Anda di halaman 1dari 2

Jenis enema : 1. Cleansing enema / huknah Cleansing enema dimaksudkan untuk mengeluarkan feses.

Tindakan ini utamanya diberikan untuk : - Mencegah keluarnya feses saat operasi - Persiapan pemeriksaan diagnostik tertentu pada usus - Mengeluarkan feses dari usus saat konstipasi / obstipasi Cleansing enema menggunakan bermacam-macam larutan sebagai berikut : Larutan Unsur Tindakan Waktu Hipertonis 90 120 cc (misalMenarik air dari ruang5 10 Sodium phosphate) interstisiil ke dalam kolon, merangsang peristaltik, menyebabkan defekasi Hipotonis 500 1000 cc airDistensi abdomen, me-15 20 kran rangsang peristaltik, melunakkan feses Isotonis 500 1000 ccDistensi abdomen, me-15 - 20 normal salinerangsang peristaltik, (NaCl 0.9 %) melunakkan feses Air sabun 500 1000 cc (3 mengiritasi mukosa,10 15 5 cc sabun dalamdistensi kolon 1000 cc air) Minyak 90 120 cc Lubrikasi feses dan 3 jam mukosa kolon Efek samping Retensi Sodium

Ketidakseimbangan cairan dan elek-trolit, intoksikasi air Kemungkinan retensi Na. Iritasi dan merusak mukosa

Cleansing enema juga dapat digambarkan tinggi dan rendah. Tinggi jika pembersihan dimungkinkan mencapai kolon. Klien berubah posisi dari lateral kiri ke dorsal recumbent dan kemudian lateral kanan selama pemberian enema, dengan posisi kontainer 30 46 cm dari klien. Rendah jika pembersihan hanya pada rektum dan sigmoid. Posisi klien dipertahankan lateral kiri selama pemberian enema dengan posisi kontainer tidak lebih dari 30 cm dari klien. 2. Carminative enema Diberikan utamanya untuk mengeluarkan flatus. Cairan dimasukkan ke dalam rektum mengeluarkan gas yang menambah distensi pada rektum dan kolon, kemudian merangsang peristaltik. Untuk dewasa diperlukan cairan 60 80 cc.

3. Retention enema / klisma Adalah memasukkan minyak atau obat ke dalam rektum dan kolon sigmoid. Cairan dipertahankan dalam waktu yang relatif lama (misalnya 1 3 jam), untuk melunakkan feses dan lubrikasi rektum dan anus yang membantu keluarnya feses. Antibiotik enema digunakan untuk menangani infeksi lokal, antihelmentic enema untuk membunuh cacing parasit, nutritive enema untuk memberikan cairan dan nutrien pada rektum. 4. Return-flow enema Kadang-kadang digunakan untuk mengeluarkan flatus. Sekitar 100 200 cc cairan dimasukkan ke dalam rektuum dan kolon sigmoid yang akan merangsang peristaltik. Tindakan ini diulangi 4 5 x sampai flatus keluar dan distensi abdomen berkurang.