Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PRESKRIPSI TERAPAN KASUS 1 Oleh: Kelompok 1

Desi Triana Yuka Setennisia Niken Lilies H Ulva Dwi J Zakiyah Zukhdiyanah Anggun Hari K Sinta Dwi P Tyta Ardhina L Putri Kholisotun N Dwi windasari

072210101004 072210101031 082210101001 082210101002 082210101004 082210101006 082210101013 082210101014 082210101015 082210101016

1. Profil masing masing obat a) Sotatic sirup Kandungan : Metoklopramid HCl 5mg/5mL Merupakan antagonis reseptor dopamin yang menstimulasi pengosongan lambung dan transit usus halus, dan meningkatkan kekuatan kontraksi otot spincter esofageal. Merupakan anti emetik yang mempunyai aksi proikinetik dan digunakan per oral untuk menangani mual dan muntah yang disebabkan oleh grastitis, grastic statis, dan kerusakan fungsi usus besar. Kontra indikasi : obstruksi gastrointestinal, perforasi hemoroid. Efek samping : kecemasan, diare, edema, dll Dosis : 3-5 tahun BB 15-19 kg --> 2 mg 2-3 kali sehari Sumber : BNFC 2009 Analisa : obat ini diresepkan untuk mengatasi keluhan muntah yang diderita anak DR

b) Curcuma plus syrup Kandungan : tiap 5mL mengandung kurkuminoid 2mg, vitamin B1 3mg, B2 2mg, B6 5mg, B12 5mcg, beta karoten 10% 4mg, deksapantenol 3 mg, lysin HCl 200 mg Indikasi : meningkatkan nafsu makan dan stamina Dosis : 1-6 tahun 1x1 sendok teh. Analisa : obat ini diresepkan untuk meningkatkan nafsu makan karena pasien mengalami lemas dan tidak nafsu makan. c) Contrexyn tablet Kandungan : asetosal termikronisasi 80 mg, glisyn 20 mg Indikasi : demam dan nyeri akibat flu, masuk angin, vaksinasi, dan lainnya pada anak-anak Dosis : 1-3 tahun --> 1-1,5 tablet 2-3 kali sehari Analisa : obat ini mungkin diresepkan untuk mengatasi demam, radang telinga.

d) Rantin Kandungan : Ranitidin HCl Indikasi : ulkus duodenum aktif, ulkus lambung aktif yang tidak membahayakan, refluks esofagitis, profilaksis untuk ulserasi Dosis ranitidin : anak 3-12 tahun 2-4 mg/kg (max. 150 mg) 2 kali sehari.

Analisa : obat ini mungkin diresepkan untuk mengatasi muntah yang diderita anak DR

e) Decolgen Indikasi : meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, bersinbersin dan hidung tersumbat. Kandungan : parasetamol 400 mg, fenilpropanolamin HCl 12,5 mg, klorfenirami maleat 1 mg Dosis parasetamol: anak 1-5 tahun -> 120-250 mg setiap 4-6 jam. Max 4 dosis dalam 24 jam. BNFC 247 Analisa : obat ini diresepkan untuk mengatasi gejala demam, batu dan pilek yang dialami oleh pasien DR. f) Baquinor Kandungan :Siprofloksasin HCl 250 mg/filcotab Indikasi :pengobatan infeksi oleh strain yang sensitif dari mikroorganisme pada infeksi saluran nafas bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan persendian, saluran kemih, dan saluran cerna. Dosis: 1-18 tahun : 10 mg/kg 2 kali sehari max 750 mg 2 kali sehari Analisa : obat ini diresepkan untuk menangani infeksi S. pneumoniae yang menyebabkan radang telinga

2. Kerjakan resep sesuai dengan konsep DRP/DTP seperti halnya dalam jurnal praktikum preskripsi?

R/

Sotatic Syr S 1 dd C 5mL

1 Floz

R/

Curcuma Plus S 1 dd C 5 mL

1 Floz

R/

Contrexyn Baquinor Rantin Decolgen M.f.pulv dtd No XX S 3 dd dtd pulv 1

1 tab 1 tab tab tab

Informasi dari pasien Kelompok pasien Keluhan pasien : pediatric : muntah (sejak malam lalu), panas (39oC), lemas, tidak nafsu

makan, batuk-pilek, radang telinga yang ditandai dengan lendir berbau yang keluar kedua sisi telinga, disertai sakit. Riwayat penyakit : pernah mengalami Bronchitis akibat Sterptococcus pneumonia

yang resisten terhadap cephalosporins dan penicillins pada usia 1 tahun. Pasien juga pernah mengalami berbagai infeksi akut yang diterapi dengan aminoglikosida sehingga MIC organisme ini meningkat.

DTP (Drug Therapy Problem) a. Unnecessary drug therapy: duplicate therapy b. Adverse drug reaction: unsafe drug for patient

Penjelasan DTP: Aspirin dihindari untuk anak-anak dibawah 16 tahun kecuali untuk syndrome kawazaki dan untuk penggunaan antiplatelet (BNFC hal 56). Ciprofloxacin tidak boleh digunakan untuk anak dibawah umur 18 tahun karena menghambat pertumbuhan (martindale, hal 245). Metoclopramide HCl merupakan antiemetic yang mempunyai aksi prokinetik yang digunakan per oral untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh gastritis, gastristatis dan obstruksi fungsi usus besar (BNFC, 238). Selain itu, merupakan antagonis reseptor dopamine yang menstimulasi pengosongan lambung dan meningkatkan kekuatan kontraksi spincther esophageal (BNFC, 242). Sedangkan Ranitidine juga dapat digunakan menurunkan asam lambung sehingga dapat mengatasi muntah (BNFC, 61).

Solusi : Penggunaan aspirin dihilangkan karena di dalam resep terdapat decolgen yang mengandung acetaminophen yang lebih aman dikonsumsi anak-anak. Dan selain itu, decolgen juga mengandung fenilpropanolamine HCl dan CTM untuk mengatasi gejala flu seperti batuk-pilek.

Ciprofloxacin diganti dengan clarithromycin yang merupakan rekomendasi terapi dari golongan makrolida karena S. pneumonia telah resisten terhadap sefalosporin dan penicillin. Selain itu, pasien resisten terhadap antibiotic golongan aminoglikosida (Dipiro, 512). Karena terdapat duplikasi antara ranitidine dan metoclopramide maka penggunaan ranitidine dihilangkan.

Rekomendasi Resep R/ Sotatic Syr S 1 dd C 5 mL R/ Curcuma Plus S 1 dd C 5 mL R/ Clarithromycin mg 250 M.f.pulv No X S. 2 dd pulv 1 R/ Decolgen M.f.pulv dtd No XX S.3 dd dtd pulv 1 1/2 tab 5 tab 1 Floz 1 Floz

Konseling Pada Ibu Pasien a. Clarithromicin diminum sampai habis. b. Istirahat yang cukup. c. Jaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan dikonsumsi.