Anda di halaman 1dari 10

BAB I

A.LATAR BELAKANG Kehamilan merupakan peristiwa fisiologis yang dapat dialami oleh setiap wanita.Dalam proses kehamilan tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor faktor hormonal yang mana disetiap hormon tersebut memiliki fungsi masing masing.Hormon tersebut antara lain:HCG,estrogen,Progesteron,Relaksin,Oksitosin dan Prolaktin.Adanya hormon hormon

tadi akan menimbulkan perubahan fisiologi dari seorang wanita seperti perubahan pada kelenjar mamae,akan timbul gejala gejala seperti mual muntah atau yang sering dikenal dengan morning sickness dan sebagainya.Salah satu dari hormon tersebut yakni HCG digunakan oleh seorang wanita untuk mengetahui apakah dia hamil atau tidak hamil.Hormon tersebut biasanya akan meningkat pada trisemester pertama dalam kehamilan.Test yang biasanya dilakukan umumnya cukup mudah praktis dan murah sehingga setiap wanita bisa melakukannya.

B.TUJUAN Menentukan keberadaan hormon human chorionic gonadotropin(HCG) dalam urin dengan mempergunakan teknik imunoglobulin untuk test kehamilan.

BAB II DASAR TEORI

Hormon hCG (Human Chorionic gonadotropin) adalah hormon glikoprotein dari golongan gonadotropin yang disekresikan oleh sel syncytiotrofoblast,bagian dari plasenta selama masa kehamilan.Kenaikan kadar hormon ini pula sebanding dengan bertambahnya jaringan plasenta. Human Chorionic gonadotropin ada dua bentuk yaitu alfa hCG yang dibentuk oleh plasenta dengan susunan asam amino 92 sub unit alfa tidak spesifik juga dimiliki oleh hormon tropin lain seperti FSH LH TSH,sedangkan beta hCG dibentuk oleh jaringan janin dan ginjal,jumlahnya tidak tinggi sehingga tidak terdeteksi saat pemeriksaan.Sehingga yang memberi hasil + dalam pemeriksaan laboratorium adalah alfa hCG.Deteksi hormon hCG tidak lagi mengukur kadar hCG subunit beta agar hasilnya lebih menggambarkan kadar hormon hCG yang sebenarnya.(Guyton , 2007) Human chorionic gonadotropin sekresinya dapat diukur pertama kali dalam darah 8 sampai 9 hari setelah ovulasi,segera setelah blastokista berimplantasi

diendometrium,kemudian sekresinya meningkat dengan cepat dan mencapai puncak dalam 10 minggu kehamilan dan setelah itu menurun kembali sampai kadarnya lebih rendah menjelang minggu 16 sampai 20.Sekresi terus berlanjut pada kadar ini selama sisa masa kehamilan.(sherwood,2011). Kadar alfa hCG urin sebagai deteksi paling awal kehamilan.Segera setelah implantasi yaitu sekitar 7 hari setelah fertilisasi,hCG akan terdeteksi di darah dan juga urin dalam rentang 50-250 mIu/ml kemudian meningkat dengan cepat.Alat tes kehamilan urin dapat mendeteksi kadar hCG dengan sensitivitas 25 mIu/ml sehingga deteksi kehamilan dapat dilakukan sekitar seminggu setelah fertilisasi.Bila berdasarkan HPMT maka deteksi kehamilan paling dini tergantung juga siklus bulanan.Rumus perkiraan adalah panjang siklus14+7 jadi jika panjang siklus 28 hari maka 28-14+7 atau 21 hari.Arti deteksi kehamilan paling dini 21 hari/3 minggu stelah HPMT pada siklus teratur 28 hari.(pengantar kuliah obstetri,2007) Fungsi Human Chorionic gonadotropin adalah sebagai berikut: a) Mencegah involusio korpus luteum pada akhir siklus bulanan wanita.Sebaliknya hormon ini akan menyebabkan korpus luteum menyekresikan lebih banyak hormon

hormon kelamin-progesteron dan estrogen-untuk beberapa bulan berikutnya.Hormon hormon ini mencegah menstrurasi dan menyebabkan endometrium terus tumbuh dan menyimpan dalam jumlah besar dan tidak dibuang menjadi darah

menstrurasi.Dibawah pengaruh hCG korpus luteum akan tumbuh dua kali lipat dari ukuran awal selam bulan bulan awal kehamilan.Bila korpus luteum ini tidak dipertahankan maka dapat menimbulkan terjadinya abortus spontan.Setelah waktu ini,plasenta itu sendiri akan menyekresikan sejumlah progestreon dan estrogen yang cukup untuk mempertahankan kehamilan selama fase kehamilan. b) Human chorionic gonadotropin menimbulkan efek perangsangan sel sel interstisial testis fetus pria ,sehingga mengakibatkan pembentukan testosteron pada fetus pria sampai waktu lahir.Sekresi testosteron dalam kehamilan ini berfungsi dalam pembentukan organ organ kelamin pria.Mendekati akhir kehamilan,testosteron yang disekresikan oleh testis fetus menyebabkan densensus testis kedalam scrotum. c) hCG merangsang dikeluarkannya relaksin dari desidua sehingga menimbulkan relaksi pada otot polos rahim dan vasodilatas pembuluh darah. d) Sifat rangsangan hCG dapat bertindak sebagai LH,TSH,FSH tetapi tertekan oleh tingginya hormon steroid seperti estrogen dan progesteron.(Pengantar kuliah obstetri,2007) Plasenta yang sedang tumbuh belum mampu mensekresikan jumlah estrogen dan progestreon pada trisemester pertama sehingga harus mensekresikan hCG untuk memicu kurpus luteum mensekresikan dua hormon diatas,hal ini karena: a) Pada estrogen,plasenta tidak memiliki semua enzim yang diperlukan untuk membentuk hormon ini .Sintesis estrogen memerlukan interaksi komplek antara plasenta dan janin .Plasenta mengubah hormon androgen yang diproduksi oleh kelenjar adrenal janin,dehidroepiandrosteron(DHEA) menjadi estrogen.Plasenta tidak menghasilkan estrogen sampai janin telah berkembang.Estrogen primer yang dikeluarkan adalah estriol b) Pada progesteron,plasenta dapat mensintesis hormon ini segera setelah implantasi.Meskipun plasenta dini memiliki enzim yang diperlukan untuk mengubah kolesterol yang diekstraksi dari darah ibu menjadi progesteron,namun plasenta ini elum banyak menghasilkan ini karena produksi hormon ini setara dengan berat plasenta.(sherwood,2011) Dalam fase kehamilan diperlukan kadar estrogen dan progesteron yang kadarnya tinggi karena estrogen merangsang pertumbuhan miometrium yang ukurannya bertambah

besar selama kehamilan dan juga diperlukan untuk proses kontraksi uterus saat proses persalinan,sedangkan progesteron untuk mencegah keguguran dengan menekan kontraksi miometrium,membantu pembentukan sumbat mukus servik untuk mencegah kontaminasi ke uterus. (Guyton , 2007) Pada pengujian kehamilan dapat lakukan dengan metode test pack,dimana ada dua bentuk yaitu bentuk strip dan compact.Bentuk srip harus dicelupkan kedalam wadah yang berisi urin dan bentuk compct dengna cara meneteskan urin kedalam alat.Cara kerja alat ini mendeteksi hormon hCG dimana pada perempuan hamil akan terdeteksi kadar hCG yang cukup tinggi dalam urinnya(sedikitnya akan mencapai 25 mlU/ml).Hasil positif pada bentuk strip ditandai dengan dua garis berwarna merah.

(gambar diambil: Guyton , 2007)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Alat dan Bahan Urin wanita hamil Urin wanita tidak hamil Strip alat pendeteksi kehamilan

Cara Kerja

Urin ditampung dibotol penampung

Strip dicelupkan ke urin Membaca hasil

BAB IV HASIL

Sampel 1 2 3 4

Hasil

HPMT 20 Februari 2013 24 November 2012 10 Mei 2013 26 Desember 2012

+ _ +

+ mengindikasikan adanya hCG didalam wanita tersebut

BAB V PEMBAHASAN

Kehamilan merupakan peristiwa fisiologis yang dapat dialami oleh setiap wanita.Dalam proses kehamilan tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor faktor hormonal yang mana disetiap hormon tersebut memiliki fungsi masing masing.Hormon tersebut antara lain:HCG yang akan mempertahankan korpus luteum,estrogen akan merangsang

pertumbuhan miometrium yang berperan dalam kontraksi uterus,Progesteron memiliki fungsi mendorong pertumbuhan sumbat servik,persiapan laktasi,Relaksin untuk perlunakan servik saat proses persalinan,Oksitosin untuk kontraksi uterus dan Prolaktin berperan dalam laktasi.Ada perubahan fisiologis yang terjadi pada seseorang wanita yang hamil seperti mammae akan tampak tenggang,membesar,hiperpigmentasi pada vagina akan tampak kebiru biruan karena vaskulariasi vagina meningkat pada sirkulasi darah akan terjadi peningkatan curah jantung,detak jantung meningkat pada paru paru akan terjadi sedikit hiperventilasi karena pengaruh progesteron.Tanda tanda kehamilan awal antara lain amenore,morning sickness,emesis. Pada pratikum ini,pratikan akan membutikkan ada tidaknya hormon hCG dalam urin.Hormon hCG (Human Chorionic gonadotropin) seperti yang diketahui dalam dasar teori adalah hormon glikoprotein dari golongan gonadotropin yang disekresikan oleh sel syncytiotrofoblast,bagian dari plasenta selama masa kehamilan. Human Chorionic gonadotropin ada dua bentuk yaitu alfa hCG yang dibentuk oleh plasenta,sedangkan beta hCG dibentuk oleh jaringan janin dan ginjal,jumlahnya tidak tinggi sehingga tidak terdeteksi saat pemeriksaan.Sehingga yang memberi hasil + dalam pemeriksaan laboratorum adalah alfa hCG.Deteksi hormon hCG tidak lagi mengukur kadar hCG subunit beta agar hasilnya lebih menggambarkan kadar hormon hCG yang sebenarnya. Pada sampel 1,2,4 sudah dapat diketahui bahwa terdapat kandungan hormon hCG yang mana dibuktikan dalam test pack dimana bentuk strip tadi harus dicelupkan kedalam wadah yang berisi urin.Cara kerja alat ini mendeteksi hormon hCG dimana pada perempuan hamil akan terdeteksi kadar Hcg yang cukup tinggi dalam urinnya menurut sumber yang pratikan baca sedikitnya akan mencapai 25 mlU/ml.Hasil positif pada bentuk strip ditandai dengan dua garis berwarna merah.Hasil positif mengindikasikan adanya kehamilan tetapi

tidak hanya sebatas itu untuk mengetahui pasti adanya kehamilan dapat dibuktikan dengan beberapa pemeriksaaan yakni pemeriksaan darah,USG,pemeriksaan fisik.Pada sampel 3 tidak ditemukan adanya kadar hCG dalam urin ditandai tidak adanya perubahan warna pada strip.Sampel 3 digunakan sebagai pembanding sampel 1,2,4 Hormon hCG disekresikan segera setelah implantasi yaitu sekitar 7 hari setelah fertilisasi,hCG akan terdeteksi di darah dan juga urin kemudian sekresinya meningkat

dengan cepat dan mencapai puncak dalam 10 minggu kehamilan dan setelah itu menurun kembali sampai kadarnya lebih rendah menjelang minggu 16 sampai 20.Pratikan juga dapat melihat grafik ini didalam dasar teori.Pada bulan kehamilan ke 7 masih ditemukann HCG tetapi kadarnya telah turun&konstan sampai kelahiran,dimana peran dari hormon ini akan diperankan lebih banyak oleh estrogen & progesteron yang diproduksi oleh plasenta. Pratikan mencoba menghitung berapa lama umur kehamila,lamanya dihitung dari HPMT sampai tanggal 28 Mei 2013.Pada sampel 2 setelah dilakukan perhitungan didapatkan bahwa umur kehamilannya 26 minggu 3 hari,pada sampel 1 didapatkan bahwa umur kehamilannya 13 minggu 6 hari.Pada sampel 4 didapatkan usi kehamilan 21 minggu 6 hari.Dari umur kehamilan tersebut maka dapat diketahui pula kadar hCG tertinggi hingga konsentrasi hCG yang rendah.Pada sampel 1 didapatkan kadar hCG yang masih dalam kadar tinggi,pratikan dapat melihat dalam kurva kadar hCG dimana sekresinya meningkat dengan cepat dan mencapai puncak dalam 10 minggu kehamilan dan setelah itu menurun kembali sampai kadarnya lebih rendah menjelang minggu 16 sampai 20 dan berlanjut sampai

kelahiran.Kadar hCG yang diperiksa dapat menunjukkan warna strip yang diamati sehingga pada sampel ini diketahui warna stripnya lebih tebal dan jelas.Kadar hCG yang tinggi dalam darah dapat pula disebabkan karena adanya kelainan yang dikenal dengan mola hidatidosa. Pada pemeriksaan urin ini dapat menimbulkan positif palsu atau negatif palsu.Pada positif palsu dapat disebabkan karena pengaruh obat obat tertentu seperti

methadone,chlordiazepoxide,obat diuretik&obat anti parkinson

,adanya kondisi medis

tertentu seperti penyakit tropoblastic,menggunakan pengobatan untuk fertilisasi,terlalu lama dalam pembacaan hasil.Sedangkan hasil negatif dapat disebabkan kesalahan teknik pemeriksaan,terlalu lama mencelupkan strip atau bisa karena kadar hCG dalam urin belum mencukupi oleh karena dapat diulang pemeriksaan lagi 1-2 minggu kemudian atau

melakukan pemeriksaan hCG dalam darah untuk hasil yang lebih akurat.

BAB VI KESIMPULAN

1. Hormon HCG di hasilkan segera setelah implantasi yaitu sekitar 7 hari setelah fertilisasi dan akan terdeteksi di darah dan juga urin . 2. Pada pengujian kehamilan ini lakukan dengan metode test pack dimana hasil positif (mengindikasikan kemungkinan hamil)dengan adanya perubahan warna pada strip. 3. Pada pemeriksaan urin ini dapat menimbulkan positif palsu atau negatif palsu. 4. Kadar hormon hCG bervariasi setiap waktu sesui umur minggu kehamilan.

BAB VII DAFTAR PUSTAKA

Sherwood,L.2011.Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem.Ed:6.Jakarta:EGC Guyton&Hall.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Ed 11.Jakarta:EGC Manuaba,dkk.2007.Pengantar Kuliah Obstetri..Jakarta:EGC