Anda di halaman 1dari 2

PERLINDUNGAN TERHADAP KERUSAKAN JARINGAN LUNAK Resistensi terhadap kerusakan fisik.

Glikoprotein air liur, seperti MUC5B, MUC7 dan glikoprotein kaya prolin berperan sebagai pelumas jaringan mulut yang berfungsi untuk mengurangi trauma pada jaringan lunak selama pengunyahan, menelan, dan berbicara. Glikoprotein juga membantu menjaga lapisan utuh air liur saat kontak dengan mukosa mulut yang mencegah dari kekeringan. Ketika aliran saliva rendah, daerah mukosa menjadi kering dan jauh lebih rentan terhadap abrasi (misalnya: dengan gigi tiruan). Volume residu buffer saliva dari makanan panas dan dingin dapat saja menyebabkan kerusakan termal pada mukosa mulut. Beberapa protein saliva, terutama protein kaya prolin memiliki kemampuan untuk mengikat dan menyerap tannin (bahan yang biasanya dikandung oleh anggur merah, teh, dan stroberi) pada mukosa mulut dan saluran pencernaan. Tannin memiliki kemampuan untuk menghambat beberapa enzim pencernaan, seperti tripsin dan mengendapkan protein lainnya. Efek anti bakteri dan anti jamur Jumlah bakteri dalam air lliur dapat mencapai 109/mL, dan biasanya bakteri-bakteri ini dibersihkan saat proses menelan. Pada pasien dengan laju saliva yang tidak terstimulasi, pembersihan bakteri dan sel-sel epiterl yang terlepas sangat berkurang, meningkatkan kecenderungan terjadinya halitosis, terutama sebelum sarapan (karena aliran saliva telah jauh berkurang saat tidur). Gambaran penting dari aliran berkelanjutan saliva yang tidak terstimulasi kedalam mulut adalah bahwa hal ini mengurangi kemungkinan bakteri mulut akan dapat naik ke duktus saliva dan menginfeksi kelenjar. Meskipun air liur mengandung beberapa factor antibakteri, seperti lisozim, flora mulut yang khas tidak terpengaruh secara signifikan oleh factor-faktor antibakteri tersebut. Protein ini bisa mengusir bakteri transien, namun air liur juga mengandung beberapa protein yang kaya akan histidin, disebut histatin, yang memilliki aktifitas anti jamur yang kuat. Orang dengan hiposalivasi lebih peka terhadap infeksi jamur, biasanya dengan Candida albicans. Amilase, selain mengkatalisis hidrolisis 1-4 glikosidik dalam pati, memiliki kemampuan untuk mengikat mikroorganisme oral tertentu seperti Streptococcus gordonii, Stretococcus mitis, Stretococcus oralis. MUC5B dan agglutinin telah memiliki kemampuan yang sama, Murray dan Kolega-kolega menyatakan bahwa pembentukan agregat bakteri akan memfasilitasi pembersihan bakteri jika kemampuan agregat bakteri untuk berikatan dengan gigi lebih kecil dari pada kemampuan mikroorganisme tunggal. Air liur mengandung beberapa cystatins yang menghambat protease sistein, enzim proteolitik yang diproduksi oleh beberapa pathogen oral. belum jelas apakah enzim ini memiliki efek perlindungan klinis yang signifikan dalam mulut Dua jenis immunoglobulin utama dalam keseluruhan saliva: sekretori immunoglobulin A (sIgA) dan immunoglobulin G (IgG). sIgA adalah dimer dari IgA serta dua molekul protein lain, yaitu rantai J dan komponen sekretori. Rantai J dan komponen sekretori diyakini mengurangi laju kerusakan proteolitik sIgA di mulut. Rantai J dan dimer IgA disintesis oleh sel plasma dalam kelenjar ludah. Karena rantai J dan dimer IgA diangkut melalui sel-sel asinar saliva dalam

perjalanannya ke lumen kelenjar kemudian kedua molekur protein ini melekat pada komponen sekretori, yang disintesis oleh sel-sel asinar, untuk membentuk sIgA. IgG memasuki keseluruhan saliva terutama melalui cairan sulkus gingiva. Immunoglobulin ini mampu mengikat beberapa antigen yang larut dan antigen tertentu, terermasuk beberapa bakteri dan virus, dan IgG berperan sebagai kekebalan adaptif. Namun, pasien dengan defisiensi selektif IgA biasanya tidak menunjukkan peningkatan bukti penyakit mulut, kemungkinan karena peningkatan kompensasi dalam pembentukan IgM pada saliva.