Anda di halaman 1dari 3

Standar Operasional Prosedur Sistem Pembaharuan Obat di KDK Kiara FKUI Cakupan Sistem Pembaharuan obat 1. Pengertian a.

Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DOEN, dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftar obat terbatas lain (Daftar Obat PKD, DPHO Askes). b. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar yang berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan.

2.

Definisi Operasional Daftar obat yang dimiliki oleh klinik merupakan daftar obat yang mengacu kepada DOEN yang di keluarkan oleh pemerintah dan akan mengalami revisi atau pembaharuan ulang setiap 2 tahun sekali.

3.

Langkah Kegiatan a. Pembaharuan daftar obat klinik menurut DOEN terbaru; b. Pemisahan obat-obat yang tidak di anjurkan DOEN terbaru; c. Pemusnahan obat-obat yang tidak dianjurkan DOEN terbaru;

4.

Rujukan a. Daftar Obat Esensial Nasional 2011; b. Daftar Obat Esensial Nasional 2008; c. Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit; d. Pedoman Pelayanan Farmasi Puskesmas;

5.

Dasar Hukum a. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

2500/Menkes/SK/XII/2011 Tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2011. b. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1020/Menkes/SK/V/2011 tentang Komite Nasional Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2011. c. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional.

6.

Prosedur Tetap a. Prosedur tetap pembaharuan daftar obat 1) Menyediakan pedoman berupa Daftar Obat Esensial Nasional Terbaru. 2) Menjadikan DOEN sebagai acuan dalam pemilihan obat. 3) Melakukan peninjauan ulang terhadap daftar obat yang ada di klinik dengan daftar obat yang tercantum dalam DOEN terbaru. 4) Membuat catatan jenis dan jumlah obat yang telah disesuaikan menurut DOEN terbaru. 5) Melakukan revisi daftar obat klinik setiap 2 tahun sekali sesuai dengan pembaharuan DOEN.

b. Prosedur tetap identifikasi obat yang tidak dianjurkan DOEN 1) Identifikasi obat yang tidak dianjurkan menurut DOEN terbaru. 2) Memisahkan obat yang tidak dianjurkan menurut DOEN terbaru dari penyimpanan obat lainnya. 3) Membuat catatan jenis dan jumlah obat yang tidak dianjurkan oleh DOEN terbaru untuk dimusnahkan.

c. Prosedur tetap pemusnahan obat yang tidak dianjurkan DOEN 1) Obat-obat yang telah teridentifikasi diserahkan kepada rekanan pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pengolahan limbah obat di klinik.