Anda di halaman 1dari 30

Kejang

Yuliana 405070135

Definisi Kejang
Merupakan hasil dr pelepasan aktivitas listrik paroksismal abnormal oleh neuron otak.

PERBEDAAN SIMPLE DAN COMPLEX PARTIAL SEIZURES

KEJANG BERDASARKAN LOKASI LESI

GENERALIZED SEIZURES
Tipe kejang Absence (petit mal) Tonic-Klonic (grand mal) Gambaran klinis kehilangan kesadaran (5-10s) tanpa gg postural, gejala motorik subtle (kedipan mata, sedikit gerakan kepala) ketika selesai lgs orientasi kembali Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, ekstensi tonik ekstremitas dan batang tubuh (fase tonik) diikuti gerakan klonik (fase klonik), Post iktal pasien sulit dibangunkan sesaat, letargi, dan cenderung mengantuk Kontraksi trus2an fiksasi ekstremitas, o. axial fleksi / ekstensi, cyanosis, kehilangan kesadaran Kontraksi relaksasi berulang, kehilangan kesadaran Kontraksi mendadak, shock-like, yg dapat terlokalisir pada beberapa otot, ekstremitas, atau pada akhirna dpt tergeneralisasi Juvenile Myoclonic Epilepsy plg >> onset: adolescence Tipe kejang ini dapat idiopatik, atau terkait pny herediter jarang Kehilangan tonus postural, kadang didahului dg myoclonic fall / drop attack. Biasanya tdp pada pny Lennox Gastaut Syndrome

Tonic Klonic Myoclonic

Atonic

KEJANG TONIK KLONIK

Partial Seizure

Simple Partial

http://www.keppraxr.com/images/simple_partial-diagram.gif

Complex Partial

Kejang Umum (Tonik-Klonik)


Serangan eipleptik mayor secara klasik terdiri dari fase tonik (spasme otot kontinu) yg mgkn diawali dgn teriakan, dan jika berlarut, bisa berlanjut menjd sianosis fase klonik (sentakan) yg spt berhub dgn menggigit lidah & mulut yg berbusa relaksasi, kehilangan kesadaran & periode mengantuk/kebingungan

Kejang Umum (Tonik-Klonik)


EEG dpt menunjukkan pelepasan energi listrik pd serangan subkortikal, bilateral & gelombang pelan. Kejang mayor dpt berlangsung kurang dr 1menit - > dr 1jam (status epileptikus) Kejang yg berkepanjangan & tak terkendali hipoksia & kerusakan otak khususnya lobus temporal. Status epileptikus muncul ketika seorang anak mengalami kejang terus menerus / berulang >30menit tanpa pemulihan kesadaran sama sekali.

Kejang Umum (Tonik-Klonik)


Obat pilihan : diazepam Penanganan ini dikombinasikan dgn :
mengamankan jalan napas, pemberian O2 perlindungan anak dr cedera & utk periode yg lbh lama mempertahankan keseimbangan cairan & elektrolit

Kejang Umum (Absence)


Serangan berupa hilangnya kesadaran singkat selama < 5 detik & diikuti dgn mata berkedip2. Bola mata mgkn akan berputar, anak tdk terjatuh Di sekolah, anak sering melamun & tdk memperhatikan pelajaran EEg dpt menunjukkan gbrn khas berupa gbrn paku & gelombang (spike & wave) 3x per detik. Absence kompleks cenderung lbh lama dan berkaitan dgn gerakan & sensasi lain. Prognosis kurang bgs dibandingkan petit mal

Kejang Umum (Mioklonik)


Gerakan menyentak tiba2 pd sebagian badan, umumnya lengan atau kaki. Sentakan ini merupakan gejala yg umum pd anak2 yg memiliki ggn saraf lain.

Kejang Parsial (sederhana)


Muncul tanpa ggn kesadaran Pergerakan konvulsif secara dominan hanya mempengaruhi satu area Aktivitas kejang dpt fokal kemudian menyebar pd batang tubuh dan menjd menyeluruh. Kdg2 kejang diikuti o/ kelemahan sementara pd anggota badan yg terlibat (paralisis Todd)

Kejang Parsial kompleks (epilepsi lobus temporal)


Fenomena motorik, sensorik, emosional muncul sendiri2 atau bergabung satu sama lain, bersamaan dgn kesadaran yg terganggu. Diagnostik pasti EEG : umumnya menunjukkan letupan dr lobus temporal.

TATA LAKSANA KEJANG

Penatalaksanaan Kejang

Airway Breathing

pembersihan jalan napas oksigenasi & nilai frekuensi napas

Circulation nilai frekuensi jantung

Neurologic Emergency : Status Epilepticus


Assess the ABC Check fingerstick glucose Establish IV access Send blood lab studies Give 100 mg IV Thiamine, followed by 50% dextrose infusion

Lorazepam 0,1mg/kg IV
If status epilepticus continue

Phenytoin 20mg/kg IV (or fosphenytoin equivalent)


If status epilepticus continue

Intubated if not already done Phenobarbital 20mg/kg IV


If status epilepticus continue

Induce coma with barbiturates, midazolam, or propofol Institute continuous bedside EEG monitoring

Subdural Hematomaa
Acute subdural hematoma :
Gejala dalam 72 jam dari cedera Gejala ini dapat terjadi setelah jatuh atau serangan
Gejala : bisa kehilangan kesadaran, coma, kehilangan kesadaran yang kedua kali. Hemiparesis dan kelainan pupilary dapat terjadi, seperti ipsilateral pupillary dilation dan contralateral hemiparesis = false localizing signs (abducens palsy, contralateral dilated pupil or ipsilateral hemipharesis).

Subdural Hematoma
Chronic subdural hematomas Gejala terlihat 21 hari setelah cedera atau lambat. Tidak ada riwayat trauma kepala pada 25% 50% dari pasien.
Faktor resiko lain : overdrainage of ventriculoperitoneal shunts and coagulopathies.

Pembesaran hematoma kemudian mungkin akibat pendarahan berulang atau efek osmotik yang berkaitan dengan kandungan protein tinggi berikut pengeluaran cairan serum ke dalam rongga hematoma .

Epidural Hematoma
Epidural hematomas, sekitar 5-15 % ditemukan pada pasien yang mempunyai luka di kepala. Perdarahan ke dalam ruang epidural biasanya disebabkan oleh robekan di dinding arteri meningeal tengah Ada relasi dengan fraktur tengkorak dan luka yang mengenai dural sinus Terjadi pada dewasa muda