Anda di halaman 1dari 15

Busbar atau rel merupakan titik pertemuan trafo-trafo tenaga, SUTT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima

dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. Oleh karena itu pemilihan sistem busbar sangatlah penting. Sistem busbar pada gardu induk harus dipilih secara ekonomis dan rasionil, dengan memperhatikan :

Kemungkinan kejadian (probability) gangguan, seringnya dilakukan pemeriksaan dan pembangunan untuk perluasan kelak, termasuk antara lain, keandalan alat-alat pada gardu induk, keadaan sekitarnya, dan kecepatan kenaikan beban.

Sukar atau mudahnya pemutusan pelayanan, termasuk faktor-faktor antara lain, sistem penyaluran tenaga listrik, seringnya bekerja gardu induk, dan tingkatan pelayanan dalam daerah penyaluran beban.

Pengertian dan Fungsi Busbar


Busbar adalah salah satu peralatan utama gardu induk yang merupakan titik pertemuan/hubungan trafotrafo tenaga, SUTT, SKTT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. Semua peralatan gardu induk dihubungkan mengelilingi busbar. Jenis dasar dari hubungan rangkaian dalam gardu induk ditentukan oleh sistem busbarnya.

1.

Busbar Tunggal (single busbar)


Busbar Ganda (Double busbar) Busbar Dengan Satu Setengah PMT (one half breaker busbar) Busbar Cincin (Ring Busbar)

2.

3.

4.

Busbar tunggal adalah sistem busbar yang paling sederhana dan hanya mempunyai satu rel. Karena hanya memerlukan sedikit peralatan dan ruang maka dari segi ekonomis sistem ini sangat menguntungkan. Namun, jika terjadi gangguan pada busbar, isolator pada sisi busbar, pemutus beban dan peralatan diantaranya, maka pelayanan aliran tenaga listrik akan terputus sama sekali. Jika dipandang perlu mencegah pemutusan pelayanan total.

Sistem ini sangat umum dengan menggunakan 2 rel, hampir semua gardu induk menggunakan sistem busbar ganda karena sangat efektif untuk mengurangi pemadaman beban pada saat melakukan perubahan sistem (manuver sistem). Di sini gardu induk itu terbagi menjadi dua bagian yang bekerja terpisah, sehingga akibat-akibat gangguan pada bus dapat dikurangi. Dengan adanya kopel, maka pada sistem ini saluran transmisi dan transformator tidak usah terhenti selama pemutus tenaga diperiksa atau diperbaiki.

Sistem busbar ini mempunyai dua bus yang menggunakan tiga buah PMT di dalam satu diagonal yang terpasang secara seri. Gardu induk Pembangkitan dan gardu induk yang sangat besar menggunakan sistem ini karena sangat efektif dalam segi operasional dan dapat mengurangi pemadaman beban pada saat melakukan perubahan sistem (manuver sistem). Umumnya sistem busbar ini digunakan di pembangkitan saja. Di balik keuntungan-keuntungan tadi, sistem ini memempunyai kerugian-kerugian bahwa ia memerlukan banyak pemutus tenaga, pemisah dan ruang serta rangkaian kontrol dan pengamannya menjadi sangat kompleks.

Sistem busbar cincin yaitu busbar yang semua rel/busbar yang ada tersambung satu sama lain dan membentuk seperti ring/cincin hanya memerlukan ruang yang kecil dan baik untuk pemutusan sebagian dari pelayanan dan pemeriksaan pemutus beban. Sistem ini jarang dipakai karena mempunyai kerugian bahwa dari segi operasi sistem tenaga.

Busbar atau rel merupakan titik pertemuan trafo-trafo tenaga, SUTT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. Busbar ganda terdiri dari dua rel. Sistem ini sangat umum, hampir semua gardu induk menggunakan sistem busbar ganda karena sangat efektif untuk mengurangi pemadaman beban pada saat melakukan perubahan sistem (manuver sistem).

Sistem busbar ini mempunyai dua bus yang menggunakan tiga buah PMT di dalam satu diagonal yang terpasang secara seri. Gardu induk Pembangkitan dan gardu induk yang sangat besar menggunakan sistem ini karena sangat efektif dalam segi operasional.