Anda di halaman 1dari 40

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Alat-alat navigasi adalah salah satu cabang pada Ilmu Navigasi yangharus dipelajari oleh setiap navigator. Oleh karena Navigasi mengandung keselamatan perjalanan kapal, maka alat navigasi harus dibuat lebih modern dan mendekati kesempurnaan sesuai dengan perkembangan, dan kemajuan teknologi. Sehubungan dengan itu maka sebagai navigator harus mempelajari sungguh-sungguh baik alatnya maupun cara pemakaian alat-alat tesebut sesuai dengan perkembangannya.

B. Tujuan Setelah mempelajari modul ini Peserta Diklat diharapkan dapat memahami mengurangi konvensional. kesukaran-kesukaran dalam pengoperasian alat-alat navigasi

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 1 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

II. INFORMASI

A. Alat Navigasi Konvensional 1. Kompas Definisi : Salah satu alat navigasi yang berfungsi untuk menetapkan arah haluan kapal dan juga untuk membaring suatu target sasaran.

KOMPAS MAGNIT BASAH ( Magnetic Liquid Compass ) Mawar Pedoman Pengapung Batang Magnet

(Compass Rose ) KOMPAS KEMUDI ( Steering compass ) Cincin Lenja (Cardanus Ring) Ketel Pedoman ( Compass Bowl ) Batang Semat Penutup Kaca Penutup

Gbr. Bagian-bagian Kompas

Cara Pengoperasian Untuk Menentukan Arah Haluan Kapal : 1. 2. Tentukan terlebih dahulu arah haluan kapal yang akan dituju. Letakkan kompas tepat ditengah-tengah kapal sejajar dengan garis lunas kapal, dekat dengan kemudi kapal.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 2 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

3. Putar kemudi kapal kekiri/kekanan seiring dengan pergerakan arah haluan kapal sampai dengan arah haluan kapal yang dituju sesuai dengan sudut arah pada kompas. Membaring benda di darat. 1. Persiapkan alat-alat baring, antara lain : Kompas magnit Pesawat Penjera Celah

Pesawat Baring Thomson 2. Baring target sasaran dengan menggunakan alat pembaringan. Aplikasi Kompas 1. Haluan yang dikemudikan pada pedoman magnit kapal adalah Haluan Pedoman (HP) dan Baringan yang diperoleh dari pedoman baringnya adalah Baringan Pedoman (BP). 2. Garis haluan yang ditarik diatas peta adalah Haluan Sejati (HS) dan baringannya adalah Baringan Sejati (BS). 3. Hasil baringan dari pedoman baring, jika ingin dilukiskan di peta harus diubah terlebih dahulu menjadi BS, dengan menggunakan rumus : BP + V = BM ; BM + D = BS , atau V + D = S ; BP + S = BS 4. Pada nilai variasi perhatikan perubahan tahunan variasinya, sedangkan untuk nilai deviasi perhatikan deviasi pedoman kemudi pada daftar deviasi untuk haluan yang bersangkutan. 5. Untuk keperluan pengemudian kapal, ubahlah HS menjadi HP. 6. Bulatkanlah selalu nilai haluan ( 0,50 keatas dibulatkan menjadi 10 dan dibawah 0,50 dihilangkan )., contoh : 23,50 menjadi 240 ; 23,40 menjadi 230 Aplikasi Deviasi Kompas Deviasi = sudut antara Utara Magnit dan Utara Pedoman - Nilai deviasi (+) bila UP dikanan UM - Nilai deviasi (-) bila UP dikiri UM Sembir = sudut antara US dan UP - Nilai sembir (+) bila UP dikanan US
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 3 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Sembir = Variasi + Deviasi Deviasi = HM HP

Variasi = HS - HM

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

- Nilai sembir (-) bila UP dikiri US Macam-macam pedoman magnit berdasarkan penggunaannya di kapal : 1. Pedoman magnit kering (magnetic dry compass). 2. Pedoman magnit basah (magnetic liquid compass) Sesuai dengan penempatan dan fungsinya di kapal, pedoman magnit dibagi menjadi tiga jenis : 1. Pedoman standard (standard compass). 2. Pedoman kemudi (steering compass). 3. Pedoman darurat.

Gbr. Mawar pedoman

Sifat-sifat magnit : 1. Memiliki gaya tarik atau tolak terhadap logam bermagnit lainnya (baja dan besi). 2. Kekuatan terkuat gaya tarik magnit terdapat pada ujung-ujung magnit batang. 3. Ujung-ujung magnit batang diberi nama kutub. Kutub utara dan kutub selatan, karena ujungnya selalu mengarah ke kutub-kutub bumi. 4. Kutub senama akan saling tolak menolak dan kutub tidak senama akan tarik menarik.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 4 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Syarat-syarat piringan pedoman yang baik : 1. Harus ringan, sungkup piringan pedoman bagian bawahnya harus licin. 2. Tidak memiliki kesalahan kolimasi. 3. Pembagian derajatnya harus jelas, sehingga mudah dibaca dan dibuat secara teratur. 4. Besarnya piringan pedoman harus seimbang dengan besarnya ketel pedoman. 5. Piringan pedoman harus tenang namun peka. 6. Waktu ayun piringan pedoman harus cukup besar, yaitu minimum 14 detik agar tidak terjadi sinkronisasi dengan olengan kapal. Cara memeriksa kepekaan piringan pedoman : 1. Putar piringan pedoman ke kanan + 30 dari kedudukan seimbang semula. 2. Lepaskan dan kemudian baca penyimpangan sudut pada sisi lainnya. 3. Ulangi dengan arah berbeda, yaitu putar piringan pedoman kekiri. 4. Bila hasil penyimpangan pada kedua sisi sama atau berselisih saja, berarti piringan pedoman cukup peka. Syarat ketel pedoman yang baik : 1. Ketel pedoman tidak boleh mengandung magnit. 2. Pada saat kapal dalam keadaan diam, maka tutup kaca bening dibagian atas harus dalam keadaan datar. 3. Posisi ketel pedoman tidak boleh menyentuh bagian-bagian
0

pedoman lain, sehingga setiap saat bagian-bagian dalam pedoman dapat mengayun dengan bebas. 4. Semat atau pasak pedoman harus benar-benar terpasang vertical ditengah-tengah ketel pedoman. 5. Tuas untuk menempatkan pesawat baring harus tepat dititik pusat mawar pedoman/piringan. 6. Garis layar tepat pada bidang lunas linggi kapal.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 5 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Cara memeriksa ketepatan garis layar : 1. Buatlah sebuah tonggak dan berdirikan dibidang lunas linggi didepan pedoman pada jarak yang cukup, misalnya diujung haluan. 2. Baringlah tonggak tersebut dan pada saat yang sama lihatlah penunjukkan skala derajat oleh garis layar. 3. Bila kedua penunjukkan adalah sama berarti garis layar telah tepat. Perawatan pedoman magnit meliputi : 1. Perawatan alat dan bagian-bagiannya : Bila terjadi gelembung udara cukup banyak atau kedudukan piringan pedoman berubah, cara perawatannya : a.. Lepaskan pedoman dari rumah pedoman. b. Baringkan ketel pedoman pada tempat yang rata. c. Buka bagian penyumbatnya (prop) dengan cara diputar. d. Keluarkan cairan melalui prop, namun bila hanya terjadi gelembung udara cukup banyak dengan menambahkan campuran alcohol (70 %) dan air (30 %) melalui lubang prop tersebut. e. Setelah cairan dikeluarkan, selanjutnya buka sekrup-sekrup yang berada pada tutup ketel pedoman. f. Perbaiki bagian-bagian yang rusak atau aus dan ganti bila perlu. g. Setelah selesai perbaikan, tutup kembali kaca penutup bagian atasnya dan sekrup yang rapih. h. Isi kembali cairan alcohol dan air melalui prop, dan usahakanlah sampai penuh, selanjutnya prop ditutup. i. Cek terlebih dahulu apakah masih terdapat gelembung udara dalam ketel tersebut atau tidak ? Bila tidak, kencangkan prop

tersebut. j. Kembalikan ketel pedoman pada rumah pedoman.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 6 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

2. Penempatan pedoman yang baik di kapal. a. Agar piringan pedoman di kapal tetap pada posisi mendatar, maka perlu diberi cincin kardanus. b. Benda-benda besi/baja, benda bermagnit atau alat-alat listrik disekitar kompas harus disingkirkan untuk menghindari pengaruh penunjukkan pedoman. c. Bila pedoman tidak dipergunakan, tutuplah dengan rapih. 3. Koreksi secara periodik terhadap arah penunjukkan pedoman. a. Lakukan pengecekan dengan cara melakukan pembaringan dua benda yang terdapat di peta dan diketahui arah sejatinya. b. Bila penunjukkan arah terlalu besar lakukan penimbalan, yaitu memasang dan mengatur letak batangan parameter disekitar dinding luar ketel pedoman sambil membaring. c. Namun bila masih terdapat keragu-raguan mengenai arah penunjukkan pedoman atau kepekannya maka perlu dibawa ke bengkel khusus untuk perbaikan lebih lanjut. 2. Perum Tangan Salah satu alat navigasi yang berfungsi untuk mengukur kedalaman perairan, sekaligus mengetahui jenis dasarnya.

Batu Duga Perum Tangan


Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 7 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Cara Pengoperasian 1. Siapkan alat perum diatas deck haluan kapal, bila pengoperasian pada malam hari hitung terlebih dahulu jarak dari tangan juru perum sampai dengan permukaan air. 2. Batu duga pada bagian lubang bawah diberi vaselin atau gemuk. 3. Kecepatan kapal dikurangi atau sampai berhenti sama sekali. 4. Batu duga diayun dengan menggunakan tangan kanan, dan selanjutnya diturunkan ke air sampai dengan batu duga menyentuh dasar perairan. 5. Sesaat setelah menyentuh dasar, diatur sedemikian rupa agar posisi tali tegak lurus dan tidak kendor. 6. Pada saat tali benar-benar tegak perhatikan batas tali dan tanda warna yang menyentuh permukaan air, bila dioperasikan pada malam hari atau cuaca buruk maka yang dibaca adalah merkah yang terpegang di tangan. 7. Juru Perum meneriakkan tanda merkah yang terlihat pada tali perum ( kedalaman perairan ). 8. Catat kedalaman perairan berdasarkan warna tanda pada tali perum tersebut. 9. Setelah pembacaan selesai tali ditarik lagi ke atas deck. 10. Perhatikan jenis dasar laut yang menempel pada batu duga. 11. Catat hasilnya. Tanda-tanda Merkah pada Tali Perum Tangan : 1. Pada setiap kepanjangan tali 3, 13, 23, dst. Ditandai dengan kain berwarna merah. 2. Pada setiap kepanjangan tali 5, 15, 25, dst. Ditandai dengan kain berwarna putih. 3. Pada setiap kepanjangan tali 7, 17, 27, dst. Ditandai dengan kain berwarna biru. 4. Pada setiap kepanjangan tali 10, 20, 30, dst. Ditandai dengan sepotong kulit yang dilubangi.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 8 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

5. Pada setiap kepanjangan tali 1, 2, 4, 6, 8, 9, 11, 12 dst. Ditandai dengan tali putih atau warna kain selain warna di atas. Ketelitian Pemeruman Tergantung dari : 1. Kecepatan kapal. 2. Kemahiran juru perum. 3. Keadaan cuaca pada saat itu. 4. Banyaknya pemeruman yang dilakukan

3. Semat Bayangan a. Definisi Suatu alat navigasi yang berfungsi untuk membaring suatu benda darat. Batangan semat Magnetic Compass

b. Cara Pengoperasian Siapkan alat, antara lain : pedoman dan batangan semat. Letakkan batangan semat tegak lurus tepat di tengah-tengah pedoman baring. Selanjutnya tempatkan alat tersebut pada tempat datar dan terbuka. Berdirilah tegak lurus dibelakang pedoman menghadap ke arah benda target. Lihat dan luruskan antara batang semat bayangan dengan benda target, sedemikian rupa sehingga mata pengamat, batang semat dan benda target merupakan sebuah garis lurus. Lalu baca angka derajat (sudut benda target) pada mawar pedoman.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 9 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Catat hasilnya berupa Baringan Pedoman (BP), bila posisi membaring berada di kapal besi atau Baringan Magnet (BM), bila posisi membaring berada di darat atau di kapal kayu. Bila baringan yang tersebut ingin dilukis pada peta maka harus diubah terlebih dahulu menjadi BS (Baringan Sejati), dengan menggunakan rumus : BP + V = BM ; BM + D = BS V + D = S ; BP + S = BS

Batang semat

Penutup Kompas Baring

Lempengan Besi untuk Kalibrasi

Gbr. Kompas Baring dan Pelengkapnya 4. Sextan a.Konsep dasar dan pengertian

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 10 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Merupakan salah satu alat navigasi di kapal yang gunanya untuk menentukan sudut antara kapal dengan benda-benda lain di luar kapal baik benda-benda didarat maupun dengan benda-benda angkasa ( misalnya matahari, bulan, bintang, dsb ).

Kaca Berwarna Cermin Besar Cermin Kecil Teropong Gagang (Handle) Kerangka (Frame)

b. Cara Pengoperasian 1. Ambil sextan dari kotak penyimpanan dengan menggunakan tangan kiri pada bagian pangkalnya lalu pindahkan ke tangan kanan (pegang pada bagian handle / pegangannya). 2. Atur alhidade dan nonius pada kedudukan 0 (nol), sisihkan kaca berwarna yang tidak perlu. 3. Cari nilai koreksi index benda yang akan diukur dengan cara memutar nonius dan dicatat. 4. Ukur sudut benda yang akan kita ukur dengan mengatur alhidade sedemikian rupa. 5. Putar sekrup halus sehingga bayangan benda menjadi satu

dengan benda lain. Atau dalam pengukuran secara vertikal atur bayangan benda angkasa tepat menyinggung cakrawala / horizon.
o Pada pengukuran matahari yang disinggungkan cakrawala adalah tepi bawah / tepi atas. pada

o Pada pengukuran bulan yang disinggungkan dengan cakrawala adalah tepi atas.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 11 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

o Pada pengukuran bintang dan planet, yang disinggungkan pada cakrawala/horizon adalah titik pusatnya. 6. Catat hasil pengukurannya dan pada saat pengukuran benda angkasa catat pula waktu saat benda angkasa tersebut menyinggung cakrawala. 7. Catat juga hal-hal lain yang perlu diperhatikan antara lain : o Waktu dan tanggal pembaringan. o Posisi duga kapal. o Haluan kapal. o Tinggi mata.

Gbr. Sextan sedang dipergunakan

Perawatan Sextan 1. Sextan harus dijaga benar-benar jangan sampai jatuh. Atau mendapat getaran yang berlebihan. 2. Bila sextan telah digunakan bersihkan dengan lap dan simpan kembali ke dalam kotaknya dengan baik dan kunci rapat, serta jauhkan dari suhu tinggi (mis. sinar matahari langsung) dan jauhkan juga dari uap air. 3. Sewaktu mengeluarkan sextan dari dalam kotak, yang harus dipegang pada kerangkanya atau pegangannya (handle) dan jangan sekali-kali memegang pada bagian busur, alhidade atau teropongnya. 4. Secara periodik bagian-bagian yang bergerak harus diberi minyak pelumas. 5. Lem bidang busur jangan dibuat mengkilap. 6. Apabila sextan disimpan dalam jangka waktu yang panjang hendaknya busur dan poros berulir dilapisi dengan vaselin.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 12 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

5.Baromater a. Konsep Dasar dan Pengertian Sebuah barometer yang secara otomatis mencatat tekanan-tekanan udara dengan tidak terputus-putus selama jangka waktu tertentu, yang dilukis oleh pena pencatat dan membentuk garis lukisan pada kertas diagram (berogram).

Kunci jam berengsel

Tutup

Sylphone cell Silinder peta pengatur tek. arus Pena pencatat

Gbr. Barograph

Gbr. Bagian-bagian Utama Barograph

b. Cara Pengoperasian 1. Siapkan alat Barograph. 2. Isi pena dengan tinta (bila isinya telah habis) dan ganti kertas silinder dengan kertas diagram yang baru. 3. Putar pesawat jamnya. 3. Amati tekanan udara pada barograph yang dihasilkan dari garis lukisan pena pencatat pada kertas diagram silinder.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 13 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

4. Catat hasilnya. 5. Hitung tekanan udara sebenarnya dengan cara menambahkan koreksi-koreksi barograph, antara lain : a. koreksi tinggi. b. koreksi indeks. Sebuah barometer yang secara otomatis mencatat tekanan-tekanan udara dengan tidak terputus-putus selama jangka waktu tertentu, yang dilukis oleh pena pencatat dan membentuk garis lukisan pada kertas diagram (berogram). 6. Termometer Suatu alat untuk mengukur suhu, baik suhu ruangan kamar mesin, suhu minyak, suhu di dalam palka, suhu muatan-muatan, suhu gudang penyimpanan, dsb.

Gbr. Thermometer Max Min Empat (4) macam Pengukuran Thermometer

Gbr. Thermometer Digital

Titik Beku 1. Skala suhu derajat FAHRENHEIT 2. Skala suhu derajat CELCIUS 3. Skala suhu derajat REAMUR 4. Skala suhu derajat KELVIN 32 00 00 2730
0

Titik Didih 2120 1000 800 3730

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 14 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Cara Pengoperasian 1. Tempatkan thermometer pada tempat - tempat yang ingin diukur temperaturnya dan hindari terkena panas langsung, seperti : terkena cahaya matahari, cerobong asap atau saluran-saluran air panas (setom), atau terkena percikan air, dsb. 2. Biarkan suhu sekitar mempengaruhi alat thermometer. 3. Baca thermometer sesingkat mungkin agar suhu tubuh si pengamat tidak mempengaruhi pembacaan, mata harus sejajar dengan tinggi permukaan air raksa yang ada dalam pipa kapiler untuk menghindari salah pembacaan. 4. Pembacaan skala hingga 0,10 . Pada pembacaan thermometer maksimum-minimum, baca skala yang terlihat pada thermometer maksimum serta baca juga skala yang ditunjukkan oleh thermometer minimum, selanjutnya masing-masing skala tersebut dijumlahkan lalu dibagi dua. 5. Catat hasilnya, dan bila pengukuran menggunakan thermograf tambahkan koreksi indeks Rumus Penggunaan Thermometer

R = 4/5 X C

C = 5/9 ( F 32 )

F = ( 9/5 X C ) + 32

K = C + 273 R = 4/9 ( F - 32 )

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 15 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

7. Topdal Tunda Merupakan salah satu alat navigasi yang berfungsi untuk mengukur kecepatan kapal. Bagian-bagian Topdal Tunda

TOPDAL TUNDA

Sirip Topdal ( Log Vin ), Pemberat dan Tali Topdal

Lonceng Penghitung Gbr. Bagian-bagian Topdal Tunda

Roda Pengatur

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 16 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Prinsip Kerja Apabila Log Vin ditarik, maka akan berputar dengan kecepatan yang tergantung dari kecepatan kapal yang menundanya. Makin cepat kapal menundanya maka makin besar pula jumlah putarannya, dan makin kecil kecepatan kapal yang menundanya maka makin kecil jumlah putarannya. Selanjutnya jumlah putaran Log Vin ini dilanjutkan ke Lonceng Penghitung melalui tali topdal. Pada lonceng topdal tidak secara langsung dapat menunjukkan kecepatan kapal. Akan tetapi yang langsung ditunjukkan adalah jarak yang telah ditempuh oleh kapal. Cara Pembacaan pada Lonceng Penghitung Arah putaran dari jarum kecil ini adalah kekiri (berputar berlawanan arah jarum jam), jika jarum kecil ini berputar satu kali, maka jarum besar akan berpindah satu bagian skala searah jarum jam. Pada plat jarum kecil tiap-tiap bagian skala menunjukkan jarak 1/10 mil dan pada plat jarum besar tiap-tiap skala menunjukkan jarak 1 mil.

Cara Pengoperasian 1. 2. 3. 4. Siapkan peralatan di buritan kapal dan alat pencatat waktu (jam). Pasang Sepatu Log Topdal pada pagar buritan kapal dengan kencang. Kaitkan lonceng penghitung pada sepatu log. Ikat dan rangkaikan masing-masing bagian topdal yang terdiri dari roda pengatur dan tali tunda, pemberat (tonnece) dan pengapung atau sirip topdal (log vin). 5. 6. 7. Pengapung (sirip todal) dipegang, turunkan bagian yang lainnya secara perlahan-lahan. Lemparkan sirip topdal kearah belakang, hindari kekusutan pada tali topdal (tali tunda). Pegang tali topdal dengan kuat dan bila pengapung (sirip topdal) sudah mendapat tekanan di air maka akan berputar. Putaran sirip topdal akan diteruskan ke roda pengatur dan selanjutnya ke lonceng penghitung. 8. Saat roda pengatur mulai berputar, catat waktunya.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 17 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

9.

Catat jarak yang ditempuh kapal dengan cara melihat pada skala yang ditunjukkan pada lonceng penghitung dan catat juga waktu yang dibutuhkan

untuk mencapai jarak tersebut. 10. Hitung kecepatan kapal dengan cara memasukkan data tadi kedalam rumus : dimana : v = kecepatan (mil/jam) s = jarak (mil) t = waktu (jam)

v = s/t

Gbr. Topdal Tunda Cara Perawatan bila Topdal Selesai Dipergunakan 1. Tali topdal dibelakang roda pengatur ditarik sehingga tali pada lonceng penghitung menjadi sedikit kendor. 2. Kaitan tali topdal pada roda pengatur dilepas. 3. Tali topdal dihibop dan ujung tali diarea kembali ke dalam air. 4. Hati-hati selama sirip topdal masih berada di dalam air dan kapal masih bergerak maju, maka sirip topdal dan tali topdal masih tetap berputar. 5. Lepaskan tali topdal dari sirip topdal
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 18 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

6. Cuci tali topdal dengan air tawar dan keringkan dengan cara diangin-anginkan lalu setelah kering dirapihkan. 8. Selanjutnya angkat sirip topdal ke atas deck dan cuci dengan air tawar. 9. Lepaskan roda pengatur dari poros lonceng penghitung. 10. Lepaskan lonceng penghitung dari tempat duduknya, dan simpan kembali ke dalam kotaknya. Perawatan Topdal 1. Pada waktu memasang atau menaikkan sirip topdal harus dijaga agar tidak tersentuh oleh benda-benda keras. 2. Bila selesai dipergunakan, Sirip topdal dicuci dengan air tawar, lalu dikeringkan dan dilumasi dengan gemuk. 3. Tali topdal cuci dengan air tawar, lalu keringkan dengan cara diangin-anginkan dan setelah kering digulung rapi. 4. Bagian-bagian yang bergerak dari lonceng penghitung diperiksa dan

dibersihkan serta diminyaki. 5. Selanjutnya semua peralatan disimpan pada tempat yang aman dan kering.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 19 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

B. Alat Navigasi Elektronik 1. RADAR Radar navigasi singkatan dari Radio Detection dalam and Ranging Pada adalah peralatan radar elektronik terpenting pelayaran. dasarnya

berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal. Disamping dapat memberikan petunjuk adanya kapal, pelampung, kedudukan pantai dan obyek lain disekeliling kapal, alat ini juga dapat memberikan

baringan dan jarak antara kapal dan objek-objek tersebut. Oleh karena itu radar sangat bermanfaat untuk mengetahui kedudukan kapal lain sehingga membantu menghindari/ mencegah terjadinya dapat

tabrakan dilaut. Radar akan

sangat berguna pada saat cuaca buruk, keadaan berkabut dan berlayar dimalam hari terutama apabila petunjuk pelayaran seperti lampu suar, pelampung, bukit atau bangunan secara visual tidak dapat diamati.

Gambar. Radar Jarak jangkau minimum radar adalah sama dengan jarak yang dapat dilihat oleh mata manusia dan jarak maksimum tergantung kepada jenis dan

kemampuan radar. Meskipun demikian, target dibalik sudut tidak akan tampak di radar.

(2). Prinsip Kerja Radar

Seperti telah diketahui radar menggunakan prinsip pancaran gelombang radio dalam bentuk microwave band. Pulsa yang dihasilkan oleh unit pemancar (transmitter unit) dikirim
Edisi Revisi : A Halaman 20 dari 40 Tanggal : 5 Januari 2010 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

ke

antena

melalui

swich

pemilih

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

pancar/terima elektronik (T/R electronic switch). Pada saat pengiriman sinyal antena akan berputar 10 hingga 30 kali/menit dengan memancarkan denyutan/pulsa 500 hingga 3000 kali/detik. Ketika pemancaran, pulsa ini akan dipantulkan kembali apabila mengenai sasaran dalam bentuk gema radio (radio echo). Pulsa yang dipantulkan ini akan diterima kembali oleh antena dan dikirim ke unit penerima (receiver) melalui switch pemilih pancar/terima. Pulsa ini akan di kuatkan dan akan dideteksi dalam bentuk sinyal radio yang seterusnya gelombang dibesarkan elektrik lagi kekuatannya pada indicator. Setiap putih kali

dipancarkan,

bintik-bintik

akan terbentang dari

pusat skrin/skop radar dengan kecepatan konstan dan akan membuat garis sapuan. Garis sapuan ini akan bergerak disekeliling pusat skop dan berputar searah jarum jam dimana putarannya selaras dengan putaran antena.

Apabila sinyal video (video signal) digunakan dalam indikator, bintik putih diatas garis sapuan ini akan diubah kedalam bentuk gambar/bayang-bayang. Posisi gambar ini akan sejalan dengan arah gelombang elektrik yang

dipancarkan serta jarak posisi gambar ini dengan pusat skop radar adalah berdasarkan jarak kapal dengan sasaran di suatu tempat. Dengan demikian posisi penerima sinyal kapal senantiasa berada di pusat skop pada tabung sinar katoda dan dikelilingi oleh objek/sasaran.

(3). Bagian-bagian Utama Radar

(a). Timer (trigger) Bagian ini berfungsi untuk membangkitkan pulsa-pulsa yang bertegangan

tinggi yang diteruskan pada modulator dan indikator dalam waktu yang sama. Untuk menyamakan waktu ini, maka diperlukan pengukur waktu yang berguna mengukur waktu pemancaran pulsa-pulsa radio yang

dipancarkan itu.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 21 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

(b). Modulator

Bagian

ini

berfungsi

untuk

memodulir gelombang radio (pulsanya) yang

dipancarkan dan untyuk memperkuat atau mempertinggi tegangan pulsa yang akan dipancarkan. Tegangan tinggi ini didapat dari tabung magnetron. Dengan demikian guna membangkitkan tegangan tinggi, pemancar harus dijalankan (dihidupkan) lebih dahulu (stand by)

(c). Pemancar (transmitter) Memberikan energi yang besar pada pulsa-pulsa dalam bentuk yang disebut tenaga puncak (peak power) yang kemudian disalurkan ke penghantar gelombang (wafeguide) terus ke antena, dari antena pulsa itu disalurkan ke udara dalam bentuk berkas elektron yang berputar. Bagian pemancar ini pada instalasi di kapal disatukan dalam satu kabin atau kotak.

(d). Penghubung TR dan Anti TR Tenaga gelombang radio yang dipancarkan oleh bagian pemancar

(transmitter) dan tenaga gema pulsa yang kembali dari sasaran melalui antena ke bagian penerima (receiver) sama-sama melalui penghantar

gelombang yang sama. Untuk mengatur penyaluran energi pulsa ke antena dan dari antena penerima tersebut dilakukan secara berganti-ganti dengan

menggunakan penghubung (swich) elektronik (neon) yang dinamakan TR dan anti TR swich (TR = Transit and Receive). Penghubung TR bertugas mencegah pulsa-pulsa yang bertegangan tinggi dari pemancar masuk ke bagian penerima yang sensitif terhadap tegangan tinggi. dengan demikian TR mencegah penerima dari kerusakan dan mencegah hilangnya energi yang dipancarkan (bila masuk ke bagian penerima). Anti TR menyalurkan energi gemagema pulsa ke bagian penerima dan mencegah masuknya energi ini ke bagian pemancar.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 22 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

(e). Bagian penerima (receiver) Memisahkan (mendeteksi) dan memperkuat energi yang diterima dari

sasaran. Hasil deteksi selubung getaran radio ini diperkuat disalurkan ke bagian penguat gambar (video amplifier) lalu diteruskan ke bagian indikator atau PPI unit.

(f). Bagian PPI (Plan Position Indikator) Kadang-kadang memperlihatkan disebut sasaran juga sebagai yang display terkena unit, fungsinya pulsa untuk dan

gambar

pancaran

menentukan arah serta jarak sasaran dalam azimut PPI dilengkapi dengan Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube) dan rangkaian yang disebut dasar waktu (time base) yang mengatur panjang atau lamanya sweep sesuai dengan jarak lamanya waktu yang digunakan.

(g). Bagian Antena Antena terdiri dari tiga bagian khusus yaitu :

Motor yang memutar antena Servo atau sinkro sistem yang terdiri dari generator sinkro (servo). Pada antena yang mengatur putaran gir mikro swit pada antena dan motor sinrkonnya pada putaran pembelok TSK.

Mikro swit

gunanya

untuk

menunjukkan cahaya

haluan (heading

plas) kecuali antena yang berbentuk parabol itu, ketiga bagian ini biasanya ditempatkan dalam satu kotak yang disebut pedestal.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 23 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

(4). Tombol-tombol Pengatur dan Switch-Switch Operasi (a). Primer Kontrol Tombol-tombol primer ini adalah yang paling banyak digunakan ketika menggunakan pesawat radar dan terdiri atas :

Power Switch Switch yang menghubungkan tegangan jala-jala pada semua bagian-bagian radar diberi petunjuk off-stan by operate. Bila pesawat tidak digunakan

switch baru pada kedudukan off. Bila radar akan digunakan tempatkan switch pada kedudukan stan by setelah ini nantikan 3-5 menit sampai lampu yang berpetunjuk untuk siap menyala ready light. Waktu terluang tersebut itu

gunanya

memanaskan

pilament-pilament

tabung.

Setelah

tempatkan switch pada kedudukan operate, radar mulai memancarkan dan menerima pulsa-pulsa.

Suppresor Control Pantulan dari percikan air laut yang dapat timbul di sekitar sasaran pada tabir. Bila laut di sekitar sasaran cukup tenang dan cerah, tempatkan tombol pada nol, maka remah-remah laut/sea return akan lenyap. Tetapi harus diperhatikan pula bila penalaran terlalu tinggi, maka gambar sasaran akan gunanya untuk mencegah sea return atau mencegah timbulnya gema-gema pudar atau hilang sama sekali.

Range Switch Gunanya untuk memilih jangkauan / range yang diperlukan Dimer Light Switch Gunanya untuk mengatur nyala lampu penerangan panel

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 24 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Cursor dan Movable Azimut Control Arah tiap sasaran adalah tujuan utama dari pengamat. Untuk ini pada tabel dipasangkan dua buah piring azimut yang terdiri dari azimut azimut bergerak (mopable azimut control). tetap dan

(b). Sekunder Control Pengatur-pengatur ini disebut demikian karena pemakaiannya tidak sebanyak penggunaan primer kontrol, dan terdiri dari :

Flas Control Gunanya untuk mengatur nyala cahaya lampu haluan agar nyalanya cerah dan bersih. Kadang-kadang juga untuk menempatkan cahaya itu tepat pada haluan atau 0O piringan skala tetap. Bila cuaca cerah ada baiknya para navigator memeriksa kebenarannya dengan menggunakan baringan pandangan.

Contras control Gunanya untuk mengatur nyala sasaran pada tabir. Tapi tidak sama dengan gain pada primer kontrol. Bila gambar dibuat terlalu terang, maka di belakang tabir akan timbul cahaya yang menyebabkan gambar menjadi kabur/pudar.

Focus control Tombol ini mengatur nyala titik pusat tabir agar sasaran dan cincin-cincin jarak dapat dilihat dengan jelas.

Brilliance/Anti Clutter/FTC Control Pada kedudukan on, ia akan mengurangkan cerahnya sasaran. Kalau kapal mengolah gerak pada cuaca buruk, gunakan tombol ini agar kontras antara
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 25 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

gambar

sasaran

dengan

remah-remah

laut

berlangsung

dengan

baik.

Seharusnya tombol ini digunakan bersama-sama dengan suppresor control. Center control Tombol ini selalu ditempatkan pada kedudukan close. Kecuali mengolah gerak pada jalur pelayaran sempit dengan jarak 1/sd 2 mil. Bila tombol berada pada kedudukan open maka pusat tabir akan berbentuk cincin yang menunjukkan jarak 0 Mil.

Ring Intensity Tombol ini mengatur cera gelang-gelang fix dan variabel

Ring FIX VAR Jika tombol berada pada kedudukan fix maka pada tabir akan kelihatan 3 atau 4 gelang-gelang jarak. Agar gelang-gelang ini terlihat dengan jelas, harus diatur dengan tombol ring intensity. Pada range yang dekat

gunakanlah intensity ini seminimum mungkin agar gambar terlihat dengan jelas. Bila pada tabir kelihatan 4 gelang-gelang jarak, maka jarak antara dua gelang akan sama dan sama dengan jarak skala yang digunakan. Bila tombol diletakkan pada kedudukan var, maka keempat gelang tadi akan lenyap dan yang tinggal hanya satu saja. Gelang yang satu ini dapat diatur oleh tombol pengatur variable ring, dengan mengatur tombol ini, jarak yang dinyatakan oleh variable ini dapat dibaca pada indikator yang tersedia. Pembacaan tersebut dalam mil dan besar jangkauan yang dapat ditunjukkan oleh gelang jarak berubah (variable range marker) ini yang tergantung juga pada range switch yang digunakan (bila range switch menunjukkan 8 mil, jangkauan

maksimumnya juga 8 mil). Agar sasaran dapat dihitung dengan cermat, maka aturlah gelang ini sampai menyinggung ujung sasaran sebelah dalam, lalu bacalah jaraknya pada indikator jarak. Guna utama dari variable range marker yaitu untuk menentukan kecepatan relatif (pada plotting) dan untuk menentukan
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 26 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

jejak antara kapal pengamat dengan kapal sasaran, serta menentukan kedudukan fix, yaitu dengan jalan berobah-obah ini seperti jarak capai maksimum range fix-nya.

Dimer Control Dimer control pada pengaturan-pengaturan sekunder ini digunakan untuk mengatur nyalanya penerangan skala azimut.

Test Button Gunanya untuk mentest bagian pemancar dan penerima radar, dengan menggunakan bantuan kotak gema (echo box). Caranya lihat sasaran maya.

(5). Prosedur Pengoperasian

(a). Prosedur Menghidupkan (ON) Pada prinsipnya prosedur penggunaan radar adalah sama untuk semua jenis radar dan prosedur penggunaan biasanya ada dalam buku manual operasi. Sebelum memutar tombol utama dan tombol-tombol function pada posisi ON tombol-tombol pada panel radar berada pada pastikan

posisi OF/penuh

berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah bagian tombol-tombol pada panel radar berada pada posisi

sebagaimana di atas maka radar dapat kita hidupkan (pastikan bahwa antena dapat berputar dengan bebas). Kemudian dilanjutkan prosedur

pengoperasian sebagai berikut :

Perhatikan setting jarak tidak terlalu pendek Selaraskan kecerahan Selaraskan fokus dengan memperhatikan gelang jarak Selaraskan amplifikasi sampai berbentuk bintik-bintik kabur pada
Edisi Revisi : A Halaman 27 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

skrin Set garis jarak pada kisaran jarak yang rendah dan gunakan pemilihan frekuensi secara otomatis. Selaraskan penekanan gema laut untuk mendapatkan kontras yang baik Set switch jarak sesuai keperluan dan selaraskan lagi switch fokus Pastikan gambar berada di tengah-tengah Set penanda haluan pada 0O atau pada haluan kapal sesuai tampilan yang akan digunakan. Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum pengoperasian radar adalah: Semua switch dalam kaeadan minimum Kekuatan listrik yang betul Pastikan tidak ada orang disekitar antenna atau antenna betul-betul bebas dari hambatan seperti tali atau benda lain yang akan

mengganggu perputaran antena.

(b). Prosedur Mematikan (Off) Bila radar tidak akan digunakan dalam periode waktu yang panjang, putar tombol function dan antena pada posisi Off selanjutnya tombol-tombol yang lain putar pada posisi sebelum diaktifkan.

2. RADIO DETECTION FINDER (RDF) Antena pesawat Radio Direction Finder (RDF) akan menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh stasion pemancar. Oleh karena antena itu merupakan dari suatu penghantar yang yang diterima baik maka gelombang akan

elektromagnetik

pemancar

oleh

antena

membangkitkan arus gelombang yang getarannya sama dengan getaran gelombang elektromagnetik dari pemancar.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 28 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Bila bidang bingkai antena searah dengan arah datangnya isyarat dari pemancar maka tegangan yang dijangkitkan dalam antena akan maksimum dan bila bidang bingkai antena diputar 90o tidak searah lagi dengan arah datangnya isyarat maka tidak ada tegangan yang terjangkit dalam antena dan isyarat tidak akan terdengar isyarat yang diterima oleh antena

diteruskan ke kotak penerima dan arah pemancar akan berada pada suara yang terkeras. Karena petunjuk arah dihubungkan dengan antena maka arah datangnya isyarat dapat dibaca pada indikatornya. Pada sistem dua bingkai, bingkai yang satu mengarah ke haluan dan buritan sedangkan yang lain ke sisi iri dan kanan pada kapal. Ujung masing-masing bingkai dihubungkan pada dua buah kumparan yang terpisahkan dan berkedudukan tegak lurus satu sama lain di dalam pesawat penerima. Bila pemancar berada antara dua bingkai itu maka kedua bingkai itu akan

menghasilkan tegangan yang menimbulkan medan magnit. Tiap medan magnit akan menggambarkan sebagai vektor, jumlah vektor itulah

menunjukkan arah tempat di mana pemancar berada.

(2). Penggunaan Tombol-tombol Pesawat RDF

(a). Tombol-tombol yang terdapat pada pesawat RDF Sebelum pesawat RDF dioperasikan perlu diketahui nama dan guna tomboltombol yang terdapat pada pesawat RDF.

Power switch Tombol ini gunanya untuk memberikan tegangan pada semua bagian

pesawat RDF atau memberikan tenaga dalam pesawat. Power switch ini mempunyai 3 kedudukan, tiap-tiap kedudukan itu akan memberikan jumlah voltage yang berbeda-beda tergantung pada jumlah
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 29 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

voltage yang didapat dari sumber listrik. Apabila sumber listrik memberikan voltage 110 volt maka tombol power ini ditempatkan pada kedudukan 1.

Band switch Tombol ini gunanya untuk memilih frekuensi stasion yang dikehendaki. Band switch ini mempunyai 4 kedudukan yaitu : Kedudukan I KHz. Kedudukan II 1,4 KHz. Kedudukan III KHz 3,3 KHz. Kedudukan IV 9,0 KHz. : Untuk Short Wave yang mempunyai frekuensi 3,3 KHz : Untuk medium wave yang mempunyai frekuensi 1,4 : Untuk Broad Cast yang mempunyai frekuensi 530 KHz : Untuk radio yang mempunyai frekuensi 200 KHz 530

Kursor Tombol ini gunanya untuk membaring arah dari pada isyaratnya datang yang terdengar dalam bentuk diagram angka delapan pada tabir. Gambar diagram angka delapan ini diatur sedemikian rupa dengan tombol tuning sehingga membentuk sepipih mungkin atau merupakan satu garis lurus. Ujung daripada diagram angka delapan inilah merupakan arah datangnya isyarat (arah stasionnya).

Tuning knob Tombol ini gunanya hanya untuk mencari arah datangnya gelombang radio atau stasiun yang dikehendaki untuk dibaring.

Fine control Tombol ini gunanya untuk mendapatkan atau mengatur arah baringan yang tepat.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 30 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Wave form Tombol ini gunanya untuk memilih mode isyarat yang dikehendaki wave form ini mempunyai beberapa kedudukan yaitu : Kedudukan I : A1 untuk telegrafi. Ini digunakan

apabila menginginkan penerimaannya dalam bentuk telegraf. Kedudukan II A3 untuk teleponi. Kedudukan III Kedudukan IV telephoni. : : SSB : A1, spot. Kedudukan ini untuk SSB dan telegrafi. A2; A3 spot. Kedudukan ini untuk telegrafi dan : A2; A3 . A2 untuk telegrafi dan broad casting sedang

Auto frekuensi gain Gunanya untuk mendapatkan volume suara yang baik.

Receiver frekwensi gain Gunanya untuk memperoleh suara isyarat yang jelas.

System control Tombol ini mempunyai 2 kedudukan yaitu : - Kedudukan pada receiver - Kedudukan pada direction finder

Dalam

menentukan

suatu

stasion

yang

akan

dibaring

kedudukan

ini

ditempatkan pada kedudukan receiver atau D.F pada kedudukan Receiver digunakan hanya untuk menerima dalam bentuk suara radio biasa,

sedangkan pada kedudukan D.F untuk menerima isyarat yang dipancarkan dalam bentuk kode morse. Sebagai contoh :
Tanggal : 5 Januari 2010

(ini berarti kode


Edisi Revisi : A

AL).

Kode-kode ini akan


Halaman 31 dari 40

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si

Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

dipancarkan terus-menerus.

Radius control Tombol ini gunanya untuk memperbesar lebar dari pada gambar diagram angka delapan yang tergambar pada tabir.

Clarifier control Tombol ini gunanya untuk membersihkan isyarat-isyarat yang diterima oleh pesawat R.D.F yang kurang jelas.

Compass knob Tombol ini gunanya untuk mengatur atau menyesuaikan penunjukkan

haluan kapal dengan piring pedoman yang terdapat padanya. Cara melakukannya : tombol kompas ditarik keluar dan kemudian diputar pelan-pelan dissuaikan dengan arah haluan kapal. Pekerjaan ini harus dilakukan dua orang, yang seorang berdiri di depan kemudi serta menyebut haluan kapal tiga kali, sedang yang seorang lagi mengatur tombol kompas sambil menyesuaikan dengan arah haluan kapal yang disebut di atas tadi.

Setelah tepat dan sama dengan haluan tombol kompas di tekan kembali.

Sense control Tombol ini gunanya untuk menunjukkan arah daripada stasion radio. Kita telah mengetahui bahwa diagram angka delapan yang terbentuk pada tabir mempunyai dua ujung yaitu ke atas dan ke bawah. Di sini belum diketahui ujung yang mana yang menunjukkan arah stasion. Maka dengan menekan tombil ini salah satu ujungnya akna menunjukkan arah daripada stasionnya. Keadaan demikian terjadi selama tombol sensei ditekan.

Auto Sense
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 32 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Tombol ini mempunyai dua kedudukan OFF dan Auto. Jika tombol ini ditempatkan di Auto secara otomatis salah satu ujung diagram angka

delapan akan menunjukkan ke arah stasionnya.

(3). Pengoperasian Pesawat R.D.F. Menghidupkan atau mematikan dan mengoperasikan atau menggunakan

pesawat R.D.F pada prinsipnya sama dengan peralatan radio lainnya. (a). Cara menghidupkan : Hubungkan pesawat dengan jala-jala listrik agar pesawat mendapat tenaga dengan menempatkan switch pada kedudukan ON. Tunggu beberapa menit sampai pesawat mendapat panas yang

cukup dan kemudian tempatkan power switch pada keduudkan yang dikehendaki menurut jumlah voltage yang masuk. Tombol-tombol diatur pada kedudukan yang diperlukan untuk

mendapat arah stasionnya. (b). Menggunakan pesawat R.D.F Sebelum mengoperasikan/menggunakan pesawat R.D.F harus hafal nama-

nama tombol serta kegunaannya. Hal ini adalah untuk memudahkan dalam mengoperasikannya. Letakkan power switch pada kedudukan 1,2,3 menurut jumlah voltage yang masuk. Letakkan sistem switch pada kedudukan receiver. Tempatkan band switch pada band yang dikehendaki kalau untuk radio beacon tempatkan pada band 1 dan kalau untuk broad cast tempatkan pada band 2. Letakan wave form switch menurut mode isyarat yang dikehendaki (lihat kegunaan masing-masing kedudukan). Carilah frekuensi gelombang radio yang akan dibaring dengan menggunakan tombol tuning.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 33 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Tombol auto frekuensi gain dan receiver frekuensi diatur sampai mendapatkan volume suara yang baik. Apabila diagram angka delapan yang terlihat pada tabir terlampau pendek, maka tombil radius diatur pelan-pelan sampai panjang yang dikehendaki.

Dalam mendapatkan diagram angka delapan diusahakan sampai dapat membentuk satu garis lurus dengan menggunakan tombol fine control.

(c). Cara mematikan : Untuk mematikan RDF setelah digunakan maka tombol-tombol seperti AF gain, RF gain radius ditempatkan pada kedudukan minimum.

3. GLOBAL POSITION SYSTEM (GPS)

1. Pengenalan Umum GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit. Nama formalnya adalah NAVSTAR GPS kependekan dari

NAVigation Satellite and Ranging Global Positioning System. Sistem yang banyak digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi yang teliti, dan juga informasi mengenai waktu secara kontinyu diseluruh dunia. Dalam hal penentuan posisi, GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dari yang sangat teliti s ampai yang biasasaja. biasa

Ketelitian posisi yang diperoleh secra umum akan bergantung pada

empat faktor, yaitu : Metode penentuan posisi yang digunkan Geometri dan distribusi dari satelit satelit yang diamati. Ketelitian data yang digunakan.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 34 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

Strategi / metode pengolahan data yang diterapkan

(2). Mengoperasikan Gps GPS mempunyai beberapa macam (model) seperti VALSAT 021, namun

secara umum prinsip dasar pengoperasiannya adalah relative sama dan yang membedakannya adalah tipe dan merek GPS receiver yang

bersangkutan. Prosedur pengoperasian GPS model VALSAT 021 adalah sebagai berikut.

(a). Menghidupkan Unit GPS Sebelum menghidupkan GPS kita harus mengetahui pengoperasian. Secara prinsip pengoperasian GPS posisi duga saat mudah

sangatlah

dengan urut-urutan sebagai berikut: Tekan ON/ OFF untuk menghidupakn Atur kecerahan cahaya dilayar tampilan Untuk mematikan perangkat, tekan kunci ON /OFF selama 3 detik

(b). Mengoperasikan Navigator 1). Self Localization GPS dengan mudah dapat memberikan informasi mengenai posisi kita

dipermukaan bumi disertai dengan waktu, dan kalender. GPS mencari sinyal satelit pertama, dan saat itu juga dipergunakan untuk pembaruan data tentang waktu dan dipergunakan kalender (update). Pencaraian sinyalsinyal satelit ini

untuk memperbaharui data mengenai waktu dan kalender.

Proses ini memerlukan waktu rata rata 15 menit.

2). Memasukan posisi perkiraan Diperlukan waktu beberapa menit untuk mendapatkan posisi yang kemudian dimasukan sebagai posisi perkiraan.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 35 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

(a). tekan kunci POS, kordinat Lat/Lon ditampilkan pada layar. POS 1 akan berkedip selama GPS tidak terkunci. (b). Tekan kunci LNI, karakter pertama dari lat/ lintang akan berkedip Tekan +/- untuk memilih Utara / Selatan ( N/ S ) Masukan data Lat / Lintang Dilihat bahwa karakter pertama dari lon/ bujur apakah sudah berkedip. Tekan +/- untuk memilih Timur / Barat ( E / W ) POS 1 berhenti berkedip saat GPS terkunci.

3).

Pemilihan sistem Geodesi Tekan ( +/- ) menuju ketampilan fungsi kedua. Tekan 6 untuk mendapatkan fungsi F6, kemudian ENT. Tekan untuk memilih sistem Geodesi, kemudian ENT.

Setiap sistem geodesi memberikan perhitungan mengenai posisi lat/lon yang berbeda. 4). Pengenalan tentang ketinggian antena Tekan POS< POS 1 muncul dilayar tampilan. Tekan untuk menampilkan POS 2.

Tekan ENT untuk memasukan data ketinggian antena dalam sistem. Yang dimaksud ketinggian disini adalah ketinggian antena terhadap rata rata permukaan laut.

(c). Mendapatkan posisi 1) Tekan POS 2) POS 1 muncul dilayar tampilan. 3) Posisi ini selalu diperbaharui / dikoreksi setiap 1 detik.
Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 36 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

4) XY atau XYZ menunjukan operasi dalam 2 atau 3 dimensi. 5) Indikator POS 1 akan tetap saat GPS dikunci

(d). Menentukan Kecepatan dan Arah. 1) Tekan NAV 2) Nav 1 akan mumcul dilayar tampilan. 3) Baris pertama menunjukan kecepatan dalam knots. 4) Baris kedua menunjukan arah dalam derajat.

(e). Memasukan Titik Posisi (Waypoint) 1) Tekan WPT. 2) WPT 1 akan muncul dilayar tampilan 3) Masukan nomor titik posisi. Nomor ini ditampilkan pada baris kedua, di bawah WPT 4) Tekan ENT Karakter pertama untuk latitude (lintang) akan berkedip

(menandakan siap untuk memasukan data ). 5) Tekan +/- untuk pilihan N ( utara ) atau S ( selatan ). 6) Masukan koordinat lintang ( lititude ) 7) Kemudian periksa, karakter pertama dari bujur ( longitude ) akan berkedip (menandakan siap untuk memasukan data) 8) Tekan +/- untuk pilihan E ( timur ) atau W ( barat ) 9) Masukan koordinat bujur. 10) Tekan ENT.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 37 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

(f). Pemberian nama setiap titik posisi (Waypoint) 1) Tekan WPT 2) WPT 1 akan muncul dilayar tampilan. 3) Tekan 4) Pilih nomor titik posisi ( waypoint ) 5) Tekan ENT. Karakter pertama akan berkedip. 6) Tekan kunci (angka), yang berkenaan dengan huruf pertama dan tekan +/- untuk memilih huruf yang diinginkan. 7) Tulis sesuai yang dikehendaki.

(g). Menghapus titik posisi (waypoint ) dan namanya. 1) Tekan WPT. 2) WPT 1 akan muncul dilayar tampilan. 3) Masukan nomor titik posisi ( waypoint ). 4) Tekan ENT 5) Tekan Nav, sekarang posisi adalah 00o 00 000N 00o 00 000E dan namanya juga ikut terhapus. 6) Tekan ENT

(h). Memasukan koordinat saat ini kedalam titik posisi ( waypoint ) secara otomatis.

1) Tekan WPT 2) WPT 1 akan muncul dilayar


Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010 Edisi Revisi : A Halaman 38 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

3) Masukan nomor titik posisi ( waypoint ) 4) Tekan ENT POS ENT 5) Posisi saat ini secara otomatis tersimpan didalam titik posisi

Penentuan orientasi dari suatu wahana secara teliti dengan GPS seperti yang dijelaskan diatas akan berguna untuk beberapa aplikasi seperti: Penentuan orientasi dari suatu wahana yang bergerak secara cepat dan teliti Pengepasan ( alignment ) dan reinisialisasi dari sistem navigasi inersia (INS) secara cepat ketika terbang. Aplikasi - aplikasi pengarahan dan pemanduan yang berketelitian tinggi. Kontrol orientasi dari wahana wahana angkasa. Kontrol dan identifikasi model dari struktur struktur yang lentur secara online Penentuan posisi secara teliti dari peralatan seismik di laut.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 39 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010

Kode :

Alat Navigasi Konvensional dan Elektronik

DEPARTEMEN PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN

DAFTAR PUSTAKA

Abidin H. Z. ( 1995 ) Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. PT. Paradnya Paramitra Jakarta. ................Buku Petunjuk VALSAT 021. PT. Adhinus Lestari Jaya Jakarta. ............... Intruction Manual Raython, Model 21. Raster Scan Radar System. Anonimous. 1974. Textbook of Nautical Instrument.. Japan International Coperation Agency, JICA, Japan. Capt. W.D. Moss. 1965. Radar Watchkeeping. Ebenezer Baylis and Son Limited, London.

Dunlap, G.D and Shufeldt, H.H, Dutton. 1978. Navigation Piloting. United States Naval Institute. Hermawan, M. 2001. Navigasi Elektronik Buku 1. Diktat Kuliah. Sekolah Tinggi Perikanan. Jakarta. Samo, K. dan Taguchi, K. 1989. Coastal Navigation and Fisheries Electronic Aids Faculty of Fisheries and marine Science University Agriculture of Malaysia JICA

Sonnenberg, G.J. 1988. Radar and Electronic Navigation (sixth edition). Newness. Butterworth, Cambridge, England. Tetley, L. and Calcut, D. 1991. Electronic Aids to Navigation; Positioning Fixing. Tottenham, London.

Disusun : R.Diyan Krisdiana,A.Pi,M.Si Tanggal : 5 Januari 2010

Edisi Revisi : A Halaman 40 dari 40 Revisi ke : 1 ; Tanggal : 20 Juni 2010