banyak wanita yang bersuara saat bercinta tak lain untuk membantu mempercepat pasangannya mencapai klimaks. Mereka percaya ini dapat membuat hubungan seks dapat segera berakhir karena pasangannya telah mencapai klimaks dengan cepat, katanya. Penelitian lainnya pernah membuktikan desahan, jeritan, dan erangan nakal wanita saat bercinta mampu menggiring pria semakin cepat orgasme tanpa ada kendala. Mayoritas pria beranggapan desahan wanita sebagai bukti yang menyiratkan para wanita merasakan sensasi kenikmatan luar biasa akibat kejantanan para pria. Padahal hal tersebut karena wanita memang ingin segera mengakhiri hubungan seksual itu dengan cepat.

Bahasa Tubuh: Daftar Lengkap Bermacam Bahasa Tubuh dan Artinya


Posted on Agustus 11, 2011 | Tinggalkan Komentar Bahasa tubuh Anda akan mengirimkan sinyal kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Lewat bahasa tubuh, tabir perasaan lawan bicara akan tersibak. Kita bisa mempelajari bahasa tubuh lawan bicara. Purnawan E. Andoko dari Wellness World memberi rahasianya: Bahasa Kepala - Condong ke arah Anda: tertarik, setuju. - Menjauh secara mendadak: curiga, tidak percaya. - Topang dagu: bosan. - Mengangguk: setuju. - Banyak menoleh: tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan. Bahasa Mata - 60 persen menatap langsung: tertarik. - 80 persen tatapan langsung: tertarik secara seksual. - 100 persen tatapan langsung: perlawanan. - Penghindaran tatapan: menyembunyikan sesuatu. - Lensa mata membesar: sangat tertarik. - Tatapan jatuh ke bawah dan melirik ke kiri/kanan: tertarik pada Anda. - Lirik kanan/kiri langsung: bosan. - Kedipan cepat: tidak setuju. Bahasa Tangan - Telapak terbuka ke atas: jujur terbuka. - Telapak di saku atau tertutup: menyembunyikan sesuatu. - Mengepal: tegang, tidak nyaman, marah. - Menutup mulut/hidung: indikasi berbohong. - Membentuk kerucut: percaya diri atau yakin. - Tangan di atas meja: siap untuk setuju. - Jari mengetuk-ngetuk: bosan atau ingin bicara. Gerakan Lain - Dada atau pinggul didekatkan: tertarik secara seksual. - Kaki mengetuk lantai: ingin bicara atau bosan. Nada atau Kecepatan Bicara - Lambat dan nada akhir turun: yakin dan menguasai. - Penekanan kata: otoritatif. - Nada dan kecepatan meninggi: emosi, tegang, atau menyembunyikan sesuatu.

Bahasa Penolakan - Kaki atau tangan bersilang. - Melirik ke kiri/kanan, kepala menoleh ke kiri atau kanan. - Tatapan langsung minimal. - Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda. - Postur tubuh tertutup. Bahasa Keterbukaan - Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar. - Tangan menangkup membentuk menara. - Arah kaki kepada Anda. - Postur tubuh terbuka. Bahasa Siap Menerima - Kontak mata lebih 60 persen dan banyak senyum lepas. - Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda. - Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda. - Tangan terbuka di atas meja. Bahasa Curiga - Postur tubuh tertutup - Tangan berada di saku atau posisi menyilang. - Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali. - Arah kaki menyerong. Bahasa Tidak Jujur - Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat bohong. - Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga. - Postur tidak nyaman.

Kuis: Bahasa Tubuh Adalah Cermin Kepribadian


Posted on Agustus 11, 2011 | Tinggalkan Komentar COBALAH kuis di bawah ini dan Anda akan menemukan jawaban, bagaimana kepribadian Anda menurut bahasa tubuh yang Anda perlihatkan. 1. Anda sedang berdebat tentang suatu masalah dan akhirnya menjadi sangat marah. Apa yang Anda lakukan dengan tangan Anda? a. Bergerak ke sana-sini dengan cepat. b. Tetap di posisinya. c. Saling bersilang. 2. Teman-teman berjanji bertemu di sebuah pesta, tapi mereka datang terlambat. Anda memutuskan untuk: a. Mulai mengajak bicara orang yang ada di dekat Anda. b. Mengambil minum dan duduk. c. Menunggu teman-teman di luar. 3. Anda sedang menjalani wawancara untuk mengisi lowongan pekerjaan. Tiba-tiba keadaan menjadi sangat sunyi. Apa yang Anda lakukan? a. Mengajukan sejumlah pertanyaan kepada si pewawancara. b. Memberi contoh lain sambil mendiskusikan pekerjaan/pertanyaan yang terakhir. c. Memandang pewawancara sambil menunggu tindakan mereka selanjutnya. 4. Ketika berada di antara keramaian orang, seperti di mal pada hari Sabtu, bagaimana Anda menggambarkan cara berjalan Anda di antara mereka? a. Jalan perlahan-lahan, sambil melihat semuanya. b. Berjalan biasa, berhenti jika merasa membutuhkannya. c. Berjalan cepat, mendapatkan apa yang dibutuhkan, kemudian pergi. 5. Anda berkencan pada hari pertama, membicarakan cerita lucu. Bagaimana cara Anda memandang pasangan? a. Menatap langsung ke matanya. b. Biasa saja. c. Menunduk, pura-pura sibuk melihat makanan di piring. 6. Anda akan membeli perlengkapan baju baru untuk berolahraga. Model apa yang Anda cari? a. Atasan yang ketat yang memperlihatkan lengan Anda yang indah. b. T-shirt pendek dan celana yoga yang terkesan relaks. c. Celana baggy yang longgar. 7. Anda sedang berdiri menunggu bus pada waktu hujan, tiba-tiba sebuah mobil lewat dengan kencang sehingga menyemprotkan lumpur dan air kotor. Reaksi Anda? a. Berteriak kepada sopirnya sambil memukul bagian mobil itu.

b. Membeli baju baru di perjalanan menuju kantor. c. Bersembunyi sepanjang hari dengan pakaian yang ada. 8. Pendapat Anda mengenai foto diri yang paling mutakhir? a. Begitu cantik sehingga perlu dibingkai. b. Tidak jelek. c. Foto terburuk yang saya miliki! JAWABAN & ARTI: Lebih Banyak A: Anda seorang yang kurang dapat dipercaya dan kadang memiliki kecenderungan berbuat licik. Anda juga termasuk tipe yang selalu mencoba agar diperhatikan oleh orang lain secara berlebihan. Memonopoli pembicaraan dan cenderung meninggalkan lawan bicara bila pendapatnya bertentangan, juga merupakan kecenderungan sikap Anda. Sisi buruk lainnya, Anda senang menghilangkan peran orang lain dan mengambil alihnya. Lebih Banyak B: Bersahabat dan fleksibel. Itulah gambaran umum tentang diri Anda. Kemampuan Anda berbicara (termasuk dengan orang yang baru dikenal) dan juga menjadi pendengar yang baik, membuat Anda kerap dipercaya teman sebagai tempat curhat. Apalagi, Anda bisa menyimpan rahasia mereka dengan baik. Sikap dan gerak-gerik tubuh Anda memang sangat menguntungkan bagi hubungan Anda dengan teman-teman, keluarga, dan orang yang baru dikenal. Lebih Banyak C: Hmm, sifat Anda sangat mempengaruhi bahasa tubuh Anda. Mengapa Anda melakukan hal yang penuh risiko? Menghabiskan waktu dengan diri sendiri dan tidak mengerti, mengapa Anda tak bahagia dengan kehidupan Anda.

Bahasa Tubuh: Rahasia Orang Kaget Dan Takut Menutupi Mulut Dengan Tangan
Posted on Agustus 11, 2011 | Tinggalkan Komentar Pernahkan melihat aktor atau aktris ketika merasa kaget kemudian menempelkan telapak tangannya di depan mulut mereka? Atau mungkin Anda sendiri pernah melakukannya? Karena sadar atau tidak, kita cenderung untuk menempelkan telapak tangan di depan mulut , memegang dahi atau menempatkan tangan di pipi ketika merasa cemas atau terkejut. Tapi mengapa hal ini bisa terjadi? Itu disebut gerakan tubuh pembawa rasa damai. Seperti halnya anak menghisap ibu jarinya, ujar Janine Driver, Presiden Body Language Institute di Washington, D. C. Ketika tangan kita menyentuh wajah, hal tersebut membuat kita seakan-akan berkata kepada diri sendiri Tenang, semua aman. Rasanya seperti ketika ibu kita sedang memeluk dan berkata bahwa kita dapat melaluinya, tambah Driver. Ia menjelaskan, ketika seseorang menyaksikan peristiwa kecelakaan mengerikan, mendengar kabar buruk atau hal yang tak bisa dipercaya, meletakkan tangan di depan mulut merupakan luapan ekspresi fisik yang menandakan bahwa secara emosional kita tidak bisa menerima hal lain lagi. Peneliti bahasa tubuh menemukan, tidak semua orang di seluruh dunia menutup mulutnya ketika mereka sedang merasa kaget, takut atau terkejut. Para ahli juga menemukan, kaum Hawa ternyata cenderung lebih sering melakukannya dibandingkan dengan pria. Versi yang lebih lembut dari ini adalah ketika seorang pria dalam sebuah ruangan konferensi menempatkan jari telunjuknya pada bibir atau tangan pada dagunya, ujar Driver, yang juga penulis buku You say More Than You Think. Gerakan lain yang mengungkapkan rasa takut atau terkejut adalah memegang pergelangan tangan, tetapi menurut Driver, gerakan tubuh yang biasa digunakan orang di seluruh dunia ketika merasa takut adalah dengan membuka mulut dalam bentuk oval dan mengangkat kedua alis. Ini ada dalam DNA, tidak peduli jika Anda seorang yang berkulit hitam, putih atau hispanic. Berasal dari Irak, Zimbabwe ataupun Chicago, ujarnya