Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KEMOTERAPI DAN PERAWATANNYA DI RUMAH


Di Ruang 25 RSU Dr. Saiful Anwar Malang

Oleh: TIM PKRS

MALANG 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KEMOTERAPI DAN PERAWATANNYA DI RUMAH


Di Ruang 25 RSU Dr. Saiful Anwar Malang

Oleh: Ika Choiriyah Lusiati Yulinda Dwi Cahyaningtyas 0810720037 0810723017

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

LEMBAR PENGESAHAN SATUAN ACARA PENYULUHAN KEMOTERAPI DAN PERAWATANNYA DI RUMAH di RUANG 25 RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Tanggal 9 November 2012

Oleh: Ika Choiriyah Lusiati Yulinda Dwi Cahyaningtyas 0810720037 0810723017

Mengetahui, Pembimbing Lahan

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik Pokok Bahasan Sasaran Tempat Waktu Alokasi waktu Metode Media

: Kemoterapi : Kemoterapi dan perawatannya di rumah : Keluarga pasien rawat inap ruang 25 : Ruang 25 : Jumat, 9 November 2012 : 25 menit (09.00 09.25 WIB) : Ceramah dan Tanya jawab : Poster

A. Tujuan Instruksional 1. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga diharapkan mampu memahami tentang kemoterapi dan cara perawatan klien di rumah 2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan tindakan penyuluhan, keluarga mampu untuk: a. Memahami pengertian kemoterapi b. Memahami tujuan dan manfaat kemoterapi c. Memahami indikasi kemoterapi. d. Memahami kontra indikasi kemoterapi e. Memahami efek samping kemoterapi f. Memahami perawatan pasien kemoterapi

B. Subpokok Bahasan a. Pengertian kemoterapi b. Tujuan dan manfaat kemoterapi c. Indikasi kemoterapi. d. Kontra indikasi kemoterapi e. Efek samping kemoterapi f. Perawatan pasien kemoterapi

C. Kegiatan Penyuluhan Tahap Kegiatan Pembukaan (3 menit) Kegiatan penyaji Salam pembuka Menjelaskan maksud Kegiatan peserta Memperhatikan Media Ceramah

tujuan penyuluhan. yang akan disampaikan Penyajian (10 menit ) Menyampaikan materi : Tanya Jawab (8 menit) Menjelaskan kemoterapi

dan dan tanya dan mendengarkan menjawab pertanyaan jawab

Memberi pertanyaan perihal

Memperhatikan keterangan

dan Ceramah mengguna kan banner

pengertian mendengarkan

Menjelaskan tujuan dan manfaat kemoterapi Menjelaskan kemoterapi. Menjelaskan kontraindikasi kemoterapi Menjelaskan samping kemoterapi Menjelaskan perawatan pasien kemoterapi Memberikan kesempatan Mengajukan untuk bertanya hal yang pertanyaan belum dimengerti penyaji pada efek indikasi

Penutup ( 4 menit)

Memberikan Mengevaluasi penyuluhan

kesimpulan Memperhatikan, mendengarkan, hasil menjawab salam.

Ceramah dan dan Tanya jawab

bertanya pada Audien

Salam penutup

D. Evaluasi a. Evaluasi Struktur 1. 2. Pengajar mempersiapkan metode, media yang akan dipakai Peserta dan pemateri datang tepat waktu dan pada tempat yang telah ditentukan 3. 1. 2. Acara dimulai dan berakhir tepat waktu Peserta mengikuti penyuluhan dari awal hingga akhir Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan kembali: Pengertian kemoterapi

b. Evaluasi Proses

Tujuan dan manfaat kemoterapi Indikasi kemoterapi. Kontra indikasi kemoterapi Efek samping kemoterapi Perawatan pasien kemoterapi 3. 4. Peserta mengajukan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar Peserta mengikuti acara dengan antusias. c. Evaluasi Hasil Penyuluhan dikatakan berhasil jika : A. Lebih dari 75% peserta didik mampu menjawab pertanyaan dari penyuluh E. Materi (terlampir) F. Daftar Pustaka Joyce., 1993, Nursing Management of Symptoms Associated with Chemotherapy, 3rd edition, Profesional Service by Farmitalio Carlo Erba. Brunner and Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. EGC

Rumah kanker. 2010. Kemoterapi, Kawan atau Lawan? http://rumahkanker.com/pengobatan/medis/19-kemoterapi-kawan-ataulawan The Medical News. 2010. Jenis Kemoterapi. http://www.newsmedical.net/health/Chemotherapy-Types-%28Indonesian%29.aspx.

MATERI PENYULUHAN Kemoterapi dan Perawatannya Di Rumah A. Pengertian Kemoterapi Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker atau menghambat proliferasi sel-sel kanker dan diberikan secara sistematik. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika, namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi, dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar Sebagian besar obat kemoterapi (sitostatika) yang digunakan saat ini bekerja terutama terhadap sel-sel kanker yang sedang berproliferasi, semakin aktif sel-sel kanker tersebut berproliferasi maka semakin peka terhadap sitostatika hal ini disebut Kemoresponsif, sebaliknya semakin lambat proliferasinya maka kepekaannya semakin rendah , hal ini disebut Kemoresisten. Obat kemoterapi ada beberapa macam, diantaranya adalah : 1. Obat golongan Alkylating agent, platinum Compounds, dan Antibiotik Anthrasiklin obat golongsn ini bekerja dengan mengikat DNA di inti sel, sehingga sel-sel tersebut tidak dapat melakukan replikasi. 2. Obat golongan Antimetabolit, bekerja langsung pada molekul basa inti sel, yang berakibat menghambat sintesis DNA. 3. Obat golongan Topoisomerase-inhibitor, Vinca Alkaloid, dan Taxanes bekerja pada gangguan pembentukan tubulin, sehingga terjadi hambatan mitosis sel. 4. Obat golongan Enzim seperti, L-Asparaginase bekerja dengan

menghambat sintesis protein, sehingga timbul hambatan dalam sintesis DNA dan RNA dari sel-sel kanker tersebut. Obat a) kemoterapi diberikan dengan melalui berbagai cara, diantaranya yaitu: Intra Vena (IV) Kebanyakan sitostatika diberikan dengan cara ini, dapat berupa bolus IV pelan-pelan sekitar 2 menit, dapat pula per drip IV sekitar 30 120 menit, atau dengan continous drip sekitar 24 jam dengan infusion pump agar lebih akurat tetesannya. b) Intra Tekal (IT) Diberikan ke dalam canalis medulla spinalis untuk memusnahkan tumor dalam cairan otak (liquor cerebrospinalis) antara lain MTX, Ara.C. c) Radiosensitizer, yaitu jenis kemoterapi yang diberikan sebelum radiasi, tujuannya untuk memperkuat efek radiasi, jenis obat untuk kemoterapi ini antara lain Fluoruoracil, Cisplastin, Taxol, Taxotere, Hydrea. d) Oral Pemberian per oral biasanya adalah obat Leukeran, Alkeran, Myleran, Gleevec. e) Subkutan dan Intramuskular Pemberian subkutan sudah sangat jarang dilakukan, biasanya adalah LAsparaginase, hal ini sering dihindari karena resiko syok anafilaksis. Pemberian per IM juga sudah jarang dilakukan, biasanya pemberian Bleomycin. f) g) h) Topikal Intra Arterial Intraperitoneal/Intrapleural Intraperitoneal diberikan bila produksi cairan acites hemoragis yang banyak pada kanker ganas intra-abdomen, antara lain Cisplastin. Pemberian intrapleural yaitu diberikan ke dalam cavum pleuralis untuk memusnahkan sel-sel kanker dalam cairan pleura atau untuk menghentikan produksi efusi pleura hemoragis yang amat banyak , contohnya Bleocin. Natulan, Puri-netol, Hydrea, Tegafur, Xeloda,

B. Tujuan dan Manfaat Kemoterapi Kemoterapi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dan membunuh sel kanker. Sedamgkan manfaat kemoterapi antara lain: a. Pengobatan Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi. b. Kontrol Kemoterapi ada yang bertujuan untuk menghambat perkembangan kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain. c. Mengurangi gejala Bila kemoterapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterap yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada penderita, seperti meringankan rasa sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukurran kanker pada daerah yang diserang. C. Indikasi 1. Untuk penyembuhan kanker Hanya beberapa jenis kanker yang disembuhkan oleh kemoterapi seperti akut limfoblastik leukemia, burkit limfoma, wilm tumor pada anak-anak, choriokarsinoma. 2. Memperpanjang hidup dan remisi Kanker yang sensitive terhadap kemoterapi walaupun penyakit progresif seperti akut myeloblatik leukemia limfoma maligna stadium III atau IV, myeloma, metastase melanoma maligna atau kanker mamma, kolon, ovarium, testis. 3. Memperpanjang intervensi bebas kanker Walaupun kanker kelihatan masih local setelah operasi atau radioterapi seperti limfoma stadium III, melanoma maligna, kanker mamma, kolon, ovarium. Pengobatan perlu waktu cukup lama dan dosis tinggi dengan interval yang panjang untuk memberikan kesempatan jaringan normal pulih diantara pengobatan 4. Menghentikan progesi kanker Progresi penyakit ditujukan secara subyektif seperti anoreksia, penurunan berat badan, nyeri tulang atau terdapat kelainan obyektif seperti penurunan fungsi-fungsi organ dapat diberikan sitostatik asalkan

kemungkinan keberhasilan 25% atau lebih,misalnya pada metastase kanker mamma, kolon. 5. Paliatif simtom Pada kanker yang terdapat pada tempat-tempat yang tidak cocok untuk radiasi dapat diberikan sitostatik walaupun obat itu tidak member respon yang baik sebagai terapi sistemik, misalnya dapat diberikan instalasi sitostatik, sebagainya 6. Mengecilkan volume kanker Mengecilkan tumor pra bedah atau pra radioterapi seperti pemberian bleomycin untuk kanker mulut, saluran nafas bagian atas atau pemberian alkylator dengan kombinasinya pada limfoma stadium II 7. Menghilangkan gejala para neoplasma Pada metastase kanker yang memberikan sindroma para neoplasma, misalnya pemberian kortikosteroid pada anemia hemolitik, fibrinolisis, dermatomyositis, neuropati perifer, degenerasi cerebelair, pemberian androgen pada kaheksia, anoreksia atau pemberian mithamycin pada hiperkalsemia. D. Kontraindikasi Kemoterapi Kontra indikasi absolute : a) Penyakit stadium terminal b) Hamil trimester pertama, kecuali akan digugurkan c) Septicemia d) Koma Kontra indiaksi relative : a) b) c) d) e) f) Usia lanjut, terutama untuk tumor yang tumbuhnya lambat dan sensitivitasnya rendah Status penampilan yang sangat jelek Ada gangguan fungsi organ vital yang berat seperti hati, ginjal, jantung, sumsum tulang dan sebagainya Dementia Penderita tidak dapat mengunjungi rumah sakit secara teratur Penderita tidak kooperatif intrapleural, injeksi intratumoral dengan thiotepa dan

g) h)

Tumor resisten terhadap obat Tidak ada fasilitas penunjang yang memadai

E. Efek Samping Kemoterapi Depresi sumsum tulang Sumsum tulang merupakan cairan yang berada di bagian dalam tulang, yang berfungsi memproduksi sel-sel darah merah, sel-sel darah putih dan trombosit. Sumsum tulang sangat sensitif terhadap efek dari kemoterapi. Penurunan sel-sel darah tidak akan terjadi pada awal kemoterapi, karena kemoterapi tidak menghancurkan darah yang berada di aliran darah tepi tetapi darah yang baru saja diproduksi oleh sumsum tulang. Masing-masing sel darah mempunyai masa hidup yang berbedabeda. Netrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh mempunyai umur 6 jam, sedangkan trombosit mempunyai umur 10 hari, dan sel darah merah mempunyai umur yang terpanjang yaitu 120 hari. Sehingga netrofil akan turun lebih cepat dibandingkan sel darah merah yaitu satu sampai dua minggu sedangkan sel darah merah sekitar 4 minggu. Menurut National Cancer Institute USA, keadaan yang perlu diperhatikan yaitu Neutropenia dimana jumlah netrofil di bawah 1000 sel per meter kubik-jika dibawah 500 sel per meter kubik disebut severe neutropenia-. Hal ini disebabkan oleh karena tubuh jadi mudah terkena infeksi. Gejala yang sering menyertai neutropenia antara lain panas, nyeri tenggorok, batuk, pilek, sesak, nyeri saat buang air kecil, phlebitis. Demam merupakan gejala yang paling sering muncul sebagai akibat dari infeksi pada keadaan neutropenia yang biasa dikenal dengan demam neutropenia yang perlu perhatian dan penanganan khusus. Dalam keadaan ini biasanya kemoterapi akan ditunda kemudian diberikan antibiotik, anti jamur, anti virus dan obat perangsang pertumbuhan netrofil. Perdarahan sebagai akibat dari kekurangan trombosit pada pengobatan kemoterapi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Lennan menyebutkan bahwa kadar trombosit kurang dari 20.000 akan berpatensi signifikan menimbulkan perdarahan spontan apabila

kemoterapi dilanjutkan. Untuk meningkatkan kadar trombosit diperlukan tranfusi trombosit concentrate, selain tranfusi dapat juga diberikan oprelvelkin untuk merangsang pembentukan trombosit. Anemia merupakan keadaan lain yang juga harus diperhatikan, kadar hemoglobin dibawah 12 g/dl atau hematokrit kurang dari 37 % merupakan definisi dari anemia. Dalam keadaan yang berat transfusi sel darah merah diperlukan untuk mengatasi kegawatan, tindakan lain yaitu dengan memberikan erithropoetin untuk mempercepat pembentukan darah merah. Pada beberapa pusat pendidikan dan protokol kemoterapi menerapkan syarat profil hematologi yang aman untuk menerima kemoterapi. Kadar hemoglobin minimal 10 g/dl, hitung leukosit diatas 2000 dan atau jumlah neutropil absolut diatas 1000 serta hitung trombosit diatas 50.000 dipandang aman untuk pemberian kemoterapi. Persyaratan profil hematologi ini berbeda di setiap pusat pendidikan atau protokol kemoterapi. Mual dan muntah Efek samping yang juga sering timbul pada pengggunaan kemoterapi adalah mual dan muntah. Ada beberapa penjelasan mengenai munculnya muntah oleh karena efek samping kemoterapi. Pertama oleh karena teriritasinya mukosa usus halus sehingga akan merangsang saraf-saraf tertentu yang akan mengaktifasi vomiting center dan chemoreseptor trigger zone di otak. Kedua area di otak ini juga dapat diaktifasi oleh karena obstruksi saluran cerna, peradangan, perlambatan pengosongan lambung yang kesemuanya dapat disebabkan oleh kemoterapi. Penangulangan mual dan muntah yang disebabkan oleh karena efek samping kemoterapi antara lain dengan pemberian anti mual dan muntah seperti ondansentron yang termasuk golongan penghambat serotonin. Selain pemberian preparat anti mual dan anti muntah dapat juga diberikan ekstrak jahe, akupuntur, akupresure dan terapi relaksasi. Kerontokan rambut Kemoterapi akan menyebabkan kerusakan pada folikel rambut sehingga rambut akan mudah patah dan rontok. Kerontokan rambut ini secara klinis tidak membahayakan, akan tetapi dapat mengganggu aspek

sosial dan psikologis dari penderita kanker. Kerontokan rambut ini tidak bersifat permanen sehingga apabila kemoterapi dihentikan maka rambut akan tumbuh kembali. Penggunaan kompres dingin di kepala untuk pencegahan kerontokan rambut masih menjadi kontroversi. Kerusakan epitel mukosa saluran pencernaan Epitel mukosa saluran pencernaan merupakan sel normal tubuh yang sering menerima dampak kemoterapi oleh karena sel epitel mukosa saluran pencernaan diare dan kolitis. Stomatitis merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering timbul akibat kemoterapi. Hal ini disebabkan oleh karena rusaknya mukosa akibat dari pemberian kemoterapi. Biasanya stomatitis muncul setelah dua sampai dengan empat minggu setelah kemoterapi, dan akan sembuh sempurna setelah kemoterapi dihentikan. Kerusakan mukosa juga akan menimbulkan gejala diare. Hal yang perlu diperhatikan adalah gejala dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang terjadi akibat diare. Kolitis dan ulcer merupakan perlukaan pada lambung dan usus akibat lesi pada sel epitel. Gangguan jantung, hati dan ginjal Beberapa kemoterapi meyebabkan gangguan pada otot pada otot jantung. Hal ini dapat menyebabkan terjadi kegagalan pompa jantung. Untuk menghindari efek fatal dari gangguan jantung sebelum kemoterapi dimulai biasanya dilakukan pemeriksaan untuk menilai fungsi jantung seperti EKG, CK, CKMB, dan Ekokardiografi. Pemecahan sebagian jenis obat kemoterapi terjadi di hati, dan sebagian lagi terjadi di ginjal, namun disayangkan kemoterapi juga merusak hati dan ginjal. Namun seperti efek samping yang lainnya, hal ini hanya bersifat sementara. Apabila obat kemoterapi dihentikan maka fungsi jantung, hati dan ginjal akan kembali normal. Pemeriksaan penunjang ureum dan kreatinin harus rutin dilakukan untuk memantau fungsi ginjal. Peningkatan ureum diatas 50 mg/dl dan kreatinin diatas 1 mg/dl harus diwaspadai bila akan memberikan kemoterapi. Untuk pemantauan fungsi hati dilakukan pemeriksaan enzim SGOT dan SGPT, apabila terjadi peningkatan diatas 3-4 kali lipat dari kadar normal perlu membelah dengan cepat. Manifestasi klinis dari rusaknya sel epitel mukosa saluran cerna dapat berupa stomatitis, ulcer,

dilakukan penyesuaian dosis atau bahkan penghentian kemoterapi. Fatique Fatique adalah perasaan lelah atau kurang energi. Penyebab dan mekanisme pastinya sampai saat ini belum diketahui. Namun demikian fatique hampir selalu timbul pada setiap penderita yang menjalani kemoterapi. Fatique akibat efek samping kemoterapi berbeda dengan kondisi fatique sehari-hari yang biasanya hilang setelah istirahat. Fatique akibat kemoterapi biasanya muncul tiba-tiba dan tidak hilang atau berkurang dengan istirahat. Gejala fatique berbeda pada setiap individu dan sangat subyektif, tergantung juga pada jenis obat dan dosis obat kemoterapi yang digunakan. Dapat berlangsung dalam waktu seminggu atau bahkan sampai sebulan, tetapi biasanya berkurang sesuai sel kanker yang respon terhadap kemoterapi yang dilakukan. F. Perawatan Pasien Kemoterapi ANOREKSIA Penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan kepada pasien cara mengatur makanan: a) Kebutuhan karbohidrat, sebagai sumber energi harus dikonsumsi secara teratur, bisa diperoleh dari tepung, sereal, pasta dan roti, tetapi hindari yang terlalu manis seperti permen dan kue-kue basah. b) Kebutuhan protein, penting karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Bisa dengan mengkonsumsi suplemen nutrisi seperti ensure, sustacal, resource, bisa juga dengan osmolit, isocal, isosource. Untuk menambah masukan protein bisa juga dengan makan telur rebus, daging, yoghurt. PERUBAHAN INDRA PENGECAP a) Hindari makanan yang pahit b) Makanan lunak berprotein ( susu, ikan,ayam ) c) Pertahankan rasa manis d) Konsumsi makanan tambahan e) Lakukan tes pengecapan f) Karbohidrat pada pasien yang tidak suka manis g) Gunakan tambahan bumbu

STOMATITIS DAN ESOFAGITIS Untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya stomatitis dan esofagitis : a) Melakukan pemeriksaan gigi 14 hari sebelum kemoterapi pertama b) Gosok gigi 30 menit setelah makan dan sebelum tidur, gunakan sikat gigi yang lembut, gunakan air hangat untuk kumuran pertama kemudian bilas dengan air dingin. Kemudian letakkan sikat gigi di tempat yang kering. c) Gunakan pasta gigi berflouride atau yang mengandung baking soda. d) Jaga bibir tidak kering e) Minum air 3 l perhari, kecuali merupakan kontra indikasi. f) Hindari rokok dan alcohol banyak mengandung zat kimia. h) Kontrol gigi setelah selesai semua sesi kemoterapi. g) Hindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin, terlalu

MUAL DAN MUNTAH Untuk mencegah atau meminimalkan mual dan muntah : a) Makan makanan yang dingin atau yang disajikan dengan suhu ruangan karena makanan panas meningkatkan sensasi mual. b) Minum segelas jus apel, lemon, gelatin, teh atau cola untuk meredakan mual. c) Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak dan telalu pedas. d) Hindari makan dan minum 1-2 jam sebelum dan setelah kemoterapi. e) Gunakan teknik distraksi ( musik,radio,televisi ) f) Gunakan untuk tidur saat terasa mual

KONSTIPASI a) Sediakan waktu untuk BAB secara teratur b) Minum jus buah atau makan buah setelah waktu makan c) Minum air hangat d) Minum 3l air kecuali merupakan kontraindikasi e) Usahakan agar diet yang dikonsumsi mengandung serat f) Hindari produk yang banyak mengandung tepung g) Tingkatkan aktivitas fisik

DIARE a) Hindari makanan yang mengiritasi lambung, seperti : sereal, roti dari tepung, kacang, biji-bijian, coklat, buah segar atau yang dikeringkan,

jus buah (pisang, avocado, apel dan anggur diperbolehkan), sayur mentah, makanan yang banyak mengandung gas, makanan dan minuman yang mengandung kafein. b) Gunakan untuk beristirahat. c) Minum 3 l perhari kecuali merupakan kontraindikasi. d) Makan sedikit tapi sering. e) Hindari makanan yang terlalu panas atau dingin. f) Hindari susu atau produk susu

ALOPECIA Penanganan untuk meminimalkan alopecia adalah : a) Gunakan sampho bubuk atau yang lembut, sampho dengan bahan dasar protein, diikuti dengan penggunaan minyak rambut atau kondisioner setiap 3-5 hari. b) Minimalkan penggunaan hair dryer, jika memang diperlukan gunakan dengan panas rendah. c) Hentikan penggunaan mesin dengan listrik seperti alat pelurus rambut. Selain itu hentikan pula penggunaan roll rambut, bandana yang menekan rambut, hair spray, semir rambut karena akan menyebabkan kerapuhan rambut. d) Hindari menggosok rambut dan menyisir rambut terlalu keras. e) Hindari manipulasi rambut yang berlebihan seperti mengikatnya ekor kuda. f) Gunakan bantal yang lembut