Anda di halaman 1dari 16

PENGELOLAAN SAMPAH

By: WIDYASARI,S.Si.T

DEFINISI
Bahan berbahaya: setiap unsur peralatan, bahan, atau proses yang mampu atau berpotensi menyebabkan kerusakan Enkapsulasi: pengisian wadah benda tajam yang telah penuh dengan semen atau tanah liat, yang telah kering dapat dimanfaatkan untuk menambah gundukan tanah Insinerasi:pembakaran sampah padat, cair,atau gas mudah terbakar yang terkontrol untuk menghasilkan gas dan sisa yang tidak atau tinggal sedikit mengandung bahan mudah terbakar

lanjutan

Kebersihan perataan tanah: metode rekayasa teknik pembuangan sampah padat diatas tanah sedemikian rupa sehingga dapat melindungi lingkungan Kontaminasi:keadaan yang secara potensial atau telah terjai kontak mikroorganisme yang dapat menimbulkan infeksi atau penyakit Pemulungan: pemilahan sampah padat dan menyisihkan bahan-bahan yang masih bermanfaatdari gunukan sampah diatas tanah Pengelolaan sampah: semua kegiatan baik administratif maupun perasional, (termasuk kegiatan transportasi), melibatkan penanganan, perawatan, mengkondisikan, penimbunan, dan pembuabgan sampah

lanjutan

Saluran kotoran: sistem pengumpulan dan pengankutan kotoran, termasuk saluran air, pipapipa, tempat pompa Sampah infeksius: adalah bagian dari sampah menis yang menyebabkan penyakit infeksi Sampah potapraja: sampah umum yang diurus oleh petugas pembuangan sampah yang diurus pemerintah setempat (mis: dinas keberhihan kota) Segregasi adalah: pemisahan sistematis sampah padat sesuai dengan kategori yang telah ditentukan Wadah adalah: tabung tempat penanganan, pengangkutan, penimbunan dan atau akhirnya pembuangan sampah

MAKSUD PENGELOLAAN SAMPAH


Melindungi petugas pembuangan sampah dari perlukaan Melindungi penyebaran infeksi terhadap para petugas kesehata Mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitarnya Membuang bahan-bahan berbahaya dengan aman

TUMPUKAN SAMPAH HARUS DIHINDARI KARENA


MENJADI OBYEK PEMULUNG YANG AKAN MEMANFAATKAN SAMPAH TERKONTAMINASI DAPAT MENYEBABKAN PERLUKAAN MENIMBULKAN BAU BUSUK MENGUNDANG LALAT DAN HEWAN

PENGELOLAAN SAMPAH
SAMPAH KERING
Jarum,kapas,kasa, Pembalut,skalpel,pisau dan semprit

SAMPAH BASAH
Darah,duh tubuh,jaringan plasenta,bagiab janin,set tranfusi

DiRumah sakit dikumpulkan dalam wadah terpisah

Dibakar dalam insenerator

Dibuang dalam lubang dan tertutup

Abunya ditanam dalam Lubang tertutup

BAGAIMANA MEMBUANG BENDA BENDA TAJAM


Jangan menyarungkan kembali penutup atau melepaskan jarum semprit Untuk dekontaminasi setelah digunakan, celupkan ujung jarung dalam larutan morin 0,5% hisap dan sempritkan 3 kali Masukkan benda-benda tajam pada wadah yang tahan tusukan Jika wadah sudah terisi pindahkan dari area tindakan untuk dibuang

MEMBUANG WADAH BENDABENDA TAJAM


Pakailah sarung tangan rumah tangga yang tebal Jika kontainer sudah penuh tutup, sumbat atau plester dengan rapat.pastikan tidak ada bagian benda tajam yang menonjol keluar wadah Buang wadah benda tajam tersebut secara dibakar,enkapsulasiatau dikubur Lepaskan sarung tangan Cuci tangan lalu keringkan dengan handuk

BAGAIMANA MEMBUANG SAMPAH CAIR TERKONTAMINASI


Pakai PPD sewaktu menangani dan mengangkut sampah cair. Hati-hati tuangkan sampah cair ke wastafel atauke dalam toilet dan siramlah dengan air untuk membuang sisa sampah.hindari percikan air. Jika sistem pembuangan kotoran tidak tersedia,buanglah sampah cair tersebut dalam lubang tertutup,jangan dibuang ke saluran terbuka. Wadah bekas sampah cair didelcontaminasi dengan menambah larutan morin 0,5% selama 10menit di cuci. Lepaskan sarung tangan rumah tangga (cuci apabila terlihat kotor dan kering). Cuci tangan dan dikeringkan

Bagaimana Membuang Sampah padat terkontaminasi


Pakai sarung rumah tangga yang tebal sewaktu menangani dan memindah kan sampah padat. Buang sampah padat dalam wadah bersepuh logam atau plastik dengan penutup ketat kumpulkan wadah sampah secara reguler dan pindahkan yang bisa dibakar ke dalam insinerator atau area pembakaran. Lepaskan sarung tangan rumah tangga(cuci setiap hari atau setiap kali terlihat kator dan keringkan).

Cuci tangan dan keringkan atau gunakan penggosok tangan antiseptik seperti yang telah dijelaskan sebelumnya

INSINERASI
Insinerasi adalah: proses dengan suhu tinggi untuk mengurangi isi dan berat sampah.
Jenis sampah yang tidak boleh di insinerasi: a. Wadah bertekanan gas(kaleng sembur aerosol b. Sampah kimia reaktif dalam jumlah besar c. Sampah garam perakdan radioaktif atau fotografik d. Plastik yang mengandung polivinil klorida mis: selang IV, semprit sekali pakai e. Sampah banyak mengandung air raksa atau kadmium mis: bekas batrei,dinding kayu yang dicat dengan timah tebal

Kamar ganda ,isnerator degan suhu tinggi untuk membakar sampah infeksius. Kamar tunggal.suhu tinggi lebih murah.dan digunakan jika jenis kamar ganda tidak bersedia. Oven pengering berputar. Beroprasi pada suhu tinggi digunakan untuk menghancurkan bahanbahan sitotoksik dan bahan-bahan kimia yang tahan panas. Insinerator tong atau bata yang beroperasi dengan suhu yang lebih rendah dan kurang efektif.tapi dapat dibuat secara lokal menggunakan bahan yang telah ada.

JENIS-JENIS INSINERATOR YANG BIASA DIPAKAI UNTUK MENANGANI SAMPAH

MEMBUAT TEMPAT PENGUBURAN KECIL UNTUK PEMBUANGAN SAMPAH


PILIH TEMPAT BERJARAK SETIDAK-TIDAKNYA 50 METER DARI SUMBER AIR UNTUK MENCEGAH KONTAMINASI PERMUKAAN AIR TEMPAT HARUS TERDAPAT PENGALIRAN YANG BAIK,LEBIH RENDAH DARI SUMUR, BEBAS SENANGAN AIR DAN TIDAK RAWAN BANJIR, DIBATASI PAGAR UNTUK MENGHINDARIDARI HEWAN DAN ANAK-ANAK

GALI LUBANG KURANG LEBIH 1 M2, DAN 2 METER DALAMNYA BUANGLAH SAMPAH DALAM LUBANG DAN TUTUPLAH SAMPAH DENGAN TANAH SETEBAL10-15 CM DAN PADATKAN UNTUK MENCEGAH BAU SEHINGGA MENARIK SERANGGA DAN HEWAN LAIN MENGGALI TANAH. Cat: Lubang ini dapat dipakai 30-60 hari

BAGAIMANA MEMBUANG SAMPAH BERBAHAYA:


Pada jumlah yang banyak jangan tidak boleh dikumpulkan dengan sampah terinfeksi Insinerasi pada suhu tinggi merupakan opsi terbaik dalam pembuangan kimia Jika ini tidak mungkin, kkembalikan sampah kimia tersebut kepada pemasok Wadah bekas bahan kimia: a. bilas wadah dengan air.wadah gelas dapat dicuci dengan sabun,dibilas dan dipakai kembal. b. untuk wadah plastik yang mengandung bahan toksik seperti glutaral dehid(misalnya cideks)atau formaldehid, bilas 3x dengan air dan buanglah dengan membakar,enkapsulasi,atau di kubur.jangan digunakan kembali wadah ini untuk tujuan lain.