Anda di halaman 1dari 16

Nama : Tarisa Zakiri NPM : 1112012034

ANALISA STRATEGI SITUASI DAN KONDISI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BANGSA MELALUI PIKIRAN

1. POLITIK STRATEGI NASIONAL (POLSTANAS) DI KOTA DENPASAR 2. Arti dari ketahanan jati diri warga daerah Denpasar yaitu: a. Individu Kekuatan: saling menghargai dan menghormati antar individu, penyelenggaraan hak dan kewajiban yang terjamin, memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, tidak meninggalkan budaya yg ada namun melestarikannya, tugas lapisan masyarakat dilaksanakan dengan baik. Kelemahan: rasa individual dan egoisme masih cukup tinggi, watak yang cukup keras, kurangnya pengembangan jati diri sendiri, adanya pembagian tingkatan sosial yang sangat kental. Peluang: meningkatkan dan membangun kota, fasilitas diberikan secara merata, jangan mudah terpengaruh oleh orang luar, tingkatkan jati diri sendiri, tingkatkan pelestarian budaya. Ancaman: lebih mudah terpengaruh penduduk luar, lebih rentan hilangnya jati diri, adanya pembagian tingkat sosial yang cukup mengganggu, watak keras sehingga susah untuk ditentang.

b. Keluarga Kekuatan: menciptakan keluarga yang harmonis, tidak mementingkan kepentingan sendiri di dalam keluarga, menyelaraskan dan menyeimbanngkan diri terhadap lingkungan keluarga, adanya tolerandi antar anggota keluarga, ciptakan rasa kepercayaan dan menyayangi antar anggota keluarga. Kelemahan: adanya konflik dalam keluarga, adanya perbedaan pendapat yg sulit diatasi, rasa egoisme dlm keluaraga masih ada, adanya perebutan warisan dalam keluarga, kurangnya menjaga keutuhan keluarga. Peluang: terciptanya keluarga yang harmonis, terciptanya suasana yang aman dan menyenangkan, dapat tercipta rasa saling menyayangi dan

melindungi satu sama lain, keluarga dapat menjadi tempat sandaran yang tidak kenal lelah. Ancaman: kesibukan dari orang tua yang menyebabkan anak lalai, kebebasan di dalam keluarga menyebabkan anak bersikap bebas dan semena-mena, kurangnya kasih saying di dalam keluarga, rasa individual yang cukup tinggi, kurangnya kemampuan untuk membuat keluarga harmonis.

c. Lingkungan Kekuatan: adanya lingkungan yang baik dan tidak dipenuhi banyak bangunan tinggi, adanya kesadaran dalam masyarakat yang menyebabkan lingkungan bersih dan aman, adanya peraturan yang mengatur untuk melindungi lingkungan, adanya lingkungan yang kental dengan budaya yang dimiliki tanpa terpengaruh penduduk luar, banyak yang dapat dikelola dan dilestarikan dari lingkunan tersebut. Kelemahan: kurangnya rasa kesadaran diri untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan baik lagi, rasa individualis di lingkungan masih ada, watak yang keras sehingga mudah tercadinya konflik dalam lingkungan itu sendiri. Peluang: menciptakan lingkungan yang baik dan selaras seimbang, meningkatkan rasa kesatuan, mempunyai tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, kesadaran yang cukup baik untuk tetap menjagai lingkungan baik yang sudah ada. Ancaman: timbulnya konflik, susahnya bersifat sedikit longgar terhadap lingkungan, toleransi yang masih kurang, kurangnya kesadaran lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan, mudah terancam penduduk luar.

d. Daerah Kekuatan: daerah yang cukup strategis, memiliki peluang yang cukup besar, potensi alam yang besar, peningkatan daerah yang sangat pesat, adanya peraturan yang mengatur mengenai daerah, daerah yang baik menyebabkan lebih terjaminnya hidup, daerah sudah terbangun dengan cukup pesat.

Kelemahan: kelemahan pemerintah dan masyarakat untuk mengurus daerahnya sendiri tanpa campur tangan penduduk luar, kurangnya rasa kesatuan dalam daerah itu. Peluang: pertumbuhan yang pesat dari daerah dapat dimanfaatkan dengan baik, meningkatkan jati diri yang baik dalam daerah, terciptanya kesatuan dari daerah itu sendiri, meningkatkan daerah menjadi lebih baik lagi. Ancaman: adanya penduduk yang tidak bertanggung jawab menjaga daerah, merusak daerah sendiri tanpa rasa bersalah, penduduk luar yang dapat mempengaruhi jati diri daerah.

e. Nasional Kekuatan: Undang-undang telah mengatur segala yang ada, peningkatan dan pembangunan nasional secara bersama, adanya rasa nasionalisme, adanya hak dan kewajiban yang dijaga dan dihormati di dalam nasional. Kelemahan: masih adanya rasa individualis, adanya saling membebani tanggung jawab ke orang lain, kurangnya kesadaran untuk menjaga nasionalisme. Peluang: pembangunan nasional dapat diciptakan dengan baik, rasa nasionalisme yang ada harus dijaga dan ditingkatkan, tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Ancaman: rendahnya rasa solidaritas, rasa egoisme dan individualis yang merajalela, penduduk luar dapat mengancam jati diri nasional, perubahan dan pembangunan masih ada campur tangan dari penduduk luar.

3. Arti dari trigatra: a. Luas Wilayah: Kecamatan Denpasar Selatan Denpasar Timur Denpasar Barat Jumlah Total Luas (km2) 49,99 27,73 50,06 127,78

Orientasi Wilayah Secara geografis wilayah Kota Denpasar berada antara 0803531-0804449LS dan 11501023-11501627 BT dengan luas wilayah 127,78 Km dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kabupaten Badung Batas Selatan : Kabupaten Badung Batas Timur : Selat Badung atau Samudra Hindia Batas Barat : Kabupaten Gianyar Denpasar terdiri dari 3 kecamatan dan 43 desa/kelurahan. Kecamatan tersebut yaitu Denpasar Selatan (49,99 km 2), Denpasar Timur (27,73 km 2) dan Denpasar Barat (50,06 km2). Daerah terpenting termasuk masyarakat Pantai Sanur dan Pelabuhan Benoa. Wilayah Denpasar merupakan 2,27% wilayah Bali secara keseluruhan. Denpasar terletak 0-75 meter di atas permukaan laut. Curah hujan rata-rata sebesar 244 mm per bulan. Temperatur rata-rata pada tahun 2000 sebesar 29,8oC dengan rata-rata terendah 24,3oC. Bulan terdingin yaitu bulan Juli dengan temperatur 25,7oC, sedangkan bulan terpanas yaitu bulan Desember dengan temperatur rata-rata 28oC. Hampir 25% wilayah Denpasar merupakan sawah dan perternakan dengan luas area 3.147 ha dari total luas 12.778 ha. b. Sumber Daya B1. Sumber Daya Alam Kekuatan : a. Memiliki daerah laut yang luas b. Panjang wilayah pantai di Kota Denpasar adalah 43,380 km 2 c. Mengenai air bersih hampir seluruh Kota Denpasar kebutuhannya dipenuhi oleh PDAM yang memanfaatkan debit air di sungai Ayung dan beberapa sumur bor. d. Luas lahan sawah 2.717 Ha, luas lahan perkebunan 396 Ha dan luas lahan kering 7.831 Ha. e. Luas lahan perkebunan termasuk tanaman kayu-kayuan 396 Ha, sedangkan luas kawasan hutan di Kota Denpasar 734,50 Ha dengan rincian hutan alam 538 Ha dan hutan tanaman 75 Ha keseluruhannya merupakan hutan negara dan hutan rakyat. f. Hewan ternak yang juga menjadi komoditas unggulan adalah babi sadle back sebagai komoditi ekspor dan keunggulan sapi Bali terus

dikembangkan dengan kawin suntik atau inseminasi buatan, sehingga terjadi peningkatan populasi ternak. g. Untuk perikanan laut telah tersedia pelabuhan perikanan Benoa yang didukung oleh Armada penangakapan ikan sebanyak 902 buah berupa 94 perahu tanpa motor, 179 perahu tempel dan 629 kapal motor yang kesemuanya dilengkapi alat penangkap ikan.

Kelemahan : a. Selama kurang lebih lima tahun terakhir ini luas lahan sawah berkurang sekitar 283 Ha. atau menyusut rata-rata tiap tahun sekitar 2,8 %. b. Menyusutnya lahan produktif karena adanya alih mengakibatkan produksi pertanian menjadi menurun. fungsi lahan

c. Komposisi penggunaan lahan antara industri dan kekayaan alam tidak stabil. d. Banyaknya penebangan liar.

Peluang : a. Banyak lahan yang bisa dijadikan peluang. b. Perikanan yang baik. c. Sumber daya yang melimpah. d. Perairan yang maju. e. Kota yang cukup terkenal.

Ancaman : a. Luas wilayah sawah yang semkain menurun setiap tahunnya. b. Tidak adanya penegakan hukum yang tegas. c. Kurangnya usaha pengembangan sumbur daya alam dari penduduk maupun pemerintah itu sendiri.

d. Penduduk luar ikut mengambil dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. e. Wilayah pantai yang mulai tercemar dengan sampah.

B2. Sumber daya buatan/pabrik/industry Kekuatan : a. Terkenal sebagai kota pariwisata. b. Kota Denpasar memiliki lokasi yang strategis. c. Salah satu kota yang memiliki bandara internasional. d. Usaha dari berbagai sektor usaha sudah beranekaragam dan cukup berkembang. e. Pertumbuhan industri pariwisata di Pulau Bali mendorong Kota Denpasar menjadi pusat kegiatan bisnis, dan menempatkan kota ini sebagai daerah yang memiliki pendapatan per kapita dan pertumbuhan tinggi di Provinsi Bali.

Kelemahan : a. Struktur perekonomian Kota Denpasar sedikit berbeda bila dibandingkan dengan struktur perekonomian Provinsi Bali pada umumnya, dengan menempatkan sektor perdagangan, hotel dan restoran mendominasi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Denpasar. b. Lahan yang dikelola mengganggu keadaan alam. c. Tidak terorganisirnya pembangunan. d. Belum memadainya sistem kereta api dengan baik.

Peluang : a. Memberikan peningkatan pelayanan.

b. Semakin majunya teknologi di Denpasar. c. Transportasi yang semakin maju. d. Akses untuk keluar kota lebih nyaman. e. Banyaknya turis lokal maupun turis luar yang dapat menambah pengetahuan dan pembelajaran bagi industri kota Denpasar.

Ancaman : a. Luas sawah yang semakin berkurang menyebabkan industry pangan semakin berkurang. b. Laut yang semakin kotor menyebabkan sektor pariwisata terganggu. c. Tercemarnya lingkungan. d. Lahan yang semakin sempit.

B3. Sumber daya budaya Sementara seni dan budaya di Kota Denpasar secara garis besar identik dengan seni dan budaya Bali umumnya, walau di sini telah terjadi interaksi perpaduan dengan budaya lain seiring dengan kedatangan para wisatawan dari berbagai kalangan. Namun nilai tradisional yang dijiwai oleh ritual-ritual agama Hindu masih kental mewarnai kota ini. Peranan Adat Bali masih mengakar pada masyarakat Kota Denpasar, Adat Bali yang dimaksud meliputi, nilai, norma dan perilaku dalam masyarakat umumnya pada sistem kekeluargaan patrilineal. Namun seiring zaman beberapa hukum adat yang berlaku mulai dipertentangkan oleh masyarakatnya, terutama dalam masalah gender dan pewarisan. [

B4. Sumber Daya Manusia Di Kota Denpasar telah berdiri beberapa perguruan tinggi diantaranya Institut Seni Indonesia Denpasar. Pendidikan Formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan SMA atau MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Pergurua n Tinggi

Jumlah Satuan

229

swasta 59

34

29

25

a. Arti dari IPOLESBUD HANKAM : a. Ideologi A1. Ideologi terhadap politik Di kota Denpasar menggunakan politik demokrasi yang berarti rakyat boleh memberikan aspirasinya kepada pemerintah Denpasar. Contoh : Rakyat memberikan kritik dan saran melalui demo kepada menteri pendidikan agar memberikan pelayanan pendidikan yang merata.

A2. Ideologi terhadap ekonomi Sistem ekonomi partisipatif yang memberikan akses secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Contoh: tidak memberi keterbatasan dalam bidang usaha.

A3. Ideologi terhadap sosial budaya Budaya di dalam kota Denpasar harus dipertahankan dan dilestarikan. Contoh: membuat pentas seni budaya yang dapat mempromosikan tariantarian asli dari Denpasar agar lebih dikenal.

A4. Ideologi terhadap Hankam Mempertahankan ideologi Negara. Contoh: mengamalkan pancasila sebaik-baiknya salah satunya dengan belajar pendidikan kewarganegaraan yang menjadi mata pelajaran atau mata kuliah penunjang.

b. Politik B1. Politik terhadap ideologi

Negara memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyat. Contoh: Menindak tegas terhadap pejabat pemerintah yang melakukan kecurangan.

B2. Politik terhadap ekonomi Pelaksanaan program perekonomian yang adil dan merata untuk semua lapisan masyarakat. Contoh: Tidak mendiskriminasi kepada masyarakat yang berekonomi lemah.

B3. Politik terhadap sosial budaya Mengembangkan keragaman budaya yang mempererat rakyat Indonesia. Contoh: mempelajari budaya daerah lain dan memperkenalkan budaya daerah sendiri.

B4. Politik terhadap Hankam Menumbuhkan rasa nasionalisme dan rasionalisme dalam diri setiap masyarakat. Contoh: mengetahui batas antar daerah, agar tidak melewati batas dan melanggar tata tertib daerah.

c. Ekonomi C1. Ekonomi terhadap ideologi Setiap warga diberikan kesempatan dan peluang yang sama untuk meningkatkan perekonomiannya. Contoh : orang yang menengah keatas dan menengah kebawah sama-sama diperbolehkan melakukan usaha.

C2. Ekonomi terhadap politik

Perlunya perhatian pemerintah dalam kesejahterakan rakyat. Contoh: pemerintah memberikan bantuan untuk orang yang terkena musibah ataupun kurang mampu.

C3. Ekonomi terhadap sosial budaya Pengembangan pariwisata untuk peningkatan pemasukan ekonomi, contoh : membuat museum sejarah yang menarik para pengunjung dengan biaya yang sepadan.

C4. Ekonomi terhadap Hankam Mematuhi peraturan daerah dalam sistem perekonomian, contoh : menjadi pemborong yang jujur dan tidak korupsi.

d. Sosial budaya D1. Sosial budaya terhadap ideologi Menghargai perbedaan budaya antar daerah, contoh : mempelajari budaya lain dan tidak menjelek-jelekkan kebudayaannya.

D2. Sosial budaya terhadap politik Budaya yang bersifat memajukan menjadi dasar berpolitik, contoh : saat berpolitik di dalam maupun di luar negeri memakai baju batik, sehingga baju batik makin dikenal.

D3. Sosial budaya terhadap ekonomi Budaya daerah sebagai tonggak kehidupan masyarakat, contoh : menampilkan pentas jaipongan dan mendapat keuntungan dari hasil tariannya.

D4. Sosial budaya terhadap Hankam

Tetap mempertahankan budaya yang ada di kota Denpasar, contoh : kecak dan barong adalah salah satu tarian asli dari Denpasar, jangan sampai Negara lain mengaku bahwa itu adalah milik mereka.

e. Pertahanan keamanan (Hankam) E1. Hankam terhadap ideologi Ketertiban dan kedisplinan dapat menciptakan Karawang menjadi kota yang aman, contoh : tertib pada peraturan lalu lintas, sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan.

E2. Hankam terhadap politik Mempertahankan sifat demokratis terhadap politik yang terjadi, contoh : mendengarkan aspirasi yang dapat membangun dari rakyat.

E3. Hankam terhadap ekonomi Kestabilan ekonomi untuk meningkatkan pertahanan perekonomian daerah, contoh : apabila ekonomi tidak stabil, seperti naiknya harga bahan-bahan pokok maka akan banyak terjadi aksi nekat seperti mencuri yang meresahkan masyarakat.

E4. Hankam terhadap sosial budaya Kebudayaan wajib mendapat perlindungan terhadap kelestariannya, contoh : tarian kecak dan barong berasal dari Denpasar da nada hokum Undang-Undang yang berlaku untuk mencegah terjadinya pencurian budaya.

b. Berikut adalah beberapa tabel dalam bidang sarana dan prasarana kesehatan di kota Denpasar.

JUMLAH RUMAH SAKIT, PUSKESMAS, DAN PUSKESMAS PEMBANTU DIRINCI MENURUT STATUSNYA DI KOTA DENPASAR
No. Jenis Pemerinta h 3 10 27 Penyelengga ra Abri 2 / Pemilik Swasta 11 54 Jumlah Lainnya 2 18 10 27 54 109

1. 2. 3. 4.

Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu Klinik/RB/BPG Jumlah Total

BANYAKNYA PUSKESMAS PEMBANTU, SERTA PARA MEDISNYA DIRINCI MENURUT KECAMATAN DI KOTA DENPASAR
No . 1. 2. 3. 4. Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Jumlah Selatan Timur Barat Utara 3 2 2 3 7 6 7 7 Banyaknya Paramedis (perawat, PKC, dll) bidan, Puskesmas Puskesmas Pembantu 10 45 11 31 13 40 13 59 47 175

JUMLAH FASILITAS KESEHATAN DI KOTA DENPASAR


No 1. 2. 3. 4. Kecamatan Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Selatan Timur Barat Utara Rumah Sakit 1 2 10 3 Puskesmas 3 2 2 3 Puskesmas Pembantu 7 6 7 6

JUMLAH DOKTER PRAKTEK SWASTA DI KOTA DENPASAR


No. 1. 2. 3. 4. 5. Specialisasi Dokter Dokter Dokter Dokter Dokter Mata Umum Gigi Ahli Bedah Kandungan Jumlah 16 743 215 47 68

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30.

Dokter Anak-anak Dokter Penyakit Dalam Dokter Jantung Dokter THT Dokter Syaraf Dokter Jiwa Dokter Kulit & Kelamin Dokter Radiologi Dokter Paru-paru Physiotherapi Dokter Akupuntur Dokter Rehabilitasi Medik Dokter Anastesi Dokter Spesialist Ortopedi Tukang Gigi Dokter Patologi Klinik Dokter Andrologi Dokter Spesialis Bedah Mulut Dokter Urologi Dokter Farmakologi Klinik Dokter Mikrobiologi Klinik Dokter Gizi Klinik Dokter Kesh. Gigi Anak Dokter Penyakit Mulut Dokter Konservasi Gigi Jumlah Total

54 46 4 23 19 16 16 13 6 8 6 21 9 2 10 2 3 3 1 3 1 2 3 4 1.364

c. Pola Pikir

Kota Denpasar

KESEHATA N v

ANALISIS

POLSTRAN AS

Fasilitas kesehat an

Tenag a medis

Jati Diri

Pancagatra (IPOLESOD BUDHANKA M)

Trigatra

Ketahan an ideologi individu politik keluarg a lingkung an daerah nasiona l Pertahan an dan keamana n

Sumber Daya

geogra fi

alam

ekonom i Sosial budaya

buata n buday a manusia

pendudu k

d. Penutup 1. Kesimpulan

a. Kelebihan Kota Denpasar memiliki banyak lahan kosong yang bila diolah bisa menjadi lahan yang berinvestasi tinggi. Kota Denpasar merupakan kota yang cukup terkenal, baik di dalam negeri maupundi luar negeri. Kota Denpasar juga memiliki sedikit bangunan pencakar bumi (gedung-gedung tinggi).

b. Kekurangan Kota Denpasar lebih condong memprioritaskan sektor pariwisata saja, sehingga sektor lain kurang maju.

c. Peluang Lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan meningkatkan perekonomian daerah. Kota Denpasar yang sudah dikenal cukup baik di dunia, dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pendapatan dengan cara membentuk rekan kerja.

d. Ancaman Banyaknya warga asing dapat mempengaruhi kekokohan tradisi dan budaya daerah tersebut sehingga sedikit menjauh dari adat budaya yang seharusnya.

2. Saran-saran a. Kelebihan Sebaiknya lahan dipakai sesuai komposisi, boleh saja dibangun tetapi harus dilihat keuntungan dan kerugian yang didapat nanti.

b. Kekurangan Jangan terlalu terfokus pada sektor pariwisata saja, sektor lain juga harus dikembangkan agar lebih baik lagi.

c. Peluang Adanya bantuan dan adari pemerintah, adanya relasi luar, fasilitas dan tenanga kesehatan harus terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar tercipta kota yang sejahtera.

d. Ancaman Tingkatkan kepedulian warga kota Denpasar untuk saling menghormati perbedaan agama dan watak yang keras, agar kehidupan di kota Denpasar dapat terjalin dengan aman tentram, dan damai.