Anda di halaman 1dari 16

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

BAB 4. INTEGRAL KOMPLEKS 4.1 Integral Garis Kompleks Misalkan z(t) : D C adalah fungsi kompleks dengan domain riil

b

D = [a,b], maka integral

a

z(t)dt , dimana z(t) = x(t) + iy(t) dapat dengan mudah

b

dihitung, yaitu

a

b

z(t)dt =

a

x(t)dx

+

i

b

y(t)dx . Sebagai

a

1

contoh [(

0

t

+

1)

+

it

2

]

dt

=

3

i

+

2

3

.

b

Masalah kita adalah bagaimana menghitung

a

f (z)dz , dimana fungsi f : D C

dengan D C . Misalkan f (z) fungsi kompleks pada sub himpunan dari himpunan bilangan kompleks dan C lintasan yang dinyatakan dengan z(t) = x(t) + iy(t) , a t b ,

b

maka pendefinisian dari

a

riil pada suatu interval.

f (z)dz sama dengan pendefinisian pada integral fungsi

b = z z n−1 1 z 2 z = a 0
b =
z
z n−1
1 z
2
z
= a
0

z

n

36

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

Misal P menyatakan partisi pada lintasan terbuka C, yaitu

P

=

{

a

=

z

0

,

z

1

,

,

z

n

=

b

}

dan z

*

k

[

z

k

1

,

z

k

],

k

=

1,2,

yang bersesuaian dengan pariosi P adalah

S

(

P

)

=

n

k = 1

f

(

z

* )

k

z

k

, dengan

z

k =

z

k

z

k 1

.

,

n

, maka jumlah Riemann

Jika terdapat bilangan kompleks L sedemikian sehingga untuk sebarang bilangan

ε > 0 terdapat sebuah partisi

P

ε

dari lintasan C sehingga berlaku

S(P) − L
S(P) − L

< ε

,

maka fungsi f(z) dikatakan terintegral pada lintasan C dengan nilai integralnya

adalah L. Dengan kata lain

lim

S

(

P

)

=

L

.

n →∞

Nilai limit ini dinamakan integral garis f(z) sepanjang kurva C, ditulis

C

f (z)dz

= L . Jika C tertutup biasa ditulis dengan f (z)dz .

C

Sifat-sifat integral kompleks :

1.

Linier, yaitu

C

[k f (z)

1

+

k g(z)]dz

2

=

k

1

C

f (z)dz

+

k

2

C

g(z)dz

2.

Jika C terdiri dari dua bagian kurva C 1 dan C 2 maka,

C

f

(

z dz

)

=

C

1

f

(

z dz

)

+

C

2

f

(

z dz .

)

3. Jika z dan z 1 adalah ujung-ujung lintasan, maka 0 z 1 z 0
3.
Jika
z
dan
z 1 adalah ujung-ujung lintasan, maka
0
z 1 z
0
f
(
z dz
)
= −
f
(
z dz
)
z
z
0
1
4.
Jika f(z) terbatas,
f
(
z
)
≤ M
dengan M bilangan positif, maka
f
(
z dz
)
f
(
z
)
dz
≤ ML
dengan L adalah panjang kurva.
C
C

37

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

4.2 Menghitung integral kompleks

Integral bergantung lintasan

Misalkan z(t) : [α, β ] C . Lintasan C dapat dipartisi dengan mempartisi inteval

[α, β ] menjadi n buah sub interval

α

= t

0

<

t

1

<

<

t

n

=

b

. Dengan demikian

{

(

a = z α

),

z t

(

1

),

z t

(

2

),

,

z β

(

)

= b

}

merupakan partisi dari lintasan C. Jumlah

Riemann yang bersesuaian dengan lintasan C adalah

S

P

( )

=

n

k = 1

f

(

z t

(

*

k

))(

z t

(

k

)

z t

(

k 1

))

yang dapat ditulis dalam bentuk

S

P

( )

=

n

k = 1

f

(

(

z t

*

k

))

(

z t

(

k

)

z t

(

k 1

))

t

k

t

k 1

(

t

k

Untuk n → ∞ diperoleh

t

k 1

lim

n

→∞

S

(

P

)

=

=

lim

n

→∞

β

α

f

(

n

k = 1

f

(

z t

(

*

k

))

( ))

z t

z

t dt

'( )

(

z t

(

k

)

z t

(

k 1

))

t

k

t

k 1

)

(

.

t

k

t

k 1

)

Jadi integral f(z) pada lintasan C dapat dinyatakan dengan

C

f

(

z dz

)

=

β

α

f

(

( ))

z t

z

t dt

'( )

.

Untuk menghitung integral lintasan di atas dilakukan cara sebagai berikut :

1. Nyatakan lintasan C dalam z(t) = x(t) + iy(t) , a t b

2. Cari turunan, z’(t).

3. Substitusikan z(t) ke dalam f(z).

4. Integralkan.

Contoh 1. Tentukan

C

C adalah :

f (z)dz jika

f (z) = (x + y) + iy

dari z = 0 ke z = 1 + i , jika

a. Garis lurus yang menghubungkan z = 0 ke z = 1 + i.

38

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

b. Parabola

c. Ruas garis dari z = 0 ke z = 1 , kemudian dari z = 1 ke z = 1 + i.

y = x

2

.

Penyelesaian.

dari z = 1 ke z = 1 + i . y = x 2 .
dari z = 1 ke z = 1 + i . y = x 2 .
dari z = 1 ke z = 1 + i . y = x 2 .

a.

Dalam kasus ini lintasan C adalah z(t) = t + it, 0 t 1 dan

z'(t) = 1 + i . Dengan demikian integral menjadi

b.

Dalam kasus ini lintasan C adalah

C

f

(

z dz

)

=

=

=

=

1

0

f

(

t

+

it

)(1

+

i dt

)

1

0

1

0

1

[2

[

t

t

+

+

3

i

+

2

2

it

](1

t dt

3 ]

i

.

+

i dt

)

( )

z t

= t + it

2

, 0

t

1

,

z'(t) = 1 + 2ti , dan

f (z(t)) = (t + t

2

menjadi

C

f

(

z dz

)

=

1

0

[(

t

+

t

2

)

+

) + it

2

it

2

](1

. Dengan demikian integral

+

i dt

)

=

=

1

0

1

i ( t

[

t

+

7

i

+

.

2

6

+

2

t

2

)

dt

39

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

c. Dalam kasus ini lintasan C terdiri dua bagian , katakan

C

1

: z(t) = t,

0 t

Pada

1dan C 2 : z(t) = 1 + it, 0 t 1.

C , z'(t) = 1, dan f (z(t)) = t . Dengan demikian integral menjadi

1

C

1

f

(

z dz

)

=

1

0

tdt

=

1

.

2

Pada

integral menjadi

C

2 , z'(t) = −i , dan f (z(t)) = −(t + it) . Dengan demikian

C

1

f

(

z ) dz

=

1

0

(

t

+

it ) dt

= −

1

1

+

2

2

i .

Jadi

C

f

(

z dz

)

=

C

1

f

(

z dz

)

+

C

2

f

(

z dz

)

=

1

2

i

.

Selanjutnya misalkan ingin ditentukan batas atas nilai mutlak integral, maka perlu

dicari bilangan M sehingga

M untuk semua z C dan panjang

f ( z )
f
(
z
)

lintasan L. Misalkan untuk C pada kasus (a) kita punyai dan L =

∫ f (z)dz ≤ ∫ f (z) dz ≤ 10 . C C
f (z)dz
f (z) dz
10 .
C
C
dan L = ∫ f (z)dz ≤ ∫ f (z) dz ≤ 10 . C C

2 sehingga

Dari contoh 1 di atas terlihat bahwa nilai integral akan berbeda untuk lintasan

yang berbeda.

Integral bebas lintasan

Terdapat suatu keadaan khusus, bahwa integral lintasan tidak bergantung terhadap

bentuk lintasannya, artinya nilai integral akan sama walaupun lintasanya berbeda

asalkan ujung-ujungnya sama. Dalam hal ini integral dikatakan bebas lintasan,

yang akan dijelaskan sebagai berikut.

40

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

Misalkan D merupakan sub himpunan dari himpunana bilangan riel dan fungsi

z(t) : D C terdiferensial di t. Selanjutnya misalkan fungsi

g(z) = u(x, y) + iv(x, y) terdiferensial di z(t).

Selanjutnya perhatikan bahwa

g(z(t)) = u(x(t), y(t)) + iv(x(t), y(t))

dan

d[g(z(t))]

=

du dx

+

du dy

+

i

⎛ ⎜ dv dx

+

dt

dx

dt

dy

dt

dx dt

dy

dt

dv dy

⎟ ⎟

.

Dengan menerapkan persamaan Cauchy Riemann, diperoleh

d

[

g

(

( ))]

z t

du dx

dv

dy

i

 

du dy

 

dt

=

=

dx

du

dt

+ i

dx

dt

+

⎛ ⎜ dv dx dx dt

dv

⎞ ⎟ ⎛ ⎜ dx

+ i

dy

+

dy

dt

⎟ ⎟

 

= g

dx dx

'(

( ))

⎠ ⎝

t

'( ).

z t

z

dt

dt

Kenyataan di atas dapat digunakan untuk menghitung integral lintasan sebagai

berikut. Misalkan F : D C dengan F '(z) = f (z) di D. Misalkan juga a dan b di

dalam D dan C D kontur/lintasan dari a ke b. Maka

C

f

(

z dz

)

=

β

α

f

(

( ))

z t

z

'( )

t

dt

, dimana z(t) : [α, β ] C ,

z(t) = x(t) + iy(t) merupakan representasi lintasan C. Telah diketahui bahwa

d

dt

F (z(t))

C

f

(

z dz

)

=

=

β

α

F '(z(t))z'(t)

=

f

(

( ))

z t

z

t dt

'( )

f (z(t))z'(t)

, sehingga

=

β

α

d

dt

F

(

( ))

z t

dt

= F (z(β )) F (z(α))

= F(b) F(a).

Perhatikan bahwa integral hanya bergantung pada titik a dab b dan tidak peduli

pada bentuk lintasan C. Integral ini dinamakan integral bebas lintasan (path

41

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

independent). Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa integral suatu fungsi

analitik untuk suatu litasan C di dalam pada domain terhubung sederhana D dari

titik a ke titik b adalah

f

(z)dz

=

F (b)

F (a)

C

dengan F '(z) = f (z) untuk z di D.

Dengan demikian jika C adalah lintasan tertutup maka

Contoh 2.

Tentukan

C

z

2

dz

C

f (z)dz

=

0 .

, jika C adalah kurva

y = x

2

dari z = 1 + i

ke z = 2 + 4i.

Penyelesaian. Kita tahu bahwa

semua z dan

F (z) =

1

3

z

3 . Jadi

C

2

f (z) = z adalah fungsi seluruh, jadi analitik untuk

z

2

dz

=

1

3

= −

[

(2

14

+

+

4 i )

3

18 i

3

.

(1

+

i

)

3

]

Soal latihan :

Tentukan

C

f (z)dz jika

1.

2.

3.

4.

5.

f (z) = y x 3ix

2 , C garis dari 0 ke 1 + i

f (z) = z , C parabola

y = x

2

dari 0 ke 1 + i.

f

(

z

) =

1

, C lingkaran jari-jari 2 pusat 0 arah positif (berlawanan

 

z

arah jarum jam).

f (z) = z + 2z , C lintasan dari 0 ke 1 kemudian dari 1 ke 1+ 2i.

f

(

z

) =

z + 2

z

, C lingkaran jari-jari 2 pusat 0 arah positif.

42

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

6.

7.

f

f

(

(

z

z

)

)

= ze

3

= z

2

z

+

, C garis dari 0 ke 1 + i

2

z

2

+

5

z +

1

, C parabola

8. f (z) = cos z , C setengah lingkaran

z
z

y = x

2

dari 0 ke 1 + i.

= π

dari z = −πi

ke z = πi .

9. f (z) = z sin z , C sebarang lintasan dari z = 0 ke z = πi .

10.

f

( z

) = sin

2

z

, C setengah lingkaran

z
z

= π

4.3 Teorema Cauchy - Goursat

dari

z = −πi

ke z = πi .

Pada bagian sebelumnya telah dibahas bahwa integral garis fungsi kompleks f(z) bergantung pada ujung-ujung dan bentuk lintasannya. Tetapi jika f(z) analitik maka pada domain terhubung sederhana D maka integral tidak akan bergantung

pada bentuk lintasannya dan nilainya nol jika lintasannya tertutup. Pada bagian ini akan dibahas untuk lintasan tertutup. Integral pada lintasan tertutup sederhana sering disebut dengan integral kontur. Ada beberapa definisi yang akan sering digunakan dalam pembahsan ini.

- Lintasan tertutup sederhana, adalah lintasan yang tidak memotong atau menyinggung dirinya sendiri (gambar 1)

tidak memotong atau menyinggung dirinya sendiri (gambar 1) (a) (b) (c) Gambar 1. Lintasan tertutup, (a)

(a)

memotong atau menyinggung dirinya sendiri (gambar 1) (a) (b) (c) Gambar 1. Lintasan tertutup, (a) sederhana,

(b)

atau menyinggung dirinya sendiri (gambar 1) (a) (b) (c) Gambar 1. Lintasan tertutup, (a) sederhana, (b)

(c)

Gambar 1. Lintasan tertutup, (a) sederhana, (b) sederhana, (c) tidak sederhana

- Domain terhubung sederhana, adalah jika setiap lintasan tertutup sederhana dalam domain tersebut melingkungi hanya titik-titik dalam domain. Sedangkan domain yang lainna disebut domain terhubung berganda (Gambar 2)

43

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

Bab 4. Integral Kompleks Yudiari (a) (b) (c) Gambar 2. Domain terhubung, (a) sederhana, (b) ganda

(a)

Bab 4. Integral Kompleks Yudiari (a) (b) (c) Gambar 2. Domain terhubung, (a) sederhana, (b) ganda

(b)

Bab 4. Integral Kompleks Yudiari (a) (b) (c) Gambar 2. Domain terhubung, (a) sederhana, (b) ganda

(c)

Gambar 2. Domain terhubung, (a) sederhana, (b) ganda dua, (c) ganda tiga

Teorema Cauchy Goursat. Jika f(z) analitik di dalam suatu domain terhubung

sederhana D, maka untuk setiap lintasan tertutup sederhana di dalam D berlaku

∫ f ( z dz ) = 0 . C C D
∫ f
(
z dz
)
= 0 .
C
C
D

Gambar 3. lintasan tertutup sederhana C di dalam D

Dengan kata lain integral kontur fungsi kompleks tidak tergantung lintasan yang

dilewatinya.

untuk sebarang lintasan tertutup C jika f (z) adalah fungsi

Contoh 3.

f

(

z dz

)

= 0

C

seluruh, misal f (z) = sin z, f (z) =

Contoh 4. Tentukan

C

f (z)dz jika

f

(

z

)

=

1

z 2 +

4

e

z

.

dan C linngkaran satuan arah

positif.

Penyelesaian. Titik singular dari

f

(

z

) =

1

z

2 + 4

adalah z = ±2i terletak di luar C.

Jadi

f

(

z

)

=

1

z 2 +

4

analitik pada dan di dalam C, sehingga

C

f

(

z dz

)

= 0

.

44

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

Teorema Cauchy-Goursat pada domain berganda

Sebuah anulus adalah daerah cincin, termasuk domain terhubung ganda dua,

terdiri dari dua kurva tertutup, C dan K( Gambar 4a). Jika arah kontur dibalik,

hasil integral akan menjadi negatifnya. Untuk kurva tertutup arah positif adalah

arah yang menyebabkan daerah integrasi berada di sebelah kiri lintasan integrasi.

Itulah sebabnya arah lintasan integrasi haruslah ditentukan pada integral kontur

fungsi kompleks.

C K
C
K

(a) (b)

pada integral kontur fungsi kompleks. C K (a) (b) Gambar 4. Lintasan integrasi ganda dua Integrasi

Gambar 4. Lintasan integrasi ganda dua

Integrasi menyusuri kurva batas daerah anulus ini dapat dipecah menjadi 4

integral dengan kontur masing-masing C’, Γ1, Γ2, dan –K’ (+K’ didefinisikan

searah dengan C). Kontur C’ adalah kontur C setelah terbelah oleh celah lintasan

Γ1 dan Γ2 yang masuk dan keluar di antara C dan K. Demikian pula kontur K’

adalah kontur K sesudah diberi celah tersebut di atas (Gambar 4). Celah harus

dibuat sedemikian kecil agar C’C dan K’ K. Nilai integral ini adalah

C

f

(

z dz

)

=

C

f

'

(

z dz

)

+

Γ

1

f

(

z dz

)

+

f

K

'

(

z dz

)

+

Γ

2

f

(

z dz

)

Jika diamati jelaslah bahwa Γ1 = - Γ2 sehingga kedua integralnya saling

menghilangkan.Untuk f(z) yang bersifat analitik di daerah anulus ini berlaku

teorema Cauchy-Goursat :

C

f

(

z dz

)

=

C

f

'

(

z dz

)

+

K

f

'

(

z dz

)

=

0

.

Karena C’C dan K’ → − K ,maka diperoleh

45

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

f (z)dz

=

C

K

f (z)dz .

(Dalam hal ini perhatikan bahwa lintasan C dan K memiliki arah yang sama).

Jadi di dalam daerah analitiknya, kontur tertutup integral kompleks boleh mengecil tanpa mengubah nilai integral itu sendiri. Sifat ini dapat diperluas pengertiannya jika anulusnya memiliki banyak lubang, katakanlah lubang K1, K2, , Kn (Domain berganda n), sehingga diperoleh

∫ f ( z dz ) = ∫ f ( z dz ) + ∫
f
(
z dz
)
=
f
(
z dz
)
+
f
(
z dz
)
+
+
C
K
K
K
1
2
n

f

(

z dz

)

.

Contoh. Hitunglah

C z

2

z + 3

1 2 n f ( z dz ) . Contoh. Hitunglah ∫ C z 2 z

+ z

dz

, dengan C lingkaran pusat 0, berjari-jari 3 arah

positif.

Penyelesaian.

Perhatikan bahwa fungsi

f

(

z

)

z

+

3

3

2

= z

2

+

z

z

z

+

1

=

tidak analitik di z = 0

dan z = 1. Kedua titik tersebut ”dibuang” dengan membentuk lingkaran

dengan pusat di titik tersebut (gambar 5). C K 1 K 2 -1 0
dengan pusat di titik tersebut (gambar 5).
C
K 1
K 2
-1
0

Gambar 5.

46

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

Dengan demikian f(z) analitik di dalam domain yang dibatasi oleh C, K 1 , K 2

sehingga diperoleh

z + 3 ⎛ 3 2 ⎞ ⎛ 3 2 ⎞ ∫ dz = ∫
z + 3
3
2
⎛ 3
2
dz =
⎟ dz +
⎟ dz
2
z
+
z
z
z + 1
z
z + 1
C
K
K
1
2
3 2 3 2 = ∫ dz − ∫ dz + ∫ dz − ∫
3
2
3
2
= ∫
dz −
dz +
dz
z
z +
1
z
z +
1
K
K
K
K
1
1
2
2

.

Menurut teorema Cauchy – Goursat maka integral suku pertama dan keempat di

ruas kanan adalah nol. Sehingga diperoleh

Soal Latihan

z + 3 ∫ 2 z + z C
z + 3
2
z
+
z
C

dz

= −

4π

i

+

6π

i

=

2π

i

.

1. Buktikan teorema Cauchy-Goursat.

2. Misalkan C daerah persegi dengan titik –titik sudut x = ±10, y = ±10 arah

1

positif. Tentukan

x = ± 10, y = ± 10 arah 1 positif. Tentukan ∫ C z dz

C

z

dz .

1 3. Tentukan ∫ z − 1 C
1
3. Tentukan ∫
z
− 1
C

positif.

dz

4. Tentukan ∫ 1 dz z + 1 C
4. Tentukan ∫
1 dz
z
+ 1
C

, dengan C sebarang lingkaran berpusat di z = 1 arah

, dengan C sebarang lingkaran berpusat di z = – 1 arah

positif.

1 5. Tentukan ∫ 2 − 1 C z
1
5. Tentukan ∫
2
− 1
C z

dz

, dengan C ellips 4

x

2

+ y

2

=

36 arah positif.

1 6. Tentukan ∫ 2 − 1 C z
1
6. Tentukan ∫
2
− 1
C z

dz

, dengan C lingkaran

x

2

10

x + y

2

7 z − 2 7. Tentukan ∫ ( z + 1)( z − 2) C
7
z −
2
7. Tentukan ∫
(
z
+
1)(
z
2)
C

dz

, dengan C lingkaran

3 z = 2
3
z
=
2

=

0

arah positif.

arah positif.

47

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

4.4 Rumus integral Cauchy

Misalkan fungsi f(z) analitik di dalam suatu daerah yang memuat lintasan tertutup

sederhana C arah positif, dan misalkan z titik interior C. 0 Karena f analitik maka
sederhana C arah positif, dan misalkan
z
titik interior C.
0
Karena f
analitik maka f
kontinu di
z
sehingga
untuk setiap bilangan positif
0
ε > 0 terdapat δ > 0 sehingga jika
z − z
<
0 maka
f
( z
) −
f
(
z
< ε
. Misalkan
0
0 )

ρ > 0 sedemikian sehingga ρ < δ dan lingkaran

dalam C.

C K z 0 ρ
C
K
z 0
ρ

K

= {

z

:

z − z 0
z
z
0

= ρ

} berada di

Fungsi

f

(

z

)

z

z

0

Gambar 5. Integral Cauchy

analitik di daerah antara C dan K. Maka menurut teorema Cauchy

Perhatikan bahwa

Jadi

f ( z ) f ( z ) ∫ dz = ∫ dz . z
f
(
z
)
f
(
z
)
dz =
dz
.
z
z
z
z
0
0
C
K
2
π
it
f
(
z
)
f
(
z
+
ρ
e
)
0
it
dz =
lim
i
ρ
e
it
z
z
ρ
0
ρ
e
0
K
0
= if (z
dt
0 )
0
= 2
πif
(
z
)
.
0
f
(
z
)
f
(
z
)
dz =
dz
= 2
πif
(
z
.
0 )
z
z
z
z
0
0
C
K

dt

atau

48

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

f ( z ) ∫ dz = 2 πif ( z 0 ) z −
f
(
z
)
dz =
2
πif
(
z
0 )
z
z
0
C
atau
1
f
(
z
)
f
(
z
)
=
dz
.
0
2
π
i
z
z
0
C
yang biasa disebut Rumus Integral Cauchy.
2
z
Contoh 6. Tentukan
dz
, Jika C :
z
= 2
arah positif.
(
z
1)(
z
+
4)
C

Penyelesaian.

Perhatikan bahwa integran tidak analitik di z = 1 dan di z = – 4. Dari

kedua titik ini, yang berada di dalam C adalah z = 1. Jadi z = 1

merupakan titik interior dari C, sehingga integran dapat ditulis

dengan

f

(

z

)

2 z

= z + 4

.

f

(

z

)

z

1

Sekarang fungsi f(z) ini analitik pada dan di dalam lintasan C, sehingga

dengan menggunakan rumus integral Cauchy, diperoleh

2 z ∫ ( z − 1)( z + 4) C
2
z
(
z
1)(
z
+
4)
C
f ( z 4 dz = ∫ ) dz = 2 π if (1) =
f
(
z
4
dz
=
) dz
=
2
π
if
(1)
=
π
i .
z
− 1
5
C

Turunan fungsi analitik

Secara umum, jika z 0 adalah titik interior pada C maka bentuk integral Cauchy

menjadi

f

(

z

0

)

=

1 f ( z ) ∫ 2 π i z − z 0 C
1
f
(
z
)
2
π
i
z
z
0
C

dz

dengan z di dalam C.

Selanjutnya rumus tersebut dapat diperumum dengan mencari turunannya hingga

tingkat ke-n. Dalam rumus integral Cauchy, turunan fungsi f di titik z 0 adalah

f

'(

z

0

) =

Turunan keduanya adalah

1 f ( z ) ∫ 2 2 π i ( z − z )
1
f
(
z
)
2
2
π
i
(
z
z
)
C
0

dz

. (tunjukkan!)

49

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

2! f ( z ) f ''( z ) = ∫ dz . 0 3
2!
f
(
z
)
f
''(
z
)
=
dz
.
0
3
2
π
i
(
z
z
)
C
0
Hingga diperoleh turunan ke-n adalah
n
!
f
(
z
)
(
n
)
f
(
z
) =
dz
.
0
n
+
1
2
π
i
(
z
z
)
C
0
Yang biasa ditulis dalam bentuk
f
(
z
)
2
π
i
(
n )
dz =
f
(
z
.
0 )
n + 1
(
z
z
)
n !
C
0

Uraian di atas dapat dnyatakan dalam teorema berikut

Teorema. Jika f(z) analitik pada dan di dalam suatu kurva tertutup sederhana C,

maka

f

(

n

)

(

z

0

)

ada untuk setiap bilangan bulat n, dan dinyatakan dalam rumus

f

(

n

)

(

z

0

) =

dzbulat n , dan dinyatakan dalam rumus f ( n ) ( z 0 ) =

.

Hal ini mengakibatkan jika suatu fungsi analitik di suatu titik maka turunan untuk

semua tingkatnya , f’, f’’,

, juga analitik di titik tersebut.

3 z + 3 Contoh 7. Tentukan ∫ 3 ( z − 2) C
3
z
+ 3
Contoh 7. Tentukan ∫
3
(
z −
2)
C

dz

, jika

C :

z
z

= 3

arah positif.

Penyelesaian.

Dalam hal ini

rumus integral Cauchy yang telah diperumum, diperoleh,

f z

(

)

3

+

3

, z 0 = 2, dan n = 2. Dengan menggunakan

= z

Soal Latihan

1. Hitunglah

a.

g

(

z

3 z + 3 2 πi ∫ dz = f ''(2) = 12 π i.
3
z
+
3
2 πi
dz
=
f ''(2) = 12 π i.
3
(
z −
2)
2
C
g
(
z dz
)
, jika
C
sin
z
)
=
,
C
:
z
=
1
arah positif
2
z
+
3
z
+
2

50

Bab 4. Integral Kompleks

Yudiari

z b. g ( z ) = , C : z − 2 = 2
z
b.
g
(
z
) =
,
C :
z − 2
= 2
.
2
2
(
z +
9)
2
2
z
z
2
c.
g
(
z
) =
,
C :
z
= 3
.
z − 2
z
2.
Hitunglah ∫
dz
, jika C seperti pada gambar berikut.
2
(
z
+ 4)
C
dz , jika C seperti pada gambar berikut. 2 ( z + 4) C (a) (b)

(a)

, jika C seperti pada gambar berikut. 2 ( z + 4) C (a) (b) 3.

(b)

3. Jika C adalah kontur tertutup dalam arah positif dan

Hitunglah

g

(

z

g

(

z

0

) =

2 2 z − 2 ∫ 2 ( z − z ) C 0
2
2
z
2
2
(
z
z
)
C
0

dz

.

0

)

jika (a). z 0 di dalam C dan (b). z 0 di luar C

z e 4. Jika a bilangan ral positif, hitung integral ∫ dz dalam arah positif,
z
e
4. Jika a bilangan ral positif, hitung integral ∫
dz
dalam arah positif,
2
2
+ a
C z
jika
a. C :
z
= 2
a
b. C :
z
ai
= a
.

51