Anda di halaman 1dari 15

Rabies Pada anjing

Disusun oleh : I Wayan Widyastawan Refiana Chartika Chlaudia Mareta Sishya Anisa Safira Riyan Hidayat

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012/2013

ANIMALIA

Vivivar

Ovivar

Ovovivivar

kesayangan

Eksotis

Liar

ternak

Anjing

Kucing

Hamster

Menular

Tidak Menular

Zoonosis

Rabies

Giardia

Leptosperosis

Pengertian Rabies
Rabies adalah penyakit hewan yang disebabkan oleh virus, bersifat akut serta menyerang susunan saraf pusat.

Rabies bersifat zoonosis artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia dan menyebabkan kematian pada manusia dengan CFR (Case Fatality Rate) 100%.

Virus rabies dikeluarkan bersama air liur hewan yang terinfeksi dan disebarkan melalui luka gigitan atau jilatan.

Gejala Rabies (hewan)


Terdiri dari 3 Stadium pada hewan

Stadium Prodromal : Pada tahap ini akan terlihat adanya perubahan temperamen yang masih ringan. Disertai dengan kenaikan suhu badan. Anjing mulai tidak merespon majikan.
Stadium Eksitasi : Hewan mulai garang, menyerang hewan lain ataupun manusia yang dijumpai dan hipersalivasi. Anjing akan tampak kelelahan. Anjing menjadi takut akan sinar (fotofobia). Stadium Paralisis : Anjing menjadi lemah dan susah menelan ditandai dengan suara parau. Anjing Mulai lemah dan tidak dapat berdiri. kemudian mati.

Gejala Rabies (manusia)


Terdiri dari 4 Stadium pada Manusia Stadium Prodromal Demam, gelisah dan sistem saraf kacau. Nyeri tegorokan berkelanjutan. Stadium Sensoris Bekas luka gigitan menjadi terasa nyeri dan panas. Respon terhadap sentuhan berlebihan. Stadium Eksitasi Rasa takut dan haus yang berlebihan. Halusinasi dan ketakutan menjadi semakin agresif, kaku dan kejang, hingga meningal dunia. Stadium Paralis Terjadi ganguan paresis otot berlebih terutama otot pernafasan.

Cara Penularan
Gigitan Luka gigitan biasanya merupakan tempat masuk virus melalui saliva, virus tidak bisa masuk melalui kulit utuh. Setelah virus rabies masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatnya, kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya.Bagian otak yang terserang adalah medulla oblongata dan annons hoorn.

Non gigitan
Jika kita tidak tergigit, penularan mungkin terjadi dari cakaran karena ketika anjing menjilati cakarnya, terdapat saliva atau liur yang ter sisa di cakar anjing sehinga memungkinkan terjadinya penularan, selain itu juga jilatan anjing positif rabies pada luka terbuka yang menyebabkan saliva langsung brkenaan dengan jaringan tubuh anpa gigitan.

Cara Diagnosa
Observasi Dapat dilakuka dengan mengamati kondisi fisik, dan juga tingkah laku anjing tersebut, dapat dilihat dari intensitas anjing mengigit tanpa adanya provokasi terlebih dahulu. Semakin banyak maka kemungkinan positif rabies semakin besar. Laboratorium Uji laboratorium menghasilkan diagnosa yang lebih akurat karena uji laboratorium mengunkan indikator yaitu a. Penemuan badan negri (negri body) b. Penemuan antigen c. Penemuan virus (isolasi)

Hasil laboratorium juga lebih akurat karena mnegunakan peralatan yang lengkap dan cangih.

Cara Pencegahan

PRIMER

SEKUNDER

TERSIER

Pencegahan Primer
1. Tidak memberikan izin untuk memasukkan atau menurunkan anjing, kucing, kera dan hewan sebangsanya di daerah bebas rabies. 2. Memusnahkan anjing, kucing, kera atau hewan sebangsanya yang masuk tanpa izin ke daerah bebas rabies. 3. Dilarang melakukan vaksinasi atau memasukkan vaksin rabies kedaerahdaerah bebas rabies. 4. Melaksanakan vaksinasi terhadap setiap anjing, kucing dan kera, 70% populasi yang ada dalam jarak minimum 10 km disekitar lokasi kasus. 5. Menangkap dan melaksanakan observasi hewan tersangka menderita rabies, selama 10 sampai 14 hari, terhadap hewan yang mati selama observasi atau yang dibunuh, maka harus diambil spesimen untuk dikirimkan ke laboratorium terdekat untuk diagnosa. 6. Mengawasi dengan ketat lalu lintas anjing, kucing, kera dan hewan sebangsanya yang bertempat sehalaman dengan hewan tersangka rabies. 7. Membakar dan menanam bangkai hewan yang mati karena rabies sekurang-kurangnya 1 meter.

Pencegahan Sekunder
pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko tertularnya rabies adalah mencuci luka gigitan dengan sabun atau dengan deterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir/diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau Yodium tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan.

Pencegahan Tersier
tujuan dari tiga tahapan pencegahan adalah membatasi atau menghalangi perkembangan ketidakmampuan, kondisi, atau gangguan sehingga tidak berkembang ke tahap lanjut yang membutuhkan perawatan intensif yang mencakup pembatasan terhadap ketidakmampuan dengan menyediakan rehabilitasi

Kesimpulan
Penyakit rabies disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui gigitan maupun jilatan, melalui saliva atau air liur anjing yang terinfeksi. Virus rabies baru akan bergerak aktif menuu ujung ujung saraf posterior setelah 2 mingu pasif di dalam sell. Mas inkubasi virus ini mencapai 2 sampai 3 minggu. Virus rabies akan merusak seluruh organ yang berperan penting dalam tubuh terutama saraf saraf yang mengendalikan fungsi kerja sensoris. Cara Terbaik mencegah Virus Rabies adalah dengan cara mencuci luka bekas gigitan secepatnya mengunakan sabun dan diberikan antiseptic, atau yodium tincture.

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012/2013