Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA

Pokok Bahasan

: Pola Hidup Sehat

Sub Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pada Lansia Penyuluh Hari/Tanggal Waktu Tempat Sasaran : Mahasiswi Gizi Poltekkes : 1 januari 2013 : 09.00 WIB - selesai : Auditorium Poltekkes : Lansia Awal

I.

Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) Peserta dapat mengetahui dan memahami tentang pola hidup sehat.

II.

Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) A. B. Peserta dapat menjelaskan tentang pengertian pola hidup sehat. Peserta dapat mengetahui, memahami dan Faktor-faktor yang mempengaruhi pola hidup sehat bagi lansia C. Peserta mengetahui, memahami, dapat menjelaskan pentingnya Gizi Seimbang untuk Hidup Sehat. D. Peserta dapat menyebutkan manfaat dari perilaku hidup sehat bagi lansia.

III.

Materi A. Pengertian pola hidup sehat B. . C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola hidup sehat bagi lansia

pentingnya Gizi Seimbang untuk Hidup Sehat.

D. IV.

manfaat dari perilaku hidup sehat bagi lansia.

Media A. Leaflet B. LCD

V.

Metode A. Ceramah B. Tanya jawab

VI.

Pelaksanaan No Acara 1. Pembukaan Waktu 5 menit Kegiatan Penyuluhan a. Mengucapkan salam dan terima kasih atas kedatangan para peserta. b. Memperkenalkan diri dan apersepsi. a. b. Evaluasi Menjawab salam, Mendengarkan dengan seksama.

2.

Inti

15 menit

c.

d.

Menjelaskan tentang pengertian pola Mendengarkan hidup sehat. dan Mengetahui,memahami Faktor-faktor memperhatikan yang mempengaruhi pola hidup sehat bagi lansia Mengetahui,memahami,dapat menjelaskan pentingnya Gizi Seimbang untuk Hidup Sehat. Menyebutkan manfaat dari perilaku hidup sehat bagi lansia.

Tanya jawab

10 menit

Meminta peserta untuk pertanyaan jika belum jelas

3.

Penutup

5 menit

mengajukan Peserta mengajukan pertanyaan a. Menyimpulkan hasil penyuluhan Peserta b. Memberi saran dan kritik memperhatikan c. Memberi salam dan meminta maaf bila dan menjawab ada kesalahan salam d. Mengucapkan terima kasih atas perhatian dan mengucapkan salam penutup

VII.

Materi

A. Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pada Lansia Pola hidup sehat adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau serta mampu melakukan perilaku hidup sehat. Gaya hidup sangat mempengaruhi penampilan untuk menjadi awet muda dan panjang umur atau sebaliknya. Terutama mengatur pola makan setelah berusia 40 tahun keatas, sangatlah penting. Asupan gizi seimbang sangat diperlukan tubuh jika ingin awet muda dan berusia lanjut dalam keadaan tetap sehat. Gizi seimbang adalah keseimbangan antara zat-zat penting yang terkandung di dalam makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dapat disangkal, banyak kendala yang dihadapi manusia saat memasuki pertambahan usia dan mulai menua. Terutama bila sejak muda tidak menerapakan pola hidup sehat atau sudah terserang beragam penyakit seperti stroke, hipertensi, jantung, dsb. Bahkan ketajaman penglihatan manusia sudah berkurang sejak berusia 40 tahun. Kemampuan tersebut berkurang terutama untuk melihat jarak dekat sehingga memerlukan kaca mata berlensa cembung. Keadaan ini tidak dapat dihindari, namun mudah diatasi dengan menggunakan kacamata. Penyebabnya biasa bermacam-macam namun lebih sering karena ketuaan itu sendiri dan akibat kencing manis serta pola makan yang tidak teratur. Masa tua bagi sebagian masyarakat adalah masa-masa yang menakutkan. oleh karena itu, berbagai upaya dilaukan untuk menyiapkan investasi kesehatan diusia tua. Penuaan adalah sebuah proses alami. Setiap orang akan mengalami fase yang mengarah kepada penuaan. Seseorang dianggap berhasil menjalani proses penuaan jika dapat terhindar dari berbagai penyakit, organ tubuhnya dapat berfungsi dengan baik, serta kemampuan berfikirnya/ kognitif masih tajam. Para usia lanjut yang berhasil mempertahankan fungsi gerak dan berfikirnya dianggap berhasil menghadapi penuaan sehingga dapat bekerja aktif terutama disektor informal. Mereka biasanya dapat berbagi pengalaman dan telah mencapai tahap perkembangan psikologis dimana mereka dianggap bijaksana menyikapi kehidupan dan mendalami kehidupan spiritual.

Agar tetap aktif sampai tua, sejak muda seseorang perlu melakukan mempertahankan kemudian pola hidup sehat dengan menkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, melakukan aktifitas fisik/ olahraga secara benar dan teratur dan tidak merokok. Rencana hidup yang realistis seharusnya sudah dirancang jauh sebelum memasuki masa lanjut usia, paling tidak individu sudah punya bayangan aktivitas apa yang akan dilakukan kelak bila pensiun sesuia dengan kemampuan dan minatnya. Berdasarkan prinsip tersebut maka lanjut usia merupakan usia yang penuh kemandirian baik dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari, bekerja maupun berolahraga. Dengan menjaga kesehatan fisik, mental, spiritual, ekonomi, dan social, seseorang dapat memilih masa tua yang lebih membahagiakan, terhindar dari banyak masalah kesehatan. Pola hidup dan pola makanan bisa mempengaruhi terjadinya proses penuaan. Misalnya pola makanan yang tidak seimbang antara asupan dengan kebutuhan baik jumlah maupun jenis makanannya, seperti makan makanan tinggi lemak, kurang mengkonsumsi sayuran dan buah dan sebagainya. Juga makanan yang melebihi kebutuhan tubuh yang biasa dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Pola hidup Sehat biasa juga dipengaruhi kurangnya aktifitas fisik. Akibatnya, timbul penyakit yang sering diderita antara lain diabetes militus atau kencing manis, penyakit jantung, hipertensi, kanker atau keganasan dll. Jika sudah terjadi penyakit tersebut harus diterapi dan selanjutnya harus menerapkan pola hidup terutama pola makan yang benar, sehingga kerusakan yang terjadi tidak menjadi lebih berat. Menginjak usia 40 tahun keatas, tidak perlu menghindari pada satu jenis makanan tertentu. Sepanjang orang tersebut dalam keadaan sehat atau tidak menderita suatu penyakit, tidak perlu menghindari terhadap jenis makanan tertentu. Terpenting adalah selalu menerapakan pola hidup maupun pola makan yang sehat dengan menerapkan Gizi Seimbang dalam hidupnya. B. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi pola hidup sehat pada Lansia: a. Faktor Makanan Usia tua sudah di mulai pada umur 40 tahun, karena perkembangan fisik akan menurun, tapi perkembangan mental terus berlangsung. Mulai saat itulah kita harus bisa menahan diri untuk 4

tidak mengkonsumsi makanan yang hanya di sukai dan yang memberi kepuasan, karena enak di mulut. Tapi memikirkan akibatnya dalam tubuh, karena bukan lagi kesehatan jadi baik, tapi sudah membuat penyakit di tubuh kita. Bagi lansia sebaiknya mengkonsumsi makanan seperti sayuran segar yang di cuci bersih dengan pestisida, buah segar, tahu, tempe yang berprotein tinggi. Terutama hati yang banyak mengandung gizi seperti kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, B2, B12 dan vitamin C. b. Faktor Istirahat Istirahat yang cukup sangat di butuhkan dalam tubuh kita. Orang lansia harus tidur lima sampai enam jam sehari. Banyak orang kurang tidur jadi lemas, tidak ada semangat, lekas marah, dan stress. Bila kita kurang tidur hendaknya di isi dengan ekstra makan. Dan bila tidur terganggu perlu konsultasi ke dokter. Hobi untuk menonton televise boleh saja, tapi jangan sampai larut malam. c. Olahraga Olahraga yang teratur apapun itu, baik untuk kesehatan kita seperti senam, berenang, jalan kaki, yoga, waitangkung, taichi, dan lain-lain. Berolahraga bersama orang lain lebih menguntungkan, karena dapat bersosialisasi, berjumpa dengan teman-teman, dan mendapat kenalan baru, mengadakan kegiatan lainnya, seperti bisa berwisata dan makan bersama. Kebanyakan olahraga dilakukan pada pagi hari setelah subuh. Dimana udara masih bersih. Berolahraga dapat menurunkan kecemasan dan mengurangi perasaan depresi dan lowself esteem. Selain fisik sehat jiwa juga terisi, membuat kita merasa muda dan sehat di usia tua. d. Faktor Perilaku 1. Perilaku yang dianjurkan a b Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mau menerima keadaan, sabar, dan optimis serta meningkat rasa percaya diri dengan melakukan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan. c Menjalin hubungan yang teratur dengan keluarga dan sesama. 5

d e f g h i j 2. a b. c. d. e. f. g. h.

Olahraga ringan tiap hari. Makan sedikit tapi sering, dan pilih makanan yang sesuai serta banyak minum. Berhenti merokok dan minum minuman keras. Minum obat sesuai dengan anjuran dokter/ petugas kesehatan yang lain. Mengembangkan hobi sesuai kemampuan. Tetap memelihara dan bergairah dalam kehidupan sex. Memeriksakan kesehatan dan gigi secara teratur. Perilaku yang kurang baik Pemarah, merasa tidak puas, murung, dan putus asa. Menyendiri. Kurang gerak. Makan yang tidak teratur dan kurang tidur. Melanjutkan kebiasaan merokok dan minum minuman keras. Minum obat penenang dan penghilang rasa sakit tanpa aturan. Melakukan kegiatan yang melebihi kemampuan. Tidak memeriksakan kesehatan dan gigi secara teratur.

C. Pentingnya Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pentingnya pola hidup sehat terutama dengan gizi seimbang adalah Dengan memperhatikan Asupan gizi dan kebutuhan tubuh serta menerapkan gizi seimbang dalam hidupnya maka akan terpenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan usia lanjut untuk mempertahankan Kesehatan dan menunda penurunan fungsi organ. Adapun Syarat Menu Seimbang lansia :

1. Mengandung zat gizi yang terdiri : zat tenaga, zat pembangun, zat pengatur. 2. Jumlah kalori yang dikonsumsi adalah 50% hidrat arang (sayuran, kacang -kacangan, dan biji-bijian).

3. Jumlah lemak dalam makanan dibatasi yaitu 25% - 30% dari total kalori. 4. Jumlah protein yang baik yaitu 8% - 10% daritotal kalori. 5. Dianjurkan makan tinggi serat 6. Makan tinggi kalsium (susu non fat, yoghurt, dan ikan). 7 Makanan tinggi Fe (kacang-kacangan, hati, daging, bayam, sayuran hijau). 8. Membatasi penggunaan garam (monosodium glutamat, sodium bikarbonat, dan sodium sitrat) 9. .Bahan makanan sebaiknya yang mudah dicerna 10. .Hindari makanan / minuman mengandung alkohol

D. Manfaat dari Perilaku Hidup Sehat Diantara manfaat yang bisa didapat dengan menerapkan pola hidup sehat pada usia Lansia adalah hidup akan menjadi lebih taqwa dan tenang, tetap ceria dan mengisi waktu luang, keberadaannya tetap diakui keluarga dan masyarakat, kesegaran dan kebugaran tubuh tetap terpelihara, terhindar dari kegemukan/ kekurusan dan penyakit yang berbahaya di masa tua, penyakit jantung, paru-paru, dan kanker paru-paru dapat dicegah, mencegah keracunan obat dan efek samping lainnya, mengurang stress, kecemasan dan membuat merasa awet muda, hubungan harmonis tetap terpelihara, gangguan kesehatan dapat diketahui dan diatasi sesegera mungkin.