Anda di halaman 1dari 9
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id P U T U S AN No. 13

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

P U T U S AN

No. 13 PK/Pid/2004.-

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

M A H K A M A H

A G U N G

memeriksa perkara pidana dalam peninjauan kembali telah memutuskan

sebagai berikut dalam perkara Terpidana :

nama

: OBINNA NWAJAGU ;

tempat lahir

: Anabra State ;

umur / tanggal lahir : 28 tahun/18 Januari 1974 ;

jenis kelamin

: Laki-laki ;

kebangsaan

: Nigeria ;

tempat tinggal

: No.22 John Nwadaoghu Street OMAHA

Phasell Nigeria (Hotel Fokus Tanah Abang

No.322 Jakarta Pusat) ;

agama

: Khatolik ;

pekerjaan

: Wiraswasta ;

Mahkamah Agung tersebut ;

Membaca surat dakwaan Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri

Tangerang sebagai berikut :

PRIMAIR :

Bahwa ia Terdakwa OBINNA NWAJAGU, pada hari Minggu tanggal 07 April

2002 sekira pukul 15.00 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan

April tahun 2002 atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2002

bertempat di dalam Kamar Hotel Ibis Jakarta Barat, atau setidak-tidaknya di tempat

lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Indonesia dan berdasarkan Pasal

84 ayat 2 KUHAP dimana saksi-saksi lebih banyak berdomisili di daerah hukum

Pengadilan Negeri Tangerang yang berwenang memeriksa. dan mengadili perkara

ini, secara tanpa hak dan melawan hukum mengimpor, mengekspor, menawarkan

untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi

perantara dalam jual beli, atau menukar narkotika golongan I jenis heroin sebanyak

45 (empat puluh lima) kapsul dengan berat netto 49,8815 gram yang terdaftar

dalam nomor urut 19 Lampiran UU RI No.22 Tahun 1997 tentang narkotika dari

saksi BUNYONG KHAOSA ARD, perbuatan tersebut dilakukan dengan cara

sebagai berikut :

- Pada tanggal 06 April 2002 sekira pukul 11.30 Wib saksi BUNYONG KHAOSA

ARD (disidangkan dalam perkara terpisah) tiba dengan menumpang pesawat

TG.433 di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dari Bangkok dengan

Hal. 1 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id membawa 45 (empat puluh lima) kapsul her

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

membawa 45 (empat puluh lima) kapsul heroin ditelannya di Hotel Short Time

Bangkok dan setelah sampai ke tujuan akan diserahkan kepada orang yang

telah menunggu di kamar 512 Hotel Ibis, karena saksi BUNYONG KHAOSA

ARD (disidangkan dalam perkara terpisah) berhasil ditangkap oleh petugas

Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dari hasil rontgent diketahui ada

butiran kapsul berisi serbuk heroin sebanyak 45 (empat puluh lima) kapsul

berhasil dikeluarkan dari dalam perutnya, setelah itu ditanyakan kepada saksi

BUNYONG KHAOSA ARD akan dikemanakan 45 (empat puluh lima) kapsul

heroin tersebut, oleh saksi BUNYONG KHAOSA ARD menjawab secara tegas

sesuai perintah TATA (belum tertangkap) akan diserahkan kepada orang yang

akan datang ke kamar 512 Hotel Ibis tempat saksi BUNYONG KHAOSA

menginap selama berada di Indonesia ;

- Selanjutnya oleh petugas Bea Cukai bersama petugas Kepolisian, saksi

BUNYONG KHAOSA dibawa ke Hotel Ibis menempati kamar 512 untuk

menunggu Terdakwa OBINNA NWAJAGU datang mengambil butiran kapsul

heroin sebanyak 45 kapsul yang telah dimasukkan ke dalam kantung plastik ;

- Bahwa pada tanggal 7 April 2002 sekira pukul 14.00 Wib Terdakwa datang ke

hotel Ibis dan menuju ke kamar 512, mengetuk pintu kamar kemudian dibuka

oleh saksi BUNYONG KHAOSA ARD (disidangkan dalam perkara terpisah)

dan saksi menyerahkan bungkusan berisi 45 (empat puluh lima) kapsul berisi

serbuk heroin kemudian Terdakwa memasukkan ke dalam kantong celananya,

perbuatan Terdakwa menerima 45 (empat puluh lima) kapsul heroin diketahui

oleh saksi AGUS SETIAWAN dan Saksi SUGENG SANTOSO yang

sebelumnya bersembunyi di dalam kamar nomor 512 Hotel Ibis dan pada

waktu Terdakwa akan keluar dari dalam kamar 512 tersebut Terdakwa

ditangkap oleh saksi AGUS SETIAWAN dan saksi SUGENG SANTOSO karena

telah menerima 45 (empat puluh lima) kapsul berisi serbuk heroin dari saksi

BUNYONG KHAOSA ARD (disidangkan dalam perkara terpisah) ;

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratories Kriminalistik Kor Reserse

Polri Pusat Laboratorium Forensik No.LAB : 1547/KNF/2002 tanggal 30-4-2002

yang ditandatangani oleh Drs. SURYA DHARMA dan diketahui oleh Drs. DUDON

SETIAPUTRA Komisaris Besar Polisi NRP.48100103 dengan kesimpulan setelah

dilakukan pemeriksaan secara laboratories kriminalistik disimpulkan bahwa

barang bukti serbuk putih tersebut diatas adalah benar mengandung heroin dan

terdaftar dalam golongan I Nomor urut 19 Lampiran UU RI No.22 Tahun 1997

tentang Norkotika ;

Hal. 2 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 2

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 82 (1) a UU

RI Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

SUBSIDAIR :

Bahwa ia Terdakwa OBINNA NWAJAGU pada waktu dan tempat yang

telah kami uraikan dalam dakwaan Primair di atas, secara tanpa hak dan

melawan hukum memiliki, menyimpan untuk dimiliki atau untuk persediaan atau

menguasai narkotika golongan I bukan tanaman jenis heroin sebesar netto

49,8815 gram yang terdaftar dalam nomor urut 19 lampiran UU RI No.22 Tahun

1997 tentang Narkotika, perbuatan mana Terdakwa lakukan dengan cara sebagai

berikut :

- Bahwa pada hari Minggu tanggal 07 April 2002 sekira pukul 15.00 Wib,

Terdakwa ditangkap oleh petugas Polisi di dalam kamar 512 Hotel Ibis Jakarta,

karena Terdakwa kedapatan menerima satu kantong plastik berisi 45 (empat

puluh lima) kapsul berisi serbuk heroin dari saksi BUNYONG KHAOSA ARD

(disidangkan dalam perkara terpisah) setelah itu dimasukkan ke dalam kantong

celananya, dan tidak lama kemudian sebelum Terdakwa keluar dari kamar

nomor : 512 Hotel Ibis Jakarta, langsung Terdakwa ditangkap oleh Polisi yang

telah lebih dahulu menunggu di dalam kamar dan pada waktu digeledah badan

dan kantong celana Terdakwa ditemukan satu bungkus plastik di dalamnya

berisi 45 (ernpat puluh lima) kapsul berisi serbuk heroin, selanjutnya oleh

petugas Polisi Terdakwa berikut barang bukti dibawa kemudian diserahkan ke

Mabes Polri untuk pemeriksaan ;

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratories Kriminalistik Kor Reserse

Polri Pusat Laboratorium Forensik No.LAB : 1547/KNF/2002 tanggal 30-4-2002

yang ditandatangani oleh Drs. SURYA DHARMA dan diketahui oleh

Drs. DUDON SETIAPUTRA Komisaris Besar Polisi NRP. 48100103 dengan

kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara Laboratories Kriminalistik

disimpulkan bahwa barang bukti serbuk putih tersebut diatas adalah benar

mengandung heroin dan terdaftar dalam golongan I Nomor urut 19 Lampiran UU

RI No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika perbuatan Terdakwa diatur dan

diancam pidana dalam Pasal 78 ayat (1) huruf b, UU RI No.22 Tahun 1997

tentang Narkotika ;

Membaca tuntutan Jaksa/Penuntut Umum tanggal 1 Oktober 2002 yang

isinya adalah sebagai berikut :

1. Menyatakan bahwa Terdakwa OBINNA NWAJAGU, lahir di ANABRA

STATE, umur 28 tahun, jenis kelamin laki-laki, kewarganegaraan Nigeria,

tempat tinggal No.22 Jhon Nwadaoghu Street Omaha Phasell Nigeria (Hotel

Hal. 3 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 3

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Tanah Abang No.322 Jakarta Pusat), agama

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Tanah Abang No.322 Jakarta Pusat), agama Katholik, pekerjaan

Wiraswasta, terbukti secara tanpa hak dan melawan hukum menerima

Narkotika golongan I jenis heroin yang didahului permufakatan jahat

sebagaimana diatur dalam Pasal 82 (1) a, 2 (a) UU RI No.22 Tahun 1997 jo

Pasal 55 (1) ke 1 KUHP dalam Dakwaan Primair;

2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa OBINNA NWAJAGU

dengan hukuman seumur hidup ;

3. Menyatakan barang bukti berupa :

a. 45 kapsul (empat puluh lima) butiran kapsul warna putih berisi serbuk

putih heroin dengan berat 400 gram dirampas untuk dimusnahkan ;

b. Kartu identitas atas nama NWAJAGU OBINNA (Identity Card)

dikembalikan kepada Terdakwa ;

c. Satu rangkap photo copy pasport atas nama Peter Relana Uzor tetap

dilampirkan dalam berkas perkara ;

d. Satu buku pasport No.V 403793 atas nama Bunyong Khaosa Ard,

sebuah tiket pesawat Thai Airways (TG.433) atas nama Bunyong Khaosa

Ard, satu lembar Custom Declaration atas nama Bunyong Khaosa Ard

dikembalikan kepada saksi Bunyong Khaosa Ard ;

4. Membebani biaya perkara sebesar Rp.1000,- (Seribu rupiah) ;

Membaca putusan Pengadilan Negeri Tangerang No.

669/Pid.B/2002/PN.TNG. tanggal 22 Oktober 2002 yang amar lengkapnya

sebagai berikut :

“ – Menyatakan Terdakwa OBINNA NWAJAGU terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “TANPA HAK DAN

MELAWAN HUKUM MENERIMA NARKOTIKA GOLONGAN I JENIS

HEROIN, DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA” ;

“ – Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa OBINNA NWAJAGU dengan pidana

mati ;

“ – Memerintahkan barang bukti berupa :

a. 45 (empat puluh lima) butir kapsul warna putih berisi serbuk putih heroin

dengan berat + 400 gram bruto ;

b. Kartu identitas atas nama OBINNA NWAJAGU (identitie card) ;

c. Foto copy pasport atas nama PETER KELENNA UZOR ;

d. Pasport No.V.403793 milik saksi BUNYONG KHAOSA ARD dan sebuah

tiket pesawat Thai Airways (TG.433) atas nama BUNYONG KHAOSA

ARD ;

Hal. 4 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 4

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id e. Customs declaration atas nama BUNYONG

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

e. Customs declaration atas nama BUNYONG KHAOSA ARD, dikembalikan

kepada Penuntut Umum untuk dijadikan barang bukti dalam perkara

No.670/PID.B/2002/PN.TNG. atas nama Terdakwa BUNYONG KHAOSA

ARD ;

“ – Membebankan biaya perkara kepada Negara ;

Membaca putusan Pengadilan Tinggi Bandung No.

368/PID/2002/PT.BDG. tanggal 2 Januari 2003 yang amar lengkapnya sebagai

berikut :

“ – Menerima permintaan banding dari Terdakwa dan Penuntut Umum ;

“ – Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 22 Oktober

2002 No.669/Pid.B/2002/PN.Tng. ;

“ – Membebankan biaya perkara kedua tingkat peradilan kepada Negara ;

Membaca putusan Mahkamah Agung RI No. 513 K/Pid/2003 tanggal 30

April 2003 yang amar lengkapnya sebagai berikut :

“ – Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa : OBINNA

NWAJAGU tersebut ;

“ – Menyatakan batal demi hukum putusan Pengadilan Tinggi Bandung tanggal

2 Januari 2003 No.368/Pid/2002/PT.Bdg, yang menguatkan putusan

Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 22 Oktober 2002 No.669

K/Pid.B/2002/PN.TNG. ;

MENGADILI SENDIRI :

“ –Menyatakan Terdakwa OBINNA NWAJAGU terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “TANPA HAK DAN

MELAWAN HUKUM MENERIMA NARKOTIKA GOLONGAN I JENIS

HEROIN, DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA” ;

“ – Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa OBINNA NWAJAGU dengan pidana

mati ;

“ – Memerintahkan supaya Terdakwa tetap ditahan ;

“ – Memerintahkan barang bukti berupa :

a. 45 (empat puluh lima) butir kapsul warna putih berisi serbuk putih heroin

dengan berat + 400 gram bruto ;

b. Kartu identitas atas nama OBINNA NWAJAGU (identitie card) ;

c. Foto copy pasport atas nama PETER KELENNA UZOR ;

d. Pasport No.V.403793 milik saksi BUNYONG KHAOSA ARD dan sebuah

tiket pesawat Thai Airways (TG.433) atas nama BUNYONG KHAOSA

ARD ;

Hal. 5 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 5

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id e. Customs declaration atas nama BUNYONG

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

e. Customs declaration atas nama BUNYONG KHAOSA ARD, dikembalikan

kepada Penuntut Umum untuk dijadikan barang bukti dalam perkara

No.670/PID.B/2002/PN.TNG. atas nama Terdakwa BUNYONG KHAOSA

ARD ;

“ – Membebankan biaya perkara dalam tingkat kasasi ini kepada Negara ;

Membaca surat permohonan peninjauan kembali tertanggal 4 Desember

2003 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tangerang pada

tanggal 23 Desember 2003 dari Terdakwa sebagai Terpidana, yang memohon

agar putusan Mahkamah Agung tersebut dapat ditinjau kembali ;

Membaca surat-surat yang bersangkutan ;

Menimbang, bahwa putusan Mahkamah Agung tersebut telah

diberitahukan kepada Pemohon Peninjauan Kembali pada tanggal 24 Desember

2003 dengan demikian putusan tersebut telah mempunyai kekuatan hukum

yang tetap ;

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon

Peninjauan Kembali pada pokoknya adalah sebagai berikut :

- Pada tanggal 7 April 2002 saya berada di Indonesia, sudah 2 (dua) bulan

sampai pada saat saya ditangkap oleh Polisi. Selama saya berada di

Indonesia saya berusaha mencari pekerjaan akan tetapi sangat sulit

mencari pekerjaan di Indonesia sehingga saya kesulitan keuangan, sampai-

sampai untuk makan saja saya tidak punya uang apalagi untuk bayar hotel.

Maka saya memutuskan untuk minta tolong kepada teman saya yang pada

saat itu saya bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama CHRIST dan

saya minta tolong dia memberi uang pada saya untuk bayar biaya hotel,

tapi berhubung saat itu dia tidak ada uang dia suruh saya untuk datang ke

hotel IBIS untuk bertemu dia untuk mengambil uang, tetapi saya

mengatakan saya tidak tahu dimana keberadaan Hotel IBIS karena saya

baru 2 (dua) bulan di Indonesia. Tetapi dia lalu menyuruh saya naik taksi

dan memberi tahu saya nomor kamar karena dia bilang dia akan tunggu

saya di kamar.

Setelah itu saya langsung naik taksi dengan minta diantar ke hotel IBIS

tersebut. Begitu tiba di hotel saya langsung naik lift dan mencari nomor

kamar teman saya. Tanpa ada firasat atau perasaan apa-apa saya

langsung mengetuk pintu kamar tersebut, dan ternyata pintu dibuka oleh

seorang wanita, tanpa curiga saya menanyakan dimana keberadaan teman

saya CHRIST karena saya sudah ada janji bertemu dengan dia di kamar

tersebut. Lalu dia mempersilahkan saya untuk masuk kamar, begitu saya

Hal. 6 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 6

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id masuk, saya kaget melihat didalam kamar

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

masuk, saya kaget melihat didalam kamar sudah ada beberapa orang yang

mengaku sebagai Polisi, mereka langsung menodongkan pistol kearah

saya dan menanyakan paspor dan nama saya. Mereka bertanya kepada

wanita itu apakah dia mengenal saya, tetapi wanita itu mengatakan dia tidak

mengenal saya dan belum pernah bertemu dengan saya sebelumnya. Lalu

mereka menanyakan kepada saya beberapa nama yang saya sama sekali

belum pernah dengar apalagi mengenalnya, sehingga saya jawab saya sama

sekali tidak kenal. Tetapi kemudian mereka mengeluarkan sebuah kantong

plastik hitam lalu menunjukkan isinya kepada saya sambil berkata ini

HEROIN, saya kaget kareno mereka bilang ini pasti milik kamu, dan mereka

langsung menanyakan dimana keberadaan LINA, saya benar benar bingung

dan menjawab saya sama sekali tidak kenal wanita bernama LINA tersebut.

Dalam keadaan shock, dan terguncang saya mulai menangis dan merasa

benar-benar terjebak dalam permainan CHRIST teman saya, karena sampai

saat itupun, dia tidak pernah muncul di kamar tersebut sesuai janji dia untuk

berternu saya. Lalu salah satu pimpinan Polisi berkata kepada saya bahwa

HEROIN tersebut memang bukan milik saya, tetapi saya harus bisa

membuktikan dan menunjukan siapa sebenarnya pemilik barang tersebut dan

harus menunjukkan dimana keberadaan orang tersebut. Tetapi saya

bersumpah tidak tahu dimana keberadaan teman saya saat itu, karena yang

saya tahu dia menunggu saya di hotel tersebut. Saya datang ke kamar

tersebut tidak membawa barang apa-apa, begitu pun pada saat Polisi

menggeledah saya, mereka tidak menemukan sedikitpun HEROIN pada saya.

Saya lalu mencoba menghubungi Handphonenya berulang-ulang kali, tetapi

Handphonenya tidak aktif, beberapa polisi juga mencoba menghubungi

CHRIST tetapi tetap tidak aktif. Selanjutnya saya dibawa ke kantor Polisi dan

diproses sehingga sampai saat ini saya mendekam di penjara untuk

mempertanggung jawabkan suatu kejahatan yang sama sekali tidak saya

lakukan ;

Maka dari itu keterangan ini saya buat untuk memohon bantuan bapak-bapak

menolong saya memperoleh KEADILAN HUKUM di negeri ini, karena saya

berani bersumpah saya datang ke Indonesia dari NIGERIA bukan untuk

berdagang HEROIN seperti yang dituduhkan kepada saya, tetapi saya benar-

benar ingin mencari pekerjaan yang halal. Saya sama sekali tidak pernah

mengenal HEROIN/NARKOTIK apalagi memperdagangkannya. Mohon

setelah bapak-bapak membaca keterangan saya ini, bapak-bapak dapat

mempertimbangkan kembali dari keputusan yang selama ini sudah dituduhkan

Hal. 7 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 7

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id kepada saya, dengan menggunakan hati

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kepada saya, dengan menggunakan hati nurani dan rasa manusiawi yang

paling dalam agar kiranya kasus saya ini bisa diampuni apabila saya

melanggar Undang-Undang yang berlaku di Negara Indonesia ini. Dengan

kerendahan hati dan sangat saya mohon pertolongan dan kebijaksanaan

bapak-bapak dalam mengambil keputusan selanjutnya.

Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung

berpendapat :

mengenai alasan-alasan dari Pemohon Peninjauankembali/Terdakwa :

bahwa alasan-alasan ini tidak dapat dibenarkan, oleh karena berupa

cerita, karenanya tidak memenuhi alasan peninjauan kembali sebagaimana

yang dimaksud dalam Pasal 263 ayat (2) huruf a, b dan c KUHAP ;

Menimbang, bahwa dengan demikian berdasarkan Pasal 266 ayat (2) a

KUHAP permohonan peninjauan kembali harus ditolak dan putusan yang

dimohonkan peninjauan kembali tersebut dinyatakan tetap berlaku ;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan peninjauan kembali

ditolak, maka biaya perkara dalam pemeriksaan peninjauan kembali dibebankan

kepada Negara ;

Memperhatikan Undang-Undang No. 4 tahun 2004, Undang-Undang

No.8 tahun 1981 dan Undang - Undang No.14 tahun 1985 sebagaimana

telah diubah dengan Undang-Undang No.5 tahun 2004 dan peraturan

perundang-undangan lain yang bersangkutan ;

M E N G A D I L I

Menolak permohonan peninjauan kembali dari : OBINNA NWAJAGU

tersebut ;

Menetapkan bahwa putusan yang dimohonkan peninjauan kembali

tersebut tetap berlaku ;

Membebankan Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya

perkara dalam peninjauan kembali ini sebesar Nihil ;

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan pada hari :

Selasa, tanggal 15 Mei 2007 oleh Titi Nurmala Siagian, SH.MH. Hakim Agung

yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Prof.Dr.

Muchsan, SH. dan Prof.Dr. H. Ahmad Sukardja, SH. Hakim-Hakim Agung

sebagai Hakim Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum

pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Prof.Dr. Muchsan, SH. dan

Hal. 8 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 8

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Prof.Dr. H. Ahmad Sukard ja, SH.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Prof.Dr. H. Ahmad Sukardja, SH. Hakim-Hakim anggota tersebut, dan dibantu

oleh Samir Erdy, SH.MH. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh

Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana dan Jaksa/Penuntut Umum.

Hakim-Hakim Anggota :

ttd./

Prof.Dr. Muchsan, SH.

ttd./

Prof.Dr. H. Ahmad Sukardja, SH.

K e t u a :

ttd./

Titi Nurmala Siagian, SH.MH.

Panitera-Pengganti :

ttd./

Samir Erdy, SH.MH.

Untuk Salinan

MAHKAMAH AGUNG R.I.

a.n. Panitera

Panitera Muda Pidana

(M.D. PASARIBU, SH.M.HUM.)

NIP. 040036589.

Hal. 9 dari 9 hal. Put. No. 13 PK/Pid/2004.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9