Anda di halaman 1dari 3

DEFINISI Di dalam pembicaraan atau membaca, pastilah kita sering bertemu dengan katakata yang artinya tidak menjadi

jelas dalam penjelasannya. Untuk itulah, diperlukan definisi untuk menambah perbendaharaan seseorang mengenai kata-kata yang tidak dimengerti tersebut. Definisi merupakan unsur atau bagian dari ilmu pengetahuan yang merumuskan dengan singkat dan tepat mengenai objek atau masalah. Definisi sangat penting bagi seseorang yang menginginkan sanggup berpikir dengan baik. Definisi adalah suatu pernyataan yang memberikan arti pada sebuah kata atau frase (Solomon)1 Definisi adalah sebuah penjelasan tentang arti sebuah kata ( Rescher). Penjelasan harus membuat jelas definisi yang dimaksudkan dan definisi berhubungan dengan kata bukan benda.1 Definisi adalah perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat yang menerangkan apa sebenarrnya suatu hal itu sehingga dapat dengan jelas dimengerti dan dibedakan dari semua hal lain.(Poespoprodjo) 1 Penjelasan diatas adalah pengertian definisi menurut para ahli. Dapat disimpulkan definisi adalah memberi pembatasan tentang suatu kata. Dengan memberikan batas-batas yang jelas dan tegas, suatu kata artinya menjadi jelas dan tidak membingungkan. Dengan kata lain, definisi adalah sebuah pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu kata atau istilah. Definisi yang baik haruslah berupa rumusan yang singkat, tepat, jelas, padat, dan lengkap yang mencakup semua elemen yang terkandung dalam konteks yang didefinisikan. Definisi tersebut juga harus mampu memperlihatkan perbedaan antara konsep yang hendak dijelaskan dengan konsep lainnya. Apabila kita menyebut kata bisa dan mengartikannya sebagai racun yang dihasilkan oleh ular, maka pengertian yang sama harus ditangkap oleh pihak yang dituju. Jangan sampai mereka mengartikan bisa dengan mampu melakukan sesuatu. Disinilah pentingnya definisi atau Setiap definisi selalu terkandung dua unsur, yaitu definiendum (sesuatu yang akan didefinisikan) dan definiens (penjelasan yang menjelaskan sesuatu tersebut). Sebagai
1

pembatasan.

http://staff.blog.ui.ac.id/arif51/2008/04/08/definisi/

contoh, mahasiswa adalah pelajar di perguruan tinggi. Mahasiswa adalah definiendum sedangkan pelajar di perguruan tinggi adalah definiens. Aturan Definisi Definisi harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai . Ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi tujuannya sebelum membuat definisinya. Aturan ini pun menegaskan bahwa setiap definisi yang baik harus selalu berusaha agar istilah atau term yang didefinisikan betul-betul dipahami secara jelas. Definiens tidak boleh menjadi bagian dari definiendum. Dengan kata lain, apa yang didefinisikan tidak boleh masuk ke dalam definisi. Definisi seperti ini dinamakan definisi sirkuler (melingkar). Contohnya, logika adalah ilmu yang menerangkan hukum logika. Definisi tersebut tidak memberikan manfaat sedikitpun karena persoalan mengenai logika tetap tak terjawab. Definiens dan definiendum harus setara (ekivalen). Yaitu yang satu harus dapat digunakan mengganti yang lain. Misalnya, manusia adalah hewan berakal budi harus bisa dibalik menjadi hewan berakal budi adalah manusia. Definisi tidak boleh negatif, tapi harus dirumuskan secara positif. Definisi yang benar apabila definiens-nya mampu mengungkapkan apa sebenarnya makna dari definiendum-nya. Dalam definisi dimana definiens-nya berbentuk negatif, tujuan tersebut tidak tercapai karena hakekat definiendum tidak terungkap. Sebagai contoh, sepak bola sebagai sejenis olahraga yang tidak dimainkan dengan menggunakan tangan, tidak menerangkan apa-apa mengenai sepak bola. Definisi tidak boleh terlalu luas dan terlalu sempit, contoh : merpati adalah burung yang dapat terbang (terlalu luas) dan kursi adalah tempat duduk yang terbuat dari kayu (terlalu sempit). Definiens harus bersifat paralel dengan definiendum. Maksud aturan ini adalah bahwa definiens harus mengandung perumusan yang tepat tentang definiendum. Jadi, janganlah kiranya, misalnya, definiens dimulai dengan sebuah kata yang strukturnya adalah kata benda, padahal sebaliknya. definiendum-nya berstruktur kata sifat, atau pun