Anda di halaman 1dari 71

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

IKKOM PSPD UNILA

LAMPUNG

LATAR BELAKANG
SETIAP TAHUN LEBH DARI 12 JUTA ANAK MENINGGAL AKIBAT TERSERANG PENYAKIT DAN NUTRISI YANG TIDAK CUKUP.

DI BEBERAPA NEGARA, 1 DARI 5 ANAK MENINGGAL SEBELUM MEREKA BERUSIA LIMA TAHUN

Jumlah Kematian Indikator AK Neonatal: 20 per 1.000 KH AK Bayi: 35 per 1.000 KH AK Balita: 46 per 1.000 KH Per tahun Per hari Per jam 89.770 246 10 157.080 206.580 430 569 18 24

Sekitar 80-90% kematian dapat dicegah dengan teknologi sederhana yang tersedia tingkat puskesmas dan jaringannya. Sekitar 10-20% kasus rujukan memerlukan biaya mahal dan teknologi tinggi.

70 % KEMATIAN PADA ANAK DISEBABKAN OLEH LIMA PENYAKIT YANG SEMUANYA DAPAT DICEGAH DAN DAPAT DIOBATI 3 DARI EMPAT ANAK YANG MENCARI PELAYANAN KESEHATAN PALING TIDAK MENDERITA SATU DARI LIMA PENYAKIT TERSEBUT YAITU :

PNEUMONIA
DIARE MALARIA CAMPAK MALNUTRISI

1. PNEUMONIA
INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT MEMBUNUH 2 JUTA BALITA SETIAP TAHUN.

40 % ANAK YANG DATANG KE KLINIK MENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT


DI NEGARA BERKEMBANG 1 DARI 3 ANAK YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT DISEBAKAN OLEH PNEUMONIA

DENGAN PENANGANAN YANG BAIK, PNEUMONIA BUKAN MERUPAKAN ANCAMAN SERIUS BAGI KEHIDUPAN ANAK

DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR TEHNIK MANAJEMEN KASUS, 70 % DARI KEMATIAN AKIBAT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN DAPAT DISELAMATKAN

UNTUK MENGURANGI ANGKA KEMATIAN AKIBAT PNEUMUNIA DI NEGARA BERKEMBANG MEMERLUKAN :


PENGENALAN SEGERA TERHADAP PNEUMONIA ENGOBATAN SEGERA DG ANTIBIOTIK RUJUKAN SEGERA TERHADAP KASUS YANG BERAT PERBAIKAN MANAJEMEN DI RUMAH PENCEGAHAN MELALUI IMUNISASI, POLUSI UDARA DALAM RUANGAN, PERBAIKAN NUTRISI TERMASUK MENYUSUI

2. DIARE
DI NEGARA BERKEMBANG, SETIAP TAHUN 2 JUTA ANAK MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT DIARE, YANG MERUPAKAN PEMBUNUH ANAK BALITA NOMOR DUA DI DUNIA PENANGANAN DIARE SECARA TEPAT DAPAT MENYELAMATKAN 1,8 JUTA ANAK SETIAP TAHUN DENGAN MENGETAHUI LAMANYA DIARE, MENGKAJI DERAJAT DEHIDRASI DAN ADANYA DARAH DALAM TINJA, PETUGAS KESEHATAN TERLATIH AKAN MAMPU MENGKATEGORIKAN TIPE DIARE DAN MEMUTUSKAN PENGOBATAN YANG SESUAI

PENDEKATAN TERPADU WHO UNTUK MENGURANG ANGKA KEMATIAN AKIBAT DIARE DENGAN MENINGKATKAN :
PENGOBATAN YG CEPAT & EFEKTIF DENGAN STANDAR MANAJEMEN KASUS
DETEKSI AWAL DAN PENGOBATAN KONDISI YANG TIMBUL AKIBAT DIARE PERBAIKAN MANAJEMEN DI RUMAH PERBAIKAN NUTRISI PENCEGAHAN MELALUI MENYUSUI DAN VAKSINASI CAMPAK

3. MALARIA
600.000 ANAK MENINGGAL AKIBAT MALARIA SETIAP TAHUN, TERUTAMA DI DAERAH SUB SAHARA AFRIKA MALARIA ENDEMIK DI LEBIH DARI 100 NEGARA DAN SETENGAH DARI POPULASI DI DUNIA HIDUP DI DAERAH BERESIKO

MANAJEMEN MALARIA SECARA TEPAT DAPAT MENYELAMATKAN 500.000 ANAK SETIAP TAHUN

UNTUK MENGURANGI JUMLAH ANAK YANG MENINGGAL AKIBAT MALARIA MEMERLUKAN :


MENDORONG ORANG TUA UNTUK MENCARI PERAWATAN YANG SESUAI
PENGKAJIAN YANG AKURAT KONDISI ANAK SECARA MENYELURUH PENGOBATAN SEGERA DENGAN OBAT ANTI MALARIA DETEKSI AWAL DAN PENGOBATAN TERHADAP KONDISI LAIN YANG ADA SEPERTI MALNUTRISI DAN ANEMIA PENCEGAHAN DENGAN MENGGUNAKAN KELAMBU

4. CAMPAK
CAMPAK MERUPAKAN PENYAKIT UMUM YANG MENGINFEKSI LEBIH DARI 40 JUTA ANAK DAN MEMBUNUH 800.000 BALITA SETIAP TAHUN. CAMPAK SANGAT MUDAH DICEGAH YAITU DENGAN PEMBERIAN VAKSIN YANG AMAN DAN BIAYANYA MURAH PENCEGAHAN YANG EFEKTIF DAN PENGOBATAN CAMPAK DAPAT MENYELAMATKAN 700.000 KEHIDUPAN SETIAP TAHUN

UNTUK MENGURANGI JUMLAH ANAK YANG MENINGGAL AKIBAT CAMPAK DI SELURUH DUNIA MEMERLUKAN :
PENINGKATAN CAKUPAN IMUNISASI YG LEBIH LUAS RUJUKAN SEGERA UNTUK KASUS YANG SERIUS

PENGOBATAN SEGERA KONDISI YG TIMBUL MENYERTAI CAMPAK


PERBAIKAN NUTRISI TERMASUK MENYUSUI DAN SUPLEMEN VIT A

5. MALNUTRISI
MESKIPUN NUTRISI TIDAK TERCATAT SEBAGAI PENYEBA LANGSUNG, TAPI KONDISI TERSEBUT MENDUKUNG LEBIH DARI SETENGAH KEMATIAN PADA ANAK. PADA KEBANYAKAN ANAK, KURANGNYA AKSES TERHADAP MAKANAN BUKAN MERUPAKAN SATUSATUNYA PENYEBAB MALNUTRISI. PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN YANG SALAH DAN PENYAKIT MENDUKUNG TERJADINYA MALNUTRISI PERBAIKAN PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN UNTUK MENCEGAH DAN MENGOBATI MALNUTRISI DAPAT MENYELAMATKAN 800.00 JIWA PER TAHUN

PENDEKATAN WHO DAPAT MEMPERBAIKI NUTRISI ANAK DENGAN :


MENINGKATKAN POLA MENYUSUI

MEMPERBAIKI PRAKTEK MENYUSUI


MEMBERIKAN SUPLEMEN MIKRONUTRISI SECARA RUTIN PADA ANAK YANG MEMBUTUHKANNYA

PENDEKATAN BARU UNTUK MENGOBATI ANAK SAKIT


SELAMA 15 TAHUN, BANYAK HAL DIPELAJARI DARI PROGRAM KONTROL PENYAKIT YANG TELAH DIGUNAKAN OLEH WHO. MEREKA AKHIRNYA MENGEMBANGKAN STRATEGI BARU YANG MEMFOKUSKAN PADA ANAK SECARA KESELURUHAN DARIPADA MENGOBATI SATU PENYAKIT ATAU KONDISI. STRATEGI INI DIKENAL DENGAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

APA ITU MTBS ?


SUATU PENDEKATAN KETERPADUAN DALAM TATA LAKSANA BALITA SAKIT DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT DASAR

BUKAN PROGRAM VERTIKAL

TUJUAN MTBS

MENURUNKAN SECARA SIGNIFIKAN ANGKA KESAKITAN DAN KEMATIAN GLOBAL YG TERKAIT DG PENYEBAB UTAMA PENYAKIT PADA BALITA, MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI UNIT RAWAT JALAN PADA FASILITAS KESEHATAN DASAR

MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KESEHATAN ANAK

KOMBINASI PERBAIKAN TATALAKSANA KASUS PADA BALITA SAKIT (KURATIF) DENGAN ASPEK GIZI, IMUNISASI DAN KONSELING (PROMOTIF DAN PREVENTIF)

STRATEGI MTBS
PENYAKIT ANAK DIPILIH MERUPAKAN PENYEBAB UTAMA KEMATIAN DAN KESAKITAN BAYI DAN BALITA

MTBS SEBAGAI STRATEGY KEY UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK

Manajemen Balita Sakit

Gizi

Imunisasi

Pencegahan berbagai penyakit & promosi tumbuh kembang

TIGA KOMPONEN STRATEGI MTBS

MENINGKATKAN KETRAMPILAN PETUGAS KESEHATAN DALAM TATALAKSANA KASUS MEMPERBAIKI SISTEM KESEHATAN AGAR PENANGANAN PENYAKIT PADA BALITA LEBIH EFEKTIF

MEMPERBAIKI PRAKTEK KELUARGA & MASYARAKAT DALAM PERAWATAN DI RUMAH DAN POLA PENCARIAN PERTOLONGAN

PELATIHAN PROGRAM KESEHATAN VERTIKAL

Bahan pelatihan & pedoman klinis penyakit yg spesifik dan terpisah-pisah

Penyelenggaran pelatihan terpisah menurut penyakit

Integrasi dari pedoman klinis oleh petugas kesehatan

MTBS DAN SEORANG PETUGAS KESEHATAN

Keterpaduan Pedoman klinis dan paket pelatihan

Program nasional bekerjasama dalam pelatihan terpadu

Manajemen terpadu kasus klinis

12 JUTA BALITA MENINGGAL SETIAP TAHUN DI NEGARA BERKEMBANG

70 % KEMATIAN BALITA KARENA PNEUOMONIA, MALARIA, DIARE, CAMPAK, MALNUTRISI ATAU KOMPLIKASI

MENGAPA PERLU MTBS


LEBIH DARI 75 % IBU MEMBAWA BALITA KE KLINIK DENGAN KELUHAN SALAH SATU KONDISI DI ATAS

SERING DITEMUKAN OVERLAPPING GEJALA SEHINGGA DIAGNOSA TUNGGAL TIDAK TEPAT

PELAKSANA MTBS
TENAGA KESEHATAN DI UNIT RAWAT JALAN TINGKAT DASAR, YAITU : PARAMEDIS (PERAWAT & BIDAN) DOKTER

BUKAN UNTUK RAWAT INAP BUKAN UNTUK KADER

KEUNTUNGAN MTBS BAGI PROGRAM TERKAIT


PROGRAM KEUNTUNGAN

ISPA & DIARE


Imunisasi Malaria Kesehatan Ibu Gizi Pengobatan, QA Promosi kesehatan

Keterpaduan tatalaksana kasus


Mengurangi missed opportunities Memperbaiki penanganan malaria pada Balita & Promosi kesehatan Mendiskusikan kesehatan ibu dan memberikan konseling Konseling bagi ibu untuk pemberian makanan pada anaknya & meneteki Pedoman tatalaksana yang baku Mencari pertolongan kesehatan secara tepat

KONTRIBUSI MTBS DALAM MENUJU INDONESIA SEHAT 2010


PENGHEMATAN : BIAYA PELATIHAN, SUPERVISI, PENCETAKAN, OBAT & TRANSPORT IBU. MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DASAR. RASIONALISASI PEMAKAIAN OBAT. MENINGKATKAN PENGETAHUAN & KETRAMPILAN IBU/PENGASUH ANAK DALAM PERAWATAN DI RUMAH PADA BALITA SAKIT. MENGOPTIMALKAN PENDAYAGUNAAN NAKES. PEMERATAN CLINICAL ESSENSIAL PACKAGE. MENINGKATKAN RUJUKAN KASUS TEPAT WAKTU.

MEMPERBAIKI PERENCANAN & MANAJEMEN KESEHATAN DI TINGKAT KABUPATEN


MEMENUHI HAK-HAK ANAK.

1996 : 1 SET MODUL & PEDOMAN MTBS WHO/UNICEF

DIADAPTASI MENJADI PEDOMAN GENERIK INDONESIA 1997 : UJI LAPANGAN DI JAWA TIMUR 1998 : MASUK KURIKULUM 15 FK NEGERI, FIK/AKPER

2001 : MTBS DILAKSANAKAN DI 23 PROPINSI

2003 : PENGEMBANGAN MODUL MTBM

2004 : SURAT SEKJEN DEPKES RI KE SELURUH GUBERNUR, BUPATI/WALIKOTA SE-INDONESIA TENTANG ANJURAN PENERAPAN MTBS DALAM PENANGANAN BALITA SAKIT DI SELURUH PELAYANAN KESEHATAN DASAR 2005 : PENERAPAN MTBS DI SELURUH PROPINSI

2001
UJI COBA PENERAPAN MTBS DI KAB. LAMPUNG TIMUR DAN LAMPUNG TENGAH MASING-MASING 3 USKESMAS 2002 PELATIHAN MTBS DI TINGKAT DESA UNTUK 2 ANGKATAN

2003
PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PROP LOKAKARYA FASILITATOR MTBS PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PUSKESMAS DI 5 KAB/KOTA UNTUK 9 ANGKATAN (KAB/KOTA LS, LU, LB, METRO, TGM) PENCETAKAN FORMULIR MODUL DAN DORMULIR MTBS

2004 PENCETAKAN MODUL DAN FORMULIR SERTA BAGAN DINDING MTBS PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS KAB/KOTA PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PROPINSI DAN INSTITUSI PENDIDIKAN LOKAKARYA FASILITATOR MTBS PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PUSKESMAS DI 5 KAB/KOTA UNTUK 5 ANGKATAN (KAB/KOTA BL, TB, WK, LAM-TIM, LAM-TENG)

2005-2006 PENCETAKAN MODUL DAN FORMULIR SERTA BAGAN DINDING MTBS PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS KAB/KOTA PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PUSKESMAS DI 10 KAB/KOTA PENERAPAN MTBS DI SELURUH PROPINSI LAMPUNG

PETUNJUK MANAJEMEN KASUS SECARA TERPADU TELAH DIKEMBANGKAN UNTUK DIGUNAKAN OLEH TENAGA KESEHATAN DARI BERBAGAI MACAM LATAR BELAKANG DAN PENGALAMAN UNTUK MENCAPAI KEEFEKTIFAN DALAM MANAJEMEN KASUS MAKA TENAGA KESEHATAN YANG MENGGUNAKAN PETUNJUK TERSEBUT HARUS DILATIH SISTEM DAN MATERI PELATIHAN TELAH DIKEMBANGKAN BAGI PETUGAS KESEHATAN DI TINGKAT PELAYANAN DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI PROSES SISTEMATIS UNTUK IMPLEMENTASI MTBS

PELATIHAN MTBS
SIAPA YANG PERLU DILATIH

PETUGAS KESEHATAN DI UNIT RAWAT JALAN PUSKESMAS, PUSTU, BIDAN DI DESA PENANGGUNGJAWAB PROGRAM TERKAIT DI KAB/KOTA/PROPINSI (SUPERVISOR) FASILITATOR MTBS

TEMPAT PELATIHAN

UNIT RAWAT JALAN PUSKESMAS DAN ATAU RUMAH SAKIT


BANGSAL RAWAT INAP RUMAH SAKIT

TEMPAT PELATIHAN DI KELAS, PUSKESMAS MAUPUN RUMAH SAKIT SEBAIKNYA SALING BERDEKATAN

LAMA PELATIHAN

11 HARI EFEKTIF (TANPA SESI MALAM)

9 HARI DIANTARANYA UNTUK PRAKTEK KLINIS

METODE PELATIHAN
60 % PELAJARAN DI KELAS
MEMBACA MODUL LATIHAN SOAL TERTULIS LATIHAN DENGAN VIDEO DAN FOTO BERMAIN PERAN LATIHAN LISAN

40 % PRAKTEK KLINIS
PRAKTEK DENGAN KASUS SEBENARNYA

MODIFIKASI PELATIHAN
PELATIHAN 6 HARI (DG SESI MALAM) PELATIHAN JARAK JAUH (DENGAN PERTEMUAN TUTORIAL 1 MINGGU SEKALI SELAMA 20 MINGGU) PELATIHAN PRE-SERVICE DI FK/FIK DAN AKPER

PELATIHAN INTERAKTIF MELALUI CD ROOM

JUMLAH PESERTA DAN FASILITATOR


JUMLAH PESERTA DALAM 1 ANGKATAN : MAKSIMAL 24 ORANG TERBAGI DALAM 3 KELOMPOK KECIL RATIO FASILITATOR DAN PESERTA 1 : 3-4 TIAP ANGKATAN TERDIRI DARI 1 INSTRUKTUR KLINIS

TAHAP PAKET PELATIHAN


TOT (PELATIHAN CALON FASILITATOR) UNTUK PEMAHAMAN MODUL LOKAKARYA FASILITATOR UNTUK KETRAMPILAN SEBAGAI FASILITATOR PELATIHAN MTBS BAGI PETUGAS PUSKESMAS, PUSTU, BIDAN DESA PEMANTAUAN PASCA PELATIHAN

FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM MTBS