Anda di halaman 1dari 27

ANALISIS INSTRUMEN

SIGNAL DAN NOISE

Signal danNoise
A. SIGNAL-TO-NOISE RATIO Pengukuran analitik terdiri dari 2 komponen, yaitu: respon instrumen fluktuasi random (noise) Noise - fluktuasi random dari perulangan pengukuran yang terjadi
pada suatu basis kontinyu.

- standard deviasi (s atau s) dari suatu sinyal instrumen.

Signal to Noise Ratio:


S mean signal x N standard deviation s S 1 N RSD

Signal-to-Noise
A. SIGNAL-TO-NOISE RATIO

Signal

Noise High = Stand Dev.

Noise Low = Stand Dev.

Signal-to-Noise
A. SIGNAL-TO-NOISE RATIO
spektra
Low Signal High Noise

High Signal Low Noise

Signal-to-Noise
A. SIGNAL-TO-NOISE RATIO Estimating Signal-to-Noise Ratio

x = 0.9 x 10-15 A Nt = 1.0 x 10-15 A

s = Nt/5 = 1.0 x 10-15/5 = 0.2 x 10-15

x = 0.9 x 10-15

S/N = x/s = 0.9 x 10-15/0.2 x 10-15 = 45

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Terdapat 2 tipe noise yg akan mempengaruhi analisis: Chemical Noise Instrumental Noise Chemical Noise berasal dari banyak variabel yg mempengaruhi sifat kimia sistem yg diamati. Chemical Noise sangat tergantung pada metode yg digunakan (preparasi sampel, penyimpanan sampel, dll)

Sumber chemical noise: Temperatur Tekanan Kelembaban Interaksi kimia

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Terdapat 2 tipe noise yg akan mempengaruhi analisis: Chemical Noise Instrumental Noise Instrumental Noise - tiap komponen instrumen (sumber, input transducer, output transducer, dll.) berkontribusi pada noise total dalam sinyal analitik suatu instrumen. Instrumental noise sangat kompleks dan sulit dikarakterisasi, hanya beberapa jenis saja yg bisa dimengerti. Thermal Noise Shot Noise Flicker Noise Environmental Noise

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Instrumental Noise
1. Thermal Noise

Disebabkan oleh perubahan termal dari elektron atau pembawa muatan lain dalam komponen elektronik (mis: resistor, kapasitor, radiation transducer, dll).

Sering disebut juga : Johnson Noise Thermal Noise tidak terjadi pada 0oK (- 273oC) Magnitude of thermal noise :

rms 4kTRf

rms= root-mean-square noise voltage k = Boltzmann constant (1.38 x 10-23 J/K) T = Temperature (K) R = Resistance of a resistive element (W) f = frequency bandwidth (Hz)

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Instrumental Noise
1. Thermal Noise

Magnitude of thermal noise :

rms 4kTRf

magnitude of thermal noise bergantung pada frequency bandwidth, bukan pada frequency sinyal.

bergantung pada response time dari suatu instrumen.

1 3t r

tr = response time

Cara untuk mereduksi thermal noise: 1) Persempit bandwidth 2) Kurangi jumlah resistive element 3) Kurangi temperatur komponen electronik

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Instrumental Noise
2. Shot Noise Disebabkan oleh fluktuasi arue karena elektron melewati junction (tempat yg tidak semestinya).

Magnitude of shot noise :

irms 2Ief

irms I e f

= root-mean-square current fluctuations = average direct current (A) = charge of an electron e- (1.60 x 10-9 C) = frequency bandwidth (Hz)

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Instrumental Noise
3. Flicker Noise Merupakan kebalikan dari frekuensi dari sinyal. tergantung pada frekuensi. signifikan pada frekuensi < 100 Hz dapat direduksi dengan penggunaan resistor khusus (metalik)

Signal-to-Noise
B. SUMBER NOISE Instrumental Noise
4. Environmental Noise Kebanyakan berasal dari konduktor di instrumen yg bertindak seolah-oleh seperti antena, melakukan pick up sinyal dari sumber listrik, radio transmitters, dll. Disebabkan oleh induksi aliran arus listrik melalui/dekat dengan sumber panas. Cara untuk mereduksi environmental noise: 1) pindahkan/jauhkan dari sumber noise. 2) penggunaan sumber listrik yg stabil. 3) mengontrol temperatur ruangan

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT
Beberapa metode hanya memerlukan S/N minimal (misal: MS) Jika suatu metode membutuhkan sensitivity dan accuracy yg tinggi, S/N dapat dijadikan parameter dalam precision. Terdapat 2 jenis metode untuk meningkatkan S/N : 1) Hardware Devices 2) Software Methods

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 1) Hardware Devices for S/N Enhancement
Grounding, shielding, dan minimizing panjang sirkuit elektronik dalam instrumen untuk mereduksi environmental electromagnetic noise.
Difference and instrumentation amplifiers digunakan untuk mereduksi noise dalam transducer.

Analog filters digunakan untuk memilih frekuensi.


Jenis analog filters: a) Low pass filters b) High pass filters c) Band pass filters

Modulation mengkonversi frekuensi sinyal analitik untuk menghilangkan noise khusus.

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 1) Hardware Devices for S/N Enhancement
a. Low Pass Filter menghilangkan high frequency noise, seperti thermal noise dan shot noise, dan mengijinkan low frequency signals untuk lewat. digunakan dalam instrumen yg merekam low frequency analytical signals.
Raw Data Filtered Data

Low Pass Filter

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 1) Hardware Devices for S/N Enhancement
b. High Pass Filter menghilangkan low frequency noise, seperti flicker noise (1/f), dan mengijinkan high frequency signals untuk lewat.

digunakan dalam instrumen yg merekam high frequency analytical signals.


Raw Data Filtered Data

High Pass Filter

Time

Time

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 1) Hardware Devices for S/N Enhancement
c. Band Pass Filter menghilangkan semua frekuensi kecuali frekuensi yg diinginkan. merupakan gabungan dari low pass filter dan high pass filter.
1.0

Low Pass Low Pass High Pass High Pass

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.01 0.1 1.0 10

Band Pass

Relative Signal

Relative Signal

0.6 0.4 0.2

Band Pass Filter

0.01

0.1

0.01 1.0 0.1 10

1.0 100

10 1000 1000 100 10,000

10,000

Relative Signal

0.8

100

1000

10,000

Hz Frequency,Frequency, Hz

Frequency, Hz

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 1) Hardware Devices for S/N Enhancement Modulation mengkonversi low frequency atau sinyal

DC dari tranducer menjadi high frequency.

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
Metode ini diterapkan menggunakan kecanggihan komputer yang digabungkan pada suatu insrumen. Yang umum digunakan adalah :
a. b. c. Ensemble averaging Boxcar averaging Digital filtering 1. Fourier transform 2. Least-squares polynomial smoothing

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
a. Ensemble Averaging

Sx

i 1

Si
n AND

N (rms noise)

i 1

S x S i
n

sehingga:

Sx N

Sx
i 1

S x S i
n

Sx
i 1 2 S S x i n

Dimana

Sx = average signal (point) Si = individual measurement of the signal n = number of measurements

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
a. Ensemble Averaging
Signal

A Single Spectrum
1.5

S 0.91

N 0.289

S/N 3.14

1.0

0.5

0.0 0 100 200 300 Time (s) 400 500 600

Average of Sixteen Spectra


1.5

S 0.90

N 0.070

S/N 12.81

Signal

1.0

0.5

0.0 0 100 200 300 Time (s) 400 500 600

Sx S n 1 16 3.14 12 .56 N N1

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
a. Ensemble Averaging

Contoh : pH dari suatu sampel cairan diukur berulang dengan hasil sebagai beikut:

7.034, 7.047, 7.012, 7.041, 7.026, 7.038


Hitung S/N untuk data pengukuran tersebut!

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
a. Ensemble Averaging

Jawab :
No.
1 2 3 4 5 6

Si
7.034 7.047 7.012 7.041 7.026 7.038

Sx-Si
-0.001 -0.014 0.021 -0.008 0.007 -0.005

(Sx-Si)2
0.000001 0.000196 0.000441 0.000064 0.000049 0.000025 0.000776

Sx

S n

42 .198 7.033 6
0.000776 6

2 S S x i

0.011372

= 42.198

Sx 7.033 618.4 N 0.011372

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
b. Boxar Averaging digunakan untuk sinyal kompleks yg berubah cepat terhadap waktu.

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
c. Digital Filtering

Fourier Transform mengkonversi data waktu menjadi frekuensi.

Signal-to-Noise
C. SIGNAL-TO-NOISE ENHANCEMENT 2) Software Methods for S/N Enhancement
c. Digital Filtering Least-squares polynomial smoothing Mereduksi high frequency noise menjadi bentuk low frequency.

Materi selanjutnya.

ANALISIS INSTRUMEN I
PENDAHULUAN SPEKTROSKOPI