P. 1
TAK Stimulasi Sensori

TAK Stimulasi Sensori

|Views: 86|Likes:
Dipublikasikan oleh Adi Sedana
s
s

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Adi Sedana on Sep 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya

kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Alam Perasaan: Mania” tepat pada waktunya. Dalam menyelesaikan makalah ini, kami banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang tidak mungkin disebutkan satu per satu. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penulisan makalah kami ini. Kami menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini, sehingga makalah ini dapat bermanfaat seperti yang kami harapkan. sebagai akhir kata, kami harapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Denpasar, 26 April 2012

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................1 DAftar isi..................................................................................................................2 BAB I........................................................................................................................3 PENDAHULUAN.....................................................................................................3 Latar belakang ...................................................................................................3 Rumusan Masalah...............................................................................................4 Tujuan..................................................................................................................5 Manfaat................................................................................................................5 Metode Penulisan................................................................................................5 Sistematika Penulisan..........................................................................................5 BAB II.......................................................................................................................6 PEMBAHASAN........................................................................................................6 A.Landasan teori..................................................................................................6 Tujuan .................................................................................................................6 Aktivitas dan Indikasi............................................................................................7 Jenis Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Sensori............................................7 Terapi Stimulasi Sensori Suara Mendengar Musik..........................................9 Terapi Stimulasi Sensori Menggambar..........................................................14 Terapi Stimulasi Sensori Menonton TV/Video................................................18 PENGORGANISASIAAN DAN ROLE PLAY.........................................................22 A.PENGORGANISASIAN..................................................................................22 PERAN DAN TUGAS.....................................................................................22 Role Play............................................................................................................24 BAB III....................................................................................................................30 PENUTUP..............................................................................................................30 A.Simpulan ........................................................................................................30 Saran .................................................................................................................30 DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................31

BAB I

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan salah satu terapi modalitas sebagai bentuk psikoterapi yang dilakukan oleh sekelompok klien dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin dan diarahkan seorang terapis atau petugas kesehatan jiwa yang terlatih. Salah satu jenis terapi aktivitas kelompok untuk klien gangguan interaksi sosial : menarik diri adalah terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori. Terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori adalah upaya menstimulasi semua pancaindra (sensori) agar memberi respon yang adekuat.(Kelliat B.A & Akemat,2004). Terapi ini diberikan karena klien tidak mampu berespon dengan lingkungan sosialnya. Rumah sakit jiwa Propinsi Bali merupakan pusat rujukan dalam merawat klien dengan gangguan jiwa di Bali. Berdasarkan data yang peneliti didapatkan di RS Jiwa Propinsi Bali, pada bulan Juli sampai dengan Desember tahun 2008 rata-rata jumlah klien yang dirawat tiap bulan sebanyak 274 orang. Dari jumlah tersebut 266 orang atau 97,1% mengalami skizoprenia, dari 266 klien tersebut 52 orang atau 20% mengalami kerusakan interaksi sosial. Kerusakan interaksi sosial merupakan percobaan untuk

menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain atau suatu tindakan melepaskan diri baik perhatian maupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung (Rawlins, 1993). Kerusakan interaksi sosial terjadi apabila individu menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Pemutusan proses hubungan terkait erat dengan ketidakpuasan individu terhadap proses hubungan yang disebabkan oleh kurangnya peran serta dan tidak mampu berespon dengan lingkungan sosialnya, kondisi ini dapat

dengan kemampuan memberi respon terutama terhadap lingkungan diharapkan klien mampu meningkatkan hubungan sosial dengan orang lain. Dinamika kelompok membantu klien meningkatkan perilaku adaptif serta mengurangi perilaku maladaptif. penggunaan kelompok dalam praktek keperawatan jiwa memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan kekambuhan serta pemulihan harga diri klien selama dirawat di Rumah Sakit. Berdasarkan uraian diatas penggunaan terapi aktivitas kelompok dapat memberikan dampak positif dan dapat membantu klien meningkatkan perilaku adaptif serta mengurangi perilaku maladaptif terutama pada pasien dengan kerusakan interaksi sosial yang salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan berespon dengan lingkungan sosialnya. Apabila tingkah laku tersebut tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan klien mengalami gangguan jiwa yang lebih berat seperti munculnya halusinasi. risiko mencederai diri dan orang lain dan penurunan minat kebutuhan dasar psikologis.mengembangkan rasa tidak percaya diri dan keinginan menghindar dari orang lain. Dengan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori klien dapat menggunakan semua panca inderanya untuk merespon stimulus yang diberikan. Hal ini dapat dilakukan terapi aktivitas kelompok. RUMUSAN MASALAH Bagaimana prinsip terapi aktivitas kelompok: stimulasi sensori sebagai tindakan terapeutik asuhan keperawatan jiwa? . Asuhan keperawatan klien dengan kerusakan interaksi sosial dilakukan dengan pendekatan individu dan pendekatan kelompok. sehingga klien dapat memberi respon yang adekuat. Salah satu terapi aktivitas kelompok yang mempunyai tujuan agar klien mampu memberikan respon dan dapat mengekspresikan perasaan adalah terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori.

Saran . Metode Penulisan F. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. SISTEMATIKA PENULISAN Bab I Pendahuluan A.TUJUAN Untuk mengetahui prinsip terapi aktivitas kelompok: stimulasi sensori sebagai tindakan terapeutik dalam asuhan keperawatan jiwa MANFAAT Sebagai bahan acuan dan pemahaman konsep mengenai prinsip terapi aktivitas kelompok: stimulasi sensori sebagai tindakan terapeutik dalam asuhan keperawatan jiwa METODE PENULISAN Makalah ini ditulis dengan teknik deskriptif kualitatif dimana datadata bersifat sekunder. Manfaat E. Simpulan B. Makalah ini ditunjang dari dari data-data studi kepustakaan yaitu dari buku-buku literattur penunjang masalah yang dibahas. Tujuan D. Sistematika Penulisan Bab II Pembahasan Bab III Penutup A.

dan ucapan. Jadi. ekspresi. Terapi aktivitas kelompok untuk menstimulasi sensori pada penderita yang mengalami kemunduran fungsi sensoris. Tujuan Khusus: a. ekspresi muka.BAB II PEMBAHASAN A. kemudian diobservasi reaksi sensori klien berupa ekspresi emosi atau perasaan melalui gerakan tubuh. LANDASAN TEORI 1. Terapi aktivitas kelompok:stimulasi sensori merupakan aktivitas yang digunakan untuk memberikan stimulasi pada sensori klien. 2009) 2. Meningkatkan kemampuan sensoris . Tujuan Umum: Tujuan umum klien dapat berespon terhadap stimulus pancaindera yang diberikan 2. ucapan. 2009). Teknik yang digunakan meliputi fasilitas penggunaan pancaindera dan kemampuan mengekpresikan stimulus baik dari internal maupun eksternal (Purwaningsih. Terapi aktivitas kelompok : Stimulasi sensori adalah upaya untuk menstimulasi semua pancaindera (sensori) agar memberi respon yang adekuat (Keliat. TUJUAN 1. terapi stimulasi sensori merupakan jenis terapi dengan menstimulasi sensori klien untuk mendapatkan reaksi emosi atau perasaan melalui gerakan tubuh.

Klien mampu berespon terhadap suara yang didengar b. Mengganggu pasien lain. video. Meningkatkan uupaya meningkatkan pusat perhatian c. 2. Tujuan khusus berdasarkan jenis Terapi Stimulasi Sensori: a. Hal yang harus diperhatikan: 1. tarian. Jika klien pergi atau meninggalkan ruangan terapis mengingatkan kontrak yang telah disepakati. harga diri rendah yang disertai dengan kurang komunikasi verbal. Jika klien melakukan hal –hal yang tidak di inginkan (amuk. JENIS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI SENSORI TAK stimulasi sensori memiliki 3 sesi yaitu: . Mengekspresikan perasaan 3. Klien mampu berespon terhadap gambar yang dilihat c. Klien mampu mengekspresikan perasaan melalui gambar. Aktivitas Stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap penglihatan. dan nyanyian. seperti gambar. pendengaran dan lain-lain. Jika pasien diam fasilitator membujuk klien untuk berbicara jika klien tetap tidak mau berbicara terapis atau leader meningkatkan motivasi klien dengan mengatakan “ Yang lain bisa pasti Bapak bisa “ 3.b. ribut ) terapis mengingatkan tentang aturan permainan. Meningkatkan kesegaran jasmani d. menarik diri. AKTIVITAS DAN INDIKASI Klien yang mempunyai indikasi TAK-Stimulasi Sensori adalah klien isolasi sosial.

a) Sesi 1 : mendengarkan musik b) Sesi 2 : Menggambar c) Sesi 3 : Menonton TV/video .

Sharing persepsi VI. II. Alat 1. Ruangan nyaman dan tenang IV. Langkah kegiatan 1. slow music. Tujuan 1. Klien mampu menceritakan perasannya setelh mendengarkan music III. Pengertian TAK yang diberikan dengan memberikan stimulus suara pada pasien sehingga terjadi perubahan perilaku. Setting 1. Persiapan . Metode 1. Diskusi 2. Tape recorder 2. Klien mempu memberii respon terhadap music 3. rohani (religius) V.Terapi Stimulasi Sensori Suara Mendengar Musik Sesi 1 : mendengar musik I. Klien mampu mengenali musik yang didengar 2. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Kaset lagu dangdut.

c) Terapis dan klien memakai papan nama. Orientasi a) Salam terapeutik b) Salam dari terapis kepada klien c) Evaluasi atau validasi d) Menanyakan perasaan klien saat ini e) Kontrak • • Terapis menjelaskan tujuan kegiatan. b) Setiap kali seorang klien selesai memperkenalkan diri. terapis mengajak semua klien untuk bertepuk tangan. Setelah lagu selesai . harga diri rendah dan tidak mau bicara b) Mempersiakan alat dan tempat pertemuan 2. Tahap kerja Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai a) Terapis mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri ( nama. harus minta ijin kepeda terapis ° ° 3. d) Terapis menjelaskan bahwa akan diputar lagu. klien boleh tepuk tangan atau berjoget sesuai dengan irama lagu. dan nama panggilan ) dimulai dari terapis secara berurutan searah jarum jam. yaiu mendengarkan music Terapis menjelaskan aturan main berikut : ° Jika ada klien yang ingin meningalkan kelompok.a) Membuat kontrak dengan klien yang sesuai dengan indikasi menarik diri.

tepuk tangan (kira-kira 15 menit) music yang diputar boleh diulang beberapa kali. Terapis mengobservasi respon klien terhadap musik f) Secara bergiliran. 5. e) Terapis memutar lagu.aspek yang dievaluasi adlah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Sampai semua klie mendapat giliran. Evaluasi Dan Dokumentasi a) Evaluasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung.klien akan diminta mencritakan isi dari lagu tersebut dan perasaan klien setelah mendengan lagu. setiap klien menceritakan perasaannya. klien mendengar boleh berjoget. klien diminta menceritakan isi lagu dan perasaannya. Terapis memberiikan pujian atas keberhasilan kelompok. 4. c) Kontrak yang akan datang • • Menyepakati TAK yang akan datang yaitu menggambar. Menyepakati waktu dan tempat. respon . Untuk TAK stimulasi sensori mendengar musik. dan mengajak klien lain bertepuk tangan. khususnya pada tahap kerja. kemampuan klien yang diharapkan dalah mengikuti kegiatan . g) Terapis memberiikan pujian. b) Tindak lanjut Terapis menganjurkan klien untuk mendengarkan music yang disukai dan brmakna dalam kehidupannya. Tahap terminasi a) Evaluasi • • Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.

Memberii pendapat didengar 4. mennyampaikan perasaan tentang music yang didengar (√) jika klien mampu dan tanda (×) jika klien tidak mampu b) Dokumentasi Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien. Klien mengikuti kegiatan sampai akhir dan menggerakkan jari sesuai dengan irama music namun belum mampu memberi pendapat dan perasaan tentang music. Menjelaskan perasaan setelah mendengar lagu tetang music yang Petunjuk 1. merespon. memberi pendapat. Latih klien untuk mendengarkan music diruang rawat. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien 2. memberi pendapat tentang musik yang didengar dan perasaan sat mendengar music. beri penilaian tentang kemampuan klien mengikuti. Untuk tiap klien. 2. .terhadap musi. Contoh : klien mengikuti sesi 1. Formulir evaluasi sebagai berikut: SESI 1:TAK STIMULASI SENSORI MENDENGAR MUSIK KEMAMPUAN MEMBERI RESPON PADA MUSIK NAMA KLIEN NO ASPEK YANG DINILAI 1. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Memberii respon ( ikut benyanyi/ menari/ joget/ menggerakkan tangan dan kaki dagu sesuai irama) 3. TAK stimulasi sensori mendengar music.

.

Pensil 2B (bila tersedia krayon juga dapat digunakan) V. Kertas HV A 2. Langkah kegiatan 1. II. Pengertian TAK yang diberikan dengan memberikan stimulus menggambar pada pasien sehingga terrjadi perubahan perilaku. Setting 1. Klien dapat mengekspresikan perasaan melalui gambar 2. Ruangan nyaman dan tenang IV. Klien dapat memberii makna gambar III. Diskusi VI. Dinamika kelompok 2. Persiapan a) Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 1 b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan . Alat 1. Tujuan 1.Terapi Stimulasi Sensori Menggambar Sesi 2 : Menggambar I. Metode 1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran 2.

yaitu menggambar dan menceritakan hasil gambar kepada klien lain . b) Terapis membagikan kertas dan pensil untuk tiap klien c) Terapis meminta klien menggambar apa saja sesuai dengan yang diinginkan saat ini d) Sementara klien mulai menggambar. Orientasi a) Salam terapeutik • Salam dari terapis kepada klien • Terapis dan klien memakai papan nama b) Evaluasi / validasi Menanyakan perasaan klien saat ini c) Kontrak • Terapis menjelaskan ktujuan kegiatan. dan memberii penguatan kepada klien untuk terus menggambar. Jangan mencela klien. harus minta izin kepada terapis ° ° Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai 3. Tahap kerja a) Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan. . terapis berkeliling.2. yaitu menggambar dan menceritakannya kepada orang lain • Terapis menjelaskan aturan main berikut ° Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok.

menggambar. Untuk TAK stimulasi sensori menggambar. c) Kontrak yang akan datang • Menyepakati TAK yang akan datang. kemampuan klien yang diharapkan adalah mampu mengikuti kegiatan. . • Terapis memberiikan pujian atas keberhasilan kelompok. khususnya pada tahap kerja. 5. terapis meminta masingmasing klien untuk memperlihatkan dan menceritakan gambar yang telah dibuatnya pada klien lain. 4. yaitu menonton TV. b) Tindak lanjut Trapis menganjurkan klien untuk mengekspresikan perasaan melalui gambar. menyebutkan apa yang digambar dan menceritakan makna gambar. g) Setiap kali klien selesai menceritakan gambarnya. Aspek yang di evaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. • Menyepakati waktu dan tempat. Yang harus diceritakan adalah gambar apa dan apa makna gambar tersebut untuk klien. terapis mengajak klien lain bertepuk tangan. f) Kegiatan point e dilakukan sampai semua klien mendapat giliran. Tahap terminasi a) Evaluasi • Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.e) Setelah semua klien selesai menggambar. Evaluasi dan Dokumentasi a) Evaluasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung.

SESI 2: TAK STIMULASI SENSORI MENGGAMBAR KEMAMPUAN MEMBERI RESPON TERHADAP MENGGAMBAR NO ASPEK YANG DINILAI 1. Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaan melalui gambar. Klien mengikuti sampai selesai. beri penilaian tentang kemampuan klien mengikuti. menyebutkan nama gambar. Beri tanda (√) jika klien mampu dan tanda (×) jika klien tidak mampu b) Dokumentasi Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien contoh : klien mengikuti sesi 2 TAK stimulasi sensori menggambar. 2. 4. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Menggambar sampai selesai Menyebutkan gambar apa Menceritakan makna gambar NAMA KLIEN Petunjuk : 1. menyebutkan gambar dan menceritakan makna gambar. dan menceritakan makna gambar. . menggambar. Klien mampu menggambar. Untuk tiap klien. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien 2. 3.

III. Video/CD player dan video tape/CD 2. IV. Langkah kegiatan 1. Ruangan nyaman dan tenang. Televise V. acara tontonan hendaknya dipilih yang positif dan bermakna terapi untuk klien). Klien dan terapis duduk membentuk setengah lingkaran didepan televise. 2. Persiapan a) Mengingatkan kontrak dengan klien yang tlah mengikuti TAK sesi 2 .Terapi Stimulasi Sensori Menonton TV/Video Sesi 3 : Menonton TV / Video I. Pengertian TAK yang diberikan dengan memberikan stimulus suara dan melihat pada pasien sehingga terjadi perubahan perilaku II. Tujuan 1. Klien menceritakan makna acara yang ditonton. Metode Diskusi VI. Klien dapat memberii respons terhadap tontonan TV/Video (jika menonton TV. Setting 1. 2. Alat 1.

harus minta izin kepada terapis ° ° Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai 3. yaitu menonton TV/video petikan film “laskar pelangi” dan menceritakan makna yang telah ditonton. yaitu menonton TV/video dan menceritakannya • Terapis menjelaskan aturan main berikut ° Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok. b) Terapis memutar TV/VCD yang telah disiapkan. masing-masing klien diberi kesempatan menceritakan isi tontonan dan maknanya untuk kehidupan klien. Tahap kerja a) Terapus menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan. . Orientasi a) Salam terapeutik • Salam dari terapis kepada klien • Terapis dank lien memakai papan nama b) Evaluasi/validasi Menanyakan perasaan klien saat ini c) Kontrak • Terapis menjelaskan tujuan kegiatan. c) Terapis mengobservasi klien selama menonton TV/video d) Setelah menonton. 2.b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.

Tahap Terminasi a) Evaluasi • Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK • Terapis memberiikan pujian atas keberhasilan kelompok b) Tindak lanjut Terapis menganjurkan klien untuk menonton acara TV yang baik c) Kontrak yang akan datang • Menyepakati TAK yang akan dating sesuai dengan indikasi klien • Menyepakati waktu dan tempat 5. kemampuan klien yang diharapkan adalah mengikuti kegiatan. berespon terhadap tontonan. dimulai dari klien yang ada disebelah kiri terapis. Untuk stimlasi sensori menonton. dan mengungkapkan perasaan saat menonton. 4. khususnya pada tahap kerja. Evaluasi dan Dokumentasi a) Evaluasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung.Berurutan searah jarum jam. terapis mengajak klien lain bertepuk tangan dan memberiikan pujian. menceritakan isi tontonan. Formulir evaluasi sebagai berikut : . Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Sampai semua klien mendapat giliran. e) Setelah selesai klien menceritakan persepsinya.

beri penilaian tentang kemampuan klien mengikuti. Beri tanda (√) jika klien mampu dan tanda (×) jika klien tidak mampu b) Dokumentasi Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien. Klien mengikuti kegiatan sampai selesai. klien tidak dapat menceritakan isi tontonan dan perasaannya. Untuk tiap klien. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien 2. dan menyampaikan perasaan saat menonton. 4. ulang kembali dengan stimulus yang berbeda. berespon. dan tanpa respon. 2. sedih. Tingkatkan stimulus diruangan. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir TAK Memberi respon pada saat menonton NAMA KLIEN (senyum.SESI 3: TAK STIMULASI SENSORIS MENONTON KEMAMPUAN MEMBERI RESPON PADA TONTONAN NO ASPEK YANG DINILAI 1. menceritakan. Contohnya : klien mengikuti sesi 3 TAK stimulasi sensori menonton. ekspresi datar. dan gembira) 3. . Menceritakan cerita dalam TV/video Menceritakan perasaan saat menonton Petunjuk : 1.

PENGORGANISASIAN Terapis Leadear Co Leader Observer Fasilitator : Ditya Prayanto : Ryan Prima Sentana Leden : Supi Olas Martawan : Agung Andika Agus Mahardika Pasien : Jaya Semara Wahyu Mahudara PERAN DAN TUGAS 1. mengajukan pendapat dan memberikann umpan balik d) Sebagai role model e) Menjelaskan jalannya permainan dan melakukan kontrak waktu .PENGORGANISASIAAN DAN ROLE PLAY A. Leadear Tugas : a) Menyusun rencana TAK (proposal) b) Mengarahkan kelompok dalam pencapaian tujuan c) Memotivasi dan memfasilitasi anggota untuk mengekspresikan perasaan.

2. Co Leader Tugas: a) Membantu leader dalam mengorganisir anggota kelompok b) Menyediakan media 3. Fasilitator Tugas: a) Membantu leader dalam memfasilitsi anggota untuk berperan aktif dan memotifasi anggota b) Memfokuskan kegiatan c) Membantu mengkoordinasi anggota kelompok d) Duduk di sela-sela pasien 4. Observer a) Mengobservasi semua respon klien b) Mencatat semua proses yang terjadi dan semua perubahan prilaku klien c) Duduk tidak di lingkungan permainan/diluar d) Mengevaluasi setiap keaktifan pasien e) Mengevaluasi tugas leader. fasilitator. dan co leader .

Leader F dan O Leader : : : Selamat pagi teman-teman? Selamat pagi Pak….. di akhir kegiatan mereka cukup kooperatif. Leader : Baik… karena kita sudah kontrak waktu kemarin sekarang silakan teman-teman jemput mereka. .ROLE PLAY Di sebuah ruangan pertemuan RSJ Bangli. sewaktu saya kontrak waktu beberapa dari mereka tidak suka dengan jenis music yang diputar. Observer : Tapi. Fasilitator Leader : : Baik Pak OK. kita akan melanjutkan sesi 2 dari terapi stimulasi sensori setelah kemarin kita melakukan sesi 1. Fasilitator : Ya saya setuju. Di RSJ Bangli di ruangan perawat. para perawat berdiskusi untuk menentukan terapi aktivitas kelompok yang akan dilakukan pada klien. Dan…. Seperti yang telah kita rencanakan. akan dilakukan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori. Semoga saja sesi 2 ini lebih OK. mari kita mulai…. Terapi yang selanjutnya adalah terapi menggambar. Sebelumnya terapi mendengar music yang merupakan sesi 1 dari terapi stimulasi sensori yang sudah dilaksanakan. Co Leader : Sepertinya kegiatan kemarin kurang maksimal. sebagian pasien belum siap mengikuti kegiatan.di suatu pagi……….

Bapak ingat kan. di ruang Nakula. Sementara leader dan Co Leader serta observer menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukanuntuk kegiatan terapi nanti. Klien 1 : Oke2 (senyum-senyum kegirangan…) Dan….jangan terbang dulu.. hari ini kita akan menggambar? Klien 1 : Hah??? Menggambar… ? mmmmm ok deh. Seperti janji kemarin.. saya mau menggambar wajah saya yang ganteng ini… Fasilitator 1 : Iya…. tapi kita bisa berangkat sama-sama… kan…? Ayo kita terbang kesana . tapi saya tidak bisa terbang. Dan….. hal serupa juga terjadi di ruang Dharmawangsa dimana fasilitator sedang menjemput klien dengan Waham…… Fasilitator 2 Klien 2 Fasilitator 2 : : : Permisi pak. saya sebenarnya bisa terbang. Suster tau gak…. Ayo Pak sekarang kita ke ruang pertemuan….Para perawat segera memulai terapi sensori yang akan dilaksanakan di ruang pertemuan… Tiap fasilitator menemui klien untuk mengajak mereka ke ruang pertemuan…. Sebentar pak…. selamat pagi…... Klien 2 : saya tidak ingat? Kita mau menggambar di ruang pertemuan sekarang…. kita menggambar dulu….bapak boleh menggambar apa saja yang bapak mau….. Fasilitator 2 : Iya. tiba-tiba… Fasilitator 1 : Selamat pagi bapak Agung….

Leader : Bapak. tapi berjalan kaki. Sudah-sudah. coba lihat kaki Bapak ada dimana? Menyentuh tanah bukan? Itu artinya Bapak tidak terbang. saya yang paling ganteng disini tau suster!!!!! Oh iya…. Nanti saya perawat Ditya dan perawat Ryan? Co Leader Klien 1 Co Leader Leader : : : : Tentu saja….Bapak yang paling ganteng di sini. Perawat Ryan akan memandu bapak untuk mengikuti kegiatan ini…. Bukan begitu Kegiatan menggambar akan dimulai… Fasilitator membagikan kertas dan pensil kepada klien dan mereka semua pun duduk membentuk lingkaran…. Klien 2 : O iya ya suster…. sekarang kita mulai saja ya Bapak. Beberapa menit kemudian semua klien sudah berada di ruang pertemuan… Leader : Baik Bapak selamat pagi. sudah tahu rupanya ya kita sekarang akan melakukan kegiatan menggambar.. menggambarnya…. Fasilitator 2 : Bagaimana bapak. Kegiatan ini akan membantu Bapak untuk melatih ekspresi dan emosi Bapak.sudah pernah pegang kertas dan pensil kan sebelumnya? .Beberapa detik kemudian…. Nanti kegiatan ini akan kita laksanakan selama 45 menit.

nanti setelah selesai Bapak ceritakan apa yang Bapak gambar…. ini pensil… Coba deh sekarang kalau ini ini pisau bisa gak dipakai untuk memotong/? Klien 1 Fasilitator 1 Klien 1 Fasilitator 1 Leader : : : : : Mencoba memotong kertas memakai ini…. Ayo silahan…silakan… Para klien pun mulai menggambar mereka didampingi oleh fasilitatot….! Gimana. Iya tentu itu pensil…… Baiklah….. Klien 1 : Ayo-ayo semua liat gambar saya…… kan…… Ganteng kan…. Ini saya…. Leader Klien : : Semua sudah selesai menggambar Bapak ? (Semua klien menjawab) Sudahh…. tidak bisa kan Pak… Oh iya ya… Berarti ini pensil ya suster…. Leader : Sekarang silakan Bapak ceritakan apa yang Bapak gambar dan arti dari apa yang bapak gambar Di mulai dari Bapak Agung….Klien 1 Fasilitaor 1 : : Pisau kok di bilang pensil…. Ayo silakan…. Bapak… ini bukan pisau Pak..sekarang kita mulai saya ya apa menggambarnya….. Bagus Leader : Sekarang Bapak ceritakan arti dari gambar Bapak… . Bapak boleh menggambar saya yang Bapak mau..

. bagaimana dengan gambar Bapak? Wah…Bapak menggambar kenapa Bapak menggambar ini? Klien 2 : Gambar saya memang bagus…. (Klien terus menceritakan pengalamannya dimana Ia kehilangan kekasih yang disayanginya……….Klien 1 : Ini gambar saya sewaktu saya masih muda… Saya ganteng sekali mirip artis kan menikah… Tapi saya gak tahu kenapa dia belum jemut-jemput saya…. 6 bulan lagi saya akan lulus kuliah… Cita-cita kuliahdi jurusan penerbangan karena .Pacar saya sangat sayang sama saya… sebentar lagi kami akan Leader : Bapak Agung.. Klien 2 : Dulu saya mahasiswa jurusan penerbangan…. Klien 2 merenung sejenak. gambarnya sudah bagus sekali. ayo kita beri tepuk tangan…… Kemudian leader pun mendekati klien 2 lalu menanyakan arti dari apa yang ia gambar… Leader : Bapak…. Waktu itu.) sangat bu…. Sebenarnya saya bisa terbang…sama seperti ini… Leader : Kenapa Bapak berkata seperti itu? pesawat gambar pesawat terbang. kemudian pelan-pelan ia mulai menceritakan peristiwa yang di alaminya 2 tahun lalu dimana ketika Ia tidak bisa melanjutkan ketidakmampuan ekonomi….

kegiatan yang sama. bukan menggambar. Besok kita akan melanjutkan tetapi video… Terima kasih atas kesediaan Bapak sekalian… Sampai bertemu lagi besok… Selamat pagi. ayo kita beri tepuk tangan…. Setelah selesai meceritakan gambar…leader dan co leader kemudian memberikan reinforcement positif terhadap kelompok… Co Leader : Bapak sekalian… sudah bagus sekali apa yang sudah Bapak kerjakan… Semoga kegiatan ini bermanfaat. Klien menceritakan sedikit demi sedikit pengalaman masa lalunya…). melainkan menonton . Leader : Bagus ya teman-teman.saya menjadi seorang pilot… tapi ekonomi keluarga tidak mendukung… (Demikian seterusnya….

Klien yang mempunyai indikasi TAKStimulasi Sensori adalah klien isolasi sosial. harga diri rendah yang disertai dengan kurang komunikasi verbal. SIMPULAN Terapi aktivitas kelompok merupakan timulasi sensori adalah upaya untuk menstimulasi semua pancaindera (sensoori) agar member respon yang adekuat. Dengan demikian menjadi kewajiban perawat untuk memberikan terapi aktivitas kelompok secara rutin sesuai dengan kebutuhan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan jiwa dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya profesional sehingga dapat meningkatkan citra dan mutu pelayanan keperawatan jiwa bagi pasien dan keluarganya. Aktivitas Stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap penglihatan. seperti gambar. dan nyanyian. pendengaran dan lain-lain.BAB III PENUTUP A. Tujuannya adalah agar klien dapat berespon terhadap stimulus pancaindera yang diberikan. menarik diri. SARAN Terapi aktivitas kelompok sudah sepantasnya masuk dalam standar asuhan keperawatan jiwa dan menjadi integral dalam standar assuhan keperawatan jiwa khususnya pada tindakan keperawatan jiwa yang diberikan pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan jiwa utamanya di ruang rawat inap rumah sakit jiwa. . video. tarian.

(Diakses 28 April 2012). http://httpyasirblogspotcom.com/2009/05/terapi- kelompok. 2009. 2009. Asuhan Keeperawatan Jiwa.blogspot. 2006. Asuhan Keerawatan Jiwa. Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok.d. Jakara: EGC Purwaningsih.Budi Anna.html . 2009. Jakarta: EGC Arifin. Arifin Yasir: Blog (Diakses 28 April 2012). http://kumpulanmaterikeperawatan. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Yasir. Yogyakarta: Nuha Medika Riyadi. Sujono.blogspot. 2004.com/2011/05/laporanterapi-aktivitas kelompok. 23 Mei 2009.DAFTAR PUSTAKA Keliat. Eksistensi Terapi Aktivitas Kelompok dalam Tindakan Keperawatan Jiwa. n. Yogyakarta: Graha Ilmu Stuart. Gail W. Wahyu.html Candra et al. Terapi Kelompok.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->