Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

PERAN MALONDIALDEHID (MDA) SEBAGAI BIOMARKER PADA HIPOKSIA NEONATUS DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM
Malondialdehid adalah senyawa organik yang terjadi dari hasil pembentukan pada stres oksidatif yang merupakan proses akhir lipid peroksida. Dalam keadaan tertentu, produksi radikal bebas atau senyawa oksigen reaktif dapat melebihi sistem pertahanan tubuh, kondisi ini disebut sebagai stres oksidatif. Stres oksidatif membuat ketidakseimbangan pada proses metabolisme dalam tubuh sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan. Mekanisme kerusakan sel atau jaringan akibat serangan radikal bebas yang paling awal diketahui dan terbanyak diteliti adalah lipid peroksida . Pengukuran malondialdehid merupakan indikator oksigen yang disebabkan oleh kerusakan radikal contohnya sebagai penanda biokimia pada hipoksia neonatus. Hipoksia neonatus merupakankeadaan bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara langsung dan teratur setelah dilahirkan. Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit infeksi akut dan kronis, keracunan obat bius, anemia berat, cacat bawaan, atau trauma. Sedangkan saat melahirkan dapat disebabkan saat melahirkan yang lama karena adanya kelainan bagian-bagian reproduksi ibu. Bila janin kekurangan oksigen dan kadar karbondioksida bertambah, timbulah rangsangan terhadap persarafan pada bayi yang memberi sinyal sehingga bunyi jantung janin menjadi lambat. Bila kekurangan oksigen ini terus menerus maka terjadi perubahan pada persarafan. Ini mengakibatkan denyut jantung bayi menjadi lebih cepat kemudian menjadi tidak teraur dan menghilang sehingga memeberikan keadaan gawat pada bayi . Pada hasil pengukuran pada hipoksia neonatus yang dilakukan, pada neonatus ditemukan kadar serum malondialdehid yang ditemukan menjadi nyata lebih tinggi pada neonatus prematur yang hipoksia dalam darah tali pusat serta sampel darah pada hari ke 4 kehidupan bila dibandingkan dengan neonatus yang hipoksia. Peningkatan malondialdehid pada urin dilaporkan pada bayi dengan bronchopulmonary displasia. Ini juga telah mengamati bahwa malondialdehid berbanding terbalik dengan berat lahir. Tinjauan Islam tentang penggunaan malondialdehid sebagai biomarker pada hipoksia neonatus pada dasarnya dibolehkan menurut kaidah fiqhiyyah karena menurut Islam selagi memberikan manfaat, namun jika dalam pelaksanaannya lebih banyak menimbulkan mudharat dibandingkan dengan manfaat maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Kedokteran dan Islam berpendapat bahwa malondialdehid sebagai biomarker pada hipoksia neonatus boleh dilakukan, karena hal tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam memberikan pengobatan yang tepat pada hipoksia neonatus dan apabila terdiagnosis penyakit hipoksia neonatus maka hendaklah berobat kepada ahlinya.