Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK STIKes Kharisma Karawang Tugas Akhir, Juli 2013 Ikah Atikah

Asuhan keperawatan pada Ny. W dengan Pre dan Post Sectio Caesarea Transperitoneal Provunda atas indikasi Ketuban Pecah Dini Di Ruang Cilamaya Lama Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Terdiri dari 4 bab + halaman + 13 tabel + 2 gambar + lampiran Section Caesarea adalah Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu dan setelah satu jam tetap tidak diikuti dengan proses inpartu sebagaimana mestinya. Sebagian besar pecahnya ketuban secara dini terjadi sekitar usia kehamilan 37 minggu. Berdasarkan data dari Medical Record Rumah Sakit Umum Daerah Karawang didapatkan jumlah pasien yang di section caesarea selama bulan Januari-Desember 2012 sekitar 1765 orang dan yang mengalami ketuban pecah dini selama bulan

Januari-Desember 2012 sekitar 480 orang atau sekitar 27,19%. Hasil pengkajian pada Ny. W terdapat beberapa masalah keperawatan pada preoperasi, yaitu risiko tinggi infeksi, Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat perencanaan tindakan antara lain: pantau pengeluaran cairan amnion yang berlebihan dan gambarkan karakter cairan amnion, observasi DJJ dan kontraksi uterus. Dan masalah keperawatan pada postoperasi yaitu gangguan rasa nyaman nyeri, ansietas, gangguan mobilisasi, Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat perencanaan tindakan antara lain: kaji

lokasi, sifat, dan durasi nyeri, kaji respons psikologis, lakukan rentang gerak pasif, Pada kasus terdapat dua diagnose preoperasi yang teratasi yaitu diagnose risiko tinggi infeksi berhubungan dengan ketuban pecah, dan ansietas yang berhubungan dengan krisis situasi, ancaman pada diri sendiri/janin, dan empat diagnose postoperasi yang teratasi yaitu ansietas berhubungan dengan krisis situasi dan ancaman konsep diri, gangguan mobilisasi berhubungan dengan ansietas, risiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak adekuat, kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang mengenal sumber informasi. Rekomendasi pada masalah diatas untuk memberikan asuhan keperawatan yang baik harus ditunjang dengan adanya fasilitas dan sarana yang memadai seperti mencegah terjadinya risiko tinggi infeksi, sebaiknya pihak rumah sakit menambah set ganti balutan. Rekomendasi pada perawat hendaknya agar pengawasan terhadap pasien di tingkatkan lagi dengan cara memonitor keadaan umum pasien dan merencanakan program kegiatan pendidikan serta menyediakan media penyuluhan secara tertulis, seperti leaflet dan poster.

Bahan bacaan : (2000-2011)