Anda di halaman 1dari 16

kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Ibu kota kabupaten ini terletak diWangi-Wangi Wakatobi juga merupakan nama kawasan taman nasional yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan luas keseluruhan 1,39 jutahektare, menyangkut keanekaragaman hayati laut skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Wakatobi berdasarkan harga berlaku pada tahun 2003 sebesar Rp. 179.774,04,juta

Kabupaten Wakatobi berbentuk kepulauan dan terletak di tenggara Pulau Sulawesi. Secara astronomis, Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa, membujur dari 5,00 sampai 6,25 Lintang Selatan (sepanjang 160 km) dan melintang dari 123,34 sampai 124.64 Bujur Timur (sepanjang 120 km)

Luas Luas wilayah daratan Kabupaten Wakatobi adalah 823 km, sedangkan wilayah perairan lautnya diperkirakan seluas 18.377,31 km. Iklim Kabupaten Wakatobi sama seperti daerahdaerah lain di Indonesia mengalami dua musim, yakni musim hujan dan musimkemarau. sehingga daerah ini beriklim tropika.

Jumlah penduduk jumlah penduduk sebanyak 91.497 jiwa atau selama tiga tahun naik sejumlah 3.704 jiwa atau sekitar 1,41 persen per tahun.

Ketenagakerjaan Penduduk usia kerja sebanyak 70.343 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 23.981 jiwa atau 34,09% dan perempuan sebanyak 36,362 jiwa atau 65,91%. Bila dilihat menurut lapangan usaha maka yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan jumlah 43,609 jiwa atau 61,99%, kemudian sektor perdagangan15.635 jiwa atau 17,02%, disusul sektor jasa, industri dan transportasi.

Pendidikan Taman Kanak-kanak pada tahun 2003 ada sebanyak 22 unit yang tersebar di lima kecamatan. Dari jenjang Pendidikan Sekolah Dasar tercatat jumlah sekolah pada tahun 2003 sebanyak 101 unit.. Pada jenjang pendidikan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) terdapat 16 unit sekolah pada tahun 2003, Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tahun 2003 terdapat 4 unit sekolah.

Kesehatan Wakatobi belum ada Rumah Sakit Umum. Terdapat 7 unit Puskesmas keperawatan 12 unit Puskesmas Pembantu, Dokter Umum sebanyak 5 orang, SKM sebanyak 2 orang, paramedis sebanyak 85 orang pembantu paramedis sebanyak 9 orang.

Agama
Tempat ibadah menurut agama, terlihat bahwa tahun 2003, Masjid sebanyak 112 buah dan Mushollah 22 buah sementara Gereja, Pura dan Vihara tidak ada.

Pertanian, perkebunan, dan kehutanan tanaman ubi kayu merupakan tanaman yang paling tinggi produksinya, dimana Pada tahun 2003 sebesar 40.199 ton, jagung sebesar 1.715 ton, ubi jalar sebesar 58 ton, padi ladang dan kacang tanah masing-masing hanya sebesar 8 dan 4 ton. produksi buah-buahan yang terbanyak dihasilkan, yaitu mangga sebanyak 9.229 kw pisang sebanyak 5.788 kw jeruk sebanyak 4.134 kw.

Produksi sayur-sayuran yang terbanyak adalah kacang panjang sebanyak 229 kw, m terung sebanyak 210 kw, kangkung sebanyak 205 kw, bawang merah sebanyak 160 kw. produksi perkebunan rakyat yang terbanyak adalah kelapa dalam yaitu sebanyak 225 ton, jambu mete 59 ton, kelapa hibrida 8 ton, kakao 6 ton, kopi 3 ton pala yang hanya sebanyak 0,35 ton. hutan lindung dengan lahan seluas 11.300 ha.

Peternakan dan perikanan


Populasi ternak besar pada tahun 2003 yang ada hanya sapi sebanyak 308 ekor. Populasi ternak kecil tahun 2003 yang ada hanya kambing sebanyak 9.789 ekor. Produksi perikanan tahun 2003 berjumlah 17.985,60 ton yang terdiri dari perikanan laut 17.453,60 ton dan hasil budidaya laut berupa rumput laut sebanyak 532 ton.

Industri dan energi yang ada baru industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Jumlah industri kecil sebanyak 107 unit dengan tenaga kerja sebanyak 514 orang industri kerajinan rumah tangga (home industry) sebanyak 1.290 unit dengan tenaga kerja sebanyak 1.863 orang. Jumlah pelanggan Listrik Negara pada tahun 2003 sebanyak 9.652 produksi listrik ada sebesar 6.278.762 kwh dengan tenaga listrik terjual sebesar 5.367.403 kwh dan nilai penjualan sebesar 2.791.737.755 ribu rupiah

Perdagangan Untuk tahun 2003 total volume komoditi yang diperdagangkan adalah sebesar 233.650,13 ton dengan nilai 28.639.873 ribu rupiah. Komoditi kehutanan merupakan komoditi tertinggi yang diperdagangkan, yaitu sebesar 231.529,68 ton dengan nilai sebesar 13.761.355 ribu rupiah, komoditi pertanian tanaman pangan sebesar 1.355,29 ton dengan nilai 3.756.470 ribu rupiah, komoditi peternakan yang hanya mencapai 3,95 ton dengan nilai 5.928 ribu rupiah, perkebunan dengan nilai 9,59 ton dengan nilai 1.902.403 ribu rupiah.