Anda di halaman 1dari 4

Reliability Block Diagram

Rangkuman Diskusi KBK Reliability 1 September 2006 – 11 September 2006 Milis Migas Indonesia : http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia Migas Indonesia Online : http://www.migas-indonesia.com Migas Indonesia Network : http://www.migas-indonesia.net

Editor :

Wildefri Neidi

Swastioko Budhi Suryanto

Moderator KBK Reliability

M. Nurkholis S. – Satomo Indovyl Monomer

KBK Reliability M. Nurkholis S. – Satomo Indovyl Monomer Mohon konfirmasinya dalam menghitung reliability dari suatu

Mohon konfirmasinya dalam menghitung reliability dari suatu sistem, katakanlah ada 7 pompa dimana pompa 1 sampai pompa 5 disusun secara seri ( Rseri = R1xR2xR3xR4xR5 ) yang memompa air ke reservoir dan outlet reservoir dipasang 2 pompa secara paralel ( Rpar = R1+R2-2R1.R2 ).

Bagaimana pendekatan reliability modelling untuk sistem secara keseluruhan (7 pompa) ?. Apakah

langsung saja ditotalkan

Rtot = Rseri + Rparalel ?.

Roeddy E. Setiawan - Chevron USA

Tergantung pak Nurkholis mau melihat/menilai sistemnya, kalau bapak melihatnya dari sistem secara keseluruhan misalnya untuk sistem seri, bila pompa R1 gagal, padahal pompa nomor satu sangat penting karena NPSH nya sesuai dengan liquid yang dipompa. Kegagalan pompa nomor 1, kalau sirkuitnya tidak dirancang dengan baik akan menyebabkan seluruh rangkaian gagal memompa fluida yang diperlukan (pompa R2 akan mempunyai NPSH available lebih rendah karena fitting losses-nya jauh lebih tinggi, akhirnya vapor lock). Tapi kalau pompa R5 yang gagal, akibatnya cuma head-nya saja yang turun, jadi mungkin dengan perubahan kondisi operasi, prosesnya masih bisa jalan, disini bisa dibilang reliability-nya tidak berubah. Saya yakin rekan lain bisa membantu anda.

Ilham Budi Santoso - Wood Group Indonesia

Mas Nurkholis, berarti antara Rseri dan Rpar kan diseri, dengan demikian : Rtot = Rseri x Rpar.

Vozi Andrian - Lloyd's Register Indonesia

Coba melengkapi, katakanlah pompa dengan R1, R2, R3, R4, R5 yang diserikan sebagai A, maka RA = R1 x R2 x R3 x R4 x R5. Dan Untuk pompa dengan R6, R7 yang diparelkan sebagai B, maka RB = 1-(1-R6)(1-R7). Dan total Reliabilitynya menjadi Rtot = Rseri x Rparalel = RA x RB = (R1xR2xR3xR4xR5) x (1-(1-R6)x(1-R7)).

Firman Yanto Siagian - Kaltim Pasifik Amoniak

Pak Nurkholis Yth., saya punya masukan penyelesaian yang sifatnya sederhana. Untuk menilai kehandalan sistem Bapak, pertama-tama bisa dilihat kehandalan sistem masukan (suction) tersendiri dahulu (seri), lalu kehandalan sistem keluaran (discharge) tersendiri lagi (paralel). Dengan demikian Bapak bisa melihat kehandalan masing-masing sub sistem.

Setelah itu, Bapak bisa menggabungkan kedua sub sistem dengan reservoir sebagai sistem suplai air (seri). Tetapi yang paling penting diperhatikan adalah bahwa sub sistem jangan dilihat sekedar sebagai seri atau paralel, tapi pemilihan rumus statistik mana yang mau kita pakai. Termasuk pendekatannya, yang mana yang paling cocok dengan sistem/metoda operasional sistem tersebut.

Saya punya suatu table tentang penggunaan pendekatan-pendekatan statistik. Kalau Bapak tertarik, bisa hubungi saya via japri, nanti saya carikan (maklum, nyimpan dokumennya sering amburadul).

Mohon maaf bila ada kekurang-jelasan atau kesalahan. Silahkan yang lain menambahkan atau meralat.

Stephanus Sulaeman - Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan

I think the reliability of the whole system is :

(R1XR2xR3xR4xR5) x (1-Pf1) x (1-Pf2) x (1-Pf3) x {1-(1-R6)(1-R7)} where :

Pf1 = failure rate of the inlet piping system Pf2 = failure rate of the reservoir Pf3 = failure rate of the outlet piping

M. Nurkholis S. – Satomo Indovyl Monomer

Mas Ilham, apakah reservoir yang di tengah tidak mempunyai pengaruh terhadap keseluruhan sistem sehingga langsung saja diserikan Rtot = Rseri x Rpar ?.

Kalau kita bicara lebih jauh sedikit, reservoir mempunyai buffer selama 10 jam. Menurut hemat saya jika pompa 1 sampai 5 sering bermasalah, yang perbaikannya di bawah 10 jam (reliabilitynya rendah), maka belum tentu akan menurunkan reliabillity dari sistem. Jadi kalau kita serikan akan secara langsung mempengaruhi reliability total. Mohon pencerahan.

Ilham Budi Santoso - Wood Group Indonesia

Salam Mas Nur. Dalam membahas reliability suatu sistem memang diperlukan pembahasan yang teliti. Pendapat saya kemarin adalah hanya dalam konteks sistem seri dan paralel. Namun bila ingin diperdalam lebih jauh, tentu diperlukan pembahasan yang lebih detail. Karena untuk menentukan seberapa besar pengaruh suatu sub sistem (pompa, valve, piping, tanki, dsbnya) pada kehandalan sistem harus diketahui/disepakati lebih dulu apa fungsi dari sistem tersebut.

Pembahasan kehandalan suatu sistem tentu diawali dari penentuan definisi dari fungsi sistem tersebut. Karena dengan fungsi yang jelas maka kita dapat mendefinisikan kegagalan secara jelas pula. Fungsi sistem harus mencakup paling tidak fungsi dari sisi servis, safety, enviromental. Pada kasus sistem pemompaan, fungsi servis minimal harus mencakup tentang berapa tekanan dan flow capacity yang dibutuhkan oleh user. Fungsi safety dan enviromental secara sederhana adalah mencakup seberapa tingkat efek terhadap lingkungan dan safety yang diijinkan bila terjadi kegagalan pada sistem, seperti akibat kebocoran seal, kebocoran pada tangki/pipa, pompa gagal berfungsi dan sebagainya. Setelah semua fungsi sistem tadi terdefinisikan dengan baik, maka kita bisa melakukan breakdown fungsi-fungsi dari sub sistem agar fungsi secara sistem keseluruhan dapat tercapai.

Setelah fungsi-fungsi terdefinisikan dengan baik baru kita bisa mulai melakukan analisis kira-kira modus-modus apa saja yang bisa membuat fungsi-fungsi tadi gagal. Dan seberapa besar frekuensi dari tiap modus kegagalan tersebut. Dari sini kita bisa melihat seberapa reliability dari suatu sub sistem mempengaruhi reliability dari sistem keseluruhan. Dan dengan dasar ini kita bisa melakukan aksi mitigasi bila diperlukan untuk menaikkan reliability dari sub sistem agar reliability dari sistem dapat mencapai suatu tingkat yang diperlukan.

Semoga bermanfaat.

Teguh Santoso - Pakarti Tirtoagung

Contoh sederhana menghitung reliability pompa yaitu 5 pompa dipasang seri mungkin karena jauh atau tingginya tangki yang ada, kemudian dua pompa paralel untuk mengalirkan air dari tanki tersebut. Maka dari maintenance rekor diperoleh data pompa sebagai berikut. Misalnya, keseluruhan pompa 1 sampai pompa 7 dalam waktu satu tahun (365 hari) pompa rusak dua kali. Membutuhkan waktu perbaikan (MTTR = Mean Time To Repair) 2 hari dan 3 hari. Maka didapat, MTTR = 5/2 = 2.5 hari dan Mean Time Between Failure (MTBF) = (365-5)/2 = 180 hari. Sehingga Availability pompa Av = MTBF/(MTBF+MTTR) = 180/(180+2.5) = 0.986. Reliability untuk sistem

seri Rs = Av1 x Av2 x Av3

x Av5. Rs = 0.986 x 0.986 x 0.986 x 0.986 x 0.986 = 0.93. Untuk

sistem pompa paralel, reliability sub sistem Rp = 1 - (1-Av6)(1-Av7) = 1 - (1-0.986)(1-0.986) = 0.998. Sekarang kita anggap Av tanki, Avt = 0.99. Maka reliability sistem = Rs x Avt x Rp = 0.93

x 0.99 x 0.998 = 0.918. Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.

M. Nurkholis S. – Satomo Indovyl Monomer

Pak Teguh, setahu saya reliability tidak sama dengan Availability, sedangkan bapak melakukan

pendekatan RS = Av1 x Av2 x

Availability tells information about how you use time. Reliability tells information about the failure-free interval. Mohon pencerahan kalau ada yang kurang.

atau RP = (1-(1-Av6)(1-Av7)).

Wilis Wirawan – Sarana Ahli Sejati

Dear Pak Teguh, saya kok kurang sepakat dengan formula berikut ini yang ada di dalam contoh perhitungan Reliability yang Anda berikan :

1. Reliability untuk sistem seri Rs = Av1 x Av2 x Av3

x Av5

2. Rp = 1 - (1-Av6)(1-Av7) Dimana Av = availability.

Sepanjang pengetahuan saya yang pendek ini, rumus Rs = R1xR2xR3xR4xR5, dimana R=reliability dan reliability TIDAK SAMA DENGAN availability. Hal yang sama juga berlaku untuk rumus Rp. Reliability = kehandalan = probabilitas dari failure free operation, sedangkan availability = ketersediaan = jangka waktu up-time. Mohon dikoreksi.

Perbedaan reliability dan availability dapat dilihat dalam ilustrasi berikut ini.

Diketahui : sebuah pompa dalam waktu satu tahun (365 hari) pompa rusak dua kali. Kerusakan pertama menimbulkan downtime 2 hari, sedangkan kerusakan kedua menimbulkan downtime 3 hari.

Reliability vs Availability :

1. Jika diasumsikan failure rate pompa ini adalah konstan, maka MTBF = (365-(2+3))/2 = 180 hari. Reliability pompa ini = R = exp (-t/MTBF) = exp (-t/180 hari). Jika ingin dihitung reliability untuk jangka waktu operasi 1 tahun maka R = exp (-365 hari/180 hari) = 0.13 =

13% (sebuah harga reliability yang rendah karena dalam waktu satu tahun probabilitas dari keberhasilan operasi pompa ini hanya 13%, dapat dilihat dalam 1 tahun gagal 2 kali).

2. Availability = A = up time/(up time + downtime). Up time = 365-(2+3) = 360 hari. Downtime = 2+3= 5 hari. Jadi, availability = 360/(360+5) = 98.6%. Availability juga dapat dihitung dari formula A = MTBF/(MTBF+MTTR) = 180/(180+2.5) = 98.6%.

Dalam Key Performance Indicators (KPI's), reliability dan availability biasanya dilihat kedua- duanya, karena mungkin saja suatu equipment availability-nya tinggi namun reliability-nya rendah seperti contoh di atas. Salah satu referensi: http://www.barringer1.com/ar.htm

Mohon koreksinya.

Teguh Santoso - Pakarti Tirtoagung

Betul

koreksinya.

pak

Wilis,

maaf

formula

tersebut

untuk

menghitung

availability.

Terimakasih

atas

Tambahan dari Moderator KBK Reliability Milis Migas Indonesia

Untuk menjawab tuntas persoalan di atas, maka Moderator KBK Reliability Bpk. Dwi Priyanta membuat Modul Pelajaran Reliability dalam format PDF (2.060 KB) yang dapat anda download si situs Migas Indonesia Online www.migas-indonesia.com halaman download atau klik URL http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=download&act=browse&id=1&page=2. Bisa juga modul pelajaran ini anda download dari situs Migas Indonesia Network www.migas- indonesia.net halaman download atau klik langsung URL ini dalam program browser anda http://migas-indonesia.net/download/keandalan-dan-perawatan-reliability-its-/download.html.

Semoga bermanfaat.