Anda di halaman 1dari 14

ERGONOMI

Sejarah ergonomi dimulai dari kejadian pd PD II yaitu banyak terjadi kerugian yang bukan akibat dari perang tetapi kesalahan alat dan manusianya Pemecahan : mengumpulkan para ahli biologi yg meliputi a.l : psikologi, anatomi, faal kerja, dokter mereka bekerjasama dg ahli alat perang untuk membuat peralatan yg nyaman dan tidak terbebani bagi pemakainya Maka muncullah ilmu ergonomi yang artinya : Ergon = kerja, Nomos = aturan sbg aturan yang diperlukan sewaktu kerja Maka Ergonomi suatu cab ilmu yg sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dpt hidup dan bekerja pd sistem itu dg baik yaitu mencapai tuj yg diinginkan melalui pekerjaan itu dg efektif,aman dan nyaman

Manusia sebagai Komponen Manusia-Mesin

Sistem manusia-mesin kombinasi antara satu/ bbrp mesin di mana salah satu dg lainnya saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran berdasarkan masukan yg diperoleh Display sbg penyalur informasi Supaya display berfungsi dg baik hrs dirancang dg baik spy tdk menimbulkan kesalahan dr manusia yg menerimanya.

Hasil Kerja Manusia dan Proses Pengendaliannya


Tubuh manusia bisa dianggap sbg mesin dlm melaksanakan kerja dibatasi oleh serangkaian hk alam Mengukur aktivitas kerja manusia dg kriteria fisiologis dan operasional Proses terjadi kelelahan ada 2 pola yaitu ditimbulkan oleh fisiologi (Fisik/kimia) dan psikologis Kecepatan ketelitian berhubungan dg waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan (kecepatan). Ketelitian jml kesalahan yg dilakukan per satuan waktu

Kriteria fisiologis seperti :pengukuran kecepatan denyut jantung, tekanan darah dan pernafasan dll Kriteria Operasional pengukuran ini menggunakan teknik tersendiri seperti memakai teknik film, elektronik dll salah satu contohnya yaitu memakai platform gaya ( suatu panggung kecil yang diatasnya disediakan tempat bagi subyek yang akan diukur aktivitas fisiknya)

Tempat Kerja yang Sesuai dg Manusia

Lingkungan fisik yaitu lingkungan yg langsung berhubungan dg pekerja dan lingkungan perantara Biomekanik mempelajari manusia dr segi kemampuannya Anthropometri menyelidiki manusia dr segi keadaan dan ciri fisik Suatu lingkungan yg baik merupakan hasil penggabungan dr ke-2 macam penyelidikan di atas

Tempat Kerja yang Sesuai dg Manusia

Anthropometri berhubungan dengan pengukuran keadaan dan ciri2 fisik manusia untuk itu ada 2 cara pengukuran yaitu : Anthropometri statis sehubungan dengan pengukuran keadaan dan ciri fisik manusia dalam keadaan diam Anthropometri dinamis sehubungan dengan pengukuran keadaan dan ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan yang mungkin terjadi pada saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatan.

Kondisi lingkungan kerja yg mempengaruhi kegiatan manusia : - temperatur - kelembaban - sirkulasi udara - pencahayaan - kebisingan - getaran mekanis - bau-bauan - warna

EKONOMI GERAKAN
Ekonomi gerakan berhubungan dengan studi gerakan dan ergonomi sehingga memungkinkan dilakukan gerakan yang ekonomis. Maka dalam materi ini akan dibahas tentang prinsip ekonomi gerakan yang dihubungkan dengan tubuh manusia dan gerakannya, pengaturan tata letak tempat kerja dan perancangan peralatan.

A. Prinsip Ekonomi Gerakan dihubungkan dengan tubuh manusia dan gerakannya


1. Kedua tangan sebaiknya memulai dan mengakhiri gerakan pada
saat yang sama 2. Kedua tangan sebaiknya tidak menganggur pada saat sama kecuali pada waktu istirahat 3. Gerakan tangan akan lebih mudah jika satu terhadap lainnya simetris dan berlawanan arah 4. Gerakan tangan atau badan sebaiknya dihemat. Yaitu hanya menggerakkan tangan atau bagian badan yang diperlukan saja untuk melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Prinsip Ekonomi Gerakan dihubungkan dengan tubuh manusia dan gerakannya


5. Sebaiknya para pekerja dapat memanfaatkan momentum untuk membentu pekerjaannya, pemanfaatan ini timbul karena berkurangnya kerja otot dalam pekerja
6. Gerakan yang patah-patah, banyak berubah arah akan memperlambat gerakan tersebut 7. Pekerjaan sebaiknya dirancang semudah-mudahnya dan jika memungkinkan irama kerja harus mengikuti irama yang alamiah bagi sipekerjanya 8. Usahakan sesedikit mungkin gerakan mata

B. Prinsip Ekonomi Gerakan dihubungkan dengan pengaturan tata letak tempat kerja 1. Sebaiknya diusahakan agar bahan dan peralatan
mempunyai tempat yang tetap. 2. Tempatkan bahan dan peralatan ditempat yang mudah, cepat dan enak untuk dicapai 3. Tempat penyimpanan bahan yang akan dikerjakan sebaiknya memanfaatkan prinsip gaya berat sehingga bahan yang akan dipakai selalu tersedia ditempat yang dekat untuk diambil 4. Sebaiknya untuk menyalurkan obyek yang sudah selesai dirancang mekanisme yang baik

B. Prinsip Ekonomi Gerakan dihubungkan dengan pengaturan tata letak tempat kerja 1. Sebaiknya diusahakan agar bahan dan peralatan
mempunyai tempat yang tetap. 2. Tempatkan bahan dan peralatan ditempat yang mudah, cepat dan enak untuk dicapai 3. Tempat penyimpanan bahan yang akan dikerjakan sebaiknya memanfaatkan prinsip gaya berat sehingga bahan yang akan dipakai selalu tersedia ditempat yang dekat untuk diambil 4. Sebaiknya untuk menyalurkan obyek yang sudah selesai dirancang mekanisme yang baik

5. Bahan dan peralatan sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga gerakan dapat dilakukan dengan urutan terbaik 6. Tinggi tempat kerja dan kursi sebaiknya sedemikian rupa sehingga alternatif berdiri atau duduk dalam menghadapi pekerjaan merupakan suatu hal yang menyenangkan 7. Tipe dan tinggi kursi harus sedemikian rupa sehingga pekerja yang mendudukinya bersikap (mempunyai postur) yang baik 8. Tata letak peralatan dan pencahayaan sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat membentuk kondisi yang baik untuk penglihatan

C. Prinsip Ekonomi Gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan

1. Sebaiknya tangan dapat dibebaskan dari semua

pekerjaan bila menggunakan peralatan pembantu atau alat yang dapat digerakkan dengan kaki dapat ditingkatkan penggunaannya. 2. Sebaiknya peralatan dirancang sesederhana mungkin agar mempunyai lebih dari satu kegunaan 3. Peralatan sebaiknya dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemegangan dan penyimpanan 4. Bila setiap jari tangan melakukan gerakan sendirisendiri, maka beban yang didistribusikan pada jari harus sesuai dengan kekuatan masing-masing jari 5. Roda tangan, palang dan peralatan yang sejenis dengan itu sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga badan dapat melayaninya dengan posisi yang baik, dan dengan tenaga yang minimum.