Anda di halaman 1dari 9

CALCIFYING EPITHELIAL ODONTOGENIC TUMOR (CEOT) ATAU PINBORG TUMOR Usia Frekuensi Lokasi : 30-50 tahun : Jarang : Regio

premolar atau molar mandibula di dalam tulang memproduksi substansi termineralisasi dan sering amiloid. Menyebabkan migrasi gigi yang berdekatan bahkan dapat meresopsi akar gigi, ekspansi pada tulang cortical3 Gambaran Radiograf : Diameter : 1-3 cm Berhubungan dengan gigi yagn tidak erupsi/ impaksi Radiodensitas Tahap Awal: memberikan gambaran radiolusen disekitar mahkota gigi yang matur. unreupted teeth dengan tepi lesi yang tegas. Namun pad abeberapa kasus batas lesi dapt berubah dari well - defined menjadi difusse Tahap Akhir : Lesi cystic uniocular atau multiocular dengan numerus scattered, radiopaque foci dengan ukuran dan densitas yang bervariasi. Gambaran radiopaque ini dekat dengan mahkota sisi yang unerupted. Terkadang gambaran tahap akhir CEOT dideskripsikan sebagai driven snow (hujan salju) DD: Tahap Awal : CEOT sulit dibedakan dengan kista dentigerus atau ameloblastoma Tahap akhir : Central odontogenis fibroma, calcifying odontogenik cysts, odontoma (intermediate stage), AOT Lesi-lesi ini dapat dibedakan dengan CEOT dari gambaran klinisnya, umumnya bentuknya bulat

AMELOBLASTIC FIBRO ODONTOMA Rare Monocular atau multiocular Dapat terjadi pada anak-anak Terdiri dari ameloblasric fibroma dan small segment dari dentin dan email Massanya solid Gambaran Radiograf Berhubungan dengan Mahkota gigi yang impaksi

Dapat berupa uniocular atau multiocular yang radiolusen dengan batas tegas, tdd multiple radiopaque foci yang irreguler DD : Bentuk mature dari ameloblastic fibroma

ADENOMATOID ODONTOGENIC TUMOR (AOT) Usia Rare Ukuran : 1-3 cm Lokasi : anterior maksila (regio I/C), anterior mandibula AOT a. peripheral AOT b. Central AOT : tipe follicular (berhubungan dengan embedded teeth), tipe extrafoliccular (tidak berhubungan / tidak terdapat embedded teeth) Gambaran Klinis : Slow growing, painless, swelling (asymetry) Gambaran radiograf : Berbentuk bulat atau oval, monolocular dengan batas yang tegas Radiodensitas : DD: Kista dentigerus Ameloblastoma Ameloblastic Fibroma Pada Tipe Follicular : Follicular Cyst Pada Tipe Pheripheral : Gingival Cyst Ameloblastic Fibroodontoma Calcifying Odontogenic Cyst Tahap awal : completely radiolucent Tahap akhir : area radiolucent mengandung foci radiopaque (snowflakes) pada bagian sentral Lesi radiopaknya bisa paint (pucat) atau clense (padat) : late teens atau young adult

CALCIFYING ODONTOGENIC CYST Disebut juga GORLIN CYST Sekarang oleh WHO termasuk odontogenic tumor Usia : umunnya >40thn Rare Umumnya pada mandibula regio anterior dan promolar Berhubungan dengan odontoma atau unerupted teeth Ukurannya kecil (1- 3 cm). Namun dapat berkembang menjadi sangat besar Pada umumnya monolocular

Gambaran Radiograf: Radiodensitas : Tahap awal : radiolusen Tahap akhir : area radiolusen yang mengandung material terkalsifikasi yang memberi gambaran radiopak (white-flecks) Material terkalsifikasi di identifikasi sebagai dysplastic dentin yang memiliki densitas seperti gigi DD: a. tidak ada kalsifikasi internal (radiolucent koplit) follicullar cyst b. Cyst shape dengan kalsifikasi internal : ameloblastic fibro odontoma, AOT, CEOT, Ossifying fibroma

OSTEOMA Asymtomatic Pada young adult, lesi soliter 2 Lokasi : Endosteal pada medullaru bone Periosteal tumbuh pada permukaan tulang sebagai massa yang pedunculated, tulang yang sering terkena adalah sinus paranasal khususnya sinus frontal dan ethmoidale 3 tipe osteoma : a. Compact : tdd clense lamalla of bone disebut juga ivory osteoma, sering pada sinus frontal

b. Cancelous : terdiri dari tulang trabekula c. Kombinasi compact dan cancelous Gambaran Radiografis : Umumnya pada mandibula Lebih sering pada sisi lingual ramus mandibula dariapda bagian bawah atau corpus mandibula area molar Lokasi yang lain adalah processus condylaris dan coronoideus memberi gambaran uniform radiopak dengan batas tegas DD : a. mature ossifying fibroma b. early (small) osteogenic sarcoma c. small chondrosarcoma d. pada regio proc. condylaris DD nya : Osteochondroma, condylar hyperplasia, osteophyte e. Multi osteoma pada garis gardner's sndrome

OSTEOSARCOMA Ada 3 tipe a. osteotic : tidak ada pembentukan tulang neoplastik b. Osteosclerotic : terdapat neoplastic osteoid dan ppeerrr tulang c. rapped lytic dan sclerotic ; pasches of neoplastic bone mature Gambaran awal : Non spesifik Poorly defined radiolucent area disekelilingi 1 atau lebih gigi pelebaran ruang ligamen periodontal Gambaran Akhir : Lesi Osteolitic : monolocular, radioluscent poorly defined, moth-eaten outline disebut juga spiking resoption, ada loosening dari gigi yang berdekatan

Lesi osteosclerotic dan mixed : Poorly defined radioluscent area Variable internal radiopacuty dengan perubahan pola tulang trabekular Perforasi dan ekspansi pada tepi kortikal oleh peregangan periosteum

Memberi gambaran sun ray atau sun brust (jarang) Spiking resorbtion, loosering gigi Distorsi pada alveolar ridge

FIBROUS DISPLASI (MONOSTATIC) Tumor like lesion 80% monostatic yaitu terbatas pada satu tulang Usia 10-20tahun Lokasi : maksila terutama bagian posterior. Lesi pada maksila melibatkan zygoma, spheroid, occipital, dan basis cranium Ukuran : variable dan sulit untuk ditentukan Bentuk : bulat

Outline : Poorly defined dengan batas yang sulit dibedakan tulang normal didekatnya Radiodensitas : Initally radiolusen, tapi pada tahap ini jarang terlihat di klinis kemudian secara bertahap menjadi radiopak sehingga membuat gambaran ground glass, orange pool dan finger print yang dihasilkan dari siperimposisi tulang yang terkalsifikasi baik yang fine calcified atau poorly colofied lama kelamaan akan menjadi lebih opaque

Efek terhadap jaringan sekitar Gigi yang berdekatan terkadang displaced atau migrasi dan resorbsi jarang terjadi Kehilangan lamina dura disekitar gigi yang berdekatan ekspansi pada alveolar buccal dan lingual

PERIAPIKAL CEMENTO OSSEUS DYSPLASIA Usia : Middle age adult Rare Lokasi : Kecil, biasanya hanya mencapai 5-8 mm bentuk : bulat, monolocular, terkadang multiple

Gambaran Radiograf : Berbatas tidak tegas (poorly defined) namun dapat bervariasi tidak tercortifikasi

Radiodensitas : Efek : gigi yang berdekatan tidak migrasi, tidak resorbsi gigi vital dengan ruang ligamen priodontal yang intact, namun lamina dura dapat diskontinyu tidak ekspansi pada rahang Tahap awal : radiolusen Tahap intermediate : Radioluscent dengan patchy opacity di dalam gambaran radioluscent tahap akhir : densely radiopak, dikelilingi garis radiolusen yang tipis

FLORID CEMENTO - OSSEUS DYSPLASIA Disebut juga gigantium cementoma Usia : Middle age rare lokasi : widespread, biasanya pada keempat kuadran (dentulous atau edentulous). Namun baisanya pada apeks gigi Ukuran : variasi, umumnya 2-3 cm bentuk : multiple, bulat, tapi terkadang coalesce

Gambaran Radiograf : Batasnya moderately well-defined (cukup tegas), tapi ireguler, corticoted, smooth, lobular Radiodensitas : Tahap awal : multipel radiolusen Tahap intermediate : multipel radiolusen, dengan perubahanmenjadi patchy internal opacity secara bertahap Tahap akhir : multipel clense radiopak yagn irreguler terkadang dikelilingi garis radioluscent yang tipis Efek : Gigi yang berdekatan tidak migrasi, tidak resorbsim vital umumnya ekspansi pada rahang, pembesaran rahang dapat berhubungan dengan low grade sclerosing osteomyelitis

CEMENTO OSSOFYING FIBROMA Well demorcated Encapsulated osteogenic neoplasm Sebelumnya diklasifikasikan sebagai ossifying fibroma atau cementifying fibroma Umur : Middle age Rare Lokasi : mandibula regio premolar dan molar Ukuran : variasi sampai beberapa cm, menyebabkan facial asimetri Bentuk : bulat monolocular

Gambaran Radiograf : Batas tegas, smooth, corticoted, circumscribed Radiodensitas : Tahap awal : Radiolusen Tahap Intermediate : Radiolusen dengan increasing internal radiopak calsified patches Tahap Akhir : zona radiopak coalesce membentuj massa radiopak yang padat, dengan atau tanpa tepi radiolusen Efek : Gigi yang berdekatan sering displaced dan resorbsi Ekspansi pada tulang memberi gambaran downward bowing pada kortek mandibula

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS OF LESION OF VARIABLE RADIOLUSCENCY IN THE JAWS Klasifikasi Lesi Radiolusen 1. Cysts a. Odontogenic Radicular (dental) cysts Residual radicular cyst Dentigerous cyst Odontogenic keratocyst (OKC) / premodial cyst

b. Non - Odontogenic Nasopalatine duct / inasive canal cyst bone cyst : solitary (simple), aneurysmal

2. Tumor dan Tumor like lesion a. Odontogenic (epithelial without odontogenic ectomesen) Ameloblastoma CEOT

b. Odontogenic (epithelial with odontogenic ectomesen) Ameloblastic fibroma Ameloblastic fibro - odontoma AOT Calcifying odontogenic cyst

c. Odontogenic (ectomesenchymal) odontogenic fibroma odontogenic mixoma

d. Non odontogenic intrinsic primary bone tumor Benign : Fibroma, Chondroma, Central hemangioma, Neurofibroma Malignant : Oeteosarcoma, fibro sarcoma, chondrosarcoma

e. Extrinsic primary tumor invloving bone : Squamous cell carcinoma ( SCC) f. Secondary (metastotic) bone tumor g. Lymphoreticular tumor of bone : Multiple myeloma Large cell lymphoma

burkitt'slumphoma ewing's tumor

h. Langerhans cell disease (histicocytosis X) Eosiniphilis granuloma Hand-Schuiller-Christian disease Latterer - Siwe disease

3. Giant Cell Lessions a. Central Giant cell granuloma b. Broen tumor in hiperparatiroid c. Cherubism d. Aneurysmal bone cysts

4. Fibro - cemento osseus lessions (Early stage) a. Fibrous Dysplasia b. Reactive / displactic Focal : Periapikal cemento - osseus dyaplasia Focal cemento osseus dysplasia

Generalized : Florid cemento - osseus dyaplasia (gigantiform cementoma)

c. Genetic Familial gigantiform cementoma

d. Neoplasma (benign) Benign cementoblastoma Cemento- ossifying fibroma