P. 1
5. perambuan sementara peletakan

5. perambuan sementara peletakan

|Views: 9|Likes:
Dipublikasikan oleh Septian Aryatama
jelas
jelas

More info:

Published by: Septian Aryatama on Sep 20, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2015

pdf

text

original

RAMBU LALU LINTAS SEMENTARA

By : Dini KD

Perambuan Sementara
Kegiatan yang bisa terjadi di rumaja pada saat jalan beroperasi diantaranya kegiatan; • Pelebaran jalan; • Peningkatan perkerasan jalan (Over lay); • Pengecatan marka; • Galian/pemasangan/pemeliharaan utilitas; • Survei jalan (pengukuran); • Survei lalu lintas (pencacahan lalu lintas/traffic counting, wawancara pengemudi/road side interview);

Ketentuan Teknis Perambuan Sementara Tinggi Posisi Rambu

Tinggi Posisi Rambu

Pemasangan Rambu
Rambu sementara dipasang pada trotoar atau bahu minimal jarak d = 0,60 Meter dari tepi perkerasan jalan

Pemasangan Rambu Pada Bahu

Pemasangan Rambu Pada Pemisah Arah

Perancangan Perambuan Sementara

Tata Letak Perambuan Sementara

Daerah Pendekat (A)
Penetapan Jumlah Rambu Pada Daerah Pendekat

Daerah Perlintasan Awal (B)
Penetapan Panjang Daerah B Dan Perlengkapan Pendukung

Daerah Perlintasan Akhir (D)
Panjang daerah perlintasan akhir minimal 5 meter dan maksimal 30 meter, ketentuan lain yang mengatur pada daerah taper akhir adalah: 1) Garis taper dimulai dari ujung daerah pekerjaan ke jalur jalan normal lagi 2) Garis taper diberi traffic cones dengan jarak antara cone 5 meter.

Daerah Menjauh (C)

Rambu Akhir Pekerjaan

Pengurangan Jumlah Lajur
1) Dengan lebar efektif yang ada, dimana volume lalulintas dibagi dengan kapasitasnya tidak lebih dari 0.85. Lebar efektif dalam pengaturan lalulintas ini adalah lebar jalur dikurangi lebar yang digunakan untuk pekerjaan jalan. 2) Pengaturan dua arah bergantian, jika antrian akibat pergerakan yang ada terjadi antrian sudah melebihi 100 meter. 3) Apabila butir satu dan dua di atas tidak bisa dilaksanakan maka harus menempuh langkah : • Melakukan kegiatan pekerjaan di luar jam sibuk lalu lintas. • Menggunakan bahu jalan sebagai lajur lalu lintas. • Menggunakan sebagian lajur lawan. • Menggunakan lajur darurat. • Menggunakan lintasan jalan alternatif

Pengaturan Lalu Lintas
Ketentuan pengaturan lalulintas pada saat adanya perambuan sementara adalah: 1) Rambu tetap menjadi tidak berlaku (rambu tetap harus ditutup). 2) Tidak perlu menambah marka baru. 3) Pengaturan lalu lintas masih tetap harus dipandu dengan tenaga orang (flagman), yang dilengkapi bendera, baterei (malam hari) dan rompi pengaman. 4) Jika pekerjaan selesai, perambuan sementara harus ditiadakan dari jalan.

Tata Letak Rambu Sementara Pada Salah Satu Lajur Digunakan Pekerjaan Jalan

Tata Letak Rambu Sementara Bagian Tengah Ada Pekerjaan Jalan

Tata Letak Rambu Sementara Dengan Membuat Lajur Tambahan/Alternatif

Tata Letak Rambu Sementara Menggunakan Sebagian Lajur Lawan Pada Jalan Terpisah

Tata Letak Rambu Saat Ada Pemeliharaan di Tepi Jalan (Perambuan sementara khusus)

Penelitian Instrumen Pelengkap Perambuan
• ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APILL) PORTABLE SEBAGAI INSTRUMEN PELENGKAP PERAMBUAN SEMENTARA • Oleh: Taufik Sugian Sumardi; Pantja Dharma Oetojo • APILL Portable: APILL Portable bisanya digunakan pada kondisi darurat atau pada kondisi arus lalu lintas normal yang terganggu

Setiap 1 set APILL Portable biasanya terdiri dari: 1. 2 tiang lampu (berikut boks lampu merah, kuning, hijau), dan alat pengatur (controller) 2. Box pengaturan manual/remote 3. Batere dan atau panel tenaga surya 4. Peralatan dan bahan operasional, seperti kunci pas, obeng, kabel, isolasi, dll
• Jenis Pengoperasian APILL Portable dapat digunakan untuk mengatur lalu lintas ketika laju arus lalu lintas pada satu bagian lajur harus dialihkan (pengoperasian ulang-alik), atau ketika lalu lintas harus di hentikan (pengoperasian di perlintasan).

TERIMA KASIH

Skema Cara Kerja APILL Portable PJT Porta Ver 1.0

• Anonim (1997), Manual Kapasitas Jalan Indonesia, Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum • Anonim (2006), Peraturan Menteri Perhubungan No.60, Tentang Rambu-rambu Lalu Lintas di Jalan, Jakarta: Menteri Perhubungan • Sumardi, Taufik Sugian dan Oetojo, Pantja Dharma (2009), Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (Apill) Portable Sebagai Instrumen Pelengkap Perambuan Sementara, Bandung: Kolokium Hasil Penelitian Pengembangan Jalan dan Jembatan TA. 2009, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan • Anonim (2009), Undang-undang No. 22, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jakarta: Presiden Republik Indonesia • Kusnandar, Erwin (2008), Perambuan Sementara Untuk Pekerjaan Jalan, Kolokium Puslitbang Jalan dan Jembatan, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum

• Jelaskan apa yang anda ketahui tentang perambuan di Indonesia ! • Jenis informasi rambu apa saja yang ada di Indonesia, berikan contoh-contohnya dan Jelaskan ! • Bagaimana persayaratan bentuk dan warna untuk pembuatan rambu di Indonesia ? • Jelaskan manfaat perambuan sementara yang sering digunakan pada proyek-proyek di Indonesia ! • Ambil contoh sebuah proyek yang ada di Surabaya dan cobalah rencanakan perambuan sementara di sekitar kawasan tersebut ! • Diskusikanlah cara pengaturan lalulintas di sekitar suatu proyek yang membutuhkan perambuan sementara dan terkait dengan jawaban no. 5!

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->