Anda di halaman 1dari 18

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Blok Kedokteran Komunitas

Soal Ujian Akhir Blok (Jumlah 60 soal)

Epidemiologi

(10 soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar.

1. Jumlah kasus baru dalam suatu periode dibagi dengan populasi berisiko pada awal periode, menunjukkan besarnya risiko untuk terjadi penyakit pada populasi dalam suatu periode:

A. Prevalensi titik

B. Prevalensi periode

C. Cumulative incidence

D. Incidence density

E. Attack rate

2. Intervensi ini meliputi pengobatan, rehabilitasi dan pembatasan kecacatan, dengan tujuan untuk mencegah kematian dini, mengurangi dan mencegah sekulae dan disfungsi sisa, mencegah serangan ulang, mencegah komplikasi, meringankan akibat penyakit

A. Upaya preventif dan promotif

B. Pencegahan premordial

C. Pencegahan primer

D. Pencegahan sekunder

E. Pencegahan tersier

3. Faktor yang berhubungan dengan berkurangnya risiko untuk terjadinya penyakit, misalnya vaksin, kolesterol HDL, penggunaan kondom:

A. Paparan

B. Kausa yang diperlukan

C. Kausa yang mencukupi

D. Faktor risiko

E. Faktor protektif

4. Jumlah kasus baru dan lama pada suatu saat dibagi dengan jumlah populasi pada saat itu, menunjukkan besarnya beban penyakit (disease burden) bagi sistem pelayanan kesehatan

A. Prevalensi titik

B. Prevalensi periode

C. Cumulative incidence

D. Incidence density

E. Attack rate

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

5. Epidemiologi dengan paradigma ini mempelajari hubungan paparan-penyakit tanpa perlu mengetahui patogenesis atau faktor-faktor dalam mekanisme kausal paparan-penyakit pada level molekul, sel, dan sistem tubuh. Epidemiologi dengan paradigma ini banyak mempelajari hubungan antara faktor risiko pada level individu seperti gaya hidup (diet, aktivitas fisik, perilaku seks), agen (makanan), atau lingkungan (polusi, merokok pasif) dengan penyakit kardio-vaskuler, kanker, dan diabetes melitus.

A. Black box epidemiology

B. Chinese box epidemiolgy

C. Eco-epidemiology

D. Classical epidemiology

E. Clinical epidemiology

6. Kedekatan (proximity) individu dengan suatu determinan penyakit sehingga individu dapat berisiko mengalami penyakit, merupakan prasyarat bagi determinan penyakit untuk bisa mulai menyebabkan penyakit, atau memulai terjadinya infeksi pada penyakit infeksi.

A. Faktor risiko

B. Faktor protektif

C. Faktor prognostik

D. Kausa

E. Paparan

7. Peningkatan insidensi kasus yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak pada suatu populasi, khususnya suatu komunitas, di suatu tempat terbatas, misalnya desa, kecamatan, kota, atau institusi yang tertutup (misalnya sekolah, tempat kerja, atau pesantren), pada suatu periode waktu:

A. Outbreak

B. Sporadis

C. Endemis

D. Hiperendemis

E. Pandemi

8. Dalam epidemiologi analitik dikenal suatu jenis kesalahan sistematis dalam memilih subjek penelitian, yang menyebabkan terjadinya deviasi antara kesimpulan tentang efek paparan/ intervensi terhadap penyakit pada sampel dan efek yang sesungguhnya pada populasi:

A. Kesalahan random

B. Signifikansi statistik

C. Kerancuan (confounding)

D. Bias seleksi

E. Bias informasi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

9. Desain studi epidemiologi analitik yang dimulai dengan menentukan kelompok subjek penelitian berdasarkan status penyakit (yaitu, kelompok kasus dan kelompok kontrol), lalu menelusuri ke belakang (retrospektif) tentang riwayat paparan yang dialami subjek:

A. Studi potong-lintang

B. Studi kohor

C. Studi kasus kontrol

D. Studi eksperimental

E. Meta-analisis

10. Jumlah individu yang terinfeksi di antara semua individu rentan yang terpapar oleh agen infeksi, menunjukkan kemampuan agen untuk menginfeksi:

A. Infektivitas

B. Patogenesitas

C. Virulensi

D. Imunogenesitas

E. Stabilitas antigen

Biostatistika

(10 soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar.

1. Pada usia 35 tahun, berapa probabilitas perokok untuk bisa melangsungkan hidup sampai usia 70 tahun (lihat Gambar di bawah)?

hidup sampai usia 70 tahun (lihat Gambar di bawah)? A. 0% B. 2% C. 24% D.

A. 0%

B. 2%

C. 24%

D. 58%

E. 81%

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

2. Sebuah studi kohor dilakukan selama 30 tahun untuk membandingkan tiga kelompok paparan: (1) Perokok Berat; (2) Perokok Ringan; dan (3) Tidak Merokok. Variabel hasil yang dibandingkan adalah kejadian Stroke yang dibagi ke dalam 2 kategori: (1) Stroke; (2) Tidak Stroke. Apakah uji statistik yang tepat untuk membandingkan proporsi Stroke antara ketiga kelompok tersebut?

A. Uji F

B. Uji t

C. Chi Kuadrat

D. Mann-Whitney

E. Friedman

3. Gambar di bawah ini menunjukkan hasil studi ekologis (disebut juga studi korelasi populasi) tentang hubungan antara obesitas pria dan kesenjangan pendapatan di 21 negara kaya (Pickett et al., 2005).

pendapatan di 21 negara kaya (Pickett et al., 2005). Rasio antara pendapatan 20% tertinggi dan 20%

Rasio antara pendapatan 20% tertinggi dan 20%

Pernyataan yang benar dari hasil analisis tersebut:

A. Jepang merupakan negara yang paling besar kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin

B. Swis termasuk di antara negara kaya dengan prevalensi obesitas tinggi

C. AS termasuk negara yang paling egaliter dalam distribusi pendapatan

D. Makin tinggi kesenjangan kaya-miskin, makin tinggi prevalensi obesitas

E. Makin tinggi kesenjangan kaya-miskin, makin rendah prevalensi obesitas

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

4. Sebuah eksperimen randomisasi (RCT) membandingkan efektivitas sebuah obat analgetika baru. Tingkat nyeri diukur dalam skala ordinal, mulai dari skor 0 untuk tanpa nyeri hingga skor 5 untuk paling nyeri. Kelompok yang dibandingkan terdiri atas sebuah kelompok intervensi yang menerima analgetika baru, dan sebuah kelompok kontrol yang menrima analgetika standar. Apakah uji statistik yang tepat untuk membandingkan perbedaan tingkat nyeri antara kedua kelompok itu?

A. Kruskal-Wallis

B. Mann-Whitney

C. Friedman

D. Wilcoxon

E. Uji t

5. Hasil riset menunjukkan, probiotik dapat memperpendek lama diare anak yang disebabkan oleh antibiotika (antibiotic-associated diarrhea) sebesar 3 hari dengan p=0.002. Apakah arti dari p=0.002?

A. Penelitian itu memberikan hasil yang valid dan konsisten

B. Penelitian itu memberikan hasil yang valid tetapi tidak konsisten

C. Jika penelitian ini diulangi 1000 kali, maka 2 kali di antaranya akan memberikan kesimpulan yang sama dengan kesimpulan sekarang

D. Jika penelitian ini diulangi 1000 kali, maka 998 kali di antaranya akan memberikan kesimpulan yang sama dengan kesimpulan sekarang

E. Nilai p tersebut secara statistik bermakna, sehingga sebaiknya dilaporkan sebagai p<0.05 daripada p=0.002

6. Sebuah analisis regresi linier ganda menghasilkan output sebagai berikut:

TDS = 100 + 0.5 (Umur) + 2.5 (BMI) + 20 (Merokok). TDS = Tekanan Darah Sistolik diukur dalam mmHg. Umur dalam tahun. BMI= body mass index diukur dalam kgBB/ m 2 TB. Merokok dibagi dua kategori: (0) Tidak merokok; (1) Merokok. Interpretasi yang benar:

A. Setiap peningkatan 0.5 tahun umur akan meningkatkan 1 mmHg TDS

B. Setiap peningkatan 2.5 kgBB/ m 2 TB BMI akan meningkatkan 1 mmHg TDS

C. Rata-rata perokok memiliki TDS 20 mmHg lebih tinggi daripada bukan perokok

D. Setiap 10 batang rokok meningkatkan TDS sebesar 20 mmHg

E. TDS diukur dalam skala dikotomi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

7. Sebuah studi kohor (survival analysis) dilakukan untuk membandingkan kelangsungan hidup kelompok pasien dengan profil gen A dan pasien dengan profil gen B. Gambar di bawah menyajikan grafik Kaplan-Meier tentang kelangsungan hidup tersebut. Pernyataan yang benar tentang grafik Kaplan-Meier.

tersebut. Pernyataan yang benar tentang grafik Kaplan-Meier. A. Kelangsungan hidup pasien dengan profil gen A sama

A. Kelangsungan hidup pasien dengan profil gen A sama baiknya dengan profil gen B

B. Probabilitas untuk hidup hingga 3.5 tahun pada kelompok pasien dengan profil gen A sekitar tiga kali lebih tinggi daripada pasien dengan profil gen B

C. Baik profil gen A maupun B, makin lama probabilitas untuk hidup pasien makin meningkat

D. Dalam waktu dua tahun sekitar 80% pasien dengan profil gen A mampu bertahan hidup, tetapi hanya sekitar 50% pasien dengan profil gen B bertahan hidup

E. Pada awal periode, kelangsungan hidup pasien dengan profil gen A maupun gen B masing-masing sebesar 50%

8. Sebuah studi potong lintang (cross-sectional) bertujuan menganalisis hubungan antara body mass index (kgBB/ m 2 TB) dan sensitivitas insulin (M-Value). Hasil analisis disajikan pada Gambar di bawah. Pernyataan yang benar tentang Gambar tersebut:

di bawah. Pernyataan yang benar tentang Gambar tersebut: A. Terdapat korelasi positif antara BMI dan sensitivitas

A. Terdapat korelasi positif antara BMI dan sensitivitas insulin

B. Koefisien korelasi Pearson adalah kuadrat dari koefisien determinasi R 2

C. Variabel BMI dan sensitivitas insulin berskala kategorikal

D. Hubungan antara BMI dan sensitivitas insulin tidak konsisten

E. BMI mampu menjelaskan variasi sensitivitas insulin sebesar 71.4%

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

9. Sebuah studi kohor dilakukan untuk meneliti hubungan antara merokok dan risiko penyakit pneumokokus (lihat Gambar di bawah). Pernyataan yang benar tentang grafik pada Gambar tersebut.

Pernyataan yang benar tentang grafik pada Gambar tersebut. A. Grafik pada Gambar tersebut merupakan histogram B.

A. Grafik pada Gambar tersebut merupakan histogram

B. Odds Ratio merupakan ukuran hubungan antar dua buah variabel yang masing-masing terukur dalam skala kategorikal

C. Odds Ratio untuk terkena penyakit pneumokokus jika tidak merokok adalah 0

D. Makin banyak jumlah batang sigaret yang diisap, makin menurun risiko terkena penyakit pneumokokus.

E. Grafik pada Gambar tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan dosis-repons antara jumlah batang sigaret yang diisap dan peningkatan risiko terkena penyakit pneumokokus.

10. Sebuah eksperimen random (RCT) dilakukan untuk membandingkan efektivitas sebuah intervensi. Terdapat 4 kelompok yang dibandingkan: (1) kelompok A tanpa intervensi; (2) kelompok B dengan intervensi dosis rendah; (3) kelompok C dengan intervensi dosis sedang; (4) kelompok D dengan intervensi dosis tinggi (lihat Gambar di bawah). Pernyataan yang benar tentang Gambar tersebut.

di bawah). Pernyataan yang benar tentang Gambar tersebut. A. RCT tersebut menunjukkan hubungan dosis-respons sebagai

A. RCT tersebut menunjukkan hubungan dosis-respons sebagai salah sebuah bukti yang menguatkan hubungan kausal antara pemberian intervensi dan penurunan variabel hasil yang diteliti

B. Variabel dependen yang diteliti berskala kontinu

C. Variabel hasil yang diteliti berskala kategorikal

D. Garis horisontal di dalam kotak boxplot menunjukkan mean, bukan median

E. Variabel independen yang diteliti berskala kontinu

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Primary Health Care (The Five Star Doctor) (10 soal) Pilih

Primary Health Care

(The Five Star Doctor) (10 soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar.

1. Di suatu Puskesmas dikumpulkan data tentang jumlah kasus Tuberkulosis. Data dikumpulkan secara rutin berdasarkan kunjungan pasien yang datang di Puskesmas. Pengumpulan data dengan cara tersebut adalah:

A. Penelitian potong lintang

B. Penelitian kasus kontrol

C. Penelitian eksperimental

D. Surveilens pasif

E. Surveilens aktif

2. Seorang dokter kepala Puskesmas berinisiatif untuk meningkatkan jumlah penemuan kasus Tuberkulosis dengan mengaktifkan kader kesehatan untuk datang dari rumah ke rumah untuk mencari tersangka TB dan kemudian melakukan pemeriksaan sputum. Kegiatan tersebut bersifat rutin dan terus menerus. Cara pengumpulan data tersebut disebut dengan:

A. Penelitian potong lintang

B. Penelitian kasus kontrol

C. Penelitian eksperimental

D. Surveilens pasif

E. Surveilens aktif

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Skenario berikut digunakan untuk soal no.3-5. Pada bulan-bulan tertentu, Pemerintah mengadakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) secara serentak di seluruh Puskesmas. Kegiatan PIN meliputi pemberian vaksinasi Campak dan Polio, penyuluhan dan pemberian makanan tambahan pada balita. Sebagai persiapan, dokter di Puskesmas diminta untuk menghitung target sasaran Balita untuk mempersiapkan logistik imunisasi yang dibutuhkan. Selain itu, dokter tersebut juga menyiapkan materi penyuluhan dengan leaflet dan flip chart (lembar balik).

3. Pemberian vaksinasi merupakan contoh suatu upaya:

A. Pencegahan Primer

B. Pencegahan Sekunder

C. Pencegahan Tersier

D. Promosi Kesehatan

E. Rehabilitasi Kesehatan

4. Pemberian materi penyuluhan dengan leaflet dan flip chart (lembar balik:

A. Pencegahan Primer

B. Pencegahan Sekunder

C. Pencegahan Tersier

D. Promosi Kesehatan

E. Rehabilitasi Kesehatan

5. Kegiatan dokter dalam menghitung sasaran balita untuk mempersiapkan logistik imunisasi terkait dengan kompetensi five star doctor berikut:

A. Care provider

B. Manajer

C. Komunikator

D. Community leader

E. Decision maker

6. Kemampuan dokter dalam menyampaikan materi penyuluhan terkait dengan kompetensi five star doctor berikut:

A. Care provider

B. Manajer

C. Komunikator

D. Community leader

E. Decision maker

Skenario berikut dipakai untuk soal no.7-10. Seorang dokter puskesmas melakukan penelitian sederhana dengan jenis penelitian potong lintang untuk membandingkan proporsi individu dengan Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) pada kelompok perokok dan bukan perokok. Hasil analisis menyimpulkan ada hubungan antara perilaku merokok dan PPOM (p=0,020).

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

7. Dari jenis penelitian potong lintang, dapat dihitung:

A. Risiko Relatif

B. Insidensi

C. Prevalensi

D. Sensitivitas

E. Spesifisitas

8. Ukuran risiko pada penelitian potong lintang adalah:

A. Risiko Relatif

B. Rasio Odds

C. Rasio Prevalensi

D. Sensitivitas

E. Spesifisitas

9. Hal yang sesuai untuk penelitian potong lintang:

A. Dilakukan dengan memilih kasus dan kontrol

B. Dilakukan dengan memilih kohort orang dengan faktor risiko dan tanpa faktor risiko

C. Terdapat kelompok intervensi dan kelompok kontrol

D. Tidak mampu menyimpulkan suatu sebab akibat

E. Mampu menyimpulkan suatu sebab akibat

10. Penelitian di atas menyimpulkan hal berikut:

A. Perilaku merokok adalah sebab dari PPOM

B. Perilaku merokok adalah faktor risiko PPOM

C. Perbedaan proporsi PPOM pada kelompok perokok dan bukan perokok semata-mata terjadi by chance

D. Rasio Odds PPOM karena perilaku merokok adalah 0,020

E. Rasio Prevalensi PPOM karena perilaku merokok adalah 0,020

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Kedokteran Keluarga

(10 soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar.

1. Berikut ini adalah karakteristik pelayanan dokter keluarga yang paling tepat adalah

A. Lebih mengikatkan diri pada disiplin ilmu kedokteran, kelompok penyakit atau teknik-teknik kedokteran tertentu

B. Menganggap setiap kontak dengan pasiennya sebagai suatu kesempatan untuk menyelenggarakan pelayanan pengobatan penyakit

C. Melayani pasien dengan cakupan yang terbatas

D. Berupaya mengungkapkan kaitan munculnya suatu penyakit dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya

E. Lebih mengutamakan sistem pembayaran secara tunai (fee for service).

2. Standar Pelayanan Menyeluruh (Holistic Care) dalam Kedokteran Keluarga adalah

A. Memandang pasien sebagai bagian keluarga dan lingkungannya

B. Memberikan pelayanan medis mulai dari melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang, menegakkan diagnosis serta memberikan konseling dan konsultasi

C. Memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative

D. Melakukan koordinasi dengan tim dalam menatalaksana pasien

E. Memberikan pelayanan yang efektif-efisien serta proaktif

Kasus di bawah ini untuk soal no. 3-10. Anda seorang dokter baru yang ditugaskan di Puskesmas suatu daerah. Ada seorang pasien wanita geriatri yang memiliki masalah kesehatan, yakni sudah lebih dari 20 tahun menderita Diabetes Melitus Tipe II yang tidak terkontrol dengan baik. Pasien juga sudah lama menderita tekanan darah tinggi. Selama ini, pasien hanya berobat ke puskesmas diantar oleh anaknya yang tinggal serumah apabila merasakan keluhan-keluhan saja. Saat ini, pasien mengeluhkan kaki sebelah kanannya terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh dan bernanah sehingga pasien kesulitan untuk berjalan. Anda kemudian mengunjungi pasien di rumahnya untuk mengetahui keadaan pasien yang sesungguhnya dengan tim medis.

3. Anda sebagai seorang dokter layanan primer yang ingin menerapkan prinsip kedokteran keluarga, pelayanan apa yang akan Anda berikan dibandingkan dokter pelayanan umum?

A. Melayani pasien ini sesuai dengan keluhan yang dirasakannya

B. Mengutamakan pengobatan pada penyakit yang menjadi keluhan utamanya

C. Melibatkan peranan anggota keluarga lainnya

D. Menangani permasalahan ini kasus per kasus tergantung keluhan yang dirasakan pasien

E. Pelayanan kuratif adalah hal terpenting yang harus diperhatikan demi kesembuhan pasien

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

4. Sebagai dokter keluarga, dalam menangani pasien tersebut Anda ingin secara proaktif menjaga kesinambungan layanan dan memperhatikan aspek biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien dan keluarganya. Hal ini termasuk standar pelayanan yang bagaimana?

A. Holistic Care

B. Integration Care

C. Continuous Care

D. Medical Care

E. Comprehensive Care

5. Dalam menangani masalah kesehatan pasien tersebut, Anda berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas untuk melakukan kunjungan dan perawatan rumah bagi pasien. Hal ini disebut:

A. Standar perilaku terhadap pasien

B. Standar perilaku dengan mitra kerja di klinik

C. Standar perilaku dengan sejawat

D. Standar partisipasi dalam kegiatan masyarakat di bidang kesehatan

E. Standar pengembangan ilmu dan ketrampilan praktik

6. Untuk mengetahui dukungan dari anggota keluarga lain yang satu rumah dengan penderita, data fungsi patologis keluarga tersebut dapat Anda dapatkan ukur dengan cara apa?

A. Genogram keluarga

B. Diagram interaksi antar manusia

C. APGAR score

D. SCREEM score

E. Data demografi keluarga

7. Dari data demografi keluarga, Anda mengetahui bahwa ada 4 orang anggota keluarga yang tinggal serumah. APGAR score masing-masing adalah sebagai berikut:

Nenek (pasien) 6 Ayah (anak pasien) 7 Ibu (menantu pasien) 7 Anak (cucu pasien) 7

Bagaimanakah interpretasi fungsi keluarga ini?

A. Fungsi keluarga jelek

B. Fungsi keluarga sedang

C. Fungsi keluarga baik

D. Interaksi keluarga sedang

E. Interaksi keluarga baik

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

8. Sebagai dokter keluarga, Anda ingin mengidentifikasi adakah faktor ketidakharmonisan dalam keluarga yang dirasakan oleh pasien dengan teknik BATHE agar memudakan jalannya konsultasi medis yang akan Anda berikan kepada pasien dan keluarganya. Pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengetahui aspek feeling state (Affect) yang tepat adalah ?

A. Apakah perbedaan yang dirasakan sejak sebelum Anda sakit ?

B. Apa yang paling membuat Anda khawatir di rumah ?

C. Apakah Anda mendapatkan dorongan di rumah untuk mengatasi keluhan Anda ini ?

D. Pasti sangat sulit bagi Anda dengan adanya penyakit ini ?

E. Bagaimana perasaan Anda tentang anak, menantu, dan cucu Anda ?

9. Karena pasien geriatri ini telah menderita Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus dan Hipertensi, maka Anda ingin merujuk masalah ini kepada dokter Spesialis Penyakit Dalam, sedangkan untuk masalah kesehatan lainnya yang dikeluhkan pasien Anda akan tetap menanganinya. Rujukan yang seperti ini disebut

A. Interval referral

B. Collateral referral

C. Cross referral

D. Split referral

E. Rujukan kesehatan

10. Seandainya Anda ingin menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk jangka waktu, dan selama jangka waktu tersebut Anda sebagai dokter keluarga tidak ikut menangani pasien, maka ini disebut rujukan.

A. Interval referral

B. Collateral referral

C. Cross referral

D. Split referral

E. Rujukan kesehatan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Manajemen Pelayanan Kesehatan

(10 soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar.

1. Keterampilan manajerial yang digunakan untuk berkomunikasi, memotivasi, membimbing, dan mendelegasi:

A. Teknis

B. Politis

C. Konseptual

D. Interpersonal

E. Diagnostik

2. Teori motivasi ini menyatakan, individu-individu memiliki hierarki kebutuhan, dari kebutuhan pangan, sandang, papan, hingga aktualisasi diri, yang bisa digunakan untuk memotivasi. Jika kebutuhan seorang di suatu hierarki telah terpenuhi, maka kebutuhan itu tidak lagi penting untuk memotivasi.

A. Teori dua faktor Herzberg

B. Teori “Hawthorne” Elton Mayo

C. Teori manajemen ilmiah Frederick Taylor

D. Teori hierarki kebutuhan Maslow

E. Teori administrasi Henry Fayol

3. Agar efektif, manajer membagi beban tugas, memperkuat para pemimpin dengan meningkatkan keterlibatan anggota tim, dan mengembangkan keterampilan anggota tim:

A. Memberikan umpan-balik

B. Mendelegasikan

C. Mendengarkan

D. Mengarahkan

E. Memonitor

4. Keterampilan manajer untuk menyelesaikan suatu situasi ketika dua pihak memiliki keinginan yang saling bertentangan, dengan cara meneliti situasi, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, untuk menemukan solusi yang bisa diterima kedua pihak.

A. Kreativitas

B. Komunikasi

C. Negosiasi

D. Mendengarkan

E. Delegasi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

5. Metode pendelegasian tujuan, di mana karyawan menentukan sasaran yang harus dipenuhi tetapi bebas untuk memilih taktik dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan:

A. Strategic management

B. Management by wandering around

C. Management by objective

D. Top management

E. First line management

6. Mengorganisasi sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama:

A. Kreativitas

B. Kepemimpinan

C. Teamwork

D. Kekuasaan

E. Otoritas

7. Gaya kepemimpinan di mana semua pengambilan keputusan dipusatkan pada pemimpin:

A. Otokratik/ otoriter

B. Demokratik/ partisipatif

C. Laisser faire

D. Ing madya mbangun karsa

E. Tut wuri handayani

8. Dalam model “difusi” Roger (1995) yang menjelaskan kesediaan dan kesiapan orang untuk mengadopsi perubahan, orang-orang yang benar-benar tidak berminat, tidak mau “terlibat”, atau tidak mau mengadopsi perubahan:

A. Innovator

B. Early adopter

C. Early majority

D. Late majority

E. Laggard

9. Suatu teknik untuk menumbuhkan kreativitas kelompok, di mana tak seorangpun di dalam kelompok diperbolehkan untuk mengkritik atau bahkan mengomentari setiap saran setelah seorang memberikan saran.

A. Mind mapping

B. Time out (outbound)

C. Brainstorming

D. Directing

E. Instruction

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

10. Keterampilan manajerial yang menggunakan pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu

A. Teknis

B. Politis

C. Konseptual

D. Interpersonal

E. Diagnostik

Ekonomi Kesehatan

(10 soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar.

1. Akibat cara pembayaran langsung (out-of pocket payment), maka individu sakit dan keluarganya menghadapi pengeluaran kesehatan yang tinggi, melebihi 40% dari kemampuan membayar, sehingga memiskinkan individu sakit dan keluarganya.

A. Negara sejahtera

B. Keluarga sejahtera

C. Anggaran kesehatan

D. Pengeluaran kesehatan katastrofik

E. Undang-Undang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional

2. Dengan prinsip “Health financing based on ability to pay”, pasien yang kurang mampu membayar pelayanan kesehatan yang sama lebih rendah daripada pasien yang lebih mampu, misalnya melalui skema Jamkesmas:

A. Efisiensi produktif

B. Efisiensi teknis

C. Efisiensi alokatif

D. Keadilan horisontal

E. Keadilan vertikal

3. Metode pembayaran kepada rumah sakit berdasarkan kelompok diagnosis terkait yang memiliki biaya pelayanan medis yang sama:

A. Kapitasi

B. Fee-for service

C. Diagnosis-Related Group (DRG)

D. Global budget

E. Gaji

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

4. Suatu bentuk kegagalan pasar dalam mengalokasikan sumberdaya dengan efisien, karena di sebuah wilayah hanya terdapat seorang dokter spesialis/ RS, sehingga dokter/ RS tersebut bisa menetapkan harga tinggi dan jumlah pelayanan yang disediakan (supply) lebih rendah daripada yang diminta (demand), sehingga banyak permintaan pelayanan yang tidak terpenuhi

A. Pasar kompetitif

B. Eksternalitas

C. Public good

D. Private good

E. Monopoli

5. Suatu sistem pembiayaan pelayanan kesehatan di mana perusahaan asuransi menarik dan mengumpulkan premi dari peserta, lalu membayar pemberi pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta:

A. Pajak

B. Asuransi

C. Pembiayaan pra-upaya

D. Fee-for service

E. Out-of pocket payment

6. Sebuah puskesmas atau RS memproduksi kuantitas output dengan kombinasi biaya seminimal mungkin, atau memproduksi semaksimal mungkin kuantitas output dengan biaya yang tersedia:

A. Efisiensi produktif

B. Efisiensi teknis

C. Efisiensi alokatif

D. Keadilan horisontal

E. Keadilan vertikal

7. Dengan prinsip Equal treatment for equal need”, pada setiap kecamatan di seluruh Indonesia didirikan sebuah puskesmas untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap pelayanan kesehatan primer:

A. Efisiensi produktif

B. Efisiensi teknis

C. Efisiensi alokatif

D. Keadilan horisontal

E. Keadilan vertikal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

8. Kuantitas barang atau pelayanan kesehatan yang secara objektif dipandang terbaik untuk digunakan memperbaiki kondisi kesehatan pasien/ populasi, biasanya ditentukan tenaga kesehatan profesional:

A. Need

B. Demand

C. Supply

D. Want

E. Cost

9. Setiap warga memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan dibutuhkan, dengan biaya yang terjangkau:

A. Universal Child Immunization (UCI)

B. Cakupan akseptor Keluarga Berencana

C. Cakupan semesta

D. Out-of pocket payment

E. Sistem pembayaran pra-upaya

10. Karakteristik pelayanan kesehatan yang berbeda dengan barang/ pelayanan umumnya, di mana produksi dan konsumsi pelayanan kesehatan terjadi secara simultan (bersama). Sebagai contoh, tindakan operatif yang dilakukan dokter bedah pada saat yang sama digunakan oleh pasien.

A. Intangibility

B. Inseparability

C. Inventory

D. Inconsistency

E. Perishability