Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN MINGGUAN OJT D1 MINGGU X

LAMPU HALOGEN

Oleh :

MUHAMMAD ZAKIY RAMADHAN


TL-00557 Bidang Pemeliharaan Listrik Pembangkit

PROGRAM BEASISWA D1 JURUSAN TRAGI PT PLN (PERSERO) SEKTOR ASAM ASAM WILAYAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TENGAH 2009

PENDAHULUAN

Penggunaan lampu halogen sekarang makin meluas dan sudah sangat umum. Hampir seluruh produk otomotif hingga PT PLN sudah memakai lampu halogen sebagai lampu penerangan utama. Dengan konsumsi daya yang sama, namun cahaya yang dihasilkan lampu halogen lebih terang dan lebih awet dibanding lampu biasa. Produk lampu halogen untuk otomotif yang banyak dikenal adalah jenis H1, H3, H4, H7, H8, H9, H10, H11, H12, H13, 9004, 9005, 9006, 9007, 880, 881, 884, 885, 896 dan sebagainya.

PEMBAHASAN LAMPU HALOGEN

Lampu pijar biasa berisi filamen tungsten, dibungkus dengan kaca dan disertakan di dalamnya campuran gas (umumnya Nitrogen, Argon dan Krypton). Ketika listrik disalurkan, maka filamen akan menjadi panas (bisa mencapai 2.000C) dan kemudian terlihat membara. Bara terang tersebut kemudian menjadi sumber cahaya.

Lihat gambar dibawah ini.

Keterangan gambar : 1. Daya listrik membuat filamen membara. Pada saat filamen membara, tungsten akan menguap. 2. Tungsten yang menguap, kemudian terkondensasi pada dinding kaca yang lebih dingin. 3. Hal ini terjadi terus menerus selama lampu menyala, sehingga semakin lama kaca lampu akan terlihat menghitam, kemudian hingga suatu saat filamen tungsten akan terus menipis dan akhirnya putus, akibatnya lampu mati. Lampu halogen termasuk dalam jenis lampu pijar. Lampu halogen diciptakan dengan memperbaiki proses lampu pijar biasa di atas, yaitu dengan mengurangi masalah menguapnya tungsten. Kaca lampu dibuat dari kaca kuarsa yang tipis dan tahan panas, kemudian gas yang diisikan ditambahkan sedikit gas halogen. Pada tahun 1959 lampu halogen diperkenalkan untuk kepentingan komersil.

Lihat gambar di bawah ini.

Keterangan gambar: 1. Terlihat gas halogen diantara gas-gas lainnya dalam lampu halogen. Secara kimia, gas halogen (butir merah) akan bereaksi dengan uap tungsten(butir hitam) yang kemudian menghasilkan halida tungsten. 2. Pada saat filamen tungsten membara, tungsten akan menguap. 3. Gas halogen mengikat uap tungsten tadi menjadi tungsten halida. Ketika halida tersebut menyentuh tungsten filamen yang sedang membara, senyawa tersebut kembali terpecah dimana gas halogen kembali terlepas sementara tungsten kembali melekat pada filamen. 4. Siklus ini berulang terus menerus yang menghasilkan cahaya lampu yang stabil dan umur lampu yang panjang.

Siklus tersebut di atas disebut dengan siklus halogen atau Halogen-Cycle. Namun syarat utama untuk terjadinya siklus halogen adalah suhu permukaan kaca lampu harus sangat panas (tergantung besar daya lampu). Jika suhu kaca lampu berada di bawah standart yang telah di tentukan itu, maka halogen tidak akan mampu mengikat uap tungsten, akibatnya tungsten akan melekat pada dinding kaca bagian dalam, hingga lama kelamaan kaca lampu akan menghitam, dan lampu halogen lebih cepat putus.

Dikarenakan suhu kerja lampu halogen yang sangat tinggi, beberapa negara mewajibkan perusahaan otomotif maupun perusahaan perlengkapan keluarga yang menggunakan lampu halogen untuk mematuhi persyaratan keamanan untuk menghindari kebakaran, luka bakar dan sebagainya. Faktor yang mempengaruhi pendeknya umur lampu halogen adalah : 1. Kaca lampu disentuh 2. Kaca lampu terkena tetesan air akibat kebocoran box lampu 3. Tegangan listrik yang kurang (membuat filamen tidak menyala maksimal) 4. Banyak getaran/vibrasi

Lampu halogen harus menyala sempurna sesuai dengan tegangan dan daya yang dibutuhkannya. Jika daya atau tegangan lampu kurang, maka lampu akan menyala redup. Menyala redup menyebabkan Halogen Cycle tidak akan terjadi karena suhu kerja yang rendah. Dipastikan umur lampu halogen tersebut tidak akan panjang. Berbagai tipe bohlam halogen.

KESIMPULAN

1. Lampu halogen termasuk dalam jenis lampu pijar. Lampu halogen diciptakan dengan memperbaiki proses lampu pijar biasa di atas, yaitu dengan mengurangi masalah menguapnya tungsten. 2. Syarat utama untuk terjadinya siklus halogen adalah suhu permukaan kaca lampu harus sangat panas (tergantung besar daya lampu). 3. Lampu halogen harus menyala sempurna sesuai dengan tegangan dan daya yang dibutuhkannya. Jika daya atau tegangan lampu kurang, maka lampu akan menyala redup. Menyala redup menyebabkan Halogen Cycle tidak akan terjadi karena suhu kerja yang rendah. Dipastikan umur lampu halogen tersebut tidak akan panjang.