Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Kanker Serviks

Kanker Serviks adalah kanker yang menyerang bagian serviks (mulut rahim). Kanker atau karsinoma sendiri merupakan istilah medis yang biasanya digunakan untuk menyebut suatu massa/tumor/ benjolan yang memiliki sifat ganas. Massa/tumor ini merupakan penyakit pertumbuhan sel dalam tubuh dimana bentuknya, sifat dan juga kinetikanya berbeda dengan sel normal tubuh lainnya. Pertumbuhan sel kanker umumnya sangat liar, terlepas dari kendali pertumbuhan sel normal.

Penyebab Kanker Serviks

Sekankerra umum penyebab kanker dapat dibedakan menjadi 3 golongan yakni,


1. 2. Kelainan kongenial atau genetika (karena kerusakan gen dalam tubuh) Karsinogen (zat atau bahan yang dapat menimbulkan kanker)

Karsinogen dibedakan menjadi 2 jenis,


1. Kimiawi (karsinogen alami : a. organic : aflatoksin yang terdapat pada biji kakankerng yg ditumbuhi jamur aspergillus bisa menyebabkan kanker hati, nitrosamine dalam makanan dan minuman, b. inorganic : abses, kankerdmium, plumbum).

1.

Buatan manusia : bahan industri seperti kankert, petrokimia, karet, obat-obatan seperti arsen, chlornaphazine.

Selain itu asam rokok juga dapat menyebabkan kanker karena didalamnya terdapat banyak karsinogen seperti polycyclic aromatichydrokankerrbon dan aromatic amine. Hormon juga dapat menimbulkan kanker pada beberapa organ yang pertumbuhanya dipengaruh oleh hormone seperti payudara, uterus (rahim) dan prostat.

1.

Lingkungan hidup

Pekerjaan : laborat radiology, tambang speperti batubara, minyak tanah Tempat tinggal : udara yang banyak mengandung radium, arsen, nikel Gaya hidup : diet makanan, minuman keras, merokok, seringnya terpapar sinar matahari, dll.

Penyebab dari Kanker Serviks diduga terkait dengan adanya virus HPV (human papilomma virus) terutama varian 16 dan 18 dan infeksi dari virus herpes simpleks varian 2.

Orang yang Berisiko Terhadap Kanker Serviks

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seorang wanita memiliki risiko (predesposisi) lebih tinggi dibandingkan wanita lainnya untuk terkena kanker rahim. Adapun faktor tersebut yakni:

o Gadis yang melakukan coitus pertama kali (coitarche) saat usianya kurang dari 17 tahun. o Wanita dengan riwayat paritas (persalinan) yang tinggi/banyak (umumnya lebih dari 5 kali melahirkan)
apalagi dengan jarak persalinan yang terlampau dekat (kurang dari 2 tahun)

o Wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual (promiskuitas) o Hygine seksual yang jelek (tidak menjaga kebersihan alat genital) o Wanita yang mengalami infeksi virus Humman Papiloma Virus o Wanita yang merokok.

Proses Terjadinya Kanker Serviks

Pada dasaranya kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel tubuh yang abnormal. Dalam kasus kanker serviks, terjadi karena sel penyusun serviks (sel epitel) yang normal berubah menjadi bentuk abnormal.

Sekankerra anatomis, serviks dibagi menjadi 2 bagian yakni eksoserviks/portio (bagian luar) dan endoserviks kanalis serviks (bagian dalam). Masing-masing bagian itu dilapisi oleh sel penyusun yang disebut dengan sel epitel. Pada bagian eksoserviks dilapisi oleh sel epitel gepeng berlapis (squamous compleks), sedangkan pada endoserviks dilapisi oleh sel epitel kuboid / silindris pendek selapis bersilia. Pada daerah perbatasan keduanya terdapat area yang disebut squamo-columnar junction (SJC). Nah pada bagian peralihan inilah, sel-sel epitel itu biasanya akan mengalami metaplasi (perubahan sel menjadi abnormal) Hal ini disebabkan karena sel-sel itu saling bertumpuk dan saling mendesak, sehingga sel-sel tersebut bila tersensivitas bisa berubah menjadi sel yang abnormal. Inilah yang menjadi dasar terjadinya kanker serviks.

Penyebaran Kanker Serviks

Kanker serviks dapat menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya. Penyebaran ini terjadi melalui jalur limfogen (melalui getah bening). Sel-sel kanker ini akan masuk ke getah bening dan selanjutnya akan ikut peredaran dari getah bening ini.Penyebaran ke area sekitar juga bisa terjadi seperti ke uterus(rahim), pelvis (panggil) atau vesikanker urinaria (kandung kemih). Penyebaran kanker ke tempat yang jauh (dalam istilah medis disebut metastasis) dapat mengenai organ seperti paru-paru, hati, ginjal, tulang dan otak.

Dari penyebaran inilah dapat diketahui stadium dari kanker apakah stadium dini (stadium Ia, Ib, IIa) atau stadium lanjut (IIb, III, dan IV). Semakin tinggi stadium, semakin kecil pula angka kesembuhannya. Stadium IV disebut juga sebagia stadium terminal/akhir dimana sudah terjadi penyebaran ke organorgan jauh dan harapan hidup sekitar <10%.

Tanda dan Gejala Kanker Serviks

1.

Kontak bleeding yakni perdarahan paskanker senggama. Hal ini biasanya merupakan tanda umum yang sering dijumpai. Perdarahan yang terjadi dikarenakan kerapuhan dari jaringan serviks. Saat coitus, umumnya akan terjadi gesekan pada dinding serviks. Karena jaringan yang kaya pembuluh darah tersebut sangat rapuh, maka perdarahan mudah terjadi.

2.

Keputihan juga merupakan gejala yang sering ditemukan. Keputihan ini lama kelamaan akan berbau busuk oleh kaena adanya proses infeksi dan nekrosis (kematian) jaringan akibat kanker tersebut.

3. 4. 5.

Rasa nyeri yang hebat divagina dan sekitarnya atau pada perut bagian bawah. Anemia (karena perarahan hebat pada vagina) Gejala yang timbul akibat adanya metastasis/penyebaran ke organ-organ lainnya misalnya:

paru hati

: batuk lama, efusi pleura, pneumonitis : ikterus (warna kuning pada tubuh), hepatomegali (pembesaran hati), acites

(kankeriran pada rongga perut) otak tulang : koma, kehilangan penglihatan. : nyeri tulang, paah tulang

Tanda dan Gejala Bahaya Kanker

P : Perdarahan atau keluar lendir yang tak wajar dari dalam tubuh yakni berupa:

batuk darah : kanker paru dan sal.nafas muntah darah : kanker lambung atau hati BAB darah : kanker rectum/anus atau kolon/usus perdarahan vagina : kanker serviks)

A : Alat pencernaan terganggu atau ada kesukaran menelan yang semakin lama semakin berat (kanker eosofagus, tyroid)

T : Tumor pada payudara atau di tempat lain (testis, usus, otot, dll)

O : Obstipasi/ sembelit atau perubahan kebiasaan BAB atau BAK

K : Koreng atau borok yang tidak mau sembuh (gejal utama kanker kulit stadium lanjut) dimana biasanya tanda yang paling khas adalah perdarahan terus menerus dari borok tersebut.

A : Andeng-andeng (nevus) yang berubah , membesar dan makin menghitam (ditambah rasa gatal, borok, berdarah, rambut yang semual ada menjadi rontok) ini mengacu pada kanker kulit.

N : Nada suara jadi serak atau batuk yang tak kunjung sembuh.

Cara Memastikan Kanker Serviks

Diagnosis dapat ditegakan dengan gejala dan tanda yang dikeluhkan, namum diagnosis pasti kanker serviks ditegakan melalui pemeriksaan sitologi (pemeriksaan sel) dengan cara biopsi (mengambil sebagian jaringan pada serviks ). Dari biopsy tersbut akan terlihat dengan jelas sel-sel kanker tersebut.

Penanganan Kanker Serviks

Penanganan kasus kanker pada umumnya dibedakan berdasarkan stadiumnya. Pada stadium dini masih dapat dilakukan dengan pembedahan. Setelah pembedahan dilnjutkan dengan radioterapi (penyinaran).

Pada stadium lanjut, umumnya tidak dilakukan pembedahan. Namun dengan kemoterapi (obatobatan ) dan juga radioterapi. Pada stadium IV (IVa dan IVb) umumnya pengobatan yang diberikan hanyalah bersifat paliatif/meringkan keluhan bukan untuk menyembuhkan. Hal ini dikarenakan penyebaran sel kanker yang sudah sistemik/menyeluruh. Sehingga radioterapilah pengobatn akhir dari pasien dengan stadium ini.

Harapan Kesembuhan

Prognosis (gambaran kedepan/harapan) kesembuhan dari kanker serviks ditentukan pula oleh berbagi faktor yakni : umur penderita keadaan umum penderita (termasuk status gizinya) tingkat keganasan/ stadium ciri histologik sel kankernya kemampuan ahli dalam menangani sarana pengobatn yang ada.

Pada kanker serviks stadium IV prognosis buruk.

Cara Diteksi Dini Kanker Serviks Deteksi dini ialah usaha untuk menemukan adanya kanker yang masih dapat disembuhkan (stadium dini). Deteksi dini terhadap kanker serviks dapat dilakukan oleh para wanita dengan pemeriksaan screenin test yakni dengan kankerra yang mungkin sudah cukup familiar : PAP SMEAR.

Siapa yang Potensial Untuk Screening Kanker Serviks

Screening test hendaknya dilakukan oleh para wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual juga bagi para wanita yang memiliki faktor risiko/predesposisi seperti yang tercantum di atas. Screening bisa dilakukan pada Rumah sakit melalui dokter special kandungan ataupun tempat-tempat sarana kesehatan spereti laboratorium yang tersedia layanana screening didalamnya.

Cara Pencegahan Kanker Serviks Siapapun pasti setuju dengan pernyataan mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobati. Hal ini pulalah yang sedapatnya kita lakukan sebagi uapaya penecegahan awal terhadap kanker serviks. Cara pencegahannya adalah bagi anda yang telah menikah, membersihkan daerah kewanitaan dan menjaganya supaya tetap hygine adalah hal yang penting. Kebersihan alat genital pasangan anda juga harus diperhatikan pula. Karena sangat memungkinkan kuman penyakit tersebut ada dalam alat genital yangkurang bersih. Tetaplah setia dengan pasangan anda (jangan perganti-ganti pasangan!).

Vaksinasi kanker Serviks Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik. Apakah Vaksinansi Memiliki Efek Samping ? Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

http://www.infokedokteran.com/info-penyakit/kanker-serviks.html

Mencegah & Mengatasi Kanker Leher Rahim (Ca Cervix) dengan Terapi Tanaman Obat Hembing Tue, 23 Mar 2004 10:53:00 WIB Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada abad ini. Secara umum kanker dapat menyerang hampir setiap bagian tubuh manusia, diantara kemungkinan yang paling besar terkena kanker adalah sistem reproduksi wanita, salah satunya adalah leher rahim.

Kanker leher rahim (ca cervix) merupakan penyakit keganasan ginekologik yang menimbulkan masalah dalam kesehatan kaum wanita terutama di negara berkembang. Kanker ini mulai ditemukan di usia 25 -34 tahun dan puncaknya pada usia 45-54 tahun. Selama dua dekade, kanker leher rahim masih menduduki urutan pertama diantara kanker pada wanita Indonesia dan diikuti oleh kanker payudara di urutan kedua. Kanker leher rahim merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Hal ini karena kurangnya atau terlambatnya pendeteksian secara dini. Di negara maju kasus kanker leher rahim sudah menurun yaitu pada urutan kelima, hal ini kemungkinan karena dilakukan upaya pencegahan sekunder dan deteksi dini melalui program tes "Pap smear" yang dilakukan secara periodik dan teratur. Di Indonesia pada umumnya penderita kanker leher rahim baru berobat setelah stadium lanjut sehingga lebih sukar diatasi. Hal tersebut mungkin karena faktor ekonomi dan tidak mampu menjalani tes Pap smear, juga karena ketidaktahuan. Tes Pap smear merupakan pemeriksaan secara mikroskopik dari jaringan serviks yang dapat mendeteksi sel-sel kanker. WHO merekomendasikan semua wanita yang telah menikah atau telah berhubungan seksual untuk menjalani pemeriksaan Pap smear minimal setahun sekali. Kombinasi tes Pap smear dan kolposkopi (peneropongan vagina) merupakan sarana diagnosis dalam mendeteksi kanker leher rahim (ca cervix) secara dini. Berkat adanya metode tersebut, dewasa ini status ca cervix dapat dikategorikan ke dalam penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Kanker leher rahim secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu preinvasif dan invasif.

Kanker serviks preinvasif, yaitu berkisar dari perubahan abnormal minimal dari serviks sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnomal. Kanker serviks preinvasif kemungkinan besar (75%-90%) dapat disembuhkan apabila diketahui sedini mungkin dan dilakukan pengobatan yang tepat. Apabila tidak diobati akan berubah menjadi kanker serviks yang bersifat invasif yang sukar disembuhkan. Kanker serviks invasif, yaitu sel-sel kanker telah menembus ke bagian terdalam dari jaringan serviks. Pada stadium ini perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol, besar, dan bentuk sel bervariasi. Penyebab kanker leher rahim belum diketahui secara pasti, namun diduga sekitar 95% oleh sejenis virus Human Papilloma Virus (HPV), virus ini dapat menular melalui hubungan seksual.

Selain itu ada beberapa faktor resiko yang menjadi pemicu terkena kanker leher rahim, yaitu : - berhubungan seksual di usia muda (kurang dari 20 tahun) - berganti-ganti pasangan hubungan seksual - kehamilan berulangkali (sering melahirkan) - Infeksi virus (virus herpes simpleks dan virus papiloma) - Kebersihan alat genital kurang sehingga sering mengalami infeksi. Gejala kanker leher rahim (ca cervix) tergantung pada tingkat pertumbuhan (stadium). Pada tahap dini atau tingkat prakanker sering tidak menimbulkan gejala sama sekali, kecuali keluhan akibat infeksi misalnya keputihan. Pada kanker serviks mikroinvasif adanya pendarahan vagina di luar masa haid, keluhan sakit dan pendarahan setelah bersenggama (hubungan seksual). Pada stadium lanjut mengakibatkan rasa sakit pada panggul, pendarahan yang mirip dengan air cucian daging dan berbau amis, gangguan buang air kecil dan buang air besar (sembelit), nafsu makan hilang, berat badan menurun, lemah, anemia karena

pendarahan. Pengobatan kanker leher rahim tergantung pada stadium atau tingkatan kliniknya. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah radioterapi, bedah krio (tumor dirusak dengan suhu yang rendah sekali), biopsi conus, atau operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Selain pengobatan medis, dapat juga dilakukan dengan terapi tanaman obat. Terapi tanaman obat yang dapat digunakan untuk pengobatan kanker leher rahim yaitu :

60 gram temu putih + 60 gram rumput lidah ular/rumput mutiara kering + 15 gram sambiloto kering + 15 gram tapak dara kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari. 5 gram daging buah mahkota dewa kering + 30 gram tumbuhan cakar ayam kering + 30 gram tumbuhan leunca kering + 50 gram temu putih + 50 gram umbi keladi tikus, direbus dengan 1000 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Pantangan : Hindari makanan yang diawetkan, ikan asin, terasi, rokok, vetsin/MSG, daging berlemak, kambing, cabe, makanan berlemak, durian, nanas. Yang dianjurkan : buah-buahan dan sayuran segar seperti wortel, kiwi, brokoli, leunca, bawang putih, bawang bombay/merah, jeruk, jambu biji, pepaya, belimbing manis, kubis, jamur kuping, jamur hioko/shiitake, buncis, dan asparagus. Catatan : Dalam perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel Rumput lidah ular dapat dibeli di toko obat tionghoa dengan nama Bae hua she she cao, dan tumbuhan cakar ayam dengan nama Shi shang be

Pilih salah satu ramuan, lakukan secara teratur dan tetap konsultasi ke dokter. Ramuan tersebut terutama untuk kanker leher rahim stadium dini. Untuk membantu proses pengobatan, minum jus wortel, jus kiwi, jus asparagus, setiap hari.