Anda di halaman 1dari 59

FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, SEL, DAN TRANSPOR MEMBRAN

Dr. Ringgo Alfarisi

Bagian Fisiologi FK UNIMAL 2010

Pengaturan Fungsional Tubuh Manusia dan Pengaturan Lingkungan Dalam

FISIOLOGI

Secara BAHASA : Ilmu tentang fungsi Secara DEFINISI : Ilmu tentang seluruh faktor fisika dan kimiawi yang bertanggung jawab terhadap asal-usul, perkembangan, dan kemajuan dari kehidupan. FISIOLOGI MANUSIA : Ilmu yang mempelajari sifat-sifat spesifik dan mekanisme tubuh manusia yang membuat manusia sebagai makhluk hidup

PENTINGNYA ILMU FISIOLOGI


Memahami mekanisme tubuh manusia Membantu Diagnosis Menjelaskan diagnosis dokter kepada pasien, pihak asuransi, dan pihak lain yang berkepentingan. Sebagai dasar ilmu untuk pengembangan penelitian tentang kesehatan secara umum

Lingkungan Dalam Tubuh Manusia


Tubuh Manusia
1. Berisi cairan berkisar antara 55-80

% 2. Pada orang dewasa terdiri dari 56% cairan

Lingkungan Dalam Tubuh Manusia

A. Cairan Intraseluler
1. 2/3 total cairan tubuh 2. Berisi : a. Ion - Na+, K+, Cl- (Dengan konsentrasi

yang berbeda dengan yang berada pada cairan ekstraseluler) b. Nutrisi - O2, glukosa, asam amino, asam lemak. c. Produk akhir metabolisme sel : CO2, H+, Panas

Lingkungan Dalam Tubuh Manusia


B. Cairan Ekstraseluler
(disebut sebagai lingkungan dalam / milleu interiur) a. 1/3 total cairan tubuh b. Dalam gerakan konstan melalui difusi dan osmosis c. Berisi : 1. Ion - Na+, K+, Cl2. Nutrisi- O2, glukosa, asam lemak, asam amino 3. Produk akhir metabolisme sel : CO2, H+, Panas d. Terdapat pada : pembuluh darah dan cairan interseluler

Lingkungan Dalam Tubuh Manusia

Bagaimana supaya lingkungan dalam tubuh manusia tetap konstan/ terpelihara?

HOMEOSTASIS
Homeostasis :
Pengaturan kondisikondisi statis atau konstan dalam lingkungan dalam . (Claude Bernard - 1852)

BEBERAPA KOMPONEN DAN KARAKTERISTIK FISIK CAIRAN EKSTRASELULER, BATAS KONTROL NORMAL, BATAS NON LETAL UNTUK WAKTU SINGKAT
Nilai normal Oksigen 40 Batas nilai normal 35-45 Pekiraan batas non letal 10-1000 Unit mmHg

Karbondioksida
Ion Natrium Ion Kalium Ion Kalsium Ion Klorida Ion bikarbonat Glukosa

40
142 4,2 1,2 108 28 85

35-45
138-146 3,8-5,0 1,0-1,4 103-112 24-32 75-95

5-80
115-175 1,5-9,0 0,5-2,0 70-130 8-45 20-1500

mmHg
mmol/L mmol/L mmol/L mmol/L mmol/L mg/dl

Temperatur tubuh
Asam basa

98,4 (37)
7,4

98-98,8 (37)
7,3-7,5

65-110 (18,3-43,3)
6,9-8,0

oF (oC)
pH

HOMEOSTASIS

Regulasi Homeostasis
1. Kontrol saraf 2. Kontrol Endokrin 3. Reproduksi 4. Kontrol Intrinsik

SISTEM PENGATUR TUBUH


A. Memelihara lingkungan intra dan ekstraseluler B. Terutama diatur oleh kontrol hormon atau saraf C. Jenis Sistem Pengatur 1. Umpan Balik Negatif (Negative Feedback) 2. Adaptasi (Feedforward/Adaptive) 3. Umpan Balik Positif (Positive Feedback) D. Tujuan : mencegah disfungsi

NEGATIVE FEEDBACK
a. Memelihara Homeostasis
b. Mengembalikan faktor (variabel) kepada nilai normal

rata-rata c. Keuntungan : sistem yang efektif untuk mempertahankan homeostasis

CONTOH NEGATIVE FEEDBACK


1. 2.

Pengaturan konsentrasi karbondioksida dalam darah Pengaturan tekanan arteri

FEEDFORWARD / ADAPTIVE
A. Tipe khusus negative feedback B. 2 atau lebih sensor, sangat kompleks C. Contoh :
Pengaturan pergerakan tubuh yang berlangsung sangat cepat, sehingga tidak cukup waktu sinyal saraf dihantarkan sampai ke otak. Otak menggunakan prinsip adaptive kontrol yaitu mengoreksi gerakan yang sudah terjadi. Bila tidak sesuai dilakukan adaptasi

POSITIVE FEEDBACK
A. Stimulus untuk meningkatkan stimulus B. Biasanya bersifat patologis, misal : efektifitas pompa jantung pada perdarahan sebanyak 2 liter C. Contoh nonpatologis
1. Pembentukan bekuan darah 2. Kelahiran anak (Kontraksi otot rahim)

MENCEGAH DISFUNGSI
1. Sakit 2. Kematian

SEL DAN FUNGSINYA

SEL
Merupakan struktur fungsional terkecil tubuh manusia Susunan sel (dari luar ke dalam) : 1. Membran sel 2. Sitoplasma berisi organela sel 3. Nukleus : Membran nukleus, Nukeoplasma, Nukleolus

STRUKTUR MEMBRAN SEL

MEMBRAN SEL
Merupakan struktur elastik terdiri dari : protein 55%, fosfolipid 25%, kolesterol 13%, lipid lain 4 %, karbohidrat 3% Sawar lipid membran sel mencegah masuknya air : mempunyai lapisan lipid ganda (bersifat hidrofobik dan hidrofilik) sehingga impermeabel terhadap bahan yang larut air (ion, glukosa, urea), dan permeabel terhadap bahan larut lemak (O2, CO2, alkohol)

MEMBRAN SEL
Protein membran sel : 1. Protein integral : sebagai protein kanal (pori-pori) yang bersifat selektif, protein pengangkut melalui transpor aktif, enzim 2. Protein perifer : sebagai enzim, pengatur fungsi intraseluler

FUNGSI MEMBRAN PROTEIN

MEMBRAN SEL

1. 2. 3. 4.

Membran Sel
Dalam bentuk glikoprotein dan glikolipid Fungsi : Mengakibatkan permukaan sel bermuatan negatif yang mendorong benda-benda bermuatan negatif yang lain Melekatkan sel satu dengan yang lain karena ikatan pada glikokaliks Substansi reseptor untuk mengikat hormon seperti insulin Berperan dalam reaksi kekebalan tubuh

SITOPLASMA DAN ORGANELANYA

Berisi lemak netral, granula glikogen, ribosom, vesikel sekretoris dan 5 organela : retikulum endoplasmik, aparatus Golgi, mitokondria, lisosom, dan peroksisom

RETIKULUM ENDOPLASMA
Ada 2 macam : 1. RE Granula (kasar) : pada permukaannya terdapat ribosom. Fungsi Ribosom : sintesis protein 2. RE Agranula (halus) : tidak terdapat ribosom Fungsi : sintesis substansi lipid dan berbagai proses enzimatik lain dalam sel

APARATUS GOLGI
Membran mirip dengan RE Memproses bahan-bahan yang telah dibentuk dalam RE Mampu mensintesa karbohidrat sendiri Mampu mensintesa asam hialuronat dan kondroitin sulfat yang merupakan komponen utama proteoglikan, bahan dasar ruang interstisial, matriks organik tulang

LISOSOM
Organ vesikuler yang dibentuk aparatus Golgi Fungsi : sistem pencernaan intraseluler, mencerna bahan dan struktur intraseluler (struktur yang telah rusak, partikel makanan yang telah dicerna sel, bahan yang tidak diinginkan tubuh misal bakteri) Mengandung enzim hidrolitik

PEROKSISOM
Mirip lisososom tetapi dibentuk dari replikasi sendiri Mengandung enzim oksidase berguna untuk mengoksidasi banyak substansi yang bila tidak dioksidasi akan menjadi racun. Contoh : alkohol, obat-obatan kimiawi

VESIKEL SEKRETORIS
Menyimpan substansi sekretoris yang diproduksi RE yang telah diolah oleh Aparatus Golgi Contoh : terdapat pada sel-sel asini kelenjar pankreas

MITOKONDRIA
Disebut rumah energi sel Fungsi : metabolisme bahan makanan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP Dapat bereplikasi sendiri karena mengandung DNA

NUKLEUS

NUKLEUS

MEMBRAN NUKLEUS
Terdiri dari 2 lapis Lapisan luar berhubungan dengan RE

Mengandung sejumlah besar DNA : mengatur reproduksi, mengatur aktivitas sitoplasma.

NUKLEOLI
Tidak mempunyai membran pembungkus Mengandung RNA dan protein

DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan fungsi RNA tergantung dari macamnya, yaitu:
a. RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan transkripsi, berlangsung didalam inti sel. b. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma. c. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino, proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida.

SISTEM FUNGSIONAL SEL


Pengambilan Makanan oleh Sel (Endositosis) : Pinositosis dan Fagositosis Proses Pencernaan Bahan Asing akibat Endositosis oleh Lisosom Sintesis dan Pembentukan Struktur Sel oleh RE dan AG Penyadapan Energi dari Bahan Makanan oleh Mitokondria Gerakan Sel (Ameboid dan Siliar)

ENDOSITOSIS
Proses dimana sel mengambil makromolekul dan bahan partikel lain dengan cara membentuk vesikel baru yang berasal dari membran plasma Ada 2 jenis :

1.
2.

Pinositosis (pencernaan vesikel kecil mengandung cairan ekstraseluler) Fagositosis (pencernaan partikel besar seperti bakteri, sel, jaringan yang berdegenerasi)

PINOSITOSIS
Terjadi pada kebanyakan sel Membutuhkan energi ATP dan ion kalsium untuk memeras vesikel masuk ke sitoplasma Tahapan : 1. Molekul melekat pada reseptor khusus 2. Sifat permukaan membran berubah, sehingga berinvaginasi ke dalam, sampai seluruh tepi lubang tertutup 3. Membran yang berinvaginasi memisahkan diri membentuk vesikel pinositik di dalam sitoplasma

FAGOSITOSIS
1. 2.

3.

Contoh terjadi pada lekosit dan makrofag jaringan Tahapan : Reseptor membran sel melekat pada ligan partikel Tepi membran mengalami evaginasi keluar mengelilingi permukaan partikel membentuk vesikel fagositik yang tertutup Aktin dan fibril kontraktil mengelilingi vesikel, berkontraksi mendorong vesikel ke dalam

EKSOSITOSIS
Sekresi makromolekul dari sel dengan cara bersatunya vesikel dengan membran plasma Contoh : mengeluarkan badan residu (hasil akhir pencernaan oleh lisosom)

Proses Pencernaan Bahan Asing akibat Endositosis oleh Lisosom

Vesikel pinositik dan fagositik dilekati lisosommengeluarkan enzim hidrolasevesikel pencernaanhasil pencernaan berdifusi ke dalam sitoplasmavesikel yang ditinggalkan disebut badan residudicerna dengan cara eksositosis

Sintesis dan Pembentukan Struktur Sel oleh RE dan AG


Sintesa protein oleh RE kasar (bergranula) 2. Sintesa lipid oleh RE halus (tidak bergranula) 3. RE menyediakan enzim yang mengatur pemecahan glikogen 4. RE menyediakan enzim yang mampu mendetoksifikasi bahan yang akan merusak sel, misal : obat-obatan dengan cara koagulasi, konjugasi, oksidasi dll
1.

Penyadapan Energi dari Bahan Makanan oleh Mitokondria

Metabolisme bahan makanan seperti glukosa, asam lemak dan asam amino menghasilkan energi siap pakai (ATP) dengan bantuan O2

Gerakan Sel
1.

2.

Gerakan ameboid : gerakan semua sel berkaitan dengan lingkungannya, contoh : gerak lekosit menembus jaringan Gerakan siliar : gerakan silia mirip cambuk pada permukaan sel, contoh : gerak sperma

SUSUNAN KIMIA CAIRAN EKSTRASELULER DAN INTRASELULER

TRANSPOR ION & MOLEKUL MELALUI MEMBRAN SEL

1. 2.

Transpor pasif :
osmosis difusi

Transpor aktif : pemompaan larutan melawan gradien konsentrasinya Ko-transpor : Transpor aktif sekunder Endositosis dan eksositosis : transpor makromolekul

DIFUSI

OSMOSIS

DIFUSI TERFASILITASI
Terjadi pada transpor molekul yang mempunyai berat molekul lebih besar, yaitu : glukosa, asam amino

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN DIFUSI


1.

2.
3.

4.

5.

Ketebalan Membran Kelarutan lipid Jumlah saluran protein yang dilewati suatu zat : berhubungan dengan jumlah saluran per satuan luas Suhu : semakin tinggi semakin cepat gerakan termal molekul Berat molekul zat yang berdifusi

TRANSPOR AKTIF
Primer : energi langsung berasal dari pemecahan ATP atau senyawa fosfat berenergi tinggi. Contoh : Pompa ion NaK, Pompa ion Ca, Pompa ion Hidrogen 2. Sekunder : energi berasal dari energi yang disimpan dalam bentuk perbedaan konsentrasi ionik antara kedua sisi membran, yang terjadi karena transpor aktif primer.
1.

TRANSPOR AKTIF

POMPA NATRIUM-KALIUM (TRANSPOR AKTIF PRIMER)

PERBANDINGAN TRANSPOR AKTIF DAN PASIF

Transport sekunder (co-transport) Pada transport sekunder (co-transport) , glukosa atau asam amino akan ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinya lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditransport secara transport aktif sekunder co-transport.

KO-TRANSPOR (TRANSPOR AKTIF SEKUNDER)

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA DAN SELAMAT BELAJAR