Anda di halaman 1dari 3

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertambahan jumlah penduduk disuatu daerah mengakibatkan terjadinya peningkatan aktifitas penduduk. Akibat adanya peningkatan aktifitas tersebut tanpa disadari suatu daerah akan menjadi padat, persediaan lahan menjadi sedikit, sumber daya menjadi terbatas dan tidak memadai. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir dan kekeringan. Daerah yang mengalami pertambahan jumlah penduduk tersebut menciptakan beberapa perubahan diberbagai aspek kehidupan, seperti terjadinya peningkatan penggunaan dan pembukaan lahan menjadi pemukiman, pembangunan jaringan infrastruktur, fasilitas ekonomi, sosial dan fasilitas lainnya. Perubahan penggunaan lahan serta pengelolaan yang tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap fungsi hidrologi, seperti terjadinya peningkatan aliran permukaan. Aliran permukaan terjadi ketika jumlah curah hujan melampaui laju infiltrasi air ke dalam tanah (Dunne dan Leopold, 1978). Aliran permukaan merupakan bagian dari hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai, danau dan lautan (Asdak, 1995). Jumlah air yang menjadi limpasan ini sangat bergantung kepada jumlah air hujan per satuan waktu (intensitas), keadaan penutup tanah, topografi (terutama kemiringan lereng), jenis tanah (Rahim, 2006). Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan suatu DAS merupakan hal yang harus diperhatikan dan sangat penting dalam prinsip konservasi sumber daya air. Daerah sub-sub DAS Tarasah ini merupakan salah satu sub-sub daerah aliran sungai Batang Arau dengan sungai utamanya adalah sungai Batang Arau. Daerah sub-sub DAS Tarasah ini merupakan daerah yang sedang mengalami perkembangan dalam bidang pembangunan fasilitas pemukiman, jaringan infrastruktur yang nantinya akan mendukung kegiatan perluasan kota.

Sebagai daerah yang sedang mengalami perkembangan, penduduk di daerah sub-sub DAS Tarasah ini akan semakin bertambah dari tahun ke tahun, sementara luas wilayahnya tetap. Berdasarkan data BPS dalam angka tahun 2004, desa Tararatak Kampung Jua ini berjumlah 4168 jiwa, sedangkan pada tahun 2009 jumlah pendudukya 4757 jiwa (BPS kota Padang, 2004 dan 2009). Dari data jumlah penduduk di desa Taratak Kampung Jua menunjukkan terjadinya peningkatan penduduk sebanyak 568 jiwa. Keadaan yang seperti ini akan mengakibatkan terjadinya pembukaan dan perluasan lahan baru, baik itu untuk pemukiman, konversi hutan menjadi lahan usaha dan fasilitas lainnya. Daerah sub-sub DAS Tarasah mempunyai penggunaan lahan yang beragam, penggunaan lahan di sub-sub DAS ini antara lain pemukiman, sawah, tegalan, kebun campuran dan hutan dengan kelas lereng yang berbeda-beda yang dapat memungkinkan terjadinya laju aliran permukaan tiap-tiap penggunaan lahan dan dapat memberikan pengaruh yang dominan terhadap debit banjir. Oleh sebab itu, diperlukan metode hidrologi untuk mengetahui besarnya laju aliran permukaan yang terjadi tiap-tiap penggunaan lahan. Untuk mengetahui laju aliran permukaan yang terjadi tiap-tiap penggunaan lahan tersebut, dikembangkan metode hidrologi seperti metode rasional. Menurut Rahim (2006) bahwa metode rasional ( rational runoff method) banyak digunakan untuk mengestimasi laju aliran permukaan dan metode ini merupakan metode yang sederhana namun dapat menghasilkan estimasi yang handal (reliable). Dengan bantuan aplikasi SIG dapat memberikan informasi daerah yang memiliki laju aliran permukaan yaitu dengan menumpang susunkan/overlay data primer yang mempengaruhi terjadinya laju aliran permukaan. Berdasarkan deskripsi diatas peneliti tertarik melakukan penelitian untuk menentukan besarnya laju aliran permukaan yang terjadi didaerah tersebut, mengingat adanya perubahan terhadap penggunaan lahan

1.2 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian untuk menghitung besarnya laju aliran permukaan pada penggunaan lahan yang berbeda dengan menggunakan metode rasional dan menggunakan SIG di daerah penelitian. 1.3 Manfaat Penelitian 1. Dapat menginformasikan besarnya laju aliran permukaan pada penggunaan lahan yang dapat berpotensi banjir. 2. Dapat digunakan sebagai DAS Tarasah. dasar dalam perencanaan bangunan banjir untuk menghindari kerusakan atau mengurangi kerugian akibat banjir pada Sub-sub