Anda di halaman 1dari 123

DASAR-DASAR KEPEMERINTAHAN YANG BAIK

DIDING K ATMAWINATA

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

PERKENALAN

hadeka bdg 14/3-2011

CAMAT,KABAG, BAPEDA, SEK K ODYA, RESIDEN, SEKDAPROV

DIDING K ATMA WINATA

DASAR-DASAR

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

1. MATA DIKLAT INI BERKAITAN DGN

MATA DIKLAT OPERASIONAL PELAYANAN PRIMA TERUTAMA YG BERHUBUNGAN DG PEMBAHASAN MENGENAI PELAYANAN PUBLIK YG PRINSIP2 NYA JUGA MENGANDUNG DAN MENCERMINKAN NILAI DAN PRINSIP2 KEPEMERINTAHAN YG BAIK 2. PEMAHAMAN YG LEBIH LUAS AKAN DIBERIKAN DAN DIBAHAS PADA DIKLATPIM III DALAM MATA DIKLAT MEMBANGUN KEPERINTAHAN YANG BAIK DAN 3. BERLANJUT PADA DIKLLATPIM II DAN DIKLAT KEPEMIMPINAN SELANJUTNYA
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

3. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :


MEMBERIKAN PENGETAHUAN DAN WAWASAN KEPADA 1 PARA PESERTA AGAR MENGENAL LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL POLITIK ANTARA PEMERINTAH DENGAN MASYARAKAT DLM KEHIDUPAN MASYARAKAT YG SEMAKIN KOMPLEKS, DINAMIS, DAN KEANEKARAGAMAN; MEMBERIKAN DASAR2 PENGERTIAN, PRINSIP2, DAN 2 KARAKTERISTIK PEMERINTAHAN DAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK DLM RANGKA INTERAKSI SOSIAL TERSEBUT DAN MEMBERIKAN PENGETAHUAN DAN WAWASAN PRAKTIS 3 MENGENAI IMPLIKASI PENERAPAN KONSEP PEMERINTAHAN DAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK DLM KONTEKS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI INDONESIA / KHUSUSNYA DI PEMDA
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: SETELAH MENGIKUTI PELATIHAN INI PESERTA MAMPU MEMAHAMI:

1. LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGAN 1


INTERAKSI SOSIAL POLITIK ANTARA PEMERINTAH DENGAN MASYARAKAT 2. PENGERTIAN DAN PRINSIP2 2 KEPEMERINTAHAN SEBAGAI WUJUD PERGESERAN PARADIGMA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARI PARADIGMA PEMERINTAH MENJADI PARADIGMA KEPEMERINTAHAN
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

. 3 3. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK

KEPEMERINTAHAN YANG BAIK SEBAGAI PARADIGMA ADMINISTRASI PUBLIK YANG BARU DAN BERKEMBANG DEWASA INI. 4 4. IMPLIKASI DAN PENERAPAN KONSEP KEPEMERINTAH AN YANG BAIK DI INDONESIA, KUSUSNYA DALAM SEKTOR PEMERINTAHAN TERTENTU SEPERTI HALNYA UNIT KERJA DIMANA PESERTA DIKLATPIM BERASAL
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PERKEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL POLITIK ANTARA PEM DGN MASY.

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN NASIONAL DARI WAKTU KEWAKTU DIRASAKAN BUKAN SEMAKIN MUDAH DAN RINGAN , NYATANYA KITA JUSTRU DIHADAPKAN KPD KONDISI YG SEMAKIN SULIT,KOMPLEKS, DINAMIS DAN BERANEKA RAGAM SEJALAN DGN PERKEMBANGAN TINGKAT KEBUTUHAN, KESEJAHTERAAN, DAN KEMAJUAN MASY BANGSA INDONESIA YANG SEMAKIN MENINGKAT DAN JUGA BANGSA2 LAIN 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

KECENDERUNGAN PERGESERAN INTERAKSI SOS-POL ANTARA PEM DGN MASY TSB DITANDAI DGN SEMAKIN MENINGKATNYA PERAN SEKTOR SWASTA DAN LSM DLM PENYELEGG TUGAS DAN TG JAWAB YG SEBELUMNYA MENJADI SEMACAM MONOPOLI PEMERINTAH ATAU SEKTOR PUBLIK DISISI LAIN ADANYA KETERBATASAN KEMAMP PEMERINTAH UNTUK MEMENUHI ANEKA RAGAM KEBUTUHAN MASY TERSEBUT
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

KONSEKUENSINYA PEMERINTAH HARUS MELAKUKAN INOVASI KEBIJAKAN DAN PRAKTEK ADMINISTRASI PUBLIK YANG BARU YANG LEBIH MAMPU MENJAWAB TANTANGAN PERKEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL POLITIK TSB. MELALUI KERJASAMA /KOLABORASI YANG EFEKTIF DENGAN SEKTOR SWASTA DAN MASYARAKAT (SOCIETY)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PENGARUH INTERNAL DAN EXTERNAL

Krisis multi dimensi yang mengakibatkan instabilitas politik, ekonomi,integritas bangsa,kepercayaan masy, penegakan hukum, kriminalitas, pengangguran, kemiskinan melemahnya daya saing, kesadaran masyarakat akan transparansi, demokratisasi, desentralisasi, akuntabilitas dll
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Globalisasi yang dipacu oleh perkembangan teknologi informasi dan semangat liberalisme menuju dunia tanpa batas (borderless world) ditandai al. dgn persaingan bebas, kebijakan2 yg dikeluarkan oleh organisasi internasional seperti APTA, APEC, WTO, WORL BANK, IMF DAN ORGANISASI2 HAM Perkembangan IPTEK Mengharuskan adanya perubahan ADNEG
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Perubahan sosial masyarakat

Perubahan aspek teknologi, komunikasi, gaya hidup,budaya, fashion, dsb. menuntut masyarakat tahu lebih banyak tapi tak memiliki kesempatan mengakibatkan masyarakat pada kedudukan yang sangat rentan terhadap berbagai dampak perubahan
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Sektor swasta : tumbuh perusahaan2 multinasional mendorong operasi dan adm yang semula tersentralisir mengarah pada manajemen unit2 cabang (desentralisasi) Semakin pesatnya pertumbuhan LSM/NGO baik lokal, nasional, maupun internasional SEHINGGA MAU TIDAK MAU, SUKA TIDAK SUKA KITA HARUS MENGUBAH PARADIGMA PEMERINTAH KE PARADIGMA KEPEMERINTAHAN YANG PRAKTEK TERBAIKNYA ADALAH GOOD GOVERNANCE
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

6 MASALAH INDONESIA
KORUPSI YANG TELAH MEMBUDAYA INFRASTRUKTUR YANG PARAH BIROKRASI YANG UNDER MANAGE (TIDAK MENGUASAI MASALAH) SDM YANG TIDAK KOMPETITIF SISTEM PERPAJAKAN YANG BURUK GOVERNANCE YANG BELUM BAIK
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

BAYI BARU LAHIR SUDAH PUNYA UTANG RP 5,87 JUTA


JUMLAH UTANG PEMERINTAH S/D DESEMBER 2004 RP.1.349 TRILYUN PENDUDUK NKRI 230 JUTA JIWA SETIAP PENDUDUK PUNYA UTANG RP.5,87 JUTA ASET NKRI RP.851,9 TRILYUN JADI MASIH KURANG RP.500 TRILYUN

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

PERPUTARAN UANG; 90 % DIKUASAI ASING DAN NONPRI, HANYA 10 % YG DIPEREBUTKAN OLEH KITA (PRI) DATA BPS 2004: 83 % LULUSAN PT MENJADI KARYAWAN, HANYA 6% JADI WIRAUSAHAWAN DUNIA USAHA DIKUASAI LULUSAN SD SEBAYAK 35.125 ORANG DAN SMP 17.248 ORANG BAGAIMANA DAPAT BERHASIL BAIK?
(DARI DIREKTUR INTREPENEUR COLLEGE26 APRIL 2006)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

1. 2. 3.

4.
5.

6.
7.

7 HAL YANG PERLU PENANGAN SEGERA PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN PENANGANAN MASALAH PENDIDIKAN PENANGANAN MASALAH KESEHATAN PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DAERAH TERPENCIL PERBAIKAN PELAYANAN PUBLIK EFEKTIFITAS & EFISIENSI BIROKRASI
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PENDAPAT PARA AHLI ADMINISTRASI NEGARA Andrew Dunsire (1993: 3-34) : semuanya itu memerlukan kapasitas tersendiri utk dpt mengelola dan mengendalikannya baik pemerintah atau siapapun tdk mungkin dpt mengelolanya dengan cara2 yg konvesional. Perlu perubahan2 utk menyesuaikan diri thd kecenderungan perkembangan kehidupan masy yg semakin dinamis, kompleks, keanekaragaman dan kritis.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Kooiman (1993) : How can a dynamic, complex and diverse sosio-political world be governed in a dynamic, complex and diverse way? Ashby (1957) : bahwa untuk menghadapi kondisi yg kompleks, dinamis dan sangat beragam tsb diperlukan model kepemerintahan yang beragam pula

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Renate Mayntz (1993): Yg sebenarnya bukan hanya jenis instrumen pemerintahan apa yg penting itu, tetapi adalah format kelembagaan, proses penyusun an kebijakan yang mampu menjamin bahwa dalam setiap proses pengambilan keputusan, informasi yg dipertimbangkan tidak terbatas pada kebutuhan dan kehawatiran mengenai siapa yg akan menjalankan kebijakan , tetapi yg lebih penting adalah informasi mengenai indikasi efek sampingan, saling ketergantungan dan permasalahan lainnya yg akan muncul.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

APA DINAMIKA SISTEM SOSIAL POLITIK ?

Dapat dipandang sebagai suatu hubungan sebab akibat diantara berbagai variabel, baik yang bersifat linier maupun non linier. Adalah suatu kondisi dimana sistem tsb berubah dari satu kondisi ke kondisi yg lain karena adanya tekanan atau dorongan Atau pengaruh dari faktor2 eksternal seperti gejala alam, perkemb teknologi, maupun kekuatan2 sosial politik lainnya. 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Pengaruh dari luar atau dari dalam itu dapat meng- akibatkan terjadinya ketidakseimbangan (disequilibrium) sistem yg kemudian dikoreksi dg berbagai upaya perbaikan dan penyempurnaan utk memperoleh keseimbangan sos- pol yg baru. Contoh : Gerakan Pemuda pelajar, mahasiswa yang didukung oleh ABRI pada Th 1966 yang melahirkan orde baru, Gerakan mahasiswa 1997/1998 telah melahirkan gerakan reformasi
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Kooiman (1993:38) bhw dinamika sistem sos-pol tdk mungkin dpt dipahami tanpa memiliki wawasan yg cukup mengenai interaksinya. Interaksi sos-pol tdk hanya menjelaskan proses makro yg berkaitan dg diferensiasi dan integrasi, tetapi juga proses kerjasama, kolaborasi, bahkan konflik2 sos-pol pada tataran mikro dan meso

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Kita telah mengenal apa yang disebut REINVENTING GOVERNMENT: How the interpreneurial spirits transforming the public sector (bagaimana semangat kewirausahaan diterapkan pada birokrasi) yang dikembangkan oleh David Orborne dan Ted Gaebler (1992) dari perubahan-perubahan paradigma yang berkembang di Amerika Serikat dan juga dinegara Eropa untuk menghindari kebangkrutan pemerintah pada tahun 1980 an
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

10 PARADIGMA REGO :
1. CATALYTIC GOVERNMENT (pemerintahan 2.

3.

4.
5.

yang katalis): Lebih banyak mengarahkan dari pada mengayuh/melayani. COMMUNITY-OWNED GOVERNMENT (pemerintahan milik masyarakat): lebih banyak memberi wewenang kepada masyarakat untuk melayani dirinya . COMPETITIVE GOVERNMENT (pemerintah yang kompetitif):menciptakan kompetisi yg sehat. MISSION-DRIVEN GOVERNMENT (pemerintah yang digerakan oleh misi). RESULT-ORIENTED GOVERNMENT (pemerintah yang berorientasi kepada hasil)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

6. CUSTOMER-DRIVEN GOVERNMENT (pemerintah yg berorientasi kepadd pelanggan): pemerintah yg memenuhi kebutuhan masy. 7. ENTEURPRISING GOVERNMENT (pemerintahan wirausaha): berorientasi kepada menghasilkan daripada membelanjakan 8. ANTISIPATORY GOVERNMENT (pemerintah yang antisipatif): lebih mementingkan pencegahan daripada pengobatan 9. DECENTRALIZED GOVERNMENT (pemerintah yang desentralisasi) 10.MARKET ORIENTED GOVERNMENT (pemerintah yang berorientasi pada pasar): selalu mengadakan perubahan sesuai dengan kehendak pasar
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

. Untuk membangun teori mengenai

kepemerintahan (governance) perlu dibedakan jenis2 interaksi sos-pol yg mencakup interferences (gangguan, pemengaruhan), interplays (keterlibatan), dan interventions (campur tangan)

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

PERUBAHAN PARADIGMA DARI GOVERNMENT MENJADI GOVERNANCE

BERBAGAI KEGAGALAN NEGARANEGARA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT DIHAMPIR SELURUH DUNIA SEMAKIN MENGUATNYA TUNTUTAN AKTUALISASI PERANAN MASYARAKAT DALAM BENTUK ASPIRASI MAUPUN PARTISIPASI AKTIF DALAM PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN .
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

DALAM INTERAKSI SOSIAL-POLITIK MASYARAKAT DENGAN PEMERINTAH , SEJALAN DENGAN SEMAKIN MENGUATNYA KESADARAN AKAN NILAI2 DEMOKRASI, MASYARAKAT MENUNTUT KETERLIBATANNYA DLM BERBAGAI PROSES PENYUSUNAN KEBIJAKAN, PERENCANAAN, PELAKSANAAN, MAUPUN EVALUASI DAN PENGENDALIAN.

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

BANYAK NEGARA2 YANG MENCOBA PENDEKATAN/POLA BARU YANG MENGUBAH PANDANGAN KLASIK BAHWA PEMERINTAHLAH YANG HARUS DOMINAN, SARWA NEGARA ATAU PEMERINTAH (GOVERNMENT) BERALIH DENGAN MEMBERIKAN PENEKANAN YG LEBIH BESAR KEPADA PERAN MASYARAKAT MELALUI KONSEPSI KEPEMERINTAHAN (GOVERNANCE)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

KONSEPSI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN (GOVERNING)


MERUPAKAN PROSES KOORDINASI, PENGENDALIAN (STEERING), PEMENGARUHAN (INFLUENCING) DAN PENYEIMBANGAN (BALANCING) SETIAP HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL POLITIK PERISPEKTIF HUBUNGAN YG TIDAK BERSIFAT TOP DOWN ATAU PENDEKATAN ATURAN-PUSAT-RASIONAL (RATIONAL-CENTRAL-RULE APPROACH) (Kooiman. 1993:255) TETAPI TIDAK BERARTI MENINGGALKAN SEPENUHNYA PERAN PEMERINTAH
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

INTERVENSI PELAKU SOSIAL POLITIK YANG BERORIENTASI KEPADA HASIL, YANG DIARAHKAN UNTUK MENCIPTAKAN POLA INTERAKSI YG STABIL ATAU DAPAT DIPREDIKSIKAN DALAM SUATU SISTEM (SOS-POL), SESUAI DENGAN HARAPAN ATAUPUN TUJUAN DARI PARA PELAKU INTERVENSI TSB

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

KONSEPSI KEPEMERINTAHAN (GOVERNANCE)


GOVERNMENT (PEMERINTAH) : THE AUTHORITATIVE DIRECTION AND ADMINISTRATION OF THE AFFAIRS OF MEN / WOMEN IN NATION, STATE, CITY, ETC (PENGARAHAN DAN ADMINISTRASI YANG BERWENANG ATAS KEGIATAN ORANG-ORANG DLM SEBUAH NEGARA, NEGARA BAGIAN, KOTA DSB. ATAU THE GOVERNING BODY OF A NATION, STATE, CITY, ETC (LEMBAGA ATAU BADAN YG MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN NEGARA, NEGERA BAGIAN, KOTA DSB)

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

KEPEMERINTAHAN (GOVERNANCE): THE ACT, FACT, MANNER, OF GOVERNING (TINDAKAN, FAKTA, POLA, DARI KEGIATAN ATAU PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN) ATAU SERANGKAIAN KEGIATAN (PROSES) INTERAKSI SOSIAL POLITIK ANTARA PEMERINTAH DGN MASYARAKAT DLM BERBAGAI BIDANG YG BERKAITAN DGN KEPENTINGAN MASYARAKAT DAN INTERVENSI PEMERINTAH ATAS KEPENTINGAN2 TSB (Kooiman.1993) MEMERINTAH MENGUASAI MENGURUS MENGELOLA (Prof Bintoro, 2000:34) PENYELENGGARAAN (Bondan Gunawan)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Tidak hanya berarti kepemerintahan sebagai suatu kegiatan tetapi juga mengandung arti pengurusan, pengelolaan, pengarahan, pembinaan, penyelenggaraan dan juga diartikan pemerintahan.
Oleh karena itu timbul istilah public governance, private governance, corporate governance, banking governance, education governance dsb.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Governance sebagai terjemahan pemerintahan kemudian berkembang dan menjadi populer dgn sebutan Kepemerintahan, dan praktek yang terbaiknya disebut kepemerintahan yang baik good governance atau good governance government (Modul sosialisasi Sistem AKIP:LAN dan BPKP;2000 dan PPNo.1o1 Th.2000 tentang Diklat Jabatan PNS)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Kepemerintahan: pelaksanaankewenangan/kekuasaan dibidang ekonomi, politik dan adm. untuk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatannya dan merupakan instrumen kebijakan negara. utk mendorong terciptanya kondisi kesejahteraan, integritas, dan kohesivitas sosial dlm mesyarakat. Hal ini mencakup berbagai metode yg digunakan utk mendistribusikan kekuasaan/kewenangan dan mengelola sumber daya publik dan berbagai orgs. yang membentuk pemerintahan serta melaksanakan kebijakan2 nya.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Konsep ini juga meliputi mekanisme, proses,dan kelembagaan yg digunakan oleh masyarakat. Baik individu maupun kelompok, untuk mengartikulasikan kepentingan2 mereka, memenuhi Hak-hak hukum, tanggungjawab dan kewajiban sbg Warga negara,dan menyelesaikan perbedaan2 diantara sesama(UNDP)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Bersasarkan pengertian tsb , UNDP mengidentifikasiakan ada 3 model kepemerintahan : Ekonomoc governance, yang meliputi poses pembuatan keputusan (decision making processes) yang memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam negeri dan interaksi diantara penyelenggara ekonomi. Economic governance mempunyai implikasi terhadap kesetaraan, kemiskinan dan kualitas hidup; Political governance, yg mencakup proses2 pembuatan berbagai keputusan untuk perumusan klebijakan, dan Administrative governance, yaitu sistem implementasi kebijakan
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

AKTOR DALAM PEMERINTAHAN (governance)


A. NEGERA DAN PEMERINTAHAN; KONSEPSI PEMERINTAHAN PADA DASARNYA ADLH KEGIATAN KENEGARAAN, TETAPI LEBIH JAUH DARI ITU MELIBATKAN PULA SEKTOR SWASTA DAN KELEMBAGAAN MASY MADANI (CIVIL SOCIETY ORGANIZATIONS). PENGERTIAN NEGARA (STATE) ATAU PEMERINTAHAN DALAM HAL INI SECARA UMUM MENCAKUP KESELURUHAN LEMBAGA POLITIK DAN SEKTOR PUBLIK. PERANAN DAN TG JAWAB NEGARA ATAU PEMERINTAH ADALAH MELIPUTI PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK, PENYELENG KEKUASAAN UTK MEMERINTAH, MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG KONDUSIF BAGI TERCAPAINYA TUJ. PEMBANGUNAN BAIK PD LEVEL LOKAL, NASIONAL, MAUPUN INTERNASIONAL DAN 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011 GLOBAL

B. SEKTOR SWASTA. PELAKU SEKTOR SWASTA MENCAKUP PERUSAHAAN SWASTA YG AKTIF BERINTERAKSI DLM SISTEM PASAR, SPT: INDUSTRI PENGOLAHAN (MANUFACTURING), PERDAGANGAN, PERBANKAN, DAN KOPERASI, TERMASUK JUGA SEKTOR INFORMAL . PERANAN SEKTOR SWASTA SANGAT PENTING DLM POLA KEPEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN, KARENA PERANNYA SEBAGAI SUMBER PELUANG UTK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, PENYERAPAN TENAGA KERJA, SUMBER PENERIMAAN, INVESTASI PUBLIK PENGEMBANGAN USAHA, DAN 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011 PERTUMBUHAN EKONOMI

C. MASAYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY). KELOMPOK MASYARAKAT DALAM KONTEKS KENEGARAAN PADA DASARNYA BERADA DIANTARA ATAU DITENGAH TENGAH ANTARA PERSEORANGAN DAN PEMERINTAH, YANG MENCAKUP BAIK PERSEORANGAN MAUPUN KELOMPOK MASY. YANG BERINTERAKSI SECARA SOSIAL, POLITIK DAN EKONOMI. MANFAAT KELEMBAGAAN MASYARAKAT SIPIL TERSEBUT PADA UMUMNYA DAPAT DIRASAKAN OLEH MASYARAKAT, MELALUI KEGIATAN FASILITAS MASYARAKAT MELALUI MOBILISASI
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Sebagai suatu pemikiran kontemporer, GOOD GOVERNANCE sering diartikan sebagai: CLEAN GOVERNMENT, GOOD GOVERNMENT, bahkan PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA. Memang GOOD GOVERNANCE mulai berkembang dari perhatian terhadap CLEAN GOVERNMENT DAN GOOD GOVERNMENT (Prof.Bintoro T)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PENGERTIAN GOOD GOVERNANCE MENCAKUP KEHIDUPAN YANG LUAS MULAI DARI ASPEK MORAL *AGAMA), HUKUM, POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN TERKAIT ERAT DENGAN TUGAS DAN FUNGSI EKSEKUTIF, LEGISLATIF DAN YUDIKATIF, DUNIA USAHA DAN MASYARAKAT. DARI FUNGSIONAL ASPEK; GOOD GOVERNANCE DAPAT DILIHAT DARI APAKAH PEMERINTAH TELAH BERFUNGSI SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN DALAM UPAYA MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DIGARISKAN? ATAU SEBALIKNYA?
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Pergeseran fungsi pemerintah


Dengan adanya perubahan per undang2 an, terjadi pergeseran fungsi utama Pemerintah/ Daerah, semula sebagai Promotor Pembangunan berubah menjadi Pelayan Masyarakat untuk itu perlu Pendayagunaan secara optimal unit-unit pemerintahan yang lansung berhubungan dgn masyarakat, al : Dinas Daerah, Kecamatan & Kelurahan Pemerintah tidak lagi berposisi sebagai penguasa dengan hubungan hierarchis thd masy. Melainkan sebagai mitra yang berkedudukan heterarchis dengan komponen lainnya (sektor swasta dan masyarkat)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Pemerintah adalah public servant Sayang kesadaran perlunya pelayanan umum dan manajemennya dikalangan pemerintahan masih sangat lemah, karena: 1. Kegiatan pemerintah bersifat monopoli, padahal tanpa kompetisi tidak akan tercapai efisiensi 2. Lebih mengandalkan kewenangan dpd mekanisme pasar maupun kebutuhan konsumen 3. Belum adanya akuntabilitas secara lengkap pada kegiatan pemerintahan 4.Lebih mengutamakan pandangan diri sendiri dpd pandangan konsumen yang dilayaninya 5. Kesadaran masyarakat sebagai konsumen produk pemerintahan masih sangat lemah, sehingga lebih
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PRINSIP-PRINSIP (5) GOOD GOVERNANCE


1. ACCOUNTABILITY (akuntabilitas/tanggung gugat):

Kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/pimpinan unit organisasi/lembaga kepada publik yang memiliki hak atau yang berwenang meminta pertanggungjawaban. Tanggung gugat; kalau salah pemerintah bisa digugat oleh masyarakat atau clientele penerima pelayana, badan usaha oleh share holder dan stake holder dan pengelolaan warga oleh anggotanya.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

2. TRANPARENCY (transparansi) ; dapat diketaghui oleh banyak pihak/yang berkepentingan mengenai perumusan kebijakan (publik) dari pemerintah, organisasi, dan badan usaha. Seleksi jabatan berdasarkan fit and proper test, pelelangan, pelaksanaan procurement, pemberian izin dan lain sebagainya dilakukan secara transparan
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

3. OPENESS (keterbukaan); Pemberian informasi secara terbuka, terbuka untuk open free suggestion,terbuka terhadap kritik, yang dilihat sebagai partisipasi untuk perbaikan, jadi kalau ada permintaan harus dapat memberikan penjelasan. Kalau di badan usaha, diminta memeriksakan due diligence (hak ketekunan/kerajinan), ya harus memberikan disclousre (penyingkapan)
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

4. RULE OF LAW (berdasarkan hukum); Artinya setiap keputusan, kebijakan pemerintah, organisasi, badan usaha yang menyangkut masyarakat, pihak ketiga dilakukan berdasarakan hukum (peraturan perundang-undangan yang sah). Jaminan kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat terhadap setiap kebijakanpublik yang diambil. Conflic resolution (penyelesaian konflik) bersasarkan hukum (termasuk arbitrase dan out of court settlement)

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

5. FAIRNESS,

a level playing field (perlakuan yang adil/perlakuan kesetaraan). Ini berlaku bagi pemerintah kepada masyarakat dalam pelayanan publik, perusahaan kepada pelanggan dan sebagainya.
hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

INDIKATOR GOOD GOVERNANCE


Karena posisi yang sama penting dari tiga aktor good governance, maka harus ditandai dengan proses yang sinergi antar tiga aktor tersebut. Oleh karena itu indikator GG mencakup: 1. Participatory 2. Sustainable (keberlanjutan) 3. Legitimate dan akseptabel bagi masy. 4. Transparan
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

5. Meningkatkan equity dan equality 6. Mengembangkan sumberdaya dan metode governance 7. Meningkatkan keseimbangan 8. Mentoleransi dan menerima perspektifperspektif yang bermacam-macam 9. Mampu memobilisasi sumberdaya untuk tujuan-tujuan sosial 10. Memperkuat mekanisme-mekanisme asli (indigenious) 11. Beroperasi berdasarkan aturan hukum
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

12. Efektif dan efisien dalam penggunaan sumber daya 13. Melahirkan dan memerintahkan respect & trust 14. Accountable 15. Mampu mendefinisikan dan mengambil keputusan bagi masalah-masalah nasional 16. Enabling dan fasilitatif 17. Lebih bersifat sebagai regulator daripada kontrol 18. Dapat mengatasi isu-isu temporer 19. Berorientasi pada pelayanan Tetapi secara umum indikator/karakteristik Good Governance dirumuskan menjadi 9 sbb:
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

10 KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE

PARTICIPATION; Setiap warganegara mempunyai suara dalam pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun melalui intermediasi institusi legitamate yang mewakili kepentingannya, yang dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

2. RULE OF LAW ;

Kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pilih bulu, terutama untuk HAM 3. TRANSPARENCY ; Transparansi yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi, prosesproses,lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan, yang dapat dipahami dan dimonitor
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

4. RESPONSIVENESS ;

Lembaga-lembaga dan prosesproses harus senantiasa melayani stekeholder.


5. CONSENSUS ORIENTATION ;

Good Governanance menjadi perantara kepentingan yang berbeda untuk memperoleh pilihan-pilihan terbaik bagi kepentingan yang lebih luas, baik dalam hal kebijakankebijakan maupun prosedur-prosedur.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

6. EQUITY;

Semua warga negara baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan atau menjaga kesejahteraan mereka. 7. EFFECTIVENESS AND EFFICIENCY; Proses-proses dan lembaga-lembaga sebaik mungkin menghasilkan sesuatu sesuai dengan apa yang telah digariskan dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

8. ACCOUNTABILITY ; Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat (civil society) bertanggung jawab kepada publik dan lembagalembaga stakeholder. Akuntabilitas ini tergantung kepada organisasinya dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal, atau eksternal oraganisasi dan atau untuk kepentingan umum.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Akuntabilitas meliputi: (1)Akuntabilitas organisasi / administrasi (2) Akuntabilitas legal (3) Akuntabilitas politik (4) Akuntabilitas profesional (5) Akuntabilitas moral

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

9. STRATEGIC VISION ; Para pemimpin maupun publik harus mempunyai perispektif /pandangan dan pengembangan kemanusiaan yang luas dan pandangan jauh kedepan sejalan dengan apa yang diperlukan untuk pembangunan manusia seutuhnya.

10. BEBAS KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME


9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

C (CORRUPTION) : KORUPSI M (MONOPOLY OF POWER) : MONOPOLI KEKUASAAN D (DISCRETION BY OFFICIALS) : KEBEBASAN BERTINDAK PEJABAT YANG DISALAH GUNAKAN A / T (ACCOUNTABILITY / TRANSPERENCY) : PERTANGGUNGJAWABAN / TRANSPARANSI
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Pola Pikir
Korupsi tumbuh dari adanya kewenangan yang diberikan oleh negara kepada seseorang tanpa disertai dengan sistem akuntabilitas yang memadai. Corruption = Power Accountability

C=PA
Kunci untuk memberantas korupsi yang sistematis ini adalah dengan membangun akuntabilitas dalam penyelenggaraan administrasi negara; selain melakukan tindakan-tindakan penegakan hukum terhadap para koruptor secara tegas dan konsisten serta berkelanjutan.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

TRANSFORMASI JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA SEKTOR PUBLIK DAN KONSEKUENSINYA


PEMERINTAH BERORIENTASI PADA PASAR PEMERINTAH YG KATALIS PEMERINTAH MILIK MASYARAKAT

SDM

PEMERINTAH DESENTRALISASI

STRUKTUR

PEMERINTAH YANG ANTISIPATIF

ADMINISTRASI NEGARA

PEMERINTAH YANG KOMPETITIF

KULTUR

PEMERINTAH WIRAUSAHA
PEMERINTAH YGBERORIENTA SI PELANGGAN

PEMERINTAH YG DIGERAKAN OLEH MISI PEMERINTAH YGBERORIEN TASIbdg PD14/3-2011 HASIL hadeka

SISTEM

9/18/2013

PEMERINTAH PEMERINTAH

BERKUALITAS SWASTA MASYARAKAT PELAYANAN ADLH AWAL PEMBELIAN -PRIVAT CORPORATIVE -BANKING SECTOR -N.G.O YG AKUNTABEL MANAJEMEN YG SEHAT PASAR YG TERKENDALI KEMITRAAN DAN KEPUASAN PELANGGAN

PARTISIPATIF

GOOD GOVERNANCE: 1. PARTICIPATION 2. RULE OF LAW 3. TRANSPERENCY 4. RESPONSIVENESS 5. CONSENSUS ORIENTATION 6. EQUITY 7.. EFFE & EFFFI 8. ACCOUNTABILITY 9. STRATEGIC VISION

PELAYANAN ADALAH

AWAL DARI
PEMBERDAYAAN BIROKRAT:YG NETRAL, RAMPING, BERSIH, DAN

SHARING

9/18/2013

10. BEBAS DARI KKN

hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Inovasi Kepemerintahan

Mengubah cara kerja pemerintah melalui perbaikan layanan terhadap warga, dunia usaha dan pemerintah lain. Inovasi Schumpeter: Creative destruction A series of behavior creating new ideas, products, services, institutions, programs, and policies, or refreshment of the existing ones to advance the status quo Rogers: invensi, adopsi dan difusi. Inovasi kepemerintahan Mengaplikaskan manajemen inovasi swasta dalam sektor publik, utamanya institusi pemerintah. Perubahan mendasar dalam organisasi dan proses pemerintah dengan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan melayani masyarakat serta memelihara kepentingan publik (public interests ).
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Manajemen Berbasis Kinerja


Defining Goals/Objectives and Desired Outcomes
Identifying the results goals and objectives that are targeted for achievement

Evaluating Performance and Using Results


Assessing performance and using the results to improve performance

Measuring and Reporting Performance


Selecting performance indicators, measuring and and reporting performancec

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Manfaat Manajemen Berbasis Kinerja


Menyediakan suatu pendekatan terstruktur dalam memfokuskan pada strategic

performance objectives

Menyediakan mekanisme yang secara akurat melaporkan kinerja pada manajemen yang lebih tinggi atau pada para stakeholder Melibatkan semua pihak dalam perencanaan dan evaluasi kinerja Menyediakan mekanisme untuk menghubungkan kinerja dengan pengeluaran anggaran

Menyediakan kerangka akuntabilitas yang sempurna


9/18/2013

Membagi tanggung jawab untuk hadeka bdg 14/3-2011 meningkatkan kinerja

Tantangan -

Pelayanan Publik

1`. Ketidakjelasan prosedur, standar pelayanan minimum; umpamanya jangka waktu dan biaya pelayanan 2. Pemberi layanan belum mengetahui (mengukur) efektivitas dan efisiensi kegiatan layanan yang dilakukan 3. Unit penyelenggara tidak mengetahui sejauh mana kinerjanya dalam memberikan layanan

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

HAMBATAN UMUM PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE TERLALU DOMINANNYA PEMERINTAH DALAM PERENCANAAN, DAN PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KURANG EFEKTIFNYA FUNGSI KONTROL PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN TIDAK TRANSPARAN BUDAYA MASYARAKAT BELUM MENDUKUNG BUDAYA BIROKRASI YANG BERORINTASI KEPADA ATASAN (ABIS) PENDAPATAN/GAJI BIROKRAT (PNS) BELUM MEMADA SAFETY FIRST LEADERSHIF MENGURANGI 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011 ENTREPRENEURSHIP

Manajemen Berbasis Kinerja


Komitmen dan pemahaman pimpinan instansi pemerintah tentang sistem akuntabilitas kinerja masih kurang Keengganan pimpinan untuk mengukur akuntabilitas instansinya Kurangnya kemampuan dan keahlian SDM Instansi Pusat /Daerah tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Lemahnya monitoring pelaksanaan SAKIP Tidak adanya / lemahnya implementasi hubungan dan pengaruh akan penilaian kinerja terhadap jenjang karir dan kesejahteraan pegawai.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

4. Tidak adanya manajemen kinerja (performance managemen); Pelayanan baik atau buruk tidak berpengaruh tehadap penilaian kinerja serta dampaknya. 5. Pengurusan izin melibatkan beberapa unit yang terpisah dan relatif berjauhan; lack of ownership dan egosektoral. 6. Ketidakjelasan penanganan pengaduan masyarakat 7. Masih adanya peraturan perundangan yang tumpang tindih atau kontradiktif

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Solusi Alternatip
Program Reformasi Birokrasi selama ini dijalankan secara sporadik.
Pusat versus daerah Capacity Building Seleksi Pejabat Struktural Namun hasilnya masih belum memuaskan, Beberapa sukses stories: Kabupaten Solok Jembrana dll

Untuk percepatan secara menyeluruh, salah satu solusi alternatipnya yaitu


9/18/2013

Reformasi Birokrasi
hadeka bdg 14/3-2011

Ruang Lingkup Reformasi


Penataan kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manajemen Kepegawaian Berbasis Kinerja Pembangunan Manajemen Keuangan Berbasis Kinerja Peningkatan Efektivitas Sistim Pengawasan Pengembangan Budaya Organisasi
Redefinisi fungsi pemerintah di tingkat pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Reformasi Manajemen dan Organisasi


Seleksi dan rekrutmen
Perubahan organisasi

Penempatan untuk posisi yang lowong Pelatihan Perbaikan deskripsi pekerjaan Evaluasi Kinerja Penegakan disiplin Remunerasi
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Skema Reformasi Birokrasi


PERENCANAAN
1. Satgas Reformasi Birokrasi 2. Identifikasi masalah sistemik 3. Kerangka Strategis Solusi Sistemk 4. Konferensi Reformasi Birokrasi 5. Kerangka strategis & Rencana Kerja

PELAKSANAAN
Solusi Masalah Sistemik

MANAJEMEN BERORIENTASI HASIL


Manajemen SDM Budaya Kerja

Strategi Modernisasi Program & Kegiatan

Reorganisasi
Sistem Imbalan Modern

Pelayanan Publik Iklim Investasi Kepastian Hukum Kesadaran Publik

6.

Perubahan Budaya Pembiayaan Pengukuran Kemajuan

7.

8.

Akuntabilitas

Manajemen Keuangan

Korupsi Turun

Umpan Balik
9/18/2013

Pendekatan Proyek Perintis

9. Monitoring & Evaluasi

hadeka bdg 14/3-2011

PROSES PERUBAHAN

Tantangan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi


Jumlah pegawai PNS, TNI, dan POLRI yang besar jumlahnya (+/- 4 juta ), sehingga reformasi secara bersamaan berdampak besar terhadap: Organisasi Penyesuaian jumlah pegawai Keuangan Politik. Belum adanya kesamaan urgensi untuk melakukan perubahan Korupsi belum dianggap sebagai musuh bersama Perubahan perilaku dan mindset Resistensi untuk berubah
Kewenangan di bidang civil service tersebar disejumlah instansi; Kementerian PAN, BKN, LAN, Depkeu, dan Depdagri.

Egosektoral
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Alternative Solusi (lanjutan)


Reformasi berdampak sangat besar, jadi pendekatan manajemen perubahan harus di pakai dan peran Leadership Komitmen-adalah prasyarat utama. Proses atau taskforce harus dipimpin oleh Presiden dengan anggauta yang mempunyai komitmen, kredibel, kompeten dan mempunyai perilaku sebagai agen perubahan. Analisis setiap elemen dari reformasi birokrasi serta penyelesaiannya, diantaranya: Penyesuaian jumlah pegawai; pensiun dini, outplacement; pelatihan, budaya kerja, kode etik. Sistim remunerasi dan dampak terhadap keuangan negara; jangka pendek dan jangka panjang. dll Keuangan: Donors sebagai salah satu tambahan alternatip
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Alternative Solusi ( Lanjutan )

Komunikasi ke stakeholder secara komprehensip dan terus menerus. Proses dilakukan secara transparan. Pendekatan Percontohan/Pilot Project ( Penegak Hukum; Pajak, Provinsi/ Kabupaten/ Kota ).

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Kunci Keberhasilan
(1) Perubahan paradigma segenap unsur (2) (3) (4) (5)

penyelenggara negara komitmen dan dukungan pimpinan; Konsistensi dan perbaikan berkelanjutan Pendidikan berkelanjutan segenap tingkatan aparatur Pembangunan dan pengembangan sistem informasi kinerja yang memadai di semua tingkatan instansi pemerintah.
hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

KESIMPULAN
Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) mempunyai tiga domain : pemerintah, masyarakat, swasta Prinsip-Prinsip Good Governance : Membangun partisipasi, Penegakan Hukum, Transparansi, Kesetaraan, Wawasan kedepan, Akuntabilitas, Pengawasan, Efisiensi & Efektifitas, Profesionalisme,Bebas dari KKN Ketiga domain governance : pemerintah, masyarakat, swasta harus bersinergi dengan baik. Pemerintah harus membuka akses, memulainya, kemudian diserahkan kepada pihak swasta atau masyarakat untuk melanjutkan. Sebelum penyerahan tersebut kepada pihak swasta atau masyarakat untuk melanjutkan, Pemerintah mempunyai peran pemberdayaan, sehingga muncul kemandirian.
=== KALAU MAU PASTI BISA ===
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Action plan
VISI/MISI INSTANSI VISI/MISI SKP TUPOKSI KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE LANGKAH2

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Jual beli
dikiri dan dikanan .. bayi-bayi diperjual belikan perempuan diperjual belikan diatas dan dibawah gelar-gelar dijual murah-murahan b.u.m.n dijual murah-murahan dikiri dan dikanan ... pangkat-pangkat dijual belikan pengadilan dijual belikan diatas dan dibawah tambang-tambang dijual murah-murahan pornografi dijual .menggairahkan
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

semua telah dijual semua telah tergadai semua telah diobral semua telah selesai masih ada satu..barangkali yakni harga diri dan kehormatan ketika dicari-cari tak ada lagi . tak ada lagi semua sudah kau jual semua sudah kau gadai semua sudah kau obral semua sudah selesai
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

masih ada satu. barangkali yakni harga diri dan kehormatan ketika dicari-cari harga diri tak ada lagi.. (karya taufik ismail)

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

SEMAKIN TINGGI PERINGKAT SEBUAH NEGARA DALAM HALKEMUDAHAN BERBISNIS, SEMAKIN RENDAH PULA TINGKAT PENGANGGURAN DINEGARA TERSEBUT (RISET BANK DUNIA)

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

MARI KITA BERSATU UNTUK MELAKSANAKAN GOOD GOVERNANCE DI `INDONESIA`

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN JEMBRANA

Oleh : PROF. DR. drg I GEDE WINASA BUPATI JEMBRANA

Disampaikan pada : Loka Karya Nasional, Reformasi Untuk Pelayanan Publik Hotel Bumikarsa Bidakara-Jakarta, 12-13 Maret 2007
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PARADIGMA BARU PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN PUBLIK

Era Otonomi Daerah


(Paradigma Baru Pemerintahan, konsep mengedepankan pelayanan kepada masyarakat)

Kebijakan Pemerintah Daerah

Pencapaian Visi
Kesejahteraan dan Keadilan bagi Masyarakat

Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Prinsip-Prinsip Good Governance :


Membangun partisipasi Penegakan Hukum Transparansi Kesetaraan Wawasan kedepan Akuntabilitas Pengawasan Efisiensi & Efektifitas Profesionalisme

Kebijakan Peningkatan Rasa Keadilan Masyarakat

PELAYANAN PUBLIK

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

TIGA DOMAIN GOVERNANCE

PEMERINTAH
TIGA DOMAIN GOVERNANCE, mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan Good Governance tersebut Good Governance

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Gambaran Umum Kabupaten Jembrana


Jembrana terletak diujung barat Pulau Bali. Berbeda dengan daerah-daerah lain di Bali, Jembrana tidak mengandalkan pariwisata, justru pertanian, peternakan dan perikanan yang menjadi andalan.

Luas Wilayah : 841,80 KM2 atau 84.180 Ha = 14,94 % dari luas Pulau Bali Jumlah Penduduk Tahun 2005 : 257.459 jiwa dengan kepadatan 311 jiwa/Km2 Pembagian wilayah Administratif : 4 Kecamatan. 42 Desa, 9 Kelurahan. 209 Dusun, 35 Lingkungan 61 Desa Adat, 261 Banjar Adat. hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

Penggunaan lahan :
9,3% lahan sawah 30,3% perkebunan 6,4% pemukiman 49,6% hutan 0,4% tambak/kolam 0,03 waduk lain-lain sebesar 3,7%.

Komposisi Penduduk menurut Agama :


Hindu 70,50 %. Islam 27,58 %. Kristen 0,98 %. Katolik 0,73 %. Budha 0,18 %.

Pada Tahun 2006 PAD

sebesar Rp.

11.202.092.565,-

Apabila dicermati maka Kabupaten Jembrana adalah Kabupaten yang kecil dan miskin dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang kecil pula, tantangan ini bukan berarti hambatan.
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KAB. JEMBRANA


VISI : TERWUJUDNYA MASYARAKAT JEMBRANA YANG SEJAHTERA,
BERKEADILAN, BERIMAN DAN BERBUDAYA.

MISI :
Meningkakan kualitas hidup (Quality of live) masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat (perekonomian) Peningkatan pelayanan umum (Publik service) meliputi peningkatan infrastruktur, yaitu sarana fisik seperti jalan, listrik dan jaringan air bersih, peningkatan pelayanan administrasi dan komunikasi, serta peningkatan sosial budaya

Membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa, gotong royong, serta harmonisasi antar seluruh lapisan masyarakat dalam heterogenitas agama suku dan adat istiadat.
Mewujudkan supremasi hukum dan menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif dan efisien
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Kebijakan Umum Pembangunan Di Kabupaten Jembrana


Keputusan Bupati No. 1278/HOT/2006

Manajemen

Peningkatan Kualitas Hidup:

Visi Kab. Jembrana

Efisiensi Dana

-Kualitas Pendidikan -Derajat Kesehatan -Daya Beli

Potensi SDA dan SDM yang terbatas

Efisiensi Orang/SDM
Pelayanan Masyarakat (Public Service):

Terwujudnya masyarakat Jembrana yang sejahtera, berkeadilan, beriman dan berbudaya

Efisiensi :

Efisiensi Alat/Saran

Dana, Orang, Alat


9/18/2013

-Infrastruktur -Administrasi -Infokom -Sosial dan Budaya


hadeka bdg 14/3-2011

Kebijakan Pelayanan Publik (Public Service) Di Kabupaten Jembrana

Public Service merupakan product yang dihasilkan oleh


pemerintah, untuk memberikan pengayoman, rasa aman dan keadilan bagi masyarakat.

Kebijakan Pelayanan Publik (public service) di


Kabupaten Jembrana disusun mengacu pada Visi dengan indikator-indikator yang jelas dan terukur.

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Infrastruktur

Jalan, Air, Listrik, Sarana Umum, Lingkungan Hidup

Pelayanan Publik (Public Service)

Administrasi

Administrasi Kependudukan dan Perijinan Pengayoman, rasa aman, dan keadilan bagi masyarakat

Informasi dan Komunikasi Sosial, Ekonomi dan Budaya


Keputusan Bupati No. 391 Tahun 2003

Akses Informasi dan Komunikasi

Akses dan layanan Sosial, Ekonomi dan Budaya

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Public Service menuju Masyarakat mandiri


Berdasarkan falsafah Pancasila, sehingga implementasinya dalam pelayanan publik (public service) :
Pada Tataran Pelayanan Minimal, pelayanan harus sama dan merata, kemudian selanjutnya diberikan kesempatan untuk berkompetisi sesuai kemampuan.

Terwujud Masyarakat Sejahtera, adil dan Mandiri


9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Layanan Bidang INFRASTRUKTUR


Pembangunan dan Pemeliharaan jalan umum :
- Bantuan Proyek Jalan Kabupaten - Bantuan Proyek Jalan Desa - Bantuan Jalan Dusun

Penyediaan Sarana Air Bersih bagi Masyarakat :


- Bantuan Pompa dan saluran air bersih bagi masyarakat - Bantuan Irigasi

Pelayanan Infrastruktur
Penyediaan listrik/penerangan jalan umum :
- Bantuan penerangan jalan umum desa - Bantuan listrik rumah tangga

Penyediaan Sarana umum :


9/18/2013 Pembangunan gedung sekolah Pembangunan sarana kesehatan Pembangunan Pasar Umum Pembangunan terminal Pembangunan taman kota hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Infrastruktur

Akan diserahkan sepenuhnya, sehingga menjadi Swadaya Desa

Pemerintah
Menetapkan standar pelayanan

Dibantu/Sharing dengan Pola Block Grand

Pemerintah membantu material, peralatan, dan tenga teknis.

Apabila masyarakat mampu melaksanakan

Masyarakat

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Infrastruktur


Sebelum dilelang nilai proyek akan dihitung ulang oleh Tim Independen (Pola OE)

Pemerintah
Menetapkan standar pelayanan

Dilelang Melalui Tender

Melibatkan Profesional dan Universitas

Apabila masyarakat tidak mampu melaksanakan

SWASTA

MASYARAKAT
Masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Layanan Bidang ADMINISTRASI


Administrasi Kependudukan :
Akte Kelahiran, KTP, KK, tanpa dipungut biaya (Keputusan Bupati No. 12 Tahun 2002)

Layanan ADMINISTRASI Pelayanan Perijinan :


Unit Pelayanan Umum satu atap, dan satu loket

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Administrasi

PRODUK LAYANAN PEMERINTAH

Unit Pelayanan Satu Atap Satu Loket


Pelayanan tanpa tatap muka

Pelayanan Prima
Standar Informasi, Prosedur, waktu dan biaya

MASYARAKAT/SWASTA Sebagai Konsumen ISO 9001:2000 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

54 Perijinan, 5 akta capil, 2 layanan kependudukan

Layanan Bidang INFORMASI DAN KOMUNIKASI


Instruksi Bupati No. 11 Tahun 2006

PEMERINTAH

Website : www.jembrana.go.id SMS Centre Call Centre Radio Ananta Praja (Kep.Bup. No. 536/Perindagkop/2005) Tabloid Ge-M Independen News Ge-M Magazine

MASYARAKAT 9/18/2013

MASYARAKAT
hadeka bdg 14/3-2011

Layanan Bidang SOSIAL, EKONOMI dan BUDAYA SOSIAL :


Asuransi Kematian (Kep.Bup. No. 1016/DTKCK/2005) Asuransi Kesehatan (Kep.Bup. No. 391 Th. 2003) Asuransi Kesehatan Gakin (Kep.Menkes. 332/Menkes/SK/V/2006) Bantuan kepada veteran dan lansia (Kep.Bup. 135/Sosbud/2006) Bantuan Kedaruratan (No. 0365-41210*3307) Bantuan Ambulance Gratis (Ins.Bup. 1190/Um/2006) Bantuan Biaya Sekolah Negeri (SD s.d SMA)
(Perda 10 Th.2006)

Pelayanan Sosial, Ekonomi dan Budaya

- Bantuan Beasiswa Sekolah Swasta (Perda 14 Th. 2006) - Bantuan Beasiswa untuk melanjutkan ke S-1 dan S-2

Ekonomi :
Bantuan Dana Bergulir (Perda No. 3 Th. 2006) Bantuan Subsidi Pajak sawah (Kep.Bup. 193/Bagda/2005) Bantuan Talangan Cengkeh (kep.Bup. 1200/PKL/2006) Bursa Tenaga Kerja (Kep.Bup. No. 762/DTKCK/2006)

Budaya :
- Bantuan Tempat Ibadah - Bantuan kepada Sekaa/Kelompok Kesenian - Insentif bagi pemuka agama dan tokoh masyarakat
(Kep.Bup. No. 121/Sosbud/2006)

9/18/2013

- Bantuan Sarana Olah Raga - Pengiriman Misi Kesenian ke luar daerah & luar negeri - Hiburan Rakyat Gratis sebulan sekali (Ins.Bup. 4 Th. 06) hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Sosial

SK.Bup. No. 1016/DTKCK/2005)


Pemberian Asuransi bagi masyarakat/ penduduk Kabupaten Jembrana (KTP Jembrana) sebesar Rp. 1.000.000,-

PEMERINTAH
Pemerintah membayar premi kepada pihak Asuransi

ASURANSI KEMATIAN
Masyarakat yang menerima layanan asuransi

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Kesehatan

PROGRAM JKJ (Jaminan Kesehatan Jembrana)


TUJUAN AKHIR
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat

FAKTORFAKTOR

STRATEGI
Pemerintah tidak banyak dapat melakukan intervensi

PROGRAM

Keturunan

Indikator : - Angka Kematian 2.Lingkungan - Angka Kesakitan 3. Perilaku - Angka Harapan Hidup

Program Prilaku hidup sehat. Program Makanan Sehat. Program Lingkungan Sehat Program deteksi dini. Diimplementasikan dalam kegiatan ( UKS Terpadu )

Menanamkan kebiasaan : -Perilaku hidup sehat. -makanan sehat -Lingkungan Sehat -Deteksi dini.

Pelayanan Kesehatan

Meningkatkan mutu pelayanan (Kompetisi alami) Memperluas akses pelayanan kesehatan hadeka bdg 14/3-2011

PROGRAM JKJ

9/18/2013

KOMPONEN JKJ

1. JKJ (Lembaga Asuransi Daerah)


Saat ini menjadi lembaga Jaminan Sosial Daerah (JSJ) dengan Perda No. 7 Tahun 2006

2. PPK (Pemberi Pelayanan Kesehatan)


NEGERI : - Puskesmas Pembantu (Pustu) - Puskesmas - Rumah Sakit Umum (RSU) SWASTA : - Rumah Sakit Swasta - Klinik Swasta - Praktek Dokter Swasta - Praktek Bidan Swasta

3. MASYARAKAT
Dikelompokan Menjadi : 1. Masyarakat PNS 2. Masyarakat Pegawai Swasta 3. Masyarakat Biasa 4. Masyarakat Miskin 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

PEMBIAYAAN JKJ

Pembiayaan JKJ bersumber dari : APBD Dana Jamsostek Dana ASKES Dana GAKIN Partisipasi Masyarakat

Layanan JKJ

Kartu JKJ
Kartu JKJ Paripurna
9/18/2013

PPK-1 (Pelayanan Dasar)


PPK-2 (Pelayanan Lanjutan) PPK-3 (Pelayanan Lanjutan)
hadeka bdg 14/3-2011

MEKANISME PROGRAM JKJ

Sumber Pembiaayaan Pemerintah, Swasta, Masy


Pemerintah Daerah (APBD) ASKES Jamsostek Dana Gakin Partisipasi Masyarakat

JKJ
MASYARAKAT
PNS Pegawai Swasta Masyarakat Biasa Gakin

4 3

PPK Negeri Swasta

Keterangan : 1. Dana yang terkumpul dikelola oleh Lembaga JKJ (Jaminan Kesehatan Jembrana) 2. Dengan kartu JKJ Masyarakat dapat memilih pelayanan kesehatan yang terbaik. 3. PPK akan mengajukan klaim kepada JKJ terhadap layanan yang diberikan. 4. JKJ akan membayar klaim dari PPK setelah meneliti kebenarannya dengan standar prosedur dan standar terapi yang telah disiapkan. 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Masyakat sebagai KONSUMEN Akan Mencari PELAYANAN YANG LEBIH BERKUALITAS

NEGERI

Sehingga Pemberi Pelayanan Kesehatan NEGERI DAN SWASTA SWASTA akan BERSAING dalam mencapai standar KUALITAS PELAYANAN
hadeka bdg 14/3-2011

9/18/2013

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Pendidikan

Empat permasalahan pokok yang dihadapi dalam pembangunan pendidikan. (1) Kesempatan mendapatkan akses pendidikan yang bermutu dan tidak membebani
masyarakat,

Kualitas proses dan hasil pendidikan yang masih rendah; (3) rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat;
(2)
dan (4) masih rendahnya efisiensi

dan efektivitas pengelolaan pendidikan.

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Pendidikan

Pemerintah Daerah
Dewan Pendidikan Kabupaten

Dunia Usaha

Komite Sekolah Masyarakat

Kesempatan
Pemagangan

Kualitas

Rehab Gedung Sekolah dg Block Grand

Relevansi
Efisiensi & Efektifitas
9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011

Program Pendidikan

TUJUAN :
1. Pemerataan Pendidikan bagi masyarakat (APK > 100%, DO=0%) 2. Peningkatan Mutu Pendidikan (UAN>standar Nasional)

INDIKATOR-INDIKATOR

1. Angka Partisipasi Kasar (APK). 2. Angka Drop Out (DO). 3. Nilai UAN

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Ekonomi

INDIKATOR-INDIKATOR :

1. Pendapatan Perkapita 2. Angka Kemiskinan.

STRATEGI : 1. Peningkatan Pendapatan. 2. Perluasan kesempatan kerja.

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

PROGRAM-PROGRAM
Peningkatan Pendapatan 1. Pemberdayaan POKMAS. 2. Pemberdayaan Koperasi. 3. Pemberdayaan Anggota Keluarga. Berupa bantuan teknis : -Produksi. -Pasar. -Modal. -Manajemen

BANTUAN MODAL : Berupa pinjaman Modal dengan pola Dana Bergulir, dengan pengawasan Tanggung Renteng.
(Perda No. 3 Tahun 2006)

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

Partisipasi Masyarakat, Swasta, Pemerintah Dalam Pelayanan Ekonomi

PEMERINTAH
3

SWASTA

POKMAS KOPERASI

Keterangan : 1. (1,3) Pemerintah berperan untuk membuka akses ekonomi. (1) Peran pemerintah dalam pemberdayaan Pokmas, Kopersi dengan fasilitasi : Produksi, Modal dan Pasar. 2. (3,2) Hubungan ini dapat terjadi dalam hal penyedia barang/jasa kebutuhan pemerintah/masyarakat. (2) Samasama sebagai pelaksana ekonomi.

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

MEMBUKA AKSES DAN PELUANG EKONOMI

PEMERINTAH
Pengelolaannya diserahkan

Aset-Aset Daerah Yang Belum dimanfaatkan

Membangun Hotel Bintang

SWASTA Perusda Koperasi Pokmas

Membeli Kapal Tuna

MASYARAKAT

Pabrik Pengolahan Air Laut Menjadi Air Mineral

Pabrik Pengolahan Sampah Manfaatnya : Lapangan Kerja, perputaran ekonomi, dll

9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

PROGRAM POLA KEMITRAAN

PEMERINTAH
Pemerintah berhak mendapatkan beras yang berkualitas dari KUD dengan harga yang layak sesuai kesepakatan

PNS

Pemerintah wajib membeli beras KUD dengan harga yang layak sesuai kesepakatan

KUD
KUD wajib membeli gabah petani Jembrana, dengan harga yang layak sesuai dengan kesepakatan KUD berhak mendapatkan bayaran dari pemerintah sesuai dengan kesepakatan

PETANI
Petani wajib menjual gabah kepada KUD, dan berhak mendapatkan harga yang layak sesuai dengan kesepakatan

Kebijakan ini telah dilaksanakan mulai tahun 2002


9/18/2013

hadeka bdg 14/3-2011

PROGRAM PEMAGANGAN, DAN BURSA TENAGA KERJA

PEMERINTAH
Dinas Tenaga Kerja

SK. Bupati No. 770/DTKCK/2005 Memfasilitasi bekerja di Kapal Pesiar dan Pemagangan ke Jepang

SWASTA
Pengusaha Tempat Pemagangan

MASYARAKAT

Keterangan : 1. Pemerintah hanya memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan bagi masyarakat. 2. Pemerintah hanya memfasilitasi pengusaha untuk informasi pencari kerja. 3. Khusus untuk pemagangan ke Jepang pemerintah daerah memfasilitasi untuk dana pendidikan dan pelatihan, dan biaya pemberangkatan. 9/18/2013 hadeka bdg 14/3-2011