METODE STUDI KASUS SANAJI, SE, M.Si 2011 • Studi kasus digunakan dalam lingkup yg amat luas, melebihi metode apapun. Begitu luasnya, hingga ada yg meragukannya sbg metode penelitian yg dpt diandalkan. • Metode ini dpt digunakan utk penelitian kebijakan, ilmu politik, komunikasi, administrasi umum, tata perencanaan kota, dsb • Metode ini amat cocok utk menjawab pertanyaan how dan why. • Definisi: – Bentuk penelitian yg mendalam ttg suatu aspek lingkungan sosial yg mana manusia termasuk di dalamnya. (Nasution, 2006:26) – Suatu inkuiri empiris yg menyelidiki fenomena dlm konteks kehidupan nyata, bilamana batas2 antara fenomena dg konteks tidak tampak dg tegas, dan multisumber digunakan. (Yin, 2000:18) – Studi kasus terjadi ketika peneliti melakukan eksplorasi thd entitas atau fenomena tunggal (the case) yg dibatasi oleh waktu, aktivitas dan pengumpulan detail informasi dg menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama waktu tsb. (Cresswel, 1994:11) Situasi-situasi relevan untuk strategi berbeda strategi Eksperimen survei Bentuk pertanyaan penelitian Membutuhkan Fokus thd peristiwa kontrol thd peristiwa kontemporer Bagaimana, mengapa Siapa, apa, di mana, berapa banyak Siapa, apa, di mana, berapa banyak Bagaimana, mengapa Bagaimana, mengapa ya tidak ya ya Analisis arsip (misal dlm studi ekonomi) Historis Studi kasus tidak ya/tidak tidak tidak tidak ya Cont’d • Studi kasus cocok untuk memecahkan masalah yang menggunakan kata tanya “bagaimana” atau “mengapa” yang diarahkan kepada serangkaian peristiwa kontemporer, di mana peneliti hanya memiliki peluang kecil atau tidak sama sekali untuk melakukan kontrol terhadap peristiwa tersebut (Yin, 2000:13). • Keunggulan studi kasus: – Menjawab pertanyaan eksploratoris (what) – Menjawab pertanyaan deskriptif (how), dan – Menjawab pertanyaan eksplanatif (why) Pertanyaan eksplanatif ini dilakukan utk menyingkap konteks peristiwa, fenomena atau kasus yg sedang diteliti. • Setidaknya ada 3 model studi kasus: – Intrinsic case study: • Dilakukan utk melihat suatu fenomena secara intrinsik. Oleh karenanya, tidak dilakukan utk membangun teori. – Instrumental case study • Dilakukan karena alasan eksternal, bukan karena ingin mengetahui hakikat kasus. Biasanya dilakukan utk membuktikan sebuah teori yg sudah ada. – Collective case study • Dilakukan utk menarik kesimpulan atau generalisasi atas fenomena atau populasi atas kasus2 tsb. • Kasus adalah suatu hal yg spesifik. Menurut Louis Smith (Stake, 1994:236) kasus merupakan bounded system. • Oleh karena itu, studi kasus memiliki keunggulan kedalaman analisis, karena sifatnya yg spesifik. • Tujuan studi kasus adalah memberikan gambaran secara mendetail ttg latar belakang, sifat2, serta karakter yg khas dr kasus. • Shg nantinya (dg pemilihan subjek yg tepat), produk dr studi kasus akan dpt digeneralisir. • Lima kesalahan berpikir dlm studi kasus: 1. 2. Teori lebih bermakna ketimbang realitas empiris. Seseorang tdk dapat menggeneralisir hanya dg mendasarkan pada satu studi kasus. Shg studi kasus tunggal tidak akan memberikan kontribusi berarti bagi pengembangan pengetahuan. Studi kasus bagus digunakan utk menyusun hipotesis, suatu tahap awal dr keseluruhan penelitian. Studi kasus bias verifikasi. Seringkali sulit utk membangun proposisi umum dan teori yg didasarkan pada kasus tunggal. 3. 4. 5. Kesalahan2 di atas bisa saja terjadi, karena banyak peneliti yg menganggap remeh studi kasus. Bahkan, kini metode studi kasus sudah jadi trade mark bagi penelitian2 kualitatif. • Terdapat enam pertimbangan utk mengangkat suatu kasus: 1. Sifat alamiah suatu kasus, khususnya mengenai aktivitas dan fungsi. 2. Latar historis. 3. Setting fisikal. 4. Konteks lain (ekonomi, politik, hukum dan estetetik) 5. Kasus2 lain melalui mana kasus ini dikenali. 6. Informan2 melalui mana kasus ini dikenali. • Desain penelitian merupakan kaitan logis antara data empiris dg pertanyaan penelitian dan terutama konklusi2nya. (Yin, 2000:27) • Sederhananya, desain penelitian adalah rencana tindakan utk berangkat dari “sini” menuju ke “sana”. • Kegunaan penting dr desain penelitian (Nasution, 2006:23): 1. Memberikan pegangan pd peneliti dlm melakukan penelitiannya. 2. Menentukan batas2 penelitian yg bertalian dg tujuan penelitian. • Oleh karena itu, tujuan penelitian harus jelas. Agar suatu penelitian menemukan ujung pangkalnya. • Tujuan penelitian (Nasution, 2006:24): 1. 2. 3. 4. Eksploratoris: menjajaki sesuatu yg belum dikenal atau baru dikenal. Deskriptif: memberikan penjelasan yg lebih jelas ttg situasi2 sosial. Eksperimen: untuk melakukan uji hipotesis dalam situasi yg mana satu / beberapa variabel dpt dikontrol. Eksplanatif: untuk menjelaskan konteks peristiwa dan ditujukan utk menjawab pertanyaan “mengapa”. Desain kasus tunggal Holistik (Unit analisis tunggal) Terjalin (Unit analisis multikasus) Tipe 1 Tipe 2 Desain multikasus Tipe 3 Tipe 4   Perbedaan kasus tunggal dan multikasus, terletak pada jumlah kasus yg diteliti. Sedangkan, perbedaan holistik dan terjalin, terletak pada banyaknya unit analisis. Desain multikasus, banyak digunakan dalam studi komparatif. Dan juga lebih potensial utk dijadikan generalisasi. Desain studi kasus (Robert K. Yin, 2000) • 1. 2. 3. 4. 5. Studi kasus, menurut dijelaskan Yin (2000:29-38) meliputi 5 komponen, yaitu: penentuan pertanyaan (fokus penelitian), proposisi-proposisi, unit analisis, pengaitan logis data dengan proposisi, kriteria interpretasi temuan. Desain multi kasus menurut Yin (2000) • Yin (2000:61), membagi proses studi multi kasus menjadi: 1. desain, 2. pengumpulan dan analisis data kasus tunggal, 3. Analisis lintas kasus Model Studi Kasus Adopsi Internet oleh UKM Desain Pengumpulan dan analisis data kasus tunggal Analisis lintas kasus Pemilihan kasus Studi kasus I (Kop. Intako)  Wawancara  Pengamatan  Dokumen Studi kasus II (CV Mitra Jaya)  Wawancara  Pengamatan  Dokumen Studi kasus III (CV Halim Brothers)  Wawancara  Pengamatan  Dokumen Studi kasus IV (CV Nourfas Bordir)  Wawancara  Pengamatan  Dokumen Tarik konklusi lintas kasus Kembangkan teori  Hubungkan penelt ke teori terdahulu  Arahkan ke eksplanasi Desain protokol pemilihan data Deskripsi Kasus per kasus Perumusan Hipotesis dan Model  Tentukan “proses” scr operasional  Tentukan “hasil proses” (tak hanya hasil akhir)  Gunakan teknik pengumpulan data formal Perbandingan literatur / teori Implikasiimplikasi Tulis laporan Desain Protokol Studi Kasus Adopsi Internet oleh UKM Kebutuhan Data A. Gambaran umum kasus: A. Tinjauan umum penggunaan internet B. Sejarah perusahaan B. Anteseden  Ukuran usaha (jumlah tenaga kerja)  Struktur organisasi  Produk perusahaan      C.              D.   Pemasaran (saluran, wilayah, promosi, penjualan, konsumen). Inovasi klaster (sejarah penggunaan komputer, jaringan komputer lokal) Ketersediaan tenaga IT Pelatihan penggunaan IT (komputer, internet) Faktor-faktor yang mendorong dan menghambat menggunakan internet. Proses adopsi Sejarah penggunaan internet (koneksi dengan ISP, email, web site) Mekanisme pengambilan keputusan adopsi internet (pihak-pihak terlibat) Proses pembuatan web site Fungsi web site Deksipsi web site (aplikasi2 yang tersedia) Ketersediaan tenaga untuk administrator web site Proses belajar internet (browsing, up date data) Penggunaan email (isi, kepada siapa, intensitas) Maintenance web site (up date, katalog produk, perubahan feature, registrasi di search engine). Biaya (pembuatan web site, langganan, pulsa). Klasifikasi langganan internet (jumlah jam, ISP). Manfaat internet Kendala implementasi Konsekuensi Perubahan struktur (rekruitmen tenaga kerja baru untuk IT, mutasi) Penjualan melalui karena perantara internet Instrumen dan sumber Wawancara (peg. SME-Center, dan manajer perusahaan) Dokumen (Buku Company profile, web site) Dokumen (company profile, web site), wawancara (manajer) Dokumen (company profile, web site), wawancara (manajer) Dokumen (brosur, web site), Wawancara (manajer), observasi (di outlet) Wawancara (manajer, karyawan), dokumen (company profile, web site), publikasi eksternal (koran, on line internet). Wawancara (manajer, karyawan), observasi (di lokasi) Wawancara (manajer) Wawancara (manajer, karyawan) Wawancara (manajer, perusahaan jasa internet: ISP dan web design). Wawancara (manajer, karyawan). Wawancara (manajer, karyawan, ISP, web design) Wawancara (manajer, karyawan, ISP, web design) Wawancara (manajer), dokumen ( web site) Wawancara (manajer, karyawan), dokumen ( web site) Wawancara (manajer, karyawan). Wawancara (manajer, karyawan, web design). Wawancara (manajer, karyawan), dokumen (web site, koinformansi email) Wawancara (manajer, karyawan, ISP, web design), dokumen (web site). Wawancara (manajer, ISP, web design). Wawancara (manajer), dokumen (brosur ISP). Wawancara (manajer, karyawan). Wawancara (manajer, karyawan, ISP, web design) Wawancara (manajer, karyawan). Wawancara (manajer, karyawan). Keterangan: Posisi manajer termasuk pula direktur, wakil direktur atau pemilik. • Ada tiga prinsip yg harus diperhatikan dlm mengumpulkan bukti studi kasus (Yin, 2000:101): 1. 2. 3. Penggunaan sumber bukti2 dr dua atau lebih sumber, tetapi menyatu dg serangkaian fakta atau temuan yg sama. Penggunaan data dasar dan kumpulan formal bukti yg berlainan dr laporan akhir studi kasus yg bersangkutan. Dan, Penggunaan serangkaian bukti dan keterkatitan eksplisit antara pertanyaan2 yg diajukan , data yg terkumpul dan konklusi2 yg ditarik. Semakin ketat menggunakan prinsip2 di atas, maka semakin meningkat pula kualitas substansial studi kasus yg kita laksanakan. • Studi kasus adalah metode penelitian yg menggunakan multisumber, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dokumentasi. Rekaman arsip. Wawancara. Observasi langsung. Observasi partisipan. Perangkat fisik. • Setelah sumber2 tsb dikumpulkan, maka selanjutnya adalah melakukan analisis. Tahap ini bisa jadi merupakan tahap yg paling sulit, karena membutuhkan keterampilan khusus. • Analisis data, mencakup tiga hal (Miles dan Huberman, 1992): 1. Reduksi data 2. Penyajian data. 3. Penarikan kesimpulan. Strategi Analisis Kasus Strategi Umum Analisis Kasus 1. Proposisi Teoritik. 2. Mengembangkan deskrispsi kasus. 1. Penjodohan Pola. 2. Pembuatan eksplanasi 3. Analisis deret waktu. • Richardson (1994:516) menyatakan bahwa: “In the spirit of affectionate irreverence toward qualitative research, i consider writing as method of inquiry, a way of finding out about yourself anda your topic.” • Beberapa analisis struktur yg dapat digunakan adl sbb (Yin, 2000:169): 1. 2. 3. 4. 5. 6. Struktur linear Struktur komparatif Struktur kronologis Struktur pengembangan teori Struktur ketegangan Struktur tak beraturan. 1. Struktur analisis-linear: merupakan bentuk standar dalam laporan. Dimulai dg subtopik yg mencakup isu/persoalan yg akan diteliti, temuan data yg dikumpulkan dan dianalisis, dan konklusi2 serta implikasi2 temuan tersebut. 2. Struktur komparatif: merupakan bentuk2 pengulangan studi kasus dan membandingkan alternatif deskripsi atau eksplanasi kasus yg sama. Tujuan pengulangan tsb utk menunjukkan tingkat dimana fakta2 berkesesuaian dg masing2 model dan pengulangan tsb benar2 mengilustrasikan teknik penjodohan pola. 3. Struktur kronologis: berupa peristiwa2 yg disampaikan dlm urutan kronologis. 4. Struktur pengembangan teori: disajikan berdasarkan urutan2 logikan pengembangan teori. Logika tsb nantinya akan bergantung pd topik dan teori spesifik. 5. Struktur ketegangan: sedikit berlawan dg pendekatan analitis. Peneliti akan mengemukakan hasil penelitiannya di awal, bagian2 lain yg tersisa dan menegangkan akan dijelaskan secara menyebar selanjutnya. Sangat cocok utk studi kasus eksplanatif. 6. Struktur tak beraturan: struktur ini dapat digunakan pada studi kasus deskriptif, yg mana tidak ada hal2 khusus yg perlu ditekankan. • Dlm ragam ilmu sosial, studi kasus telah jadi trademark tersendiri. • Studi kasus bukanlah metode yg mudah, karena peneliti dituntut utk memiliki keahlian yg khusus, dr mulai penentuan kasus hingga penulisan laporan. Akhirnya, jam terbang peneliti-lah yg akan banyak berpengaruh.
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful