Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

FRAKTUR COSTAE

OLEH : Zata Dini A.A.Sg.Sthiti Manik Saraswati

PEMBIMBING dr. Kuning Atmaja Sp.B

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA LAB/SMF ILMU BEDAH RSUP SANGLAH DENPASAR 2010

LAPORAN KASUS 1. Identitas Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Tanggal MRS Status Pasien 2. Anamnesis Keluhan utama: Nyeri dada sebelah kiri Riwayat penyakit sekarang: Pasien datang sadar mengeluh sakit pada dada kirinya, setelah terjatuh di rumah 1 jam SMRS. Kemudian pasien mengeluh sesak yang makin lama makin berat. Riwayat pingsan, mual muntah (-). MOI : Pasien berjalan dirumahnya kemudian terpeleset dan jatuh. Riwayat penyakit dahulu: asma (+) tidak pernah kumat sejak 1 bulan terakhir tanpa obat, penyakit jantung (-), hipertensi (-), diabetes melitus (-), alergi obat (-). Riwayat penyakit keluarga: penderita mengatakan tidak ada keluarganya yang pernah mengalami hal yang sama. Riwayat sosial : penderita tidak bekerja, merokok dan minum minuman beralkohol (-) 3. Pemeriksaan Fisik Status Present Keadaan sakit umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Respiration Rate Temp aksila : : : : : : sakit berat compos mentis 80/unpable mmHg 120 kali/menit 30 kali/menit 36,5 : : : : : : : IWK 70 tahun Laki-laki Sukawati,Gianyar Tidak bekerja 19 Juli 2010 Rawat inap

Primary Survey a. Airway b. Breathing Dada : Asimetris, kiri tertinggal Sesak nafas / hiperkapni Krepitasi pada dada kiri Suara nafas : kanan ada dan jelas kiri ada dan menurun Auskultasi : kanan sonor kiri hipersonor Saturasi : 90% Assessment : Tension Pneumothorax Sinistra Resusitasi : Needle thoraxosintesis dilanjutkan thoracostomy Reevaluasi : Inspeksi Auskultasi Palpasi c. Circulation TD Nadi : 80 per palpasi : 120 lemah reguler : pergerakan masih asimetris, dengan bagian kiri tertinggal : suara nafas vesikuler +/+ lemah, ronkhi -/: krepitasi + pada dada kiri : bebas

Tem kulit : hangat Assessment: syok hipovolemik Resusitasi : RL 3 flash Haes (hipertonik) 1 flash Reevaluasi : TD : 110/80 mmHg Nadi : 112 kuat reguler Dissability : Alert

Secondary Survey Kepala Maksilofasial Neck Chest Abdoment Ektrimitas Resume Pasien laki-laki umur 70 tahun, Hindu, Bali, sudah menikah, mengeluh nyeri pada dada sebelah kiri setelah sebelumnya terjatuh di rumahnya 1 jam sebelum MRS. Kemudian pasien mengatakan sesak yang makin lama makin berat, keluhan ini memberat ketika pasien berbaring dan membaik dengan perubahan posisi bersandar sehingga kepala agak tinggi. Pasien memiliki riwayat asma sebelumnya namun tidak pernah kumat semenjak 1 bulan terakhir tanpa obat. Riwayat keluarga dikatakan tidak pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 80 mmHg per palpasi, nadi 120 lemah reguler, respirasi 30x/menit, suhu 36,50 C. Pemeriksaan status lokalis, pada kepala didapatkan v.appertum regio occipital 7 cm dengan aktif bleeding, pada dada bentuknya asimetris, terdapat krepitasi, dan suara nafas kiri yang hipersonor. Rencana Kerja Darah lengkap, Kimia, AGD Rontgen Thorak CT scan Kepala : V.appertum Regio occipital 7 cm, aktif bleeding : jejas (-) : deformitas (-), jejas (-) : Inspeksi : simetris terpasang thorak drain Auskultasi : SN Vesikuler +/+, Rh -/-, wheezing +/+ : Inspeksi : distensi (-), BU (+) N, defans muskular (-) : hangat (+), edema (-) Genital perineum : DK (+)

Pemeriksaan Darah Lengkap (19/07/2010) 11.50 Wita WBC 24,7 RBC 3,26 HGB 9,98

HCT 29,1 PLT 314

Pemeriksaan Kimia Darah (19/07/2010) 20.00 Wita SGOT 18,85 SGPT 15,89 Albumin 2,939 BUN 7,902 Creatinin 0,936 GDS 242,4 Natrium 129 Kalium 4, 02 PH 7,46 PCO2 33 PO2 145 HCT 29 HCO3 23,5 TCO2 24,5 Be (B) -0,1 SO2C 99 THbc 9

Analisa Gas Darah (19/07/2010) 16.09 Wita

Diagnosa Fraktur costae V dan VI lateral hemithorak S Pneumothorak S post Thorakostomy WSD Vulnus Appertum Regio Occipital

Terapi MRS Drip Analgetik Pethidin 100 mg + Ketorolak 60 mg dalam dekstrose 5% 20 tetes mikro permenit diet biasa sungkup O2 10 liter/menit observasi distress nafas asma sesuai interna : Nebulizer setiap 8 jam dan metyl prednisolon