Anda di halaman 1dari 7

I.

LANGKAH-LANGKAH PROSES PENGHAPUSAN BMN (PERALATAN DAN MESIN NON KENDARAAN BERMOTOR)

A. Penetapan SK Panitia Penghapusan 1. Kepala Subbagian mengajukan rancangan SK Panitia Penghapusan, selanjutnya diajukan kepada Kepala Biro Umum melalui Kepala Bagian Rumah Tangga dan Pengamanan; 2. Kepala Biro Umum melakukan penelaahan rancangan SK Panitia Penghapusan: a. Apabila terdapat koreksi, maka disampaikan kembali kepada Kepala Subbagian Inventarisasi untuk dilakukan perbaikan; b. Apabila tidak terdapat koreksi, maka disampaikan kepada Sekretaris Utama untuk ditetapkan. 3. Sekretaris Utama menetapkan SK Panitia Penghapusan, selanjutnya didisposisikan kepada Kepala Biro Umum; 4. Kepala Subbagian Inventarisasi mendistribusikan SK Panitia Penghapusan kepada Panitia Penghapusan BMN

B. Proses Penghapusan 1. Kepala Unit Kerja mengajukan Surat Usulan Aset yang akan dihapus karena rusak kepada Kepala Biro Umum; 2. Kepala Biro Umum mendisposisikan Surat Usulan tersebut kepada Kepala Sub.Bag. Inventarisasi melalui Kepala Bagian Rumah Tangga dan Pengamanan; 3. Kepala Subbagian Inventarisasi menyerahkan Surat Usulan tersebut kepada Panitia Penghapusan BMN untuk ditindaklanjuti; 4. Panitia Penghapusan BMN melakukan inventarisasi aset yang akan dihapus karena rusak dengan berkoordinasi dengan Unit Kerja Pengusul; 5. Panitia Penghapusan BMN membuat Berita Acara Serah Terima Aset Rusak, selanjutnya ditandatangani bersama Kepala Unit Kerja Pengusul; 6. Panitia Penghapusan BMN melakukan pemeriksaan dan penilaian kondisi fisik aset yang yang akan dihapus karena rusak; a. Apabila aset dalam kondisi rusak ringan maka disampaikan kepada Kepala Subbagian Rumah Tangga melalui Kepala Subbagian Inventarisasi untuk diperbaiki;

b. Apabila Aset dalam kondisi rusak berat maka Panitia Penghapusan BMN membuat Surat Keterangan Kondisi Rusak Berat selanjutnya disampaikan kepada Kepala Subbagian Inventarisasi; c. Kepala Subbagian Inventarisasi melakukan perubahan kondisi BMN dalam SIMAK BMN; 7. Kepala Subbagian Inventarisasi membuat rancangan SK Penghentian Penggunaan, selanjutnya disampaikan kepada Sekretaris Utama melalui Kepala Biro Umum; 8. Sekretaris Utama melakukan penelaahan rancangan SK Penghentian Penggunaan: 1) Apabila terdapat koreksi, maka diserahkan kembali kepada Kepala Subbagian Inventarisasi untuk diperbaiki; 2) Apabila tidak terdapat koreksi, maka SK Penghentian Penggunaan ditetapkan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Subbagian Inventarisasi; 9. Kepala subbagian Inventarisasi melakukan penghentian penggunaan BMN dalam SIMAK BMN berdasarkan SK Penghentian Penggunaan, selanjutnya menyampaikan informasi penghentian penggunaan BMN dalam SIMAK kepada Panitia Penghapusan BMN; 10.Panitia Penghapusan BMN melakukan pemeriksaan dan penilaian limit BMN yang akan dihapus; 11.Panitia Penghapusan BMN membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Penilaian 12.Panitia Penghapusan membuat konsep Surat Pernyataan Nilai Limit dan Surat mengeluarkan Surat Pernyataan Surat Pernyataan bahwa BMN yang dihapuskan tidak mengganggu tugas dan fungsi serta kelancaran operasional, selanjutnya disampaikan kepada Sekretaris Utama: 13.Sekretaris Utama melakukan penelaahan terhadap rancangan surat tersebut: 1) Apabila terdapat koreksi, maka diserahkan kembali kepada Panitia Penghapusan BMN untuk diperbaiki; 2) Apabila tidak terdapat koreksi, maka Surat tersebut ditandatangani selanjutnya diserahkan kepada Panitia Penghapusan; 14.Panitia Penghapusan BMN membuat Konsep Surat Usulan Persetujuan Penjualan, selanjutnya disampaikan kepada Sekretaris Utama untuk ditandatangani; 15.Sekretaris Utama melakukan penelaahan terhadap konsep surat tersebut:

1) Apabila terdapat koreksi, maka diserahkan kembali kepada Panitia Penghapusan BMN untuk diperbaiki; 2) Apabila tidak terdapat koreksi, maka Surat tersebut ditandatangani selanjutnya diserahkan kepada Panitia Penghapusan; 16.Panitia Penghapusan menyampaikan Surat Usulan Persetujuan Penjualan kepada KPKNL Jakarta III/Kanwil/DJKN dengan melampirkan data dukung 17.Panitia Penghapusan menerima Surat Persetujuan Penghapusan BMN dari KPKNL III/Kanwil/DJKN; 18.Panitia Penghapusan membuat Surat Permohonan Pelelangan Kepada KPKNL JKT III dengan lampiran Surat Persetujuan dan Surat Keputusan Panitia Penghapusan dan Penjualan; Penghapusan BMN, Surat Penunjukan Pejabat Penjual, Surat Keputusan Panitia Lelang; 19. Panitia Penghapusan KPKNL JKT III mengeluarkan menerima Surat Penetapan Pelaksanaan Lelang dari KPKNL JKT III, 20.Panitia berdasarkan surat tersebut membuat Pengumuman Lelang melalui papan pengumuman apabila nilai dibawah 30 juta, diatas 30 juta pengumuman lelang disampaikan melalui Media Elektronik atau Cetak. 21.Isi dari Pengumuman Lelang minimal memuat : (Masuk Ketentuan) a. Hari dan tanggal pelaksanaan lelang; b. Tempat Pelaksanaan Lelang; c. Waktu Pelaksanaan Lelang; d. Nama paket yang dilelang; e. Nilai Limit yang dilelang; f. Hari , Tanggal, Tempat dan Waktu Pelaksanaan Aanwijzing; g. Nilai Jaminan Uang Muka ; h. Lampiran BMN yang akan dihapuskan. 22.Panitia Lelang (pejabat penjual) melaksanakan lelang bersama dengan Pejabat Lelang yang dihadiri oleh peserta penawar; 23. Panitia Penghapusan BMN menerima Hasil pelaksanaan lelang yang dituangkan pada risalah lelang yang dikeluarkan oleh KPKNL JKT III; 24.Apabila dalam pelaksanaan lelang tersebut terdapat Pembeli, maka Pembeli diberikan waktu untuk pelunasan selama 3 (tiga) hari kerja dari waktu pelaksanaan lelang; (masuk ketentuan)

25.BMN yang telah dilelangkan dapat diserahterimakan kepada Pembeli dengan mengeluarkan Berita Acara Serah Terima yang disertai Surat Bukti Pembelian (Kwitansi) dari Pihak Pembeli. (masuk ketentuan) 26.Panitia Penghapusan membuat Berita Acara Penghapusan dan Surat Penyampaian Laporan Pelaksanaan Penghapusan atas pelaksanaan pelelangan tersebut kepada KPKNL;

II. LANGKAH-LANGKAH PROSES PENGHAPUSAN BMN (KENDARAAN BERMOTOR) 1. Membuat surat usulan permohonan penghapusan dari unit kerja/user kepada Kepala Biro Umum; 2. Kepala Biro Umum mendisposisikan surat usulan tersebut kepada Kepala Sub.Bag. Inventarisasi melalui Kepala Bagian Rumah Tangga dan Pengamanan; 3. Kepala Sub.Bag.Inventarisasi selaku Panitia Penghapusan BMN bersama dengan anggota Panitia Penghapusan yang lain melakukan pemeriksaan kondisi fisik BMN yang akan dihapuskan; 4. Panitia Penghapusan membuat Surat Permohonan Penilaian Fisik Kendaraan dari Instansi terkait ...............; 5. Dari hasil pemeriksaan kondisi fisik BMN tersebut Panitia Penghapusan menerbitkan Berita Acara Penelitian/Pemeriksaan, Berita Acara Penaksiran Harga Limit, dan Surat Keputusan Penghentian BMN; 6. Panitia Penghapusan mengeluarkan Surat Pernyataan : a. Surat Pernyataan bahwa BMN yang dihapuskan tidak mengganggu tugas dan fungsi serta kelancaran operasional; b. Surat Pernyataan Nilai Limit; Surat tersebut ditandatangani oleh pejabat yang berwenang; 7. Membuat Surat Permohonan Persetujuan Penghapusan Kepada KPKNL Jakarta III jika nilai total perolehan BMN yang akan dihapuskan antara 100 s.d. 500 jt dengan dilampirkan surat-surat dari point 3, 4, dan 5; 8. Setelah KPKNL menerbitkan Surat Persetujuan Penghapusan BMN, maka Panitia Penghapusan membuat Surat Permohonan Pelelangan Kepada KPKNL JKT III yang disertai Surat Keputusan Penghapusan BMN, Surat Penunjukan Pejabat Penjual, Surat Keputusan Panitia Lelang; 9. KPKNL JKT III mengeluarkan Surat Penetapan Pelaksanaan Lelang, dan Panitia berdasarkan surat tersebut membuat Pengumuman Lelang;

10.Pengumuman Lelang diumumkan pada papan pengumuman apabila nilai dibawah 30 juta, diatas 30 juta pengumuman lelang disampaikan melalui Media Elektronik atau Cetak. 11.Isi dari Pengumuman Lelang minimal memuat : i. j. Hari dan tanggal pelaksanaan lelang; Tempat Pelaksanaan Lelang;

k. Waktu Pelaksanaan Lelang; l. Nama paket yang dilelang;

m. Nilai Limit yang dilelang; n. Hari , Tanggal, Tempat dan Waktu Pelaksanaan Aanwijzing; o. Nilai Jaminan Uang Muka ; p. Lampiran BMN yang akan dihapuskan. 12.Dari Hal tersebut diatas maka pelaksanaan lelang dapat dilakukan dengan dihadiri oleh pejabat penjual, pejabat lelang, panitia lelang, dan peserta penawar; 13.Hasil pelaksanaan lelang dituangkan pada risalah lelang yang dikeluarkan oleh KPKNL JKT III; 14.Apabila dalam pelaksanaan lelang tersebut terdapat Pembeli, maka Pembeli diberikan waktu untuk pelunasan selama 3 (tiga) hari kerja dari waktu pelaksanaan lelang; 15.BMN yang telah dilelangkan dapat diserahterimakan kepada Pembeli dengan mengeluarkan Berita Acara Serah Terima yang disertai Surat Bukti Pembelian (Kwitansi) dari Pihak Pembeli. 16.Panitia Penghapusan membuat Berita Acara Penghapusan dan Surat Penyampaian Laporan Pelaksanaan Penghapusan atas pelaksanaan pelelangan tersebut kepada KPKNL;

Dokumen yang dipersyaratkan dalam Permohonan Persetujuan Penghapusan : 1. Surat Keputusan Panitia Penghapusan (asli); 2. Berita Acara Penelitian/Pemeriksaan BMN (asli); 3. Berita Acara Penaksiran Nilai Limit (asli); 4. Surat Pernyataan Tidak Mengganggu Tusi dan Kelancaran Operasional (asli); 5. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Nilai Limit (asli); 6. Foto BMN yang dihapuskan (berwarna); 7. Laporan Kondisi Barang (asli); 8. Laporan BMN (asli); 9. Fotocopi BPKB dan STNK (untuk kendaraan bermotor); 10.Surat Keterangan Penilaian Fisisk Kendaraan dari instansi terkait (untuk kendaraan bermotor); 11.Kartu Identitas Barang (KIB) (untuk kendaraan bermotor). Dokumen yang dipersyaratkan dalam Permohonan Persetujuan Pelelangan : 1. Surat Persetujuan Penghapusan dari KPKNL JKT III; 2. SK. Penghapusan BMN; 3. Surat Penunjukan Pejabat Penjual; 4. SK. Panitia Lelang; 5. Surat Pernyataan Nilai Limit (kata pak edi);