Anda di halaman 1dari 4

PEMANFAATAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (IMPLEMENTASI PEMAHAMAN GREEN ECONOMY MELALUI JALUR PENDIDIKAN)

Muhammad Rahmattullah, Mariatul Kiptiah Jurusan Pendidikan IPS, FKIP Unlam Email: nu_city88@yahoo.com

Abstrak Konsep Green Economy yang berkembang di Indonesia saat ini tidak hanya dikembangkan melalui penerapan berbagai kebijakan di berbagai sektor kehidupan. Diperlukan penanaman nilai sejak dini mengenai konsep tersebut secara holistik, dalam rangka membentuk individu masyarakat yang mampu memahami dan mengimplementasikannya secara sadar dalam kehidupan. Jalur pendidikan memegang peranan penting dalam kaitannya dengan hal ini. Pembelajaran IPS yang dikembangkan dengan memanfaatkan kearifan lokal dapat menjadi alternatif untuk membangun pemahaman Green Economy bagi peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar. Pendekatan kontekstual dengan konsep student centered dalam pembelajaran akan membantu peserta didik lebih mudah mengenal, memahami, dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Sumber Belajar, IPS, Green Economy

Pendahuluan: Berkembangnya konsep Green Economy dalam rangka pembangunan berkelanjutan di berbagai negara termasuk Indonesia, telah memicu perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Green Economy yang didefinisikan sebagai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial (UNEP, 2011) menjadi isu penting untuk diimplementasikan untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih ramah lingkungan dan berkeadilan bagi setiap warga negara. Membangun pemahaman tentang Green Economy dalam kehidupan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari membangun pemahaman individu sedini mungkin mengenai konsep tersebut. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah melalui ranah pendidikan baik formal, non formal, maupun informal. Secara lebih spesifik, IPS yang diajarkan pada jalur pendidikan formal menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan pemahaman Green Economy tersebut. Pengembangan pembelajaran yang kuat (powerful social studies) merupakan misi yang dicetuskan dalam pembelajaran IPS dewasa ini Pembelajaran IPS yang kuat yang secara konseptual ditandai oleh prinsip bermakna, integratif, berbasis nilai, menantang dan mengaktifkan akan mampu memfasilitasi peserta didik untuk membangun pengetahuan, beradaptasi dengan lingkungan, membudayakan dirinya dan lingkungannya, serta mendewasakan diri dalam lingkungannya (Winataputra, 2013). Hal ini sejalan dengan tujuan dari pembelajaran IPS itu sendiri yakni mendidik warga negara untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar dapat mngambil bagian secara aktif dalam berkehidupan dalam masyarakat dan menjadi warga negara yang baik (Rosidah, 2010).

Pembelajaran IPS identik dengan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Kearifankearifan lokal yang ada disekitar kehidupan peserta didik perlu dimanfaatkan melalui pendekatan pembelajaran yang tepat. Pengenalan tentang kebermaknaan kearifan lokal yang pada umumnya sangat ramah lingkungan, tentunya diharapkan dapat membangun kesadaran tentang makna Green Economy itu sendiri sejak dini. Makalah ini bertujuan untuk menguraikan bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di Kalimantan Selatan dan bentuk pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Melalui isi makalah ini diharapkan dapat tergambar konsep pembelajaran IPS yang mampu menjembatani dalam pemahaman konsep ini sejak dini melalui jalur pendidikan.

Metode Penulisan Makalah ini disusun berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara dengan sejumlah guru IPS di Kalimantan Selatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.

Pembahasan Kearifan lokal merupakan perwujudan dari daya tahan dan daya tumbuh yang dimanifestasikan melalui pandangan hidup, pengetahuan, dan pelbagai strategi kehidupan yang berupa aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal untuk menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, sekaligus memelihara kebudayaannya (Kartawinata, 2011). Kearifan lokal pada dasarnya memiliki peran penting dalam kesinambungan kehidupan masyarakat. Soerjani (2005) dalam Cahyanto, dkk (2012) mengemukakan bahwa dengan menggali dan mengembangkan kearifan lokal, kemiskinan dapat dihindari karena lestarinya sumberdaya bagi generasi berikutnya. Kearifan lokal mengandung norma dan nilai sosial yang mengatur bagaimana seharusnya membangun keseimbangan antara daya dukung lingkungan alam dengan gaya hidup dan kebutuhan manusia. Salah satu bentuk perwujudan kearifan lokal yang berkembang di Kalimantan Selatan adalah budaya sungai. Masyarakat Kalimantan Selatan secara historis memiliki pola hidup yang identik dengan sungai sebagai bagian yang tak terpisahkan. Berbagai bentuk aktivitas kehidupan termasuk kegiatan perekonomian masyarakat menunjukkan perwujudan pola tersebut. Keberadaan Pasar Terapung, pemanfaatan rumah lanting, dan penggunaan jukung adalah contoh riil dari konsep kearifan lokal yang ada di masyarakat. Bentuk lain dari kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Kalimantan Selatan adalah dalam pengelolaan alam lingkungan. Wahyu (2007) menjelaskan perwujudan ini melalui kegiatan penebangan hutan di masyarakat dengan prinsip jumlah kayu yang ditebang lebih sedikit dari yang ditanam. Pola penanaman padi dengan istilah tabukan (Rasmadi, 2007) dan manifestasi bentuk rumah panggung masyarakat Banjar dan Dayak di Kalimantan Selatan yang ramah lingkungan (Atmojo, 2005) adalah beberapa kearifan lokal yang juga ada di masyarakat. Hasil wawancara dengan para guru IPS menunjukkan bahwa kearifan lokal telah menjadi sumber pembelajaran di kelas. Bentuk pendekatan pembelajaran yang pada umumnya dimanfaatkan adalah pendekatan kontekstual. Pendekatan ini dianggap lebih memudahkan mereka dalam menyampaikan konsep-konsep IPS yang dipadukan pula dengan contoh-contoh lain sebagai pembanding.

Pendekatan kontekstual identik dengan pendekatan pembelajaran yang mengajak siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya. Senen (2012) menyebutkan Pendekatan KAF (Kontekstual, Aktual, dan Faktual) sangat membantu bagi siswa dalam mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitarnya. Pemahaman guru-guru IPS di Kalimantan Selatan dalam mengembangkan pembelajaran dengan pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar merupakan model penting dalam implementasi pemahaman konsep Green Economy. Meskipun demikian, pengenalan dan pengintegrasian konsep ini secara optimal masih belum terlaksana. Perlu kegiatan diseminasi konsep pada guru-guru melalui pengembangan suplemen panduan dan bahan ajar, sehingga pemikiran bahwa konsep ini hanya terbatas pada bidang ekonomi dapat dirubah secara perlahan.

Kesimpulan Kalimantan Selatan kaya akan berbagai bentuk kearifan lokal yang relevan dengan konsep Green Economy. Pemanfaatan kearifan lokal melalui pembelajaran IPS dengan pendekatan kontekstual memiliki peran penting dalam pengimplementasian pemahaman konsep ini bagi warga negara melalui jalur pendidikan.

Ucapan Terima Kasih Terima kasih disampaikan kepada Dikti yang telah mendanai penelitian ini melalui Skim Hibah Bersaing Tahun

Daftar Pustaka (UNEP, ILO (2011). Green Jobs: Towards Decent Work in a Sustainable, LowCarbon World, UNEP. (Winataputra, Udin S. 2013. Aktualisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Memantapkan Insan Berkarakter: Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013. Makalah Prosiding Seminar Nasional Implementasi Kurikulum 2013 dan Aktualisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Upaya Memantapkan Insan Berkarakter. Banjarmasin 4 Mei 2013. (Rosidah, 2010). Peran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam Pengembangan Karakter. Proceedings : Membangun Pendidikan dalam Perspektif Karakter dan Kebangsaan. Yogyakarta 12 Mei 2010. (Kartawinata, Ade M. 2011. KEARIFAN LOKAL DI TENGAH MODERNISASI. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta. Cahyanto, Soegeng Setya, dkk (2012). Penguatan Kearifan Lokal sebagai Solusi Permasalahan Ketahanan Pangan Nasional. Prosiding The 4th international Conference on Indonesian Studies: Unity, Diversity, Future. Bali 2012.

Wahyu (2007). Makna Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Alam dan Lingkungan di Kalimantan Selatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pemberdayaan masyarakat dalam Perspektif Budaya dan Kearifan Lokal. Banjarmasin: Unlam Press. Rasmadi, M. (2007). Tukungan (Surjan) Kearifan Lokal Pengelolaan Tanah dan Air di Kawasan Rawa Pasang Surut dan relevansinya dengan Isu-Isu Kekinian. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pemberdayaan masyarakat dalam Perspektif Budaya dan Kearifan Lokal. Banjarmasin: Unlam Press. Atmojo, B.S. (2005). Arsitektur Rumah Panggung Masyarakat Kalimantan. Dinamika Keraifan Lokal Masyarakat Kalimantan. Banjarbaru: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Kalimantan. Senen, Anwar. 2012. Pengembangan Bahan Ajar IPS melalui Pendekatan Kontekstual Aktual Faktual (KAF). Makalah Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pembelajaran sebagai Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran IPS. Bandung, 12 Juni 2012.