Anda di halaman 1dari 6

SKEMA KERJA 1.

Pembuatan Nata de Banana Skin Kulit Pisang Raja Nangka - Dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil - Diblender - Disaring dengan kain mori 250 mL Cairan Konsentrat - Dipanaskan hingga suhu 100oC, 15 menit - Ditambah 10% gula pasir dan 0,5% (NH4)2SO4 - Diaduk dan didingnkan - Diatur pH=4 - Dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil Air Hasil Pemanasan - Diblender - Dituangkan ke dalam nampan - Disaring dengan kain mori - Ditutup dengan kertas koran dan didinginkan 1 hari - Dimasukkan starter A.xylinum - Dibiarkan 7-8 hari Nata de Banana Skin 2. Pembuatan Membran Nata de Banana Skin Gel Nata de Banana Skin - Dicuci dengan air mengalir selama 24 jam - Direndam dengan NaOH 2% selama 1 jam pada suhu 80-90oC - Dicuci dengan asam asetat 1% - Dicuci dengan air Gel Nata de Banana Skin - Ditekan dengan alat hand Film Nata de Banana Skin - Ditekan dengan alat hand Film Nata de Banana Skin Kering

24

3. Uji Massa Jenis Film Nata de Banana Skin Kering - Ditimbang Massa Film - Dihitung Volume Volume Film

- Dibandingakan Massa Jenis 4. Uji Fluks Air Kertas Saring dan Film Nata de Banana Skin - Dimasukkan dalam sel ultrafiltrasi - Dimasukkan 150 mL air dan ditutup rapat - Diberi tekanan 3 kgf/cm2 - Permeat ditampung dengan interval waktu 10 menit Volume Konstan 5. Rejeksi Membran 1 mL Permeat 1 mL Konsentrat

- Dimasukkan labu ukur 10 mL dan diencerkan - Direaksikan dengan fenol 5% dan asam sulfat pekat dengan perbandingan 1:1:5 - Dikocok dan didiamkan Nilai Absorbansi Permeat dan Konsentrat

25

6. Penentuan Kondisi Optimum Koagulasi 6.1 Penentuan pH Optimum 1000 mL Limbah Cair Industri Karet - Dimasukkan ke beaker glass - Dimasukkan 300mg koagulan tawas pada pH 5, 6, 7, dan 8 - Dilakukan pengadukan cepat (3000 rpm), 15 menit - Dilanjutkan pengadukan lambat (1500rpm), 15 menit pH Optimum 6.2 Penentuan Kosentrasi Optimum 1000 mL Limbah Cair Industri Karet pada pH Optimum - Ditambahkan koagulan tawas 600, 700, 80, 9000, dan 1000 mg/L - Dilakukan pengadukan cepat, 5 menit - Dilanjutkan pengadukan lambat, 15 menit Konsentrasi Optimum 7. Analisis Limbah Cair 7.1 TSS (Total Suspended Solid) 100 mL Akuades 100 mL Limbah Cair Industri Keret

- Disaring dengan kertas saring Kertas Saring dan Endapan - Disaring dengan kertas saring Kasar TSS

26

7.2 TDS (Total Dissolved Solid) Cawan Penguapan - Dibersihkan - Dipanaskan dalam furnace T 550oC, 1 jam - Dipindahkan dalam oven T 105 o C - Didinginkan dalam desikator - Ditimbang Berat (b mg) 100 mL Limbah Cair Industri Karet - Disaring dengan kertas saring Filtrat - Dituangkan ke cawan penguapan - Diuapkan dan dikeringkan T 550oC sampai semua air menguap - Ditimbang sampai konstan

Berat (a mg) - Dihitung Kadar TDS

27

7.3 BOD (Biochemical Oxygen Demand) 7.3.1 Penentuan DO(0) 50 mL Limbah Cair Industri Karet - Dipipet ke labu ukur 1000 mL - Ditambahkan 1 mL buffer fosfat , MgSO4, CaCl2, dan FeCl2 - Diencerkan sampai tanda batas dan dipindahkan ke labu beaker 1000 mL - Diaerasi 15 menit - Dimasukkan ke botol Winkler, ditutup - Ditambahkan 1 mL KOH-KI dan MnSO4 0,1 N, ditutup, dikocok - Dibiarkan 10 menit - Dipindahkan ke Erlenmeyer - Ditambahkan 1 mL H2SO4 pekat, dikocok - Dititrasi dengan tiosulfat hingga kunng pucat - Ditambah beberapa tetes amilum 1% - Dilanjutkan titrasi sampai warna biru Hasil DO(0) 7.3.2 Penentuan DO(5) Sampel Hasil Aerasi pada DO(5) - Dimasukkan ke botol Winkler, ditutup - Ditutup rapat - Disimpan 5 hari - Dipindahkan ke Erlenmeyer - Dititrasi - Dihitung kadar oksigen Data

28

7.4 COD (Chamical Oxygen Demand) 50 mL Sampel Limbah 50 mL Blanko

- Dipipet dan dimasukkan ke erlenmeyer 250 mL - Dimasukkan batu didih - Ditambahkan 0,4 g HgSO4, 10 mL K2Cr2O7 0,25 N, 5 mL reagen asam sulfat-perak sulfat - Dikocok perlahan - Diletakkan dibawah kondensor - Direfluks 2 jam - Didinginkan gelas refluksnya - Dibilas 10 mL akuades - Ditambahkan 3-4 tetes indikator feroin Dititrasi dengan larutan standar fero Kadar COD

29