Anda di halaman 1dari 3

Gejala- gejala umun yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah : 1.

Hot Flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. Penyebab dari hot flashes ini karena menurunnya sekresi luteinizing hormone (LH). 2. penurunan drastis kadar hormon estrogen dan progresteron akan diikuti berbagai perubahan fisik seperti kulit mengendur, inkontinensia (gangguan kontrol berkemih) pada waktu beraktivitas, jantung berdebar-debar, hot flushes (peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba), sakit kepala, mudah lupa, sulit tidur, rasa semutan pada tangan dan kaki, nyeri pada tulang dan otot Dalam jangka panjang rendahnya kadar hormon estrogen setelah menopause menimbulkan ancaman osteoporosis (pengeroposan tulang) yang membuat udah patah tulang serta peningkatan resiko gangguan kardiovaskuler. 3. Perubahan kulit menjadi kering dan keriput Estrogen berperan dalam menjaga elastisitas kulit, ketika mensturasi berhenti maka kulit akan terasa lebih tipis, kurang elastis terutama pada daerah sekitar wajah, leher dan lengan karena penurunan drastis kadar estrogen. 4. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul rasa nyeri. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina. 5. Osteoporosis kerapuhan tulang akibat dari hormon esterogen yang semakin rendah, dan juga dapat dipengaruhi masa diet yang tidak cukup baik dalam memenuhi nutrisi dan kalsium yang cukup. Proses pematangan sel tulang terhambat, kadar mineral tulang rendah sehingga tulang mudah patah.

6. Kegemukan atau obesitas Penyebaran lemak di tungkai, pinggul, perut bagian bawah dan lengan atas. 7. Jantung berdebar-debar 8. Gejala perkemihan, yaitu menjadi sering berkemih dan ngompol. Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol. 9. Perdarahan Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan 10. Perubahan pada mulut. Pada saat ini kemampuan mengecap pada wanita berubah menjadi kurang peka, sementara yang lain mengalami gangguan gusi dan gigi menjadi lebih mudah tanggal. 11. Perubahan-perubahan organ reproduksi yaitu: a. Uterus Uterus mengecil karena atrofi endometrium serta hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan antar sel. b. Tuba Fallopii Lipatan-lipatan tuba menjadi pendek, menipis, mengkerut dan endosalping menipis dan mendatar serta silia menghilang. c. Ovarium Ovarium menciut, terjadi penurunan fungsi ovarium untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, berhenti menghasilkan sel. d. Servik (leher rahim) mengerut. e. Vagina Terjadi penipisan dinding vagina, kurang elastis, secret/lender vagina mulai

menghilang. f. Vulva Jaringan vulva menipis karena berkurangnya jaringan lemak, kulit menipis. Pembuluh darah berkurang, sering terjadi dispareunia karena mengkerutnya introitus vulva. 2 Perubahan tubuh karena kurang hormon estrogen a. Dasar panggul Kekuatan dan elastisitasnya menghilang sehingga alat kelamin bagian dalam menurun. (Prolapsus uteri). b. Anus Tonus sfingter melemah dan menghilang sering terjadi inkontinensia alvi. c. Vesika urinaria Sfingter melemah dan menghilang d. Kelenjar payudara g. Puting susu mengecil, kurang erektil, mamae kendor dan mendatar.