Anda di halaman 1dari 49

Elyana Asnar Departemen Ilmu Faal FK UNAIR

18/09/2013 nn, JANTUNG 1

18/09/2013

CVS-FF

JANTUNG
ANATOMI Elyana Asnar

LETAK
RONGGA DADA KIRI TERLINDUNG DINDING DADA UKURAN 12-14 x 8-9 x 6 cm BERAT 250-350 gm BASIS : Superior-posterior : C-II APEX : anterior-inferior ICS-V
2 jari di bawah papila mamae

Bag ventrikel paling tebal


Punctum maximum Point of maximal intensity
18/09/2013 nn, JANTUNG 4

TERDIRI ATAS
1. ATRIUM 2. VENTRIKEL 3. NODAL TISSUE & SERAT PENGHANTAR KHUSUS
a. Sino Atrial Node (SA node) b. Atrio Ventricular Node (AV node) c. Bundle of His d. Sistem Purkinje
18/09/2013 nn, JANTUNG

JANTUNG ANATOMI

JANTUNG ANATOMI

1. SA node 2. Internodal Pathway a. Bachman (anterior) b. Wenkebach (medial) c. Thorel (posterior) 3. AV node 4. Bundle of His 5. Left Bundle Branche, Right Bundle Branche 6. Purkinje fibers
18/09/2013 nn, JANTUNG 6

Lapisan jantung
1. 2. 3. 4. Pericardium Epicardium Myocardium Endocardium

Antara pericardium dan epicardium terdapat rongga (cavum pericardii), berisi cairan pelicin Myocardium bagian kontraktil, mirip otot rangka
18/09/2013 nn, JANTUNG 7

Anatomi Jantung

Myocardium bagian kontraktil, mirip otot skelet. Otot jantung bersifat: otonom, unvolunter,

berkontraksi ritmis
(autorhythmic cell).
18/09/2013 nn, JANTUNG 8

Anatomi Jantung Katub (valve) : - Mitral (bicuspidal): kiri - Tricuspidal: kanan - Aortic semilunar - Pulmonary semilunar

Arah katub : searah. Stenosis membuka tak sempurna Insufisiensi menutup tak sempurna

18/09/2013

nn, JANTUNG

Fisiologi
Sifat dasar otot jantung : a. irritability (bathmotropic) = peka rangrang b. conductivity (dromotropic) = hantar rangsang c. contractility (inotropic) = dapat berkontraksi

d. rhythmicity ( chronotropic) = bersifat ritmis

18/09/2013

nn, JANTUNG

10

Irritability = peka rangrang

18/09/2013

nn, JANTUNG

11

CONDUCTIVITY = menghantarkan rangsang


Kecepatan hantar impuls :

Otot atrium
AV node

: 0.3 m/det
: 0.1 m/det

Otot ventrikel

: 0.4 0.5 m/det


m/det

Purkinje fibres : 1.5 4

18/09/2013

nn, JANTUNG

12

CONDUCTIVITY

18/09/2013

nn, JANTUNG

13

CONDUCTIVITY
Internodal Pathway SA radier AV His

Seluruh Dinding Atrium

Purkinje
ke seluruh bagian ventrikel bersamaan ventrikel berkontraksi sbg satu kesatuan

18/09/2013

nn, JANTUNG

14

CONTRACTILITY = dapat berkontraksi


Rangsang membuka Ca channel, Ca masuk rangsang Ca keluar dari sarcoplasmic reticulum dan berikat dengan troponin kontraksi otot Bila Ca lepas dari troponin otot relaks, Ca dimasukkan ke dalam SR dan sebagian keluar
18/09/2013 nn, JANTUNG 15

RHYTHMICITY = bersifat ritmis


Irama kontraksi jantung ikut irama SA node

SA memancarkan Potensial Aksi secara reguler ke seluruh atrium Frekuensi impuls / kontraksi
AV node sistem Purkinje SA node AV node Otot atrium : 70-80 x/min : 50-60 x/min : 20-40 x/min

kontraksi ventrikel ritmis

Otot ventrikel : 10-30 x/min

18/09/2013

nn, JANTUNG

16

RHYTHMICITY

Normal

: SA sebagai pace maker irama SA node irama sinus

Patologis : AV node sebagai reserve pace maker irama nodal lebih lambat dari irama sinus

18/09/2013

nn, JANTUNG

17

JANTUNG SEBAGAI POMPA


SYARAT POMPA JANTUNG YANG BAIK :

1. Katub berfungsi baik


2. Pengisian darah atrium dan ventrikel optimal 3. Kuat kontraksi optimal 4. Frekuensi jantung normal, kontraksi atrium dan ventrikel bergantian
18/09/2013 nn, JANTUNG 18

SIKLUS JANTUNG
1. Fase sistole (kontraksi) 2. Fase diastole (relaksasi)

18/09/2013

nn, JANTUNG

19

6 FASE SIKLUS JANTUNG

18/09/2013

nn, FISIOLOGI JANTUNG

20

PROYEKSI SUARA JANTUNG DI DADA


Berasal dari suara katup jantung.
Suara I : Penutupan katup AV (lub) 1. Katub mitral , ICS V midclav kiri 2. Katub tricuspidal, ICS V parasternal kiri

SI

SI

SISTOLE

Suara II : Penutupan katup semilunar (dub) 1. Katup aorta, ICS II parasternal kanan 2. Katup pulmonal, ICS II parasternal kiri
18/09/2013 nn, JANTUNG SIRKULASI-PSY

DIASTOLE
S II S II

21

Aorta dan arteria Pulmonalis saling menyilang, sehingga pada auskultasi suara katup Aorta di ICS 2 parasternal kanan, sedang katup a.Pulmonalis di ICS 2 parasternal kiri.

PROYEKSI SUARA JANTUNG


1. Katub mitral , ICS V midclav kiri 2. Katub tricuspidal, ICS V parasternal kiri 3. Katup aorta, ICS II parasternal kanan 4. Katup pulmonal, ICS II parasternal kiri

18/09/2013

nn, JANTUNG

23

SATU SIKLUS JANTUNG


TERDIRI : Sistole = fase kontraksi = 0,3 det Diastole = fase relaksasi = 0,6 det --------------0,9 det Heart Rate = 60 : 0,9 = 66,6 67 x / menit Normal 60 100 x / min 72 x / min Bradikardi < 60 x / min Takikardi > 100 x / min
18/09/2013 nn, JANTUNG 24

STROKE VOLUME ( ISI SEKUNCUP )


= Jumlah darah yang dipompa satu kali oleh ventr kiri / kanan Pada manusia dewasa sehat SV + 70 ml

SV = EDV ESV
SV mengikuti hukum Frank-Starling : Jantung beradaptasi terhadap beban yang diberikan Semakin kuat jantung diregang (semakin besar volume ventrikel) semakin kuat pula jantung berkontraksi

18/09/2013

nn, JANTUNG

25

CARDIAC OUTPUT (CURAH JANTUNG)


CO = Jumlah darah yang dipompa oleh jantung dalam 1 menit CO = SV x HR = 70 ml x 72x / menit = 5040 ml/menit ( 5000 ml/menit ) Dipengaruhi oleh : 1. Pre load : EDV 2. After load : Tekanan darah, Viskositas darah
18/09/2013 nn, JANTUNG 26

CARDIAC OUTPUT MENINGKAT Kompensasi agar transport oksigen mencukupi :

1. Anemia
2. Kehamilan 3. Berdiri

: Hb rendah
: sirkulasi placenta = arterio-venous shunt : 20 % > duduk

4. Latihan jasmani : 5. Lain-lain : demam, hipertiroidi, emosi

18/09/2013

nn, JANTUNG

27

Pengaruh suhu 1. Peningkatan suhu sd. 42o C permeabilitas membran self excitation process frek 2. Peningkatan suhu > 42o C frek 3. Penurunan suhu frek

hal ini berhubungan dengan metabolisme otot jantung

18/09/2013

nn, JANTUNG

28

PENGATURAN FUNGSI JANTUNG


Pengaturan oleh syaraf otonom 1. Simpatetik Inotropik positif ( kekuatan kontraksi ) Chronotropik positif ( frek , 170-230 x / min) CO 2. Parasimpatetik Inotropik negatif ( kekuatan kontraksi ) Chronotropik negatif (frek , maksimal menurun sampai 20 30 x / min CO
18/09/2013 nn, JANTUNG 29

DETAK JANTUNG (HR) Rangsang saraf simpatik atau epinefrin meningkatkan HR. Rangsang saraf parasimpatik atau acetilcholin menurunkan HR.

18/09/2013

nn, JANTUNG

30

Pada kelainan

katub mitral
hambatan aliran di jantung timbunan darah di atrium tekanan v.Pulmonalis meningkat (back flow darah) edema paru sesak nafas.
18/09/2013 nn, sirkulasi FK 31

GAGAL JANTUNG KANAN & KIRI

18/09/2013

nn, sirkulasi FK

32

VASKULARISASI JANTUNG
Sistem arteri
1. A.coronaria sinistra r. descendens ant. r. circumflexus r. marginalis otot jantung kiri A.coronaria dextra r. descendens post. r. marginalis otot jantung kanan + kiri
33

2.

18/09/2013

nn, JANTUNG

Epicardial coronary arteries

Cardiac muscle Subendocardial arterial plexus


Diagram of the epicardial, intramuscular, and subendocardial coronary vasculature.
18/09/2013 nn, JANTUNG 34

PENGATURAN ALIRAN DARAH KORONER


A. Swadaya lokal
1. Kebutuhan oksigen (O2) 2. CO2 Terjadi vasodilatasi 3. Laktat 4. Adenosin 5. Ion Kalium dan Hidrogen menyebabkan dilatasi ok. 1. O2 otot jantung O2 koroner lemah, dilatasi 2. O2 otot jantung menghasilkan adenosin dilatasi ATP P + ADP P + AMP P + ADENOSIN vasodilatasi koroner
18/09/2013 nn, JANTUNG 35

PENGATURAN ALIRAN DARAH KORONER


B. SARAF
1. 2. Parasimpatis pengaruhnya sangat kecil diabaikan Simpatis : extensif zat-zat transmitter simpatis :epinefrin dan norepinefrin berpengaruh pada pembuluh koroner, tgt reseptor konstriksi reseptor dilatasi a. coronaria epicardial : res > banyak a. coronaria intramuscular : res > banyak

18/09/2013

nn, JANTUNG

36

PENGATURAN ALIRAN DARAH KORONER


RANGSANGAN SIMPATIS Konstriksi a.epikardial res. Pada beberapa keadaan timbul: ISKEMIA MIOKARDIUM

Konstriksi a.epikardial (res.) Dilatasi a. intramuskuler (res. ) BAGIAN TERBESAR aliran darah terjadi dalam a. intramuskuler
EFFEK NETTO :

NYERI ANGINA (Nyeri dada iskemik) Dengan adanya: faktor metabolit dan kadar O2 (sebagai vaso dilator) maka beberapa detik akan kembali normal

dilatasi koroner

18/09/2013

nn, JANTUNG

37

18/09/2013

nn, JANTUNG

38

PENYAKIT JANTUNG KORONER & INFARK MIOKARD

18/09/2013

nn, JANTUNG

39

Angioplasti Koroner Transluminal Perkutan

18/09/2013

nn, JANTUNG

40

Stents and bypass surgery are common treatments for blocked arteries.
Stents are tiny, expandable mesh tubes that hold arteries open.

Bypass surgery involves rerouting the blood flow around the blocked artery by using a healthy artery from somewhere else in your body.
18/09/2013

18/09/2013

nn, JANTUNG SIRKULASI-BIDAN

nn, JANTUNG

41 41

18/09/2013

18/09/2013

nn, JANTUNG SIRKULASI-BIDAN

nn, JANTUNG

42

STENT

Stents are tiny, compared with fingers


18/09/2013

18/09/2013

nn, JANTUNG SIRKULASI-BIDAN

43

Buah Semangka
.,

Berhidung Belang .!

T Q
nn, JANTUNG 44

18/09/2013

18/09/2013

nn, JANTUNG

45

CONDUCTIVITY
internodal pathway (3) SA radier AV junction (junctional fibres) AV His

Seluruh Dinding Atrium

Purkinje
ke seluruh bagian ventrikel bersamaan ventrikel berkontraksi sbg satu kesatuan

18/09/2013

nn, FISIOLOGI JANTUNG

46

Potensial Aksi SA node

18/09/2013

nn, JANTUNG

47

PENGATURAN FUNGSI JANTUNG


Intrinsik
1. Heterometrik autoregulation pengaturan bila ada perubahan ukuran panjang serabut otot jantung terkait dengan Hukum Frank-Starling terkait dengan EDV

18/09/2013

nn, FISIOLOGI JANTUNG

49

PENGATURAN FUNGSI JANTUNG


2. Homeometric autoregulation

Pengaturan tanpa ada perubahan panjang serabut otot jantung

terkait dengan perubahan metabolisme otot jantung, metabolisme kekuatan elemen kontraksi (mis: demam, hipertiroidi)

18/09/2013

nn, FISIOLOGI JANTUNG

50