Anda di halaman 1dari 4

1.

Anak B (10 tahun) dating bersama ibunya. Anak B bercerita bahwa kemarin lusa dia berenang di sungai musi dan telinganya kemasukan air. Sejak saat itu telinganya terasa penuh, dia coba memasukkan air lagi untuk mengeluarkannya. Pada malam kedua anak B mulai demam dan telinganya mulai terasa sakit.

Promotif : Hindari mandi dengan air yang kotor Memakai perlindungan diri ketika berenang Jangan coba memasukkan air lagi untuk mengeluarkannya Hindari pemakaian cottonbud karena dapat melukai

Preventif : Miringkan kepala dengan arah tertentu yang bertujuan agar air ditelinga dengan sendirinya keluar. Manfaatkan pengering rambut untuk mengeringkan air dari telinga (pastikan jarak pengering rambut tidak terlalu dekat dengan telinga) Kuratif : Bersihkan daun teinga dan ubang telinga. Tarik daun telinga keatas dan kebelakang (untuk dewasa dan anak-anak diatas 3 tahun) dan tarik daun telinga kebawah dan kebelakang (untuk bayi) Masukkan sejumah tetes obat yang tepat sepanjang sisi kanal telinga

A. MANISFESTASI KLINIK

1. Rasa sakit pada telinga ( rasa tidak enak, rasa penuh pada telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut ). 2. Nyeri yang hebat bila daun telinga disentuh, 3. Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit 4. Gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga,edema pada kulit telinga 5. peningkatan suhu tubuh B. PENATALAKSANAAN 1. Antibiotik dalam bentuk salep (neomisin, Polimiksin B atau Basitrasin). 2. Antiseptik (asam asestat 2-5% dalam alkohol 2%) atau tampon iktiol dalam liang telinga selama 2 hari. 3. Bila furunkel menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya. 4. Insisi bila dinding furunkel tebal, kemudian kemudian dipasang drain untuk mengalirkan nanah. 5. Obat simptomatik : analgetik, obat penenang.

Asuhan keperawatan a. Pengkajian Data Pasien Nama : B Umur : 10 tahun Nyeri pada telinga demam

Keluhan Utama

DS: anak B menahan rasa nyeri dan mengalami demam DO: Anak B bercerita bahwa kemarin lusa dia berenang di sungai musi dan telinganya kemasukan air. Sejak saat itu telinganya terasa penuh, dia coba memasukkan air lagi untuk mengeluarkannya. b. Diagnosa Keperawatan

DX 1 : Nyeri (akut/kronis) yang berhubungan dengan trauma, infeksi atau demam sekunder terhadap kecelakaan, infeksi oleh jamur / virus / bakteri , ditandai dengan sakit telinga, gatal, edema, dan demam. DX 2 : Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses inflamasi c. Implementasi Dx 1: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan klien tidak mengalami nyeri. Dx 2: Suhu tubuh pasien dapat kembali normal d. Intervensi DX 1 : 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk lokasi , karakteristik, durasi dan frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi 2. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan 3. Ajarkan teknik nonfarmakologidengan nafas dalam, distraksi dan relaksasi 4. Berikan analgesik untuk mengurangi rasa nyeri 5. Berikan informasi tentang nyeri 6. Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik DX 2 : 1. Pantau suhu tubuh pasien 2. Beri kompres hangat 3. Anjurkan pasien memakai pakaian tipis dan menyerap keringat 4. Kolaborasi pemberian obat anti piretik. e. Evaluasi Dx 1: S: Klien mengatakan nyeri yang dirasakan sudah mulai berkurang O: Klien menunjukkan perasaan yang rileks dan tidak mengalami kesakitan lagi

A: Masalah teratasi P: Hentikan intervensi Dx 2: S: klien tidak mengalami demam O: Suhu tubuh klien dalam keadaan normal A: Masalahteratasi P: Hentikan intervensi