Anda di halaman 1dari 4

Mekanisme kerja antibiotik menurut Kee (1996), Sumardjo (2008), dan Yuniriyadi (2009) terdiri dari beberapa aksi,

yaitu: A. Menghambat sintesis dinding sel; 1. Beta Laktam, a. Penisilin, 1) Generasi I 2) Generasi II (antipenisilinase) 3) Generasi III 4) Genrasi IV b. Sefalosporin, 1) Generasi I 2) Generasi II Cefadroxil, Cefaclor, Cephradin, Cefamandol, Cephalotin, Cefmetazole, Cephalexin,Cephapirin Cefodoxim, Cefoncid, Cefoxitin, Cefprozil, Cefotetam, Cefuroxime 3) Generasi III Ceftizoxime, Ceftriaxone, Moxalaxtam 4) Generasi IV Cefclidine, Cefepime, Cefluropenam, Cefoselis, Cefozopran, Cefpirome, Cefquinome c. Carbapenem, contohnya Imipenem d. Monobactam, contohnya Aztreonam 2. Non Beta Laktam atau Polipeptida, a. Vankomisin b. Basitrasin B. Mengubah atau mengganggu permeabilitas/ keutuhan golongan ini adalah mengganggu fungsi sehingga terjadi kematian pada bakteri. 1. Polimiksin, membran sel, cara kerja membran sitoplasma Cefixime, Cefotaxime, Ceftazidime, Amoxicillin, Ampicillin (aminopenisilin) Carbenicillin, Ticarcillin, Piperacillin, Azlocillin Penisilin G, Penisilin V (alami) Methicillin, Cloxacillin, Dicloxacillin, Nafcillin

2. Polienenes, 3. Imidazole,

C. Menghambat sintesis protein bakteri; Obat golongan ini bekerja dengan mengikat ribosom yang ada pada bakteri, yaitu ribosom 30s, 50s, 70s, serta ribosom mRNA. 1. Aminoglikosida, berikatan dengan ribosom 30s dan 70s 2. Kloramfenikol, berikatan dengan ribosom 50s 3. Tetrasiklin, berikatan dengan ribosom 30s dan 70s Spektrumnya luas 4. Makrolida, berikatan dengan ribosom 50s Eritromisin, Azitromycin, Clarithromycin, Spiramycin 5. Klindamisin, Linkomisin D. Mengganggu metabolisme sel/ antagonis asam folat, obat golongan ni mempunyai efek kerja seperti pada golongan penghambat sintetis DNA, yaitu penghambatan dalam proses pembentukan purin. 1. Sulfonamid, Sulfonamide secara struktural analog dengan asam p-amino benzoat (PABA). Obat ini bekerja secara bakteriostatik. Cara kerjanya adalah pengubahan sulfonamide oleh enzim dihidrofolat sintase menjadi analog asam folat yang tidak berfungsi. Normalnya enzim inilah yang bertugas mengubah PABA menjadi asasm dihidrofolat. Jadi sulfonamide hanya efektif terhadap bakteri-bakteri yang tidak dapat membuat PABA atau membutuhkan PABA ekstrasel. 2. Thrimethropim, Thrimethropim bekerja dengan cara penghambatan kerja enzim asam dihidrofolat reduktase yang bertugas mengubah asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat. Absorpsi baik melalui

usus dan distribusi luas seperti sulfonamide. Sifatnya lebih larut dalam lipid. Pengobatan dengan thrimethropim tunggal dapat diberikan untuk infeksi saluran kemih akut. Selain itu karena thrimethropim dapat terakumulasi pada cairan prostate dan cairan vagina, thrimethropim sering digunakan pada infeksi prostate dan vagina. 3. Campuran, Co-trimoxazole Gabungan kombinasi antara sulfonamide dan thrimethripim ini sering kali digunakan. Karena thrimethropim punya kelarutan lipid yang besar, perbandingan thrimethropi : sulfonamide = 1 : 5 untuk tiap co-trimoxazole. E. Mengganggu sintesis/transkripsi asam nukleat (DNA) bakteri; 1. Inhibitor Replikasi DNA, Obat golongan inhibitor replikasi DNA bekerja dengan mem-blok aksi gyrase dan DNA topoisomerase. a. Quinolone, Fluoroquinolone 1) Generasi I acid, piromidic acid, pipemidic acid, rosoxacin 2) Generasi II lomefloxacin, nadifloxacin, norfloxacin, ofloxacin, pefloxacin, rufloxacin 3) Generasi III levofloxacin, moxifloxacin, temafloxacin, tosufloxacin 4) Genrasi IV sitafloxacin, trovafloxacin, prulifloxacin, clinafloxacin, garenoxacin, gemifloxacin, pazufloxacin, sparfloxacin, balofloxacin, gatifloxacin, grepafloxacin, ciprofloxacin, enoxacin, fleroxacin, cinoxacin, flumequine, nalidixic acid, oxolinic

b. Netroimidazole Contohnya adalah Metronidazole 2. Inhibitor Polimerase RNA, Obat golongan inhibitor polymerase menghambat dengan cara berikatan kuat dengan enzim rNA polymerase sehingga DNA yang telah bertrankripsi tidak bisa diubah menjadi mRNA. a. Rimfamycin 3. Inhibitor Metabolisme Nukleotid, Obat golongan inhibotor metabolik nukleid menghambat sintetis DNA dengan cara konversi senyawa ini menjadi tiphosphate dan menghambat thymidine kinase dan polymerase DNA sehingga ada penambahan DATP ke dalam DNA dan kekurangan tymine untuk replikasi DNA a. Acyclovir