P. 1
Serumen Prop

Serumen Prop

|Views: 746|Likes:
Dipublikasikan oleh ekoorangbiasa
manajemen kasus
manajemen kasus

More info:

Published by: ekoorangbiasa on Sep 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN KASUS

Eko Andriyanto (06711205)

• • • •

Nama Umur Alamat Pekerjaan

: : : :

Ny. S 50 tahun Jatisumo, Sragen Ibu rumah tangga

Telinga kanan terasa tersumbat

Pasien datang ke poli dengan keluhan telinga kanan terasa tersumbat. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang lalu. Pasien merasa saat mandi keramas seperti kemasukan air, kemudian pasien merasa budek. Pasien lalu membersihkan telinganya dengan cotton bud dan dirasa kurang bersih. Keluhan pendengaran masih tetap dirasakan Disertai nyeri dan berdengung Tanpa disertai otore.

asma.    Pasien belum pernah mengalami sakit serupa sebelumnya Riwayat trauma. Riwayat gondok. influenza berat dan sering batuk-pilek disangkal. . Penyakit alergi. hipertensi dan diabetes mellitus disangkal. telinga tertampar dan pemakaian obat ototoksik sebelumnya disangkal.

  Riwayat sakit serupa (-) Riwayat alergi (-) .

  Pasien sering mengorek-ngorek telinga dengan cotton buds. Pasien sering memasukan air ke telinga. .

  Keadaan umum Kesadaran : baik : compos mentis Tanda Vital  Nadi  Respirasi  Suhu : 88x/menit.7o C . reguler : 20x/menit : 36.

AD Aurikula Deformitas Edema (-) (-) AS (-) (-) - Hiperemis (-) (-) Daerah Preaurikula Hiperemis Edema Fistula Nyeri tekan tragus (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) .

AD Daerah retroaurikula AS - Hiperemis Edema Fistula Nyeri tekan (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) .

AD Meatus Akustikus Eksterna Serumen Edema Hiperemis Furunkel Otorea (+) (-) (-) AS (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) .

AD Membran Timpani .Intak .perforasi .Refleks cahaya (-) (-) (-) AS (-) (+) (+) .

Sulit dinilai .

Bagian Hidung Mukosa Edema Hiperemi CND CNS (-) (-) (-) (-) Septum Deviasi Deformitas (-) (-) (-) (-) - Hematoma (-) (-) Konka Media dan Inferior Hipertrofi Edema Pucat (-) (-) (-) (-) (-) (-) .

Sekret serous (-) (-) (-) (-) .Meatus Medius dan Inferior .Polip .

edema (-). hiperemi (-). ulkus (-) Mukosa gusi Palatum Mole dan Palatum durum Mukosa faring Tonsil Hiperemi (-). hiperemi (-). massa (-) Warna merah muda. massa (-) dbn Hiperemi (-). Kripte melebar (-).Mukosa bukal Warna merah muda. .

TES RINNE WEBER SCHWABACH AD + - AS + =pemeriksa =pemeriksa .

.Diagnosis AD Serumen Prop Diagnosis banding AD Serumen Prop AD kolesteatosis AD keratosis obturans.

 Ekstraksi serumen .

   Keluhan dirasakan setelah mandi keramas seperti kemasukan air. . Gumpalan serumen yang menumpuk di liang telinga akan menimbulkan gangguan pendengaran berupa tuli konduktif. Terutama bila telinga masuk air sewaktu mandi atau berenang. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya gumpalan serumen pada liang telinga. kemudian pasien merasa budek. serumen mengembang sehingga menimbulkan rasa tertekan dan gangguan pendengaran semakin dirasakan sangat mengganggu.

. Hal ini adalah karena cotton bud justru dapat mendorong serumen lebih ke dalam sehingga dapat menutup membrana timpani. Pasien lalu membersihkan telinganya dengan cotton bud dan dirasa kurang bersih. sehingga keluhan penurunan pendengaran tetap atau bahkan mungkin semakin memberat. Keluhan pendengaran masih tetap dirasakan.

telinga tertampar dan pemakaian obat ototoksik perlu ditanyakan. Riwayat trauma. Riwayat trauma bisa menyebabkan terjepitnya saraf pendengaran. Antara inkus dan maleus berjalan cabang n. korda timpani bisa terjepit sehingga timbul gangguan pengecap. . fasialis yang disebut korda timpani. Bila terdapat radang di telinga tengah atau trauma.

Setelah pemakaian obat ototoksik seperti streptomisinn dapat terjadi gejala gangguan pendengaran berupa tuli sensorineural dan gangguan keseimbangan. . sehingga saraf pendengaran rusak dan terjadi tuli sensorineural. Pemakaian obat-obatan ototoksik dapat merusak stria vaskularis. Di dalam telinga dalam terdapat alat keseimbangan dan alat pendengaran.

membrana timpani sulit dinilai. . Pada pemeriksaan otoskopi pada telinga kanan ditemukan serumen di kanalis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kondisi umum pasien saat masuk klinik THT adalah kompos mentis serta keadaan gizi baik.

Hal ini menandakan pendengaran normal . Pada telinga kiri Rinne positif dan Schwabach sama dengan pemeriksa.  Hasil tes penala pada pasien ini menunjukkan Rinne telinga kanan positif. tidak ada lateralisasi dan Schwabach sama dengan pemeriksa.

Pada duapertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen. . kelenjar seruminosa.DEFINISI Serumen adalah hasil produksi kelenjar sebasea. epitel kulit yang terlepas dan partikel debu. Pada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen (modifikasi kelenjar keringat) dan rambut. Kelenjar keringat terdapat pada seluruh kulit liang telinga.

.

usia dan keadaan lingkungan. iklim. Konsistensinya biasanya lunak.  Dalam keadaan normal serumen terdapat di sepertiga luar liang telinga karena kelenjar tersebut hanya ditemukan di daerah ini. . tetapi kadang-kadang kering. Dipengaruhi oleh faktor keturunan.

 Serumen dapat keluar sendiri dari liang telinga akibat migrasi epitel kulit yang bergerak dari arah membran timpani menuju ke luar serta dibantu oleh gerakan rahang sewaktu mengunyah. .

Serumen terdorong oleh jari tangan atau ujung handuk setelahmandi atau kebiasaan mengorek telinga .Produksi serumen banyak dan kental 4). Adanya eksostosis liang telinga 6). Dermatitis kronik liang telinga luar 2). Liang telinga sempit 3).      1). Adanya benda asing di liang telinga 5).

  Basah (dominan) Kering .

Terutama bila telinga masuk air sewaktu mandi atau berenang.Gumpalan serumen yang menumpuk di liang telinga akan menimbulkan gangguan pendengaran berupa tuli konduktif. serumen mengembang sehingga menimbulkan rasa tertekan dan gangguan pendengaran semakin dirasakan sangat mengganggu. .

Pendengaran berkurang.  Rasa nyeri timbul apabila serumen keras membatu dan menekan dinding liang telinga.  Telinga berdengung (tinitus)  Pusing (vertigo) bila serumen telah menekan membrane timpani  .

Sarana pengangkut debris epitel dan komtaminan untuk dikelurkan dari membran timpani Pelumas dan mencegah kekeringan dan pembentukan fisura pada epidermis Efek bakterisidal (penelitian in vitro) diduga berasal dari komponen asam lemak. Serumen mengikat kotoran. . menyebarkan aroma yang tidak disenangi serangga sehingga serangga enggan masuk ke liang telinga.    Serumen mempunyai efek proteksi. lisozim dan imunoglobulin dalam sermen.

. Serumen harus dibedakan dengan penglepasan kulit yang biasanya terdapat pada orang tua maupun dengan kolesteatosis atau keratosis obturans.

Serumen dapat dibersihkan sesuai dengan konsistensinya.  ekstraksi serumen. .

Apabila dengan cara ini serumen tidak dapat dikeluarkan maka serumen harus dilunakkan lebih dahulu dengan tetes karbogliserin 10% selama 3 hari. Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret. . Serumen yang lembik dibersihkan dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas.

.

Sebelum melakukan irigasi telinga harus dipastikan tidak ada perforasi pada membran timpani. . Serumen yang sudah terlalu jauh terdorong ke dalam liang telinga sehingga dikuatirkan menimbulkan trauma pada membran timpani sewaktu mengeluarkannya dikeluarkan dengan mengalirkan (irigasi) air hangat yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->