Anda di halaman 1dari 7

Kondisi Geologi Indonesia dan Potensi Mineral dan Batubara

Hasil Bacaan :

A. Sekilas Mengenai Kondisi Geologi Indonesia


Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari beribu pulau mulai dari Sabang hingga Merauke. Kepulauan Indonesia ini memiliki kondisi geologi yang menarik. Menarik dalam artian Indonesia terletak antara pertemuan tiga lempeng utama, yakni lempeng IndoAustralia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Selain itu Indonesia juga merupakan bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar didunia, yakni rangkaian Pegunungan Mediteran dan Pegunungan Sirkum Pasifik serta Indonesia juga terletak pada tiga daerah dangkalan, yakni Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan daerah laut pertengahan Australia-Asiatis. Tumbukan lempeng Indo-Australian terjadi disepanjang pantai barat Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara. Dibagian timur Indonesia dua lempeng ini kembali bertumbukan dengan lempeng pasifik yang mempengaruhi kondisi daerah Maluku dan Irian. Berikut adalah gambar kondisi tektonik Indonesia.

Dengan kondisi ini Indonesia kaya akan sumber daya geologi. Berbagai macam sumberdaya mineral banyak tersebar di Indonesia seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam. Sementara mineral dalam bentuk logam mulia juga memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Negara yakni mensejahterkan dan memakmurkan rakyat Indonesia. Selain itu, Indonesia merupakan bagian dari dua pegunungan terbesar dunia, yakni Pegunungan Mediteran dan Pegunungan Sirkum Pasifik membuat hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki gunung api yang aktif, dimana dapat dimanfaatkan untuk energi geothermal pada saat sekarang orang-orang cenderung ingin mengembangkan energy geothermal sebagai alternatif dari energi minyak dan gas yang akhir-akhir ini cadangannnya mulai menipis. Selain itu, energy geothermal tidak akan habis jika digunakan secara terus menerus karena asalkan masih ada gunung api yang aktif maka energy geothermal dapat di produksi,dan energi geothermal merupakan energy yang ramah lingkungan dibandingkan dengan energy minyak bumi dan gas alam yang kurang ramah lingkungan. Berikut adalah gambar penyebaran gunung api di Indonesia.

B. Sumberdaya Mineral dan Batubara di Indonesia


Tidak dapat dipungkiri, sumberdaya mineral sebagai salah satu sumberdaya alam, merupakan sumber yang sangat penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Dalam perkembangan peradaban umat manusia, sumberdaya mineral telah membuat manusia selangkah lebih maju daripada sebelumnya. Sejalan dengan kemajuan teknologi dan seiring kebutuhan manusia yang tidak pernah lepas dari mineral (minyak bumi, batubara, gas, dan logam mulia) maka mineral dieksploitasi terus menerus demi memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari peranan berbagai macam sumberdaya mineral. Namun sayangnya sumberdaya mineral adalah sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui, pada suatu saat sumberdaya tersebut tidak akan ada lagi di bumi jika terus menerus digunakan. Selain itu sumberdaya mineral juga memiliki nilai berbeda diwaktu yang berbeda, serta rentan dipengaruhi oleh isu isu global dunia. Untuk mengatasi hal tersebut maka pemakaian sumberdaya mineral harus dibatasi atau mengeksplorasi daerah-daerah yang belum terjamah yang dapat dijadikan potensi adanya sumberdaya mineral.

a) Karakteristik Sumberdaya Mineral dan Batubara di Indonesia


Penyebaran mineral di Indonesia tidak merata sesuai kondisi geologi di sepanjang bentang kepulauan nusantara. Perkembangan ilmu geologi telah memberikan gambaran tentang cara terjadinya mineral dan berbagai faktor yang mengendalikannya. Dengan mengetahui faktor faktor geologi, penyebaran mineral itu dapat diperkirakan. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang kondisi geologi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Melalui pemetaan geologi, baik secara remote sensing (penginderaan jarak jauh) maupun dari hasil ground truth (kenyataan lapangan), Indonesia telah memiliki peta geologi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Berdasar peta geologi tersebut para ahli dapat menyusun berbagai teori atau hipotesis dalam tujuan pencarian mineral, sebab pembentukan mineral berkaitan dengan berbagai proses geologis.

Berdasar teori geologi terbaru yang dikenal dengan teori tektonik global dan teori tektonik lempeng, maka jalur jalur magmatik yang membawa cebakan mineral di kepulauan Indonesia telah dapat diketahui dan diprediksi letaknya. Pemetaan geologi yang selesai pada tahun 1995 memanfaatkan teori tersebut dalam menelusuri penyebaran batuan, menyimpulkan bahwa di Indonesia terdapat 15 jalur mineralisasi logam dasar, sebagai dasar karakteristik sumberdaya mineral di Indonesia. Pembentukan mineral logam sangat erat kaitannya dengan proses magmatik. Lingkungan pembentukan mineral logam umumnya dijumpai di dalam batuan vulkanik. Hal ini dapat dipahami karena proses magmatik berlangsung simultan dengan kegiatan gunung api. Sebagai akibat erosi yang intensif, batuan magmatik tersebut dapat muncul ke permukaan dan hanya menyisakan sedikit batuan vulkanik. Jika permukaan erosi tersebut tepat berada pada zona mineralisasi, maka mineral logam telah tersingkap dan sangat mudah untuk diperoleh.

a) Potensi Mineral dan Batubara di Indonesia


Mineral yang dipakai sehari hari dalam kehidupan umat manusia tidak semuanya terdapat di Indonesia. Diperkirakan hanya 30% atau 30 Macam mineral utama terdapat di Indonesia. Mineral tersebut adalah emas, perak, tembaga, nikel, timah putih, timah hitam, alumunium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batubara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes, bentonit, zeolit, belerang, fosfat, batu gamping dll), batu mulia, termasuk intan, dan bahan bangunan. Mineral langka masih belum diketahui di Indonesia, demikian juga uranium, hingga saat ini belum tersedia data yang rinci mengenainya. Beberapa mineral telah menjadi andalan sektor pertambangan di Indonesia.Misalnya batubara yang menjadi komoditas penting bagi kehidupan. Berdasarkan taksiran sumberdaya batubara mencapai 18-19 milyar ton, sedangkan cadangannya berjumlah 17-18 milyar ton sementara produksi setiap tahunnya dapat mencapai 60 juta ton. Berarti masih perlu eksplorasi lanjutan untuk memenuhi kebutuhan batubara di Indonesia. Berikut ini disampaikan beberapa angka mengenai mineral andalan Indonesia, disertai pula beserta cadangan potensinya. Klasifikasi yang dipakai adalah klasifikasi Mckelvey (1973). Angka angka tersebut disampaikan dalam bentuk tabel berikut :

Tabel 2.1. Perbandingan Taksiran Cadangan Mineral Indonesia dan Dunia Nama Mineral 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Timah Nikel Tembaga Batubara Alumunium Minyak bumi Gas bumi 865 ton 15 juta ton 6 juta ton 32 milyar ton 934 juta ton 9,1 milyar barrel 0,138 juta BSCF Taksiran cadangan Perbandingan 8% 14% 5% 2% 0,7% 1% 2%

Indonesia

Dunia
11.100.000 ton 100 juta ton 126 juta ton 663 milyar ton 139.000 juta ton 916,6 milyar barrel 6,9 juta BSCF

Sumber daya batubara Indonesia pada tahun 2007 sebesar 93,4 milyar ton. Angka ini diperoleh dari data batubara permukaan sampai dengan kedalaman 100 m, sedangkan untuk batubara dengan kedalaman lebih dari 100 m tidak dimasukkan dalam perhitungan ini. Diperkirakan sumber daya batubara yang ada sekarang ini hanya dapat digunakan sampai dengan tahun 2026 apabila tidak ada temuan endapan batubara baru Kajian mengenai potensi batubara untuk tambang dalam telah dilakukan oleh Pusat Sumber Daya Geologi sejak tahun 2004. Kajian ini difokuskan pada wilayah timur Pulau Kalimantan serta Cekungan Sumatera Selatan, yang dianggap sebagai wilayah pengandung batubara terbesar di Indonesia. Evaluasi data sekunder batubara dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek geologi seperti ketebalan batubara, kemiringan lapisan batubara serta nilai kalori batubara. Hasil kajian ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan kandungan gas dalam batubara (coalbed methane).

Kesimpulan :
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki kondisi geologi yang menarik karena Indonesia terletak antara pertemuan tiga lempeng utama, yakni lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Tumbukan lempeng Indo-Australian terjadi disepanjang pantai barat Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara. Dibagian timur Indonesia dua lempeng ini kembali bertumbukan dengan lempeng pasifik yang mempengaruhi kondisi daerah Maluku dan Irian. Dengan kondisi ini Indonesia kaya akan sumber daya geologi. Berbagai macam sumberdaya mineral banyak tersebar di Indonesia seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam. Sementara mineral dalam bentuk logam mulia juga memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Negara yakni mensejahterkan dan memakmurkan rakyat Indonesia. Selain itu Indonesia juga merupakan bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar didunia, yakni rangkaian Pegunungan Mediteran dan Pegunungan Sirkum Pasifik yang membuat hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki gunung api yang aktif, dimana dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi geothermal. sumberdaya mineral(minyak bumi, gas, dan batubara) sebagai salah satu sumberdaya alam, merupakan sumber yang sangat penting dalam menopang perekonomian Indonesia karena kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari peranan berbagai macam sumberdaya mineral. Namun sayangnya sumberdaya mineral adalah sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui, pada suatu saat sumberdaya tersebut tidak akan ada lagi di bumi jika terus menerus digunakan. Jadi solusinya yakni membatasi pemakaian sumberdaya mineral(minyak bumi, gas, dan batubara) secara berlebihan atau mengeksplorasi daerah-daerah yang belum terjamah yang dapat dijadikan potensi adanya persedian sumberdaya mineral yang cukup besar.

Daftar Pustaka Buku : Sudradjat, Adjat. 1999. Teknologi & Manajemen Sumberdaya Mineral. Bandung: ITB. Internet : Anonymous. 2009. Sumberdaya Mineral di Indonesia, Karakteristik dan Potensinya. Diakses Melalui http://antoniuspatianom.wordpress.com/. Tanggal 16 september 2013 Susilo, Harry. 2013. Potensi Batubara Indonesia Menjanjikan. Diakses melalui http://www.kemenperin.go.id/artikel/1224/kode-etik. tanggal 16 september 2013. Tea, Candra. 2011. Tektonik Indonesia Bagian Barat. Diakses melalui http://id.scribd.com/ doc/50382659/TEKTONIK-INDONESIA-BAGIAN. tanggal 16 september 2013.