Anda di halaman 1dari 128

BAB 1 PENDAHULUAN

A. SEJARAH SINGKAT Program Studi Teknik Geologi merupakan salah satu Program Studi di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi yang didirikan pada Tahun 1980. Pendirian Program studi ini dilatar belakangi oleh banyaknya tenaga ahli asing pada tahun 1978 yang bekerja pada perusahaan minyak asing di Indonesia, sehingga dirasakan perlu untuk melakukan Indonesianisasi di perusahaan-perusahaan asing tersebut. Pendirian program ini disponsori oleh konsorsium lebih dari 40 perusahaan minyak di bawah koordinasi State Oil Company (PERTAMINA). Prodi Teknik Geologi pertama kali didirikan bersama Prodi Teknik Perminyakan berdasarkan piagam bersama antara PERTAMINA dan Universitas Trisakti pada tanggal 7 Juli 1979, dan mulai dioperasikan pada tahun 1980/1981 di bawah satu Departemen yaitu Teknik Energi yang merupakan bagian dari Fakultas Teknik. Pada Tahun 2000, status akreditasi A berhasil diperoleh Prodi Teknik Geologi berdasarkan SK BANPT Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 018/BANPT/Ak-IV/S1/VII/2000 Tanggal 21 Juli 2000. Selanjutnya pada Tahun 2005, Prodi Teknik Geologi memperoleh status akreditasi B berdasarkan SK BANPT Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 022/BAN-PT/Ak-IX/S1/XII/2005 Tanggal 8 Desember 2005. Dan yang terakhir pada tahun 2010 status akreditasi B diperoleh berdasarkan SK BANPT Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 028/BAN-PT/ Ak-XIII/S1/XI/2010 tanggal 14 November 2010. Pada saat ini di wilayah DKI Jakarta (KOPERTIS Wilayah III), Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti adalah satu-satunya Program Studi untuk bidang studi Teknik Geologi. B. VISI, MISI, SASARAN DAN TUJUAN 1. Visi: Menjadi Program Studi yang andal dalam bidang ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi yang berstandar internasional 1

dengan memperhatikan nilai-nilai lokal untuk meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan yang berkelanjutan pada tahun 2015. 2. Misi: a. Menyelenggarakan proses pendidikan yang profesional dan berstandar internasional untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter, mandiri dan berjiwa wirausaha melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dengan Semangat Trisakti. b. Mengusahakan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dalam menguasai ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi sebagai bagian dari masyarakat ilmiah internasional yang berwawasan lingkungan dalam pembangunan yang berkelanjutan. c. Melakukan pengembangan ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi yang berstandar internasional berpedoman pada nilai luhur Universitas Trisakti. 3. Sasaran: a. Dihasilkannya lulusan yang andal dan mampu berkarya di dalam maupun luar negeri. b. Berkembangnya internasional pemerintahan. c. Dihasilkannya sumberdaya manusia yang mampu menguasai ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi, serta pengembangan wilayah berbasiskan kebencanaan geologi. d. Tersedianya sumberdaya manusia yang dapat mengelola Program Studi secara bertanggungjawab, profesional, loyal, kritis terhadap almamater berdasarkan prinsip keterbukaan, demokratis, peduli terhadap kinerja institusi melalui peluang pengembangan. e. Meningkatnya hubungan alumni dengan almamater, komunikasi orang tua mahasiswa dengan institusi, kepedulian alumni dalam pengembangan mutu akademik dan kehidupan kampus serta tersedianya data rekam jejak alumni. Program sesuai Studi yang profesional masyarakat, dan bertaraf dan yang kebutuhan industri

f.

Meningkatnya jumlah dosen yang terlibat dalam studi pelayanan jasa yang diprakarsai oleh badan afiliasi dan pusat studi melalui kerjasama dengan instansi lain.

4. Tujuan: a. Menjadikan Program Studi yang profesional dan berstandar internasional dengan tetap memperhatikan nilai-nilai lokal dalam pengusaan ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi. b. Menciptakan proses belajar mengajar yang produktif, efektif, efisien dan profesional dengan memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan merata serta menciptakan iklim dan budaya akademik yang kondusif. c. Menghasilkan lulusan yang mampu berfikir secara ilmiah, berkarakter kepemimpinan, berbudi pekerti luhur, berpengetahuan luas, cerdas, sehat, mandiri, inovatif, mampu berkomunikasi, bekerja sama dan mengembangkan jiwa kewirausahaan, unggul dalam bidang ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi. d. Meningkatkan pembinaan mahasiswa dan penjalinan kerja sama dengan alumni secara terpadu dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya kebanggaan dan cinta almamater, serta saling memberikan informasi perkembangan ilmu dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi. e. Mewujudkan budaya meneliti sebagai sumbangan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, negara dan kemanusiaan dengan mengebangkan ilmu kebumian dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi. f. Meningkatkan kualitas semberdaya manusia yang mampu menguasai, mengembangkan dan menghasilkan ilmu kebumian dan teknologi eksplorasi sumberdaya mineral dan energi sebagai keunggulan kompetitif. g. Mengembangkan kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi lain, dunia industri, pemerintah dan lembaga masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri melalui pusat studi dan badan afiliasi. 3

C. PEMINATAN Prodi Teknik Geologi dalam pelaksanaan kurikulumnya memfasilitasi empat (4) fokus peminatan sebagai berikut: 1. Minyak dan Gas Bumi 2. Panas Bumi 3. Mineral Ekonomi 4. Geologi Teknik dan Lingkungan 5. Geologi Selekta D. STRUKTUR ORGANISASI Kepala Program Studi Sekretaris Program Studi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Koordinator Mata Kuliah Tugas Akhir Koordinator Mata Kuliah Geologi Teknik Koordinator Mata Kuliah Geofisika Koordinator Mata Kuliah PetrologiMineralogi Koordinator Mata Kuliah Geologi Dinamik Kepala Laboratorium Geologi Teknik Kepala Laboratorium Geofisika Kepala Laboratorium Petrologi-Mineralogi Kepala Laboratorium Paleontologi-Stratigrafi Kepala Laboratorium Gelogi Dinamik E. DAFTAR NAMA DOSEN 1. Daftar Nama Dosen Tetap
NO 1 2 3 4 NAME Ir. Abdurrachman Assegaf, MT Ir. Afiat Anugrahadi, MS Ir. Agus Guntoro, PhD Ir. Amar Rachmat, P, MS SPECIALISASI Hydrogeology Geographic Information System Tectonics and Basin Modelling Petrology

: Ir. M. Ali Jambak, MT : Dr. Ir. Dewi Syavitri : Ir. Budi Wijaya, MT : Ir. Amar Rachmat P, MS : Ir. Abdurrahman Assegaf, MT : Ir. Hidartan, MS : Ir. Denny Suwanda, MT : Ir. Afiat Anugrahadi, MS : Sofyan Rahman, ST, MT : Ir. Hidartan, MS : Ir. Amar Rachmat P, MS : Ovinda, ST, MSc : Ir. Arista Muhartanto, MT

Koordinator Mata Kuliah Paleontologi-Stratigrafi : Ir. M. Ali Jambak, MT

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Ir. Arista Muhartanto, MT Asyari Ismail Wardhana, ST, MSc Dr. Ir. Benyamin Ir. Budi Wijaya, MT Ir. Denny Suwanda D, MS Dr. Ir. Dewi Syavitri Diah Ayu Setyorini, ST Dr. Ir. Eko Widianto Ir. Fajar Hensdrasto, Dipl. Geo, MT Prof. Dr. Harsono Pringgoprawiro Ir. Hidartan, MS Dr. Ir. Karyono, HS Ir. M. Ali Jambak, MT Ir. M. Burhannudinnur, MSc Ovinda, ST, MSc Sofyan Rachman, ST, MT Suherman Dwi Nuryana, ST, MT Dra. Suyati Ibrahim Ir. Taat Purwanto, MT Ir. Ulam P. Nababan, MM Ir. Untung Sumotarto, MS, PhD

Petroleum Geochemistry Geographic Information System Petrophysics Petrology Petrology Foraminiferal Biostratigraphy Petroleum Geology Geophysicist Geothermal Paleontology Geophysicist Geochemistry Biostratigraphy Geophysicist Sequence Stratigraphy Hydrogeology Petrology Paleontology Petroleum Geology Paleontology Petroleum Geology

2. Dosen Tidak Tetap (Penugasan dan Non Penugasan)


NO 1 2 3 4 6 7 8 Anik, ST Azizah, ST Bambang Sutjondro, SH, MH Dr. Agung Purwanto Dra. Dedes Purwantoro, MACM Dra. Diah, MSi Drs. Desmal D. Dipl. TEASL NAME SPECIALISASI Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Kadeham Kimia Dasar, Kimia Fisika Agama Kristen Kimia Fisika Bahasa Inggris 1, 2

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Fitri, ST Dra. Inawati Ir. Indriarto, Y, MSi Dr. Ir. Parwadi Pulung Arya, P, ST, MT Ir. Sri Susanto Dra. Suliestyah, MS Ir. Sunarto Ir. Syamidi Patian, MT Dr. Trubus Rahardiansah, SH, MS, MH Ir. Wahyu BS, MT Prof. Dr. H. Zainal Arifin, M. Hum

Bahasa Indonesia Matematika 1, Matematika 2 Fiisika 1, Fisika 2 Matematika 1 Geologi Teknik Ilmu Ukur Tanah Kimia Fisika Fisika 1 Pancasila Pancasila Geomorfologi dan Geologi Foto Bahasa Indonesia

19 20

F. KERJASAMA Program kerjasama merupakan program kegiatan antara Program Studi Teknik Geologi dengan pihak luar yang dilaksanakan atas dasar kepentingan dan manfaat bersama. Pihak luar disini dapat terdiri atas Instansi/Lembaga Pemerintah, Instansi/Lembaga Swasta Asing atau Perguruan Tinggi di dalam maupun luar negeri. Pada pelaksanaanya, program kerjasama ini umumnya telah disahkan terlebih dahulu dalam bentuk Surat Perjanjian Kerjasama (Memory of Understanding) antara lembaga terkait dengan Prodi Teknik Geologi melalui perjanjian dengan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi maupun dengan Universitas Trisakti. Berikut adalah beberapa kerjasama yang telah dilakukan oleh Prodi Teknik Geologi:
NAMA INSTITUSI PT Schlumberger Geophysics Nusantara Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jendral Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral TAHUN 2001 - sekarang 2006 - sekarang 2007 - sekarang BENTUK KERJASAMA Bantuan Reservoir Simulation Software Kerjasama Peningkatan dan Pengembangan Bidang Geologi Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah

TPA TOTAL PROF (Prof. Max Mille) TOTAL INDONESIE, PERANCIS Badan Diklat, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral PERTAMINA EP

2008 - sekarang 2012 - sekarang 2012

Guest Lecture dari TPA, Perancis Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Bantuan sejumlah workstation dan komputer Bantuan pembelian peralatan komputer untuk Laboratorium Geokomputasi dan Geofisika Pendidikan dan Pengajaran Pendidikan dan Pengajaran

PERUSAHAAN NEGARA GAS School of Geography, Environment and Earth Science, Victoria University of Wellington, Wellington, New Zealand School of Environment, The University of Auckland, Auckland, New Zealand

2012

2012 - sekarang 2012 - sekarang

BAB II PEDOMAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

A. SISTEM PENDIDIKAN 1. Satuan Kredit Semester (SKS) Sistem pendidikan yang diacu oleh seluruh Jurusan/Program Studi di lingkup Universitas Trisakti adalah Sistem Kredit Semester (SKS), yang dapat didefinisikan sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, pengalaman belajar mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program. Semester merupakan penggal waktu yang berkelanjutan dimana mahasiswa belajar dengan sejumlah sks yang telah direncanakan pada awal semester. Dalam setiap semester diatur jadwal pelaksanaan kegiatan akademik selama 16 sampai 19 minggu. Selain pelaksanaan perkuliahan maupun praktikum, dalam masa ini dilakukan kegiatan pendukung akademik lainnya termasuk penilaian atau evaluasi belajar. 2. Beban Studi Satuan Kredit Semester selanjutnya disingkat sks, adalah takaran penghargaan terhadap pegnalaman belajar yang diperoleh selama satu semester, baik melalui kegiatan perkuliahan terjadwal, praktikum, kerja lapangan ataupun kerja mandiri. Untuk dapat mencapai gelar kesarjanaan, setiap mahasiswa harus dapat menyelesaikan sejumlah beban yang telah ditetapkan oleh masing-masing Jurusan/Program Studi. Beban studi mahasiswa dalam satu semster adalah jumlah sks yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam semester yag bersangkutan. a. Pada semster pertama, mahasiswa wajib mengambil seluruh beban studi yang tersaji sebagai paket yang telah ditetapkan. b. Besar beban studi mahasiswa yang dapat diambil pada tiap semster berikutnya tergantung pada presentasi mahasiswa yang bersangkutan yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) yang telah diambil pada semester sebelumnya. 8

3. Indeks Prestasi Indeks Prestasi (IP) adalah nilai prestasi rata-rata mahasiswa pada akhir semster yang menggambarkan mutu hasil proses belajar mengajar. Indeks prestasi dinyatakan dalam bilangan dengan 2 angka di belakang koma, yang dihitung dengan menggunakan formula: IP = (K x N) / K Dengan K dan N masing-masing adalah bobot sks dan nilai dari setiap matakuliah yang telah diselesaikan mahasiswa. a. Indeks Prestasi Semester (IPS) Indeks Prestasi Semester (IPS) merupakan indeks prestasi dari hasil kegiatan proses belajar-mengajar pada satu semester. Dengan demikian, IPS dihitung dengan menggunakan formula di atas, bahwa matakuliah yag diperhitungkan hanyalah matakuliah yang diambil pada semester tersebut. b. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan indeks prestasi dari hasil kegiatan proses belajar-mengajar selama mahasiswa mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, yaitu sejak awal menjadi mahasiswa sampai akhir atau sampai dengan saat evaluasi. IPK juga dihitung dengan menggunakan formula diatas. Dalam hal ini, nilai yang disertakan adalah nilai terbaik dari setiap mata kuliah yang pernah diambil. B. BIAYA PENDIDIKAN Untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti setiap mahasiswa dikenakan biaya pendidikan. Biaya pendidikan yang dikenakan kepada mahasiswa terdiri atas: 1. Biaya Mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) Mahasiswa warga negara Indonesia yang masuk ke Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti, akan dikenakan biaya pendidikan yang terdiri atas: a. Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) Dikenakan satu kali, yaitu pada saat yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti. 9

b. Biaya Praktikum Dibayarkan 1 (satu) kali selama menjadi mahasiswa Universitas Trisakti untuk pelaksanaan seluruh kegiatan praktikum yang akan ditempuh mahasiswa. Dibayarkan pada saat yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti. c. Biaya Penyelenggaran Pendidikan (BPP) 1) BPP Pokok Dibayarkan setiap awal semester, dalam jumlah yang tetap. 2) BPP Tambahan Dibayarkan setiap awal semester, dalam jumlah yang bervariasi menurut jumlah sks yang akan diambil Besaran BPP Pokok dan BPP Tambahan per sks untuk setiap mahasiswa berlaku sama selama 10 (sepuluh) semester terhitung sejak terdaftar menjadi mahasiswa. Ketentuan besaran BPP-Pokok dan BPP-Tambahan bagi mahasiswa yang telah memasuki semester ke-11 (sebelas) akan disesuaikan dengan ketentuan besaran BPP-Pokok dan BPP-Tambahan yang berlaku bagi mahasiswa terbaru. d. Biaya Program Perbaikkan Hasil Belajar (PPHB) 1) Dibayarkan pada saat mahasiswa akan mengambil Program Perbaikan Hasil Belajar (PPHB), yang diselenggarakan pada waktu sela semester. 2) Besaran pembayaran setiap sks mengikuti angkatan masing-masing. 3) SKS yang dapat diambil maksimum 8 sks (3 mata kuliah). e. Biaya Lain-lain Biaya lain-lain terdiri atas: 1) Dana Kegiatan Mahasiswa (DKM) yang dibayarkan setiap tahun. 2) Dana Kesehatan Mahasiswa (dibayarkan setiap semester) 3) Uang jaket (dibayarkan satu kali pada saat masuk di Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti) 4) Biaya Pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa (dibayarkan satu kali pada saat masuk di Universitas Trisakti). 5) Biaya lainnya yang ditentukan oleh SK Rektor atau SK Dekan dari fakultas yang menyelenggarakan kerja praktek atau kuliah lapangan. 10

2. Biaya Mahasiswa Warga Negara Asing (WNA) Biaya pendidikan bagi mahasiswa berkewarganegaraan asing terdiri atas biaya SPP, BPP pokok, BPP tambahan dan Praktikum besarnya 2 (dua) kali lipat dari ketentuan yang berlaku untuk mahasiswa warga negara Indonesia. Biaya SPP disetarakan dengan peringkat 3. 3. Biaya Mahasiswa Tidak Aktif Mahasiswa yang tidak aktif tanpa ijin cuti akademik atau terkena skorsing, dikenakan biaya pendidikan sama dengan mahasiswa aktif; sedangkan bagi mahasiswa yang tidak aktif dengan ijin cuti akademik sebelum masa UTS, diberi keringanan BPP Pokok sebesar 50%. 4. Biaya Mahasiswa Perpanjangan Tugas Akhir Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh beban akademik selain Tugas Akhir dan diperkirakan dapat menyelesaikan Tugas Akhirnya dalam waktu tidak lebih dari 3 bulan (setelah batas akhir semester), akan dikenakan pembayaran BPP Pokok penuh dan biaya BPP Tambahan senilai dengan beban sks Tugas Akhir. Pembayaran biaya pendidikan dilakukan melalui Bank BNI 1946 dengan tata cara sebagai berikut: a. Dilakukan pada jadwal yang telah ditentukan b. Mahasiswa mengambil slip pembayaran di sub bagian administrasi umum dan Keuangan FTKE untuk selanjutnya dibayarkan ke Bank. c. Mahasiswa menyerahkan bukti lunas dari Bank kepada sub bagian administrasi umum dan Keuangan FTKE. d. Mahaiswa yang tidak menyerahkan bukti lunas ini dianggap belum melaksanakan pembayaran. C. KEABSAHAN SEBAGAI MAHASISWA Untuk menjadi mahasiswa Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti yang sah, setiap mahasiswa Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti wajib memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan. Keabsahan dari mahasiswa harus selalu diperbaharui pada setiap semester dengan melakukan registrasi yang terdiri atas:

11

a. Registrasi Administrasi Kewajiban yang harus dilakukan pada registrasi administrasi adalah: 1) Membayar biaya pendaftaran ulang 2) Membayar biaya BPP Pokok 3) Membayar Dana Kesehatan Mahasiswa 4) Membayar biaya Bimbingan dan Ujian Skripsi/Tugas Akhir bagi mahasiswa yang menempuh Ujian Tugas Akhir. 5) Pada awal semester gasal, membayar Dana Kegiatan Mahasiswa (DKM). Setelah b. Registrasi Akademik Registrasi akademik hanya dapat dilakukan apabila mahasiswa telah melakukan registrasi administrasi. Kewajiban yang harus dilakukan pada registrasi akademik adalah: 1) Atas persetujuan Dosen Wali merencanakan mata kuliah yang akan diambil 2) Melakukan Pengisian KRS dengan menempel 2 buah pasfoto terbaru ukuran 3X4cm. 3) Mengambil slip pembayaran BPP Tambahan sks di bagian Keuangan Fakultas 4) Membayar BPP tambahan. D. PINDAH KULIAH DALAM LINGKUP UNIVERSITAS TRISAKTI Pada prinsipnya Universitas Trisakti dapat menerima mahasiswa pindahan dari berbagai universitas dengan ketentuan mahasiswa yang bersangkutan dapat memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan dan berlaku di Universitas Trisakti serta bersedia membuat pernyataan tertulis untuk mentaati semua ketentuan yang berlaku di Universitas Trisakti 1. Ketentuan Umum a. Mengajukan semester. permohonan pindah kuliah Kepada Rektor dengan tembusan Dekan Fakultas selambat-lambatnya 3 bulan sebelum awal

12

b. Melampirkan: 1) Transkrip akademik yang dilegalisir 2) Fotokopi Ijazah SMA/SMK yang dilegalisasi oleh Kepala Sekolah bagi SMA/SMK Negeri, serta oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional setempat bagi SMA/SMK Swasta. 3) Surat keterangan pindah dan status terakhir mahasiswa dari Prodi Fakultas Asal 4) Surat keterangan sehat dan bebas Narkoba dari Pusat Medis Trisakti. c. Mendapat Surat Persetujuan dari Rektor dan Dekan Fakultas yang bersangkutan. d. Membayar SPP yang besarnya sesuai dengan ketentuan berlaku pada Tahun Akademik berjalan. 2. Ketentuan Khusus a. Mutasi disahkan disahkan oleh Surat Keputusan Rektor berdasarkan pertimbangan Dekan yang bersangkutan b. Pembayaran SPP yang sudah dilakukan dapat diperhitungkan kembali, sebelum habis masa berlakunya, masa berlaku pembayaran SPP adalah 5 (lima) tahun. 3. Ketentuan Akademik a. Masih dalam batas masa studi dan tidak putus studi/drop out (DO) b. Sudah menjalani kuliah minimal 2 (dua) semester dengan IPK 2.50 c. Lulus Ujian Khusus untuk penentuan penerimaan mahasiswa Jurusan/Program Studi yang bersangkutan. d. Mentaati ketentuan akademik yang berlaku dalam lingkup Kebumian dan Energi Universitas Trisakti. e. Transkrip nilai dikonversi oleh Jurusan/Program Studi dan diajukan ke Fakultas untuk dibuatkan penyetaraan f. Setelah memperoleh NPM, Dekan mengusulkan penyetaraan mata kuliah kepada Wakil Rektor I untuk mendapat persetujuan yang dibuat rangkap 3 (tiga) g. Masa studi dari Fakultas/Jurusan/Program Studi asal, diperhitungkan di dalam masa studi Fakultas/Jurusan /Program Studi yang baru sesuai sks yang diterima.

13

h. Jumlah sks yang diakui ditetapkan melalui proses penyetaraan, dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Apabila Apabila status Akreditasi Perguruan Tinggi asalnya adalah SAMA atau LEBIH TINGGI, maka yang diakui adalah maksimal 80% dari sks yang dibawa dengan nilai minimal C, atau paling banyak adalah 100sks. 2) Apabila status Akreditasi Perguruan Tinggi asalnya adalah LEBIH RENDAH SATU TINGKAT, maka yang diakui adalah maksimal 70% dari sks yang dibawa dengan nilai minimal C, atau paling banyak 85sks. 3) Apabila status Akreditasi Perguruan Tinggi asalnya adalah LEBIH RENDAH DUA TINGKAT, maka yang diakui adalah maksimal 60% dari sks yang dibawa dengan nilai minimal C, atau paling banyak 70sks. i. Jumlah sks yang diperoleh mahasiswa yang bersangkutan dari Fakultas asal tiap semester paling sedikit adalah 12 (dua belas) sks tanpa nilai D dan E, sebagai contoh: Mahasiswa yang telah menjalani perkuliahan selama 2 (dua) semester sejak tahun masuk ke Fakultas, maka jumlah sks yang diperoleh minimal 24 sks (2 semester x 12 sks), sedangkan yang telah menjalani perkuliahan selama 4 (empat) semester sejak tahun masuk ke Fakultas, maka jumlah sks yang diperoleh minimal 48sks. E. PROSES PENGISIAN KRS Pada setiap awal semester semua mahasiswa diwajibkan menentukan matakuliah-matakuliah yang akan diambil dengan bimbingan Dosen Wali. Daftar nama Dosen Wali untuk setiap mahasiswa ditetapkan oleh Jurusan/Program Studi masing-masing. Proses pengisian KRS dilakukan secara On Line dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Proses pengisian KRS dilaksanakan pada jadwal yang telah ditentukan, dan dilakukan oleh mahasiswa bersangkutan (setiap mahasiswa memliki User ID masing-masing) 2. Status Status mahasiswa aktif dan telah melunasi BPP Pokok/ BPP Tambahan dan sudah melapor ke Bagian Keuangan FTKE.

14

3. Konsultasi

dengan

Dosen

Wali

dan

mengisi

KRS

dengan

memperhatikan jumlah sks maksimum yang diizinkan sesuai ketentuan yang tercantum pada Buku Pedoman Pendidikan USAKTI. Pengisian KRS hendaknya seteliti mungkin, karena tanggungjawab pengisian sepenuhnya ada pada mahasiswa. 4. Setelah pengisian KRS akan dikeluarkan print-out peserta matakuliah dan KRS dikembalikan sebagai tanda peserta Ujian. 5. Tanpa Peserta Ujian ini mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian tersebut. 6. Untuk mengetahui kebenaran proses pemasukan dari KRS mahasiswa dapat melihat pada Akademik On Line dan apabila ternyata ada hal yang tidak sesuai, maka mahasiswa wajib melaporkannya kepada Dosen Wali pada jadual yang telah ditentukan. Bila pada jadual tersebut mahasiswa tidak melapor, maka kesalahan ini merupakan tanggungjawab mahasiswa sendiri. 7. Selain ketentuan ini, setiap awal semester Fakultas menerbitkan pengumuman yang berisi petunjuk atau informasi yang lebih rinci mengenai jadwal pengisian KRS, sehingga diwajibkan mahasiswa proaktif memperhatikan jadwal yang telah ditentukan. F. PROSES PEMBELAJARAN Mahasiswa yang tidak melakukan seluruh ketentuan dan proses yang telah ditentukan tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan akademik pada semester tersebut. Setelah sah menjadi mahasiswa Universitas Trisakti, mahasiswa akan menjalani seluruh proses pembelajaran yang telah ditetapkan oleh Jurusan/Program Studi dalam berbagai jenis pembelajaran dengan masing-masing ketentuan untuk setiap jenis pengajaran tersebut. 1. Jenis Pembelajaran Berdasarkan materi, tujuan dan tuntutan kompetensi yang terkandung dalam program pembelajaran, maka jenis pembelajaran dibedakan atas: a. Pembelajaran yang bersifat teori, yaitu suatu program pembelajaran yang mengkaji (dengan memberikan) teori-teori ilmu pengetahuan tertentu dengan tujuan membina (memberi dan menambah) kemampuan akademik mahasiswa. Penyampaiannya dapat dilakukan 15

dengan berbagai cara, seperti pemberian kuliah, ceramah, diskusi kelompok, seminar, penugasan dan cara-cara lain yang dianggap perlu. Pemberian kuliah dilakukan oleh seorang Dosen yang membahas materi mata kuliah sesuai dengan silabus dan rencana pembelajaran yang telah ditentukan. Penyampaian materi matakuliah dapat dilakukan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. b. Pembelajaran yang bersifat praktek ialah suatu program pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk membuat rencana dan rancangan atau melakukan eksperimen atau percobaan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu. Program ini berisikan praktikum di Laboratorium atau di tempat praktek lainnya. Praktikum diberikan oleh Dosen dan/atau Asisten Dosen dan dapat dibantu oleh Mahasiswa Asisten Dosen. c. Pembelajaran Pembelajaran yang bersifat Kerja Lapangan ialah suatu program pembelajaran yang memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam bidang studinya di luar kampus untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan profesional yang dituntut oleh Jurusan/Program Studi yang dipilihnya. d. Pembelajaran yang bersifat Kuliah Usaha Mandiri llmu Teknologi Terapan (KUM-ITT) adalah suatu program pembelajaran yang memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk memperoleh kemampuan memecahkan masalah di lingkungan masyarakat dengan pendekatan e. Pembelajaran multi/inter yang disiplin. Kegiatannya meliputi kuliah adalah pembekalan di ruang kuliah dan kerja lapangan. bersifat Asistensi/Tutorial/Responsi kegiatan yang menunjang atau melengkapi perkuliahan. Tugas ini membantu mahasiswa dalam kegiatan terstruktur, atau dalam melakukan eksperimen/percobaan di laboratorium atau di tempat praktek lainnya. Pemberian asistensi/tutorial ini dilakukan oleh Dosen Mata Kuliah yang bersangkutan dan/atau oleh seorang Asisten Dosen, serta dapat pula dilakukan oleh Mahasiswa Asisten Dosen yang ditugaskan untuk hal tersebut.

16

f.

Bimbingan Tugas Akhir/Skripsi: Dalam rangka memenuhi salah satu syarat penyelesaian Pendidikan Program Sarjana (S1), mahasiswa dibimbing untuk dapat menghasilkan suatu karya ilmiah/rancangan, antara lain berupa penulisan Skripsi atau Tugas Akhir.

g. Problem

Based

Learning

(PBL)

merupakan

suatu

strategi

Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Sistem ini bertujuan agar mahasiswa belajar secara aktif, mandiri, komprehensif, mampu berpikir kritis dan menjunjung tinggi etika. 2. Ketentuan Pelaksanaan Kuliah, Asistensi/Responsi dan Praktikum a. Kuliah, Asistensi/Responsi dan Praktikum harus dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan jadwal. b. Mahasiswa diwajibkan hadir mengikuti Kuliah, Asistensi/Responsi dan Praktikum sesuai dengan yang tercantum dalam Kartu Rencana Studi masing-masing. Kehadiran mahasiswa dicatat dalam daftar hadir Mahasiswa. c. Pada kuliah pertama, Dosen wajib memberitahukan: 1) Rencana pembelajaran 2) Daftar buku acuan (buku teks/referensi) yang digunakan 3) Tata tertib Perkuliahan dan Sistem penilaian dan (serta) pembobotan masing-masing komponen penilaian yang digunakan 4) Ada atau tidaknya kuis (ujian-ujian kecil) 5) Tata tertib dan peraturan yang berlaku di Universitas Trisakti 6) Bahaya penyalahgunaan Narkoba dan sanksinya 7) Menunjuk salah seorang mahasiswa peserta mata kuliah tersebut sebagai ketua kelas. d. Jika Dosen berhalangan, sehingga kehadirannya tidak sesuai dengan ketentuan jadwal perkuliahan, maka Dosen tersebut wajib: 1) Memberitahukan ketidakhadirannya kepada Subbag Perkuliahan dan Ujian di Fakultas atau Sekretariat Jurusan/Program Studi. 2) Menggantikan kuliahnya pada kesempatan yang lain atau diisi dengan kegiatan yang sama oleh dosen pengganti. 3) Mahasiswa wajib menunggu kehadiran dosen di kelas dalam waktu 15 menit. Apabila sesudah 15 menit ternyata dosen belum juga hadir tanpa pemberitahuan, maka ketua kelas melaporkan kepada Subbag Perkuliahan dan Ujian di Fakultas atau Sekretariat Jurusan/Program Studi. 17

Apabila sudah ada kepastian bahwa dosen pengganti belum (tidak) ada, mahasiswa dapat meninggalkan ruang kuliah, setelah menandatangani daftar hadir. 4) Apabila Dosen melalaikan kewajiban-kewajiban tersebut di atas (memberikan kuliah kurang dari 70% tatap muka terjadwal dalam satu semester), pimpinan fakultas/Jurusan/Program Studi dapat memberikan teguran/peringatan dan sanksi mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat (dalam bentuk pemberhentian). e. Untuk membantu kelancaran perkuliahan, dipilih salah satu mahasiswa untuk menjadi ketua kelas. 3. Kehadiran Mahasiswa Dalam Perkuliahan Mahasiswa diwajibkan hadir minimal 70% dari jumlah tatap muka. Petugas administrasi perkuliahan akan menghitung jumlah kehadiran tiap mahasiswa yang digunakan sebagai prasyarat untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester. 4. Kesetaraan Jam Perkuliahan Dengan Bobot SKS Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Trisakti, maka tabel berikut memberi pedoman untuk mengatur jam masing-masing jenis perkuliahan dalam hubungannya dengan bobot sks mata kuliah yang bersangkutan dalam satu semester. Tabel 2.1. Kesetaraan Jam per-minggu Perkuliahan dengan Bobot sks
Jenis Pengajaran Kuliah Seminar Praktikum Kerja Lapangan KUM-ITT Penelitian/Skripsi /Tugas Akhir Jam/Minggu
Bobot sks

Tatap Muka 1 1 2 4 4 -

Kegiatan Terstruktur 1 1 1 2 2 1

Kegiatan Mandiri 1 1 1 2 2 2

Jumlah 3 3 4 8 8 3

1 1 1 1 1 1

Pengertian di atas menyiratkan adanya beban, baik untuk dosen maupun mahasiswa yang harus dipenuhi untuk setiap sks dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut: 18

a. Untuk kegiatan perkuliahan, dalam satu semester tiap satu minggu beban 1 sks mencakup: 1) 1 jam kegiatan perkuliahan terjadwal (tatap muka) 2) 1 jam kegiatan terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal, tetapi dalam 3) 1jam pengendalian kegiatan dosen (penulisan yaitu karangan yang ilmiah, harus pekerjaan dilakukan rumah/tugas, partisipasi aktif dalam kelas, persentasi, kuis/tes kecil). mandiri, kegiatan mahasiswa/dosen secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan diri dalam pelaksanaan perkuliahan, seperti membaca buku referensi / kepustakaan. b. Untuk kegiatan seminar atau kapita selekta, dalam satu semester tiap satu minggu, beban 1 sks mencakup: 1) 1 jam terjadwal memberikan penyajian di depan suatu forum 2) 1 jam kegiatan terstruktur 3) 1 jam kegiatan mandiri c. Untuk kegiatan praktikum atau kegiatan sejenis, dalam satu semester tiap satu minggu, beban 1 sks mencakup: 1) 2 jam kegiatan praktikum atau kegiatan sejenis yang terjadwal 2) 1 jam kegiatan terstruktur 3) 1 jam kegiatan mandiri d. Dalam hal kerja lapangan, dalam satu semester tiap satu minggu, beban 1 sks mencakup: 1) 4 jam kegiatan kerja lapangan 2) 2 jam kegiatan terstruktur 3) 2 jam kegiatan mandiri e. Beban 1 sks untuk KUM-ITT dalam satu semester tiap satu minggu mencakup : 1) 4 jam kegiatan kerja lapangan 2) 2 jam kegiatan terstruktur 3) 2 jam kegiatan mandiri f. Beban 1 sks untuk penelitian, penyusunan Skripsi/Tugas Akhir dan sejenisnya diukur berdasarkan kegiatan 3 jam tiap minggu selama satu semester. (Catatan: 1 jam kegiatan setara dengan 50 menit)

19

5. Matakuliah Kompetensi Matakuliah Kompetensi adalah matakuliah yang memiliki nilai signifikan terhadap tuntutan kompetensi. Jumlah matakuliah tersebut adalah 6-10 matakuliah. Jenis dan penyebarannya pada semester tertentu ditetapkan oleh Jurusan/Program Studi masing-masing. 6. Pengelompokkan Matakuliah a. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) b. Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) c. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) d. Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) e. Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 7. Pengembangan Materi Pembelajaran Agar program pendidikan pembelajaran dapat berhasil dengan maksimal, maka program pembelajaran baik yang bersifat perkuliahan maupun praktek perlu dilengkapi dengan modul, paket belajar dan audio visual yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa, asisten dan dosen dalam proses belajar mengajar. Disamping itu, dilakukan perbaikan yang terus menerus (kontinyu) terhadap materi pembelajaran, sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta tuntutan zaman. 8. Pedoman Pengambilan Beban Studi Jumlah beban studi yang dapat diambil setiap semester ditentukan oleh perolehan IPS semester sebelumnya, seperti tercantum dalam Tabel 2.2. Tabel 2.2 Perolehan IPS dan Jumlah Beban Studi Perolehan IPS 3,00 2,50 - 2,99 2,00 - 2,49 1,50 - 1,99 1,00 - 1,49 < 1,00 Maks Beban Studi (sks) 24 22 20 18 16 14

20

9. Tata Nilai Dalam menentukan keberhasilan studi mahasiswa ditetapkan macam dan bobot penilaian ditentukan dalam Tabel 2.3, sedangkan tata cara penilaian diatur dengan menggunakan Tabel 2.4. Tabel 2.3. Hubungan antara Nilai dalam Huruf, Bobot dan Angka HURUF A AB+ B BC+ C D E NILAI BOBOT 4.00 3.75 3.50 3.00 2.75 2,50 2.00 1.00 0 ANGKA 80 n 100 77 n 80 74 n 77 68 n 74 65 n 68 62 n 65 56 n 62 45 n 56 n < 45

Tabel 2.4. Hubungan antara Nilai dan Status STATUS IN T (Tunda) MG NR F (Gagal) W FR 0 0 0 0 BOBOT 0 KETERANGAN Incomplete: Persyaratan Tugas belum lengkap Missing grade: Nilai tidak ada karena tidak mengikuti UAS No Record of Attendance: Jumlah kehadiran tidak memenuhi syarat Withdrawal: Mengundurkan diri sebelum UTS Fraud: Mahasiswa melakukan kecurangan

Keterangan : a. b. c. d. Nilai huruf dipergunakan untuk nilai akhir. Nilai angka penyetaraan skala 0-4 dipergunakan untuk menghitung IPS dan IPK. Nilai angka penyetaraan skala 0 - 100 dipergunakan dalam penilaian dari tiap kegiatan Nilai E berarti gagal, dan wajib diulang. 21

e. f.

Nilai D dapat diulang dan dimasukkan dalam KRS. IN dapat diperbaiki dengan melengkapi tugas dalam waktu maksimal 3 (tiga) bulan, sesuai dengan kebijakan program studi masing-masing. Setelah waktu tersebut, nilai dinyatakan batal dan mahasiswa wajib mengulangi seluruh komponen terkait.

g. h. i.

FR setara dengan 0 dan diperhitungkan dalam IP Bagi yang tidak ikut UTS, maka nilai komponennya adalah 0 W, IN, MG dan NR tidak diperhitungkan dalam perhitungan IP, dan mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti PPHB

Tabel 2.5. Pedoman Penentuan Bobot Penilaian Komponen Terstruktur: Tugas, Kuis, Makalah, Presentasi dan Partisipasi Aktif di kelas Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Akhir Semester (UAS) Jumlah nilai dalam angka Keterangan : Dalam sistem SKS, komponen penilaian harus termasuk didalamnya tugas terstruktur. Untuk memperoleh nilai akhir maka jumlah nilai angka dikonversi menjadi nilai huruf. 10. Evaluasi Hasil Belajar (EHB) Evaluasi hasil belajar dapat dilaksanakan dengan berbagai cara ujian dan kegiatan terstruktur sesuai dengan jenis serta tingkat kompetensi yang dituntut dalam Kurikulum Operasional (KO). Macam-macam Evaluasi Hasil Belajar: a. Ujian, terdiri atas: 1) Ujian Tengah Semester (UTS) 2) Ujian Akhir Semester (UAS) 3) Ujian Komprehensif 4) Ujian Tugas Akhir Rentang Nilai 0 100 0 100 0 100 % Bobot 5 - 30 % 20 - 40 % 20 - 50 % 100 %

22

b. Evaluasi kegiatan terstruktur, selain ujian-ujian tersebut di atas terdapat kegiatan-kegiatan terstruktur lain yang berbentuk: 1) Penulisan karangan ilmiah/makalah 2) Pekerjaan rumah/tugas 3) Partisipasi aktif dalam kelas 4) Presentasi dan sebagainya 5) Kuis/tes kecil 11. Persyaratan Peserta Ujian a. Terdaftar sebagai mahasiswa yang sah pada Jurusan/Program Studi b. Memenuhi jumlah kehadiran kuliah minimal 70% dari jumlah seluruh perkuliahan atau jumlah tatap muka c. Membawa Kartu Peserta Ujian (KPU)/Kartu Rencana Studi (KRS) yang berlaku. d. Mentaati tata tertib ujian 12. Pelanggaran Ujian a. Segala bentuk kecurangan akademik akan ditindak sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku. b. Pembocoran soal/kunci jawaban ujian, pemalsuan nilai dan transkip, praktek perjokian dan perbuatan curang lainnya akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku baik mahasiswa maupun karyawan. c. Diberikan nilai akhir 0 (tidak lulus) status FR. 13. Program Peningkatan Hasil Belajar (PPHB) Program Peningkatan Hasil Belajar adalah program yang diselenggarakan pada rentang waktu di antara 2 (dua) semester reguler yang bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa agar lebih memahami dan menguasai materi pembelajaran yang telah diterima sebelumnya sehingga dapat meningkatkan nilai mata kuliah serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Adapun ketentuan dari PPHB adalah sebagai berikut: a. Ketentuan Administrasi 1) Membayar uang sks yang besarnya berdasarkan ketentuan yang berlaku sesuai dengan tahun angkatannya.

23

2) Matakuliah yang dapat diikutkan dalam PPHB adalah bila pesertanya berjumlah minimal 5 mahasiswa atau disesuaikan dengan kebijakan Jurusan/Program Studi masing-masing. b. Ketentuan Akademik 1) Maksimum matakuliah yang boleh diambil setiap mahasiswa adalah 3 (tiga) matakuliah. 2) Telah memiliki nilai terendah D untuk mata kuliah tersebut. 3) Jumlah kehadiran selama perkuliahan PPHB minimal 70%. 4) Nilai maksimal yang dapat dicapai dalam PPHB adalah B (setara nilai mutu 3.00) G. PENGASUH PEMBELAJARAN 1. Dosen Wali a. Pengertian Dosen Wali Dosen Wali merupakan jabatan fungsional bagi dosen biasa, sehingga selain mempunyai tugas untuk mengajar, juga mempunyai fungsi untuk membantu mahasiswa bimbingannya dalam berbagai permasalahan yang dihadapi, terutama permasalahan yang berkaitan dengan proses studi mahasiswa tersebut. b. Ketentuan 1) Peran Dosen Wali a. Menumbuhkan disiplin mahasiswa. b. Memberikan pandangan dan saran-saran yang memungkinkan mahasiswa membuat keputusan bagi dirinya sendiri. 2) Tugas Dosen Wali a. Memberikan bantuan / pengarahan kepada mahasiswa mengenai: (1) Cara menyusun strategi urutan pengambilan mata kuliah. (2) Pelaksanaan Proses Pendaftaran Ulang pada setiap awal semester. (3) Kebijakan studi (4) Peraturan dan ketentuan yang berlaku dari pemerintah, Universitas, Fakultas dan Jurusan / Program Studi. b. Memberikan pertimbangan kepada mahasiswa tentang banyaknya sks yang patut diambil. 24

c. Menyetujui mata kuliah yang direncanakan mahasiswa. d. Mengesahkan usulan cuti akademik. e. Membantu memacu kelancaran studi mahasiswa asuhannya dengan cara: (1) Mendorong mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan dengan sebaik mungkin. (2) Memberi pengarahan mengenai cara belajar yang baik. (3) Memberi pengarahan cara menggunakan kepustakaan dan fasilitas belajar lainnya. (4) Memonitor kelancaran studi mahasiswa bimbingannya. (5) Mengevaluasi perkembangan kemajuan belajar mahasiswa berdasarkan IPK dan jumlah sks yang telah diselesaikan mahasiswa. (6) Mengindentifikasi dan menganalisa masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa untuk kemudian memberikan bantuan pemecahannya. Bila diperlukan dosen wali dapat meminta bantuan ke UPT Psikologi dan Konseling. (7) Menjadi penghubung dengan dosen penanggungjawab suatu matakuliah apabila ada masalah dalam mata kuliah tersebut. (8) Membuat laporan secara lisan atau tulisan kepada Ketua Jurusan / Program Studi / Dekan bila ada mahasiswa bimbingannya yang tidak aktif atau terancam putus studi. c. Kelengkapan Administrasi Dalam menjalankan tugas dan perannya tersebut, dosen wali dilengkapi dengan informasi mengenai: 1) Data pribadi mahasiswa 2) Kartu Rencana Studi dan Hasil Studi setiap semester 3) Data perkembangan prestasi akademik mahasiswa. 2. Dosen Mata Kuliah Dosen mata kuliah adalah Dosen yang telah memiliki kewenangan mengajar penuh sesuai dengan jabatan akademik dan mendapat tugas dari Dekan untuk mengasuh suatu mata kuliah di bidang keahliannya.

25

3. Asisten Dosen Asisten Dosen adalah Dosen yang belum memiliki kewenangan mengajar penuh, berperan membantu tugas kelancaran dosen mata kuliah. Usulan pengangkatan sebagai Asisten Dosen dilakukan oleh dosen mata kuliah melalui Ketua Jurusan/Program Studi atau Wakil Dekan I bagi Fakultas yang tidak memiliki Jurusan/Program Studi.Tugas Asisten Dosen meliputi: a. Mendiskusikan kembali materi mata kuliah yang sudah disampaikan oleh Dosen yang bersangkutan. b. Memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugastugas yang ada kaitannya dengan mata kuliah 4. Mahasiswa Asisten Dosen Mahasiswa Asisten Dosen diangkat dalam rangka usaha melancarkan dan mengintensifkan proses belajar mengajar dalam lingkungan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi dan tidak berstatus sebagai karyawan tetap Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi. a. Fungsi 1) Sebagai asisten responsi mata kuliah 2) Sebagai asisten praktikum b. Persyaratan 1) Mahasiswa yang telah mengumpulkan minimal 90sks dengan IPK minimal 2,75. 2) Minimal mempunyai nilai B untuk mata kuliah yang diasuh. 3) Berkepribadian serta berkelakuan baik yang dibuktikan melalui surat rekomendasi Dosen Wali. 4) Pengangkatan Mahasiswa Asisten Dosen dapat dilakukan setiap semester pada Semester Gasal atau Genap dan dapat diusulkan kembali dengan beban maksimal 15 jam tatap muka perminggu atau 60 jam perbulan. c. Kategori Mahasiswa Asisten Dosen 1) Yunior, adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi yang pertama kali diangkat menjadi Mahasiswa Asisten Dosen.

26

2) Senior adalah Mahasiswa Asisten Dosen yang telah bertugas minimal selama 2 (dua) semester berturut-turut dengan hasil yang baik. d. Prosedur Pengangkatan 1) Data kelengkapan yang diajukan kepada Dekan berupa : a. Surat Permohonan Pelamar. b. Daftar Riwayat Hidup. c. Evaluasi prestasi akademik mulai semester pertama (transkrip) d. Evaluasi kepribadian dan kelakuan baik 1 (satu) tahun terakhir dari Wakil Dekan III. e. Pasfoto, ukuran 4 x 6 cm sebanyak 1 lembar. f. Rekomendasi dari Dosen Mata Kuliah yang bersangkutan khusus untuk Asisten Mata Kuliah. Usulan Mahasiswa Asisten Dosen diajukan kepada Rektor melalui Wakil Rektor I sebelum kegiatan akademik dimulai, tembusannya diberikan kepada Ketua Jurusan/Program Studi yang bersangkutan. 2) Setelah mengadakan evaluasi mengenai pelamar oleh Dekan bersama dengan para Wakil Dekan dan Ketua Jurusan / Program Studi yang terkait, bagi para pelamar yang memenuhi persyaratan dimintakan persetujuan Rektor. 3) Persetujuan Rektor tentang pengangkatan Mahasiswa Asisten Dosen diberikan kepada Dekan selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanggal penerimaan Surat permintaan persetujuan tersebut. 4) Pengangkatan Mahasiswa Asisten Dosen ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan berdasarkan persetujuan tertulis dari Rektor / Wakil Rektor I. 5) Pengusulan kembali Mahasiswa Asisten Dosen tetap melalui prosedur yang sama (harus membuat surat permohonan), tanpa melampirkan data kelengkapan lamaran. e. Honorarium Kepada mereka yang diangkat sebagai Mahasiswa Asisten Dosen diberikan honorarium menurut ketentuan yang berlaku. Prosedur pengajuan honorarium maksimal 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan kegiatan diajukan ke Biro Administrasi Akademik untuk pencairan dananya, yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 27

Pengajuan daftar honorarium melampaui batas waktu 1 (satu) bulan terhitung dari pelaksanaan kegiatan tidak dapat dibayarkan. H. CUTI AKADEMIK Cuti Akademik adalah cuti yang diberikan kepada mahasiswa untuk tidak mengikuti kegiatan akademik selama 1 (satu) semester tanpa berpengaruh pada perhitungan masa studinya. Cuti dapat diberikan maksimal 2 (dua) semester berturut-turut atau 4 (empat) semester tidak berturut-turut, sebelum batas masa studinya berakhir. Cuti Akademik dapat diberikan atas permintaan sendiri atau karena alasan sakit / membela negara / tugas Universitas Trisakti dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan cuti, mahasiswa harus mengajukan permohonan cuti kepada Dekan yang diketahui oleh Dosen Wali dan Ketua Jurusan/Program Studi . 1. Tata Cara dan Persyaratan a. Permohonan cuti diajukan kepada Dekan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum semester dimulai. b. Sudah mengikuti kegiatan akademik minimal 2 (dua) semester c. Melakukan registrasi ulang dengan ketentuan seperti penjelasan terdahulu d. Cuti dapat dilaksanakan setelah Dekan menerbitkan Surat Keputusan pemberian Cuti yang memuat : Nama Mahasiswa Nomor Pokok Mahasiswa/Nomor Induk Mahasiswa (NPM/NIM) Alamat Fakultas/Jurusan/Program Studi Alasan Cuti Akademik Mulai dan berakhirnya Cuti Akademik 2. Persyaratan Cuti Akademik Karena Sakit Apabila mahasiswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran karena alasan sakit minimal selama 1 (satu) bulan atau setara dengan 4 (empat) kali tatap muka berturut-turut yang didukung dengan Surat Keterangan Sakit dari Dokter, maka yang bersangkutan dapat segera mengajukan cuti akademik pada saat itu juga yang berlaku untuk semester berjalan. 28

3. Persyaratan Cuti Akademik Karena Tugas Negara (Membela Nama Baik Universitas Trisakti) a. Permohonan cuti diajukan dengan melampirkan surat tugas yang ditandatangani oleh Wakil Rektor III. b. Cuti karena tugas negara berlaku sejak diterbitkannya Surat Keputusan Dekan. 5. Tata Cara Persyaratan Aktif Kembali a. Mengajukan permohonan aktif kembali kepada Dekan, yang diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan/Program Studi, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum cuti berakhir. b. Menyelesaikan semua kewajiban administrasi akademik dan keuangan. c. Melakukan regristrasi ulang dengan ketentuan seperti penjelasan terdahulu. I. BATAS MASA STUDI, EVALUASI KELAYAKKAN DAN PUTUS STUDI Masa Studi adalah jangka waktu penyelesaian studi mahasiswa yang dinyatakan dalam satuan semester dengan beban studi sekurang-kurangnya 146 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks serta dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester, dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan lamanya 14 semester. 2. Batas Masa Studi Batas masa studi adalah 14 semester untuk setiap Jurusan/Program Studi. Hal ini tidak termasuk bagi mahasiswa yang pernah mengambil cuti akademik dalam kurun waktu masa studinya. 3. Evaluasi Kelayakkan Masa Studi Agar proses belajar berjalan lancar dilakukan evaluasi kelayakan studi mahasiswa secara bertahap. Tahapan Evaluasi adalah sebagai berikut : a. Evaluasi Semester Pertama Pada akhir semester pertama, bila mahasiswa tidak memperoleh Indeks Prestasi Semester (IPS) minimal 2.00, akan diberi peringatan tertulis. selama-

1. Masa Studi

29

b. Evaluasi Semester Kedua Pada akhir semester kedua, mahasiswa minimal wajib memperoleh 20 sks dengan IPK minimal 2.00. Apabila tidak mencapai ketentuan tersebut, mahasiswa akan diberi peringatan tertulis, yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan disarankan untuk mengundurkan diri atau pindah Jurusan / Program Studi. c. Evaluasi Semester Ketiga s/d Semester Kedua Belas Pada setiap akhir semester, mulai semester ketiga sampai dengan semester kedua belas, mahasiswa wajib memperoleh minimal n x 10 sks dengan IPK minimal 2.00 (n adalah semester yang telah dijalani) Apabila tidak tercapai, maka mahasiswa yang bersangkutan diminta mengundurkan diri atau pindah Jurusan / Program Studi atau dinyatakan putus studi (DO). 4. Pengunduran Diri dan Putus Studi a. Pengunduran Diri Mahasiswa yang mengundurkan diri diwajibkan mengajukan permohonan kepada Dekan Fakultas , untuk kemudian akan diterbitkan Surat Keputusan Rektornya sesuai ketentuan yang berlaku, dilampiri dengan transkrip akademik asli yang sah. b. Putus Studi Putus studi diberlakukan bagi mahasiswa : a. Yang tidak memenuhi ketentuan evaluasi dengan semester kedua belas. b. Selama 3 (tiga) semester berturut-turut tidak melakukan pendaftaran ulang dan atau tidak mengisi KRS tanpa cuti akademik. c. Selama dua tahun pertama, tiga kali memperoleh IP semester < 1,50 d. Pada tahun ketiga dan keempat, tiga kali berturut-turut memperoleh IP semester <1,50 J. SKRIPSI/TUGAS AKHIR 1. Pengertian 30 akhir semester ketiga sampai

Skripsi/Tugas Akhir adalah karya tulis ilmiah/rancangan yang disusun oleh seorang mahasiswa untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan Jurusan / Program Studi Sarjana dalam lingkup Universitas Trisakti dengan bobot 3 sampai dengan 8 sks. Fungsi Skripsi/Tugas Akhir dalam keseluruhan Jurusan/Program Studi ialah untuk menguji secara komprehensif pencapaian tujuan pendidikan program sarjana. 2. Persyaratan Untuk dapat menyusun Skripsi/Tugas Akhir mahasiswa harus telah menempuh mata kuliah yang diwajibkan oleh Jurusan / Program Studi masing-masing dengan syarat sebagai berikut: 1) Minimal nilai C dari mata kuliah yang berkaitan langsung dengan materi Skripsi / Tugas Akhir 2) IPK 2.00 untuk jumlah sks tertentu (Mata Kuliah Kompetensi) yang jumlahnya ditetapkan oleh Jurusan/Program Studi masing-masing. 3) Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh Fakultas/Jurusan/Program Studi tentang Pedoman Penyusunan Skripsi/Tugas Akhir. 3. Bimbingan Skripsi Bimbingan Skripsi/Tugas Akhir adalah kegiatan institusional dosen berupa pemberian pengarahan dan petunjuk kepada seorang mahasiswa yang memenuhi syarat dalam menyusun Skripsi/Tugas Akhirnya. a. Jangka waktu bimbingan adalah 1 (satu) semester. Jika tidak dapat selesai dalam 1 (satu) semester mahasiswa mendapat nilai IN (Incomplete), dan untuk semester berikutnya harus mengisi KRS baru. b. Bimbingan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka minimal 10 (sepuluh) kali dalam rentang waktu minimal 4 (empat) bulan. c. Skripsi/Tugas Akhir wajib ditandatangani oleh pembimbing utama dan pembimbing pendamping. 4. Pembimbing Skripsi/Tugas Akhir Pembimbing skripsi terdiri atas: 1) Pembimbing Utama, adalah Dosen Biasa yang oleh Dekan Fakultas, yang bersangkutan diberi tugas membimbing skripsi/tugas akhir dan bertanggung

31

jawab penuh atas keseluruhan kegiatan bimbingan skripsi/tugas akhir yang bersangkutan. 2) Pembimbing pendamping/ko-pembimbing adalah Dosen Biasa atau Dosen Luar Biasa yang diberi tugas oleh Dekan Fakultas yang bersangkutan untuk mendampingi pembimbing utama dalam semua atau sebagian kegiatan bimbingan skripsi/tugas akhir. 3) Setiap pembimbing utama tanpa pembimbing pendamping, membimbing maksimal 12 mahasiswa pada setiap semester, kecuali ada ketetapan lain dari Dekan. 5. Syarat Sidang Tugas Akhir 1) Sebelum sidang Tugas Akhir, mahasiswa wajib memiliki nilai TOEFL yang masih berlaku dengan besaran nilai ditentukan oleh masing-masing Jurusan/Program Studi. 2) Ketentuan-ketentuan lain akan ditentukan oleh masing-masing Jurusan/ Program Studi. 6. Penilaian Kriteria penilaian skripsi/tugas akhir adalah : a. Mutu materi skripsi/tugas akhir b. Metode Penulisan dan atau Penelitian c. Penguasaan Materi d. Penyajian materi skripsi/tugas akhir e. Keaslian Skripsi/tugas akhir mahasiswa harus asli, apabila terbukti hasil dari plagiat dinyatakan tidak lulus dan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. f. Syarat Kelulusan: nilai akhir minimal C.

K. KELULUSAN Seorang mahasiswa dinyatakan lulus bila telah menyelesaikan seluruh matakuliah dengan jumlah 146 sks, serta tidak bertentangan dengan Surat Keputusan MENDIKNAS/DIKTI. Selanjutnya Rektor menerbitkan Surat Keputusan 32

tentang Pelaksanaan Yudisium untuk Fakultas/Jurusan / Program Studi pada setiap semesternya. Dalam hal menetapkan kelulusan perlu diperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. Syarat Kelulusan Ketentuan mengenai syarat kelulusan adalah sebagai berikut: a. Lulus Sidang Sarjana dengan nilai minimal C b. IPK 2,00 c. Tidak ada nilai E d. Nilai-nilai mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan Geologi (MKK) dan mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB), minimal > C. e. Nilai-nlai mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan Dasar Teknik serta mata kuliah Keahlian Berkarya > D dan jumlah nilai D tersebut maksimum 3% dari jumlah SKS. 2. Hak Kelulusan a. Mahasiswa yang telah mencapai kelulusan program Sarjana disebut lulusan. b. Lulusan berhak memperoleh ijazah dan menggunakan gelar akademik Pascasarjana dan Sarjana dalam bidang ilmu yang dituntutnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

L. YUDISIUM
Yudisium adalah pernyataan kelulusan mahasiswa menjadi Sarjana yang dilakukan melalui Sidang Yudisium. a. Persyaratan diikutkan dalam Sidang Yudisium Persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa adalah bilamana yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Dekan mengenai Syarat dan Predikat Kelulusan yang tertulis di atas, serta Ketentuan Jurusan / Program Studi sebagai tambahan. b. Penyelenggaraan Sidang Yudisium 1. Sidang yudisium adalah forum yang diadakan untuk melakukan evaluasi dan menyatakan kelulusan mahasiswa menjadi Sarjana. 33

2. Dasar penyelenggaraan sidang

adalah surat keputusan rektor mengenai

penyelenggaraan sidang yudisium. Dekan dapat menerbitkan surat perintah untuk melaksanakan sidang yudisium. 3. Tujuan penyelenggaraan Sidang adalah untuk menetapkan kelulusan mahasiswa menjadi Sarjana berikut predikat kelulusannya. 4. Sifat sidang adalah tertutup dan terbatas, hanya diikuti oleh peserta sesuai yang ditentukan dan pembicaraan dalam sidang tidak disebarluaskan kecuali keputusan akhir tentang kelulusan yang dimaksud serta hanya membicarakan mengenai kelulusan mahasiswa menjadi Sarjana. 5. Peserta sidang adalah Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan / Program Studi, Ketua Bagian, Sekretaris Jurusan / Program Studi, Sekretaris Jurusan / Program Studi Kemahasiswaan, Kepala Tata Usaha/Kasubag. Dikjar beserta para pejabat dan dosen yang dianggap perlu dan terkait dengan kelulusan mahasiswa yang bersangkutan. 6. Pimpinan Sidang adalah Dekan, yang bilamana berhalangan akan diwakili oleh Wakil Dekan I. Sedangkan Sekretaris Sidang adalah Ketua Jurusan / Program Studi, yang bilamana berhalangan hadir akan diwakili oleh Sekretaris Jurusan / Program Studi Bidang Akademik. 7. Sidang dinyatakan sah apabila dihadiri oleh Dekan/Wakil Dekan I, Ketua Jurusan/ Program Studi, Ketua Bagian dan lima puluh persen dari undangan. c. Keputusan Sidang Yudisium Hasil Keputusan sidang yudisium adalah: 1. Pernyataan lulus atau tidak lulus sebagai sarjana 2. Predikat kelulusan setiap mahasiswa 3. Lulusan terbaik d. Prosedur Sidang Yudisium 1. Mahasiswa : mendaftarkan diri untuk diikutkan dalam Sidang dengan mengisi formulir yang disediakan, menyampaikan bukti pembayaran BPP dan menyerahkan buku Tugas Akhir/Skripsi yang telah diuji, disetujui dan disahkan oleh pembimbing/tim penguji dan bebas pinjaman buku serta persyaratan lain yang ditentukan oleh Fakultas.

34

2. Bilamana diperlukan Jurusan/Program Studi dapat menyelenggarakan Sidang Pra Yudisium.

M. PREDIKAT KELULUSAN
Ketentuan mengenai predikat kelulusan adalah sebagai berikut : a. Predikat kelulusan terdiri atas 3 tingkat yaitu: Memuaskan, Sangat Memuaskan dan Dengan Pujian atau Cum Laude yang dinyatakan pada transkrip akademik. b. Indeks prestasi kumulatif (dalam dua digit di belakang koma) sebagai dasar penentuan predikat kelulusan program Sarjana : 1) IPK 2.00 2.75 2) IPK 2.76 3.50 3) IPK 3.51 4.00 : Memuaskan : Sangat Memuaskan : Dengan pujian / Cum Laude

c. Predikat kelulusan dengan pujian atau Cum Laude ditentukan dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu tidak lebih dari 10 (sepuluh) semester . Apabila masa studi lebih dari 10 (sepuluh) semester, maka predikat kelulusan menjadi sangat memuaskan.

N. WISUDA
Wisuda adalah upacara akademik berupa rapat terbuka senat Universitas yang dilaksanakan dalam rangka pelantikan dan penyerahan ijazah kepada para lulusan Program Pascasarjana dan Sarjana Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti, yang ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Rektor Universitas Trisakti. Wisudawan/Wisudawati adalah peserta didik yang telah lulus ujian Sarjana telah mendaftarkan diri sebagai peserta wisuda. Ketentuan mengenai Wisuda adalah sebagai berikut: a. Pelaksanaan Wisuda Pelaksanaan wisuda dibawah tanggungjawab Bidang Akademik, yang dilaksanakan 2 (dua) kali dalam Semester Genap. 35 setahun , yakni pada Semester Gasal dan

Pada upacara wisuda, setiap peserta wisuda wajib mengenakan pakaian dan atribut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Universitas Trisakti. b. Syarat-syarat Wisudawan/Wisudawati 1) Setiap mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan akademik dan administratif berhak untuk diwisuda pada semester yang bersangkutan. 2) Melakukan pendaftaran sebagai peserta Wisuda di Fakultas masing-masing 3) Membayar uang wisuda. 4) Bagi yang berhalangan mengikuti upacara wisuda, maka data pribadi, foto, judul Tugas Akhir/Skripsi akan tetap dicantumkan dalam buku wisuda sesuai pada semester kelulusan dan dapat diwisuda pada semester berikutnya dengan seizin Dekan Fakultas yang bersangkutan 5) Hal-hal lain yang ditentukan oleh Universitas sebagai kewajiban sebelum wisuda. O. ETIKA DAN SANGSI AKADEMIK Etika Akademik adalah seperangkat aturan dan kesepakatan tertulis yang disusun sebagai salah satu penciri atmosfer akademik di lingkungan Universitas. Atas pelanggaran etika akademik dikenakan sanksi akademik. Etika dan Sanksi Akademik yang dapat dikenakan adalah sebagai berikut : a. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang sampai dengan batas waktu yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik. b. Mahasiswa yang tidak mengisi KRS sampai dengan batas waktu yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik. c. Mahasiswa yang dalam rentang waktu satu semester tidak melaksanakan pelunasan biaya penyelenggaraan pendidikan sampai dengan batas waktu yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik semester berikutnya, kecuali bagi mahasiswa yang menjalani cuti akademik. d. Mahasiswa yang terbukti menyontek dalam pelaksanaan ujian, praktikum dan mengerjakan tugas akademik lainnya, dikenakan sanksi berupa status FR/Fraud, yang berarti mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan tidak mengikuti mata kuiah tersebut. 36

e. Jika mahasiswa melakukan pelanggaran pada butir 1 lebih dari 1 (satu) kali selama menempuh studi, dikenakan sanksi skorsing 1 (satu) semester. f. Mahasiswa yang menggunakan/memanfaatkan joki dalam kegiatan ujian dan praktikum, maka kepada kedua-duanya dikenakan sanksi diberhentikan sebagai mahasiswa. Jika joki bukan mahasiswa Universitas Trisakti akan diproses melalui jalur hukum. g. Skripsi yang terbukti merupakan hasil plagiat dinyatakan batal dan kepada mahasiswa yang bersangkutan dikenakan sanksi diberhentikan sebagai mahasiswa. h. Melakukan pemalsuan dokumen akademik atau manipulasi nilai dikenakan sanksi skorsing sesuai ketentuan yang berlaku. Pemberian sanksi terhadap pelanggaran akademik tersebut di atas dilaksanakan secara langsung oleh pimpinan Fakultas. P. PLAGIAT Skripsi/Tugas Akhir mahasiswa yang terbukti plagiat dinyatakan tidak lulus dan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

37

BAB 3 KURIKULUM

Kurikulum yang diterapkan pada Program Studi Teknik Geologi Tahun Ajaran 2012/2013 Studi. adalah Kurikulum Operasional 2012 dan disusun dengan mempertimbangkan kompetensi lulusan yang dituju berdasarkan visi misi Program Kurikulum yang disajikan terdiri atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional. Kurikulum Inti atau nasional adalah matakuliah yang wajib disajikan di seluruh Program Studi Teknik Geologi di Indonesia, sedangkan Kurikulum Institusional adalah matakuliah yang dipilih untuk disajikan di Program Studi Teknik Geologi Universitas Trisakti. Matakuliah seluruhnya berjumlah 75 matakuliah dengan komposisi 56 matakuliah wajib dan 19 matakuliah pilihan. Berdasarkan kelompoknya, kurikulum pada Prodi Teknik Geologi terdiri atas 6 kelompok mata ajaran, yaitu: 1. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 2. Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan Dasar Teknik (MKK-DT) 3. Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan Geologi (MKK-G) 4. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) 5. Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) 6. Matakuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat (MKB) Adapun rumusan kompetensi yang diharapkan dari masing-masing kelompok matakuliah tersebut adalah sebagai berikut: RUMUSAN KOMPETENSI
Mampu memahami dan mengembangkan kecerdasan intelegensia, emosional, spiritual dan kebangsaan Mampu berfikir logis dan analitis Mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang ilmu geologi

KELOMPOK MATAKULIAH Matakuliah Pengembangan Kepribadin (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan Dasar (MKK)

38

Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB)

Mengetahui dan memahami ilmu dan teknologi kebumian yang mencakup semua aktivitas, mulai dari kegiatan eksplorasi hingga produksi. Mampu mengidentifikasi dan memformulasikan masalah-masalah dalam keteknikan, perancangan dan perencanaan eksplorasi. Mampu mengimplementasikan hasil-hasil pemecahan masalah dan mempunyai wawasan yang luas sehingga dapat memahami keterkaitan antar kegiatan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya Mampu berkomunikasi dengan baik dan daat menyampaikan idenya baik secara lisan maupun tulisan dengan memanfaatkan teknologi terkini. Memahami dan mampu mengimplementasikan tanggung jawab dan etika profesi Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dapat bekerjasama dengan orang lain Mampu menggunakan ilmu geologi yang dipelajari untuk hidup mandiri

Matakuliah Perilaku Berkarya (MPK) Matakuliah Kehidupan Bermasyarakat (MKB)

Berdasarkan Kepmendiknas no.045/U/2002, maka kurikulum Prodi Teknik Geologi mencakup 3 kompetensi, yaitu Kompetensi Utama, Kompetensi Pendukung dan Kompetensi Lainnya, dengan uraian masing-masing sebagai berikut: 1. Kompetensi utama, bersifat dasar untuk mencapai kompetensi lulusan, merupakan acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi, dan ditetapkan oleh kalangan perguruan tinggi (program studi sejenis) bersama masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Kompetensi utama ini merupakan penciri suatu lulusan program studi tertentu, dan ditetapkan sebesar 4080% dari keseluruhan beban studi. Pada Program Studi TEKNIK GEOLOGI, kurikulum ini mencakup 45% dari keseluruhan beban studi 2. Kompetensi pendukung, bersifat khusus dan mendukung kompetensi utama suatu program studi dan ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi. Kompetensi pendukung disepakati berkisar antara 20-40% dari keseluruhan beban studi. Kompetensi Pendukung Lulusan merupakan ciri khas Program Studi dan tidak terlepas dari empat kompetensi lulusan, yakni: 1. Pemikiran dan kemampuan intelektual, 2. Keterampilan intelektual, 3. Keterampilan Praktis, 4. Keterampilan yang bisa di transfer. Kurikulum pendukung Program Studi TEKNIK GEOLOGI mencakup 39% dari keseluruhan beban studi 39

3. Kompetensi lainnya adalah kemampuan yang ditambahkan yang dapat meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan, serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi, equivalen dengan beban studi sebesar 0-30% dari keseluruhan. Kurikulum ini pada Program Studi TEKNIK GEOLOGI mencakup 16% dari keseluruhan beban studi Berikut adalah rumusan kompetensi yang disusun berdasarkan kelompok kompetensi di atas: KELOMPOK KOMPETENSI Kompetensi Utama KODE
KU1 KU2 KU3

RUMUSAN KOMPETENSI
Mengetahui dan memahami ilmu dan teknologi kebumian yang mencakup semua aktivitas eksplorasi dan inventarisasi sumberdaya alam . Mampu mengidentifikasi dan menganalisis data geologi serta dapat menginterpretasikan. Mampu mengimplementasikan hasil-hasil pemecahan masalah dan mempunyai wawasan yang luas, sehingga dapat memahami keterkaitan antar kegiatan eksplorasi dan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya Mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang ilmu geologi Mampu berkomunikasi dengan baik dan dapat menyampaikan idenya, baik secara lisan maupun tulisan dengan memanfaatkan teknologi terkini Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dapat bekerja sama dengan orang lain Memahami dan mampu mengimplementasikan tanggung jawab dan etika profesi Mampu berpikir logis dan analitis Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan keteknikan dalam suatu kegiatan di bidang geologi Mampu menggunakan ilmu geologi yang dipelajari untuk hidup mandiri Mampu memahami dan mengembangkan kecerdasan intelegensia, emosional, spiritual dan kebangsaan

KU4 KU5 KU6 KU7

Kompetensi Pendukung Kompetensi lainnya

KP1 KP2 KL1 KL2

Berdasarkan jenis kurikulum, kelompok matakuliah dan kompetensinya, maka kurikulum Prodi Teknik Geologi tersusun sebagai berikut:

40

No I

Kelompok Mata Ajaran MPK KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KU/Inti

MATA KULIAH Matakuliah Pengembangan Kepribadian

Beban Studi

1
2 3 4 5 6 7 8

Pendidikan Agama dan Etika Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan/Kadeham Pancasila Bahasa Inggris 1 Bahasa Inggris 2 Bahasa Inggris 3 Pengetahuan Lingkungan/Ilmu Kealaman Dasar/Pengantar Ilmu Kebumian dan Energi

3
3 3 2 2 2 2 2

Sub-total - I

19

No II

Kelompok Mata Ajaran MKK KL/Inti KL/Inti KL/Inti KL/Inti KL/Inti KL/Inti KL/Institusional KL/Inti KL/Inti KL/Institusional

MATA KULIAH

Beban Studi

Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan Dasar Teknik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Matematika-1 Matematika-2 Ilmu Ukur (Numerik) Fisika -1 + Praktikum Fisika -2 Kimia + Praktikum Kimia Fisika Statistika Teknologi Informasi Ilmu Ukur Tanah 41 3 3 2 4 3 4 3 2 2 3

Sub. Total II

29

No

Kelompok Mata Ajaran MKK KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KP/Institusional KP/Institusional

MATA KULIAH

Beban Studi

III

Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan Geologi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Geologi Dasar Mineralogi Petrologi Mineral Optik Petrografi Sedimentologi & Stratigrafi Paleontologi Geomorfologi dan Geologi Foto Geologi Struktur Mikropaleontologi Penyusunan Laporan Geologi dan Seminar Pemetaan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 35

Sub. Total - III

No

Kelompok Mata Ajaran MKB KP/Institusional KU/Inti KU/Inti KU/ nti KU/Inti

MATA KULIAH

Beban Studi

IV

Matakuliah Keahlian Berkarya 1 2 3 4 5 Penginderaan Jauh Geologi Sejarah Geofisika Geokimia Tektonika 2 2 3 2 2

42

KU/Inti KP/Institusional KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/ nstitusional Sub. Total - IV

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Vulkanologi Geologi Laut Geologi Indonesia Hidrogeologi Geologi Teknik


Endapan Mineral

2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 46

Geologi Batubara Geologi Hidrokarbon Geologi Panas Bumi Geofisika Eksplorasi Geologi Eksplorasi Geologi Tata Lingkungan Sistem Informasi Geografis Bencana Geologi

No V

Kelompok Mata Ajaran MPB KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional

MATA KULIAH Matakuliah Perilaku Berkarya 1 2 3 4 5 6 7 8 Geologi Kuarter Stratigrafi Terapan Geofisika Terapan Geofisika Hidrokarbon Geokimia Hidrokarbon Mekanika Batuan Petrogenesa Batuan Sedimen Petrogenesa Batuan Beku dan Metamorf 43

Beban Studi

2 2 3 3 2 2 2 2

KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional KP/Institusional

9 10 11 12 13 14 15 16 17

Mineral Alterasi Karakterisasi Formasi Hidrogeologi Lanjut Oceanografi Mikrofosil Terpadu Geologi Tanah Geokimia Panas Bumi Geokimia Mineral Struktur Mineralisasi Sub. Total - V

2 2 2 2 2 2 2 2 2 41

No VI

Kelompok Mata Ajaran MBB KU/Inti KU/Inti KU/Inti KU/Inti KP/Institusional KP/Institusional

MATA KULIAH Matatakuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat 1 2 3 4 5 6 Ekonomi Teknik dan Kewirausahaan Kuliah Lapangan Pemetaan Geologi Tugas Akhir KUM ITT Kerja Praktek Sub. Total - VI

Beban Studi

2 3 3 5 2 2 17

Selanjutnya secara operasional distribusi matakuliah yang disajikan adalah sebagai berikut: Semester 1
Jam No. 1. NOTASI UBA.201 MATA KULIAH K Bahasa Inggris1 2 R 2 P 2 Drs. Desmal sks NAMA DOSEN Pra-syarat

44

2. 3. 4.

IFI.301 MGD.309 MPU.207

Fisika1 Geologi Dasar Pengantar Ilmu Kebumian dan Energi

3 2 2

2 3

3 3 2

Ir. Sunarto, Ir. Indriyarto Ir. Afiat Anugrahadi, MS, Ir. Bambang Sutarso Tim Dosen Prof. Drs. Zainal, Ani, ST, Azizah, ST, Fitri, ST Dra. Suliestyah, MS Dra. Inawati, Ir. Sri Susanto, Dr. Parwadi

5.

UBA.304

Bahasa Indonesia

6. 7. 8.

MKI.303 PUM.306

Kimia Matematika 1

3 3 3

2 2

3 3 3

Pendidikan Agama & Etika : UAG.306 UAG.307 UAG.308 UAG.309 UAG.310 Islam Kristen Katholik Budha Hindu Jumlah

Drs. Endang Kosasih Dra. Dedes

Parwadi

22

Semester 2
Jam No. NOTASI MATA KULIAH K 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. IFI.302 MKI.101 UKD.300 IFI.103 MGN.321 UBA.202 PUM.307 MKI.304 PUM.208 Fisika2 Praktikum Kimia Pendidikan Kewarganegaraan/Kadeham Praktikum Fisika Mineralogi Bahasa Inggris2 Matematika-2 Kimia Fisika Statistika 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 R 2 3 P 3 1 3 1 3 2 3 3 2 Ir. Sunarto Tim Laboratorium Kimia Sucondro, SH, MMhum Tim Laboratorium Fisika Ir. Amar Rachmat, P, MS Drs. Desmal Ir. Sri Susanto Dra. Suliestyah, MS Ir. Sri Susanto D IFI.301 D MKI.303 D IFI.301 D MGD.309 D UBA.201 D PUM.306 D MKI.303 N PUM.306 sks NAMA DOSEN Pra-syarat

45

Jumlah

21

Semester 3
Jam No. NOTASI MATA KULIAH K 1. 2. 3. 4. 5. MGD.323 MGD.305 MGS.321 MGD.328 MGN.322 Geologi Struktur Geomorfologi & Geologi Foto Paleontologi Ilmu Ukur Tanah Petrologi 2 2 2 2 2 2 R P 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Dr. Ir. Karyono Ir. Bani Nugroho, MT Dra. Suyati Ibrahim Ir. Sri Susanto Ir. Amar Rachmat P, MS N MGD.309 N MGD.309 N MGD.309 N MGD.309 N MGN.321 N MGD.309 sks NAMA DOSEN Pra-syarat

6.

MGS.319

Sedimentologi-Stratigrafi

Ir. Bambang Sutarso, Ovinda, ST, MSc Ir. Sri Susanto Ir. Ulam Nababan, MM, Ir. Syamidi Patian, MT, Dr. Trubus, SH, MM

7. 8.

PUM.210 UPA.200

Ilmu Ukur (Numerik) Pancasila

2 2

2 2

N PUM.306 _

Jumlah

22

Semester 4
N o. 1. 2. Jam NOTASI MATA KULIAH K MGN.306 MGS.322 Mineral Optik Mikropaleontologi 2 2 R P 3 3 3 3 Ir. Denni Suwanda, MS Dr. Ir. Dewi Syavitri Ir.Ulam Nababan, MM Dr. Ir. Afiat Anugrahadi D MGN.321 C MGS.321 D MGD.323 D MGD.305 D MGN.321, D MGN.322 D MGN.322 D MGD.309 sks NAMA DOSEN Prasyarat

3.

MGD.214

Penginderaan Jauh

4.

MGN.212

Geokimia

Dr. Ir. Karyono, DEA

5.

MGF.225

Vulkanologi

Ir. Denny Suwanda

46

6.

UBA.203

Bahasa Inggris3

Asyari Ismail, ST, MSc Ir. Kusnadi Sumantri

D UBA.201 D UBA.202 D MGN.322, D MGS.319 Prasyarat lihat di juknis

7.

MGS.226

Geologi Batubara

8.

MGU.321

Kuliah Lapangan

Tim Dosen

Jumlah

19

Semester 5
Jam No. NOTASI MATA KULIAH K 1. 2. 3. MGF.321 MGT.321 MGS.325 Geofisika Hidrogeologi Geologi Hidrokarbon 3 3 3 R 3 2 2 P 3 3 3 Ir. Hidartan, MSc D IFI.301, D MGD.309 D MGS.319 D MGD.323, D MGS.319 C MGS.321, C MGS.322, C MGS.319 D MGN.322, D MGD.305, D MGD.323 C MGN.322, C MGD.309 D MGN.322 D MGN.306 sks NAMA DOSEN Prasyarat

Ir. Abdurrachman Assegaf, MT Ir. Taat Purwanto, MT Ir. Arista M, MT Ir. Ali Jambak, MT

4.

MGS.224

Geologi Sejarah

Ir. Bani Nugroho, MT 5. MGT.322 Geologi Teknik 2 3 3

6.

MGN.204

Endapan Mineral

Ir. Budi Wijaya, MT

7. 8.

MGF.223 MGN.307

Teknologi Informasi Petrografi Jumlah

2 2

2 3

2 3 21

Dr. Ir. Untung Sumotarto Ir. Deni Suwanda, MT

Semester 6
No. NOTASI MATA KULIAH Jam sks Prasyarat

47

K 1. 2. 3. MGD.208 MGF.322 MGD.205 Geologi Indonesia Geofisika Eksplorasi Sistem Informasi Geografis 2 3 2

P 2 Dr. Ir. Agus Guntoro, Ir. Ulam Nababan Dr. Ir. Eko Widianto Ir. Afiat Anugrahadi, MS Asyari Ismail, ST, MSc D MGD.309 D MGD.323 D MGF.321 C MGD.214 D MGD.309 D MGD.323, D MGD.305, Prasyarat lihat di juknis lihat matakuliah pilihan, bagi yang memilih geologi selecta, minimal mengambil 9 sks

2 2

3 2

4.

MGD.228

Geologi Laut

Dr. Ir. Yusuf Tim Dosen

5.

MGU.301

Pemetaan Geologi

8 3

6.

Matakuliah Pilihan (sesuai peminatan)

Jumlah

18

Semester 7
Jam No. NOTASI MATA KULIAH K 1. MGU.207 2 R P 2 Ir. Ali Jambak, MT C MGU.301, D MGF.322 D MGN.212, D MGF.321 D MGD.208, D MGN.204 D MGD.309 , D MGD.323 C MGU.301, C UBA.304 D MGT.321, D MGT.322 D MGF.225 D MGD 208 sks Prasyarat

Geologi Eksplorasi Geologi Panas Bumi Ekonomi Teknik & Kewirausahaan Tektonika Penyusunan Laporan Geologi dan Seminar Pemetaan Geologi Tata Lingkungan Bencana Geologi

2.

MGF.224

Dr. Ir. Untung Sumotarto

3.

MGU.225

Ir. Siti Nuraeni

4.

MGD.211

Dr. Ir. Agus Guntoro

5.

MGU.303

Dr. Ir. Dewi Syavitri Ir. Abdurrachman Assegaf, MT Ir. Abdurrachman Assegaf, MT

6. 7.

MGT.205 MGT.228

2 2

2 2

48

8.

Matakuliah Pilihan (sesuai peminatan)

lihat matakuliah pilihan, bagi yang memilih geologi selecta, minimal mengambil 9 sks

Jumlah

18

Semester 8
Jam No. NOTASI MATA KULIAH K 1. MGU.523 Tugas Akhir/Skripsi Jumlah R P 1 5 5 5 Sks NAMA DOSEN Prasyarat

S 126 SKS IPK 2

Matakuliah Pilihan:
Jam No. NOTASI MATA KULIAH K A. Aspek Kajian: M I G A S 1. 2. 3. 4. MGS.227 MGS.229 MGF.326 MGF.228 Stratigrafi Terapan Geokimia Hidrokarbon Geofisika Hidrokarbon Karakterisasi Formasi 2 2 3 2 2 2 2 3 2 Ir. Taat Purwanto, MT Ir. Arista Muhartanto, MS C MGS.319 C MGN.212, C MGS.325 C MGF.322 C MGF.322, C MGS.325 R P sks NAMA DOSEN Prasyarat

Dr. Ir. Eko Widianto Dr. Ir. Benyamin

B. Aspek Kajian: Panas Bumi, Geologi Teknik dan Lingkungan dan Mineral Ekonomi 5. MGF.327 Geofisika Terapan 3 3 Dr. Ir. Agus Guntoro C MGF.322

C. Aspek Kajian: Panas Bumi dan Mineral Ekonomi 6. MGN.228 Mineral Alterasi 2 2 Ir. Budi Wijaya, MT C MGN.204 C MGN.307

D. Aspek Kajian: Panas Bumi dan Geologi Selecta 7. MGN.203 Petrogenesa Batuan Beku-Metamorf 2 2 Ir. Budi Wijaya, MT C MGN.322 C MGN.307

49

E. Aspek Kajian: Panas Bumi 8. MGN.219 Geokimia Panas Bumi 2 2 Ir. Fajar Hendrasto, Dipl.Geo. C MGN.212

F. Aspek Kajian: Mineral Ekonomi 9. MGN.214 Geokimia Mineral 2 2 Dr. Ir. Karyono C MGN.212 C MGD.323 C MGN.321 C MGN.322

10.

MGD.222

Struktur Mineralisasi

Dr. Ir. Karyono

G. Aspek Kajian: Geologi Teknik dan Lingkungan 11. 12. 13. MGT.224 MGT. 226 MGT.227 Mekanika Batuan Hidrogeologi Lanjut Geologi Tanah 2 2 2 2 2 2 C. MGT.322 C. MGT.205 C MGT.321 C MGT.322

Ir. Bani Nugroho, MT Ir. Abdurrahman Assegaf, MT Sofyan Rahman, ST, MT

H. Geologi Selecta 14. 15. 16. MGT.225 MGD.231 MGN.226 Geologi Kuarter Oceanografi Petrogenesa Batuan Sedimen 2 2 2 2 2 2 Ir. Ali Jambak, MT C MGS.224 D MGD.211 C MGD.208 C MGN.322 C MGN.307 C MGS.321, C MGS.319, C MGS.322 Lemdimas S 100sks N MGU.301, N MGU.303

Ir. Wahyu Budi S Ir. Budi Wijaya, MT

Prof.Dr.Harsono Pringgoprawiro, 17. MGS.228 Mikrofosil Terpadu 2 2

18.

UKN.200

KUM ITT

Tim Dosen

19.

MGU.227

Kerja Praktek

Jumlah

40

Jumlah Satuan Kredit Semester : 146 sks

50

BAB 4 SILABUS

Mata kuliah yang disajikan pada Program Studi Teknik Geologi secara keseluruhan berjumlah 75 mata kuliah yang dikelompokkan atas 6 kelompok utama, yaitu: (a). Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang terdiri atas 12 matakuliah, (b) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan Dasar Teknik (MKK) terdiri atas 10 matakuliah, (c) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan Geologi terdiri atas 11 matakuliah, (d) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) terdiri atas 19 matakuliah, (e) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) terdiri atas 17 matakuliah dan (f) Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) terdiri atas 6 matakuliah. Adapun silabus dari masing-masing matakuliah tersebut sebagai berikut:

A. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). 1. Nama Mata Kuliah SKS Semester : Pendidikan Agama dan Etika :3 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem a. Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah : Kuliah : Pendidikan Agama Islam dan Etika : UAG. 301

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Menjadi ilmuwan/profesional yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME, berakhlak mulia, memiliki etos kerja serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan. Isi:

51

Manusia dan agama, sumber ajaran islam, aqidah, syariah, ahlaq, tasawuf, keluarga islam, masyarakat islam, negara islam, ekonomi islam, filsafat islam dan ilmu dalam islam Daftar Pustaka: Zawawi, Somad, dkk., 2007: Pendidikan Agama Islam, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta

b. Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah

: Pendidikan Agama Kristen dan Etika : UAG. 302

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa dapat memahami ajaran Kristen Protestan lebih baik dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Isi: Pengetahuan agama dan kerukunan antar umat beragama; Wahyu Allah dan AlKitab; Doktrin Allah dan Dogmatika; Allah Triitunggal: Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus), Allah Roh Kudus; Manusia an Dosa; Keselamatan; Gereja; Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus; Etika Seks dan Pernikahan; Akhir Zaman Daftar Pustaka: Poerwantoro, Edy, dkk., 2012: Pendidikan Agama Kristen Untuk Perguruan Tinggi dan Umum, Universitas Trisakti, Jakarta c. Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katholik dan Etika Kode Mata Kuliah : UAG. 303

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mewujudkan nilai dasar keagamaan dan penerapan IPTEK/Seni yang dikuasainya dengan sikap tanggung jawab kemanusiaan kepada Tuhan malalui proses belajar mengajar sepanjang hayat dalam 52

rangka menjadi sarjana berkepribadian Pancasila dengan mewujudkan nilainilai perikemanusiaan dan berperan sebagai mitra kerja Tuhan, Sang Pencipta menurut pola hidup Yesus Kristus. Isi: 1) Pendidikan Agama sebagai sarana pendidikan iman dan moral komunitas, 2) Ciri-ciri Pokok Kepribadian Sarjana Katholik, 3) Agama Roma Katholik, 4) Kitab Suci Perjanjian Lama/Kitab Taurat, 5) Kitab Suci Perjanjian Baru/Injil, 5) Kitab INjio Daftar Pustaka: I. Ismartono, SJ., 1995, Kuliah Agama Katholik di Perguruan Tinggi, Obor Pusat Kajian MKY UNIKA Soegia Pranata, Religiusitas Pendidikan Agama, Semarang Satryo S. Brodjonegoro, 1997, Kwalitas SDM Indonesia Wawasan 2010, Dikti Tim Dosen Agama Katholik Universitas Trisakti, 2006, Pendidikan Agama Katholik, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta d. Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah : Pendidikan Agama Budha dan Etika : UAG. 304

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa diharapkan bertaqwa, berbudi luhur dan bersikap dewasa dalam menghadapi hidup dan kehidupan. Isi: (1) Bagaimana mahasiswa dapat memahami ilmu pengetahuan dengan baik dan benar; dan (2)Bagaimana menjadi manusia yang memiliki kompetensi, kesadaran, kepribadian luhur dan menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Daftar Pustaka: Parwadi, SAG, MM, MPd, 2005, Suluh Pendidikan Agama Budha Perguruan

Tinggi, CV Yanrico, Jakarta


53

Widyadharma, 1986, Riwayat Budha Gautama, Yayasan Budis Nalanda, Jakarta Widyadharma, 1990, Dharmasari, Yayasan Budhisnalanda, Jakarta e. Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah : Pendidikan Agama Hindu dan Etika : UAG. 305

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa dapat memahami ajaran agama Hindu lebih baik dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Isi: Daftar Pustaka:

2. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Bahasa Indonesia :3 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : UBA. 304

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memiliki ketrampilan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta mampu menyimak, berbicara, membaca dan menulis secara akademis. Isi: Daftar Pustaka: Arifin, E. Zainal, E., dan Tasai, S. Amran, 2012, Bahasa Indonesia: Sebagai

Matakuliah Pengembangan Kepribadian, Pustaka Mandiri, Tanggerang


54

3. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Pendidikan Kewarganegaraan/Kadeham :3 :2

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : UKW.300

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa dapat mengembangkan kepribadiannya dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berperikemanusiaan, mendukung persatuan, mendukung kerakyatan dan mendukung upaya keadilan sosial. Isi: Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia; Pancasila sebagai: sistem filsafat, etika politik, ideologi nasional, ketatanegaraan Republik Indonesia, Undang-undang Dasar Negara Indonesia, paradigma kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan Pancasila di era reformasi. Daftar Pustaka: Abdulgani, Ruslan, 1998: Pancasila, Reformasi, Makalah Seminar Nasional, KAGAMA, 8 Juli, Yogjakarta Darmodihardjo, Darji, dkk, 1979: Santiaji Pancasila, Usaha Nasional, Surabaya Darmodihardjo, Darji, dkk, 1979: Pancasila Sebagai Suatu Orientasi, Ces. 8, PN Balai Pustaka, Jakarta

4. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Pancasila :2 :3 55

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : UPA.200

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang perlu dihayati serta diamallkan dalam kehidupan sehari-hari. Isi: Pengertian dan pengamalan Sila ke 1-5; Kepemimpinan berdasarkan Pancasila. Daftar Pustaka:

5. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Bahasa Inggris 1 :2 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : UBA.201

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Menyegarkan kembali pengetahuan bahasa Inggris selama di SMA dan Reading Comprehantion. Isi: Sentence Structure and Reading Comprehention. Daftar Pustaka: Azar, B., S., 1981: Understanding and using English Grammer, Prentice Hall, Inc., USA 56

Frank, M., 1972: Modern English, Prentice Hall, New Jersey, USA

6. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Bahasa Inggris 2 :2 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Bahasa Inggris 1 Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : UBA.202

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan membaca literatur berbahasa Inggris maupun kemampuan berbahasa Inggris. Isi: Complex Sentences, Reduced Clauses, Error Analysis and Reading

Comprehantion Daftar Pustaka: Azar, B., S., 1981: Understanding and using English Grammer, Prentice Hall, Inc., USA Frank, M., 1972: Modern English, Prentice Hall, New Jersey, USA Press, F., et. al., 2004: Understanding Earth, W. H. Freeman and Company, New York

7. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Bahasa Inggris 3 :2 :4

Mata Kuliah Prasyarat : Bahasa Inggris 2 57

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : UBA.203

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu menulis makalah ilmiah dalam Bahasa Inggris dengan persyaratan tertentu yang harus dipahami. Mahasiswa terlatih untuk menuliskan kembali artikel berbahasa inggris melalui pemahaman materi dengan cara yang sederhana sebagai latihan awal membuat makalah ilmiah. Isi: Mempelajari struktur penulisan makalah ilmiah secara umum, mempelajari metode penulisan dengan menggunakan metode

pharaphrase, yang

merupakan cara paling efektif dan mudah dicerna dan mempelajari penggunaan kalimat dalam paragraf. Daftar Pustaka:

8. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Pengantar Ilmu Kebumian dan Energi :2 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MPU. 207

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: (1). Teknik Eksplorasi Migas dan Batubara, (2). Solar, (3) Energi Nuklir, (4) Geothermal, (5) Biogas, (6) Konversi Energi, (7) Teknik Gas, (8) Ekonomi Migas dan Energi, (9) Kebijakkan, (10) Peraturan dan Perundangan Eksplorasi, (11) Energi Angin. 58

Daftar Pustaka:

B. Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan Dasar Teknik 1. Nama Mata Kuliah SKS Semester : Matematika-1 :3 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : PUM-308

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memiliki pengetahuan matematika yang cukup untuk merumuskan dan memecahkan masalah-masalah dalam bidang teknologi eksplorasi geologi Isi: Ketidaksamaan nilai mutlak, akar kuadrat, kuadrat, persamaan garis lurus: grafik persamaan; limit : limit barisan, limit fungsi, bentuk tak tentu; differensiasi: fungsi aljabar, fungsi exponensial, fungsi logaritma aturan rantai, fungsi implisit, fungsi transedental, garis singgung, garis normal, maksimum dan minimum, menggambar grafik, fungsi trigonometrik; integral: integral sederhana, integral trigonometrik, integral partial. Daftar Pustaka:

2. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Matematika-2 :3 :1 59

Mata Kuliah Prasyarat : Matematika-1 Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : PUM-309

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memiliki pengetahuan matematika yang cukup untuk merumuskan dan memecahkan masalah-masalah dalam bidang teknologi eksplorasi geologi Isi: Mahasiswa diharapkan mampu mengerti mengenai : a) sifat-sifat dan rumusrumus dasar integral tak tentu; b) pengintegralan fungsi trigonometri eksponensiil, logaritmis, rasional, dan irrasional; c) perhitungan luas area tertutup yang dibatasi oleh garis dengan kurva, isi benda putar, panjang besar, luas benda putar, titik berat, isi benda; d) integral lipat 2; e) persamaan differensial orde 1, derajat satu, solusi umum persamaan differensial separabel, eksak, homogen, linier dan Bernaulli. Daftar Pustaka:

3. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Ilmu Ukur Numerik :2 :3

Mata Kuliah Prasyarat : Matematika-1 Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : PUM-210

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi:

60

Vektor geometri, hasil kali titik, hasil kali vektor, proyeksi vektor, vektor bebas linier, matrik, determinan dan sifat-sifat determinan, minor dan kofaktor, teorema Laplace, invers matrik, rank matrik, mencari solusi sjstem persamaan linier dengan transformasi elementer, eliminasi Gauss, faktorisasi, melalui iaterasi. Daftar Pustaka: Erwin Kreyszig, 1993, Matematika Teknik Lanjutan, Gramedia, Jakarta Howard Anton, 1993, Aljabar Linier Elementer, Erlangga RE Carlik and BE Gillet, 1973, Fortran and Computer Mathematics for the

Enginer and Scientist

4. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Fisika-1 :3 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak Ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : IFI-303

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep mekanika, thermodinamika, kelistrikan dan gelombang. Isi: Kinematika dan dinamika partikel, usaha dan energi, impuls dan momentum linier, gerak sistem partikel, kinematika dan dinamika relativistik, dinamika fluida, teori genetik gas, hukum-hukum thermodinamika, hukum Coulumb dan Gauss, potensial, kapasitor, dielektrik, arus searah, gaya lorentz, hukum Biot-Savart, hukum ampere, GGL imbas, induktansi, kemagnitan bahan, arus bolak balik. Gejala 61

gelombang, superposisi, interferensi, difraksi, dispersi, gelombang diam dan resonansi Daftar Pustaka: R. Resnick & D. Halliday, 1983, Fisika (terjemahan P. Silaban dan E. Sucipto), Erlangga. Sutrisno, 1978, Seri Fisika Dasar, ITB

5. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Fisika-2 :3 :2

Mata Kuliah Prasyarat : Fisika-1 Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : IFI-302

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahmi konsep thermodinamika, bunyi dan cahaya Isi: Panas: suhu, pemuaian, kalori, perpindahan panas, perubahan fase, teori-teori mengenai gas ideal, gas sejati, hukum thermodinamika; Bunyi: gelombang berjalan, gelombang bunyi dan efek Doppler; optik: cahaya, prinsip Huygen, lensa, difraksi, polarisasi Daftar Pustaka:

6. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Kimia :3 :1 62

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak Ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MKI-303

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami konsep dasar kimia, perhitungan dalam reaksi kimia; struktur, wujud, dan sifat zat, serta perubahan energi yang menyertainya; pengetahuan awal tentang geokimia materi organik. Isi: Konsep Dasar Kimia dan Satuan Pengukuran; Stoikiometri dan aplikasinya dalam pemisahan, pemurnian dan analisis kimia sederhana; Struktur Atom dan Susunan Berkala serta Pengenalan Kimia Mineral; Ikatan Kimia; Wujud Zat dan Perubahan Fasa; Sifat Larutan dan Termodinamika Kimia; Pendahuluan Geokimia Materi Organik Daftar Pustaka:

7. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Kimia Fisika :3 :1

Mata Kuliah Prasyarat : Kimia Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MKI-304

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami kaitan antara keadaan suatu zat (gas, cair, padat) dengan proses-proses transformasi energi Isi: 63

Sifat empiris gas, struktur gas, sifat cairan, konsep dasar kimia, hukum-hukum thermodinamika no. 1, 2, dan 3; Kimia permukaan dan kesetimbangan fasa. Daftar Pustaka:

8. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Statistika :2 :2

Mata Kuliah Prasyarat : Matematika-1 Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : PUM.208

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: Statistik, variabel dan data, ukuran statistik deskriptif (ukuran tendensi sentral dan deviasi), teori probabilitas, distribusi peluang diskret dan kontinu, distribusi sampling, estimasi, uji hipotesa satu mean, uji hipotesa dua mean, uji hipotesa proporsi, analisis regresi dan korelasi, analisis ragam. Daftar Pustaka: Dixon, W.J., 1995, Introduction to Statistical Analysis, Mc-Graw Hill International Student Edition, Tokyo.. Ronald E Walpole, 1995, Pengantar Statistika

9. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Teknologi Informasi :2 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak Ada 64

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : MGF.223

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: Batasan geologi komputer, materi bahasan geologi komputer, konfigurasi perangkat keras komputer, tahapan pemrograman komputer, bahasa-bahasa pemrograman, langkah-langkah eksekusi program komputer, algoritma, diagram alir, program komputer, pernyataan-pernyataan penting dalam bahasa pemrograman, pemrograman komputer menggunakan bahasa Fortan dan visual basic, analisa regresi, proyeksi ortografi & stereografi, contohcontoh pemrograman komputer untuk aplikasi dalam geologi, perangkat lunak aplikasi geologi, responsi & latihan promrograman komputer. Daftar Pustaka: Etter, D.M., 1995, Structured FORTAN 77 For Engineers and Scientists, The Benjamin/Commings Publishing Company, Inc., California, USA LPKBM MadComS Madium, 2002, Seri Panduan Pemrograman MICROSOFT

VISUAL BASIC 6.0, Penerbit ANDI, Yogyakarta, Indonesia


Halawa, E.E.H. & Sakti, S.P., 1995, Pemorgraman Dengan C/C++ dan Aplikasi

Numerik, Penerbit Erlangga, Jakarta


Sitompul, D., 1990, Fortan 77 untuk Mikrokomputer, Penerbit Erlangga, Jakarta Pramono, D., 2002, Mudah Menguasai Visual Basic 6.0, Penerbit Elex Media Komputindo, Jakarta Widodo, Petunjuk Praktikum Geologi Struktur, Departemen S. Geologi ITB, Bandung.

10. Nama Mata Kuliah SKS

: Ilmu Ukur Tanah :3 65

Semester

:3

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak Ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGD.328

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengetahui dengan jelas kegunaan peta dan segala sesuatu yang berhubungan dengan peta, terutama yang berkaitan dengan bidang geologi Isi: Pengantar: maksud dan tujuan mempelajari ilmu ukur tanah, ukuran-ukuran yang dipergunakan, penempatan titik, dan macam-macam sudut; Peta: cara pembuatan, macam dan kegunaan, koordinat dan simbol-simbol; Penentuan posisi dan sudut jurusan: pemotongan kemuka, poligon, trangulasi, GPS,

waterpassing, altimeter, dan penggunaan Boursole; Pengetahuan tentang alat


ukur: theodolite, theodolite boussole, waterpass, GPS, dan plane table; Tahapan pembuatan peta secara teoristris Daftar Pustaka: Hasanuddin Z. Abidin, 1995, Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya Jacub Rais,1976, Ilmu Ukur Tanah I & II, Moffit/Bouchard, 1982, Surveying, Seventh Edition Soetomo Wongsotjitro, 1983, Ilmu Ukur Tanah, Cetakan kedua Yusuf Gayo, M. dan Suyono Sosrodarsono, 1983, Pengukuran Topografi dan

Teknik Pemetaan, 2nd ed.

C. Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan Geologi 1. Nama Mata Kuliah SKS : Geologi Dasar :3 66

Semester

:1

Mata Kuliah Prasyarat : Tidak Ada Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGD.321

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami bahwa bumi dalam pergerakannya berada pada kedudukan yang dinamis. Isi: a. Pengetahuan tentang bumi atau proses-proses setelah terbentuknya bumi, terjadinya mineral, batuan beku dan proses terjadinya, bentuk-bentuk pembekuan magma, bahan-bahan yg dikeluarkan gunung api, batuan metamorf, batuan sedimen, geologi struktur, peta, pelapukan, waktu geologi dan stratigrafi, dasar-dasar geologi minyak b. Berbagai pandangan para ahli geologi mengenai bumi c. Susunan bagian dalam bumi yang meliputi kerak bumi hingga inti bumi berawal dari tahapan sebelum lahirnya Teori Tektonik Lempeng dan sesudahnya e. Gempabumi : fokus gempa dan episentrum, penentuan lokasi dan pengukuran gempa, Benioff Zone dan seismisitas sepanjang zona subduksi f. Struktur geologi : kategori struktur, pengertian stress dan strain; struktur sebagai perekam kejadian geologi masa silam; rekahan dalam batuan dan aplikasi dalam pencaharian hidrokarbon g. Tipe-tipe utama gunungapi dan pola sebaranya di dunia (ring of fire) dikaitkan dengan konsep Tektonik Lempeng h. Prinsip uniformitarianisme dan pengertian hiatus dalam proses sedimentasi i. Pengetahuan sumberdaya mineral dan pola sebarannya yang dikaitkan terhadap konsep Tektonik Lempeng. Daftar Pustaka: McGeary & Plummer C., 2001, Physical Geology, McGraw Hill, 578 hal 67 d. Perkembangan konsep yang mengulas mengenai kerak bumi yang dinamis

McGeary & Plummer C., 1992, Physical Geology, Wm. C. Brown Publishers, 550 hal Pulunggono A., 1984, Geologi Dasar II, FTM Usakti, 109 hal William C. Putnam, 1971, Geology, revised by Ann Bradley Bassett New York Oxford University Press, London, Toronto. William H. Emmons, George A. Thiel & Clinton R. Stauffer Ira S. Allison, 1955,

Geology Principles & Proesses, New York, Toronto, London.

2. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Mineralogi :3 :2

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGN. 321

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: Definisi kristal dan mineral serta hubungan keduanya. Tujuh sistim kristal, 32 kelas kristal serta sistim sumbu/symetris. Pengertian mineral secara umum dan mineral energi. Kegunaan mineral, klassifikasi mineral oksida, sulfida, carbonat, halogen, sulfat, nitrida dan sebagainya. Sifat-sifat mineral, kimia mineral dan perhitungan-perhitungan. Cara identifikasi mineral/peragaan mineral berdasarkan sifat-sifat fisik dan kimia serta kegunaan XRD dalam krisitalografi dan mineralogi. Genesa mineral, thermodinamika kejadian mineral. Daftar Pustaka:

3. Nama Mata Kuliah

: Mineral Optik 68

SKS Semester

:3 :4

Mata Kuliah Prasyarat : Mineralogi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGN. 306

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa diharapkan mampu melakukan identifikasi/pemerian karakteristik sifat optik suatu mineral secara detail, berdasarkan observasi dengan menggunakan mikroskop polarisasi (pol. mikroskop), meliputi: warna, bentuk, belahan, relief, indeks bias, bias rangkap, orientasi, pemadaman dan tanda optik. Isi: Mempelajari karakteristik mineral transparan berdasarkan observasi dengan menggunakan mikroskop polarisasi (pol. microscope), meliputi preparasi peraga mineral menjadi sayatan tipis, bagian dan fungsi mikroskop polarisasi. Mempelajari konsep dasar dan sifat cahaya, pembagian mineral secara optik dan Kristalografi optik mineral. Pengamatan mikroskopik dengan sistim orthoskopik tanpa nikol (lensa analisator) dan sistim orthoskopik dengan nikol (lensa analisator). Penentuan jenis mineral plagioklas. Pengamatan mikroskopik dengan sistim konoskopik, meliputi gambar interferensi kristal bersumbu optik I dan bersumbu optik II, gambar interferensi bagi sudut 2V, serta penentuan sifat optik positif dan negatif. Pengenalan mineral secara cepat. Daftar Pustaka: Cornelis Klein & Cornelius S. H., 1993. Manual of Mineralogy, John Wiley and Sons, Inc. Ernest, E. Wahlstrom, 1979. Optical Crystallography, John Wiley and Sons. F. Paul Kerr, 1959. Optical Mineralogy, McGraw Hill Book Company, Inc. 69

Norris W. Jones & F. Donald Bloss, 1980. Laboratory Manual for Optical

Mineralogy, Burgess Publ. Co.


Wm. Heinrich, 1965. Microscopic Identification of Minerals, Mc Graw-Hill Book Company. Wm. Revell Phillips, 1971. Mineral Optic: Principles and Techniques, Freeman and Company. W.S. Mackenzie & Guilford, 1986. Atlas of Rock-Forming Minerals in Thin

Section, Longman Group

4. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Petrografi :3 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Mineral Optik, Petrologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGN. 307

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa diharapkan mampu melakukan identifikasi/pemerian dan

penamaan batuan secara detail, berdasarkan observasi dengan menggunakan mikroskop polarisasi (pol. microcope), meliputi tekstur, struktur mikro, komposisi dan klasifikasi, serta genesa/pembentukan batuan itu sendiri (petrogenic significance). Isi: a. Batuan beku (igneous rocks) meliputi magma dan proses kristallisasi, klasifikasi dan karakteristik batuan beku ultramafik, ultra basa, basa hingga asam. Pemerian meliputi komposisi mineralogi (jenis mineral yang hadir dan dinyatakan secara proporsi/modal); warna, tekstur dan struktur mikro, kenampakan hubungan dari masing masing mineral, derajat kristalisasi, dan 70

nama batuan. Batuan sedimen (sedimentary rocks), meliputi proses sedimentasi endapan klastik dan non-klastik, klasifikasi dan karakteristik mikroskopi antara lain; tekstur, mineralogical maturity, rekristalisasi dan aspek diagenesis. b. Batuan metamorf/malihan (metamorphic rocks), meliputi konsep fasies, himpunan mineral stabil (paragenesis mineral) pada metamorfosis thermal, dynamo-termal (type Barrow dan Abukuma) dan metamorfosis beban (burial). Karakteristik fabrik/kemas, tekstur dan klasifikasi. Daftar Pustaka: A. J. Barker, 1994. Introduction to Metamorphic Texture and Microstructures, Blacke Academic & Professional. H. Williams, F.J. Turner & C.M. Gilbert, 1954. Petrography: An Introduction to

the Study of Rocks in Thin Section, Freeman and Company.


-------------, 1982. Petrography: An Introduction to the Study of Rocks in Thin

Section, Freeman and Company.


H.G.F. Winkler, 1974.

Petrogenesis of Metamorphic Rocks, Springer

International Student Edition.


J. P. Bard, 1986. Microtextures of Igneous and Metamorphic Rocks, D. Reidel Publishing Company. M.E. Tucker, 1986. Sedimentary Petrology : An Introduction, Blackwell Scientific Publications. Peter A. Scholle, 1978. Carbonate Rock Constituents, Textures, Cements and

Porosities, APPG Memoir 27.


Peter A. Scholle, 1979. A Color Illustrated Guide to Constituents, Textures,

Cements and Porosities, APPG Memoir 28.


Robert L. Flok, 1980. Petrology of Sedimentary Rocks, Hemphill Publishing Company.

5. Nama Mata Kuliah

: Sedimentologi dan Stratigrafi 71

SKS Semester

:3 :3

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGS.323

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: a. Cara terjadinya batuan sedimen, klasifikasi batuan sedimen, struktur, tekstur, pengertian perlapisan, litifikasi, diagenesis, pembentukan porositas, cara determinasi batuan sedimen, serta proses-proses terjadinya. b. Mekanika sedimentasi meliputi sistim arus, traksi turbid, arus pekat, pengendapan suspensi, analisa lingkungan pengendapan darat, transisi & laut. c. Batuan karbonat, tipe utama, klasifikasi, tekstur, diagenesa & lingkungan pengendapan. d. Definisi dan perkembangan stratigrafi serta menjelaskan pengertian stratigrafi dalam hubungannya dengan ruang dan waktu geologi. e. Objek yang dipelajari dalam ilmu stratigrafi, meliputi genesa dan macam batuan sedimen dengan segala aspeknya, yaitu meliputi proses pembentukan lapisan batuan sedimen. Umur geologi: absolut, relatif, posisi stratigrafi lapisan batuan sedimen dan lingkungan pengendapan, beserta proses geologi yang mempenga-ruhinya seperti halnya perubahan muka laut global, transgresi dan regresi. Pembuatan penampang stratigrafi, beserta perubahannya secara vertikal, sekuen stratigrafi, dan siklus sedimentasi. Pengelompokan satuan batuan, formal, non-formal, sandi stratigrafi Indonesia. Teknik korelasi hubungan stratigrafi secara vertikal dan horisontal, serta pengertian fasies. Daftar Pustaka: C.D. Dunbarand J. Rodgers, 1957, Principles of Stratigraphy

72

David M. Rauf and Stepen M. Stanley, 1971, Principles of Paleontology George Allen and Unwin, 1985, Principles of Physical Sedimentology Krumbein and Sloss, 1963, Stratigraphy and Sedimentation

6. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Paleontologi :3 :3

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGS. 321

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mengenal fosil-fosil golongan invertebrata dari beberapa phylum yang memiliki peranan penting dalam penentuan umur geologi. Isi: Proses pemfosilan, Phylum Coelenterata, Phylum Porifera, Phylum

Brachiopoda, Klas Gastropoda, Klas Cephalopoda, Klas Pelecypoda dan Phylum Echinodermata Daftar Pustaka: Shrock, Robert, R., 1953: Principles of Invertebrate Paleontology, McGraw-Hill Book Company

7. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geomorfologi dan Geologi Foto :3 :3

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar 73

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah dan Praktikum : MGD. 305

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: a. Mempelajari konsep-konsep dasar terjadinya bentang alam, meliputi bentuk bentuk konstruksional dan destruksional beserta klasifikasinya. b. Aspek-aspek genetis pembentuk bentang alam, meliputi litologi, prosesproses eksogen dan endogen. Proses eksogen akan menghasilkan bentang alam hasil aktifitas air (sungai), angin, es (glasial), gelombang, karst dan hasil proses denudasi, serta budidaya manusia. Proses endogen akan menghasilkan bentang alam hasil aktifitas gaya-gaya dari dalam bumi, misalnya pegunungan lipatan, patahan, dome (kubah) dan vulkanisme (gunung api). c. Tahapan perkembangan dari bentang alam dalam kaitannya dengan siklus geomorfologi. Daftar Pustaka:

8. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Struktur :3 :3

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGD. 323

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memahami proses terjadinya gejala-gejala struktur di alam dan gaya-gaya penyebabnya dari sudut deskriptif, kinematis dan mekanis. Isi:

74

Unsur-unsur pokok yang dibahas adalah: asal mula gaya, teknik penyajian gejala struktur, jenis batuan dan responsnya terhadap gaya, lipatan, rekahan, analisis struktur, dan sejarah tektonik.

9. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Mikropaleontologi :3 :4

Mata Kuliah Prasyarat : Paleontologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Praktikum : MGS.322

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengenal fosil-fosil mikro terutama Foraminifera yang digunakan untuk penunjuk umur dan lingkungan pengendapan serta peranannya dalam ilmu geologi. Isi: Persiapan Penelitian Mikrofosil, Foraminifera Plangtonik, Foraminifera

Bentonik, Penentuan Umur Berdasarkan Foraminifera Plangtonik, Penentuan Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Foraminifera Bentonik, Biostratigrafi, Foraminifera Besar, Nannoplangton Daftar Pustaka: Brasier, M. D., 1980: Microfossils, George Allen and Unwin, London Cushman, J. A., 1986: Foraminifera Their Classification and Economic Use, Harvard University Press, Cambridge, Massachussets, London, England. Kennett, J. P. and Srinivasan, M. S., 1983: Neogene Planktonic Foraminifera: a

phylogenetic atlas. Hutchison Ross Publishing Company


Loeblich, A. R. Jr, and Tappan, H., 1988: Foraminiferal Genera and Their Classification, Van Nostrand Reinhold Company, New York. 75

Pringgoprawiro, H., dan Kapid, R., 2000: Foraminifera: Pengenalan Mikrofosil

dan Aplikasi Biostratigrafi, ITB

10.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Penyusunan Laporan Geologi dan Seminar Pemetaan :3 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Bahasa Indonesia, Pemetaan Geologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah dan Presentasi : MGU.303

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu menyusun Laporan Geologi dan mempresentasikan hasil pekerjaan lapangannya. Isi: Macam-macam Karangan Ilmiah, Plagiarisme, Laporan Geologi, Penyusunan Daftar Pustaka, Teknik Presentasi Daftar Pustaka: Arifin, Zainal, 2000, Penulisan Karya Ilmiah, Grasindo, Jakarta Azhari, 2000, Penyusunan Laporan Ilmiah, Penerbit Trisakti, Jakarta Compton, Robert, R., 1962, Manual of Field Geology, John Wiley and Sons, Inc, United States of America. Program Studi teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, ITB, 2006, Pedoman

Penyusunan Tugas Akhir, Bandung


Purbo Hadiwidoyo, MM., 1980, Peristilahan Geologi dan Ilmu Yang

Berhubungan: Inggris-Indonesia dan Indonesia-Inggris, ITB, Bandung


Universitas Trisakti, 2000, Petunjuk Teknis Penelitian, Jakarta 76

D. Mata Kuliah Keahlian Berkarya 1. Nama Mata Kuliah SKS Semester : Pengindraan Jauh :2 :4

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Struktur, Geomorfologi dan Geologi Foto Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGD.231

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memperoleh pengetahuan dasar memahami Penginderaan Jauh (Inderaja)

yang relevan dan praktis sehingga diharapkan mampu mengerti dan penginderaan jauh, mengenal berbagai sistem inderaja, dapat melakukan interpretasi foto udara dan citra satelit dengan obyek geologi, sehingga mahasiswa dapat menggunakan inderaja untuk menyelesaikan persoalan geologi dibidang sumberdaya alam dan bencana. Isi: a. Pemahaman peran Penginderaan Jauh (Inderaja) dalam ilmu kebumian yang berkaitan dengan eksplorasi sumberdaya alam dan mitigasi bencana. b. Memahami Pengertian citra inderaja, foto udara dan sistem mengapa inderaja semakin berkembang. c. Mempelajari dasar-dasar Fisika untuk Inderaja, tenaga dan spektrum elektromagnetik, hambatan atmosfer, formula gelombang. d. Dasar-dasar fotogrametri, pengamatan stereokospik, paralaks, Interpretasi foto udara untuk geologi. e. Dasar-dasar interpretasi geologi dan unsur-unsur interpretasi citra. f. Satelit Inderaja, sistem multispektral, RBV, TM, Inderaja sistem Termal, Azas pancaran, perpindahan panas, variasi pancaran tenaga termal. g. Inderaja sistem Gelombang Mikro, Side Looking Airborne Radar (SLAR), Satelit Radar, Interpretasi citra Radar. h. Pengenalan Image processing dan Sistem Informasi Geografis (SIG). DaftarPustaka: 77 Inderaja,

International

Institute

for

Aerial Survey and Earth Science (ITC),

1980,

Fundamentals

of Remote Sensing, Continuing Education Administration

Purdue University, USA. Lillesand, T.M. and R.W. Kiefer, 1979, Remote Sensing and Image

Interpretation, John Wiley and Sons, New York. Miller, Victor C. and Miller, Calvin F., 1961. Photogeology, Mc Grow-Hill Book Company inc, New York. Purwadhi, S.H. 2008. Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Penataan Wilayah. PT Grasindo. Jakarta Purwadhi, S.H. dan T.B. Sanjoto, 2009. Pengantar Interpretasi Citra

Penginderaan Jauh. LAPAN dan UNNES. Sabins, Floyd F., 1997, Remote Sensing, Principles and Interpretation, W.H. Freeman and Co, San Francisco. Siegal, Barry S. and Gillespie, Alen R., 1980, Remote Sensing in Geology, Wiley, New York. Sutanto, 1987. Penginderaan Jauh. Gadjah Mada University Press. Web: Http://www.ccrs.nrcan.gc.ca/ccrs/tekrd/satsens/sats/noaae.html Http://www.spot.com Http://www.tec.army.mil/tio/SPOT.htm Http://www.mimas.ac.uk/spatial/satellite/spot/characteristics.htm Http://landsat.gsfc.nasa.gov/project/Comparison.html Http://telsat.belspo.be/satellites

2. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Sejarah :2 :5

78

Mata Kuliah Prasyarat : Paleontologi, Mikropaleontologi, Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGS.224

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami sejarah bumi yang menyangkut ruang dan waktu beserta kejadian geologi mulai dari pembentukannya hingga saat ini. Isi: a. Membahas tentang pembentukkan dan evolusi bumi mulai dari saat terbentuknya (yang dikaitkan dengan sistim galaksi/planet lainnya) dimulai dari Zaman Pra-Kambrium sampai dengan Zaman Kwarter). b. Menelaah sejarah geologi global, regional maupun lokal yang mencakup benua dan cekungan sedimentasi yang didasarkan oleh teori tektonik lempeng, geokronologi, konsep stratigrafi dan paleontologi/fosil. Disamping itu juga dibahas sejarah geologi beberapa cekungan (lokal) di Indonesia dengan menggunakan data-data, litologi dan fosil dari sumur pemboran maupun data peta geologi permukaan dan data lainnya. Daftar Pustaka: Darman, H., dan Sidi, H. F., 2000: An Outline of Geology of Indonesia, IAGI Frank, P. dan Raymaond, S., 1986: Earth, 4th edition, W. H. Freeman and Company, New York. Katili, J. A., 1989: Geologi Indonesia, Jurnal IAGI. Pringgoprawiro, H., 1985: Diktat Geologi Sejarah, Jurusan Teknik Geologi, Universitas Trisakti. Tidak dipublikasikan. Robert, H. D. Jr dan Roger, L. B., 1976: Evolution of The Earth, 2nd edition, Mc. Graw-Hill Co, New York.

79

3. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geofisika :3 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Fisika, Geologi Dasar Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGF.321

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: a. Sifat-sifat fisika bumi dan aplikasinya terhadap ilmu geologi. b. Konsep dasar geofisika dari teori sampai dengan penerapan dasar processing dan interpretasi c. Metode geofisika non-seismik: metode gravitasi, geolistrik, magnetik dan radioaktif. d. Pengenalan alat dan praktikum dilaksanakan di lapangan dan laboratorium untuk membantu pemahaman processing data dan penerapan di lapangan. Daftar Pustaka: Dobrin, M. B., 1988, Introduction to Geophysical Prospecting, Mc Graw Hill, New York Telford, WM., Geldart LP., Sheriff, RE., 1990, Applied Geophysics, Cambridge University Press, Cambrigde Nettleton, L., 1940, Geophysical Prospecting for Oil, McGraw-Hill, New York, London

4. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geokimia :2 :4

Mata Kuliah Prasyarat : Mineralogi, Petrologi 80

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : MGN.224

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: a. Mahasiswa mampu memperoleh dasar pengetahuan, sehingga memahami dan mampu menjelaskan mengenai struktur dan komposisi unsur penyusun bumi dan kulit bumi serta perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi berkaitan dengan proses migrasi dan distribusi serta dispersi unsur ataupun pembentukan bijih baik di lingkungan deep seated path proses magmatik/metamorfik maupun di lingkungan surficial path proses sedimentasi; definisi, kiasifikasi dan karakter dan unsur, jenis batuan, temperatur, telcanan, serta lingkungan kimiawi yang berkaitan dengan proses-proses perubahan geokimis, pentingnya peran zona hidrosfir, atmosfir dan biosfir sebagai media pada proses pelapukan dan transportasi geokimia. b. Mahasiswa mampu melakukan/mengelola eksplorasi geokimia untuk menentukan keberadaan mineralisasi/deposit mineral logam, mengevaluasi dan memperkirakan potensi deposit secara geologis berdasarkan data geokimia. Isi: a. Pengertian proses-proses dasar geokimia mulai dari struktur dan komposisi kulit bumi sampai dengan pembentukan bijih dan penggunaan unsur

pathfinder untuk mendeteksi keberadaan anomali geokimia.


b. Pengertian tentang atom sebagai unit dasar dari struktur kristal, prinsip struktur silikat, tipe ikatan interatom, radius ratio dan koordinasinya, serta klasifikasi silikat. c. Pengertian tentang komposisi kimia dan komposisi mineralogi dari batuan beku, sedimen dan metamorf, serta klasifikasinya berkaitan dengan proses pembentukannya masing-masing. d. Pengertian tentang komposisi, kriteria dan peran hidrosfir, atmosfir dan biosfir sebagai agen/media pelapukan dan transportasi geokimia serta kriteria endapan biogenetik (biolith).

81

e. Memberikan pemahaman tentang: lingkungan geokimia dan sifat unsur dan dispersi unsur kimianya; pengetahuan unsur pandu dan unsur-unsur asosiasi terhadap mineral logam yang dicari; pengaruh air permukaan dan air tanah dan morfologi daerah terhadap terbentuknya pola dispersi unsur; batuan induk (sumber/source rock) unsur logam maupun batuan penerima (host rock) nya; tahap prospeksi geokimia; berbagai macam percontohan, teknik sampling dan preparasi conto geokimia; pengolahan data geokimia, serta interpretasinya. Daftar Pustaka: Boyle,R.W., 1974, Elemental Associations in Mineral Deposits and Indicator

Elements of Interest in Geochemical Prospecting Energy, Mines and Resources, Canada.


Bradshaw P.M.D eS. al., 1979, Exploration Geochemistry, 2nd edition, Barringer Research, Toronto. Krauskopf, K.B., 1979, Introduction to Geochemistry, Second edition, Mc. Graw Hill. Kogakushu, Ltd., Tokyo Mason, B., et al, 1979, Principles of Geochemistry, 4th ed., John Wiley & Sons, New York, Chishester, Brisbane, Toronto, Singapore Rose.A.W et al,1979, Geochemistry in Mineral Exploration, Academic Press, London, New York etc. 5. Nama Mata Kuliah SKS Semester : Tektonika :2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar, Geologi Struktur Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGD.224

Kompetensi yang diharapkan dari peserta:

82

Mahasiswa

mampu memberikan pengertian tentang berbagai proses dan

gerak-gerak di dalam kerak bumi maupun di selubung atas untuk memahami berbagai kenampakan serta sebaran struktur bumi yang berukuran besar seperti benua, cekungan samudera, busur kepulauan, pegunungan, sesarsesar, dll. Kajian geotektonik memerlukan pemahaman berbagai disiplin ilmu kebumian, diantaranya: geologi struktur, stratigrafi, paleontologi, geologi sejarah, geofisika, geologi kelautan, geokimia. Isi: Membahas berbagai kenampakan geotektonik utama bumi, kerak bumi, sistem pegunungan lipatan, teori dan hipotesis pembentukan pegunungan, gerak-gerak kerak bumi seperti dimanifestasikan oleh pemekaran lantai samudera, pembentukan busur kepulauan dan tektonik lempeng. Daftar Pustaka: Anderson, J.G.C., 1978. The Structure of Western Europe. Pergamon Press, Oxford, 250 pp. Boillot, G., 1979. Les Marges Continentales. English translation by Alwyn Scarth, Pt Ed., March 1981, Longman Publishing Group, 160 pp. Boillot, G., 1983. Gologie des Marges Continentales. Editions Masson, Paris, 139 pp. Cooper, M.A. and Williams, G.D. (eds.), 1993. Inversion Tectonics. Spec. Pubi. Geol. Soc. London, 375 pp. Dennis, John G. (ed.), 1982. Orogeny. Benchmark Papers in Geology, Vol. 62, Hutchinson Ross Publishing Co., Stroudsburg, Pennsylvania, 379 pp. De Sitter, L.U., 1956. Structural Geology. McGraw-Hill Book Co., Inc., New York,

552 pp.
Ernst, W.G. (ed.), 1975. Metamorphism and Plate Tectonic Regimes. Benchmark Papers in Geology, Vol. 17, Dowden, Hutchinson & Ross, Inc., Stroudsburg, Pennsylvania, 440 pp. Hashimoto, M. and Uyeda, S. (eds.), 1983. Accretion Tectonics in the Circum

Pacffic Regions. Terra Scientific Publishing Co., Tokyo, 358pp.


Heirtzler, J.R., 1968. Sea Floor Spreading. Readings from Scientific American:

Continent A Drift, W.H. Freeman and Company, San Francisco, 68-78.


83

Howell, David G. (ed.), 1985. Tectono-Stratigraphic terranes of the Circum-

Paciflc region. Circum-Pacific Council for Energy and Mineral Resources,


Earth Sci. Series, No.1, 581 pp. Kearey, Philip and Vine, Frederick J., 1990. Global Tectonics. Blackwell Scientific Publications, Oxford, 302 pp. McCall G.J.H. (ed.), 1983. Ophiolitic and Related Mlanges Benchmark Papers in Geology, v.66, Hutchinson Ross Publishing Co., Pennsylvania, 441pp Schwab, F.L. (ed.), 1982. Geosynclines: Concept and Place within Plate

Tectonics. Benchmark Papers in Geology, Vol. 64, Hutchinson Ross


Publishing Company, Stroudsburg, Pennsylvania, 411 pp. Spencer, Edgar W., 1977. Introduction to the Structure of the Earth, 2nd Ed, McGraw-Hill Kogakusha, Ltd., Tokyo, 640pp. Sugimura, A. & Uyeda, 5., 1973. Island Arcs, Japan and Its Environments.

Developments in Geotectonics 3, Elsevier Scientific Publishing Company,


Amsterdam, 247 pp. Tjia, H.D., 1990. Tektonik. Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia, 320 pp. Trumpy, Rudolf, 1973. The timing of orogenic events in the Central Alps. In : Kees A. de Jong and Robert Scholten (eds.), Gravity and Tectonics, John Wiley & Sons, New York, 229-251. Uyeda, Seiya, 1978. The New View of the Earth. W.H. Freeman and Company, San Fransisco, 217 pp. Von Rad, U., Hinz, K., Samthein, M. and Seibold, E. (eds.), 1982. Geology of the

Northwest African Continental Margin. Springer-Verlag Berlin Heidelberg,


703 pp. Wright, J.B. (ed.), 1977. Mineral Deposits, Continental Drift and Plate Tectonics. Benchmark Papers in Geology, Vol. 44, Dowden, Hutchinson & Ross, Inc., Stroudsburg, Pennsylvania, 417 pp. Wyllie, Peter J., 1971. The Dynamic Earth: Textbook in Geosciences. John Wiley & Sons, Inc., New York, 416 pp.

6. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Vulkanologi :2 :4 84

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar, Petrologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGF.225

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami gunung api baik dari proses terbentuk maupun dampak yang ditimbulkannya. Isi: Prinsip-prinsip geodinamika, tektonik global, geokimia, tinjauan kimia dan fisika yang menjadi dasar pembentukkan gunung api; jenis-jenis erupsi dan manifestasinya; dampak positif dan negatif erupsi gunung api; mitigasi bencana gunung api. Daftar Pustaka: Alzwar, M., Tarigan, J., Samoedra, H., 1980: Pengantar Dasar Gunung Api, Nova CV, Bandung Freeman, W. H., 1980: Earthquake and volcanoes, Scientific American, Inc., San Fransisco Hendrajaya, L., dan Laksono, H., 1988: Erupsi Gunung Api Suatu Tinjauan Fisika, ITB, Bandung Osamu, H., 1980: Introduction to Description of Volcanoes and Volcanic Rocks, Pusat Pengembangan Teknologi Mineral

7. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Laut :2 :6

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar, Geologi Struktur, Geomorfologi dan Geologi Foto 85

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : MGD.228

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: Morfologi dan element-element tektonik dari lautan; sejarah pembentukan laut dan sedimen-sedimen yang menutupi dasar laut. Daftar Pustaka: Audley-Charles, M.G., 1975, Mesozoic Evolution of the Margin in the Tethys in

Indonesia and the Philippines : IPA, Proceedings 5th, Annual Convention,


Jakarta Ben-Avraham, Z., 1975, The Evolution of Marginal Basins and Adjacent Shelves:

East and Southeast Asia. Tectonophysics, 45, 269-288


Ben-Avraham,Z., and K.O. Emery, 1973, Structural framework of Sunda Shelf: American Association of Petroleum Geologist Bulletin, Vol. 57, 2323-2366 Cox, A., and HART, R. B., 1986, Plate Tectonics: How It Works. Blackwell Scientific Publication, Inc. Boston, Oxford Karig, D. E., 1971, Origin and Development of Marginal Basins in the Western

Pacific. J. Geophys., Res., 76, 2542-2561


Karig, D. E and Sharman. G. F., 1975, Subduction and Accretion in Trenches, Geol. Soc. Am. Bull., Vol. 86, 377-389 McKenzie, D. P., 1978, Some Remarks on the Development of Sedimentary

Basins. Earth Planet, Sci. LetS., 40, 25-32


Molnar P., and Atwater S., 1978, Interarc Spreading and Cordilleran Tectonics

as Alternates Related to the Age of Subducted Oceanic Lithosphere, Earth


and Planetary Science Letters, 41, 330-340 Park, R. G., 1978, Geological Structures And Moving Plates, Blackie & Son, Glasgow, 337 pp 86

8. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Indonesia :2 :6

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar, Geologi Struktur Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGD.208

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: a. Stratigrafi dan tektonik dari Kepulauan Indonesia. b. Konteks tectono-stratigraphic terranes dari evolusi wilayah Indonesia yang dimulai sejak Mesozoikum, yang terdiri atas Indonesia Barat dan Indonesia Timur. c. Geologi Indonesia Barat yang meliputi Sumatra, Jawa dan Kalimantan, dan Indonesai Bagian Timur meliputi Sulawesi, Timor, Irian Jaya dan kawasan Laut Banda. d. Rincian kawasan paparan Sunda dan Sahul, dan hubungannya dengan kawasan regional sekelilingnya. e. Geologi kawasan Indonesia dipandang dari teori klasik dan modern (tektonik lempeng). f. Macam-macam busur kawasan, gejala-gejala vulkanisme, seismisitas, mineraliasasi. g. Pendapat modern perihal kontinen mikro dan penerapannya di Indonesia. h. Potensi daerah laut dalam dalam kaitannya terhadap evolusinya dan potensi yang ada. Daftar Pustaka: Daly, M.C., Cooper M.A., Wilson I., Smith D.G., Hooper B.D.G., 1991, Cenozoic Plate Tectonics and Basin Evolution in Indonesia : Marine and Petroleum

Geology, 8 ,No.1,1991, 2-21


87

Hall R., 1996, Reconstructing Cenozoic SE Asia. In Tectonic Evolution of

Southeast Asia, edited by R. Hall and D.J Blundell, Geological Society


Special publication No. 106 Guntoro, A 1997, The formation of Makassar Strait in relation to the Evolution of the separation between Southeast Kalimantan and Southwest Sulawesi (In Tectonics, Stratigraphy & Petroleum Systems Workshop), at Universiti

Brunei Darusalam), 22-25 Juni 1997


Hamilton, W. 1979; Tectonics of the Indonesian region, US Geol. Surv. Prof. paper 12078 Hertono, M.H.S, Tjokrosapoetro, S., 1984, Preliminary

Account and

Reconstruction of Indonesia Terranes. IPA Procedings, 13th Annual


Convention, Jakarta. Katili J.A., 1978, Past and Present Geotectonic position of Sulawesi, Indonesia. Tectonophysics, 45 (1978), 289-322 Sasajima, S., Nishimura, S., Otofuju, Y., Hirooka K., Leeuwen, S.H., and Hehuwat, F., 1981, Paleo-magnetic Studies combined with Fission-Track Dating on the

Western Arc of Sulawesi, East Indonesia. The Geol. and TecS. of EasS. Ind,
Geol. Res. and Dev. CenS., Spec. Publ. No.2, 305-311, 1981. Silver, E.A., Reed,D., Mccaffrey, R., 1983, Back-arc Thrusting in the Eastern

Sunda Arc, Indonesia : A Consequence of Arc-Continent Collision. J.


Geophys. Res., Vol. 88 No. B9, 7429-7448,1983. Simandjuntak, S.O. 1990,; Sedimentology and tectonics of the collision

complex in the east arm of Sulawesi, Indonesia. Geol. Indon., V 13, n 1, pp. 1-35.
Situmorang, B., 1982,, The Formation and Evolution of the Makassar Basin,

Indonesia. Ph.D Thesis, Univ. London, 313 pp, (unpublish)


Tapponnier, P., Peltzer, G., Le Dain, Y.Y., Armijo, R. and Cobbing, P., 1982,; Propagating extrusion tectonics in Asia: new insights from simple experi-

ments with plasticene. Geology 10, 611-616.


88

Van Bemmelen,R.W., 1949,; The Geology of Indonesia.

9.

Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Hidrogeologi :3 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.321

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengetahui konsep umum airtanah, menafsirkan

keberadaan airtanah berdasarkan peta geologi danmengembangkannya Isi: a. Gambaran ringkas mengenai hidrogeologi; pemahaman aliran permukaan, infiltrasi (resapan), airtanah dan mataair (discharge). b. Analisis geometri akifer/keberadaan airtanah dari peta geologi dan geometri hidrogeologi. c. Pengenalan hukum Darcy; specific discharge, gradient hydraulic (i),

hydraulic conductivity (permeabilitas/K), hydraulic head (h), dan pengertian


porositas pada masa sedimen, terjadinya aliran airtanah, serta penentuan besaran K sedimen dengan permeameter. d. Aliran airtanah pada sumur, fungsi sumur, asumsi dasar perhitungan pemompaan dan pengujian akifer. Metode eksplorasi airtanah berbasiskan data sekunder yang ada. e. Pemahaman mengenai kimiawi airtanah; unsur utama kation dan anion, evaluasi ion, tipe utama airtanah dan ploting hasil perhitungan. f. Pemahaman mengenai intrusi airlaut dan pengendaliannya, serta sekilas mengenai pencemaran airtanah. Daftar Pustaka: 89

Dominico, P.A. & Schwartz, F.W., 1990, Physical and Chemical Hydrogeology, John Wiley & Son Erdelyi, M & Galfi, J., 1986, Surface and Subsurface Mapping in Hydrogeology, John Wiley & Sons Fetter, C.W., 1994, Applied Hydrogeology, Macmillan College Co. Inc. Freeze, R.A. & Cherry, J.A., 1979, Groundwater, Prentice Hall, Inc. Kashef, A.I., 1986, Groundwater Engineering, McGraw-Hill Bok Company

10.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Teknik :3 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Petrologi, Geologi Struktur, Geomorfologi dan Geologi Foto Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.322

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengetahui posisi dan peranan ilmu Geologi Teknik dan aplikasinya di lapangan. Isi: Pengertian umum geologi teknik, posisi dan peranan geologi teknik di antara ilmu-ilmu teknik lainnya; pembahasan mengenai kiasifikasi tanah, klasifikasi massa batuan dan airtanah; konsep tegangan, lingkaran mohr, sifat fisik dan sifat mekanik dan tanah dan batuan; penelitian yang umum dilakukan, baik di laboratorium maupun di lapangan; aplikasi Ilmu geologi teknik seperti untuk konstruksi teknik yang berupa dam, terowongan, jembatan; perhitungan stabilitas lereng, gerakan tanah/longsoran dan lain sebagainya. 90

Daftar Pustaka: Bowies, Joseph E, 1986, Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah, Edisi ke-2 Erlangga, Jakarta. Braja, M Das, 1994, Principles of Geotechnical Engineering, 3rd, PWS Publishing Company, Boston Robert B Johnson, Jerome V De Graft, 1988, Principles of Engineering Geology, John Wiley & Son, New York, Brisbane, Toronto, Singapore Shierly, 1987, Penuntun Praktek Geoteknik dan Mekanika Tanah (Penyelidikan Laboratorium dan Lapangan), Nova, Bandung, Indonesia. Varness DJ, 1958, Landslide Type and Process, Landslide and Engineering

Practice Higway Research Board, Special report # 29, Washington.


Wesley, LD, 1977, Mekanika Tanah, Cetakan ke-VI, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta.

11.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Endapan Mineral :2 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Dasar, Petrologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGN.208

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengerti dan memahami bagaimana proses

pembentukan/genesa mineral ekonomis berkaitan dengan berbagai tatanan tektonik yang ada, sebagai bagian dari satu sistem yang di bumi ini. Isi: 91

Mempelajari cara terjadinya dan keterdapatan mineral ekonomis, sifat-sifatnya, klasifikasi mineral ekonomis, kaitannya dengan tatatan tektonik, penggunaan mineral-mineral tersebut bagi manusia dan cara menambangnya Daftar Pustaka: Bateman A.M., 1950, Economic Mineral Deposits, John Willey Guilbert, John M. & Park Jr. C.F., 1986, The Geology of Ore Deposits, W.H. Freeman and Co. Jensen M.L. & Bateman A.M., 1980, Economic Mineral Deposits, John Willey and Sons Jensen M.L. & Bateman A.M., 1981, Economic Mineral Deposits, John Willey and Sons Lingren, 1950, Mineral Deposits, Mc Graw-Hill Mitchell A.H.G. & Garson M.S., 1981, Mineral Deposit and Global Tectonic

Settings, Academic Press


Park Jr. C.F. & Roy A., 1970, Ore Deposits, Mc Diarmid Freeman Co Park Jr. C.F. & Roy A., 1970, Ore Deposits, Mc Diarmid Freeman Co

12.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Batubara :2 :4

Mata Kuliah Prasyarat : Petrologi, Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGS.226

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: 92

a. Definisi batubara, asosiasi alami material organik dan evolusi flora; lingkungan pengendapan batubara yang mencakup tipe pengendapan, komunitas tumbuhan, kondisi pengendapan (pH, aktifitas bakteri dan sebagainya) dan redoks potensial. b. Mempelajari mengenai proses penggambutan dan pembatubaraan, faktorfaktor penyebab-nya yang berkaitan dengan sistem klasifikasi batubara, serta komposisi petrografi batubara. Membahas aplikasi refleksi vitrinit yang berhubungan dengan penentuan petroleum generation & destruction, anchimetamorphosis mineral lempung, dan sebagainya. Daftar Pustaka: American Society of Testing Materials (ASTM), D-388 (reapproved, 1977),

Standard Classification of Coals by Rank; American Society of Testing


Materials, Philadelphia. Bustin, R.M., Cameron, A.R., Grieve, D.A., Kalkreuth, W.D., 1983 ; Coal Petrology :

Its Principle, Methods and Application, Geological Association of Canada


Chandra, D., 1958, Reflectance of Oxidized Coals, Economic Geology, vol. 53 Dow, W., 1977, Kerogen Studies and Geological Interpretations, Journal of Geochemical Exploration Stach, E, Mackowsky, M.Th., Teichmueller, M., Taylor, G.H. Chandra, D., Teichmueller, R., 1975; Coal Petrology, 2nd edition, 428 pp., Gebrueder Borntraeger, Berlin-Stuttgart

13.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Hidrokarbon :3 :5

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Struktur, Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGS.325 93

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengerti proses terakumulasinya minyak dan gas bumi dalam suatu cekungan dan mengetahui keterdapatan minyak dan gas bumi tersebut dengan menggunakan metode wireline-logging Isi: a. Kualitas batuan induk yang berkaitan dengan kuantitas material organik dan tingkat kematangan, proses migrasi dan pengelompokannya, jenisjenis batuan reservoar, tipe-tipe perangkap hidrokarbon, dan batuan penyekat/seal; Pola sedimentasi dan potensi hidrokarbon pada cekungancekungan sedimen di Indonesia. b. Pembuatan peta net oil dan gas, penentuan parameter resistivity water (Rw), geologic correlation, pembacaan data wireline logging, meliputi: log

gamma ray & spontaneous potensial untuk identifikasi litologi, log resistivity untuk identifikasi kandungan reservoar, log density & log neutron
untuk identifikasi porositas. Perhitungan volumetric menggunakan metoda

trapezoidal dan pyramidal


Daftar Pustaka: Asquith G., 1982, Basic Well Log Analysis for Geologist, APPG Publishers, 216 hal. North F.K., 1985, Petroleum Geology, British Library Catalog, 617 hal. Schlumberger, 1989, Log Interpretation Principles/ Applications, Schlumberger Educational Services, 345 hal. Waples D.W, 1985, Geochemistry in Petroleum in Exploration, IHRDC Publishers, 232 hal. Welte & Tissot, 1984, Petroleum Formation and Occurrence, Springer-Verlag Berlin Heildelberg, 699 hal.

14.Nama Mata Kuliah

: Geologi Panas Bumi 94

SKS Semester

:2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Geokimia, Geofisika Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGF.224

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: a. Pemahaman mengenai istilah geothermal serta definisi dan prinsip geothermal. Asal anomali yang disebabkan oleh suatu potensi panas bumi. b. Proses perambatan panas di dalam suatu media dengan berbagai sifat fisik dalam hubungannya dengan panasbumi. Jenis reservoar dari panasbumi. Daftar Pustaka: Henley, R.W., and Ellis, A.J., 1983, Geothermal Systems Ancient and Modern : A Geochemical Review. Earth Science Review, vol.19, Elsevier Scientific Publishing Co., Amsterdam, London, NY

15.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geofisika Eksplorasi :3 :6

Mata Kuliah Prasyarat : Geofisika Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGF.322

Kompetensi yang diharapkan dari peserta:

95

Mahasiswa memperoleh pengetahuan dasar mengenai berbagai metoda geofisika (Seismik, Gravity, Magnetik), mulai dari acquisition, processing dan interpretasi untuk tujuan eksplorasi dan produksi hidrokarbon serta mineral. Isi: a. Memberikan pengertian dasar mengenai sifat-sifat fisika bumi sebagai target pemelajaran ilmu geofisika b. Memberikan pengertian dasar metoda acquisisi data geofisika beserta penentuan parameter lapangan c. Memberikan pengertian dasar processing data geofisika dengan parameter yang optimal sesuai target survey d. Melakukan latihan interpretasi data seismik struktural maupun stratigrafis serta menentukan lokasi pemboran. Latihan dilakukan secara manual untuk menghayati kaidah-kaidah interpretasi data. e. Memberikan pengertian dasar metoda interpretasi data geofisika untuk tujuan eksplorasi hidrokarbon dan mineral. f. Mengadakan peninjauan survei seismik di lapangan

16.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Eksplorasi :2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Geofisika Eksplorasi, Pemetaan Geologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGU.207

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengaplikasikan secara terpadu konsep-konsep geologi dan metode geologi, geofisika, geokimia dalam eksplorasi sumber daya alam. Isi:

96

a. Konsep eksplorasi sebagai kegiatan teknis dan ekonomi, penyegaran tentang terbentuknya sumber daya alam, tahap-tahap eksplorasi suatu sumber daya alam serta masing-masing kegiatan/metode sampling atau analisa yang di lakukan untuk setiap tahapan eksplorasi, pembekalan bagaimana pentingnya aturan/Undang-Undang dalam eksplorasi, penyusunan proposal perencanaan ekplorasi dan nilai ekonomisnya. b. Studi kasus evaluasi geologi dalam eksplorasi sumber daya alam; pembuatan proposal eksplorasi, dan simulasi keekonomian eksplorasi. Daftar Pustaka: Cameron, E.M., 1994, Journal of Geochemical Exploration, vol 50, Journal of the Association of Exploration Geochemist Levorsen, A.I., 2001, Geology of Petroleum, 2nd ed., The AAPG Foundation, Tulsa, Oklahoma Mandel. S., Shiftan., Z. L., 1981, Groundwater Resoures Investigation and

Development, Academic Press, New York


Reserve Definition Committee, 1990, Guidelines for Application of Petroleum

Reserve Definitions, SPEE


Sharma P.V., 1990, Geophysical Methods in Geology, 2nd ed., Elsevier, New York

17.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Tata Lingkungan :2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Hidrogeologi, Geologi Teknik Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.223

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: 97

Mahasiswa mampu menafsirkan potensi dan kendala fisik suatu kawasan berdasarkan peta geologi, topografi, airtanah dan data-data lainnya yang akan digunakan dalam perencanaan suatu kawasan. Isi: a. Pemanfaatan kawasan dan sumberdaya alam yang berkaitan dengan proses geologi, memahami keterbatasan potensi dan batasan atau kendala geologi serta mampu memberikan informasi geologi yang akan digunakan dalam perencanaan pemanfaatan kawasan untuk berbagai kegiatan pembangunan. b. Informasi potensi dan batasan sumberdaya alam yang diperoleh dari peta dasar berupa topografi, geologi, geofisika, tektonik, hidrogeologi, geologi teknik, foto udara/citra landsat dan peta-peta lainnya, serta laporan ataupun hasil penelitian yang berkaitan dengan sumberdaya alam. c. Berdasarkan data dasar geologi dapat disusun analisis Secara Kuantitatif peta Kemampuan Lahan (SKL) dan satu peta hasil overlay peta-peta SKL yang disebut peta Satuan Kesesuaian Lahan Geologi (SKLG) yang disertai pula rekomendasi teknisnya. Daftar Pustaka: Betz, F. Jr. (edited), 1975, Environmental Geology , Dowden, Hutchingson & Ross Blyth, F.G.II. & de Freitas, M., 1984, A Geology for Engineers, ELBS/Edward Arnold Coates, D.R., 1981, Environmental Geology, John Wiley & Sons Lungdgren, L.,1992, Environmental Geologi, Prentice-Hall, New Jersey

18.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Sistim Informasi Geografis :2 :6 98

Mata Kuliah Prasyarat : Pengindraan Jauh Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGD.206

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memperoleh pengetahuan dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) yang relevan dan praktis sehingga diharapkan mampu mengerti dan memahami pengertian SIG, mengenal berbagai macam data spasial dan tabular, dapat melakukan perancangan dan pembangunan data dasar dan topologi, menganalisis data SIG dengan obyek geologi, sehingga mahasiswa dapat menggunakan SIG untuk menyelesaikan persoalan geologi ataupun bidang lain yang diminati. Isi: a. Pemahaman peran bencana. b. Memahami pengertian dan definisi SIG, Subsistem masukan, Model data spasial (data Raster dan data vektor), data tabular/alfanumerik dan struktur data, Subsistem Pengelolaan, perancangan SIG dan konversi data, pembangunan topologi, pemasukan data dan pengelolaan, analisis spasial dan tabular, Subsistem Penyajian, macam-macam pencetak. c. Penerapan SIG untuk Geologi, Sumberdaya alam, Tata lingkungan, Perkotaan, Kelautan, Transmigrasi, Hidrologi, Kehutanan, dll. Daftar Pustaka: Burrough, P.A., 1994, Principles of Geographical Information Systems for Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam ilmu

kebumian yang dikaitkan dengan eksplorasi sumberdaya alam dan mitigasi

Land Resources Assessment, Clarendon Press-Oxford, London.


Bruce E. Davis, 1996. GIS: A Visual Approach, OnWord Press Computer Dept. ITC, 1993, ILWIS 1.4 User's Manual, International Institute for Aerial Survey and Earth Science (ITC), Netherlands. ESRI, 1992, Understanding GIS, Redland-USA. 99

Michael F. Worboys, 1995. GIS A Computing Perspective, Taylor & Francis. Michael N. DeMers, 1997. Fundamentals of Geographic Information System, John Wiley & Sons, Inc. Suharto, Paul, 1989, Sistem Informasi Geografis (SIG). Apa, Mengapa, Bagaimana. Survey dan Pemetaan, v.7, no.1, Des. Remote Sensing and GIS Year Book oleh TISDA-BPPT setahun sekali Warta Inderaja : Jurnal Penginderaan Jauh dan SIG Berbasis Internet (Mapin) GIS World: http:www.geoplace.corn http://www. geocities.com/rsgisforurnjournal/geomatika.html http:/feature. geography.wisc.edu http:: www.gis.com

19.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Bencana Geologi :2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Vulkanologi, Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.228

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami pengertian, macam dan mitigasi bencana geologi, serta mengenal berbagai macam data spasial dan tabular untuk melakukan perancangan dan pembangunan database dan topologi, serta menganalisis data SIG dengan obyek bencana geologi untuk perencanaan mitigasinya. Isi : 100

Pengertian dan definisi bencana geologi; mengenal berbagai macam bencana geologi seperti: gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, banjir. Setiap bencana dibahas mengenai pengertian; penyebab; usaha penggulangan (mitigasi), mulai dari strategi perencanaan, sebelum, pada saat dan setelah bencana terjadi. Contoh-contoh bencana di Indonesia dan negara lain, aplikasi perancangan dan pembangunan database dan topologi serta menganalisis data SIG dengan obyek bencana geologi untuk usaha penanggulangan mitigasinya. Daftar Pustaka :

Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB), 2009, Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya Di Indonesia , Edisi II Pelaksana Harian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2010a, National Disaster

Management Plan 2010-2014.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2010b. Rencana Kontinjensi Menghadapi Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2011. Panduan

Perencanaan Kontijensi Menghadapi Bencana, Edisi II tahun 2011 Bappenas. 2010. National Action Plan For Disaster Risk 2010-2012. Burraugh, P.A., 1994, Principles of Geographical Information Sistems for land

Resources Assessment, Clerendon Press-Oxford, London.


Michael Michael N. DeMers, 1997. Fundamentals of Geographic Information

System, John Wiley & Sons, Inc.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 2007. Gempa bumi dan Tsunami. Majalah GEMA, BNPB Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, BNPB www.bnpb.go.id

101

E. Matakuliah Perilaku Berkarya

1. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Kuarter :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Sejarah, Tektonika Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.225

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: a. Menelaah geologi sejarah secara umum dan kedudukan zaman Kwarter didalamnya. Membahas ciri-ciri khas zaman Kwarter yang mencakup antara lain pengesan di bumi belahan utara dan selatan serta kaitannya dengan turun muka laut di Khatulistiwa, serta pengaruh neo tektonik pada kawasan tersebut b. Menghubungkan migrasi fauna dengan jembatan darat yang diakibatkan oleh turunnya muka laut menjelang dan pada kala Plistosen. c. Mempelajari teori Gletser yang meliputi genesa undak-undak fluviatil maupun pantai dan hubungannya dengan perioda-perioda glasial, interglasial serta interstadial. d. Membahas teori-teori penentuan umur yang lazim diterapkan untuk zaman Kwarter dan mempelajari genesa sedimen-sedimen Kwarter di Indonesia. Daftar Pustaka: Bowen, D. Q., 1981, Quaternary Geology : A Stratigraphic Framework for Multidisciplinary Work, Pergamon Press. Flint, R. F., 1971, Glacial and Quaternary Geology, New York

102

Watanabe, N. & Kadar, N., 1985, Quaternary Geology of the Hominid Fossil

Bearing Formations in Java, Geological Research

2. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Stratigrafi Terapan :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.225

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: Studi terintegrasi dari berbagai dasar klasifikasi stratigrafi yang. Aplikasi

mencakup pengelompokan stratigrafi berdasarkan sekuen pengendapannya atau berdasarkan genetika sedimen dalam kerangka krono/waktu (umur lapisan batuan) dan paleoekologi atau facies litologi yang saat ini sering disebut sebagai konsep sequence stratigraphy. Daftar Pustaka: Allen, P.A., & Allen, J.R, 1990, Basin Analysis, Principles and Application, Blackwell Scientific Publication, Oxford-London, 445 h. Anne, R, & Friedman, G. M.,1981, Exploration For Carbonate Petroleum

Reservoir,John Wiley & Sons, Inc., New York.


Arthur, J.B., & Carney, R.S., 1981, Principles of Benthic Marine Paleoecology, Academic Press, New York, London. 463 h. Baillie, A.D., 1992, Sedimentary Basin Analysis and Petroleum Occurrence, Program Diklat Tim Pengelola IWPL - MIGAS - IAGI. 231 h.

103

Beard, J.H., Sangree, J.B., & Smith, L.A., 1982, Quarternary Chronology,

Paleoclimate, Depositional Sequences, and Eustatic Cycles, AAPG, Bulletin, v.


66, no. 2, h. 158-169, 10 fig. Handford, C. R., 1995, Carbonate Depositional Systems and Sequence

Stratigraphy, New World Horizon, Houston, Texas.


Leeder, M.R., 1983, Sedimentology : Process and Product, George Allen & Unwin, London, 344 h. Milton, N., & Bertram, G., 1991, A Dictionary of Sequence Stratigraphic

Terminology, Stratigraphic Studies Group, Glasgow. BP Exploration.


Morley, R.J., 1993, Application of Biostratigraphy to Sequence Stratigraphy, presented at Trisakti University Jakarta. 23 h. Sangree, J.B., & Mitchum, R.M., Jr., 1992, Exploration and Production

Applications of Sequence Stratigraphy, Sangree Exploration Inc. 11767 Katy


Freeway, Suite 535, Houston, Tx 77079. Sarg, J.F., 1988, Carbonate Sequence Stratigraphy, SEPM, Special Publication, No. 42, h. 154-181. Seymour, W.P., 1988, Integrated Stratigraphic and Palaeoenvironmental

Studies of Marginal and Non Marine Tertiary Sequence In South East Asia,
Robertson Research International Limited, Singapore. Whittaker, M.F., Holmes, N.A., & Racey, A., 1992, Biostratigraphy, IPA Coursebooks, Jakarta.

3. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geofisika Terapan :3 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geofisika Eksplorasi Metode/Sistem : Kuliah 104

Kode Mata Kuliah

: MGF.327

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa diharapkan mampu mengerjakan suatu studi kasus tentang eksplorasi geolistrik, mulai dari penyusunan proposal pekerjaan sampai dengan teknis pengerjaan pekerjaan dan pemodelan geologi untuk data-data seperti: rekomendasi SDA atau potensi bencana alam, eksplorasi air tanah, geologi teknik, dan eksplorasi panasbumi. Isi: a. Mempelajari penerapan metode geolistrik untuk eksplorasi sumber daya alam dan prediksi bencana alam. Materi pembelajaran mulai penyegaran dasar teori dan philosophy geolistrik; tahap-tahap pekerjaan survei geolistrik yang mempelajari perencanaan survey geolistrik, tahap pengukuran data di lapangan, pengolahan data, sampai dengan interpretasi data geolistrik; memberikan pemahaman akan keterbatasan dan kelebihan yang ada pada data geolistrik serta parameter yang dipakai. b. Di akhir kuliah peserta akan mengerjakan studi kasus eksplorasi geolistrik dari penyusunan proposal pekerjaan sampai dengan teknis pengerjaan pekerjaan dan modeling geologi untuk data-data antara lain: rekomendasi SDA atau potensi bencana alam, eksplorasi air tanah (hidrogeologi), geologi teknik, eksplorasi panasbumi. c. Mempelajari penerapan metode geolistrik untuk eksplorasi sumber daya alam dan prediksi bencana alam. Materi pembelajaran mulai penyegaran dasar teori dan philosophy geolistrik; tahap-tahap pekerjaan survei geolistrik yang mempelajari perencanaan survey geolistrik, tahap pengukuran data di lapangan, pengolahan data, sampai dengan interpretasi data geolistrik; memberikan pemahaman akan keterbatasan dan kelebihan yang ada pada data geolistrik serta parameter yang dipakai. d. Di akhir kuliah peserta akan mengerjakan studi kasus eksplorasi geolistrik dari penyusunan proposal pekerjaan sampai dengan teknis pengerjaan pekerjaan dan modeling geologi untuk data-data antara lain: rekomendasi SDA atau potensi bencana alam, eksplorasi air tanah (hidrogeologi), geologi teknik, eksplorasi panasbumi. 105

e. Pemahaman mengenai tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam suatu ekplorasi graviti dari pengumpulan data hingga interpretasi data serta batasan-batasan dari setiap parameter. f. Dasar pertimbangan dari penggunaan dari suatu ekplorasi dengan menggunakan metoda graviti. g. Prosedur pengumpulan data, dari pengenalan setiap alat di lapangan serta parameter-parameter yang digunakan dan teori dasarnya. Selanjutnya tahapan di dalam pengolahan data dan akhirnya tahapan di dalam interpretasi data. Daftar Pustaka: Adkins, J., et al., A Regional Gravity Base Station Network for Indonesia, Pub. Technic-Seri Geofisika, No. 6, Geological Survey of Indonesia, 1978. Al-Chalabi, M.,Interpretation of Gravity Anomalies by non-linear Optimization, Geophys. Prosp., 20, 1-16, 1972. Barker, RD., 1981, The Offset System of Electrical resistivity sounding and its

use with a Multicore Cable, Geophysics. Prosp. 29, 128-43.


Bowin, C., Aldrich, S.C., Folinsbee, R.A.,; VSA Gravitymeter System: Test and

Recent Developments, J. Geophys. Res., 77, 2018-33, 1972.


Dobrin, M.B., 1976, Introduction to Geophysical Prospecting, 3rd ed., Mc-Graw Hill, InS. Book Co, Auckland Grow, J. A., Bowin, C. O.,Evidence for High-Density Crust and Mantle Beneath

the Chile Trench due to the Descending Lithosphere. J. Geophys. Res., Vol.
80, 1449-1458, 1972. Hochstein, M.P., dan Soengkono, S., 1997, Geothermal Exploration for Earth ScientistsGeophysical Lecture Notes (603), 3rd ed., Geothermal Institute, University of Auckland. Honkasalo, S., On the Tidal Gravity Correction, Bulletin., Geof. Teor, ed., appl. VI, 21, 34-36, 1972.

106

Kearey, P., and Brooks, M., An Introduction to Geophysical Exploration. Blackwell Scientific Publications, Cambridge, 1991. Kearey., P., Brooks., M., 2000, An Introduction to Geophysical Exploration, Oxford, Blackwell Scientific Publ., 3rd ed., London. Parasnis, D.S., 1986, Principles of Applied Geophysics, 4td ed, Chapman & Hall, London. Sharma, P.V., 1986, Geophysical Methods in Geology, 2nd ed., Elsivier, New York. Silver, E. A., McCaffrey, R., and Joyodiwiryo, Y., Gravity Result and Emplacement

Geometry of the Sulawesi Ultramafic Belt, Indonesia : The Geology and Tectonics of Eastern Indonesia, Geological Research and Development Centre, Bandung, Special Publication, No. 2, 343-347, 1991.
Talwani, M., Worzel, J.L., Landisman, M., Rapid Gravity Computations for Two-

Dimensional Bodies with Applications to the Mendocino Submarine Fracture Zones. J. Geophys. Res., 64, 49-59, 1991.
Telford, WM., Geldart LP., Sheriff, RE., 1991, Applied Geophysics, Cambridge University Press, Cambrigde, 2nd ed.

4. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geofisika Hidrokarbon :3 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geofisika Eksplorasi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGF.326

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: 107

a. Pemahaman mengenai tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam suatu ekplorasi seismik dari pengumpulan data hingga interpretasi data serta batasan-batasan dari setiap parameter. b. Dasar pertimbangan dari penggunaan dari suatu ekplorasi dengan menggunakan metoda seismik. c. Prosedur pengumpulan data, dari pengenalan setiap alat di lapangan serta parameter-parameter yang digunakan dan teori dasarnya. d. Selanjutnya tahapan di dalam pengolahan data dan akhirnya tahapan di dalam interpretasi data. Daftar Pustaka: Anstey, N.A., Seismic Prospecting Instruments Vol. 1 : Signal Characteristics

and Instrument Specifications, Gerbruder Borntraeger, Berlin, 1976.


Bally, A.W., Seismic Expression of Structural Styles (3 vols.). AAPG Studies in Geology No. 15, AAPG, Tulsa, 1983 Bally,, A.W., Atlas of Seismic Stratigraphy (3 vols.). AAPG Studies in Geology No. 27, AAPG, Tulsa, 1983 Kearey, P., Brooks, M., An Introduction to Geophysical Exploration, Blackwell Scientific Publications, Cambridge, 1983 Nettleton, Geophysical Prospecting for Oil, McGraw Hill Book Company, Inc. New York, London, 1983 Sheriff, R.E., Geldart, L.P.,Exploration Seismology Vol. 1 : History, Theory, and

Data Acquisition, Cambridge University Press, Cambridge, 1982


Telford, W. M., Geldart, L. P., Sheriff, R. E., Keys, D. A., Applied Geophysics, Cambridge University Press, 1982 Vail, P. R., Mitchum, R. M., Thompson, S., Seismic Stratigraphy and Global

Changes of Sea-Level, part 4: Global Cycles of Relative Changes of Sea Level. Mem. American Association of Petroleum Geologist, v.26., 1977

5. Nama Mata Kuliah

: Geokimia Hidrokarbon 108

SKS Semester

:2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geokimia, Geologi Hidrokarbon Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGS.229

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: a. Pengulangan dasar-dasar kimia organik: Jenis ikatan kimia, reaksi-reaksi kimia, isotop dan metoda pemisahan b. Asal dan hakekat minyak dan gas bumi: Petroleum generation, diagenesa, katagenesa dan metagenesa. c. Batuan induk: kualitas dan derajat kematangan; Jenis dan potensi batuan induk, alterasi dan migrasi. d. Metoda Pengukuran: VR, SCI, TAI, Rock-Eval, gradien geotermal, Lopatin (TTI), head space gas, komposisi minyak e. Korelasi geokimia : oiloil, oil source, biomarker. Daftar Pustaka: North F.K., 1985, Petroleum Geology, British Library Catalog, 617 hal. Waples D.W, 1985, Geochemistry in Petroleum in Exploration, IHRDC Publishers, 232 hal. Welte & Tissot, 1984, Petroleum Formation and Occurrence, Springer-Verlag Berlin Heildelberg, 699 hal.

6. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Mekanika Batuan :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Teknik, Geologi Tata Lingkungan 109

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : MGT.224

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui dan dapat menghitung berapa besar reaksi dan tegangan batuan akibat adanya gaya/beban yang di berikan path massa batuan di kulit bumi serta aplikasinya aplikasinya di lapangan. Isi: Pengertian dan dasar-dasar mekanika batuan, konsep teganganregangan, lingkaran Mohr dan aplikasinya, sifat fisik dan sifat mekanik massa batuan, macam-macam Pengujian baik insitu maupun di laboratorium. perilaku massa batuan, klasifikasi massa Batuan dan aplikasi mekanika batuan dalam pekerjaan di lapangan. Daftar Pustaka: Bieniawski, ZT, 1989, Engineering Rock Mass Classification, John Wiley and Son, New York. Bieniawski, ZT, 1984, Rock Mechanics Design in Mining and Tunneling, AA Balkema, Rotterdam. Brown ET, Brady BHG, 1986, Rock Mechanics for Underground Mining, George Allen & Unwin, London. Duvall, WI Obert L, 1967, Rock Mechanics and the Design of Structure in Rock, John Wiley & Son, NY Farmer 1W, 1-83, Engineering Behaviour of Rock, second edition, Chapman and Hall, New York. Goodman, Richard E, 1989, Introduction of Rock Mechanics, 2nd, John Wiley & Son, New York. Jaeger JC and Cook NGW, 1979, Fundamental of Rock Mechanics, 3rd, Chapman and Hall, London. 110

Rai, Made Astawa, 1994, Mekanika Batuan, Laboratorium Geoteknik, PAU, Ilmu Rekayasa ITB

7. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Petrogenesa Batuan Sedimen :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Petrologi, Petrografi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGN.226

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik proses diagenesis pada batupasir dan batugamping, khususnya dikaitkan dengan pembentukan porositas dan permebilitas batuan; berdasarkan observasi dengan menggunakan miroskop polarisasi (Pol. Microscope), meliputi aspek kemas diagenesis (fabric diagenetic). Selanjutnya mahasiswa dapat mengelompokkan batuan tersebut dalam Diagenetic Regime dan Regional Diagenetic Trends yang akhirnya dapat diketahui potensial batuan tersebut sebagai reservoir

rock.
Isi: a. Observasi tekstur, ukuran, bentuk butiran, pemilahan, grain fabric, textural

maturity, porositas, permeabilitas dan komposisi pembentuk batuan;


karateristik kemas diagenesis (diagenetic fabric) yang meliputi: proses fisika yang penting di dalam diagenesis ini, yaitu mekanikal dan solution

compaction. Sedangkan hasil dari proses kimia yang terjadi diamati melalui
mineral yang bertindak sebagai semen (cementation), pelarutan butiran yang tidak stabil dan penggantian butiran oleh mineral lainnya (dissolution & replacement); serta melakukan observasi secara detail jenis dan prosentasi porositas yang terbentuk. 111

b. Klasifikasi penamaan batuan dikemukakan oleh Dunhams (1962), Embry & Klovan (1971), Folk (1974), Gilbert (1982) dan Klasifikasi rezim diagenesis (Diagenetic Regime) yang dikemukakan oleh Choquette & Pray (1970). Daftar Pustaka: Boggs, S.Jr., 1987, Principles of Sedimentology and Stratigraphy, Merril Publi. Co., Columbus, Ohio. Folk, R.L., 1974. Petrology of Sedimentary Rocks, Hamphill Publishing Company, Austin, Texas, USA. H. Williams, F.J. Turner & C.M. Gilbert, 1954. Petrography: An Introduction to

the Study of Rocks in Thin Section, Freeman and Company.


__________________________________________, 1982. Petrography: An Introduction to

The Study of Rocks in Thin Section, Freeman and Co.


M.E. Tucker, 1986. Sedimentary Petrology : An Introduction, Blackwell Scientific Publications. McDonald, D.A. & Schmidt, V., 1983. Secondary Reservoir Porosity in the

Course of Sandstone Diagenesis, The AAPRG, Education Course Note Series


No.12, Tusla, Oklahoma, USA. Moore, C.H.,1989. Carbonate Diagenesis & Porosity, Development in

Sedimentology No.46. Amsterdam.


Peter A. Scholle, 1978. Carbonate Rock Constituents, Textures, Cements &

Porosities, APPG Memoir 27.

8. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Petrogenesa Batuan Beku dan Metamorf :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Petrologi, Petrografi Metode/Sistem : Kuliah 112

Kode Mata Kuliah

: MGN.203

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa diharapkan mampu mengerti dan memahami bagaimana proses magmatisme yang terjadi di berbagai tatanan tektonik dan juga proses metamorfisme yang berkaitan dengan tektonik, sebagai bagian dari satu sistem yang ada di bumi ini. Isi: Mempelajari proses magmatisme di berbagai tatanan tektonik, ciri-ciri dari magmatisme tersebut, klasifikasi batuan beku dan studi geokimia, proses metamorfisme, klasifikasi dan ciri-ciri batuan metamorfisme, himpunan mineral-mineral metamorfosa dan kaitannya dengan tatatan tektonik. Daftar Pustaka: Hughes, Charles J., 1982, Igneous Petrology, Elsevier Science Publishers B.V. Middlemost, Eric A.K., 1985, Magmas and Magmatic Rocks: An Introduction to

Igneous Petrology, Longman Group Limited


Wilson, M., 1989, Igneous Petrology: A Global Tectonic Approach, Unwin Hyman Inc. Winkler, H.G., 1974, Petrogenesis of Metamorphic Rocks, 2nd, Springer-Verlag, NewYork Inc. Yardley, Bruce W.D., 1989, An Introduction to Metamorphic Petrology, Longman Group UK Limited

9. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Mineral Alterasi :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Endapan Mineral, Petrografi 113

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : MGN.228

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengerti dan memahami bagaimana proses

pembentukan/genesa mineral alterasi terutama berkaitan dengan proses hidrothermal, sebagai bagian dari satu sistem yang ada di bumi ini Isi: Mempelajari pembentukan mineral alterasi yang berkaitan dengan

pembentukan mineral bijih dan geothermal, sifat-sifat mineral alterasi, kaitannya dengan temperatur dan tekanan fluida hidrothermal serta himpunan mineral-mineral alterasi. Daftar Pustaka: Barner, H.I., Geochemistry of Hydrothermal Ore Deposits, 2nd. Guilbert, John M. & Park Jr. C.F., 1986, The Geology of Ore Deposits, W.H. Freeman & Co. Jensen M.L. & Bateman A.M., 1981, Economic Mineral Deposits, John Willey, Bulletin of Economic Deposits, Journal of Geochemical Exploration.

10.Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Karakterisasi Formasi :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geofisika Eksplorasi, Geologi Hidrokarcon Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGF.228

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: 114

Mahasiswa mampu secara terpadu memahami karakter formasi dan karakter fluida dalam sistem akulumasi hidrokarbon serta menganalisa data geologi, geofisika, dan reservoar untuk menentukan geometri reservoar dan properti reservoar dari hidrokarbon Isi: Pendahuluan; Sejarah dan perkembangan Reservoir Management, Work Flow,

Geology, Geophysics, dan Reservoir; Basic Petrofisik


Daftar Pustaka: Bally,, A.W., Atlas of Seismic Stratigraphy (3 vols.). AAPG Studies in Geology No. 27, AAPG, Tulsa, 1983 Burcik Emil J, Properties of Petroleum Reservoir Fluids, International Human Resources Development Corporation, Pennsylvania, 1956. Kearey, P., Brooks, M., An Introduction to Geophysical Exploration, Blackwell Scientific Publications, Cambridge, 1983 Patton, Oil Field Water Systems, Campbell Petroleum Series, Oklahoma, 1977. Sheriff, R.E., Geldart, L.P.,Exploration Seismology Vol. 1 : History, Theory, and

Data Acquisition, Cambridge University Press, Cambridge, 1982


Sheriff, R.E., Reservoir geophysics, Cambridge University Press, Cambridge, 1998 Telford, W. M., Geldart, L. P., Sheriff, R. E., Keys, D. A., Applied Geophysics, Cambridge University Press, 1982

10. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Hidrogeologi Lanjut :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Hidrogeologi Metode/Sistem : Kuliah 115

Kode Mata Kuliah

: MGT.226

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu menggunakan data-data airtanah, peta geologi dan peta hidrogeologi dalam menafsirkan keberadaan airtanah suatu wilayah, maupun mengembangkan eksplorasi manejemen airtanah. Isi: Melakukan eksplorasi airtanah berdasarkan data-data berupa peta geologi, hidrogeologi, data pemboran airtanah (log bor, uji pompa dan analisis kimiawi airtanah) dan menentukan wilayah potensial untuk terdapatnya airtanah, kemudian mengembangkan lebih lanjut pemetaan dan manejemen airtanah. Daftar Pustaka: Dominico, P.A Schwate, F.W., 1990, Physical and Chemical Hydrogeology, John Wiley & Son. Freeze, R.A Cherry. J.A., 1979, Groundwater, Prentice Hall, Inc. Fetter, C.W, 1994, Aplied Hydrogeology, MacMillan College Company. Inc

10. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Oceanografi :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Indonesia Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGD.231

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi:

116

Mahasiswa mengetahui dan memahami dasar-dasar pengertian oceanografi, khususnya oceanografi fisik, yaitu mengenai segala sifat dan karakter fisik yang membangun sistem fluidanya, mengetahui kehidupan laut (organik terumbu karang), proses-proses yang bekerja di dasar laut hingga pantai dan masalah lingkungan pesisir laut. Daftar Pustaka: Anderson, R. N., 1986, Marine Geology A Planet Earth Prespective, John Wiley & Sons, New York. Barnes, R. S. K, and Hughes, R. N., 1988, An Introduction to Marine Ecology, 2nd ed., Blackwell Science, London. Komar, P. D., 1976, Beach Processes and Sedimentation, Prentice Hall, Inc. Englewood Cliff, New Jersey. Lerman, M., 1986, Marine Biology Environment, Diversity, and Ecology. The Menjamin/Cummings Publishing Company, Inc. California. Pickard, G, L. 1975, Descriptive Physical Oceanography An Introduction, 2nd ed, Pergamon Press, Sidney Pierson, W. J. Jr., Neumann, G., 1966, Principles of Physical Oceanography, Prenyice-Hall, Inc., Englewood Cliff, New Jersey. Sears, M., Merriam, D. (ed), 1980, Oceanography : the Past, Springer-Verlag, New York. Skinner, B. J., Porter, S. C., 2000, The Dynamic Earth, An Introduction to Physical

Geology, 4th ed, John Wiley & Sons, Inc., New York.
Supangat, Agus dan Susanna, 2004, Pengantar Oseanografi, Pusat Riset Wilayah Laut, Badan Riset dan Sumberdaya Non-hayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan.

13. Nama Mata Kuliah SKS

: Mikrofosil Terpadu :2 117

Semester

: 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Paleontologi, Mikropaleontologi, Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGS.228

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami kegunaan berbagai mikrofosil dan dapat mengaplikasikannya untuk stratigrafi dalam dunia industri terutama minyak & gas bumi Isi: Studi mikrofosil terpadu adalah studi dengan menggunakan berbagai mikrofosil sebagai dasar pendeterminasian permasalahan umur maupun paleoekologi. Fosil yang umum dipakai adalah foraminifera, nannoplankton, radiolaria, spora-pollen, dinoflagellata dan diatome serta yang lainnya. Dalam studi ini dipelajari cara penentuan zonasi biostratigrafi dari keberadaan fosilfosil yang terdapat pada faunal distribution chart yang terintegrasi. Untuk paleoekologi atau penentuan lingkungan pengendapan dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif serta hubungan dari masing-masing mikrofosil. Disamping itu juga dibahas atau dipelajari tentang kelebihan dan kekurangan dari klasifikasi biozonasi dan zona bathimetri dari beberapa ahli atas penggunaannya di Indonesia. Daftar Pustaka: Bolli, H.M., Saunders, J. B., 1985, Oligocene to Holocene Low Latitude Planktic

Foraminifera. In, Bolli, H.M. Saunders, J. B. and Perch-Nelson, K., eds., Plankton Stratigraphy, p. 155-262. Cambridge University Press, Cambridge.
Kennett, J.P., Srinivasan, M.S., 1983, Neogen Planktonic Foraminifera, A

Philogenetic Atlas, Hutchinson Ross Publ. Co., Pennsylvania.

118

Morley, R. J., 1981, Tertiary Stratigraphic Palynology in South East Asia: Current

Status and New Directions. Geo. Soc. Malaysia, Bulletin 28, November 1991,
pp. 1-36. Morley, R.J., 1993, Application of Biostratigraphy to Sequence Stratigraphy, presented at Trisakti University Jakarta. 23 h. Murray, J. W., 1991, Ecology and Palaeoecology of Benthic Foraminifera, Longman Group Limited, UK, 293 h Pringgoprawiro, H., Kapid, R., Barmawijaya, D.M., 1994, Mikrofosil, Buku 1.

Foraminifera. Bandung, 147h.


Van Gorsel, J.S., 1988, Biostratigraphy in Indonesia: Methods, Pitfall and New

Direction, Proceeding of 17th Annual Convention Indonesian Petroleum


Association, Jakarta. Varol, O. 1998: Paleogene. In, Bown, P.R. eds., Calcareous Nannofossil

Biostratigraphy. p. 200-264. Kluwer Academic Publishers, London.

14. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geologi Tanah :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Teknik Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGT.227

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu mengetahui konsep umum dari genesa tanah,

mengidentifikasi keberadaan pelapukkan tanah dan pengembangannya. Isi: (1) Genesa tanah dan penyebarannya yang berkaitan dengan sifat-sifat keteknikan tanah 119

(2) Parameter derajat pelapukkan tanah (3) Pemahaman mineral dan geokimia tanah (4) Pemahaman kemampuan daya dukung dan penurunan tanah Daftar Pustaka: Bowles, JE., 1989, Sifat-sifat Fisik dan Geoteknik Tanah, Erlangga. Das, Braja, M., 1994, Principles of Geotechnical Engineering, 3rd edition, PWS Publishing Company, Boston Sanglerat, Guy, 1984, Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi, Penerbit Erlangga, Jakarta Tomlinson, M. J., 1986, Foundation Design and Structure, John, Wiley and Sons, New York.

15. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geokimia Panas Bumi :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : C untuk Geologi Panas Bumi, Geokimia, Volkanologi Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGN.219

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: Peranan kimia dalam sistem panasbumi; pengenalan jenis, komposisi, asal dan distribusi fluida panasbumi; pengaruh proses boiling, pencampuran dan kondensasi pada komposisi fluida panasbumi; memperkirakan temperatur reservoar berdasarkan komposisi air dan gas; serta pengetahuan tentang isotop stabil yang digunakan pada sistem panasbumi; membahas monitoring 120

produksi, memprediksi terbentuknya scaling dan korosi; interaksi antara batuan dan air panasbumi serta memprediksi aspek lingkungan. Daftar Pustaka: Ellis, A.J. and Mahon, W.A.J., 1977, Chemistry and Geothermal System, Academic Press, New York. Kingston-Morrison, 1995, An Introduction to Geothermal System, KingstonMorrison, Auckland, NZ. Nicholson, K., 1993, Geothermal Fluids: Chemistry and Exploration

Techniques, Springer-Verlag, Berlin. Wohletz, K. and Heiken, G., 1992, Volcanology and Geothermal Energy, Univ. of California Press.

16. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Geokimia Mineral :2 : 6 atau 7

Mata Kuliah Prasyarat : Geokimia Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGN.214

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memperoleh pengetahuan dasar geokimia mineral yang relevan dan praktis agar dapat memahami dan mampu menjelaskan proses dan pola dispersi primer dan dispersi sekunder dari unsur indikator dan pathfinder sebagai hasil proses migrasi dari suatu tubuh bijih untuk menentukan distribusi pola anomali unsur sehingga dapat memprakirakan keberadaan deposit / mineralisasi bijih yang bernilai ekonomi. Isi:

121

Pemahaman peran geokimia dalam eksplorasi mineral sangat penting untuk menentukan persebaran anomali dari suatu deposit bijih atau unsur2 lain yang berasosiasi dengan mineralisasi terutama di daerah beriklim ekuatorial-tropis seperti Indonesia, di mana proses pelapukan sangat tinggi dengan vegetasi yang lebat sehingga aksesibilitas untuk melakukan pengambilan contoh yang representatif, efektif dan efisien di daerah yang luas dapat dilakukan dengan metode geokimia dengan memperhatikan proses2 geologi yang berkaitan erat dengan keterdapatan deposit/mineralisasi seperti: jenis litologi, struktur geologi/tektonik, pola migrasi, pola dispersi primer, dispersi sekunder, serta pola persebaran anomali, yang didasari dengan pengenalan genesis dari setiap jenis unsur ekonomi serta lingkungan geokimia yang berperan secara singenetik ataupun postgenetik. Hasil analisis dan interpretasi data anomali geokimia dapat menjadi petunjuk awal yang penting tentang keberadaan mineralisasi permukaan ataupun bawah permukan serta persebarannya. Daftar Pustaka: Horsnail, R. F. "Geochemical prospecting", in AccessScience@McGraw-Hill, http://www.accessscience.com, modified: March 29, 2001. Kelley1, D.L. Cameron2, E.M. and Southam3, G. Secondary Geochemical Dispersion Through Transported Overburden, Krauskopf, K.B., Introduction to Geochemistry. Second Edition, McGraw-Hill Kogakusha, Ltd., Tokyo, 1979. Mason, B.,et al, Principles of Geochemistry. Fourth edition, John Wiley & Sons, New York, Chichester, Brisbane, Toronto, Singapore, 1982 M. Beth McClenaghan, Overview of common processing methods for recovery of indicator minerals from sediment and bedrock in mineral exploration, DOI 10.1036/1097-8542.285700, last

Geochemistry: Exploration, Environment, Analysis, Vol. 11 2011, pp. 265


278 1467-7873/ 11/$15.00 _ 2011 AAG/Geological Society of London DOI 10.1144/1467-7873/10-IM-025

122

17. Nama Mata Kuliah SKS Semester Mata Kuliah Prasyarat

: Struktur Mineralisasi :2 : 6 atau 7 : Geokimia, Geokimia mineral, Petrologi, Mineralogi, dan Geologi Struktur.

Metode/Sistem Kode Mata Kuliah

: Kuliah : MGD.222

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa memperoleh pengetahuan dasar dan praktis sehingga memahami dan mampu melakukan pengamatan dan identifikasi lapangan serta analisis tektonik dan struktur geologi sebagai kontrol atas model-model karakter deposit bijih, sehingga dengan dibantu oleh data dan informasi geokimia dan geofisika serta geologi bawah permukaan, dapat memprakirakan dimensi persebaran dari deposit mineral bijih. Isi: Pengertian tektonik dan struktur geologi untuk memprakirakan dimensi persebaran deposit mineral bijih sebagai aspek kontrol terhadap modelmodel, deposit bijih. Pengertian kontrol tektonik berkaitan dengan gerakan2 tektonik regional (plate tectonics) yang berpengaruh pada tektonik lokal sesuai Riedel system yang diantaranya bisa membentuk jaringan frakturasi dengan periode, orientasi dan ukuran yang berbeda-beda. Jaringan frakturasi terbuka (open fracturation network) diisi larutan mineral membentuk vein mineralisasi deposit. Analisis tektonik dan struktur didukung data dan informasi geokimia, geofisika serta geologi bawah permukaan Daftar Pustaka: Hamilton,W.,1979, Tectonic of the Indonesian Region, Geological Survey Professional Paper 1078,US Government Printing Office, Washington,USA

123

Katili,J.A.,Reunemund,J.A.,1984, Southeast Asia: Tectonic Framework, Earth Resources and Regional Geological Programs, International Union of Geological Sciences,Ottawa, Canada Ramsay,J.G.,Huber,M.I.,1983, The Techniques of Modern Structural GeologyVolume 1: Strain Analysis, 1983, Academic Press, London Ramsay,J.G.,Huber,M.I.,1987, The Techniques of Modern Structural GeologyVolume 2: Folds and Fractures, 1987, Academic Press, London Passchier Cees W., Trouw.Rudolph A. J. Microtectonics, Library of Congress Control Number: 2005929132 ISBN-10 3-540-64003-7 Springer Berlin Heidelberg Germany Vialon,P.,Ruhland,M.,Grolier,J.,1976, Masson, Paris Elements de Tectonique Analitique, New York ISBN-13 978-3-540-64003-5 Springer Berlin Heidelberg New York Springer-Verlag Berlin Heidelberg 2005 Printed in

F. Matakuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat

1. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Ekonomi Teknik dan Kewirausahaan :2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Geologi Indonesia, Endapan Mineral Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Kuliah : MGU.225

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu berpengetahuan tentang keekonomian teknik, antara lain: dasar-dasar dan parameter yang digunakan dalam evaluasi ekonomi proyek

124

teknik, nilai waktu dari uang, laju pengembalian, depresiasi dan break even point Isi: Dasar-dasar pemikiran dan pengetahuan tentang konsep perubahan nilai uang terhadap waktu; System Pembungaan (interest); Pengambilan keputusan dari beberapa alternatif proyek dengan metode annual worth dan present worth, analisa cash flow dan indikator-indikator yang digunakan untuk menilai kelaikan proyek POT, NPV, ROR, PIR, DPIR; menilai kelayikan proyek yang dipercepat (accelertaion project) dari increment cash flow dan decline rate (laju penurunan) produksi suatu lapangan, depresiasi dan penggunaannya alam cash flow Daftar Pustaka: Chi, U, I, Koku, 1985, Economic Analysis and Investment Decision, University of Port Harcourt, John, Wiley and Sons Franklin, J. Stemole, 1974, Economic Evaluation and Investment Decision The

Methods, Colorado School of Mines, Invesment Evaluation Corporation


Thuesen, H. G., Fabrycky, W. J., and Thuesen, G. J., 1981, Engineering Economy

5th Edition, Prentice Hall of Indian Private Limited, New Delhi


Poollen, H. K., 1972, Economics, Lemigas, Indonesia

2. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Kuliah Lapangan :3 :4

Mata Kuliah Prasyarat :Memiliki nilai minimal C untuk matakuliah: Geologi Dasar, Geologi Struktur, Geomorfologi, Mineralogi, Paleontologi, Petrologi, Sedimentologi Stratigrafi Metode/Sistem : Melakukan proses belajar di lapangan selama 25 hari. 125

Kode Mata Kuliah

: MGU.321

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu melakukan pekerjaan geologi lapangan. Isi: Orientasi lapangan, pengamatan singkapan dan pencatatan, survey (kompas dan langkah), pengenalan geologi struktur, pengukuran stratigrafi, pengenalan geomorfologi dan sketsa, tectonic section, koreksi peta geologi Daftar Pustaka: Compton, R. R., 1962: Manual of Field Geology, John Wiley & Sons Inc. Compton, R. R., 1985: Geology in Field, John Wiley & Sons Inc. Lahee, F. H., 1969: Field Geology, Mc Grow-Hill Book Company Inc. Sukendar, A., 1990: Buku Penuntun Geologi Lapangan, Departemen Teknik Geologi, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Tidak dipubliksikan Wardhana, A. S., (ed), 2012: Modul Kuliah Lapangan 1, Program Studi Teknik Geologi, Fakulltas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti, Tidak dipubliksikan

3. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Pemetaan Geologi :3 :6

Mata Kuliah Prasyarat : Memiliki minimal nilai C untuk matakuliah Geologi Sejarah, Kuliah Lapangan, Mikropleontologi, Mineral Optik-Petrografi dan sudah pernah/sedang mengambil matakuliah Geologi Indonesia. Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Melakukan proses belajar di lapangan selama 30 hari : MGD.322 126

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu melakukan secara mandiri perpetaan geologi

konvensional pada suatu daerah. Daftar Pustaka: Compton, R. R., 1962: Manual of Field Geology, John Wiley & Sons Inc. Compton, R. R., 1985: Geology in Field, John Wiley & Sons Inc. Lahee, F. H., 1969: Field Geology, Mc Grow-Hill Book Company Inc. Sukendar, A., 1990: Buku Penuntun Geologi Lapangan, Departemen Teknik Geologi, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Tidak dipubliksikan Wardhana, A. S., (ed), 2012: Modul Kuliah Lapangan 1, Program Studi Teknik Geologi, Fakulltas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti, Tidak dipubliksikan

4. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Tugas Akhir :2 :7

Mata Kuliah Prasyarat : Sudah menyelesaikan 130sks tanpa nilai D Metode/Sistem Kode Mata Kuliah : Mandiri dengan didampingi dosen pembimbing : MGU.523

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu melakukan penelitian guna memecahkan sebuah masalah dengan menggunakan metoda ilmiah. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa pemetaan geologi tematik atau pengolahan data-data yang telah ada, baik yang berasal dari instansi/perusahaan dengan izin resmi. Hasil penelitian disusun secara tertulis dengan memakai metoda penulisan ilmiah yang baku.

127

5. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: KUM ITT :2 :

Mata Kuliah Prasyarat : Metode/Sistem : Peninjauan Lokasi

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Mahasiswa mampu memahami dan mengerti tentang kuliah yang menekankan pada proses pembelajaran pengabdian kepada masyarakat dengan berpikir secara multi-disiplin dan lintas sektoral guna memecahkan masalah-masalah pembangunan di masyarakat desa. Di samping juga melatih kepemimpinan di antara mahasiswa dan belajar bekerja secara sinergi dengan masyarakat. Isi: Kuliah ini ditekankan kepada cara pendekatan masyarakat, penyuluhan kepada masyarakat, analisis situasi lapangan, pengumpulan data, identifikasi potensi masalah dan kebutuhan masyarakat dan penyusunan rencana kerja di lapangan dengan mengambil contoh suatu lokasi desa sebagai tempat praktek pelaksanaan program-program pembangunan Daftar Pustaka: -

6. Nama Mata Kuliah SKS Semester

: Kerja Praktek :2 :

Mata Kuliah Prasyarat : Metode/Sistem : Kuliah

Kompetensi yang diharapkan dari peserta: Isi: 128