Anda di halaman 1dari 11

PEDOMAN PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Friedman) A. Data umum 1. Nama KK 2. Umur KK 3. Alamat 4. Pekerjaan 5. Pendidikan : Tn.

J : 60 th : Mojosongo : pensiun : SMA

6. Susunan Anggota Keluarga : No 1 2 3 4 5 Nama Tn. J Ny. N Tn. K Ny. W An. D Umur 60 th 58 th 33 th 32 th 7 th Sex (L/P) L P L P P Tgl Lahir 24/10/1953 7/07/1955 6/06/1980 1/01/1981 28/02/2006 Pendidikan SMA SMP SMA S1 Pekerjaan Pensiun Ibu rumah tangga Swasta Swasta Hubungan Suami Klien Menantu Anak Cucu

6. Tipe Keluarga Tipe keluarga extenden family (yang terdiri dari 3 generasi hidup bersama dalam 1 rumah). 7.Suku Bangsa Seluruh keluarga berasal dari Sumatra 8. Agama

Semua anggota keluarga beragama Islam, menurut Ny. N keluarga rutin melaksanakan solat 5 waktu, kadang-kadang solat berjamaah di masjid 9.Status social ekonomi keluarga Tn. J merupakan pensiunan pegawai Telkom,Tn. K bekerja sebagai sopir travel yang pendapatan keduanya dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari keluarga tersebut. 10.Aktifitas rekreasi keluarga Keluarga Ny. N sering bepergian ke tempat rekreasi karena pekerjaan Tn.K yang sebagai sopir travel. Riwayat tahap perkembangan Keluarga 11. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan usia lanjut. 12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi : 13. Riwayat keluarga inti Tn. J dan Ny.N sudah menikah 38 th. Ny. N mengatakan sudah sejak umr 40 th menderita hipertensi penyakit ini diketahui setelah Ny. N memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan disekitar rumahnya, serta Ny. N sempat mengalami stroke sebagian 1 tahun yang lalu, ibu Ny.N juga memiliki riwayat hipertensi. 14. Riwayat keluarga sebelumnya Menurut Ny. N ibu mempunyai riwayat hipertensi dan meninggal pada tahun 2012 sedangkan Tn. J merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara namun tidak ada yang menderita penyakit hipertensi (karena orangtua Tn.J tidak mempunyai riwayat hipertensi). III. Lingkungan 2. Karakteristik Rumah a. Rumah (tipe, ukuran , jumlah ruangan, denah) Rumah yang ditempati oleh keluarga Ny. N adalah milik sendiri dengan ukuran tipe 36. Terdiri dari perkarangan depan, 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, 1 ruang keluarga, jendela 4 buah.

Denah : Kamar mandi Dapur

Ruang makan

Ruang keluarga

Kamar 2

Kamar 1

Ruang tamu

Teras b. Ventilasi dan penerangan Semua jendela dibuka pada pagi dan sore hari agar udara dapat masuk. Penerangan cukup. c. Persediaan air bersih Persediaan air bersih terpenuhi dengan baik menggunakan air PDAM. d. Pembuangan sampah Pembuangan sampah tiap pagi hari dibuang ke TPS terdekat. e. Pembuangan air limbah Pembuangan air limbah melalui penyaringan dan diolah dengan baik. f. Jamban/WC Tersedia jamban/WC keluarga dengan tipe WC jongkok menggunakan sumber air yang berasal dari PDAM. g. Lingkungan rumah Batas kiri rumah adalah rumah tetangga, batas kanan rumah adalah jalan setapak. Lingkungan sekitar padat penduduk. 3. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Karaktetistik tetangga ramah, saling tolong menolong dan gotong royong saat ada kerja bakti. Kebiasaan tetangga setempat adalah berkumpul saat sore hari. 4. Mobilitas geografi keluarga Keluarga Tn.J berasal dari Sumatra lalu pindah ke Jogyakarta kemudian pindah ke Solo. 5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Seluruh anggota keluarga berkumpul saat pagi dan sore hari saat memulai dan mengakhiri aktivitas bekerja dan sekolah. Anggota keluarga juga ikut berinteraksi dengan masyarakat sekitar saat kerja bakti, pengajian, arisan, dan kegiatan masyarakat lainnya. 6. Sistem pendukung keluarga Seluruh anggota keluarga sehat selain Ny. N karena menderita hipertensi. Di rumah Ny. N tidak ada fasilitas penunjang kesehatan seperti hipertensi dan obat dokter. Bila ada keluhan (pusing) Ny. N baru memeriksakan kesehatannya. IV. Struktur keluarga 7. Pola komunikasi keluarga Sifat komunikasi dalam keluarga Ny. N terbuka, setiap anggota bebas menyatakan pendapat. Tn. J bertindak sebagai pembuat keputusan terakhir. 8. Struktur kekuatan keluarga Kemampuan komunikasi keluarga baik berjalan lancar, antar anggota keluarga saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain, serta mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam keluarga. 9. Struktur peran (formal dan informal) Tn. J peran formal sebagai kepala keluarga dan pensiunan sedangkan peran informalnya adalah sebagai pendidik dan pelindung. Ny. N peran formal sebagai ibu rumah tangga sedangkan peran informalnya adalah sebagai pendidik. Tn. K peran formalnya sebagai pencari nafkah sedangkan peran informalnya adalah sebagai pendidik dan pelindung. Ny. W peran formalnya sebagai pencari nafkah sedangkan peran informalnya adalah sebagai pendidik dan pelindung. An. D peran formalnya sebagai pelajar sedangkan peran informalnya adalah sebagai anak dan cucu. 10. Nilai dan norma keluarga Dalam keluarga Tn.J, mandi sore maksimal pukul 17.00 WIB V. Fungsi Keluarga 11. Fungsi afektif Semua keluarga saling menghargai dan menghormati satu sama lain sehingga tercipta keluarga yang harmonis 12. Fungsi sosial Keluarga mampu bersosialisasi dalam masyarakat sekitar dengan baik dan anggota keluarga sangat disiplin dalam mematuhi norma-norma dalam masyarakat.

13. Fungsi perawatan keluarga a. Kemampuan keluarga mengenal masalah Anggota keluarga mengetahui tentang pengertian, tanda dan gejala, factor penyebab dan yang mempengaruhi hipertensi yang diderita Ny. N. b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat Keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah hipertensi. Keluarga mengetahui bahwa salah satu anggota keluarga menderita hipertensi Keluarga tidak merasa menyerah terhadap masalah yang dialami Keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan penyakit hipertensi Tidak ada sikap negatif keluarga terhadap masalah kesehatan tersebut Keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada keluarga percaya terhadap tenaga kesehatan keluarga mendapat informasi yang benar dari tenaga kesehatan terhadap tindakan dalam mengatasi masalah c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Keluarga sangat mendukung Ny N untuk berobat, keluarga sangat bertanggung jawab dalam mendukung pengobatanNy N. Didalam rumah tidak tersedia fasilitas yang diperlukan untuk perawatan. d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat Keluarga sangat kompak dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan mengetahui tentang pentingnya hygiene sanitasi dan upaya pencegahan penyakit. e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat keluarga percaya terhadap petugasdan fasilitas kesehatan, sehingga apabila salahsatu anggota keluarga sakit dibawa ke fasilitas kesehatan. 14. Fungsi reproduksi Jumlah anak Tn J dan Ny N adalah 4 orang, yang terdiri dari 2 anak perempuan dan 2 anak laki laki. Ny.N mengikuti program KB suntik. 15. Fungsi ekonomi Fungsi ekonomi cukup, mampu memenuhi kebutuhan keluarga. VI. Stres dan Koping Keluarga 16. Stresor jangka pendek dan panjang a. b. Stresor jangka pendek : Stresor jangka panjang : -

17. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor Jika ada permasalahan, keluarga berdiskusi untuk mendapatkan solusinya. 18. Strategi koping yang digunakan

Jika salah satu anggota keluarga mendapat masalah, ia akan menceritakan masalahnya kepada anggota keluarga yang lain. 19. Strategi adaptasi disfungsional : VII. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik pada tanggal 9 September 2013 1. Tn. J Vital sign TD RR Kepala Thorak : 130/90 mmHg : 22 x/menit : Jantung : Inspeksi ictus cordis tidak tampak Palpasi tidak ada nyeri tekan Perkusi tidak ada pelebaran batas jantung Auskultasi terdengar S1 lup dan S2 dup Paru : Inspeksi tidak ada otot bantu pernafasan, pengembangan dada simetris Palpasi pengembangan dada simetris Perkusi suara pekak Auskultasi suara sonor Abdomen : Inspeksi tidak ada lesi, tidak scars Auskultasi suara peristaltik usus 12 x/menit Palpasi tidak teraba massa Perkusi suara tymphani Ekstremitas 2. Ny. N Vital sign TD RR Kepala Thorak : 140/100 mmHg : 21 x/menit : Jantung : Inspeksi ictus cordis tidak tampak Palpasi tidak ada nyeri tekan Perkusi tidak ada pelebaran batas jantung Auskultasi terdengar S1 lup dan S2 dup 6 N S : 80 x/menit : 36 oC : kedua tangan dan kedua kaki dapat digerakkan dengan bebas N S : 88 x/menit : 36,7 oC

: mesocephal, tidak ada nyeri tekan, rambut beruban

: mesocephal, tidak ada nyeri tekan, rambut beruban

Paru

: Inspeksi tidak ada otot bantu pernafasan, pengembangan dada simetris Palpasi pengembangan dada simetris Perkusi suara pekak Auskultasi suara sonor

Abdomen

: Inspeksi tidak ada lesi, tidak scars Auskultasi suara peristaltik usus 15 x/menit Palpasi tidak teraba massa Perkusi suara tymphani

Ekstremitas

: kaki kanan pasca stroke tidak bisa digerakkan secara maksimal.

Kedua tangan dapat digerakkan dengan bebas. 3. Tn. K Vital sign TD RR Kepala Thorak : 120/90 mmHg : 20 x/menit : Jantung : Inspeksi ictus cordis tidak tampak Palpasi tidak ada nyeri tekan Perkusi tidak ada pelebaran batas jantung Auskultasi terdengar S1 lup dan S2 dup Paru : Inspeksi tidak ada otot bantu pernafasan, pengembangan dada simetris Palpasi pengembangan dada simetris Perkusi suara pekak Auskultasi suara sonor Abdomen : Inspeksi tidak ada lesi, tidak scars Auskultasi suara peristaltik usus 13 x/menit Palpasi tidak teraba massa Perkusi suara tymphani Ekstremitas 4. Ny. W Vital sign TD RR : 120/70 mmHg : 19 x/menit 7 N S : 72 x/menit : 36,5 oC : kedua tangan dan kedua kaki dapat digerakkan dengan bebas N S : 92 x/menit : 36,3 oC

: mesocephal, tidak ada nyeri tekan.

Kepala Thorak

: mesocephal, tidak ada nyeri tekan. : Jantung : Inspeksi ictus cordis tidak tampak Palpasi tidak ada nyeri tekan Perkusi tidak ada pelebaran batas jantung Auskultasi terdengar S1 lup dan S2 dup Paru : Inspeksi tidak ada otot bantu pernafasan, pengembangan dada simetris Palpasi pengembangan dada simetris Perkusi suara pekak Auskultasi suara sonor

Abdomen

: Inspeksi tidak ada lesi, tidak scars Auskultasi suara peristaltik usus 14 x/menit Palpasi tidak teraba massa Perkusi suara tymphani

Ekstremitas 5. An. D Vital sign TD RR Kepala Thorak

: kedua tangan dan kedua kaki dapat digerakkan dengan bebas

: 120/70 mmHg : 18 x/menit :

N S

: 94 x/menit : 36,2 oC

: mesocephal, tidak ada nyeri tekan. Jantung : Inspeksi ictus cordis tidak tampak Palpasi tidak ada nyeri tekan Perkusi tidak ada pelebaran batas jantung Auskultasi terdengar S1 lup dan S2 dup Paru : Inspeksi tidak ada otot bantu pernafasan, pengembangan dada simetris Palpasi pengembangan dada simetris Perkusi suara pekak Auskultasi suara sonor

Abdomen

: Inspeksi tidak ada lesi, tidak scars Auskultasi suara peristaltik usus 10 x/menit Palpasi tidak teraba massa Perkusi suara tymphani

Ekstremitas

: kedua tangan dan kedua kaki dapat digerakkan dengan bebas

VIII. Harapan Keluarga terhadap petugas kesehatan Seluruh anggota keluarga berharap Ny. N segera sembuh dengan pengobatan yang sedang dijalani. B. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan fisik. Data Subyektif : keluarga mengatakan Ny. N mudah lelah saat beraktivitas Data Obyektif : Ny. N terlihat tidak dapat berjalan dengan lancar karena mengalami stroke bagian kaki kanan. TD RR : 140/100 mmHg : 21 x/menit N S : 80 x/menit : 36 oC

2. Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi. Data Subyektif : Tn. K dan Ny. W mengatakan sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak bisa merawat Ny. N 24 jam penuh. Data Obyektif : -Anggota keluarga Tn. J dan An. D (tinggal di rumah) belum paham seluruhnya tentang penanganan hipertensi. -Tidak adanya fasilitas penunjang kesehatan seperti tensi. 3. Potensial terjadi peningkatan kesejahteraan pada Ny. N keluarga Tn.J berhubungan dengan harapan seluruh anggota keluarga atas kesembuhan Ny.N. Data Subyektif : Seluruh anggota keluarga berharap Ny. N segera sembuh dengan pengobatan yang sedang dijalani. Data Obyektif : Ny. N dibawa ke fasilitas kesehatan oleh keluarga saat sakit.

B. INTERVENSI KEPERAWATAN No. Diagnosa Umum Tujuan Khusus - Ny.N bisa melakukan rasa nyaman - Kaji respons pasien terhadap TD yang nyata saat beraktivitas aktivitas sehari-hari dengan aktivitas ; nyeri dada, peningkatan Intervensi keperawatan 1 Gangguan Setelah di lakukan mobilitas fisikpera- watan/ kunberhubungan jungan 3 minggu dengan kelemahan fisik. diharapkan Ny.N dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik - Tidak mudah merasa lelah - Anjurkan pasien tentang tekhnik saat beraktivitas - Menunjukkan penurunan penghematan melakukan energy aktivitas mis secara ;menggunakan kursi saat mandi,

dalam tanda-tanda intoleransi fisiologis

perlahan-lahan - Berikan dorongan untuk

- Keluarga Ibu Rani.

membantumelakukan aktivitas bertahap jika

mengurangi beban aktivitasdapat ditolerir - Anjurkan membantu 2. Resiko cidera Setelah di lakukan (perdarahan pera- watan/ kunpada pembuluh jungan 3 minggu darah di otak) diharapkan keluarga berhubungan mampu merawat dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi 3 Potensial terjadi peningkatan pada Ny. Setelah di lakukan pera- watan/ kunjungan 3 minggu Nlebih semangat untuk Tn.Jmerawat Ny.N yang Keluarga rutin menemani pasien saat control Keluarga mampu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Anjurkan keluarga selalu rutin menemani pasien control sesuai anjuran dokter Anjurkan keluarga untuk mengontrol pasien saat minum obat, agar benar dosis dan waktu. Anjurkan keluarga untuk mengawasi dan mengatur pola diet pasien sesuai dengan anjuran dokter. atas Anjurkan keluarga untuk dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dengan baik. Keluarga mampu: - Menyebutkan kembali tentang kemungkinan penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah. Jelaskan tentang tanda/ gejala darah. Jelaskan tentang akibat dari peningkatan tekanan darah. keluarga untuk

aktivitas-aktivitas

rumah tangga. 1. Jelaskan kepada keluarga tentang kemungkinan penyebab tejadi peningkatan tekanan darah.

anggota keluarga yang - Menyebutkan tanda dan 2. - Menyebutkan akibat yang bisa terjadi bila tekanan darah terlalu tinggi. 3.

menderita hipertensi. gejala terjadinya hipertensi. terjadinya peningkat an tekanan

kesejahteraan diharapkan keluarga keluarga dengan harapan seluruh anggota keluarga Ny.N. kesembuhan

berhubungan sedang sakit.

10

11